Sosok Gaara nampak terdiam berdiri tak jauh dari Pohon kehidupan dihadapanya, sebuah pohon yang indah, rindang terus berkembang, membuat pandangnya menyengit saat memperhatikan beberapa buah mulai muncul seperti apel ukuran mini, membuat ia tersenyum.
"Berkembanglah Sakura, dan terus berkembang demi dirimu juga EVE,"
Gaara mendekat perlahan mendekati sosok jiwa Sakura yang lain dalam posisi tertidur seperempat tubuhnya nampak dibalut Sulur tanaman dari pohon namun tak menganggu ketenanganya. Gaara mendekat lalu membelai rambut merah Gadis itu dan berkata.
"Agar kau bisa menuntaskan segala Dosa yang kau perbuat dimasalalu pada Eve,"
"Dan Jika kelak kau memiliki seseorang yang sah untuk memilikimu, maka-,"
Gaara mendekati Wajah Sakura dan menempelkan dahinya pada Dahi Sakura.
"Maka dihari Dosamu terampuni,"
"Aku yang terlahir dari belahan dirimu oleh sang maha kuasa, diyakin oleh seluruh dewa sebagai setengah Jiwamu,"
"Aku akan bangkit dari rahim-mu,"
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
The Shadow Dark of Light
by
Lightning Shun
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
PART
11
(Hubungan)
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
Sakura memandang langit gelap dari jendela kelas seperti biasa semua aktifitasnya kembali dijalaninya, ia mengawali dari mencatatat berapa catatan-catatan untuk dilengkapinya dari buku Hanami berupa catatan yang tertinggal selama dia absen. Ia juga disibukan dengan PR, yang dikerjakan dengan waktu pas-pas-an, dan Yui tetap setia menemaninya sembari mengurus catatanya sendiri.
"Perkalian kelompok dan dibagi, lalu hasil akhirnya dikelompokan bagian kurung,"Jawab Hanami menghelah nafas menjelaskan sebisanya, sembari mengingat beberapa rumus yang diajari guru matematika.
"Kau tahu aku lumayan kesulitan dengan matematika," Yui nampak menghelah nafas saat ketiganya berada dikantin bukan untuk makan tapi untuk mengerjakan tugas serta mengejar ketinggalanya pada pelajaran. Sakura juga masih diam dan fokus pada tugasnya.
"Yah tapi aku akui ketekunan Sakura mengejarkan tugas dan memperbaiki nilai sangat jarang siswi seperti itu,"Jawab Hanami.
"Kau benar!, Sakura-chan memang rajin"Celetuk Yui mengakuinya.
"Aku harus seperti itu, agar jika lulus aku akan mendapatkan skill untuk bisa bekerja baik itu kantoran atau wirausaha, aku tidak akan bergantung pada siapa-pun,"Jawab Sakura datar dengan wajah Positif.
"Kau benar-banar gadis yang sulit Sakura!,"Jawab Hanami membuat gadis berambut pinky itu bingung.
"Eh maksutnya,"
"Kau sudah tinggal dengan para-pria yang kaya serta diangkat menjadi anak oleh dia sang kepala keluarga yang tampan, aku yakin kedepanya kau bisa mendapatkan semua yang kau inginkan untuk hidupmu akan terjamin,"Jawab Hanami Cuek, memang tak ada yang tidak diketahui mengenai Sakamaki keluarga yang dikata sebagai keluarga bangsawan, kaya raya memiliki banyak tambang emas, bahkan beberapa perusahaan terbesar telah mengantungkan nama Sakamaki sebagai orang yang sangat menguntungkan untuk kerja sama dalam masalah berbisnis.
"Aku akan tetap menjunjung apa yang benar bagiku, sebelum mereka mengangkatku menjadi keluarga, aku adalah anak Yatim yang bahkan dianggap sampah masyarakat,"Jawab Sakura dengan raut mengeram namun tetap tenang sembari berkata-kata dengan nada rendah. "Jadi bagiku semuanya bisa berubah,"
"Sakura maafkan aku!,"Bisik Yui bola mata rubinya nampak menatap senduh, ia sadar dengan kesuraman Sakura. Meski Sakura selalu bersifat acuh atau tidak acuh pada sekeliling juga terlihat kuat, Sakura sebenarnya adalah gadis yang rapuh dibalik wajahnya yang dingin, begitu keras kepala dia menyimpan rasa sakit yang luar biasa. Gadis yang berpribadian Kuat diluar seolah memasang sebuah perisai disekelilingnya namun tampa disadari siapapun hanya ada Sakura yang memiliki wajah dengan guratan rasa sakit tampa obat yang mampu mengobatinya.
Yui tahu itu
.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
.
[Sakura Pov]
Aku memahaminya, aku yang sangat memiliki kehidupan yang Keras tampa henti dalam hidupku, aku menjalani semua, serta memahami dengan mataku, membuatku terbiasa berandai-andai dengan berbagai keadaan yang akan ada dan kelak mengecewakan bagiku.
Aku takut mempercayainya.
Dimana kau merasa mendapatkan tempat yang cocok untukmu dan mulai tersenyum, dan ketika menerima semua itu.
Aku kecewa kembali.
Makanaya aku selalu waspada pada setiap hal, dan aku selalu berusaha mencapai usahaku, dengan usaha sendiri tampa bantuan siapa-pun.
Aku kembali menghela nafas memandang kondisi perpusatakaan yang begitu tenang, terlihat beberapa murit yang nampak sedang belajar serta membaca nampak memberikan situasi yang tenang disini. Himbauan tentang harap tenang diperpustakaan benar-benar dijalankan dengan baik. Membuatku lega karna aku pecinta ketenangan.
"Kau nampak menyukai Buku Sakura Haruno,"Jawab sosok itu yang nampak tersenyum ramah dengan aura maskulin mendekatiku, membuatku focus buyar seketika, entah aku bahagia atau senang saat ini.
"Anda Sir-Uciha, Itachi Uciha,"Ucapku memandang datar sosok, guru baru yang nampak mulai popular dikalangan para gadis sekolahku, dan beberapa menit yang lalu ia nampak mulai mendapat Fan-fanatic yang mengila.
"Senang berkenalan denganmu,"Jawab Itachi tersenyum mengisyaratkan kelembutan, yang amat penuh rasa yang terlihat misterius, entah kenapa aku merasa pernah melihat tatapan dingin yang penuh kelembutan seperti itu. Ia lalu dengan lengan tegak nampak menarik kursi kayu mendekat sedikit disampingku, lalu duduk dengan punggunya ditangkai kursi.
"Hum," Aku tak memberi jawaban panjang karna mencoba kembali pada duniaku berisi tulisan dan cerita, karna aku tak berniat mengusirnya sebenarnya.
"Kau menyukai cerita Fantasy!?,"Jawab Sir Uciha padaku, sembari tersenyum Charming. "Yang bisa membuatmu berpikir luas,"Desisnya memcoba menebak opiniku dalam menbaca cerita.
"Ya luas karna mereka adalah hanyalah sebuah dunia fantasy, yang bisa menjadi cerita indah diakhirnya atau sedih diakhir cerita serta muda untuk dipahami,"Jawabku dingin.
"Tapi tidak dengan kenyataan, tak selamanya seperti sebuah kisah fantasy menjadi sesuatu yang melewati kenyataan dan semua batasan,"Bisik Sir Uchia Itachi, membuatku menatapnya.
"Apa maksut anda!?,"Bisikku padanya.
"Apa kau tidak mengingatku Dewiku,"Perlahan Itachi mendekat serta mengenggam serumput rambutku dengan pandangan intensnya membuatku merasa merinding, ia menyentuh serumput rambutku yang memanjang lalu mengecupnya membuat ada perasaan geli diotaku saat ia memanggilku 'Aiden' nama yang membimbing ingatanku yang mulai memenuhi pikiranku. "Aidenku,"Bisiknya dengan nada kecil membuat Sorot pandangku membatu.
Bersamaan mata indah kelamnya berubah drastis menjadi mata berwarna merah-darah kelam dengan lingkaran serta gradiasi tiga titik koma pada mata Sir Itachi.
[Sakura Pov END]
.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
.
[Normal Pov]
Sakura memandang dengan pandangan menyengit, ia terdiam sebelum sebuah langkah kaki seolah mendekat, bersamaan dengan seruan ceria seseorang membuat Sakura mengedipkan matanya beberapa kali.
"Sakura chan kau ada disinii-,"Terlihat Kou berjalan mendekat namun raut wajahnya langsung berubah derastis seolah matanya memandang tak suka saat Itachi juga sudah berada disana, dan nampak sudah mengubah posisi sedetik antara Sakura dan dirinya yang terkesan amigu dengan warna mata Itachi kembali normal seperti sedia kala.
Ia lalu Kou mendekat dan Vampire idola itu langsung menarik tangan Sakura dengan lembut lalu berkata. "Maaf Sir-Itachi-san tapi saya harus meminjam Sakura haruno sekarang, kami permisi,"Jawabnya pelan dengan senyuman (yang Sakura anggap tidak secara iklas) lalu menarik pergi Sakura dari sana.
Membuat pandangan penuh kesal nampak terlihat jelas dari mata Itachi sepeninggalan Sakura dan Kou, dan jemarinya bahkan berhasil membuat retakan besar pada sisi meja diperpustakaan tampa Suara.
.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
.
[Setelah itu ditempat Lain]
"Hoi Kou apa-apaan ini?!," Sakura berdecit penuh kesal. Memandang wajah pria bertubuh tinggi jangkung pucat yang membalas dengan raut cengar cengir.
"Kau sudah dengar kalau akan ada acara, kesenian dua hari yang akan datang disekolah ini,"Jelasnya dengan senyuman hangat. "Maka sekolah telah memberi aturan kelompok yang, dibagi terdiri dari Klas berbeda dalam mengurus acara itu, semua diroling dengan undian,"Jelasnya panjang kali lebar.
"Eh roling!,"Jawab Sakura memandang bingung.
"Yap kau belum melihat pengumuman kelas jika ada acara kesenian dan pembagian kelompok," Tanya Aidou menyengit dan menghelah nafas, sementara kepala Sakura nampak mengeleng-geleng.
Kou lalu memberikan selembar map yang langsung diterima oleh Sakura. kemudian gadis itu memandang beberapa tulisan rapi sebuah jurnal informasi dengan muka suram, menatapi nama orang yang satu team denganya.
.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
.
[Sakura Haruno]
[Mukami Kou]
"Eh dan kau satu kelompok denganku?,"Ucap Sakura masih memandang, map dan seolah meyakinkan dirinya, seolah akan dapat ujian atau cobaan yang berat(?).
"Hei-hei respon macam apa itu?,"Jawab Kou dengan cetus dengan mengembungkan pipinya nampak lucu (layaknya anak kucing ngambek). Mungkin bagi beberapa gadis ia akan super-duper atau jatuh berkali-kali akibat senang apa lagi Kou yang memang terkenal dengan ketampanan, senyum hangat, serta idola para gadis, dan musuh para pria jones (Author langsung dihajar).
"Aku hanya merasa cemas, jika para gadis-gadis, itu datang padaku untuk protes serta merusak ketentramanku,"Jawab Sakura tajam.
"Kejam sekali kau!, memangnya aku ini wabah "Kou memasanng wajah kesal ups sedikit, lalu mengambil kertas ditangan Sakura. "Tugas kita berdua adalah membeli beberapa kotak kembang api untuk acara kesenian nantinya,"Jawabnya lalu memainkan kertas ditanganya.
"Haah! Apa tak salah kita harus membeli keperluan semalam ini!,"Jawab Sakura memasang wajah bingung. "Mana ada mall ditengah hutang dan gunung begini (memang benarkan :p).
"Kurasa bisa kita akan membelinya di Supermarket 24 jam, tapi untuk itu kita akan pergi mengunakan mobilku melewati hutan sampai kota terdekat, kau setujukan?!,"Jawab Kou.
"Semoga aku bukan ikut denganmu, untuk disandra lagi!,"Jawab Sakura Judes.
"Hidoooiii!..T_T,"Jawab Kou dengan tatapan tersakiti.
Muka Kou kiyan mengkerut, sudah dalam beberapa hari, kedekatan keduanya nampak terlihat jelas, bagi Kou (sepertinya). Keberadaan Mukami beberapa minggu ini bukan hanya membuat Kou lebih mengenal Eve sang gadis pilihan, tetapi mulai memahami serta mengenali sifat Sakura secara langsung. Sakura juga akhirnya mulai mengetahui sifat Mukami masing-masing selama para pria-pria tampan itu sering menyambagi rumah para Sakamaki untuk keamanan Eve mereka bersama.
Sifat umum mereka adalah :
Yuuma : Urakan/Kasar/Cuek dan mencintai kebunya.
Ruki : Super Cuek, cool, Pintar, Penyuka buku
Asuza : rasa bingung Sakura mendesripsikan mahluk satu ini, namun kata yang cocok baginya adalah mumi (menurut pandangan Sakura)
Dan Kou si Artis kondang yang sedang Naik daun, memiliki banyak pengemar wanita, seorang Idola, yang sifatnya sangat kekanakan(menurut Sakura) Super manja, memang sangat heboh hal itu terbukti dari apa yang Sakura lihat selama ini, disaat Para Sakamaki dan Mukami selalu berkumpul demi menjaga Eve dari para tetua lama dan berkumpulnya Di Vila Sakamaki, Kou adalah pemuda yang suka mengapelinya setiap saat, jika mereka berkunjung di Vila, tidak sedikit kemunculanya selalu saja merepotkan Sakura mulai dari membangunkanya tidur, mengisenginya saat belajar, bahkan suka sekali menempel padanya, membuat Sakura sudah membiasakan diri untuk menghadapi kemanjaan dari Vampire paling heboh dari Mukami bersaudara.
.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
.
[Area parkir]
Sakura mengerjapkan matanya memandang sebuah Limosie, berwarna merah-bata, nampak terparkir manis dihalaman parkir, seolah dapat bersaing dengan mobil-mobil super mahal lainya yang begitu mengkilap terparkir rapih disana.
"Silahkan masuk Nona!,"Ucap Kou dengan wajah nampak tersenyum-charming, lalu bergerak membuka pintu kiri mobil disamping kursi pengemudi layaknya seorang supir mobil bangsawan atau seorang pangeran zaman moderen.(Note :Kebanyakan dijepang memiliki bangku pengemudi sebelah Kiri)
"Terimakasi,"Jawab Sakura menghelah nafas bosan lalu masuk kebangku disamping pengemudi, matanya juga nampak membiasakan kondisi mobil yang lumayan indah pada partikel part berwarna abu-abu atau hiasan mobil kristal yang tersusun didepanya (dan terlihat mahal), punggungnya sesekali bergesekan dengan sandaran kursi yang lembut, yang sangat nyaman bagi tubuhnya yang berwarna merah marun, lampu tengah mobil yang juga terbuat dari balon Kristal sangat megah, Sakura memang bukan seorang wanita yang tahu banyak soal mobil mahal tapi Sakura bisa menilai jika semua part mobil dibandrol dengan harga yang murah.
"Kau butuh, penghangat lebih,"Jawab Kou tersenyum.
"Tidak perlu suhu seperti ini aku bisa tahan,"Jawab Sakura lalu Kou tersenyum manis dan menjalankan mesin mobil.
"Kau benar-benar mirip kami! Kau bisa bertahan dengan Suhu sedingin ini,"Jawab Kou tersenyum lalu pandanganya mengarah pada jalanan, Sementara Sakura hanya menutup matanya perlahan lalu melipat tangan didepan dada, tampa peduli Kou mau membawanya kemana.
"Aku pernah merasakan hal yang jauh lebih parah dari ini,"Jawab Sakura menghelah nafas datar, menunjukan wajah sedih namun wajah itu cepat pudar. "Jauh sangat parah,"Jawabnya semakin kecil dan pandanganya beralih pada jalan membentang dengan digerumbuli dengan pohon tinggi disetiap sisi jalan raya.
"Sungguhkah? Apa itu maksutnya sebuah kenyataan atau sebuah mimpi?,"Tanya Kou mencoba mencairkan namanya suasana.
"Bukan,"Sakura menutup matanya dan raut serius terpapar pada wajahnya, seolah mengatakan ia tidak bercanda. "Sebuah kenyataan sekaligus mimpi yang tak bisa dilupakan,"Jawab Sakura.
"Mimpi sekaligus nyata?!,"Jawab Kou memandang bingung.
"..."Setelah ungkapan Sakura terdiam, dengan sebuah senyuman samar yang terlihat begitu sedih diraut cantiknya.
Kediaman dan kelamnya malam nampak terjadi selama 10 menitan, namun mata Kou tiba-tiba membulat, dengan tubuh seolah mengenjang.
"Kau ada apa yang-"Belum Sakura menyelesaikan percakapanya, Kou lalu membuka sabuk pengaman tubuhnya juga, Sabuk pengaman pada Sakura lalu menarik Sakura dengan kasar. Sakura membulatkan matanya saat memandang mata Kou yang berubah warna menjadi merah.
DUAR!
Bersamaan dengan meledaknya mobil Kou secara tiba-tiba.
.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
.
Sosok Reiji nampak berjalan melewati koridor sepi sendirian, nampak sebuah pencahayaan disana nampak begitu minim, namun langkah kakiny berhenti melihat sosok Shuu yang nampak terduduk dilantai sembari mendengar music klassik. "Mengapa kau ada disini?,"Tanya Shuu dengan nada cool.
"Aku tentu aku boleh tetap dimana saja!,"Jawab Reiji menghelah nafas, memandang sebuah pemandangan malam hari dengan cahaya rembulan menembus kaca tipis jendela, dengan banyaknya hutan menjadi daya tarik tersendiri.
"Aku ada pertanyaan untukmu,"Desis Reiji.
"Apa itu?!,"Jawab Shuu dingin.
"Apa Yang kau lakukan mengendap-gendap dari kamar Sakura, waktu itu,"Jawab Reiji tajam.
"Apa maksutmu?!,"Wajah Shuu menatap dengan tatapan menyengit.
"Tak perlu berbohong,"Jawab Reiji.
"Huh!, jika itu memang kau lihat terus kenapa?,"Jawab Shuu datar.
"Apa aku ketinggalan sesuatu?,"Jawab seseorang mendekat dan rupanya sosok Subaru dan Naotolah yang mengekorinya.
"Kalian mendengar percakapan kami sampai dimana?!,"Jawab Shuu memandang keduanya, begitu pula Reiji yang menyengit dengan mata merah kelamnya.
"Seperempat mungkin,"Jawab Naoto tersenyum dengan wajah sedikit miris(?), sepertinya percakapan tadi cukup pribadi bagi keduanya.
"Reiji aku punya pertanyaan sebelum kau menanyai Shuu,"Jawab Subaru, membuat Reiji melirik dengan pandangan mendelik. "Mengapa kau nampak begitu perhatian pada Sakura Reiji!?,"Tanya Subaru dengan nada penasaran.
Pandangan tajam lalu ditolehkan Reiji pada Subaru, lalu seulas senyum tipis nampak diperlihatkan seolah seperti senyuman kepada seorang 'Rival'. "Karna aku tertarik pada Sakura Haruno,"Desisnya seolah tak ada keraguan dalam ucapanya.
[Bersambung]
[Selasa - Februari - 7 - 2017]
Suatu hari
Shuna : Saya merasa begitu lelah*Tepar*
Vicky : Ada apa denganmu Kawan!?
Shuna : T_T Kesibukan saya benar-benar padat! SAYA BUTUH HIBURAAAANNN! *Stres trus ambil pisau dapur* I gona Dea-
Najua : NOWWW! *langsung ambil tali trus ikatat Author* Chou langsung kepercakapan sekaraaang! Noct urus dia sekarang.
Noctis : Oke *langsung nyeret Author yang diikat.
Vicky : Baiklah mari kita kekomentar para pembaca.
[JQwiincy] :itu tadi siapa yang masuk kamar sakura, shuu kah ?
[Author] :Ahm..siapa ya :v
[Nivans erlangga] :Up Up
[Author]: Segera :)
[verviory]: .akhirnya up jga ak udah nungguin ,tpi chapter nya kok pendek ya
[Author]: Maaf soalnya baru bisa nulis lagi setelah sekian bulan hehehe
[Nameayudolly] :yakkk! siapa-siapa yang mencium bibir sakura!? terus gimana lanjutan ceritanya! bukannya kou ada di situ bersama mukami, tapi kenapa tidak ada mereka sama sekali?! pokoknya apdate kilat, kalau enggak aku akan meneror kau terus author. *langsung loncat girang* apdate kilat, apdate kilat ok
[Author] :Sebenarnya pria itu adalah!
[Vicky] *DUAAK* #muncul dari belakang lalu menghantam tepat dikepalanya lalu pingsan# Belum saatnya kita akan membahasnya nanti :)
