New Line

Disclaimer : Aku tidak mengakui kepemilikan atas Naruto, Highschool DxD, Tokyo Ghoul beserta Chara yang ada disana, aku hanya meminjam beberapa bagian untuk kelangsungan Fic bodoh milikku ini

Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa adegan Lime ataupun yang lain)

Pair : Naruto x ? (Mini-Harem aja ya?)

Warning : OOC, Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Friendly!Vali, Dll

Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)

A/N : Aku sebagai Author Newbie meminta maaf kepada Author yang lain jika ada kesamaan fic milikku dengan Kalian, Maka dari itu, Gomennasai!

Dan untuk para Reader dan Silent-Reader :v maupun Reviewer yang setia membaca tulisanku yang gaje ini, Selamat Membaca dan semoga memuaskan!

.:: oo0oo ::.

Opening Song : UNLIMITS - Cascade (Recommended by Me)

Kimi to boku nigirishimeta futatsu no te no naka de

Terlihat Naruto berjalan di sebuah padang rumput hijau yang lebar sejauh mata memandang

Umareta hikari ima, hanatou

Setelah beberapa saat berjalan di padang rumput yang indah itu, terlihat didepan Naruto, Vali dan Rize melambaikan tangannya sambil tersenyum kearahnya

Kohakuiro no yuuyake ni somerareta

Gambar berganti, Terlihat Naruto duduk dikursi dan berhadapan kearah jendela kamarnya sambil memandang bulan yang terang dimalam hari yang sunyi sepi

Machi wa kanashii hikari to kage utsushite ita

Gambar kembali berganti memperlihatkan Rias yang berdiri didepan Jendela klub ORC sambil memandangi bulan yang terang dimalam hari

Ikutsu mono kiseki no ito

Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali, Naruto dan Rize duduk dipinggir pantai sambil menatap sunset di sebuah pantai yang indah

Tsunagatte Karamatte

Dan berganti menjadi kelompok ORC yang berdiri tanpa bergandengan tangan sambil menatap bulan yang terang dimalam hari yang sunyi sepi

Tadoritsuita yo hajimeru no wa ima, kono basho kara

Lalu gambar berganti memperlihatkan Kokabiel yang duduk disebuah singgasana sambil menyeringai dan dikawal oleh para malaikat jatuh serta beberapa Iblis yang bersekutu dengannya

Ame nochi hare ano kumo ni nare iwa wo oyoide yuku

Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali dan Rize bergerak menyerang para Malaikat jatuh yang lumayan banyak didepan mereka yang siap untuk bertempur

Sono kokoro shibaritsuketeru tamerai furi hodoite

Dan gambar bergerak memperlihatkan Naruto dengan serangan kuat nan cepat kearah Kokabiel yang dengan mudah menghalau setiap serangan Naruto sambil menyeringai kejam

Kimi to boku nigirishimeta futatsu no te no naka de

Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali, Naruto, dan Rize yang duduk disebuah tebing tinggi diujung pantai sambil memandang matahari yang hendak menenggelamkan dirinya di arah barat

Umareta hikari ima, hanatou

Dan gambar bergerak memperlihatkan Rize yang memeluk Naruto dengan wajah memerah malu, Naruto terlihat terkejut dengan wajah memerah, sementara Vali hanya memejamkan matanya merasakan angin sejuk di sekitar

Latar pun menjadi gelap, dan kembali terang dan menampilkan Sebuah Tulisan berwarna merah gelap, dan tulisan itu adalah "New Line!"

- Chapter 10 : Misi dan Pengintaian

"heeh! Kenapa selalu ada dia sih?!"

Pada malam itu, tepatnya disebuah jembatan yang dialiri sungai dibawahnya, terlihat seorang remaja berambut pirang sedang berbaring dengan santainya, merasakan angin malam yang sejuk

Perasaannya kini sedang kesal, ia selalu saja bertemu dengan gadis merah itu, ia benar benar kesal dengannya, setelah apa yang dilakukan oleh gadis merah itu padanya yeng telah membuatnya sakit, tapi malah gadis itu kembali lagi mengusik kehidupannya

"menyebalkan sekali!" gumam remaja pirang itu yang sekarang kita sebut dengan nama Naruto, atau lebih tepatnya Naruto Uzumaki

Tak lama kemudian, seseorang datang menghampiri Naruto, penampilannya pun cukup aneh, dengan warna rambut hitam namun berwarna pirang dibagian depannya, merasa ada seseorang dibelakangnya, membuat Naruto menoleh kebelakang

"yoo! Naruto" sapa sosok itu

Naruto hanya menatap datar sosok dibelakangnya itu, kini ia bangkit berdiri menghadap sosok itu dan menjulurkan tangannya kearah sosok itu hendak meminta sesuatu

"mana Bayarannya, Azazel?"

Sosok yang dipanggil Azazel tadi hanya tertawa pelan, menurutnya sikap Naruto kini sedikit berbeda, biasanya dia agak berisik dan menjengkelkan, namun kini Naruto langsung to the point tanpa ada basa basi

"Oh ayolah Naruto, kau terlihat sedang kesal, apa ada masalah? Atau mungkin Vali menganggumu?" Tanya Azazel

Naruto hanya menghela nafas lelah, mungkin saja sedikit berbicara dengan gubernur itu bisa menghilangkan kekesalannya, ia lalu menatap Azazel yang membuat Azazel Risih

"Oi! Jangan menatapku seperti itu, kau tahu? Kau seperti seseorang yang sudah berubah haluan saja!" Ejek Azazel lalu memalingkan wajahnya kearah lain

"Siapa juga yang berubah haluan! Dasar Gubernur Mesum!"

Azazel lalu tertawa, ia benar benar senang mempunyai teman seperti Naruto, biasanya ia selalu mendapat perlakuan yang formal yang membuatnya sedikit agak risih

sementara Naruto hanya mengangkat sebelah alisnya heran, bisa bisanya Azazel malah tertawa setelah mendapatkan Ejekan yang bisa dibilang Menusuk itu

"Kenapa kau malah tertawa?"

"Ah tidak, hanya saja aku senang mempunyai teman sepertimu, kau tahu? Aku ini seorang Gubernur Malaikat jatuh, sebagai Gubernur pastinya aku selalu berurusan dengan hal yang merepotkan" ucap Azazel berceloteh ria

"Aku tidak peduli dengan ceritamu, cepat berikan aku bayarannya Azazel, aku ini ingin pulang dan bersantai ria" ucap Naruto dengan tatapan bosan kepada Azazel

Azazel hanya mendengus sebal, ternyata ceritanya tidak didengarkan atau lebih tepatnya diacuhkan oleh Naruto, ia lalu memasukkan tangannya ke saku celananya mencoba mencari selembaran uang disana, setelah didapat,ia lalu menyodorkannya kearah Naruto

Naruto lalu mengambil uang yang disodorkan oleh Azazel,ia lalu menghitung uang itu dengan cepat layaknya seorang karyawan bank, ia lalu tersenyum puas

"Arigatou Azazel!, senang bisa bekerja sama denganmu" ucap Naruto tersenyum senang

"Sudah hentikan ucapan tak berguna itu, cepatlah pulang, kuyakin Vali dan Gadis ungu itu pasti sudah menunggumu" ucap Azazel acuh

Naruto sempat terkejut saat Azazel mengatakan 'Gadis Ungu' yang ia duga adalah Rize, apa Azazel mengenalnya? Naruto yang penasaran lalu bertanya pada Azazel

"Kau mengenal Rize?"

"Aku tadi mengunjungi Apartemenmu, dan disana hanya ada Vali dan gadis ungu yang kau panggil Rize itu, ya hanya obrolan ringan dengan Vali lalu aku pergi keluar dari apartemen itu" ucap Azazel

Naruto hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Azazel di bawah jembatan sendirian disana

.

.

.

.

"Huaaah! Malam yang sunyi bukan?"

"Ya, Kau benar sekali Bos!"

Kini disebuah gang, Naruto dan satu Bunshinnya berjalan pulang kearah apartemen mereka, Terlihat Naruto sedang berjalan santai sambil menikmati lagu dari headsetnya sementara Bunshinnya membawa barang belanjaannya, untungnya malam itu sepi, jika tidak, pasti mereka akan terkejut melihat kedua manusia yang mirip atau bahkan sama yang sedang berjalan santai

Setelah sampai didepan pintu rumahnya, Naruto lalu memegang knop pintu apartemennya lalu memutarnya dan mendorongnya sambil mengucapkan..

"Tadaima!"

"Okaeri! Naruto-kun"

Naruto lalu menyuruh Bunshinnya menaruh barang belanjaannya kedapur lalu ia menghilangkan bunshinnya, ia lalu menoleh kesegala arah, ia merasa ada sedikit kejanggalan yang ada diapartemen ini, Dimana Vali?

"Dimana Vali?, Rize-chan"

"Itu dia!"

Naruto lalu menolehkan wajahnya kearah yang ditunjuk oleh Rize, setelah melihat Vali, Naruto sweatdrop, bagaimana tidak?, baru kali ini ia melihat wajah tampan milik Vali berubah menjadi kusam kusut bagaikan baju belum disetrika

"kenapa dia?"

"entahlah Naruto-kun, tetapi setelah mengobrol dengan seseorang berambut pirang sebagian saja yang tadi bertamu, seketika itu wajah Vali-san menjadi seperti itu"

Naruto lalu menghampiri Vali yang tengah duduk disofa, ia lalu memegang bahu remaja berambut silver itu yang membuat Vali menolehkan wajahnya kearah seseorang yang memegang bahunya itu

"kau tidak apa apa?, Vali?"

Wajah Vali kembali suram dengan aura suram dibelakang kepalanya, ia lalu menunduk membuat Naruto sedikit penasaran, apa yang terjadi hingga membuat manusia tampan ini menjadi seperti ini?

"Aku.."

"Ya?"

"Aku.."

"Ya, Ya?"

"Aku.."

"Cepetan ngomong Baka!"

"aku disuruh Azazel untuk sekolah di Kuoh Academy!"

"heh?"

Naruto cengo sebentar mendengar ucapan Vali, sekolah katanya?, itu menyenangkan bukan?, kenapa wajahnya sampai kusut begitu ketika disuruh Azazel untuk sekolah?, bukankah remaja seumurannya memang pantas untuk bersekolah?

"Memangnya kenapa jika kau sekolah?" Tanya Naruto sambil menatap Vali yang tengah menunduk

"Apa kata dunia jika Hakuryuukou terkuat sepanjang masa harus mengikuti sekolah, aku ini kuat, sekolah hanya akan membuang buang waktuku saja, dan juga aku tidak mempunyai pengalaman sekolah sebelumnya Naruto, itu membuatku agak malu!"

Naruto sweatdrop ria, jadi itu alasan kenapa wajah Vali menjadi seperti ini?, Naruto lalu kembali memegang bahu Vali hendak menasihatinya bak seorang ayah kepada anaknya, Hah?

"Dengarkan aku vali, kau itu tampan, kuat, dan hebat, namun untuk remaja seumuran dirimu, kau juga harus sekolah, bukankah sudah pekerjaan seorang anak untuk bersekolah dan belajar?"

"oii oii, aku ini bukan anakmu!, dan berhentilah menceramahiku seperti itu!" ucap Vali dengan Kesal sambil menyingkirkan tangan Naruto dari bahunya

"Baiklah kalau begitu, Ganbatte!" ucap Naruto sambil mengacungkan jempol kearah Vali sambil nyengir lebar disertai kilauan dari giginya mengingatkan kita dengan sesorang berambut mangkok di Konoha, Vali hanya mendengus kesal

'Kurasa kau ada benarnya Naruto, namun itu tetap saja akan membuatku kesal'

.

.

.

.

.

- Skip Time

Hari kini kambali berganti, setelah melewati malam yang sedikit suram bagi Vali, dan menyenangkan bagi Naruto dan Rize, dan berganti menjadi pagi yang indah, cahaya matahari yang mengandung vitamin D sangat bagus untuk remaja seumuran mereka yang sedang berangkat sekolah

"Ne Vali, Kau terlihat sangat cocok dengan seragam sekolah itu"

"Urusai Naruto!"

"tapi kau memang sangat cocok, Vali-san"

"Arigatou pujiannya, Rize"

Naruto mendengus kesal, bisa bisanya Vali kesal dengan pujiannya, sedangkan pujian dari Rize, ia malah berterima kasih, bukankah itu aneh? Namun itu tidaklah aneh bagi mereka bertiga

"oii Naruto, ada yang ingin kubicarakan denganmu"

Ucapan Vali membuat Naruto menoleh kearahnya, sangat jarang Vali memasang ekspresi serius seperti itu, biasanya ia hanya memasang ekspresi bosan, santai, atau malah menjengkelkan bagi Naruto

"hn, apa?"

"Azazel semalam berbicara kepadaku, akhir akhir ini ada seseorang yang sering membantai Iblis liar maupun malaikat jatuh yang membangkang, identitasnya masih belum diketahui oleh ketiga Fraksi, Azazel menyuruhku dan juga menyuruhmu untuk mencari siapa dia sebenarnya"

Naruto kini mulai tertarik dengan arah pembicaraan Vali, sementara gadis cantik yang berada diantara kedua remaja laki laki itu hanya diam, menurutnya pembicaraan keduanya tak ada sangkut pautnya dengan dirinya

"Hontou? Ini akan menjadi misi yang menarik, apa dia sudah menyiapkan bayarannya" ucap Naruto dengan mata berbinar yang membuat Vali sweatdrop

"untuk sementara kesampingkan dulu masalah bayaran yang akan diberikan Azazel, kita harus menyelidikinya terlebih dahulu" ucap Vali sambil bersidekap dada

Setelah itu, mereka berjalan kearah sekolah dengan diringi obrolan yang disertai candaan yang menghibur ketiganya, tanpa terasa, mereka bertiga akhirnya sampai di depan gerbang Kuoh Akademi

"jadi ini sekolahnya?, bukankah dulunya ini sekolah khusus perempuan?, berarti disini lebih banyak perempuan daripada Laki laki" ucap Vali memandang sekolah barunya sambil mengomentari tentang sekolahnya

"kurasa Azazel menyuruhmu untuk sekolah disini agar kau bisa menjadi harem king, mengingat wajah tampanmu yang membuat para gadis terpana" ucap Naruto sweatdrop sambil memandang gadis gadis yang tengah manatap wajah vali dengan wajah yang memerah merona

"ya kau benar, Naruto-kun" ucap Rize membenarkan

Di sisi lain, kini para anggota ORC hendak berjalan ke gedung sekolah, tanpa sengaja mereka melihat Naruto yang tengah berjalan dengan seorang remaja dan juga seorang gadis yang berambut ungu

Rias dan juga Akeno yang merasakan aura kuat dari sesosok remaja yang bersama Naruto itu membuat keduanya bergumam pelan, "Hakuryuukou!", sementara anggota lain yang mendengar suara gumaman dari Buchou serta Fuku-Buchou nya membuat mereka memberanikan diri untuk bertanya

"apa ada sesuatu dari Naruto serta mereka Buchou" ucap Issei yang bertanya disertai anggukan dari yang lainnya yaitu Kiba, Koneko, dan juga Asia

"Issei, remaja berambut perak yang bersama Naruto itu adalah Hakuryuukou, sang Kaisar naga putih" ucap Rias menjelaskan

'Sejak kapan Naru berteman dengan Hakuryuukou' Batin Rias

"dia sudah datang rupanya, kau dan dia sudah ditakdirkan untuk menjadi rival dan bertarung, sebaiknya kau lebih berhati hati dengannya, Aibou" ucap Ddraig pada Issei yang membuat Issei mengangguk dengan cepat

Mereka semua (anggota ORC) lalu menghampiri Naruto dkk yang ssedang berjalan kearah Gedung sekolah, setelah berhenti didepan depan Naruto dkk, mereka lalu menatap Vali dengan tatapan tajam

"ada apa kau datang kesini Hakuryuukou, jika kau ingin bertarung dengan Issei, maka kusarankan kau pergi dari sini sebelum aku menghabisimu" ucap Rias dengan nada tajam yang tidak membuat Vali takut sama sekali

"hoi hoi! Seenaknya saja kau berbicara dasar Cabai merah!, aku kesini karena ingin sekolah, lagipula jika kulihat, Sekiryuutei sekarang masih terlalu lemah untuk melawanku, itu hanya membuat Nafsu bertarungku berkurang saja" Ucap Vali dengan nada mengejek yang membuat perempatan muncul didahi Rias, Issei hanya menggeram marah atas ejekan Vali, Kiba lalu memegang bahu Issei agar Issei dapat meredakan emosinya

"Naruto apa mereka temanmu?" ucap Vali menoleh kearah naruto dengan sebuah pertanyaan yang dituju kepada remaja berambut pirang itu, "Entahlah, aku bingung menjawab iya atau tidak" ucap Naruto

Semua Anggota ORC terkejut mendengar ucapan Naruto, Naruto bingung? Apa Naruto lupa dengan teman temannya sendiri? Atau ada alasan khusus sehingga Naruto berucap seperti itu

"Na-Naru, apa kau sebegitu marah pada kami?' ucap Rias lirih yang masih dapat didengar oleh Naruto

"Vali? Apakah aku bisa curhat sebentar disini?"

"itu terserah padamu Durian, selama telingaku tidak sakit mendengarnya maka kau mempunyai hak atas itu"

"huuftt..." Naruto membuang Nafas perlahan, wajahnya ia tundukkan kearah bawah yang membuat anggota ORC penasaran, setelah itu Naruto mendongakkan wajahnya dan menatap Tajam satu persatu anggota ORC

"dengarkan aku Gremory-san, Himejima-san serta anggota ORC semuanya..."

"Kumohon berhentilah mengejarku, aku ini ingin hidup dengan tenang dan melupakan masa lalu yang menyakitkan, cobalah mengerti, apa kau puas setelah membuat hatiku hancur atas perlakuanmu dan sekarang kau mencoba kembali membujukku agar kembali ke ORC, Yang benar saja!" Kini Emosi Naruto sedikit bertambah

"Melihatmu saja sudah membuat hatiku sakit, Gremory-san, tolong pergi dari hadapan kami dan jangan lagi menganggu kehidupanku, pergilah!" ucap Naruto dengan keras yang membuat anggota ORC kaget

'Kau berubah Naru'

"B-Baiklah kami pergi Naru,,, dan kau Hakuryuukou, jika kau berbuat hal yang mencurigakan di daerah sini, maka jangan salahkan aku jika aku yang akan pertama kali membunuhmu" ucap Rias agak sedih saat Naruto mengusirnya lalu pergi bersama anggotanya meninggalkan mereka Bertiga, Naruto, Vali, dan Rize

"haah!, dia berbicara seolah dia bisa mengalahkanku saja, lebih dari sepuluh tahun baginya untuk mengalahkanku dengan mudah" ucap Vali dengan sombongnya yang membuat Naruto jijik

Beralih Kepada Rize, kini ia penasaran dengan hubungan antara Rias Gremory yang merupakan senpainya dan Naruto, apa mereka ada hubungan dekat? Atau malah ada suatu kejadian dimana Naruto membenci senpainya

"Naruto-kun?"

"hn, ada apa Rize-chan?"

"apa kau mempunyai hubungan dengan Rias-senpai?"

"hmm, Gimana ya..? bisa dibilang iya, namun akan sangat rumit untuk dijelaskan, lebih baik jangan membicarakan hal itu, itu hanya membuatku sakit"

Rize hanya mengangguk, namun ia masih penasaran dengan hubungan atara Rias dengan Naruto, mereka bertiga akhirnya berjalan kearah gedung sekolah, dan akhirnya Naruto dan Rize berjalan kearah kelasnya sementara Vali berjalan kearah ruangan kepala sekolah

.

.

.

.

.

Kini Naruto sudah berada dikelasnya, terlihat ia sedang mengerjakan soal yang diberikan oleh senseinya, wajahnya sedikit suram mengingat ia terlalu bodoh dalam hal pelajaran namun jenius dalam hal pertarungan

"Minna-san, hari ini kita kedatangan teman baru, Kazuki-san bisa memasuki kelas"tiba tiba ucap sang Sensei yang mengajar dikelas itu

Tak lama kemudian, pintu kelas terbuka memperlihatkan seorang remaja berambut silver dengan seragam kuoh yang terlihat cocok ditubuhnya yang ramping, wajahnya yang tampan disertai iris mata berwarna biru es yang membuat semua gadis yang ada di kelas itu terpana

'Baru kali ini aku ditatap seperti itu oleh para gadis gadis' batin Vali Nista

"Namaku Kazuki Akira, Kesukaanku belum ku ketahui, begitu juga dengan ketidak sukaanku, hobiku belum ada, cita citaku masih belum terfikirkan, Salam kenal!" ucap Vali memperkenalkan diri dengan santainya, semua siswa hanya sweatdrop dengan perkenalan Vali, namun berbeda dengan para Siswi, mereka terlihat memandangi Vali dengan tatapan Beringas, Hah?

"KYAAA~! KAZUKI-KUN!"

"APA KAU MAU MENJADI PACARKU?!"

"KAZUKI-KUN TAMPAN SEKALI!"

Teriak para siswi dengan gaje tingkat atas, Rize yang duduk disebelah Naruto hanya tersenyum kecil, sementara Naruto?, ia terlihat tertawa tertahan melihat keadaan Vali sekarang, memakai nama palsu, menjadi populer dikelas, dan perkenalan yang mengingatkannya dengan Senseinya dimasa ia masih menjadi Genin di Konoha

"hmmpp... K-Kau terbaik, Kazuki-san" gumam Naruto sambil menahan tawanya

"kalau begitu, Kazuki-san dapat duduk dibelakang Uzumaki-san, Uzumaki-san tolong angkat tanganmu" ucap Sensei itu lalu Naruto mengangkat tangannya, vali lalu berjalan kebangku yang ada dibelakang Naruto

"Salam kenal Kazuki-san, hehe.." ucap Naruto sambil menahan tawanya, Vali hanya menatap tajam Naruto yang tengah menertawainya

"baiklah kalau begitu, ayo kita Lanjutkan pelajarannya, tolong buka Buku pelajaran kalian" ucap sang Sensei yang mengajari kelas itu diikuti oleh para siswa yang membuka buku pelajarannya

.

.

.

."Hari yang menyenangkan bukan?"

Sore itu, Naruto dan Rize terlihat duduk di balkon yang sudah disediakan diatap sekolah, mereka menikmati waktu istirahatnya disana, sebenarnya bukan istirahat sih, soalnya hari ini sudah sore dan mereka masih berada disekolah, Naruto yang sedang mendengarkan musik, dan Rize yang sedang memakan bento buatannya tadi pagi

"Rize-chan, dimana Vali?"

"entahlah Naruto-kun, aku tidak melihatnya sejak pulang sekolah"

"hoii Naruto! Rize!... Hosh!"

Rize dan Naruto menoleh ke asal suara yang diduga adalah Vali, di pintu atap itu, terlihat Vali berjalan kearah naruto dan Rize denga wajah yang agak kusut yang membuat Naruto heran

"Vali, ada apa dengan wajahmu itu?"

"jangan panggil aku Vali jika disekolah!"

"jadi kau menyukai nama barumu heh? Baiklah kalau begitu KAZUKI-san" ucap naruto dengan nada mengejek sambil menekan nama baru Vali

"Ternyata kalian berduaan disini seperti orang pacaran saja, aku mencari kalian sampai keliling sekolah loh " ucap Vali sambil mengibaskan tangannya kearah wajahnya yang bercucuran Keringat

"hoii!,, kami tidak seperti yang kau pikirkan" ucap Naruto menyangkal perkataan Vali, sementara Rize hanya mengangguk ragu dengan wajah yang memerah

Vali hanya acuh, ia lalu berjalan kepinggir atap itu hendak memandangi pemandangan rumah rumah dari atap sekolah, setelah itu matanya berhenti melihat gadis yang tadi pagi memarahinya serta dengan anggotanya sedang berjalan dengan dua orang gadis berambut biru dan coklat yang memakai jubah berwarna putih serta sesuatu berada dipunggung kedua orang itu dan benda itu sepertinya diperban, hah?

"oii Naruto, coba lihat itu!"

Mendengar Vali yang berujar cukup keras, membuat Naruto menghampirinya, Vali lalu menunjuk kearah kedua gadis tadi, Naruto lalu menatap kedua gadis itu dengan tatapan penasaran

"Siapa Mereka? Auranya berbeda dengan iblis"

"Mereka sepertinya utusan dari Gereja, namun yang membuatku bingung, kenapa mereka sedang bersama para Iblis, itu sangat aneh bukan?" ucap Vali sambil terus memperhatikan anggota ORC dan keuda utusan gereja itu

"Vali, bagaimana jika kita ikuti saja mereka, sepertinya ada hal yang menarik nantinya" ucap Naruto menoleh kearah Vali, sementara Vali hanya mengangguk kecil

Naruto lalu berbalik dan menghadap kearah Rize, "Rize-chan, bisakah kau pulang lebih awal tanpa kami?, saat ini kami berdua masih ada urusan" ucap Naruto nyengir sambil menggaruk kepala belakangnya

"huufftt... baiklah tapi jangan terlalu kemalaman ya?" ucap Rize dengan cemberut yang membuat naruto sedikit memerah melihat wajah Rize yang menurutnya sih imut, heh?

Rize lalu berjalan kearah pintu atap dan pergi pulang, naruto lalu memegang bahu Vali, "Yosh! Saatnya pengintaian!" ucap Naruto lalu mereka berdua melompat dari atap gedung itu ke suatu tempat

'swuuussshhh!'

.

.

.

.

"Oi Vali, yang benar saja!, mereka sepertinya terlihat seperti hendak bertarung"

"Kau berisik sekali Naruto!, lihat saja apa yang mereka lakukan"

Kini Naruto dan Vali sedang berada disebuah pohon hendak bersembunyi dari kedua gadis utusan gereja dan para anggota ORC yang terlihat sedang bertarung, Naruto dan Vali menekan aura mereka agar supaya tidak dapat dirasakan oleh mereka

Dilihat dengan mata mereka berdua, Kedua utusan gereja itu sedang bertarung dengan dua orang anggota ORC yang Naruto ketahui namanya adalah Issei yang merupakan rival Vali dan satu lagi adalah Kiba yang merupakan seorang pangeran tampan di Kuoh Highschool

Kiba dan Issei terlihat agak terpojok dengan serangan kedua gadis utusan gereja itu, dan Sampai saat Gadis utusan gereja berambut biru hendak menghunuskan pedangnya kearah Kiba, Naruto lalu melemparkan sebuah kunai yang tepat mengenai pedang yang dipegang oleh gadis berambut biru itu sehingga serangannya sedikit meleset dan tidak jadi mengenai Kiba

Merasa ada orang lain yang ikut mencampuri urusannya, membuat Gadis berambut biru itu menoleh keasal Kunai yang dilempar oleh seseorang tadi, "Kalian keluarlah! Atau kalian akan kubunuh" ucapnya agak keras

Semua anggota ORC agak terkejut dengan ucapan Gadis berambut biru tadi, mereka semua tak menyadari jika ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka semua

"Yah Vali, sepertinya kita ketahuan"

"elu sih bego! Makanya jangan seenaknya ngelempar pisau tumpul itu!"

Akhirnya, kedua remaja itu turun dari tempat persembunyiannya, Kelompok ORC terkejut melihat siapa yang memperhatikan mereka, ternyata Naruto dan hakryuukou yang sedang mengintai mereka

"Domo! Maaf jika membuat kalian terkejut, tapi aku sedikit khawatir jika pangeran sekolah tewas akibat pedangmu itu, aku tidak tahu bagaimana jadinya jika para gadis disekolah kehilangan dia" ucap Naruto ngelantur yang membuat Vali sweatdrop

"kau.. Irina! ayo Hajar dia"

"baiklah Xenovia!"

Naruto hanya memandang wajah datar melihat kedua gaids utusan gereja itu menyerang mereka yang dia baru tahu namanya adalah Xenovia dan Irina, sementara Vali hanya mengibas ngibaskan tangannya kearah wajahnya

"Merepotkan sekali!, Doton : Doryuuheki!"

Disaat Kedua gadis itu hendak menghunuskan pedangnya kearah Vali dan Naruto, tanpa diduga keduanya, Muncul dinding yang terbuat dari tanah didepan mereka membuat serangan mereka gagal

Naruto dan Vali lalu melompat dan berdiri diatas dinding tanah buatan naruto

"Kalian ini, Setidaknya selesaikan masalah dengan kepala dingin"

"Diam kau!"

"Naruto, sepertinya gadis berambut biru itu perlu kita ajari apa itu sopan santun yah?"

"yah, sepertinya begitu"

Dengan kecapatan yang tidak bisa diikuti oleh mata biasa, Naruto dan vali melesat kearah Kedua gadis utusan gereja itu hendak melakukan sesuatu, sementara para anggota ORC Terkejut bukan main

'Swuuuussshh!'

.

.

.

.

.

:: To Be Continued ::

A/N : Yosh! Kembali lagi bersamaku dengan update terbaru Fic kacangan yang berjudul New Line

Maaf jika Chapter ini sedikit mengecewakan, belakangan ini aku sedikit sibuk sehingga membuat waktu untuk menulis Fic menjadi sedikit, dan juga Hape ku berevolusi menjadi Laptop, jadinya aku perlu beradaptasi dengan laptopku dulu :v

Dan Untuk Chapter kali ini, Vali sangat OOC?, ya, itu benar!, aku suka Sifat Vali yang OOC, Di Fic lain kebanyakan Vali dibuat seolah dia jahat, Padahal menurutku sifatnya itu Gray, tapi ada yang suka dengan sifat Vali di fic ini?

Soal Chara baru yang kubicarakan kemarin, sepertinya ia akan muncul di Chapter depan dan kalian akan tahu siapa dia, dan Maaf kalo saran kalian ada yang tidak dapat kupenuhi nantinya

Dan Balasan Review yang Non-Login :

Aa Abis : Gaje ya? Maaf kalo mengecewakan

Miki : Sepertinya iya, namun sepertinya itu masih lama deh, dan soal Pair, Thc sarannya yah!

DAMARWULAN : Dark Naruto? Untuk saat ini aku pikirkan terlebih dahulu ya :D

Kamikaze : Thx Dukungannya, sangat membantu!

Arkadiuz : Akan kupikirkan dulu deh!

Ren Asbhel : Kaguya? Kayaknya enggak bakal deh :v :v Gomennasai

NeryuZ : Maaf kalo Chap kemaren agak mengecewakan, tapi akan kuusahakan lebih baik lagi!

Stone Cold : Nih Udah Lanjut :v kayaknya kamu seneng ya liat Rias Menderita :v :v, Soal Word, itu sesuai dengan Chapter, Selama ini aku ngetik Cuma Mentok Nyampe 3,5k aja, oke Thx Reviewnya!

Fahri : Kurumi ya, Favorit ane muncul lagi :v :v, Thx sarannya

Mr Regi-Sama : Haha.. Thx pujiannya :D, untuk saran Pair, Thx sarannya, akan kupertimbangkan lagi :D

Christian : Thx Sarannya yah!

Taka : Thx Pujiannya! Soal amarah Naruto kurang nge Feel, maaf deh nanti aku usahain!

Fadjar : Akan kupikirkan terlebih dahulu yah!

Souka 30 : ini udah lanjut, Sarannya Chara Favorit ane lagi ya :v :v, soal Bijuu Mode, terungkap nanti dichapter depan!

Dan WoW! Aku sangat senang melihat antusias para Review, Thx sarannya, Pujiannya, Kritikannya, dan Flamenya!, tanpa kalian Fic ini tidak akan berjalan dengan mulus, dan jangan Lupa Untuk RnR ya! Kutunggu dan sampai jumpa dichapter berikutnya!

Dan satu lagi!

Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin! Selamat Hari lebaran! (udah lewat ya :v)