Chapter 11: Dia Baik-Baik Saja, Hinata
Disclaimer charaacters always belongs to Masashi Kishimoto-sensei
Warning: typos
"Hari ini aku harus memilikimu,Hinata" gumam Pein yang terus mengawasi Naruto dan Hinata yang akan beranjak keluar dari gerbang NHS. Pein sepertinya sudah merencanakan sesuatu pada mereka,ia teramat kecewa saat mendengar Naruto dan Hinata sudah menikah bahkan Hinata sudah mengandung sekarang.
"Naruto?"
Suara manja itu terucap. Membuat Naruto yang sedang menyetir mobilnyapun menoleh.
"Ada apa Hinata?" Naruto merespon singkat.
"Bisakah kita berhenti nanti untuk makan dulu? Aku lapar" Hinata berujar sedikit ragu.
"Baiklah. Kita akan makan dulu" jawab Naruto dengan senyuman.
Hinata tersenyum. Ia masih memandangi pria disampingnya itu.
Tapi baru beberapa menit, suasana sunyi terjadi. Naruto mengerem secara mendadak.
Ckriiiiiiiiittttt!
"Naruto ada-" ucapan Hinata terhenti melihat Naruto memasang ekspresi kesal kedepannya.
Mata Hinata mengikuti kemana arah safir Naruto memandang. Ia melihat 2 pemuda yang asing tak dikenal. Tapi sosok pria bertindik membuatnya kaget. Kenapa Pein ada disana?
"Kau tetap didalam. JANGAN KELUAR! Perintah Naruto melepas sabuk pengamannya segera. "Hubungi ketiga temanku,jika aku tidak kembali dengan cepat. Aku serahkan ponselku ini padamu" ucap Naruto sebelum benar-benar pergi.
Naruto melangkah menuju Pein dan komplotannya. Pein menambah seringaiannya pada Naruto.
"Naruto, senang bertemu denganmu lagi eh. Aku dengar kau sudah menikah dengan Hinata. Dan aku dengar juga dia sudah mengandung."ucap Pein menatap tajam kearah Naruto. Iapun tak lupa melihat dari kejauhan mobil Naruto. "istrimu pasti disana bukan?" tunjuk Pein kearah mobil Naruto.
Naruto mengepalkan telapak tangannya kuat. Ia sangat benci melihat Pein saat ini.
"Sepertinya kau tak kapok mengejar Hinata, hah?"
"Kau sudah lupa? Aku pernah berkata padamu bukan,bahwa aku akan mendapatkan dia untukku. Yah, walaupun aku tau dia ternyata sudah bekas dirimu. Tapi tak apa, itu tak masalah buatku" ucap Pein sembari menyeringai.
"Sepertinya aku harus memberikanmu pelajaran baru. Ikuti aku" Naruto mendahului jalan kedepan dan Peinpun beserta CS nya juga mengikuti kemana Naruto pergi.
Hinata mulai resah. Sudah 1 jam, Naruto tak kunjung kembali. Ia mengambil ponsel Naruto dan mencari nama Sasuke disana. Ia menghubungi Sasuke.
"Ada apa,Dobe?" Suara Sasukepun mulai terdengar.
"Sasuke, a-aku Hinata. Bisakah kau kemari? Naruto dalam bahaya. Pein menghadang jalan kami saat pulang. Aku mohon cepat kemari" repon Hinata mulai panik.
"Kau ada dimana?"
"A-aku tidak tau jalan ini, Sasuke"
"baiklah, aku akan mencari lokasi kalian melalui GPS"
"Arrigatou Sasuke" Hinata memutuskan sambungan teleponnya.
Hinata bangkit dari duduknya. Hinata berjalan menelusri lorong-lorong sempit tempat dimana Naruto terakhir berdiri. Suara orang berkelahipun mulai terdengar. Hinata yakin,disana ada Naruto.
Hinata benar, disana ada Naruto. Dia sudah babk belur. Kondisi yang samapun terjadi pada pria bersurai merah. Dia adalah Sasori.
Naruto tak sadar jika Hinata sudah ada didekatnya. Sedangkan Pein, justru ia senang melihat itu.
"Akhirnya, kau membawakan Hinatamu untukku eh" ucap Pein tersenyum.
"Hinata,KAU? Bukankah sudah kubilang untuk tidak keluar hah?" Naruto menatap tajam Hinata
Pein mendekati Hinata. Namun, sebelum Pein berhasil dekat dengan jarak Hinata. Naruto menghadang Pein.
"Jangan mencoba untuk menyentuhnya, BRENGSEK!" Kilah Naruto geram.
Naruto berdecak marah. Ia hendak menahan Pein, namunkedua tangannya dicekal erat oleh Sasori dan Deidara si surai pirang dikuncir itu.
"HINATA CEPAT LARI!" teriak Naruto kencang.
"Naru-"ucap Hinata ragu.
Hinata kemudian berlari menjauhi darisana. Pein menatap kepergian Hinata dengan tajam. " kali ini kau tak bisa lari,Hinata! Dan kalian, pastikan Naruto kalian tahan disini sampai lama" ujar Pein menyusul Hinata.
Sasori dan Deidara tersenyum "Baiklah"
"PEIN BERHENTI KAU!" Teriak Naruto keras.
"Urusanmu dengan kami sekarang" Sasori menyeringai.
"Sialllllllllllll" umpat Naruto.
"biarkan Pein dengan gadis, eh bukan wanita itu. Kau, bersenang-senang dengan kami. OK?" Ucap Deidara juga tak kalah menyeringai.
Dengan nafas terengah-engah,Hinata terus berlari. Ia dapat melihat Pein semakin dekat padanya. Sial, dia menghadapi jalan buntu. Kami-sama bantu Hinata.
"Mau kemana kau sekarang eh? Lari ya? Bagaimana bisa,kau lihat dibelakangmu itu jalan buntu" Pein menyeringai senang.
Pein memojokkan Hinata ke tembok besar dibelakang Hinata berdiri. Tubuh Hinata terbentur tembok. Hinata kini sudah skakmat.
"Kau Cantik Hinata. Ternyata saat mengandungpun, dadamu tetap besar eh" lavender Hinata beralih pada payudaranya yang masih tertutup seragam NHSnya.
Saat Hinata tau Pein akan meremas payudaranya, dengan cepat dan sigap Hinata menendang "milik" Pein. Pein mengaduh kesakitan dan mengerang.
"kau menendangnya lagi? BRENGSEK" umpat Pein.
Hinata mendorong Pein. Namun sayang, ia dijegal oleh kaki Pein. Hinata jatuh terjerebab. Ia menarik Hinata Ketempat semula. Tak peduli Hinata mulai lecet dibagian kakinya.
Hinata mencoba berdiri, namun Pein mendorongnya hinnga terlentang ditanah. Hinata menjerit saat Pein mulai menindihnya. Terutama Hinata mengerang sakit pada perutnya.
"Naruto...tolong aku"
Pertarungan membuat Naruto lelah. Mereka gila. Yah,benar-benar gila.
"Sepertinya aku belum terlambat" sebuah suara tiba-tiba terdengar.
Naruto menoleh. Ia kenal dengan suara itu.
"Teme?" gumam Naruto dalam hati.
"Kalian? Bagaimana menemukanku?" tanya Naruto.
Ketiga temannya tersenyum. "Hinata menghubungiku. Aku temukan lokasimu lewat GPS ponselmu" jawab Sasuke.
"Selamatkan Hinata sekarang. Mereka ini, jadi makanan kami. CEPAT PERGI NARUTO!" Teriak Kiba.
Naruto segera berlari mencari Hinata.
"lawan kalian adalah kami. Tiga lawan dua. Menarik bukan?" celoteh seringaian Shikamaru.
Sasori dan Deidara berdecak kesal.
Hinata sudah tidak berdaya dengan posisinya. Tiba-tiba,beban ditubuhnya seketika lenyp disusul suara geraman dan hantaman kesakitan. Hinata membuka lavendernya dan terkejut melihat Pein sedang kesakitan ditanah.
"Naruto?" batin Hinata
DUAGGGHHHHHH...BUGGGHHHHHHH...DUGGGGHHHHHHH...
Tinjuan dan pukulan Naruto terus layangkan pada Pein tanpa ampun kali ini. Ia tak membagi waktu Pein untuk membalasnya.
"Kau membuatku kehilangan kesabaranku,brengsek. Dan ini pelajaran untukmu sekarang" decak Naruto dan tiba-tiba...
Krakkkkkkkkkkk...
Suaraa tulang patahpun terdengar. Yah, Narutomemtahkan kedua lengan Pein dengan menariknya kebelakang dan menendang punggung Pein keras. Pein sudah tak berdaya.
"Hinata..."
Naruto berlutut disamping Hinata.
"perutku sakit...hikssss...hikssssss" rintih Hinata disertai tangisan.
Naruto mengangkat Hinata dengan segera dan berlari menuju mobilnya.
"Bertahanlah demi aku dan bayi kita Hinata. Aku mohon..."
Ia kemudikan mobil itu dengan cepat melampaui puluhan mobil yang berlalu lalang di jalan raya.
"Bagaimana Hinata,Dok?"
Tsunade memandang tajam kearah Naruto.
"kondisinya stabil. Nasib janinnya masih aman. Namun, ia tadi cukup mengalami benturan pada perutnya yang membuat darah terjebak didalam rahimnya karena plasenta yang lepas. Nasib baik pendarahan itu tidak sampai membuatnya keguguran"
Naruto menghela mafas lega.
"Bolehkan aku menemuinya sekarang?" pinta Naruto.
"tentu saja, silakan" jawab Tsunade tersenyum.
Naruto melangkahkan kaki ke ruang perawatan Hinata. Selang plastik menjulur disisi Hinata. Hinata menyadari keberadaan Naruto ketika Naruto mengelus pelan perut buncit Hinata.
"B-bagaimana dengan b-bayi kita Naruto?" ujar Hinata lirihnya.
Naruto mendekatkan wajahnya ke telinga Hinata dan sedikit berbisik pelan...
"Dia Bik-Baik Saja,Hinata"
Hinata terenyum mendengar itu.
"B-bagaimana luka-lukamu? Gomen, aku melanggar perintahmu untuk tidak menyusulmu. Aku khawatir padamu. Karena aku mencintaimu Naruto" ucap Hinata dengan pelan namun dipastikan Naruto mendengar ungkapan cinta Hinata tadi.
"lupakan soal luka-lukaku Hinata. Aku juga sangat-sangat mencintaimu" jawab Naruto dengan mengecup kening Hinata lembut.
DRRRTTTTTT...DRRRTTTTTT...DRRRTTTTT...
Ponsel Naruto bergetar kala ada panggilan masuk. Dilayarnya terlihat nama Sasuke.
"aku akan kembali Hinata. Istirahatlah" ucap Naruto kemudian pergi keluar dari kamar Hinata.
"Ada apa Teme?" Naruto menjawab Sasuke segera.
"bagaimana Hinata? Dan oh aku lupa, dan juga bayi kalian?"
"mereka baik-baik saja Teme. Apakah si brengsek itu sudah berada ditempat yang semestinya?"
"tentu. Mereka akan membusuk dipenjara. Aku akan menjenguk Hinata nanti. Jagalah dia"
"Arrigatou, Teme"
Setelah sambungan terputus, Naruto kembali masuk ke kamar Hinata. Hinata sudah terlelap tidur. Ia berjalan pelan tak ingin membangunkannya. Naruto dengan perlahan mengelus perut buncit Hinata dengan lembut dan kemudian dikecupnya pula perut itu.
"Tousan menyayangimu, jagoan kecil sayang..."
TBC
Gomen all, yuni baru sempet update. Gomenasai telat juga yang up. Tp yuni ga maksud sih, krn yuni lagi diserang banyak tugas-tugas kuliah dari dosen sana-sini dan sekaligus jg sempet terjadi masalah seminggu yang lalu :D... semoga suka dengan chap ini...arrigatou :D
Saatnya yuni bales review masuk :D =
Yuka: gomen yuka-san. Yuni baru sempat up ini :D semoga tambah suka ajah yah :v
Mr.F4k3: hehe makasih :D
Uchiha reboy : yuni memang sengaja buat Hinata kyk gitu uchiha-san :D jadi yah gitu deh Hinata harus pertahanin beasiswa dengan jadi pelayan pribadi Naruto.
Zaffreel G: ini udah next.
Byakugan no hime: ok...ini udah lanjut kok :D
Guest: happy end kok guest-san.
Natalia: ini udah di chap selanjutnya...hehehe :D
Aikatsu ara264: ini sambungan yang kemarin :D
Miskiyatuleviana: selalu berusaha panjang. Tp tetep ajah ga pernah nyangkut target. Yuni mungkin author dgn fix yg pendek-pendek :D
Himawari: ok...yuni usahain selalu ada kata-kata jepangnya disini. Tp kalau ga ada jangan marah...gomenasai L semoga suka :D
Ade854: maunya up kilat ade-san. Tp gimana tugas-tugas juga numpuk bak cucian. Hehe :D
Untuk chap terakhirnya yuni ga tau deh kapan yang mau update. Takut-takut telat lagi yuninya :D tp yuni usahain up kilat kok :D biar yuni bisa luncurin juga fix yuni yang baru #promosi deh jadinya hehehe :D
Jangan lupa tinggalkan REVIEW,FAVS & FOLLOW nya yah buat nambah biar yuni makin ganbatte...hehehe :D
AKHIR KATA ARRIGATOU :D
