Hai minna~ Udh siap sama kisahnya Haruka? :D
Jangan lupa vote yg senbatsu JKT48 fanfiction ya! Dijamin pasti seru apalagi kalau yg vote nya banyak :D Kali aja oshi kalian jadi center di cerita kan? Makanya vote! Caranya udh tertulis disitu kok :D
Oh iya, maaf ya kalau update nya itu kadang cepet kadang gak. Soalnya admin kadang jadwalnya kosong, kadang kegiatannya segudang :D
Okay, inilah kisah Haruka, let's start!
JKT48 LOVE BOOK
Haruka Nakagawa
"Aki, tebak aku sedang dimana?"
"Ya sedang di Jepang lah, sekarang di Indonesia lagi liburan semester loh!"
"Salah! Aku di Indonesia!"
"Hah?"
Telepon pun terputus.
"Hehehe, Akicha seneng gak ya aku pindah ke Indonesia?" batinku.
Hallo, aku Haruka Nakagawa. Pada bingung ya kenapa aku bisa bahasa Indonesia? Soalnya pas Rena pindah ke Indonesia mendahului Aki dan aku, kami diajari bahasa Indonesia sama Rena, jadilah aku dan Akicha bisa bahasa Indonesia...
Aku pindah ke Indonesia karena orangtuaku. Mereka ingin membuka usaha kedai makanan di Indonesia. Papa dan mamaku adalah seorang chef, dan menurut mereka akan menguntungkan kalau berbisnis makanan Jepang di Indonesia.
Aku tidak sedih-sedih sekali sih. Toh aku juga ingin bertemu Rena dan Akicha. Seperti apa ya mereka sekarang?
"Nah Haruka, inilah rumah baru kita sekarang..." kata papaku.
Kutengok rumahnya. Lumayan besar, tapi tidak terlalu besar. Darimana papa bisa mencari rumah sebagus ini?
"Ini disarankan oleh papanya Aki..." mamaku melanjutkan.
"Haruka!" teriak seorang gadis memanggilku. Ketika kutengok kebelakang...
"Akicha?" kataku. Ternyata rumah kami berada di sebelah rumah Akicha!
"Haruka lama tak jumpa! Aku kangen sama kamu..." kata Akicha lalu memelukku sebentar.
"Iya... Begitu kudengar keluargaku akan ke Indonesia, aku senang karena aku bisa bertemu lagi denganmu" kataku.
"Haruka, nanti kamu akan sekolah di sekolah yang sama seperti Aki" kata mamaku.
"Wah, bagus itu! Jadi kamu juga bisa ketemu Rena... SMA48 itu sekolah yang keren! Aku suka sekolah disitu..." kata Aki.
Akicha pun mengajakku ke rumah Aki. Padahal rumahku sendiri belum kulihat, yang kulihat pertama malah isi rumah Akicha. Lucu ya...
"Awalnya kupikir Jakarta tidak menyenangkan, tetapi ternyata menyenangkan sekali! Tidak jauh beda dengan Akihabara, kota kita dulu..." kata Akicha.
"Hehehe... Oh iya, masuk sekolah kapan? Aku tak sabar ingin bertemu Rena!" kataku bersemangat.
"Ya... Sekitar 1 minggu lagi sih, semoga kamu masuk kelas C! Itu kelasku dan Rena. Dan kami punya teman baru, Ayana dan Diasta. Dan, di kelas itu ada pacarku! Tapi jangan bilang-bilang ya..." kata Aki.
"Wah, kamu tidak pernah bilang sudah punya pacar. Selamat ya Aki..." kataku.
Bicara soal pacar, aku jadi ingat tujuan tambahanku ke Indonesia.
"Oh ya, Haruka, kutunjukkan padamu seragam-seragam SMA48 yuk!" kata Akicha.
Lalu kami ke kamar Akicha, melihat seragam-seragam SMA48 yang ternyata berbeda dengan sekolahku dulu.
1 minggu kemudian...
"Selamat pagi, anak-anak kelas C. Bagaimana liburan kalian?"
"Seru pak!"
"Sekarang kita kedatangan teman baru dari Jepang, silahkan masuk..."
Lalu perlahan aku melangkah masuk ke kelas itu.
"Selamat pagi. Nama saya Haruka Nakagawa. Saya pindahan dari Jepang. Mohon bantuannya" kataku lalu membungkukkan badan.
"Nah, ini teman baru kalian. Haruka, kamu bisa duduk di sebelah Aki" kata pak guru itu.
Wah, senangnya bisa sebangku sama Akicha!
"Haruka! Ternyata kita emang sahabat yang setia ya... Sekolah dan kelas pun kompakkan!" kata Aki.
"Hey Haruka, ingat aku gak?" kata seorang gadis yang wajahnya seperti tak asing.
"Wah, Rena ya? Hisashiburi!" kataku riang.
"Hehe iya. Ini temanku semenjak aku di Indonesia, namanya Ayana panggilannya Achan..." Rena memperkenalkan teman baru.
"Hai Haruka, aku Ayana..." kata gadis yang bernama Ayana itu.
Pelajaranpun dimulai. Ternyata materinya gak terlalu beda sih. Cuma ada beberapa pelajaran yang tidak ada di Jepang sana. Aku harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah ini.
Istirahatnya, aku bersama Akicha, Rena dan Ayana. Aku jadi teringat masa-masa aku istirahat dengan Akicha dulu di Jepang. Aku dan Akicha memang sahabat selamanya.
"Jadi, kenapa orangtuamu pindah ke Indonesia?" tanya Rena saat kami sedang makan di kantin.
"Ya, mereka ingin membuka usaha kedai makanan Jepang disini. Menurut mereka, kedai makanan Jepang di Indonesia merupakan bisnis yang cukup bagus dan menguntungkan" jawabku.
"Wah, itu benar! Kedai makanan Jepang disini tidak terlalu banyak. Jika dibuka disini, pasti banyak yang mau makan disana. Apalagi, sudah mulai banyak orang Indonesia yang menyukai kultur Jepang. Contohnya aku hehe" kata Achan.
"Ya, aku juga ingin bertemu Rena dan Akicha, melihat mereka seperti apa sekarang, dan juga..."
"Aku ingin mencari orang yang sering chatting sama aku di facebook."
"Hah? Mencari teman chatting?" kata mereka kaget.
"Iya... Ada seseorang yang add aku di FB. Dia bicara dengan bahasa Indonesia. Sudah beberapa bulan ini dia rajin chattingan sama aku. Katanya, dia berasal dari Jakarta. Sekitar 2 minggu yang lalu, ia menyatakan suka padaku meski kami hanya chat di dunia maya. Akupun sebenarnya juga menyukainya meski aku tidak tau wajahnya, jadi kujawab iya. Dan kamipun pacaran..."
"Namun, setelah kupikir masa iya aku tak tahu wajah pacarku sendiri? Jadi ketika orangtuaku ke Jakarta, aku juga ingin mencari pacar dunia mayaku itu..."
"Oh, jadi begitu..." kata Rena.
"Tapi, Jakarta itu luas. Kita kan tidak tahu bagaimana wajahnya, tinggal dan sekolah dimana ia..." kata Ayana menambahkan.
"Apa nama akun FB nya? Dan dimana ia bersekolah?" tanya Akicha.
"Namanya memakai bahasa Jepang. Sepertinya dia seorang pecinta Jepang. Yang kutahu dia seangkatan dengan kita, tapi tak tahu dimana ia bersekolah.." kataku.
"Hmm, menarik..." kata Akicha.
"Iya, baru kali ini ada kasus seperti ini!" kata Rena.
"Ya semoga saja pacar dunia mayamu itu sekolah disini juga... Sekolah inikan, penuh keajaiban..." kata Achan.
Pulang sekolah, aku online facebook untuk menyapa pacarku itu.
"Konnichiwa, aku baru pulang sekolah loh!" sapaku senang.
"Aku juga..." kata dia.
"Sekarang aku sekolah di SMA48. Aku ketemu sahabat lamaku! Akicha dan Rena..."
"Ya, dan kamu ketemu Ayana juga kan?"
"Hah? Kenapa kamu tahu?"
"Sepertinya kita berjodoh, aku melihatmu memperkenalkan diri di kelas. Kamu masuk kelas C dan duduk disebelah Akicha"
Tidak mungkin! Berarti... Dia ada di SMA48! Kelas C pula!
Tiba-tiba dia offline...
Esok harinya, aku menceritakan semuanya pada Aki, Rena dan Ayana...
"Wow! Menakjubkan! Ternyata pacarmu itu sekelas dengan kita? Kira-kira siapa ya..." kata Akicha.
"Di kelas kita ada sekitar 8 orang yang menyukai Jepang. Tapi yang belum punya pacar atau belum jelas keadaan pacarnya hanya 3 orang..." kata Achan.
"Kau yakin? Tapi bisa dibilang kalau punya pacar ya Haruka pacarnya" kata Rena.
"Tak ingat? 5 orang itu pacarnya ada di sekolah ini! Kamu pun tau orangnya yang mana. Sedangkan Haruka kan baru masuk..." kata Achan.
"Iya juga ya, 3 orang itu Leo, Stanley dan Albert..." kata Rena.
"Nama-nama mereka tidak seperti penyuka Jepang..." kataku.
"Ya tapi mereka itu pecinta Jepang" kata Achan.
"Ya sudahlah. Masuk kelas dulu yuk!" kata Akicha. Kamipun masuk kelas.
Istirahat, kami ingin menginterogasi 3 orang itu.
"Leo, kamu udh punya pacar?" kata Rena.
"Ngapain nanya-nanya?" kata Leo.
"Ehh, bagaimana arti senyum bagimu?" tanyaku.
"Senyum ya..."
"Senyum adalah bentuk yang sederhana tetapi memiliki makna yang dalam. Senyum bagaikan virus yang menular, karena satu orang senyum maka akan muncul senyum senyum lainnya. Itukan jawabannya?" kata seseorang dibelakang kami.
"Albert, ngapain kamu disini?" tanya Rena.
"Bertemu pacarku. Salah?" katanya.
"Wah, jadi ini pacarmu, Haruka?" tanya Akicha.
"Ya. Haruka Nakagawa, akulah yang mengchattingmu setiap hari dalam beberapa bulan ini..." kata orang yang bernama Albert itu.
"Wah, akhirnya Haruka tau siapa sosok pacarnya!" kata Achan.
"Haruka, untuk merayakan ini, pulang sekolah kita ke taman belakang ya..." kata Albert.
Pulang sekolah, aku ke taman belakang bersama Albert.
"Haruka ternyata lebih cantik dari yang kuperkirakan" katanya.
"Ahaha arigatou~" kataku.
Ternyata benar kata Akicha. SMA48 itu sekolah ajaib. Aku beruntung bisa sekolah disini.
THE END
Yeay Haruka selesai~ Yg oshinya Haruka inilah kisahnya... Gomen kalau pendek, aku gak jago bikin cerita terlalu panjang...
Next nya Jessica Vania atau Jeje... Wah gak kerasa udah banyak member yang kutulis ceritanya hehe...
Review ya! Aku bukan author sempurna jadi pasti banyak kekurangan dalam penulisan dan konsep cerita...
Dan, kalau oshi kalian Haruka atau siapapun, vote mereka di Senbatsu JKT48 Fanfiction! Hehehe... Biar oshimen kalian bisa jadi peran utama di cerita yang kubikin itu~
Sekalian, ada yang setuju gak kalau member team J habis member team KIII dibuatin Love Book juga? Kalau yang setuju banyak aku buatkan deh... Meski kutahu itu gak gampang hehe... Kalau seandainya memang pada setuju peran mereka bakal sedikit sedikit aku masukkan di sini sebagai junior juniornya (baru kelas X maksudnya).
Arigatou for reading~
