Last Chapter. Uhhhb...! Updatesemuanya cuma sehari. bener-bener lelah.
Enjoy It
Aku memandangi kaki berbalut perban itu. Hatiku sedih mengingat semua ini gara-gara aku. Bila saja aku tidak minta Kak Naruto mengantarkan donat, ini semua tidak akan terjadi.
"Maafkan aku Kak Naruto" Kataku lirih Dia meletakkan tangannya di bahuku sambil tersenyum. Senyum hangatnya, seperti biasa.
"Gak papa. Ini semua kan juga demi kamu" Katanya
"Kamu tahu kan bagaimana pria mengejar cintanya" Sahut bibi Kushina dari depan. Aku tersenyum mendengarnya. Aku mendekatinya.
"Kak Naruto, apakah kau akan selalu mencintaiku" Bisikku
"Tentu" Katanya sambil membelai rambutku
"Ehm. Naruto" Kata Minato-sama. Aku kaget ketika mendengarkannya.
"Iya. Too-san" Kata Naruto
"Meski kalian pacaran, jangan lakukan hal macam-macam ya" Katanya sambil tersenyum
"Gak kok yah" Katanya cengengesan. Aku gemes banget melihat wajah bahagianya itu. Langsung kudaratkan saja bibirku di bibirnya.
"Eh. Sakura-chan" Dia sempat terkejut juga ketika kukecup bibirnya dengan tiba-tiba. Aku kembali ke posisi dudukku semula.
Kulihat Naruto. Sepertinya kebiasaan lamanya kambuh kembali. Dia sedang mengotak-atik smartphone-nya
"Lihat apa sih kak" Tanyaku penasaran
"Sini dong" Katanya. Aku mendekatinya dan melihat layar smartphone-nya. Dia sepertinya lagi main game.
"Mau lawan aku ?" Tanyanya
"Game apa ini ?" Aku bertanya balik
"Teka-teki. Kita harus bisa menumpuk balok tetris ini menjadi satu kesatuan tanpa memutarnya" Oh begitu
Kak Naruto pertama kali mencontohkan padaku. Dan kita harus balapan tanpa uji coba. Kalau salah atau lupa dianggap kalah. Seru juga main ginian.
Tak terasa sudah sampai rumah Minato-sama. Aku masuk rumah untuk mempersiapkan tempat Kak Naruto. Sedangkan Bibi Kushina dan Minato-sama membopong Naruto.
"Sakura, tungguin Naruto ya" Kata bibi Kushina
"Dengan senang hati" Kataku
Ketika bibi Kushina telah pergi Kak Naruto menyuruhku mengambil laptopnya. Meski masih sakit, Kak Naruto masih tetap cekatan memainkan laptopnya
"Mau ngapain kak" Tanyaku
"Nih" Katanya menunjukkan gambar seorang wanita berambut pink sedang tersenyum. Dibawahnya ada tulisan "I LOVE YOU, SAKURA" dibingkai dengan ratusan hati berwarna merah yang membentuk suatu persegi panjang.
"Oh. So sweet" Kataku sambil memeluk Naruto. Akhir-akhir ini Kak Naruto menjadi lebih romantis. Aku heran, kenapa lelaki sehebat Kak Naruto ini tidak punya pacar, bahkan tidak pernah pacaran. Dia bisa membuatku melupakan Sasuke hanya dalam waktu 2 hari.
"Kak. Kakak beneran gak pernah pacaran" Tanyaku
"Gak pernah" Jawabnya
"Kakak itu hebat lho. Romantis lagi. Masa iya gak ada yang mau sama kakak" Tanyaku lagi
"Aku sudah pernah ditembak cewek. Banyak kali. Tapi, selalu kutolak" Katanya
"Kenapa ?"
"Karena cintaku hanya untukmu"
"Uh. Gombal" Kataku. Dia terkikik.
"Aku sebenarnya baca banyak artikel tentang cinta. Bagaimana menolak cewek, Gimana membuat kata romantis. Hampir sudah kubaca semua" Katanya
"Kukira baca artikel pendidikan"
"Bukannya mau sombong. Tapi paman Jiraiya bilang aku punya bakat akademis sejak lahir" Katanya
"Jadi, bagaimana caramu belajar ?" Kataku sambil menyandarkan kepalaku pada bahu lebarnya.
"Aku hanya belajar ketika dapat buku baru dari Too-san" Katanya balas merangkulku
"Oh ya ?" Tanyaku tak percaya
"Ngapain aku berbohong, sayang" Katanya mesra. Dia pun mengecup keningku Aku merasa sangat tenang ketika berada disisinya.
"Mau lihat koleksi bukuku" Tanyanya
"Tentu" Kataku
"Ambilkan krukku" Katanya. Kuambilkan kruknya. Lalu kubantu dia berdiri. Tapi dia menolaknya. "Aku tak apa-apa. Sakura-chan" Katanya.
Dia tersenyum padaku. Senyum seperti biasanya, hangat dan menenangkan hatiku.
"Ikuti aku"
Tap...Tap...Tap...Sret
"Eh" Katanya. Kruknya terpeleset. Dia terpelanting jatuh kebelakang. Refleks, aku menangkapnya. Dia memandangku. Aku memberikannya kecupan lembut dibibirnya.
"Untuk sekarang Kak Naruto duduk dulu saja"
"Iya deh" Katanya
Kak Naruto membetulkan posisinya. Dan kembali tiduran dikasur.
"Oh. Sudah ada Sakura disini" Kata seseorang yang baru saja masuk.
"Ino...!" Seru Sakura saat melihatnya. Dua sahabat itu saling berpelukkan "Kak Naruto, besok sudah sekolah, kan ?" Kata Ino. Wajahnya selalu riang. "Kenapa emang ?" Tanya Sakura. Wajahnya menampakkan kecemburuan.
"Jangan berburuk sangka dulu Sakura. Aku hanya ingin Kak Naruto yang mengambil alih OSIS lagi" Kata Ino
"Bukannya ada Temari" Tanya Kak Naruto
"Kak Temari sangat kejam. Betul kan, Sakura ?" Kata Ino sambil tertawa. Sakura mengangguk.
"Tujuannya baik. Tapi caranya kurang efektif" Kata Kak Naruto menjelaskan
"Ngomong-ngomong. Sejak kapan kau disini ?" Tanya Ino pada Sakura
"Aku ikut nganterin dia pulang" Kata Sakura. Terdengar suara pintu dibuka. Seseorang dengan rambut biru panjang terurai masuk ke kamar Kak Naruto.
"Naruto-sensei, kau tidak apa-apa" Kata gadis itu "Sen...sensei ?" Kataku terkejut.
"Kenalkan. Ini murid lesku. Hinata-chan" Kata Kak Naruto
"Kau buka usaha les ?" Kataku terbelalak
"Dia cuman putri dari teman Too-san. Paman Hiashi" Kata Kak Naruto menjelaskan
Kukira tadi dia buka les. Kebayang jika banyak anak kecil yang menjenguknya. Aku suka akhir yang bahagia
FINE
Akhirnmya kelar juga. Jangan Lupa reviewnya lho
