Fanfic
Pair: SasuNaru
Rating: M
Genre: Supernatural/Mystery
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: OOC/BL/YAOI/EYD Hancur/Masih Pemula/Masih Membutuhkan Bimbingan/
Note:
ALPHA OMEGA
Vampire – Werewolf
CHAPTER 11
Gadis bersurai pirang itu kembali melangkahkan kakinya. Surainya yang memanjang tampak mengelepak mengantarkan aliran udara di setiap sekatnya. Peduli tentang kini kimono dengan lambang kipas di punggungnya nampak memperlihatkan siapa yang tengah memilikinya.
"Naruto"Gadis bersurai pirang menolehkan pandangannya. Menggulirkan bolamata shaphire yang kini mengarah kearah soosk pria bersurai gelap panjang yang tak jauh dari posisinya berdiri.
"Indra-sama"Sedikit membukukkan badannya. Surai pirangnya bergulir menepak lantai berbatu di bawah telapak kaki telanjangnya.
"Bukankah sudah ku katakan jangan pernah gunakan panggilan tersebut"Indra melangkahkan kakinya kearah sang gadis bersurai pirang. Menyesap aroma citrus yang selalu mampu membuatnya terbuai berada di dekat sang gadis. Aroma darah segar yang masih tersimpat di setiap nadi sang gadis. Sosok manusia utuh tanpa noda yang menciptakan rasa lapar di setiap gadis tersebut bejalan di dalam ruang lingkup kastil berpenghuni vampire. Tetapi siapa yang berharap akan bisa menikmati setetes darah tersebut? Jika sang pemiliknya saja adalah ketua klan vampire terkuat? Uchiha. Klan yang di agungkan mampu menguasai empat benua.
Tak mengatakan apapun, sang gadis mengusapkan kedua tangannya kepada kedua belah pipi sang pria dewasa. Sedikit berjinjit sebelum mengarahkan kedua belah bibirnya pada bibir sosok pria di depannya. Ciuman klise yang dapat mampu membuat pria bertangan dingin tersebut luluh.
"Aku ingin kita selalu seperti ini"Indra kembali berucap. Menatap tepat pada kedua bola mata shaphire di depannya. Tak ada jawaban melainkan senyuman yang kini diberikan gadis tersebut.
ooooooooo
"Jadi apa yang kalian inginkan"Itachi-Indra menatap kearah orang-orang di depannya. Memangku dagunya dengan kepalan tangan yang bersandar pada kursi kebanggaan. Tatapannya mampu membuat bergetar tujuh orang di depannya termasuk Fugaku yang kini menundukan dalam kepalanya. Kekacauan pembangkitan yang bahkan sulit terbayang di dalam otaknya kini terjadi. Anak yang dirancangnya untuk menjadi penerusnya nampak sekarang duduk di kursi singgahsananya. Lupakan sosok anak yang dibanggakannya dulu.
"Kekuasaan"Bukan Fugaku yang menjawab pertanyaan tersebut melainkan Madara. Pria berperawakan lima puluh tahun dalam hitungan manusia itu satu-satunya yang berani memandang tegak sosok di depannya.
"Mengalahkan Hyuuga"Lanjutnya mampu menciptakan kilatan meremehkan dari sang tetua.
oooooooo
"Semuanya sesuai rencana"Seseorang berucap. Menatap sosok pria bersurai raven memanjang di depannya.
"Ya.. tinggal sedikit lagi"
oooooooooo
CKLEK
Pintu terbuka seiring dengan bola mata bewarna biru tersebut bergulir menatap sosok Itachi-Indra yang kini melangkah memasuki ruangan. Pandangannya menyalang.
"Walaupun kau berusaha, ikatan itu tidak akan terlepas""Itachi-Indra berucap. Sadar mendapati goresan dengan tetesan darah yang keluar dari pergelangan tangan pemuda berkulit tan. Tali yang nampak berpedar menyimpan kekuatannya yang hanya akan terlepas jika dirinya memerintahkan tali tersebut untuk terlepas.
"Lepaskan aku"Naruto mendesis. Menatap nyalang kearah sosok Itachi-Indra yang kini melangkah mendekat kearahnya, tempat tidur.
oooooo
Deg
Deg
Deg
Detak jantungnya berdenyut. Rasa sakitnya terasa begitu dalam seperti tak membiarkan sejenak saja matanya untuk terpejam. Rasa marah terlalu menggebu untuk segera memaksakan tubuhnya terlepas dari belenggu yang entah kenapa terasa menghalangi niatnya untuk pergi. Menghampiri pemuda bermata biru indah yang entah terasa ingin segera di gapainya.
Dengungan kembali terdengar tetapi sedikit entah kenapa berubah menjadi geraman. Rasa panas di dadanya memuakan ingin segera pergi. Dia ingin pergi, Sasuke ingin menemui pemuda bermata biru indah miliknya.
oooooooo
Itachi-Indra melepaskan tautan bibirnya. Menatap pemuda bersurai pirang yang kini menatap kalut kearahnya. Tatapan yang masih nampak indah walaupun ribuan tahun tidak melihatnya.
"Lepaskan aku"Naruto berucap. Suaranya mengecil, tubuhnya lelah memberontak. Pergerakannya terkunci entah karena apa. Sulit untuk begerak. Sungguh dia tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Tidak seharusnya dia melakukan hal ini. Tidak ada rasa mual sedikitpun tetapi entah sadar atau tidak ada rasa sakit yang entah terasa seperti menancap di dadanya. Suara mendengung mengatakan segera lepas dari semua ini. Ada rasa penyesalan yang terasa menyakitkan.
"Untuk apa?"Itachi-Indra menatap kearah Naruto. Bola mata semerah darah itu bergulir nyalang. Tahu apa yang tengah dipikirkan pemuda di bawahnya.
Hampir terpekik naruto menatap terbelalak pada sosok pemuda yang kini merobek pakaiannya. Tatapan nyalang nampak jelas menatap kearahnya membuat udara di sekitarnya terasa menyesakkan.
"APA YANG KAU LAKUKAN?!!" Memberontak. Naruto menggerakkan tubuhnya dengan brutal. Ingin segera melepaskan diri dari rantai yang membelenggu tubuhnya.
"Menjadikanmu milikku"Itachi-Indra berucap.
oooooooooo
KRAK KRAK BRAK
"ARGHHHHHH!!!"
"SIAL DIA BERONTAK!!!"
Suara geraman menyakitkan bersambung denga retakan rantai yang kini tercecer tak terkait satu sama lain lagi nampak disekitar kaki pemuda bersurai raven. Tak peduli seberapa keributan yang dibuatnya sekarang. Kemarahan menguasainya. Miliknya.. pemuda bermata biru miliknya. Dia ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya.
Penjaga mulai ribut. Segerombolan bantuan yang kini tengah berhadapa pada sosok Sasuke. Siap dengan beberapa senjata bantuan yang akan membantu menjinakan kembali pemuda bringas yang entah kenapa menjadi brutal secara tiba-tiba.
"TAHAN DIA!!"Pemimpin segerombolan pengawal tersebut memberi perintah. Tidak mengindahkan untuk membuang waktu bawahannya melaksanakan perintah tersebut. Menggerakkan tubuh dengan kekuatan menyelimuti tubuh mereka siap menjinakan tahanan.
Tatapan nyalang berpedar. Bola mata hitam berubah menjadi merah pekat.mengerakan tubuhnya dengan bayangan sosok keunguan mengerikan nampak di belakang tubuhnya. Menyesapkan rasa takut dari prajurit di depannya. Bukan lagi sosok autis yang mereka hadapi melainkan sosok mengerikan yang mampu membuat mereka membeku di tempatnya. Rasa takut melingkupi. Senjata tanpa sadar terlepas dari genggaman dengan tubuh menghentak dipaksa untuk bersimpuh tunduk.
oooooooo
"Ahh.. annh.. keluar KELUAAR!!"Naruto menjerit. Tidak. Dia sama sekali tidak menginginkan ini. Tubuhnya di dominasi. Tidak. Tubuhnya tidak menolak dia akui hal itu. Bagaimana sosok Itachi-Indra yang kini berada di atas tubuhnya di dalam keadaannya tengkurap. Pusat tubuhnya dimasuki. Dadanya terasa sesak. dia tidak menginginkan ini. Melupakan sosok di atasnya yang telah melucuti pakaiannya. Gigitan yang entah terasa memenuhi sekujur tubuhnya yang terasa tidak bisa mengeluarkan tenaga walaupun Cuma seujung jari. Tubuhnya tunduk pada sosok tersebut.
Hembusan nafas terasa hangat di tengkuknya bersamaan dengan terbelalaknya kedua bola mata biru cerah tersebut. "Tidak.. "
Sekuat tenaga. Naruto menggerakan tangannya menutupi tengkuknya. Menolak melakukan penguncian.
"Buka tanganmu"Indra-Itachi berucap. Berusaha menyingkirkan tangan pemuda bersurai pirang dari tengkuknya. "Jangan buat aku berbuat kasar"Lanjutnya. Menatap nyalang dengan apa yang dilakukan pemuda pirang yang tak mengindahkan perintahnya.
"Kau ingin aku melakukannya dengan paksaan"Itachi-Indra berdialog sendiri. Mendesis sebelum menyeruakan aroma alpha dominan dari tubuhnya. Aroma yang mampu membuat sesak sosok pirang di bawahnya.
Naruto terkesiap. Tubuhnya terasa takluk. Dia seharusnya melawan. Dia alpha. Tidak seharusnya alpha akan tunduk dengan alpha yang lain.
BRAK!!!
Hembusan angin menerpa. Pintu terjeblak terbuka disaat bersamaan dengan kedua tangan berkulit tan yang melemas memperlihatkan bagian teritorial pemiliknya.
Itachi-Indra mendesis. Menolehkan pandangannya cepat kearah sosok di depannya. Beranjak dari posisinya menatap kearah Sasuke yang membuka paksa pintu ruangannya dengan tangan sang pemuda yang terlihat meremas leher vampire lain yang diketahuinya menjaga di depan pintu.
Sekejap Itachi-Indra menyelimuti tubuh telanjangnya menggunakan kabut api hitam. Kedua bola matanya menajam kuat. cukup tahu sosok di depannya tidka bisa di remehkan.
Sasuke bergerak cepat. Instingnya menyergap di segala arah sel di otaknya. Langkahnya cepat pandangannya berbahaya. Merasakan jika miliknya hampir dijarah oleh orang lain.
Gebakan bercampur dengan kekacauan terjadi. Beberapa benda terlempar satu sama lain. Sasuke menggerakan tubuh cepat bersamaan dengan bayangan keunguan yang tampak mendampinginya. Bergerak menyerang lawannya yang memilih untu bertahan sebelum menyekapnay dengan api kehitaman. Udara memanas membuat dadanya sesak menyakitkan. Hampir separo tubuhnya terbakar.
Mendengus Itachi-Indra tersenyum miring mendapati kewalahan Sasuke. Tangannya bergerak ke udara dengan congkak berposisi menggenggam seperti ada sesuatu yang kini ada di dalam genggaman kosongnya.
"Butuh ratusan tahun kau bisa mengalahkanku"Itachi-Indra berucap dengan merapatkan genggamannya, meremas Sasuke menggunakan energinya. Melupakan suara kesakitan yang menderu di telinganya. Tetapi belum sempat tangan tersebut menghentikan nafas Sasuke tangannya berayun kebawah, membuat Sasuke terlepas sepenuhnya dari cengkramannya. Kesakitan mendera otaknya.
Tidak membuang waktu. Bak orang terlahir sempurna Sasuke menapakan langkahnya menarik Naruto yang kini terlelap akibat pingsan di dalam gendongannya kemudian menapak langkah menjauh sejauh mungkin setelah memotong paksa ikatan pemuda tersebut.
TBC
Thanks for review
Kuraublackpearl, yukayu zuki, ido nakemi, kim kai jong, ikacahya, angel muaffi, oppa addict, chihayachi, lutfiah369, letsburn thisgirl, alienfitly, gici love sasunaru, aka-chan, naru n, amura, anita777, furihata179, d, elevenia, dame, aysnfc3, inchn88, cheonsa, ggassy, sukma527, selasihpurwanti1202, mon chatons, haru
Thans berat untuk teman teman yang masih nyempeti baca f ini, review juga. Thanks berat pokonya. Maaf mungkin mengecawakan dengan update yang super lambat dan sedikit ini. Mood yang naik turun bener bener berat tapi shiro berusa supaya lanjut sampai end walaupun shiro tidak bisa menjanjikannya tapi shiro usahakan. Mulai sekarang shiro usahain apdet cepet ya tidak bisa janjiin juga. Tapi shiro akan berusaha.
Untuk yang bertanya reaksi sasuke shiro sudha jelasin disini. Dan shiro sebenanya ada akun wattpad tapi gak bisa gunaiinnya wkkwkwkw.. maaf untuk seklai lagi karena molor. Kemungkinan mulai sekarang shiro akan usahain update seminggu sekali. Doain shiro dapat pencerahan yaaa.. okee.. SAMPAI JUMPAA CHAP DEPAAAN
