CHAPTER 11 [ END]
=RISE=
"Pagi Sleeping Prince... Kau sudah bangun?"
"Ya Hunnie, akhirnya bangun juga. Apa kau mimpi indah semalam?"
"Hun, Aku lega kau bersama Kami lagi."
...
Ee... Siapa kalian?", tanya pemuda yang sedari tadi menjadi pusat perhatian delapan orang namja yang berada di ruangan itu.
...
... ...
"Mwo? Apa?" seru Baekhyun, Suho dan Kai hampir bersamaan.
"Hun, ini kami hyungdeul EXO mu? Kau tak mengenali kami?", tanya Chanyeol menimpali.
"Jangan jangan, dia manesia"
"Amnesia Lay hyung. Tidak mungkin! Apa karena luka di kepalanya?", ucap D.O berasusmi.
"Hun, apa kau sungguh tak mengenalku? Aku Jongdae, hyungmu"
"Hunnie, apa kepalamu sakit?", tanya Xiumin. Tangannya bergerak menyentuh luka yang tertutup perban di kening namja tampan itu. "Sungguh kau tak mengenali kami? Kau ingat di mana ini?"
Sehun menggeleng. "Akhh", rintihnya pelan memegang kepalanya.
"Hun, kau baik saja. Sebaiknya kita panggil dokter" ucap Suho penuh kekhawatiran. Suho hampir saja menekan nurse call disamping ranjang Sehun bila saja tangan Sehun tidak mencegahnya.
"Jangan! Jangan panggil dokter. Aku―"
Sehun menutup wajahnya. Bahunya bergetar entah apa yang dirasakannya saat ini.
"Gwaenchana? Kenapa kau menangis Hun?", tanya Baekhyun mengguncang bahu Sehun.
"Aku―Aku... KENA KALIAN. Hahaha."
"Apa...?! APA!"
...
... ...
"YA! OH SEHUN! Kau menipu kami?" Seru Baekhyun.
"Aiish dasar bayi. Aku khawatir padamu, Hun. Kupikir kau benar benar amnesia", ucap Kai menggebu. Dia mengacak rambutnya frustasi. Kai benar benar kesal sekaligus lega.
"Hun, sungguh tidak apa? Kami khawatir takut kehilanganmu, uri maknae. Kau tak tau betapa cemasnya kami. Jangan bercanda seperti ini lagi nee?", ucap Xiumin menatap penuh kelegaan pada Sehun.
"Aku baik saja, Hyung. Maafkan Aku", jawab Sehun takut dan menundukkan kepala.
"Sudahlah, yang penting Sehun baik saja. Apa kau lapar? Mau makan apa? Atau hyung belikan bubble tea?", tanya Lay bersemangat.
Mata Sehun berbinar mendengar buble tea, dan segera mengangguk menerima tawaran Lay.
"Rasa coklat, dua ya hyung"
"Iissh, seperti setahun tidak minum bubble tea saja. Kau sudah besar, ganti seleramu, Bayi!"
"Hmm"
"Hanya Hmm?"
"Kau mau aku bilang apa? Bukan kasihan padaku malah menggerutu seperti itu", rutuk Sehun kesal.
"Ya! Buat apa aku mengasihani bayi manja sepertimu, Albino!", jawab Kai tak kalah sengit.
"CUKUP! Tak bisakah kalian tidak bertengkar? Ayo saling memafkan dan berpelukan!", perintah Suho melerai pertengkaran kedua maknaenya.
"Aiish hyung. Memangnya kami teletubies. Aku tidak mau berpelukan. Maafkan aku Hun. Aku tidak sungguh sungguh dengan ucapanku."
Kai mendekat pada Sehun dan memeluk pundaknya.
"Aku tau hehe. Maafkan aku Jonginnie. Oh, Hyung?",panggil Sehun pada Suho.
"Ya? Ada apa Hun."
"Terakhir kuingat, aku berada di atap. Lalu apa yang terjadi?"
Itu―..."
FlashbackOn
Kejadian yang tak disangka. Tiba tiba saja Rosery mengarahkan pistol ke tubuh Sehun bersiap menembakkan timah panas itu ke bagian perut Sehun.
Dengan sigap Kapten Lee menembak Rosery mencegahnya mencelakai Sehun.
Tubuh Rosery limbung dan dengan sengaja dia menjatuhkan tubuhnya terjun ke bawah.
Dari belakang seseorang berhasil meraih tangan kiri sehun yang terjuntai lemah di punggung Rosery beberapa detik sebelum tubuhnya ikut terjun bersama Rosery.
HUN!
BRUGHH
Suho menjerit histeris memanggil Sehun, segera berlari ke tubuh yang tergeletak lemah di lantai. Diangkatnya kepala Sehun dan menyandarkan dalam pangkuannya. Darah merembes dari luka di kening Sehun akibat terbentur lantai.
"Hun, hyung disini. Bertahanlah. Kau selamat."
Kapten Lee segera memerintahkan anak buahnya turun mengamankan situasi, mengecek keadaan Rosery yang terjatuh dan berhasil di tahan Landing Pad sebelum menyentuh tanah.
Suga dan Jin berlari mendekat memeriksa keadaan sehun dan namja muda yang terduduk dengan nafas memburu setelah berhasil menyelamatkan Sehun.
"Kenapa kau ada disini hah? Kau-"
Kemarahan Suga lenyap saat dilihatnya tubuh tak sadarkan diri sang adik luruh ke lantai. Untunglah dengan sigap Suga menahan kepalanya sebelum membentur lantai.
Flashback End
"Apa dia, mati?", tanya Sehun ragu.
"Rosery? Tidak. Kondisinya kritis. Kata dokter hanya keajaiban yang akan membuatnya hidup. Tadi sebelum Kau bangun Kapten Lee memberitahu kami.", jelas Suho.
"Kuharap dia mati", ucap Sehun lirih seakan bicara pada dirinya sendiri.
"Dan, siapa penolongku hyung? Aku ingin mengenalnya. Bisakah aku menemuinya?"
"Dia di rumah sakit ini juga Hun, empat kamar dari sini. Kondisinya sedang sakit saat menyelamatkanmu. Kau ingin menemuinya? Hyung tanya dokter dulu ya?". Suho kembali akan menekan tombol nurse call, tapi sekali lagi Sehun melarangnya.
"Hyung aku tidak apa. Tidak bisakah aku langsung menemuinya. Ck, lagian hanya luka kecil", ucap Sehun meraba perban di keningnya. "Aiish, apa luka ini akan membekas? Gimana nasib wajah tampanku ini?"
Hyungdeul EXO hanya bisa menghela nafas prihatin, bukan pada luka di kening Sehun tapi pada kenarsisan Sehun.
"Sudah di minum obatnya?", tanya Suga pada sang adik yang masih tergeletak lemah d ranjang, meraba pelan keningnya. "Panas".
"Sudah. Aku tidak apa hyung. Ehm, Hyung, apa dia baik saja?"
"Siapa?"
"Siapa lagi, ya artis itu Hyung!", jawab sang adik jengkel.
"Oh, hehe. Se-hun. Nama artis itu Sehun, dongsaengku. Dia baik saja, hanya luka kecil di keningnya. Dia memang hampir pingsan saat kau menyelamatkannya. Penculik itu memberinya obat Rohypnol sejenis penenang yang memberi efek melumpuhkan korbannya."
Suga mengacak rambut sang adik dengan gemas melihatnya cemberut karena jengkel.
"Oya, tadi oemma kemari melihat kondisimu. Sekarang oemma sedang operasi jadi tak bisa menemanimu."
"Apa- oemma marah?"
"Padamu? Tidak, hanya jengkel", jawab Suga sekenanya.
"Ya, hyung itu sama saja"
"Tenanglah. Kau tau kan oemma? Dia tak mungkin marah padamu. Dialah yang paling mengerti dirimu. Seandainya kau cepat menemukan SOULMATE-mu, Kau tak akan sesakit ini."
"Ada saatnya nanti. Dan aku yakin itu tak akan lama lagi.", jawab sang adik menenangkan.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu terdengar. Suga segera bangkit dan membuka pintu.
" Oh, kau Suho Hyung. Silakan masuk."
"Apa aku menganggu?", tanya Suho.
"Tidak hyung. Kami senang kau kemari. Oh, Sehun-ssi, kau sudah sadar rupanya."
" , tolong panggil aku Sehun saja.", jawab Sehun. "Boleh aku bicara dengan adikmu, hyung?"
"Ah, tentu.", ucap Suga seraya mengantar Sehun ke kursi di samping ranjang sang adik yang nampak duduk menyambut.
"Apa kau baik saja?", tanya sehun kikuk membuka pembicaraan.
"Nee, aku baik saja."
"Aku sehun. Panggil aku Sehun hyung nee?"
"Namaku Jungkook. Panggil aku Kookie. Senang mengenalmu hyung", ucap sang namja seraya tersenyum lebar menampakkan gigi kelincinya yang menggemaskan.
Aku berhutang nyawa padamu Kookie."
"Ah hyung. Lupakan. Aku tulus membantumu"
"Bila kau memerlukan sesuatu, katakan padaku. Aku siap membantumu."
"Yes! Sepertinya aku memerlukan bantuanmu sekarang, hyung" kata Kookie seraya membisikkan sesuatu ke telinga Sehun.
Sehun nampak tergelak sesaat dan mengacungkan jempolnya tanda setuju.
"Hyung", panggil Kookie, meraih tangan Sehun dan mengenggamnya.
"Kuburlah ingatan dan lukamu itu. Percayalah semua akan baik saja"
"Apa yang Kookie bisikkan padamu, Hun? Tanya Suho penasaran.
Mereka berdua telah menyelesaikan acara ramah tamah di ruang inap kookie, dan sedang dalam perjalanan kembali ke kamar Sehun.
"Penasaran? Kasih tau ngga ya?", goda sehun.
"Aiish, kau mulai lagi. Ayo katakan!"
Kookie memintaku memberinya foto bertanda tangan Wendy."
"Apa? Anak itu penggemar Red Velvet?"
"Bukan dia, tapi Suga hyung.", jawab Sehun tersenyum. "Aku akan mengabulkan permintaannya. Kurasa membuat candle light dinner untuk mereka berdua akan lebih mengasyikkan, ya kan hyung?"
"Ide yang sempurna. Kajja, masuk ke kamar. Kau harus istirahat"
==========rosery==========
Ruangan ini begitu sunyi namun kesenyapan ini pecah oleh suara alat medis yang berbunyi bersahutan. Sesosok namja tampan tertidur dengan sekujur tubuh dipenuhi alat medis. Matanya yang terpejam bergerak halus.
Cinta itu letaknya di hati, tersembunyi, namun getarannya mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Cinta membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya.
Tunggu aku Sehunnie...
.
.
END
Akhirnya selesai...
ZA sudah buat lanjutan ROSERY versi si anak ajaib KOOKIE, dengan judul FATE TO SAVE YOU.
Nanti ada di beberapa chapter Sehun dan Rosery kembali hadir di FTSY
Jangan lupa story ZA yang lain DEVIL BESIDE YOU dengan maincast Sehun.
ZA dah publish semua kisah itu di WATTPAD id MiracleZa dengan judul yang sama
Makasih
