18 Mei 2014
Disclaimer_: Masashi Kishimoto and Eiichiro Oda.
Disclaimer Retaliation_: Vin'diesel No Giza.
Rate_: T Semi M
warning_: membingungkan. Kurang sempurna. Kalian nilai sendiri.
A/N:
('wewewew') = dalam hati/pikiran.
("wewewew") = bicara biasa.
Summary:
Keluarganya membuangnya gara-gara Dia lemah karena tak mempunyai chakra. 'Kehidupan yang tidak adil bisa menumbangkanku, tetapi aku akan bangkit dari itu dan akan menakhlukkannya', ,Slight Crossover. DF!Naru Godlike!Naru (Maybe) InfinityPower ..
KONOHA
.
Pagi hari dimana matahari mulai bersemangat untuk mencoba mendominasi desa daun tersembunyi dengan sinarnya, di atas monumen patung hokage, tepatnya diatas wajah sandaime hokage terlihat figur lelaki memakai masker yang menutupi setengah wajahnya dan berambut putih yang sedang duduk melihat infrastruktur desa konoha, jika dilihat dari dekat kita bisa melihat dikedua pipinya berbekas aliran air yang berhulu dari kedua matanya yang berbeda warna. Dan dapat disimpulkan ia baru saja menangis.
Dibelakangnya berdiri perempuan cantik berambut coklat yang wajahnya diliputi rasasedih,khawatir,bingung semua tercampur aduk menjadi satu, matanya tak lepas dari orang yang dicintainya
"Kakashi-kun."
Perempuan itu menyebut nama orang yang terus duduk membelakanginya, rasa cemas terus bergelayut dihati perempuan itu.
"Tidak kusangka mereka begitu tega." kali ini kakashi berbicara, masih dalam posisinya yang tidak berubah.
"Hampir mustahil aku memaafkan mereka, setelah apa yang mereka lakukan Rin."
Kkakashi tertunduk, tangannya tergenggam erat. Dan wanita yang merupakan istrinya masih setia dibelakangnya mendengarkan keluh kesah suaminya. Kakashi membayang saat Naruto dulu bersamanya.
.
.
-=Flashback=-
.
.
Seorang anbu dibalik pohon terus mengawasi seorang anak yang tertunduk diam disalah satu dahan pohon yang tak jauh darinya, Anbu itu tahu kalau anak itu adalah putra dari Pemimpin desanya, Yondaime hokage. Anbu itu tidaklah ditugaskan untuk mengawasinya tapi dia sendiri yang ingin mengawasi anak itu, selama satu bulan penuh Anbu itu terus mengikutinya, Selama itu pula Anbu itu menyimpulkan ada yang aneh dengan dengan salah satu anak Hokagenya ini, bagaimana tidak, Anak itu selalu duduk didahan pohon yang sama dari pagi hingga sore, tidak makan, selalu sendiri dan tidak pernah sekalipun Anbu itu melihat anak itu bermain dengan teman sebayanya.
"Anbu-san, kenapa kau terus mengikutiku dari dulu?. apa ada yang salah denganku?."
Anbu itu kaget bukan main, ternyata dia sudah ketahuan dari dulu, padahal Anbu itu menekan chakranya sampai titik terendahnya dan bagaimana mungkin anak itu bisa mendeteksi keberadaannya. Tanpa basa-basi Anbu itu langsung melakukan shunsin dan muncul didepan anak itu sambil jongkok.
"Hei, maaf kalau aku mengawasimu." Ucap Anbu itu.
Masih duduk santai Anak itu tetap tenang dan melihat Anbu yang ada dihadapannya, tactical armor khas Anbu dan dog mask yang terpasang diwajah Anbu itu sehingga menutupi wajah Anbu itu.
"Tidak apa-apa Anbu-san, aku tidak akan mengancam keamanan desa kok sampai-sampai satu bulan satu bulan penuh kau terus mengawasiku."
Dibalik topengnya wajah anbu itu kemlai shock mendengar perkataan anak yang ada didepannya ini, karena pertama kali dia mengawasinya dan saat itu juga dia sudah ketahuan, entah apa yang disembunyikan anak ini.
"Wah kau pintar sekali, maaf telah mengganggumu." Ucap anbu itu.
"Dan kenapa kau terus duduk disini setiap hari? kenapa kau tidak bermain-main dengan teman-temanmu?." tambah Anbu itu bertanya.
Anak itu terlihat diam, terdapat raut sedih diwajahnya, tak lama kemudian anak itu kembali tersenyum. "Aku punya teman kok, mereka selalu setia memberiku kenyamanan disini."
Anbu itu bingung karena disini tidak ada orang, sepi dan hening, hanya suara gemerisik angin yang menerpa dedaunan yang ada.
"Dimana temanmu?."
"Apa Anbu-san tidak merasakan keberadaan mereka? pejamkan matamu Anbu-san, dengarkan setiap suara yang kau dengar, rasakan apa yang kulitmu rasakan, bernafaslah sebebas mungkin ."
Anbu itu kembali dibuat bingung, dia melihat mata anak itu terpejam, dan dia pun mengikuti instruksi yang barusan diutarakan anak itu dan matanya ikut terpejam.
Setelah matanya terpejam, Anbu itu merasakan hawa yang sangat nyaman, ia mendengar suara tiupan angin lembut dan suara dedaunan yang saling bergesekan ditelinganya dan dia juga merasakan kulitnya yang kembali segar, nyaman dan menyejukkan, nafasnya teratur dan sangat enak, semua beban yang ada dipikirannya seakan hilang dibawa angin dan Anbu itu menikmati itu.
"Bagaimana Anbu-san, apa kau merasakan keberadaan temanku?."
Mendengar ucapan itu, Anbu itu langsung membuka matanya. "Aku hanya merasakan ketenangan batin yang liar biasa walaupun sesaat, dan aku belum tahu dimana temanmu itu."
anak itu hanya tersenyum. "Temanku itu adalah alam ini Anbu-san."
Dan lagi-lagi Anbu pertopeng dog kembali dibuat bingung, jika alam adalah jawabannya maka sudah pasti daat disimpulkan bahwa anak dari Hokagenya ini tidak mempunyai teman dalam arti yang sebenarnya. tanpa ragu-ragu Anbu itu melepas topengnya dan terlihat wajah yang memakai masker, mata kiri ditutupi oleh hitai ate-nya, dilihat dari raut wajahnya Anbu itu tersenyum.
"Namaku kakashi, apa kau mau jadi adikku? jika mau kau boleh memanggilku Nii-san."
Anak itu tersentak mendengar perkataan yang barusan masuk ketelinganya, tidak disangka ada orang yang peduli dengannya, tanpa aba-aba anak itu langsung memeluknya.
"Arigatou Nii-san, aku mau, Namaku Uzumaki Naruto." Dan mulai dari itu kakashi mendengar keluh kesah Naruto, sampai dia mendengar bahwa Yondaime dan Istrinya hanya mementingkan kembarannya. Kakashi tahu kalau kembaran Naruto itu adalah jinchuriki kyuubi, dia juga tahu kalau Naruto tidak punya chakra sama sekali, tapi kakashi baru tahu kalau Naruto selalu dikucilkan, terus apa gunanya dari perkataan yang kuat melindungi yang lemah? semua haruslah singkron, kalau sudah begini keadaannya namanya ini sangatlah keterlaluan.
Tapi Kakashi heran, walaupun dikucilkan dan diabaikan Naruto tidak membenci ataupun dendam kepada keluarganya sama sekali. Terlalu polos kah Anak ini? kakashi tidak tahu.
.
.
Hari demi hari dihabiskan Naruto dengan kakashi, yah walaupun itu disaat Kakashi tidak melakukan misi. Naruto juga dikenalkan dengan kekasih Kakashi yaitu Rin Nohara dan Naruto memangilnya dengan sebutan Nee-san karena Rin yang menginginkan itu. Dan saat ini mereka ada di kedai ramen kakashi, Rin dan Naruto sedang duduk menunggu pesanan ramen mereka yang dan mereka berbincang-bincang.
"Nee Kakashi-nii Rin-neesan, minggu depan aku sekeluarga akan berlibur keluar desa untuk merayakan ulang tahunku yang ke-8, Aku sangat senang akhirnya mereka melihatku." Ucap Naruto dengan raut muka yang cerah. Kakashi dan Rin yang mendengar itu juga ikut senang.
"Benarkah? kalau begitu kami ikut senang benarkan Rin. Nah nanti setelah kalu pulang dari liburmu kami akan memberi kado special untukmu." Ucap Kakashi, Rin yang ada disampingnya hanya tersenyum hangat.
"Benarkah? aku tidak sabar untuk membuka kadonya." Ucap Naruto semangat. tak lama kemudian pesanan ramen mereka sudah datang dan mereka menyantabnya dengan tenang, kecuali Naruto yang makannya kaya ular, siap telan bulat-bulat, Kakashi dan Rin yang melihat itu hanya tersenyum, mereka tahu bahwa Naruto sangat suka sekali dengan ramen.
.
.
setelah kepergian Naruto dengn keluarganya, Kakashi pun melakukan kegiatan misi Anbu seperti biasanya dan Rin juga kembali bekerja di rumah sakit konoha, semua berjalan normal sebagaimana mestinya. Sampai seminggu kemudian kabar buruk itu datang, Keluarga Yondaime pulang dan memberitahu kalau Naruto menghilang dan dinyatakan meninggal. Kakashi yang mendengar itu terkejut, terlebih lagi Kakashi, dia sangat terpukul atas berita itu, Naruto, Orang yang sudah dianggap adiknya sendiri tewas dan itu mengingatkan dia dengan kematian Obito. Kakashi pun ambil cuti satu minggu dari kesatuan Anbu untuk menenangkan pikirannya.
.
-=Flashback end=-
.
"Rin, saat aku melihat matanya, secara bersamaan tersirat kemarahan dan rindu." Rin yang mendengar itu hanya diam dan terus menemani suaminya, Rin sendiri sudah tahu setiap detail misi suaminya saat di Sunagakure.
Kakashi yang duduk kemudian berdiri dan kedua warna matanya yang berbeda terbuka dengan tajamnya dan bulir-bulir airmata kembali terjatuh dengan derasnya.
"Khh, Aku tidak terima, AKU TIDAK TERIMA."
Saat ini kilatan kemarahan terlukis di mata Kakashi dan Sharingan tiga tomoe dimata kirinya berputar dengan cepat dan berubah menjadi pola shuriken yang ujungnya saling terhubung. Rin yang mendengar itu melebarkan matanya, Dengan cepat Rin langsung berlari dan memeluk tubuh Kakashi yang bergetar dan mencoba meredam kemarahan yang sudah kalap dan Rin juga ikut menangis karenanya.
"Hiks, Hiks, sudahlah Kakashi-kun, hiks sudahlah, aku takut, hiks."
..
..
-=Sementara itu=-
Naruto berdiri dipinggir pantai dan tangannya bersedekap di depan dada dan pedangnya bertengger di balik punggungnya, dengan posisi tubuh membelakangi terbitnya sang fajar, matanya menatap lurus ke depan dan sinar matahari perlahan-lahan menyinari Naruto dan tempatnya berpijak.
"Hooam, kenapa sulit sekali belajar tidur sambil mata terbuka." Baiklah ini memang agak aneh, tapi bisa dibilang ini adalah latihan Naruto untuk melatih kewaspadaan dan Haki pengamatannya, ya terlampau aneh.
Naruto membuka gulungan peta dan mengamati setiap daerah-daerah pulau bandit, tak lama kemudian setelah dirasa cukup mengerti, Naruto kembali menyimpan gulungan peta itu kedalam haorinya.
"Ayo shodai, waktunya beroperasi." Ucap Naruto sambil tersenyum hambar. tak lama tubuh Naruto berubah menjadi cahaya yang menyilaukan dan melesat pergi meninggalkan pulau itu.
.
.
TBC
Response to reviews:
Baiklah, ini adalah beberapa reviews yang saya anggap penting untuk kalian simak.
= Typo masih ada!. [ hadeh, saya juga gak tahu, kenapa selalu ada typo, saya aja juga geleng-geleng lihat fict saya ini.]
.
= Harga bakpaonya murah amat? [ah gomen, saya gak tahu tentang mata uang ryo]
.
=apa Naruto akan bertemu lagi dengan senseinya?. [yap, disaat Naruto benar-benar kalap. hahaha]
.
=ke napa naruto kembali ke pulau, apa hanya untuk mengambil pedangnya saja? [penambahan DF, ayo tebak haha.]
.
= apa kutukan pedangnya? [Sama dengan pedang kitetsu lainnya, pedang itu akan membunuh penggunanya.]
.
= Ditunggu pertarungan Hiraishi vs Pika pika!. [dua chapter lagi itu akan tiba.]
.
= harem atau biasa?. [mou, gak tahu aku. Naruto aja kaya gitu, ahahaha]
.
=tujuan Naruto ke konoha?. [bisa dibilang hanya akan mengunjungi makanan, jiahahahaha.]
.
=Ini terinspirasi dari anime apa buah iblisnya?. [ anoo, masa anime One piece gak tahu, hiks hiks.]
.
A/N: Maaf ya, update lama bukannya terkena WB tapi karena terlalu gila bermain Game online Point Blank, Dizzel dan Special Force II. azz, Maaf kalau chapter ini pendek karena saya sengajakan begitu, hadeh saya seperti orang bingung beneran. tapi tidak gila, hahaha.
.
Ini komentar saya tentang fict yang sedang Naik daun, saya lihat banyak sekali fict-fict crossover Highschool DxD, itu juga yang membuat saya gak pernah update karena keenakan membaca. saya sudah punya sendiri fict itu dan udah 5 chapter, TAPI tidak akan saya publish, sesuai janji saya untuk tidak akan publish fict baru sebelum Retaliation tamat, saya takut ingkar janji. oh satu lagi, bukannya menyindir para author pembuat, tapi ku yakin fict-fict naruto cs Highschool DxD indonesia sekarang sekitar 70%-nya mereka akan macet di tengah jalan. Kenapa? karena banyak yang tidak akan sinkronis dengan yang asli. KECUALI, kalau dibuat dengan sungguh-sungguh.
Oh iya, gagangnya pedang shodai itu bukan seperti milik zanpakutou ichigo, lihat di google lambang untuk pangkat para jenderal NAZI di lehernya oke, kalo di OP itu kaya pedang yg di pegang gorosei botak, chapter ini adalah tentang kakashi dan Naruto.
.
Dan Jangan ngatain saya ANJ**G di PM, kau itu siapa? apa salah saya?. kenapa anda tidak sopan begitu?. oke saya cukup bersabar. tapi tolong, para Author itu tidak di gaji, kami hanya menyalurkan imajinasi ke dalam sebuah cerita. .saya sudah baik hati tidak menyantumkan pen name anda disini. jadi jangan diulang ke orang lain.
Sekian.
Review boleh, gak Review juga boleh..
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA KARANGANKU. :) :)
