Sebelumnya
Naruto beranjak masuk ke apartemennya, "sudah ya, aku mau tidur dulu, gedung tempat pendaftaran ujian chuninnya disana.." ucap naruto sambil menunjuk pada gedung besar di sebelah timur, "batas akhir waktu pengumpulannya tinggal 17 menit lagi, sebaiknya kau cepat jika ingin mendatar".
Menma yang masih belum ngeh betul apa yang terjadi masih memproses kata-kata naruto
17 menit
17 menit
17 menit
17 menit
"APPPPPAAAAAA!" dia langsung melesat, meninggalkan naruto yang berjalan masuk ke apartemennya untuk tidur.
DISCLAIMER : MASASHI KISIMOTO-JIISAN
Summary Dia diacuhkan hanya karena dianggap berbeda,hanya memiliki sedikit hal yang dimiliki orang-orang didesanya, bahkan keluarganya pun mengasingkannya karena kurangnya hal itu, tapi dia bersumpah, akan menjadi kuat dengan kekuatannya sendiri, dan tanpa bantuan dari siapapun termasuk orang tuanya
LEGEND OF SHINOBI SAINT
Warning: kurang bisa dipahami(mungkin), abal-abal, dll
…
…..
…
…
…..
..
.
Ujian chunin tahap pertama sudah dimulai beberapa menit yang lalu, waktu yang diberikan adalah 90 menit, dengan pengawas ujian Morino Ibiki serta beberapa shinobi lain, ibiki sendiri adalah seorang shinobi yang bertugas di bagian introgasi dan penyiksaan, sudah tentu mental para peserta yang menjadi bulan-bulanan pria dengan beberapa luka yang menghiasi wajah seramnya itu, "mereka yang ketahuan mencontek, atau kegiatan serupa lainnya, maka akan dikeluarkan bersama semua anggota timnya, percayalah pada diri kalian, banggalah menjadi shinobi" adalah doktrin keras yang disampaikan ibiki ketika ujian pertama dimulai.
Setelah kurang lebih 30 menit ujian berjalan, sebuah kunai meluncur dan menancap tepan diatas kertas ujian seorang peserta, "hei, apa-apaan ini" protes dilancarkannya, ibiki sendiri menatap tajam pada pemuda itu, "kau ketahuan mencontek, segera tinggalkan ruangan beserta dengan anggota timmu" ucapnya, tidak mau kalah si peserta yang merupakan pemuda itu kembali melayangkan protes, "apa buktinya kalau aku mencontek" ancamnya, "tidak perlu dibuktikan, seluruh ruangan ini tidak hanya diisi oleh chunin dan jounin serta kalian sebagai peserta bocah, tapi juga ada beberapa shinobi dari klan yamanaka yang bisa membaca pikiran, serta beberapa shinobi berpengalaman yang memperhatikan gerak gerikmu dari tadi, jadi keluar sebelum aku merobek mulutmu" tidak mampu membantah, pemuda tadi keluar dengan diikuti oleh 2 orang anggota timnya yang lain.
Ujian masih terus berjalan dihiasi dengan kunai yang sesekali beterbangan dan mendarat di kertas para peserta yang ketahuan mencontek, teriakan frustasi pun ikut meramaikan ruangan. Ketika waktu 90 menit sudah berlalu, "baiklah waktu habis, seeprti yang ku katakana sebelum ujian dimulai, pertanyaan ke-10 akan dibacakan ketika waktu ujian untuk 9 nomor lainnya sudah selesai, tapi sebelum kubcakan pertanyaan ke-10 nya, ada 2 aturan lagi yang akan kutambahkan, pertama, kalian bebas memilih untuk ikut menjawab pertanyaan ini atau tidak, yang kedua, ketika kalian memutuskan untuk menjawab pertanyaan ini dan jawaban kalian salah, maka kalian akan kehilangan hak kalian untuk menjadi chunin… selamanya" setelah kalimat diselesaikan berbagai protes mulai berdatangan, mulai dari 'apa-apaan itu' atau 'aturan bodoh macam apa itu' atau 'kalau begitu untuk apa pertanyaan tadi dijawab' sampai 'aku mau pipis' #ergh lupakan yang terakhir itu#.
Ibiki menyeringai melihat lebih dari sebagian peserta melayangkan protes, namun dia sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat beberapa orang masih tenang-tenang saja, seperti sasuke, menma, neji, bahkan natsumi yang hyperaktif pun hanya diam sambil melihat keluar jendela. Ibiki memulai aksinya, "yang memilih untuk tidak ikut silahkan angkat tangan dan keluar dari ruangan….." beberapa tangan mulai terangkat, disertai langkah kaki menggema meninggalkan ruang ujian, "bagi kalian yang masih tinggal, sekali lagi kutanyakan, apa kalian yakin?" pertanyaan itu membuat beberapa orang yang tinggal semakin menciut nyalinya, namun masih bisa bertahan untuk tidak mengangkat tangan karena tidak ingin mengecewakan anggota timnya, seperti sakura.
Melihat keteguhan peserta yang masih bertahan, membuat ibiki tersenyum senang, "sepertinya, bagaimanapun hasilnya akan tetap sama, kalian semua….. LULUS" dan ucapan itu hampir membuat saukra melompat kegirangan sebelum menyadari sesuatu, "tunggu, bagaimana dengan pertanyaan ke-10 nya"ibiki menyeringai, membuat sakura hampir saja kencing dicelana, "yang kutanyakan tadi adalah pertanyaan ke-10, bisa dibilang juga piliha kalian adalah jawaban dari pertanyaan ke-10 itu, bisa kau jelaskan lebih rinci, ryujin-san?" sesosok maklhuk berambut kuning cerah muncul dari sisi gelap dibelakang ruangan, "ujian ini hanyalah ujian untuk melihat sejauh mana kemampuan kalian dalam mengumpulkan informasi, dengan kata lain, kata 'ketahuan mencontek' adalah petunjuk untuk kalian. Bagi mereka yang melakukan tindakan ceroboh dan ketahuan mencontek bisa diartikan sama saja dengan kehilangan nyawa ketika mereka tertangkap diderah musuh, saat sedang mengumpulkan informasi…." Naruto menghentikan perkataanya.
Semua yang diruanagan menatap naruto kagum, "dan untuk pertanyaan terakhir, kalian bisa menganggapnya sebagai sebuah pilihan, mempertahankan informasi yang kalian miliki, namun dengan resiko mati, atau menyerahkan informasi yang kalian miliki dan tetap hidup, namun desa kalian yang akan menerima akibatnya, yang artinya sama saja dengan menunda kematian kalian" naruto menatap sasuke dan natsumi bergantian, lalu tersenyum, "dengan kata lain, mereka yang menganggap sebuah pangkat seperti hidup dan matinya, jelas akn mundur jika dihadapkan dengan situasi seperti tadi, tapi masa depan adalah pilihan, berfikir untuk menyelamatkan kehidupan bukanlah sebuah kesalahan, namun ada beberapa pilihan yang seorang shinobi tidak boleh ambil meski ia bisa. Jika kalian memilih mundur tadi, dan berhasil menjadi orang besar suatu saat nanti, sejarah akan mencatat kejadian ini. Bahwa kau pernah meragukan dirimu dan mempertaruhkan keyakinanmu hanya demi sebuah pangkat, dan itu adalah pembodohan terhadap dirimu sendiri" dan kalimat itu diakhiri dengan suara jendela pecah, yang memunculkan seorang kunoichi sexy, Anko Mitarashi.
Kunoichi berdada lumayan besar itu menatap peserta yang tersisa sambil menyeringai, ada sekitar 99 orang atau 33 tim yang masih tersisa, dan itu lumayan banyak, "sepertinya kau sudah kehilangan sentuhanmu, ibiki" ibiki yang mendengarnya hanya menatap datar wanita sexy itu, "baiklah anak-anak, ujian selanjutnya akan dilangsungkan di hutan kematian, bergegaslah, para chunin itu akan mengantar kalian" ucap Anko sambil menunjuk beberapa chunin yang berdiri didepan pintu.
Sekitar 15 menit kemudian, para peserta sudah tiba di depan pintu masuk hutan kematian, terlihat beberapa shinobi berdiri disetiap pintu gerbang masuk kedalam hutan yang terkenal karena diciptakan oleh hokage pertama desa konoha itu, lalu disebelah kiri peserta ada sebuah tenda dengan 2 orang shinobi didalamnya, "baiklah para bocah, akan kujelaskan beberapa hal dalam ujian tahap kedua ini, tugas kalian adalah mengumpulkan 2 buah gulungan yang berbeda, yaitu gulungan 'langit' dan gulungan 'bumi', akan tetapi, kalian harus merebutnya dari tim lain, bahkan jika itu adalah teman kalian sendiri yang berasal dari desa yang sama, sebelum gulungan dibagikan, satu orang dari kalian harus masuk ke tenda itu dan menandatangani surat perjanjian ini" sambil menunjukkkan surat yang dimaksud, seorang peserta mengajukan pertanyaan, "surat apa itu, dan kenapa kami harus menandatanganinya?" Anko menyeringai, "dalam ujian tahap kedua ini, tidak ada aturan sama sekali, dengan kata lain kalian bebas merebut gulungan dari tim lain dengan cara apapu termasuk, MEMBUNUH….." dan hal itu sontak membuat semua peserta kaget, meskipun ada beberapa yang masih bisa menyembunyikan kekagetannya.
Anko melanjutkan penjelasannya, "surat ini adalah surat perjanjian yang menyatakan bahwa jika kalian mati, hilang atau apapun, desa kalian tidak akan menyerang konoha" dan hal itu menambah rasa terkejut para peserta, "bagi yang tidak bersedia menandatangani surat ini akan dinyatakan gugur dalam ujian tahap kedua ini, jadi pikirkan baik-baik, kami akan memberikan waktu 20 menit bagi kalian untuk berfikir" dan menghilang, Anko menghilang setelah menyampaikan pesan terakhirnya, meninggalkan para peserta dalam kebimbangan untk melanjutkan ujian atau tidak.
Disebuah cabang pohon, Naruto menatap para peserta dengan intens, dia yakin, bahwa kelompok Rokie 12 akan tetap mengikuti ujian ini, begitu juga dengan sabaku bersaudara. Naruto bisa merasakan nafsu membunuh yang tidak terkendali dari pria berambut merah dengan tato 'Ai' didahinya, setelah 'menganalisa' lebih dalam, dia mengetahui bahwa hal itu disebabkan karena sosok yang entah kenapa dipanggil 'ibu' oleh pemuda merah bata itu, "bijuu bisa punya anak juga ya? Ku piker mereka semua jantan" pikirnya polos.
20 menit berlalu dengan cepat, Anko kembali masih dengan seringaian mengerikannya, "baiklah, bagi yang menyetujui untuk ikut dalam ujian tahap kedua ini, silahkan masuk kedalam tenda disana untuk menandatangani surat pernyataan sekaligus mengambil gulungan kalian, setelah itu kembalilah berbaris bersama anggota tim kalian". Para perwakilan tim yang sudah menandatangani surat perjanjian sekaligus mengambil gulungan, yang ternyata semua tim memutuskan untuk ikut, kembali ke tim mereka, "baiklah, silahkan berbaris didepan gerbang yang kalian inginkan" ada 5 gerbang yang disiapkan untuk memasuki hutan kematian, setiap gerbang yang dimasuki memiliki rute dengan kelebihan dan kekuranagn masing-masing, "baiklah, kalian akan masuk setelah aba-abaku, dan satu pesan terakhirku untuk kalian, JANGAN MATI, MULAI" para peserta melesat masuk ke hutan kematian, tak lama kemudian, jeritan para peserta disertai raungan hewan buas, menghiasi ujian tahap kedua ini.
Naruto saat ini tengah berada di salah satu dahan pohon, tengah duduk bersandar sambil memejamkan mata, beberapa saat kemudian, melintas dua tim dengan interval yang berbeda didepannya, kedua tim itu langsung berhenti ketika melihat naruto memegang dua buah gulungan yang mereka cari, "hei kau" mendengar seseorang memanggilnya naruto membuka matanya, "ada apa" kedua tim itu menyeringai melihatnya, "berikan kedua gulunganmu dank au akan selamat" naruto tak memperdulikan ancaman iyu, "jika tidak mau terluka lebih baik minggir" ancamnya balik, enam orang itu menyeringai, "kami berenam dan kau sendirian, memangnya kau bisa apa?" ledek salah seorang dari mereka, tiba-tiba saja naruto menghilang meninggalkan after image yang tidak disadari siapapun dan muncul di belakang wanita dari tim yang muncul belakangan dan memukul tengkuknya, seketika wanita tersebut jatuh pingsan dan mengejutkan anggota timnya, "terkadang kualitas bisa mengalahkan kuantitas, bahkan meski kalian ada 10 orang, jika kalian tidak mengetahui set kemampuan lawan kalian, sama saja kalian menggali kuburan sendiri" ucap naruto, bayangan yang duduk dipohon langsung menghilang.
Sementara naruto tengah meladeni 5 orang yang menyebalkannya minta ampun, tim 7 natsumi, sasuke dan sakura sedang melawan seorang wanita jadi-jadian, bagaimana tidak, ketika dia sudah kena telak jurus bola api sasuke, dia tidak terluka sama sekali, hanya kulitnya yang mengelupas dan memperlihatkan sebelah mata yang berbeda dengan yang tadi, sosoknya seperti ular yang ganti kulit paksa, "khukhukhukhu, seperti yang diharapkan dari seorang uchiha sasuke, kau benar-benar berbakat" entah itu sebuah hinaan atau pujian, sasuke sendiri hanya bisa menggeram pelan, meski sharingan dua tomoenya sudah aktif tapi dia masih tidak bisa melihat gerakan wanita ini, natsumi sedang terluka dan sakura sama sekali tidak bisa diandalkan untuk bertarung, dia hanya bisa mengulur waktu dan menunggu waktu yang tepat untuk kabur.
Selagi memikirkan strategi untuk kabur, sasuke terlambat menyadari ketika wanita didepannya sudah menghilang dan berada dibelakangnya, memberikan tendangan tepat dipunggungnya, melemparkannya dan menabrak pohon yang berada didepannya, "khukhukhu, meski kau berbakat, kau tetap saja masih lemah sasuke-kun, jika begini, bagaimana bisa kau membalaskan dendammu pada kakakm-" insting si wanita berteriak, dia langsung melompat kebelakang ketika sebuah tekanan cakra hendang merobek tubuhnya, dan benar saja, seorang anak perempuan yang tadi dia lumpuhkan kini berdiri dihadapannya dengan mata merah, kumis dipipinya menebal, serta taring dan kukunya memanjang, "tidak akan kubiarkan kau melukai sasuke lebih dari ini" suara berat keluar dari pita suara natsumi, udara disekitar gadis itupun ikut memberat, sakura bahkan tengah ketakutan setengah mati saat melihat natsumi, "khukhukhu, akhirnya sang rubah menampakkan diri, aku akan menikmati saat-saat aku membelah dirimu, tapi sayang sekali, urusanku saat ini bukanlah denganmu, tapi dengan sasuke-kun, jadi menyingkirlah" tiba-tiba saja natsumi terpental ketika wanita tiba didepannya dan menampar dirinya hingga terbang kesamping.
Namun belum genap dua langkah dia bergerak, kini gilirannya yang terlempar keras karen cakaran natsumi yang disertai dengan tekanan cakra kyubi, ledakan menghiasi tempat sang wanita. Tapi sepertinya serangan natsumi bukanlah hal yang bisa membuat si wanita menyerah, karen baru sepersekian detik dia terpental kini wanita jadi-jadian itu sudah berdiri, dengan wajah terkelupas seutuhnya, menampakkan wajah pucat, serta tato (saya tidak tau apa namanya yang dimata orochimaru itu jadi saya sebut saja tato) berwarna ungu di bawah matanya, dengan mata khas ular yang memancarkan teror, "khukhu kyubi memang benar-benar hebat, tapi….." sengaja menggantungkan ucpannya, wanita tadi memanjangkan lehernya lalu dengan cepat menggigit leher sasuke, menciptakan sebuah tanda berbentuk tomoe hitam berjumlah tiga buah, dan gigitan itu juga yang membuat sasuke semakin lemas meski masih bisa mempertahankan kesadarannya.
Wanita itu menyeringai, "khukhu, target sudah ditandai, sam-"
BBBUUUAAAKKKHH
Sebuah tendangan bersarang dipipi wanita tadi, melemparkannya sangat jauh ke timur hingga merobohkan beberapa pohon, "astaga, apa kau tidak bisa tersenyum seperti orang normal?, kau terlihat seperti seorang homo, Orochimaru" dan suara itu sontak membuat natsumi, sakura dan sasuke mendongak, melihat seseorang berbaju putih dengan symbol omega dipunggung bajunya, serta mengenakan celana khas ANBU dengan sepatu olahraga berwarna putih. Rambut pirangnya yang berkibar sontak membuat pipi natsumi yang sudah sadar dari sedikit kendali kyubi serta sakura yang dari tadi termenung memanas, melihat naruto yang muncul entah dari mana. Sasuke sendiri sedang berusaha mengucapkan sesuatu yang akhirnya berhasil, "ter-lambat se-per-ti biasa, usuratonkachi" lirihnya yang disambut senyuman cool oleh naruto.
Ditempat orochimaru, kini ular tua pedofil itu masih berusaha berdiri, mendapat serangan sekuat tadi benar-benar membuatnya sangat pusing, terakhir kali dia merasakan kekuatan seperti itu adalah ketika dia tidak sengaja melihat tsunade berganti pakaian disungai saat perang dunia shinobi kedua, yang akhirnya tsunade menghadiahinya sebuah tendangan tepat di tulang rusuk. Kembali ke cerita,, orochimaru melesat ceoat, kembali ke tempat sasuke dkk berada, dan mendapati seorang pemuda pirang tengah berdiri seolah menunggunya, dan ternyata benar, "yo, sudah bangun?" ucap naruto mengejek, tak lupa dengan tangan kanannya yang memasang gesture 'hai'. Hal itu membuat orochimaru terhina, namun berhasil ditutpi dengan wajah menjijikkannya, "khukhu lihat siapa yang datang, sang konoha no ryujin, tak kusangka bisa bertemu dengan shinbi yang bisa mengalahkan saruotbi-sensei sendirian tanpa luka sama sekali" dan perkataan itu sontak membulatkan mata sasuke dkk, 'mengalahkan sandaime seorang diri tanpa terluka? Apa maksudnya?" batin sasuke.
Naruto masih dalam posisi santai, namun beberapa detik kemudian aura biru terang menguar dari tubuhnya (kayak auranya goku pas pake super saiya god), matanya pun menajam, "jangan sebut nama kakek dengan mulut busuk mu itu"tekannya, membuat orochimaru tanpa sadar melangkah mundur, 'a-aku ketakutan? Hanya pada seorang anak berumur 15 tahun aku ketakutan?' naruto yang mendengar isi pikiran orochimaru semakin menajamkan auranya, "ku peringatkan padamu orochimaru, pergi dari sini, atau terima akibatnya" ancam naruto, disertai dengan aura biru yang semakin melecut ganas seperti api, membuat sosok sekelas orochimaru mau tak mau harus tunduk dan pergi tanpa sepatah katapun, dan hal itu sontak membuat sasuke dkk melongo tidak percaya, sosok yang dikenal sebagai orochimaru, yang bahkan tidak mau tunduk pada kematian, pergi dengan sukarela ketika menatap naruto?, 'sekuat apa orang ini' batin sakura.
Naruto menatap datar jejak orochimaru, mungkin bagi shinobi adalah hal yang mustahil untuk melacaknya, namun baginya, adalah hal yang mudah, hampir lupa, dia menghampiri sasuke, "bagaimana keadaanmu" tanyanya, yang dijawab dengusan sasuke, "kurang baik tentu saja" jawabnya cuek, naruto yang mendengarnya hanya terkekeh, dia mengacak-acak rambut sasuke, yang ditatap iri oleh natsumi, sasuke sendiri yang diperlakukan seperti itu hanya merengut sambil menyingkirkan tangan naruto dari kepalanya. Naruto berdiri, dia menatap sakura, "berhentilah jadi shinobi, sakura" bagai disambar petir, saukra yang mendengarnya melotot, "kau yang hanya mampu berlindung dibelakang teman-temanmu, tanpa bisa melakukan apapun, lebih baik berhenti jadi shinobi" naruto menghentikan perkataannya, "tujuanmu masuk kedunia penuh darah ini adalah hanya karena ingin bersama sasuke kan?" sakura menunduk, dia tidak mengelak, alasan kenapa dia menjadi seorang ninja adalah hanya karena ingin bersama sasuke, "dan alasan bodoh itulah yang akan membawamu pada kematian suatusaat nanti, bahkan bukan tidak mungkin kau akan membawa rekan-rekanmu mati bersamamu…." sakura semakin menunduk, tubuhnya bergetar, air matanya berjatuhan, "jadi sebelum kau menyesali keputusanmu, berhentilah sekarang dan hiduplah sebagai orang biasa" setelah mengatakan itu, naruto pergi sambil memapah sasuke.
Natsumi menatap sakura iba, dia ingin menyangkal apa yang dikatakan naruto, tapi saat ini, yang paling penting adalah pergi ke menara dan beristirahat sebanyak mungkin. Natsumi merangkul sakura, "ayo pergi" tanpa banyak protes sakura mengikuti natsumi dari belakang, masih dengan perasaan berkecamuk. Ketika mereka sampai di menara, sudah ada satu tim yang mendahului mereka, tim dari suna, mereka bahkan tidak berkeringat sama sekali, bahkan si rambut bata tidak memiliki setitik nodapun di bajunya, hanya saja dari tadi dia menggumamkan sesuatu seperti 'ibu' atau 'darah' dan sebagainya. Naruto mendudukkan sasuke dilantai dan segera pergi, tak lama kemudian, sakura dan natsumi sampai, mereka ikut duduk disamping sasuke.
Tiga jam kemudian, tim yang tersisa satu per satu berdatangan, mulai dari tim neji yang tentu saja hampir frustasu gara-gara lee yang tidak bisa diam dari tadi, yang diakhiri oleh tim dari kusa. Setelah istirahat sekitar 15 menit yang dilanjutkan dengan pembukaan gulungan masing-masing tim, kini para peserta yang tinggal 33 orang alias 11 tim, berkumpul di sebuah tempat yang sepertinyaarena bertarung, dengan sebuah patung berbentuk segel tangan di belakang arena, "baiklah, karena peserta dianggap masih terlalu banyak, maka kali ini adalah tahap seleksi, para peserta akan bertarung satu lawan satu, petarung akan diacak, jadi bisa saja kalian akan bertarung melawan teman kalian sendiri, baik itu dari desa yang sama atau bahkan satu tim yang sama, nama pserta akan diperlihatkan di papan elektronik diatas" tunjuk hayate pada sebuah papan diatasnya.
Nama pertama yang keluar adalah natsumi melawan kiba, pertarungan yang cukup seru tentunya, kiba yang agresif melawan natsumi yang penuh strategi, yang akhirnya dimenangkan natsumi dengan cara yang terbilang sederhana, membuat kiba menyerang lebih dari 1000 kagebunshin yang terus bertambah setiap detiknya, hingga diakhiri natsumi dengan rasengan yang bersarang di perut kiba ketika pria anjing itu sudah kelelahan. Pertarungan kedua dilanjutkan dengan pertarungan shikamaru melawan seorang perempuan dari oto, dengan trik dan tipuan yang entah bagaimana perempuan itu bisa terjebak, shikamaru menang dengan baik. Pertarungan selanjutnya, adalah pertarungan neji dan hinata, pertarungan antar pengguna jyuken dan byakugan, pertarungan berjalan menegangkan, neji yang awalnya mengira bisa mengalahkan hinata dengan mudah, berhasil dipojokkan, bahkan hinata berhasil mengenai beberapa titik tenketsu neji hingga akhirnya pertarungan berakhir dengan dimenangkan oleh neji setelah neji berhasil menyikut ulu hati hinata, yang beberapa detik setelahnya dia ikut tumbang.
Pertarungan selanjutnya, adalah sacra melawan ino. Ino yang seperti biasa dengan semangat untuk memperjuangkan cintanya pada sasuke dengan menggebu-gebu memproklamirkan bahwa siapapun yang menang dalam pertarngan mereka, maka dia akan menjadi kekasih sasuke, yang sukses membuat sasuke mengeluarkan urat kesal. Sakura sndiri tidak terlalu memperdulikannya, dia masih memikirkan ucapan naruto di hutan kematian, namun meski begitu, dia masih bisa bertarung dengan baik, dan berhasil menang dengan sedikit trik yang cukup cerdik.
Dan pertarungan-pertarungan selanjutnya yang tidak sempat ditampilkan hingga menuju ke pertarungan terakhir, pertarungan antara lee melawan gaara. Lee memulai dengan cepat, dia melsat menuju gaara dengan 'konoha senpu' siap menghantam pipi pemuda berambut merah bata itu, namun muncul dari gentong dpunggungnya, pasir berterbangan menciptakan perisai yang melindungi gaar dari tendangan lee. Tdak menyerah lee berlari dengan cepat kebelakang gaara, berniat menyerang dari titik buta si bata, namun pasir yang terus berterbangan kembali menciptakan perisai, bahkan tanpa gaara harus mengalihkan pandangannya. Gaar yang tidak ingin terus bertahan mulai melakukan serangan, dimulai dari terjangan ombak pasir skala kecil yang mengejar lee, hingga serangan berupa peluru-peluru pasir dengan kecepatan tinggi. Tidak ingin semakin terpojok, lee melepas 10 batang besi pemberat dengan berat masing-masing 10 kg tiap besi, yang ketika dilepaskan menciptakan kawah cukup dalam di arena. Dengan dilepaskannya pemberat maka kecepatan lee yang sebelumnya memang sudah sangat cepat, menjadi semakin sangat cepat, hingga hanya beberapa orang saja yang bisa melihatnya dengan jelas.
Tiga puluh menit pertarungan berjalan, lee yang mulai kehabisan stamina, mulai melancarkan serangan pamungkasnya, membuka hachimon dan langsung pada gerbang ketiga, membuat aliran darahnya bergerak cepat hingga membuat warna tubuhnya ikut meerah, bahkan hidungnya mulai mengeluarkan darah karena dia sudah melampaui batas yang tubuhnya bisa tanggung. Dengan kecepatan dan kekuatan yang hebat, lee berhasil melukai gaaa cukup parah, meski tubuh gaara yang terluka hanya retak dan mengeluarkan butiran pasir, tapi itu cukup member efek besar pada pemuda itu. Akhirnya karena tidak sanggup menahan beban hachimon, Lee jatuh sebelum bisa melancarkan serangan terakhir, dan kesempatan itu dimanfaatkan gaara yang langsung menghancurkan kaki dan tangan lee dengan pasirnya, gaara bahkan sudah meluncurkan pasir dengan kecepatan tinggi untuk mengakhiri hidup pria berambut mangkuk itu, namun, sesosok pemuda berambut kuning bermata biru menghentikan pasirnya hanya dengan mengibaskan tangannya seperti menghalau debu, "sudah cukup, kau mengerti aturannya. dilarang membunuh, atau aku yang akan menyelesaikan dirimu" dengan aura intimidasi yang cukup kuat, naruto berhasil menghentikan gaara sebelum pria itu membunuh lee.
Pertarungan seleksi selesai, menyisakan 10 orang yang akan maju ke babak selanjutnya, "baiklah, selamat bagi kalian yang berhasil maju ke babak selanjutnya, pertarungan terakhir akan diadakan seblan dari sekarang, dengan begitu, kalian punya waktu untuk nerlatih lebih keras lagi. Sebelum bubar, bagi kalian yang berhasil maju ke babak selanjutnya, silahkan maju satu per satu dan mengambil kertas yang ada dalam kaleng" para peserta maju satu per satu hingga semuanya sudah mendapatkan kertas masing-masing, "baiklah silahkan sebutkan angka yang kalian dapatkan…." Sahut minato
Neji "10"
Natsumi "1"
Sasuke "2"
Gaara "9"
Shikamaru "8"
Temari "3"
Shino "4"
Kankuro "7"
Sakura "6"
Chouji "5"
Minato mengangguk mantap, "ini susunan pertarungannya" hayate maju dan menunjukkan sesuatu,
"1:10"
"2:9"
"3:8"
"4:7"
"5:6"
"Pertarungan akan diadakan satu bulan dari sekarang, berlatihlah dengan baik, dan banggakan desa kalian, bubar"
T B C
Yo ketemu lagi bareng saya disini author yang kece baday tapi tak ada yang mengakui, sebelumnya maaf jika cerita ini lama banget baru bisa up, soalnya, banyaklah, dan tidak bisa saya katakana, maklum pribadi, dan juga maaf karena sekarang mashi belum bisa balas review, tapi nanti pasti akan saya balas kok.
Akhir kata selamat membaca
Hakumeiryuga logout
