Title : Vampire

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : M.

Pairing : KrisTao/TaoRis

Genre : Romance and Mystery..maybe?

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : sebuah penelitian seorang peneliti telah berhasil membangunkan vampire yang telah lama tertidur. IT'S KRISTAO/TAORIS! YAOI!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

.

.

.

Author's note : Annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai. Maafkan Rai karena

Rai ucapan terima kasih sebesar-besarnya buat yang udah nge-review, buat yang udah baca.

Jeongmal khamsahamnida.

*Kissu atu2**dibakar

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

.

.

.

Hujan semakin deras, angin dan petir bahkan menyambar. Tao memutuskan mematikan tv dan berjalan menuju kamarnya. Ini baru jam 11:16 AM. Sepertinya mempersiapkan untuk tes Universitas 2 bulan lagi bukan masalah.

PRANG!

Tao melirik dapurnya. Suara piring pecah itu datang dari dapurnya. Perasaan takut menyelimutinya. Hiii! Kenapa suasanya seperti film horror?!

"Bukankah aku sudah menutup jendelanya? Apa lepas?" bisik Tao takut-takut.

Tao memutuskan untuk mengambil stik golf dan berjalan menuju dapur. Setidaknya, kalau pencuri, dia akan menghajar dengan stik golf dan wushu miliknya.

Tao mendekati dapur dan menatap sekitar. Perasaan lega langsung saja datang dan menghinggapinya. Kucing yang kelaparan. Pikirnya.

Tao mengambilkan susu di kulkas, dan langsung menyiapannya untuk si kucing. Saat susu itu sudah diletakkan untuk si kucing, kucing itu mendesis tajam dan langsung keluar dari dapur itu. Tao kaget.

Tao berdiri dari posisi jongkok dan menghadap.

Betapa kagetnya dia menemukan sepasang tangan menyentuh bahunya.

"Hello, panda." Ucapnya dengan seringai wajahnya. Dia tahu, siapa ini. Ini..

"Kris…ge..? a..apa yang kau lakukan disini?!" tanya Tao kaget. Ini aneh…sejak kapan..?

"Tao…" bisik Kris. "Aku butuh bantuanmu.." ucap Kris. Tao diam. Matanya tak lepas dari wajah tampan Kris. Hei, sejak kapan mata Kris berwarna merah, eoh?

"A..apa? bantuan apa?" tanya Tao sedikit takut. Kris menyeringai.

KRIS MEMELUKNYA!

"Y…YA! K..Kris-ge!"

"Aku butuh..aku membutuhkanmu...tolong aku panda.." bisik Kris. Tao merasakan bahunya agak basah. Tao membalas pelukan Kris.

"Hum~ aku mau membantumu..bantu apa ge?" tanya Tao yang menghirup aroma tubuh namja yang lebih tinggi darinya itu.

"Aku..membutuhkan sedikit cairanmu.."

.

.

.

.

.

Kris membawa Tao kekamarnya dan langsung menindihnya. Kris melumat bibir Tao dengan agak kasar. Kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri untuk lebih merasakan nikmatnya bibir Tao.

Sedangkan kedua tangannya masuk ke dalam celana Tao dan mengocok kejantanan Tao yang sudah menegang.

"Ngh…~ ah~ oh~ gege~ ah~" Tao mendesah nikmat. Kini, Tao terlihat sudah tak mengenakan celana lagi, namun masih mengenakan t-shirtnya.

Kris mengangkat tubuh Tao dan menundukkannya. Kris dengan cepat langsung membuka celana Tao dan membuangnya asal. Mata Kris disuguhkan pemandangan junior mungil yang terlihat sudah mengeluarkan sedikit cairan di ujungnya. Kris langsung melahapnya tanpa aba-aba.

"AAAAHH~~~"

Kris terlihat menaik turunkan kepalanya dengan tempo yang cukup teratur.

"Ah~ oh~ gegehhh~ ngghhhh~ pphmmm~~" Tao terus menggeliat merasakan kenikmatan ketika juniornya sedang diservis oleh Kris.

Kris begitu menikmati rasa junior Tao. Manis, dan aromanya khas sekali.

"Ah~ Gege~ T..Tao..mhau..AH~!"

CROOOTTT!

Kris langsung meneguk habis cairan Tao.

Ya, ini cukup untuk membangunkan iblis yang tidur di dalamnya.

Tao terlihat sedang menikmati kenikmatan yang sedang menguasai dirinya. Matanya tak sengaja menatap selangkangan Kris yang terlihat..ehem..menonjol.

"Terima kasih, Baby.. I Love you." Ucap Kris yang lalu mengecup dahi Tao.

Saat Kris akan pergi, Tao menahan pergelangan tangan Kris.

"Mau kemana ge?"

"Gege…ada urusan.." ucap Kris. Tao berbisik dibelakang Kris.

"Dengan tonjolan diselangkanganmu itu, ge?" tanya Tao seduktif. Sial, ternyata walau polos, dia bisa berubah se-naughty ini.

"Gege bisa menuntaskannya sendiri." Tao tersenyum kecil. Jemari lentiknya bergerak menggoda menuju selangakn Kris dan mengelusnya pelan.

"Tutup matamu, ge" ucap Tao. Kris menutup matanya.

"Nah, sekarang buka ge." Ucap Tao. Kris berbalik dan menatap Tao. Tatapannya langsung berubah. Kris meneguk liurnya.

Disana, terlihat Tao yang berbaring naked total. Dan lagi, Tao mengangkan kakinya hingga mempertontonkan holenya.

"Masuki..masuki aku ge~" ucap Tao dengan nada seduktif.

Sial, Kris semakin merasa sempit.

Kris menurunkan resletingnya dan mengeluarkan juniornya yang panjang dan gemuk miliknya. Tao meneguk liurnya. Waw..

"Kau menginginkannya, sayang?" tanya Kris. Tao menyeringai sexy dan mengangguk.

Kris mendekatkan juniornya pada Tao, dan Tao langsung melahap junior Kris.

"OH YEAH! SEPERTI ITU! sssshhh! Aaahhh!" Kris mendesah nikmat karena Tao melahap juniornya langsung. Tao bergerak lambat dan terkadang cepat. Kris merasakan miliknya mulai berkedut.

Kris langsung menarik juniornya dari mulut Tao. Tao hanya merengut.

"Aku ingin memasukkannya didalammu." Ucap Kris. Kris melebarkan kaki Tao hingga terlihatlah hole pink cerah milik Tao. Kris menjilat bibirnya.

Kepala Kris turun dan menjilat sedikit area hole Tao.

"Ah~! Gege~! aaaahhh~!" Tao medesah gila karena merasakan kenikmatan ini.

Setelah cukup basah, Kris langsung memasukkan juniornya perlahan. Anehnya, Tap tidak terlalu merasakan sakit. Apa karena jilatan tadi?

Kini, junior Kris sudah tertancap sempurna disana.

"AAAhhhh~~ ge..ge..aaahh..sshh..~" Tao mendesis antara sakit dan nikmat. Kris juga sama saja.

Setelah menunggu tidak terlalu lama, Kris mulai bergerak dengan tempo yang terbilang tidak terlalu cepat.

Setiap hentakan Kris menghasilkan sengatan listrik luar biasa yang menyengat prostat Tao. Tao merasakan pandangannya memutih.

"Sssshhh~ aaahhh~ lebih cepat lagi~ aaahh~ fasterhhh~~ aaaahh~" desahan menggoda Tao semakin mengundang birahi Kris. Kris semakin cepat menggerakkan tubuhnya dan semakin kuat menghentakan segumpal daging kecil bernama prostat milik Tao.

"Yeah~ I am coming~ yeah.. aah~" desah Kris yang mendesah nikmat merasakan kenikmatan pijatan kuat dinding rectum Tao.

CROOOOOTTT!

CROOOOTTT!

Kris mengadahkan kepalanya merasakan kenikmatan ini. Tao menggeliat merasakan hangat tubuhnya akibat sperma Kris yang mengalir jauh masuk kedalam tubuhnya.

"I Love you, sekarang kau milik seorang Kris.."

"Ne…I love you too ge..kau juga milik seorang Huang Zi Tao.." ucap Tao lalu tertidur. Kris tersenyum dan bangkit. Kris langsung mencabut miliknya dan langsung membersihkan kekacauan ini.

Kris merasakan gejolak kekuatannya semakin kuat. wah, kristal neraka yang hebat.

.

.

.

.

.

"Kau tidak harus melakukannya, kau tahu?" tanya Kai yang menyeringai. Ternyata, dia sudah menunggu didepan rumah Tao. Kris tersenyum.

"It's not a problem. Aku sudah menandainya dengan tandaku, itu akan membuatnya dijauhi oleh iblis lain..dan lagipula, dia sudah menjadi pacarku. Khekhekhe." Ucap Kris yang terkekeh licik.

"Dasar pengambil kesempatan dalam kesempitan. Harusnya kau cukup mengambil sedikit sari namja itu untuk iblis kuat tapi mesum yang ada di kristal itu, kau tahu?" kekeh Kai kemudian. Kris mengangkat bahunya.

"Yah, terserahlah."

"Hei, besok…kita sudah mulai harus melatih kekuatan kita.." ucap Kai. Kris mengangguk.

"Ya, besok…."

.

.

.

.

Pagi hari yang agak mendung, Chen terlihat sedang berkeliling kota kali ini. Senyum pada bibirnya yang tipis terus terukir. Wajahnya terlihat lembut.

Siapa sangka kalau dia adalah makhluk neraka?

Chen terlihat duduk disebuah taman sambil menikmati pemandangan pagi itu. matanya tertuju pada seorang namja yang terlihat sedang duduk sambil bermain gitar, sepertinya dia seorang penyanyi jalanan.

Suaranya sebenarnya tidak terlalu buruk. Chen menatapnya.

Wajahnya manis sekali. Tubuhnya tidak tinggi, kulitnya putih, pipinya chibby dengan matanya yang besar. Dia begitu menggemaskan.

Dia bermain gitar sambil bernyanyi. Chen berdiri dan mendekatinya. Chen semakin kagum dengan wajah manis itu.

"Maaf…aku tidak punya uang.." ucap Chen. Namja itu tersenyum.

"Gwaenchanayo~" ucapnya lalu menyetel gitarnya lagi. Hey, kalau dari stylenya, dia bukanlah orang dalam golongan susah ekonomi. Kenapa menyanyi sebagai penyanyi jalanan?

"Bagaimana aku membantumu? Aku yang menyanyi, kau yang bermain gitar?" tanya Chen. Namja manis itu mengangguk.

.

.

Hao xiang shen me dou bu dong de yi ge hai zi yi yang chun zhen
Chong sheng na ge mei li de shun jian
Shuang yan bi shang ye zheng kei Hai pa ze yi qie zhi xi meng
Liu lian Wo jiu zhen cheng zhan zai ni mian qian Ke wang de dao ni shi xian
zhi xi xiang he ni yi qi zou Liang ge ren yong tong yang de bu diao xie zou
yi ci jiu zu gou

Chen membawakan lagu berbahasa China. Suaranya mengalun begitu indah. Sepertinya Chen mengeluarkan sedikit kemampuan bernyanyi surganya untuk membawakan lagu yang dia pelajari dari MP3 player milik Luhan.

Semua orang yang ada disana mendekati mereka dan mengerumuni keduanya. Semua orang menyentuh dadanya merasakan lagu indah milik sebuah Boy grup EXo berjudul Angel itu dibawakan oleh seorang pria bersuara emas.

Dang wo cheng zou zhe feng Zai ni shi jie jiang lou
Bai se de feng Zai ni shen bian huan eao zhe
Ni wen wo lai ze na li Xiao zhe hui da xu mi mi
zhi yao shi ni he wo Yi qi zou xia qu
Tian tang zai sui shi he sui di

Semuanya terhanyut mendengarkan suara Chen yang menurut mereka begitu indah.

Chen menyudahi lagunya, dan langsung mendapatkan tepukan dan sorakan yang sangat meriah.

Xiu Min langsung mengambil tasnya dan langsung berkeliling. Sejumlah uang langsung diterimanya. Setlah itu, keduanya memutuskan menjauh dari tempatitu. Meskipun banyak yang ingin mendengar lagi suara Chen yang luar biasa merdu.

.

.

.

"Jadi…namamu Min Seok?" tanya Chen. Keduanya sedang duduk dibangku taman dan menikmati Hamburger dan orange jeruk hasil traktiran Minseok a.k.a Xiumin.

Xiumin adalah namja keturunan Chinese-Korea. Dia adalah anak dari seorang pegawai biasa. Ibunya seorang pemilik toko pakaian dan Laundry.

Sebenarnya, Xiu Min atau Min Seok ini tak pernah kekurangan. Tetapi ada alasan kenapa dia ingin mengamen hari ini.

"Mau temani aku, Chen?" tanya Xiu Min. Chen mengangguk. Keduanya berjalan menuju sebuah kotak pos.

Ternyata, Xiu Min ingin menyumbangkan uang itu untuk sebuah panti di China. Chen diam melihatnya.

"Aku ingin, uang ini bermanfaat." Ucap Xiumin. Chen tersenyum

.

.

.

.

Sementara itu, terlihat sosok seorang pria yang sedang membaca sebuah buku.

"Sialan..kenapa jumlah mereka membanyak..?" tanya seorang namja yang bernama Yunho.

"Aku akan segera menuntaskan ini semua."

.

.

.

TBC

.

.

Kakkakakakkakkk~~ no bacotlah saya.

Just review~

No flame, no bash, no siders and no plagiat :p