BaekHanSoo POV

Baru saja Baekhyun tiba di kelas, Luhan dan Kyungsoo langsung menarik lengan Baekhyun untuk duduk di hadapan kedua sahabatnya tersebut.

"Ada apa dengan kalian?" Bingung Baekhyun menatap kedua sahabatnya yang menatapnya intens.

"Oh my...yak Byun Baekhyun, kau tahu bukan arti seorang sahabat." Timpal Luhan gemas.

"Ne! Lalu?" Dengan lugu Baekhyun kembali bertanya.

"Kyung, sepertinya kau saja yang bertanya. Jangan sampai anak ini aku telan hidup-hidup." Ucap Luhan membuat Baekhyun tertegun.

"Baekie~ nae chingu yang mungil, apa kabar dengan harimu semalam?" Dengan sangat manis Kyungsoo bertanya.

"Aku tidur sangat lelap!" Jawab Baekhyun.

"Aisshh...YAK! Maksud kami, apa jawabanmu untuk Chanyeol? Kau menerima atau menolaknya?" Timpal Luhan sudah tak sabar.

"Ahhh...itu~!" Kekeh Baekhyun membuat kedua sahabatnya memutar bola malas.

"Aku..."

ChanHunKai POV

"Dia menerimaku~!" Seru Chanyeol membuat KaiHun terkejut dengan kedatangannya.

"Mwo? Dia menerimamu?" Kompak KaiHun beranjak duduk.

"Ne! Dan kau benar Sehun-ah, sebenarnya dia bersikap malu karena menyukaiku." Lanjut Chanyeol.

"Apa alasannya dia menerimamu?" Tanya Kai.

"Tidak ada alasan! Karena dia menerimaku apa adanya." Jawab Chanyeol.

"Omo...sejak kapan anak itu berbicara manis? Ckckck..." Pikir Sehun.

"Kalau begitu traktir kami semua!" Pinta Kai.

"Mwo?" Kejut Chanyeol.

"Ne, karena kami sudah berhasil membuat kalian sebagai sepasang kekasih. Dan tidak ada salahnya jika kau mentraktir kami." Celoteh Sehun.

"Aku tidak mempunyai uang banyak. Kalian pun sudah tahu jika aku kuliah dengan beasiswa." Balas Chanyeol.

"Kalau begitu Baekhyun yang mentraktir kami~!" Seru Kai.

"Kka...kita hampiri para gadis-gadis itu!" Sambung Sehun menarik Kai.

"Yak jjakaman~!" Timpal Chanyeol mengikuti kedua namja itu.

Author POV

Kai dan Sehun terus melangkah cepat menuju kelas kekasihnya.

Tepat saat mereka tiba di depan pintu kelas, Baekhyun, Kyungsoo, dan Luhan sudah siap untuk pulang.

"Waeyo?" Tanya Luhan.

"Kita hanya ingin minta tagihan pada Baeki kita ini~!" Seru Kai mencolek dagu Baekhyun.

"Yak! Jangan colek wajahku. Oh my...aku tidak ingin kulit putih mulusku ini menjadi arang sepertimu." Timpal Baekhyun.

"Tagihan apa?" Tanya Baekhyun.

"Tentu saja mentraktir kami semua~!" Jawab Sehun semangat.

"Ne, merayakan ChanBaek yang akhirnya resmi sebagai sepasang kekasih..." Sambung Kai.

"Yak! Aissh...kenapa kalian meminta padanya." Timpal Chanyeol datang dengan nafas terengah.

"Kau sedang marathon?" Tanya Kyungsoo.

"Aku ingin mencegah dua jentik nyamuk ini menghampiri Baekhyun." Jawab Chanyeol.

"Aisshh...kau pikir kami ingin menyebarkan virus penyakit?" Protes Sehun.

"Jika kalian ingin aku traktir, tunggulah minggu depan~!" Ucap Chanyeol.

"Jangan minta hal ini pada kekasihku." Lanjut Chanyeol.

"Omo...gentleman~!" Puji Luhan.

"Ahh...tidak masalah, biarkan aku yang teraktir mereka!" Seru Baekhyun.

"Tapi aku malu dengan diriku Baek~! Aku adalah namjachingu mu, tapi hanya kau yang mentraktir mereka." Protes Chanyeol.

"Tenanglah! Aku tahu tempat makanan untuk kita semua." Jelas Baekhyun.

"Jinjja? Ahh...kka~" Seru Kai.

Sehun pun menarik lengan Luhan, begitu juga dengan Kai menarik lengan Kyungsoo. Sementara Chanyeol terdiam sejenak.

"Sudahlah jangan malu seperti ini! Aku sudah terbiasa dengan mereka dalam hal seperti ini." Jelas Baekhyun pada Chanyeol.

"Kkaja~!" Seru Baekhyun menarik lengan Chanyeol dengan tersenyum manis.

Byun Baekhyun POV

Aku membawa mereka semua ke cafe yang tidak jauh dari tempat kuliah.

Tiba di cafe, mereka segera mengambil tempat duduk.

"Kalian tunggu disini, biarkan aku yang memesannya!" Ujarku segera memesan makanan.

Selesai memesan, aku kembali pada mereka semua.

"Apa yang kau pesan?" Tanya Luhan.

"Ramen!" Jawabku singkat.

"Hanya itu?" Kejut KaiHun.

"Lihatlah nanti~!" Seruku menahan tawa.

Beberapa menit kemudian, seorang pelayan datang membawa 3 mangkuk besar untuk kami. Ku lihat, mereka semua terkejut melihat ramen dengan porsi mangkuk besar ini.

"Kalian harus menghabiskannya dalam waktu 5 menit." Ujar si pelayan.

"Mwo? Kenapa harus ada perhitungannya?" Kejut Sehun.

"Karena jika kita menang, kita akan mendapat tiket ke pulau jeju gratis~!" Jelasku tersenyum lebar.

"Jadi kau mentraktir kami dengan hal seperti ini? Aiissh..." Protes Kai.

"Ramen ini pun aku bayar setengahnya jika ikut dalam kompetisi ini. Jangan banyak bicara makanlah kalian! Dan ini hanya untuk para namjachingu~" Jelasku kembali.

"Fighting~! Ini demi tiket gratis..." Seru Kyungsoo.

"Gurae, kita mulai perhitungan waktunya!" Ucap si pelayan.

Aku, Luhan, dan Kyungsoo hanya terkekeh kecil melihat para namja ini menghabiskan ramen pedas ini. Sesekali kami menghapus keringat masing-masing namjachingu kami.

"Darimana kau tahu soal ini?" Tanya Kyungsoo.

"Sudah satu minggu yang lalu. Tapi aku malas untuk memberitahu pada kalian. Dan sekaranglah waktu yang tepat." Jelasku.

"Kalian harus berhasil~!" Seru Luhan.

"Omo...berapa karung cabe yang di masukan ke ramen ini?" Gerutu Kai.

"Ramen neraka!" Sambung Sehun.

"Makanlah! Bukankah ini traktir untuk kalian?" Goda Chanyeol terkekeh disela makannya.

Skip Time

"Ini tiket gratis untuk kalian yang berpasangan. Selamat~" Seru si pelayan memberi 3 tiket gratis tersebut.

"Woaahh...kalian hebat!" Kompak ku bersama Luhan dan Kyungsoo.

"Ckckkc...lihatlah bibir kami memerah panas seperti ini!" Gerutu Sehun mengerucutkan bibirnya.

Chup~

Oh my...Luhan ingatlah tempat! Anak ini tidak pernah malu untuk melakukan kemesraan di depan umum.

"Sudah hilang bukan pedasnya?" Goda Luhan tersenyum manis.

"Omo...baby Soo~ aku pun pedas..." Seru Kai mulai bermanja pada pororo-nya.

Chup~

Aku benar-benar tidak percaya dengan kedua pasangan ini. Seketika aku dan Chanyeol melirik satu sama lain dengan canggung.

"Baeki~ kau tidak ingin mengobati bibir itu? Atau aku yang akan mengobati bibir menggoda itu!" Goda Sehun.

"Tidak perlu malu-malu seperti itu! Kalian sudah resmi sebagai sepasang kekasih, jadi tidak ada salahnya berbagi kemesraan dengan kami." Sambung Luhan.

"Ne! Apa kau tidak iri dengan kami? Kau tidak ingin balas dendam dengan kami yang selalu memperlihatkan kemesraan di depanmu?" Goda Kyungsoo.

"Chanyeol-ah, kau tidak ingin memintanya?" Sambung Kai pada Chanyeol.

"Aku--"

Chup~

Belum sempat Chanyeol angkat bicara, dengan cepat aku mengecup bibirnya.

"Sudah bukan? Sebaiknya kita pulang~" Ucapku.

"Ku harap aku bisa melihat kemesaraan ChanBaek lebih lagi..." Gumam Luhan.

Tanpa banyak bicara, aku segera menarik Chanyeol keluar dari cafe dan segera pulang meninggalkan kedua pasangan pervert itu.

Park Chanyeol POV

Tiba di depan gerbang rumah Baekhyun, aku tidak langsung pergi begitu saja.

"Baek~! Kau harus tahu tentang kehidupanku. Maukah kau mendengarnya?"

"Tentu saja! Aku harus tahu itu."

"Eummm...aku adalah anak sebatang kara dengan kehidupan sederhana. Aku kuliah dengan beasiswa. Apartement yang ku punya adalah pemberian orang tua dulu."

"Orang tua ku sudah tiada sejak aku menginjak sekolah menengah. Perusahaan bangkrut dan membuat appa meninggal serangan jantung. Seminggu kemudian eomma gantung diri karena stress dengan semua harta benda yang disita bank." Jelasku menahan tangis.

Tiba-tiba Baekhyun memelukku dengan hangat. Ia menepuk lembut punggungku.

"Mulai sekarang kau jangan katakan kalau kau hidup sebatang kara. Karena aku adalah milikmu. Kau tidak sendiri!"

"Dari awal aku sudah katakan jika aku menerimamu apa adanya Yeolli~"

"Tapi Baek, aku takut jika aku tidak bisa membahagiakanmu untuk kedepannya."

"Sshhhtt~ jangan bicara seperti itu! Kita akan bahagia jika kita terus bersama dengan orang yang kita cintai." Ujar Baekhyun menempelkan jari telunjuknya pada bibirku.

"Saranghae Baeki~!" Balasku memeluknya dan memendamkan wajah mungil dalam dekapanku.

TBC~