Main Cast: KyuMin
Other Cast : ZhouRy, YeWook, HanChul, KangTeuk...
Disclaimer: Semua Cast milik Tuhan tapi cerita ini milik Author mesum Cupid'Kyumin.
.
.
.
.
Previous Chapter
Tiba-tiba saja, suara Zhoumi menyapa dari belakang. Dan berlari lebih cepat mendekati keduanya.
"Whoahaa...apa yang kalian lakukan? Bermain wife and husbaa—
"Zhoumi hyung, SARANGHAE! Jadilah milikku" Pekik Sungmin tiba-tiba, membuat namja tinggi di depannya mendadak membeku dengan keringat dingin mengucur di seluruh kepalanya. Tak sadarkah Sungmin, apa yang dikatakannya benar-benar akan membakar bocah setan yang tengah menggendongnya. Dan sungguh ia tak ingin menjadi korban di sini.
"M-min, sepertinya kau salah—
"SARANGHAAE HYUNG! KAU! JADILAH MILIKKU! ARRASSEO?!"
"YACKK! LEE SUNGMIN!"
.
.
.
Chapter 12
Breakable Heart
.
.
.
.
.
"JANGAN MEMBENTAKKU!" Sosok mungil itu meradang dan memandang Kyuhyun lebih sengit, seolah benar-benar tak ingin disudutkan dengan bentakan sepihak itu. Bahkan berulang kali Ia menggeliat ingin lepas dari gendongan Kyuhyun,oh ayolah...Mungkin benar Ia terlihat direngkuh dengan perlindungan penuh oleh namja itu, tapi dengan situasi dan tempat seperti ini, tidakkah terlihat begitu memalukan? Meski sebenarnya Kyuhyun patut melakukan semua ini untuknya.
Kyuhyun berdecak, sebelum akhirnya semakin mengikis jarak dengan mata Sungmin, mencoba mencari setitik gugup dari sepasang manik foxy itu. "Katakan sekali lagi" desisnya penuh penekanan.
Sungmin mendadak resah, dan lebih memilih memalingkan wajah ke lain arah namun gagal begitu sebelah tangan Kyuhyun menahan lehernya, membuatnya meringkuk ciut dalam gendongan namja tinggi itu.
Tapi sesaat kemudian Ia menyeringai, dan menarik tengkuk Kyuhyun tanpa peringatan. "BASTARD!" Jerit Sungmin tepat di telinga Kyuhyun, hingga membuat namja tampan itu berjengit pening karna kerasnya lengkingan itu.
"W-WHAT THE HECK!" Umpat Kyuhyun, tak percaya namja mungil dalam rengkuhannya itu benar-benar bisa membuat darahnya serasa mendidih dalam waktu singkat.
"K-kau mengumpat padaku?!" Sungmin menatap lekat, namun hanya wajah stoic penuh emosi yang dilihatnya. Ah sungguh...itu benar-benar menyebalkan. Sungmin hanya ingin mendengar, Ia benar-benar memiliki hati Kyuhyun. Bukan hanya sekedar kata milik saja! Bukankah siapapun bisa mengatakan dengan mudahnya kata 'milikku' itu? bahkan balitapun bisa mengatakannya hanya untuk sebuah mainan bukan? Tapi...
Dirinnya bukan mainan...ataupun manekin pemuas nafsu. Bukan kata milik saja yang diinginkannya paska... di malam itu Ia telah menekan harga dirinya, ibarat...Sungmin benar-benar telah merelakan segalanya untuk Kyuhyun.
"Apa kau melupakan apa yang terjadi semalam?!" Sungmin beralih mencengkeram kerah Kyuhyun kasar.
.
Sementara itu...
"Se-semalam?" Zhoumi mulai membulatkan mata lebar, menerka-nerka kemana arah pembicaraan dua anak di depannya itu. "Apa yang kalian lakukan semalam huh?" gumamnya, masih dengan mengamati dengan seksama.
Hingga tiba-tiba saja...
BUGH
"Apa yang kau lakukan di sini? Dan sedang apa mereka?"
Seorang namja manis tiba-tiba muncul, menghantam telak lengan Zhoumi lalu menunjuk dua sosok di depannya.
"Aissh...berani-beraninya kau—
Zhoumi stagnan seketika, membuat kepalan tangan yang siap melayang ke wajah manis itu...berubah arah menjadi gerakan memutar di atas kepalanya.
"Apa yang kau lakukan?" Henry mengernyit, tak mengerti
"A-ahaha...apa kau tak melihatnya, aku sedang mengumpulkan angin di atas kepalaku, Aisshh gerahnya..." Ucapnya, masih dengan melakukan gerakan anehnya...bahkan semakin terlihat absurd.
"Kau manusia tiang terbodoh, yang pernah kulihat selama hidupku"
"Y-Yya! Jangan memulainya lagi! Dibandingkan dengan itu...apa menurutmu tentang kata 'malam'?" Ujarnya sembari mengelus dagu.
"Apa maksudmu?" Ucap Henry sedikit mendekat.
Zhoumi melirik Kyuhyun dan Sungmin sesaat , lalu mengubah raut jenaka itu menjadi lebih serius. " Apa yang ada dalam pikiranmu, ketika dua remaja terjebak dalam suatu malam, melakukan sesuatu yang tak terlupakan. Kemudian esoknya salah satu yang manis murka...karna sang pemuda melupakan sesuatu yang terjadi di malam itu" Ujar Zhoumi panjang lebar, masih menerka pemikirannya.
"Tsk...tentu saja malam itu keduanya becinta" jawab Henry santai.
"M-mwo? B-bercinta?"
"Uhum...kau tau bukan? Oh ayolah jangan katakan kau tak tau tentang memasukkan 'itu' ke dalam i—
"J-jadi, Kyuhyun dan Sungmin" gagap zhoumi, membuat racauan vulgar Henry terhenti seketika.
"Yack! Apa maksudmu dengan Kyuhyun dan Sungmin hamphh~?!"
"Kau sendiri yang mengatakan mereka bercinta pabbo!" Desis Zhoumi sembari membekap bibir Henry, sebelum namja mungil itu semakin rusuh.
"MWOHMPH?!"
"Jangan berisik, mereka akan mendengarmu!" Desis Zhoumi.
.
.
.
*****KyuMin*****
Kyuhyun menyeringai. "Tentu saja mengingatnya, wajahmu benar-benar merah benderang semalam,bahkan kau berulang kali...'Kyuh...More...please...deeph—
"KYUHYUN! YOU BIG IDIOT!" BUAAGGGHH
Tiba—tiba saja Sungmin menghantam telak rahang Kyuhyun, membuat Kyuhyun hilang keseimbangan hingga rengkuhan lengan itu terlepas.
Sungmin menatap jengkel pemuda yang masih terjengkang itu, sedikit mengusap rembasan bening di sudut mata sembelum akhirnya berlari meninggalkan koridor itu.
"YACKKK! KAU HANYA BERCANDA DENGAN ZHOUMI BUKAN?!"Teriak Kyuhyun gusar.
"SUNGMIN!". Namun percuma...namja mungil itu tetap berlari menjauhinya. Meski nyatanya Ia terlihat terhuyung-huyung, bahkan nyaris terjatuh.
"K-kenapa tiba-tiba anak itu menyerang ku, arh sial" Gumam Kyuhyun sembari memegangi rahangnya. Ia beralih bangkit, berniat mengejar Sungmin yang telah hilang di balik taman.
"Cos' You're the worst, idiot wizard " Celetuk Henry, begitu Kyuhyun mengambil langkah pertama, membuat kedua obsidian itu memicing sengit pada namja berpipi chubby di sampingnya. Siapa yang dipanggil 'wizard' di sini?
"Selfish wizard.." Lagi...urat emosi kembali tergurat di wajah stoicnya, kala Kyuhyun mengambil langkah keduanya. Dan kini Ia mendengar nada sumbang itu dari Zhoumi. Oh sial...tak adakah perumpamaan lain selain kata itu? Bukankah kata 'prince' lebih menggambarkan dirinya dibandingkan panggilan 'wizard'? semengerikan itukah dirinya?
"Unsociable wizard.." Henry kembali berceloteh
"Ah! Brutal wizard...lengkap!" imbuh Zhoumi, Lalu terkikik geli...ketika melihat raut Kyuhyun makin kusut, dan berjalan gusar mendekati keduanya ingin mengamuk...namun tak sempat dan lebih memilih melanjutkan langkahnya atau ia akan benar-benar kehilangan bayangan Sungmin di ujung sana.
.
.
"Aissh aku yakin, mereka pasti sedang—
Gumaman Henry terhenti begitu menyadari sesuatu yang terasa aneh, lalu Ia putuskan untuk menoleh kesamping. Dan benar saja...namja tinggi di sisinya kini tengah memandanginya dengan intens.
"Apa yang kau lihat?" Ucapnya penuh selidik
"Kau manis..." sahut Zhoumi spontan. Membuat Henry membulatkan mata terkejut. Namun tiba-tiba saja Zhoumi membekap bibirnya, dan meracau kacau.
"A-apa yang kukatakan? K-kau melakukan sesuatu padaku hah?" Panik Zhoumi seraya menunjuk-nunjuk Henry.
"Mworrago?! Kau sendiri yang menyebutku 'manis'!" Sungut Henry seraya menyilangkan lengan di dada.
"i-itu karena...karena—Aishhhh!" Desis Zhoumi gusar, Ia benar-benar tak fokus melihat Henry mempoutkan bibir seperti itu, terlalu menggemaskan! membuatnya tak tahan dan...
"Ikut aku!" Serunya sembari menggenggam tangan Henry, lalu menariknya ke sebuah tempat di balik koridor.
"YYAA! Mengapa kau membawaku ke sini, waeyo?!" Seru Henry seraya mengamati ke sekelilingnya.
Sejenak Zhoumi tampan memijit keningnya, lalu menatap namja mungil di depannya dengan resah.
"Tck! bagaimana bisa kau memiliki wajah seperti itu huh?"
Henry mengernyit, pertanyaan itu benar-benar terdengar menggelikan . "W-wajahku? Wae? Ada apa dengan wajahku?"
"Wajahmu membuatku merasa aneh!" ujar Zhoumi
"Kau menyalahkan wajahku?! Kau ingin mengutuk—
"Membuatku tak pernah berhenti memikirkanmu, wajahmu benar-benar aneh...membuatku ingin menyentuhmu bahkan menciummu!" Racau Zhoumi tanpa jeda. Namun dengan wajah yang memerah.
"Me-menciumku"Gumam Henry gemetar
"..."
Hening...
Tak satupun yang mengangkat wajah terlebih bersuara, hanya degup jantung keduanya yang terdengar mendominasi.
Hingga tiba-tiba saja, Henry lebih memilih merambati dinding...bersiap untuk berlari. Entahlah...ucapan namja yang kerap ia panggil manusia tiang itu, benar-benar membuat sesuatu dalam hatinya berdebar tak menentu.
"C-chankkaman Henry...kau ingin ke mana ha—SREEEK
Zhoumi menganga lebar, begitu melihat kemeja Henry terkoyak memperlihatkan sebelah nipplenya.
Nampaknya, karena terlalu gugup...membuat namja mungil itu bertingkah kacau...hingga tanpa sengaja ujung jendela, tersangkut dan merobek kemejanya.
Henry sempat memekik melihatnya, membuatnya bergerak panik ingin melepasnya...namun ...
KREEEKKK
Naas, gerakan cerobohnya makin memperparah situasi, dan membuat kemeja itu robek ada yang bisa dilakukannya lagi, selain menyilangkan tangannya demi menutupi kedua nipplenya.
"J-jangan menatapku" Lirihnya seraya menundukkan wajah malu.
"K-kau..." Zhoumi berjalan gontai mendekati Henry. Lebih dari apapun itu...rasa-rasanya semua seperti memanas, dari ujung kaki bahkan terus merambat hingga ujung kepalanya bagai tersulut dalam sekejap...kala melihat nipple yang kemerahan dan terlihat ranum itu.
"Ku mohon...jangan menatapku"
Semakin parah...suara kecil Henry yang sarat akan malu-malu itu, terdengar begitu lembut di telinganya. Terlebih kedua pipi chubby yang semakin memerah karna tersipu itu...benar-benar membuatnya merasakan demam yang luar biasa. Bahkan, cairan merah mulai meleleh dari lubang hidungnya, Hingga...
"S-so Cuuuutee—
BRUGHHHH
Zhoumi terkapar begitu saja, tepat di hadapan Henry. Sontak membuat namja kecil itu terkejut bukan kepalang.
"Zhoumi!" Serunya , seraya bergerak panik mendekati namja yang mendadak pingsan itu demi merengkuhnya.
"Bagaimana bisa kau mimisan di saat seperti ini hah?" Serunya lagi sambil mengguncang tubuh Zhoumi.
"Kau pingsan? YACKK! Jangan merepotkanku pabbo! IRREONNAYO(bangun)!"
.
.
...KyuMin...
"Zombie..."
"Mau apa kau?!" Ketus Sungmin sembari menyentak tangan Kyuhyun yang hendak menyentuh pipinya.
"Tsk...tersenyumlah" Canda Kyuhyun, masih dengan mengimbangi langkah Sungmin.
"..."
"Seseorang tengah melarikan diri dari jam terakhir, sepertinya akan menjadi hal yang menarik jika aku mengikutinya" Ujar Kyuhyun sambil meniup-niup anak rambut di pelipis kanan Sungmin.
"..."
Hening...
Sungmin lebih memilih, meraih ponsel dalam sakunya lalu mendial nomor siapapun. Barang kali...seseorang bisa diandalkan di saat-saat seperti ini. Terlebih, kedua orang tuanya masih di luar negri. Tentu ini sangat menyulitkannya untuk melarikan diri dari namja dibelakangnya kini. apapun itu...Ia benar-benar tak ingin melihat wajah Kyuhyun barang sedikitpun.
Kyuhyun menghela nafas sesaat, ia tau benar...Sungmin dalam kondisi marah hebat saat ini. Dan sejujurnya Ia cukup menyesal dengan ucapannya di koridor beberapa saat lalu. tapi mau bagaimana lagi...emosi tetaplah emosi.
"Oh ayolah aku hanya bercanda..."
Kyuhyun beralih menghadang Sungmin, hingga dipastikan namja mungil itu tak lagi melangkah gusar seperti sebelumnya, terlebih menghindarinya.
"Aku akan mengantarmu pulang" Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin, membuat jemari mungil itu berhenti berkutat dengan layar ponselnya.
"Tch...mengantarku?! Kau pikir kita ini apa hah?! Menjauh dariku!" Gusar Sungmin seraya mendorong dada Kyuhyun.
"Tentu saja kau milikku"
"Berhenti mengatakan 'milik...milik dan MILIK! apa hanya itu saja yang bisa kau katakan?!"
"Sepertinya...bagian itu sudah membaik. Kau bisa berjalan dengan benar hn?" Gumam Kyuhyun sembari menunjuk-nunjuk butt Sungmin. Tanpa peduli namja mungil di depannya tampak muak karna pembicaraan yang dialihkan itu.
"TAK BISAKAH KAU TUTUP MULUTMU ITU?! DAN BERHENTI MEMBUATKU MARAH CHOO?!" Teriak Sungmin jengkel. Tak tau kah Kyuhyun? Namja itu benar-benar tak peka sama sekali. Dan mengatakan apapun sesuka hatinya sendiri
Kyuhyun memilih diam, sebelum amarah namja cantik itu semakin meledak-ledak. Oh ayolah Ia hanya ingin mencairkan suasana...sebatas itu, tanpa berniat membuat Sungmin makin tersulut seperti itu. Ah...dalam kondisi seperti ini, apapun yang dikatakannya tentu akan selalu salah di mata Sungmin bukan?
"Jangan mengikutiku! Aku ingin pulang!" Gertak Sungmin sembari mengepalkan sebelah tangannya tepat di wajah Kyuhyun.
"Yya! siapa yang menjemputmu?! Apa kau bersama Yesu—
"Benar Yesung! Wae?!" Sungmin beralih haluan, menatap Kyuhyun seraya meremas kuat ponselnya.
"Tch! Jangan kau pikir kau bisa mempermainkanku...Kau milikku Min"
Sungmin meremas surai pirangnya kuat-kuat. "Kau mengatakannya lagi! Terserah!katakan apapun yang kau inginkan! Buat semuanya menjadi milikmu!" Racau Sungmin sembari berjalan menghentak ke tepian jalan. Dan waktu begitu memihaknya...kala sebuah mercy putih tiba tepat di hadapannya. Ah! tak salah beberapa saat lalu Ia menghubungi Heechul.
"Chaggiya...wae irrae eum?" Seorang pria cantik menatap Sungmin cemas, begitu jendela mobil itu terbuka secara perlahan.
"C-chullie uissangnim...bawa aku bersamamu...jebal" Rengek Sungmin seraya menggosok kedua telapak tangan tepat di wajahnya. Berulang kali Ia melirik ke belakang, waspada kalau-kalau Kyuhyun mendengar pembicaraannya dengan Dokter cantik itu.
"Kumohon bawa aku ke rumah sakit dan mengizinkanku bermalam di sana hingga Appa dan Eomma pulang" imbuh Sungmin lagi, berharap pria di dalam mobil itu sedikit memberinya simpati. Jika tidak...Kyuhyun akan kemanapun mengikutinya, walau dirumahnya sendri sekalipun.
"M-mwo?" Heechul membulatkan mata terkejut mendengarnya, lalu mulai menyimpul senyum begitu melihat Kyuhyun berada di belakang namja mungil itu.
"Kalian bertengkar hm?" Terka Heechul mencoba membaca situasi.
"Chullie uissangnim..."Sungmin kembali merengek, kali ini dengan menundukkan kepala lemas, hingga...Heechul benar-benar dibuat menyerah karenanya. Ah Ya Tuhan...Ia tak kan mampu mengelak jika anak semanis itu merengek padanya.
"Cha...lekas masukklah ke mobil" . Ujar Heechul menenangkan, mungkin bukan hal yang salah jika membawa namja mungil itu ke tempat kerjanya.
Sungmin melompat girang mendengarnya, dan secepat mungkin berlari ke dalam mobil...sebelum Kyuhhyun benar-benar kembali menerkamnya.
"Min! Keluarlah!" Seru Kyuhyun sembari berusaha membuka pintu mobil itu, tapi sialnya terkunci.
Sungmin hanya berdengus tak suka, dan lebih memilih memejamkan mata sambil menyilangkan kedua lengan di dada, setidaknya untuk saat ini Ia benar-benar dalam posisi aman. Terlebih...tak akan lagi yang bisa membuat kepalanya serasa meledak. Tidak untuk Kyuhyun...dan semua sikap menyebalkannya itu.
"YACK! Kau tak mendengarku?! Buka pintunya Min!"
"Kyunnie...biarkan Sungmin bersamaku untuk sementara waktu" Bujuk Heechul, mencoba menenangkan Kyuhyun.
"Aku tak butuh ocehanmu!" Sahut Kyuhun sakratis...membuat Heechul diam dengan tenang, menyimpan rasa pedih itu dalam senyumannya.
"MIN! KELUAR!"
Sungmin makin memejamkan matanya erat, tapi semakin Ia memaksa...teriakan namja itu semakin mengusiknya saja. Membuatnya, sedikit membuka jendela mobil itu dengan gusar.
"KAU TAK BERHAK MEMERINTAHKU!" Teriak Sungmin.
"Tentu saja berhak, karna kau mili—...ka-karena kau—
"Bahkan aku tak tau, perasaanmu sebenarnya..." Sergah Sungmin cepat, Ia menatap Kyuhyun sesaat...sebelum akhirnya memalingkan wajah. "J-jeossonghamnida, tapi...bisakah kita pergi sekarang Chullie uissangnim?"
Heechul tersenyum lembut, "Kyunnie...sampai bertemu di rumah nanti, arrachi?" Ujarnya sembari melajukan mercy putih itu dengan perlahan.
"Aiishh...tak bisakah kau menyerah dan menjadi kelinci manisku Min!?" Gusar Kyuhyun seraya menendang batuan krikil di bawahnya. Tak habis pikir...Sungmin begitu keras kepala terhadapnya.
.
.
.
Hospital.
"Ada hal lain lagi yang harus saya lakukan Seonsaengnim?" Ujar seorang namja ulzzang yang sedari tadi mengikuti sosok ramping di depannya.
"Cukup untuk hari ini, kau sudah melakukan banyak hal untukku Taehyungie. Cha...kau bisa pulang sekarang" Ucap Heechul seraya mengacak surai hitam bocah yang menjadi asistennya itu.
"Ah nde...khamsahamnida Seonsangenim"
"Uhm..chalgaa" Heechul sedikit menyimpul senyum sebelum akhirnya melipat stetoskop dan melesakkannya ke dalam saku jas medisnya. Ia beralih melangkah menuju ruang kerjanya dan berdecak lirih, begitu mengingat satu hal.
Sungmin masih di dalam ruang kerjanya, dan lebih dari 4 jam Ia meninggalkannya di sana. sungguh...pekerjaannya yang penat, benar-benar membuatnya lalai, bahkan sepertinya anak itu melewatkan makan malamnya.
"Ah apa yang telah kulakukan?" Gumamnya pada dirinya sendiri, Ia begitu tergesa membuka pintu ruangannya, dan mendadak membulatkan mata lebar kala pintu itu benar-benar terbuka.
Dan di sanalah bocah manis itu mengejutkannya, meringkuk bulat di bawah sofanya. Apa yang terjadi? Bagaimana mungkin Sungmin berada di bawah seperti itu? Apapun itu...Ia benar-benar panik saat ini, dan tak ingin sesuatu yang buruk dialami bocah menggemaskan itu.
"M-min...Sungmin~ah" Heechul merengkuh cepat bahu Sungmin, membuatnya sedikit terduduk dan menepuk-nepuk pipi chubbynya.
"Nggg~..."
Dan benar saja, Sungmin terlihat mengerjap berkali-kali lalu membelalak lebar begitu menyadari wajah panik Heechul. "C-chullie Uisangnim—AHTT!" Sungmin mendadak memekik sakit sambil menggosok-gosok buttnya.
"W-wae irrae? Kau sakit? Eoddi?" Heechul makin panik, dan begitu gugup menelisik pakaian Sungmin demi menemukan bagian tubuh Sungmin yang sakit.
"A-aku sepertinya terjatuh dari sofa,hanya itu" Sergah Sungmin cepat seraya menahan tangan Heechul, sebelum Dokter cantik itu melucuti semua pakaiannya.
"Mwoo?"
Sungmin meringis dan mengangguk meyakinkan, Ia memang terjatuh dari sofa dan hell yeah...buttnya benar-benar sakit bukan main. Tentu perbuatan Kyuhyun semalam yang membuat rasa sakit itu makin menggila. Dan Ia tak ingin jika sampai Heechul mengetahuinya.
Heechul hanya mengulum senyum, entahlah Ia harus terbahak ataukah turut menangis melihat wajah memelas itu. "Jjeongmalyo?" Tanya Heechul lagi memastikan.
Sungmin mengangguk gugup. Dan lebih memilih merambati sofa dan duduk semanis mungkin. "Bolehkah aku melanjutkan tidurku lagi Uissangnim?" Ujarnya sambil menguap kecil. Namun diam-diam Ia mulai menyadari ada yang berubah dari paras cantik pria di hadapannya itu.
Heechul menghela nafas pelan melihatnya. Lalu beralih meraih mantel miliknya di sisi sofa. "Tentu...ini akan menghangatkanmu" Ucapnya sembari menutupi tubuh Sungmin dengan mantelnya, dan menariknya hingga sebatas leher namja mungil itu.
Tak ada celoteh apapun, Sungmin lebih memilih memejamkan mata dan memposisikan tidurnya senyaman mungkin, bagaimanapun...apa yang terjadi semalam bersama Kyuhyun, lebih dari cukup membuatnya lelah bukan main. Tak hanya bagian 'itu' yang berkedut panas...seluruh persendian tubuhnyapun rasa-rasanya telah mati rasa. Andai saja Ia bisa menjerit pada Heechul dan merengek segala macam pereda rasa sakit, tentu sudah Sungmin lakukan semenjak tadi. Tapi mustahil ia lakukan...sekali lagi, itu bukanlah hal yang patut untuk diulas secara lugas. Sungmin terlalu dini untuk mengalami hal semacam itu...terlebih Heechul Ibu Kyuhyun. Apa yang akan dikatakannya kelak, jika pria itu tau hal macam apa yang telah dilakukannya bersama Putra kesayangannya itu.
'Kyu! I'll kill you for sure!' Umpatnya dalam hati, sembari memejamkan mata erat.
.
.
.
Sementara itu
BRAKKK
"Uhuk!"
Hangeng tampak tersedak kopi dan terbatuk-batuk, begitu seseorang membanting kasar pintu kulkas di seberangnya. Lalu memijit kening pening, saat menoleh ke samping dan melihat di sanalah putra semata wayangnya tengah menendang lemari pendingin berukuran besar itu.
"Kyu! Apa masalahmu dengan APPA ha—
"Kapan Heechul pulang?!" Sergah Kyuhyun menyela seruan jengkel Ayahnya.
Hangeng yang semula menggulung koran dan siap dihempaskanya dikepala Putranya itu, mendadak luluh dan beralih merangkul pundak Kyuhyun. Apapun itu, Ia benar-benar merasa ada yang berbeda dari Kyuhyun...semacam, firasat jika Putra tunggalnya itu telah menerima keberadaan Heechul. Bukankah reaksi Kyuhyun beberapa saat yang lalu menunjukkan Ia tak lagi sabar untuk bertemu dengan Heechul?
"Yyyaaa...apa ini semacam lampu hijau untuk Appa?" Tanya Hangeng seraya menaik turunkan alisnya.
"Apa maksudmu?!"
Hangeng terkekeh pelan, oh sungguh hatinya benar-benar serasa membesar kali ini. "Appa tau...kau merindukannya, tapi bisakah kau memanggilnya sedikit lebih sopan hm? Seperti... Eomma mungkin?" Ucapnya riang, dengan kedua garis mata nyaris hilang karna senyum yang makin trekembang lebar itu.
Kyuhyun hanya berdecak, menyimpan rapat-rapat umpatan kasar dalam bibirnya. Baginya...Tak ada celah sedikitpun untuk pria bernama Heechul , lebih-lebih jika harus memanggilnya 'Eomma'. Meski benar Ayahnya tak lama lagi akan memelihara penghancur itu di dalam rumah ini. Geram Kyuhun dalam hati.
"Siapa yang merindukannya Hah?!"
"Eeeyyy...tak perlu sungkan, ini hanya antara kau dan Appa" ujar Hangeng lagi,penuh dengan asumsi sepihaknya. Tanpa tau...urat jengkel makin tergurat di wajah Kyuhyun.
Sesaat kemudian Hangeng melirik arlojinya dan menepuk-nepuk bahu Kyuhyun."Ahh...ini hari kamis bukan? Heechul biasanya akan pulang larut malam. Tapi kau tak perlu mencemaskannya, Dia—
"Kunci"
"Mwoo?"
Kyuhyun berdengus kesal, dan lebih memilih menunjuk jendela...tepat pada mercy yang terparkir di depan rumah.
"O...itu mobilku. Waeyo?" Hangeng mengerjap bingung, lalu menatap Kyuhyun dan Mercy itu berulang kali.
"TCK! beri aku kunci mobilmu!" Jelas Kyuhyun sembari menggerak-gerakkan jari telunjuknya, memaksa Ayahnya itu lekas mengerti apa maksudnya.
"Oho? Kau ingin menjemput Heechul? Aigoyaa...tak perlu menjemputnya, biar Appa saja yang melakukannya" Ujar Hangeng seraya menepuk-nepuk saku celananya. Hingga membuat sesuatu bergemricik di dalam sana. Dan Kyuhyun tau...itu memang kunci mobil Hangeng.
"Berikan itu padaku"
"Tidak"Tegas Hangeng, sambil mendorong jidat Kyuhyun dengan telunjuknya, begitu namja tinggi itu memaksa meraih celananya.
"APPA!"
"Aniyoo...Appa tak akan memberikannya, lagipula Appa tak tau apa yang akan kau lakukan jika kau membawa mobil sendiri. Mungkin saja mengunjungi bar atau AH! Ahahahahaha...apa yang kau lakukan ahahahaa" Tawa Hangeng tiba-tiba saja pecah, begitu Kyuhyun memaksa merogoh kunci itu seorang diri. Bahkan hingga keduanya tumbang dan berguling di bawah meja makan.
"Appa tak akan memberikannya, khahaha~ Yack! Kau ingin bergulat dengan appha hah? Kau tak akan menang! Bfuahaa" Racau Hangeng, yakin...dirinya tak akan lengah dari Putranya itu. tapi sepertinya pemikirannya terlalu fatal. Kyuhyun bukan lagi bocah kecilnya yang kerap merengek dan menangis seperti dulu,anak itu benar-benar telah tumbuh dewasa. lihat saja..Dia begitu lihai memasung lengannya bahkan menduduki perutnya dengan mudahnya.
"Tsk! Pak tua gila" desis Kyuhyun lirih, masih terus berusaha mencari kunci mobil itu dalam saku celana ayahnya. Tak peduli meski harus menaiki perut Hangeng hingga demikian.
"Bwahahaha...i-ini geli Kyuu. Ah...aku lebih suka ahahahaha...Chullie yang melakukan ini"
"Geeezz!" Seru Kyuhyun begitu benda bergemricik itu berhasil di dapatkannya. Sementara Hangeng makin terkapar di lantai masih dengan seorang namja tinggi yang menduduki perutnya.
"Aku ka—lah uuhu" Rintih Hangeng seraya menggeleng ke kanan dan ke kiri.
"Looser!" Ujar Kyuhyun sambil melompat dari tubuh ayahnya, dan lari secepat mungkin meninggalkan pria yang masih telentang di lantai dapur itu.
"Yyya...bukankah kau bisa menelfonnya saja jika merindukan Chullie? Ja-ngan bawa lari mobil appaaa" Teriak Hangeng sambil merangkak-rangkak. Tapi percuma...seluruh tubuhnya serasa kram karna Kyuhyun, dan berakhir dengan tengkurap pasrah. "Bo-cah kita...tumbuh sangat baik Chullie"
"Siapa yang merindukan bedebah itu huh?!" Gerutu Kyuhyun sembari menyambar jaket miliknya, yang sebenarnya memenuhi benaknya adalah... lebih pada bagaimana dengan Sungmin saat ini. Yang benar saja Dokter itu membawa Sungmin hingga larut malam seperti ini. Tak taukah Heechul...tubuh Sungmin terlalu ringkih di udara yang begitu dingin.
"Crap!" Umpatnya begitu melajukan mercy hitam itu.
.
.
.
"Haruskah aku memanggil Kyuhyun saja? Ini sudah terlalu larut" Bimbang Heechul seraya membenarkan letak mantel yang menutupi tubuh Sungmin. Ini tak seharusnya terjadi, membiarkan anak manis itu tidur dengan posisi demikian di ruang kerjanya. Tapi Ia tak memiliki waktu untuk mengantarnya pulang, ah...pekerjaan di rumah sakit ini terlalu banyak menyita waktunya.
Heechul beralih meraih ponselnya,barankali masih bisa menghubungi Kyuhyun sebelum anak itu terlanjur tidur.
CKLEK
Namun belum sempat Ia mendial nomor Kyuhyun, Heechul dikejutkan dengan pintu yang terbuka dan seorang namja tinggi melangkah masuk tanpa permisi.
"K-kyu..." Panggil Heechul sedikit tergagap, Ia tersenyum hangat dan begitu tergesa menghampiri Kyuhyun. Cemas kalau-kalau Kyuhyun kedinginan karna udara malam.
"Aku baru saja ingin menelfonmu...dan kau—
"Tck!"
Heechul mendadak bungkam begitu mendengar decakkan sarat akan rasa kesal itu. Ia menunduk dalam...berdalih mungkin memang semua salahnya yang terlalu banyak bicara.
"Kau ingin membawanya pulang?" Tanya Heechul lebih berhati-hati, begitu melihat Kyuhyun tampak mendekati Sungmin dan menatap namja mungil itu lekat-lekat.
"..."
Tak ada sahutan, jangankan bicara...sekedar bertemu pandang saja, enggan Kyuhyun lakukan.
Heechul tersenyum getir, apa yang bisa diharapkannya kini. Seharusnya sedari awal Ia tau...respon Kyuhyun akan sedemikian dinginnya.
"Min...irreona" panggil Kyuhyun pelan, seraya menepuk-nepuk pipi Sungmin.
Namun namja mungil itu hanya mendengung, dan beralih posisi tak ingin diusik.
"Tsk...kau mengabaikanku? irreonayo" Kyuhyun menarik kedua pipi Sungmin berlawanan arah, yakin cara ini akan benar-benar membuat Sungmin terbangun.
"Mmm.."
Tapi percuma, Sungmin hanya menggumam dan kembali tidur. Rasa lelah yang bukan main itu, sepertinya membuat Sungmin lelap begitu beratnya.
"Waktunya pulang Min...kau—
"Unhyun...You Fucking pervert!"
Tiba-tiba saja Sungmin mengigau keras, membuat namja tampan itu reflek membulatkan mata lebar bahkan hingga merunduk mengamati bocah yang masih terlelap itu.
"Unhyun? Dan apa maksud fucking pervert hahh?!" Seru Kyuhyun sambil menangkup pipi Sungmin, berulang kali Ia menghela nafas berat. Tak percaya...Sungmin bisa mengumpat padanya meski dalam kondisi tidur sekalipun.
Heechul hanya terkekeh ... melihat tingkah dua anak di depannya itu, Ia beralih mendekati Kyuhyun dan menepuk bahunya pelan.
"Sssh...jangan berteriak seperti itu. lebih baik angkat Sungmin dan lekas bawa pulang" Ucap Heechul menenangkan.
"Bocah ini baru saja mengumpat padaku...menyebalkan sekali! Bisakah kau menjitak kepalanya sekali saja?" Adu Kyuhyun spontan, sambil menekan-nekan pipi Sungmin dengan telunjuknya.
Heechul terhenyak.
Apa ini?
Tidakkah...Kyuhyun baru saja mengadu padanya?
Seperti...seorang anak yang tengah tak terima,dan merengek perlindungan dari Ibunya.
'Kau baru saja bicara dengan Eomma Kyunnie? Manis sekali' gumam Heechul dalam hati. Tak peduli...sadar atau tidak apa yang telah Kyuhyun ucapkan beberapa saat lalu. yang jelas...hatinya benar-benar menghangat karena ini.
Ia melangkah lebih dekat, lalu menarik kedua lengan Sungmin dengan perlahan hingga membuat namja kecil itu terduduk.
"Lihat...meski aku menariknya seperti ini, Sungmin tak akan bangun. Cha...mendekatlah, dan beri punggungmu"
Sejenak Kyuhyun hanya menatap ragu, Ia benar-benar tak suka...seseorang yang asing seperti Heechul memberinya perintah seperti itu. tapi tak ada alasan untuk menyentak dan merenggag waktu lebih lama, malam telah benar-benar larut. Dan Ia harus secepatnya membawa Sungmin pulang, atau anak itu akan jatuh sakit.
Kyuhyun sedikit berdecak,sebelum akhirnya melangkah mendekat...dan mengikuti apa yang baru saja Heechul sarankan.
.
.
.
"Berhati-hatilah saat mengendarai mobil Appamu arrachi?" Ujar Heechul begitu Kyuhyun beranjak, melangkah menuju pintu utama ruangan itu, tentunya dengan seorang anak yang menggelayut di atas punggungnya.
"Hn..." singkat Kyuhyun, sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan ruangan serba putih itu.
.
.
.
"Sungmin~ah...Kau membuat semuanya semakin mudah, gomapta" Lirih Heechul kala menyibak tirai jendela, dan memandang teduh dua sosok yang tengah memasuki mercy hitam itu. sesekali pula ia terkekeh pelan begitu melihat Kyuhyun tampak gusar bahkan berteriak jengkel, sementara namja kecil dalam rengkuhannya itu, tetap tertidur dengan pulasnya.
.
.
.
Skip Time
"Uhnn..." Sungmin mendengung pelan, begitu merasakan sesuatu tengah merengkuh tubuhnya, terlalu hangat...terlalu membuatnya makin menyusupkan kepalanya ke dalam rengkuhan hangat itu, bahkan mengendus-endus aroma maskulin yang menguar.
"Smells good" Igau Sungmin sambil mengendus dada Kyuhyun. Tanpa tau dirinya kini tengah berada dalam rengkuhan bridal namja tinggi itu.
"Geez...kau baru menyadarinya huh?!" ujar Kyuhyun sembari menutup pintu mobil dengan sebelah kakinya, lalu berjalan perlahan menuju pintu utama rumahnya. Berulang kali Ia berdecak...bahkan dalam kondisi seperti inipun, Sungmin tak juga terbangun. parahnya...namja mungil itu malah menggesek-gesekkan hidung di dadanya. Itu benar-benar terasa panas...dan sejujurnya, sesuatu di bawah sana sedikit menegang karna hal itu.
"Uhm...smells goood"
Lagi, Sungmin kembali menggumam...dan makin menggelayut erat di leher Kyuhyun. Entahlah...aroma maskulin itu benar-benar membuatnya tersenyum cerah dalam tidurnya, ya...Sungmin tengah bermimpi.
"Yack! Bisakah kau tak mengendus dadaku?!" Kesal Kyuhyun seraya menghentikan langkahnya. Dan begitu Sungmin berhentu, Ia kembali berjalan menghentak lalu menapakki anak tangganya.
"H-hisap darahku" Gumam Sungmin, dan sukses membuat Kyuhyun menghela nafas jengah. Seperti inikah Sungmin saat tertidur? Tidakkah anak itu terlalu berisik?
"A-andwaeyo! Gigit aku! Jadikan aku mate mu! Ku mohon Tuan!"
'ctik'
Satu urat emosi kembali tergurat di kening Kyuhyun, begitu mendengar igauan Sungmin untuk ke sekian kalinya. Tangannya nyaris kram karna menggendong tubuh gempal itu, dan Sungmin masih bisa meracau senyaman itu dalam mimpinya.
"Aissh jinjja! Apa yang sedang kau mimpikan idiot?!" teriak Kyuhyun jengkel, bahkan Ia tak segan-segan menendang pintu kamarnya. Tak peduli apa yang dilakukannya akan membangunkan Sungmin. Karna memang itu yang diharapkannya saat ini.
Kyuhyun sedikit menyeringai begitu melihat ranjang king size miliknya, tanpa peringatan Ia melempar tubuh Sungmin ke ranjang hingga terdengar suara debaman ringan. Setelah ini...sudah pasti Sungmin akan terbangun karenannya.
Tapi yang terlihat...
"AH! Tuan vampire! Sa-saranghae! Kajimaaa (don't gooo!)"
Sungmin kembali mengigau, bahkan dengan tangan menggapai-gapai ke atas. Seolah tengah berusaha meraih seseorang di hadapannya.
Membuat Kyuhyun makin meradang melihatnya, dan ia benar-benar kesal di abaikan seperti ini. meski nyatanya Sungmin hanya bermimpi. Tapi tetap saja...ia kesal bukan main. Siapa yang diimpikan Sungmin sebenarnya, bahkan hingga rela digigit –gigit seperti itu.
Sejenak Kyuhyun mengamati namja mungil yang masih tenggelam dalam mimpinya itu, hingga sebuah seringai tajam tersimpul di sudut bibirnya. Ya...baru saja sebuah pemikiran menarik melintas di benaknya. Membuatnya bergerak cepat...melompat dan menindih tubuh mungil di ranjang berukuran king itu.
tak sebatas itu, Kyuhyun pun mulai intens mengendus leher Sungmin...bahkan hingga menjilat dan menggigiti leher namja cantik itu.
"Uh...nnh~ Ah!" Desah Sungmin, begitu merasakan sesuatu yang basah terasa menggelitik dan sedikit perih. Itu benar-benar nikmat...bahkan hingga membuatnya menengadah, membiarkan sensasi itu kian meruam seluruh jengkal lehernya.
"T-tuan vampirh...anghh...ssshh" Desis Sungmin nikmat, begitu visual dalam mimpinya tengah mencumbu basah dada dan perpotongan lehernya.
"Tuan vampir lagi hah?! What the F—
Kyuhyun makin mendidih mendengarnya, igauan Sungmin benar-benar membuatnya jengkel bukan kepalang. Tanpa segan-segan Ia menggigit kasar leher kanan Sungmin, dan—
"AHTTT! Appoooh!"
Sungmin berjengit lalu terbangun seketika. "Siapa kau?!" jeritnya lagi sambil mengerjapkan mata karna silau.
'chupp'
"Kyuhyun cullen" Bisik Kyuhyun tepat setelah mengecup bibir Sungmin.
"Mwooo?! Kyuhyun!" teriak Sungmin histeris, sembari menutup bibir dan beringsut-ingsut menjauhi Kyuhyun.
"Tsk...kau benar-benar bangun kali ini?"
"Mengapa kau menggigitku?! Apa kau pikir ini tak sakit?!" Teriak Sungmin lagi, kali ini dengan mengusap-usap lehernya yang memerah akibat gigitan Kyuhyun beberapa saat lalu.
Kyuhyun hanya berdehem dan kembali mengikis jarak dengan wajah baby face itu. terlalu dekat...hingga membuat Sungmin begitu gugup untuk menarik satu hela nafas saja.
"Kau sendiri yang meminta vampire menggigitmu" Ucap Kyuhyun santai.
Sungmin mengepalkan tangan erat. "Itu mimpiku! Tak perlu menggigitku seperti itu!"
"Ohya?...tapi itu membuat mimpimu lebih nyata bukan? Bahkan kau menikmatinya...akui saja. Dan jangan lupa itu gigitan dariku. Bukan vampire bastard dalam mimpimu itu" kekeh Kyuhyun sembari mengetuk-ngetuk dahi Sungmin dengan telunjuknya.
"Arght! Mengapa kau sangat menyebalkan!?"
"Karena aku hidup" Jawab Kyuhyun cepat. membuat Sungmin makin mengacak surai pirangnya gusar. Demi apapun itu...tak ada yang lebih membuat darahnya mengental hingga ke ubun-ubun, selain bersama namja bernama Kyuhyun itu.
"Tuan vampir apanya huh?...aku seribu kali lebih tampan dari mayat hidup itu!" Gumam Kyuhyun lirih, masih memendam cemburu karna igauan Sungmin. Ia beralih melangkah mendekati almari dan mengambil beberapa potong pakaian dari dalamnya.
"Ganti pakaianmu dengan ini..." Kyuhyun meletakkan kemeja miliknya di pangkuan Sungmin, lalu mengais surai pirang yang acak-acakan itu demi merapikannya.
"Aku tidak mau memakainya!" Ketus Sungmin
Kyuhyun mengernyit tersinggung, dan menatap namja mungil itu tajam. "Oh! Kau ingin aku melepaskannya untukmu? Geurrae! Dengan senang hati"
Sungmin membulatkan mata lebar. "A-andwaeyo! Bukan itu maksudku!" Teriak Sungmin panik seraya menyilangkan kedua lengan di dadanya.
Tapi Kyuhyun hanya meyeringai remeh, dan makin mendekati Sungmin hingga membuat namja mungil itu terdesak di sudut ranjang.
"AH! Aku ingin pakaianku sendiri!" Panik Sungmin, begitu Kyuhyun menangkap kedua pergelangan tangannya, dan membukanya berlawanan.
"Yya! jangan bercanda...aku tak mungkin mengambilnya ke rumahmu"
"Geureumyeon (Kalau begitu), biarkan aku pulang!"
Kyuhyun terkekeh keras. "Pulang?"
Ia beralih meraih jam weakernya dan melemparkannya pada Sungmin. "Kau yakin...pulang?"
Namja mungil itupun stagnan, meremas kuat-kuat benda di tangannya dan merunduk kesal. Begitu tau...ini sudah hampir pukul 1 malam.
"Seharusnya kau tak perlu menjemputku!"
"Tck! terlalu banyak bicara!" Kyuhyun menarik kedua kaki Sungmin, hingga membuat tubuh mungil itu terhempas dan telentang di ranjang.
"Ack! M-mau apa kau?! AH!" Jerit Sungmin, begitu Kyuhyun memaksa melepas kancing kemejanya.
"Berisik!"
"Menyingkir! Perverhmpfth~ Mmmnnh!" Sungmin memekik tertahan, begitu Kyuhyun membungkamnya dengan ciumannya. berulang kali Ia mencoba mendorong dada Kyuhyun, namun semakin payah kala Kyuhyun menyusupkan lidah ke dalam mulutnya, dan memainkan salivanya hingga meleleh dari sudut bibirnya.
"Ahmpfth...Kyuhmph! Mmmphh!" Kedua foxy eyes itu membulat lebar, saat sadar...Tubuhnya serasa terangkat dan kini benar-benar terduduk. Tapi tetap saja...Kyuhyun masih memagut bibirnya begitu dalam, hingga membuatnya terpaksa membuka mulutnya lebih lebar, dan membiarkan namja tampan itu memainkan apapun di dalamnya. Mau bagaimana lagi? Ia benar-benar lemas karna cumbuan yang terlalu menuntut itu.
"Mnh~..." Lenguh Sungmin begitu Kyuhyun melepas pagutannya, menyisakan tautan saliva dari bibir keduanya.
Kyuhyun menyeringai tipis melihat namja mungil itu begitu terengah, Ia benar-benar tak bisa barang sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Sungmin. Ah sungguh...tatapan sayu dan wajah yang semakin memerah itu,membuat Sungmin benar-benar terlihat memikat sekaligus menggemaskan di matanya.
"Selesai..." Bisik Kyuhyun, begitu menyematkan kancing terakhir kemeja yang dikenakan Sungmin."Lepas celana seragammu, atau kau ingin aku melepas celanamu juga hn?"
Sungmin mengangkat cepat wajahnya. "Untuk apa aku melepasnya di hadapanmu?! Bahkan kau tak memiliki celana pengganti untukku!" Seru Sungmin kesal.
"Menyebalkan sekali! Kau tak pernah mengerti dan tak pernah sedikitpun membiarkan hidupku tenang! Bahkan dalam mimpipun kau sangat mengganggu Cho!" Omel Sungmin lagi, demi apapun itu...bukan hanya itu saja yang ingin diluapkannya. Entahlah...Ia merasa Kyuhyun benar-benar tak peka, dan tak pernah mengerti apapun tentang perasaannya.
Kyuhyun menghela nafas berat mendengarnya. Apa yang sebenarnya terjadi pada Sungmin, tidakkah sepanjang hari ini anak itu selalu uring-uringan terhadapnya. Tak hanya di sekolah..bahkan emosi Sungminpun kian meninggi di rumah ini.
"Tsk...kau marah, karna aku menggagalkan pertemuanmu dengan Tuan vampire mu hn?"
"Bukan itu yang ingin ku bicarakan!"
Kyuhyun hanya menatap lekat namja mungil di hadapannya, dan kembali berdecak melihat paras babyface itu semakin mengeras karna emosi.
Ia beralih menyentuh pipi kanan Sungmin, meski berulang kali Sungmin menyentak tangannya...tapi Kyuhyun tetap memaksa, hingga tangan besarnya benar-benar bisa menangkup pipi chubby itu dengan pasnya.
"Ingin marah lagi?"
"Mengapa kau bertanya hah?!" Sungmin mengepalkan tangan erat, tak percaya...Kyuhyun makin menyulut emosinya dengan pertanyaan yang terdengar meremehkan itu.
"Aishh...apa kau pikir aku tak jengkel mendengarmu marah-marah sepanjang hari?! Geurrae...jika itu maumu, kita lanjutkan saja mimpi tuan vampire mu itu! For real!" Seru Kyuhyun sebelum akhirnya, menghempas Sungmin di ranjang, dan menindih telak tubuh mungil itu.. hingga tak menyisakan sekat sedikitpun bagi Sungmin untuk berkutik.
"Ugh~ Apa yang kau—AHTTT! SAKIT PABBO!" Teriak Sungmin histeris begitu tiba-tiba saja Kyuhyun menggigit leher kirinya, dan menghisap kuat bekas gigitan tersebut.
"Agh! Lepas! Saki—it! Kau gila! AHH!" Sungmin berusaha kuat menarik surai Kyuhyun, tapi sia-sia...namja itu begitu beringas menghisap lehernya.
"Tck...darahnya tak keluar, ahh eottohkae?" Gumam Kyuhyun sembari menjilat bekas hickey yang baru saja di buatnya.
"Y-YACKKK! Apa kau berniat benar-benar ingin menghisap darahku?!" Teraik Sungmin jengkel, sembari menutup spot merah matang di lehernya dengan tangannya. Apa-apaan Kyuhyun, namja itu benar-benar tak ada sisi lembut sedikitpun! Semuanya selalu kasar dan tanpa perasaan.
Kyuhyun mengulas smirk tipis. "Tentu saja...aku berperan sebagai Tuan Vampiremu di sini" Jawab Kyuhyun santai seraya memasang wajah inocent miliknya.
Sungmin mengusap kasar wajahnya, bahkan di saat seperti ini Kyuhyun masih sempat menggodanya dengan tampang menyebalkan seperti itu. ia beralih bangkit, ingin melompat dari ranjang terkutuk itu...namun gagal begitu Kyuhyun kembali menindihnya lalu mnegecupi leher dan dadanya yang sedikit terekspose.
"Ahn!...Nnnhh~ Idiot! ah"
Kkkkrruuu...
Dua anak itu seketika stagnan, begitu mendengar suara yang terdengar asing. dan membuat keduaanya saling bertemu pandang.
"Kau lapar?" Tanya Kyuhyun tiba-tiba.
"A-aniyo!" Ketus Sungmin sambil memalingkan wajahnya ke lain arah.
Kyuhyun hanya tersenyum melihatnya, dan beralih mengecup singkat pipi kanan Sungmin.
'Chupp'
"Kajja.." Ucapnya kemudian seraya menarik tangan kanan Sungmin, memaksa namja mungil itu segera bangkit dari ranjangnya.
"E-eodisseo? (kemana?)" gumam Sungmin masih menunduk, menyembunyikan wajah meronanya akibat kecupan singkat Kyuhyun beberapa saat lalu.
"Ikut saja..."
"Ash! Shirreo...kau ingin melakukan hal buruk terhadapku bukan?!" yakin Sungmin sembari menyilangkan kedua tangan di dadanya.
"Tck! selalu berisik!"Kesal Kyuhyun, dan tanpa peringatan Ia mengangkat bridall tubuh mungil itu dan membawanya keluar menuju lantai bawah. Tak peduli Sungmin makin berteriak rusuh karenannya.
.
.
.
"YACK! Kau ingin membawaku kemana?! Turunkan aku! Kyu—
"OKAY! Dan jangan selalu berteriak, karna Appaku sedang tidur di dalam kamar itu!" seru Kyuhyun sembari mendudukkan Sungmin di meja makan lalu menunjuk sebuah ruangan jauh di sebrangnya.
"A-arrasseo.." Lirih Sungmin menciut, sembari meremas-remas ujung kemeja yang dikenakannya.
"Tetap di sini dan jangan kemanapun...selama aku melakukan sesuatu di ujung sana" tegas Kyuhyun lagi, kali ini dengan menunjuk meja pantry di ujung dapur.
"Uhm..." Sungmin mengangguk cepat, entahlah Ia benar-benar merasa ciut dengan cara bicara Kyuhyun yang demikian. Terlebih perutnya sedang kosong, ia tak memiliki tenaga lebih jika harus membalas Kyuhyun.
"Bagus..." Kyuhyun menepuk-nepuk kepala Sungmin, ah ini yang selalu ingin di lihatnya...Sungmin yang patuh dan tak banyak ulah. Manis sekali bukan.
"Sekarang lihat ke atas" Titah Kyuhyun kemudian.
Sesuai keinginannya, Sungmin mengangkat wajahnya dan...
'Chupp'
Namja mungil itu membulatkan mata lebar, begitu mendapat sebuah kecupan di keningnya. Tak ada seringaian bahkan tak ada celoteh menyebalkan yang kerap Kyuhyun lakukan, hanya sebuah sentuhan lembut, dan itu benar-benar membuat wajahnya memerah dalam waktu singkat. Apa ini? Kyuhyun terasa berbeda...dan Sungguh ia menyukai sisi Kyuhyun yang seperti ini.
"Tak perlu terpesona padaku" celetuk Kyuhyun.
"HAHH?!" Sungmin menganga lebar. Sial! Seharusnya Ia tak perlu luluh karna sikap lembut Kyuhyun beberapa saat lalu, lihat saja...belum 15 detik saja, namja itu kembali merenggang urat emosinya, dengan rasa percaya diri yang selangit itu.
Kyuhyun hanya tertawa melihatnya, Ia melenggang santai menuju lemari pendinginnya dan mengambil beberapa bahan yang dibutuhkannya saat ini.
Sementara Sungmin hanya mengerjap, dan memangku dagu dengan sebelah tangannya saat memandang Kyuhyun dari belakang. Hanya perasaannya saja atau memang Ia yang tak pernah menyadarinya, sejak kapan Kyuhyun memiliki postur yang begitu menawan , bahkan punggung itu terlihat lebar dan bidang...ah dan lagi tinggi yang nyaris di atas rata-rata itu—
tidakkah dengan tubuh seperti itu membuat Kyuhyun begitu menjerat siapa saja yang melihatnya?
Belum lagi dengan wajah stoic miliknya itu...
"Ah!" Sungmin menjitak jidatnya sendiri. 'Apa?...apa hah? aku baru saja memujinya?' gumam Sungmin dalam hati.
"Like hell I would!" pekik Sungmin reflek.
.
.
Kyuhyun mengernyit mendengar seruan rusuh di belakangnya, apa lagi yang kini dilakukan Sungmin? Ia hanya mengendikkan bahu dan beralih membawa hidangan yang baru saja selesai dibuatnya.
"Apa yang kau pikirkan hn?" ujar Kyuhyun sembari meletakkan hidangan itu di hadapan Sungmin.
"Apa? Memangnya aku kenapa?" elak Sungmin, sambil memainkan jemarinya sendiri.
"Geezz..." Desah Kyuhyun. "Cha...cepat makanlah, sebelum mendingin. Hanya omelet...tapi kurasa itu cukup mengisi perutmu" lanjut Kyuhyun lagi seraya menuangkan segelas air mineral untuk Sungmin.
"A—?" gagap Sungmin, menatap omelet dan Kyuhyun bergantian.
"Hn?"
"Kau membuat ini untukku?"
"Tsk...memangnya ada orang lain lagi selain dirimu di tempat ini?" jelas Kyuhyun jengah, sambil mendudukkan dirinya di kursi lalu menyilangkan kaki jenjangnya dengan santai.
Sungmin hanya bersungut mendengarnya, dan memegang sendok dan pisau itu dengan malu-malu. Awalnya Ia memang penasaran, untuk apa Kyuhyun membawanya kemari. Tapi kini Ia tau...bahkan membuat sesuatu dalam dadanya kian berdegup tak tentu.
Sementara Kyuhyun hanya mengamati dengan tenang, bagaimana cara namja mungil di hadapannya itu mengambil potongan kecil pertama dan memasukkannya kedalam mulutnya sendiri.
"J-jangan melihatku saat makan" gerutu Sungmin, sambil mengunyah dan memalingkan wajah ke lain arah.
Kyuhyun tersenyum tipis menanggapinya. "Bagaimana?" Tanyanya kemudian.
"Apanya?"
"Tentu saja sesuatu yang kau makan itu.." jelas Kyuhyun seraya memangku dagu dengan kedua tangannya dan menatap Sungmin lekat.
Sungmin menelan lumatan makannannya dengan pelan, lalu memandang Kyuhyun hanya untuk beberapa detik saja. "Lumayan.." singkatnya. Sungmin kembali menunduk dan kembali menyantap omelet itu dengan lahap.
'sial! Ini sangat lezat' ujar Sungmin dalam hati.
"Ha? Hanya itu saja? Kembalikan makanan itu padaku!"
"Mworragoo?! Bukankah kau membuatkan makanan ini untukku?!" Seru Sungmin tak terima.
"Kembalikan ..ppalli!" Titah Kyuhyun lagi sambil menggerakkan telunjukknya, memaksa namja mungil itu menyerahkan hidangan yang baru saja di santapnya.
"Ah andwaeyoo! Makanann ini benar-benar lezat! Jangan mengambilnya! Kau pintar memasak! Jjeongmal!" Kekeuh Sungmin seraya memejamkan mata dan memegangi erat-erat piring di hadapannya. Takut kalau-kalau Kyuhyun mengambilnya.
Kyuhyun terkekeh melihatnya, dan beralih mengelus pipi Sungmin dengan pelan. "Aku hanya bercanda..." ujarnya kemudian.
Blush.
Membuat wajah bulat itu memerah seketika, demi apapun itu...Ia benar-benar malu saat ini. tidakkah itu sama saja,...Ia baru saja mengakui secara terang-terangan kelihaian Kyuhyun?
"K-kau mencoba mempermalukanku?" Lirih Sungmin.
Kyuhyun kembali menghela nafas, dan mengambil alih hidangan Sungmin begitu tau, Sungmin berhenti mengambil potongan makanannya. "Mianhae...bukankah sudah kukatakan, aku hanya bercanda" Ucapnya seraya mengambil satu suapan untuk Sungmin.
Sungmin berdengus, dan menyingkirkan suapan Kyuhyun dari bibirnya. "aku tidak makan!"
"Tck! Ayolah" decak Kyuhyun, memaksa Sungmin untuk segera membuka bibirnya.
"Sudah kubilang, aku tidak ingin makan!" Kekeuh Sungmin, masih terus menghindari suapan Kyuhyun.
"Buka mulutmu...aaaa" bujuk Kyuhyun lagi.
"Menyebalkan! Aku bukan bayi!" Gertak Sungmin jengkel. Namun mendadak menciut,begitu Kyuhyun mengikis jarak terlalu dekat, dan berbisik mengerikan ditelinganya.
"Buka mulutmu, atau...kau ingin aku memaksamu bercinta di sini, hingga Heechul datang dan melihat kegiatan kita hm?"
'Jerk!'
Sungmin mengepalkan tangan kuat-kuat. Iblis itu telah kembali...lihat, ia menyeringai lalu berpura-pura tersenyum bak malaikat dengan wajah palsunya. Demi apa...kedua orang tuanya meninggalkannya bersama namja seperti Kyuhyun.
"Aaaa..."
Sungmin memukul-mukul pahanya sendiri sebagai lampiasan rasa kesalnya, dengan tertekan Ia melahap suapan Kyuhyun dan mengunyahnya setengah hati.
"Ah! bukankah seperti ini lebih baik hm?"
"Ini memalukhan! Shangat memhalukhan!" jerit Sungmin dengan mulut terisi penuh makanan.
"Tsk... makan saja" Tukas Kyuhyun dan kembali mengambil suapan berikutnya.
"Shudah chukup! Aku tak~ mppfth" Sungmin terbelalak lebar, begitu sadar Kyuhyun menciumnya dalam kondisi mulut terisi penuh. Berulang kali Ia memukul-mukul dada Kyuhyun, namun semakin Ia melawan semakin kuat kyuhyun merengkuh rahangnya, bahkan hingga menyusupka lidah ke dalam mulutnya dan memaksanya menelan semua lumatan makanan yang telah bercampur dengan saliva keduanya.
"Mnn~Ahhh...hhhah" Engah Sungmin.
"Haruskah aku melakukan cara seperti ini, agar kau makan dengan tenang? "
Sungmin menunduk dan mengusap kasar bibirnya. Membuat Kyuhyun mengernyit getir melihatnya...apa yang salah? Mengapa Sungmin terlihat begitu tersakiti. Mungkinkah apa yang baru saja dilakukannya terlalu berlebih?
"Min..." panggilnya pelan, seraya menggenggam jemari namja mungil itu.
"..." Namun tak ada jawaban, Sungmin hanya menyentak tangannya dan kembali menunduk.
Membuatnya berdecak tak tahan...dan bergerak cepat merengkuh bahu sempit Sungmin lalu kembali memagut bibirnya tanpa peringatan.
"Mhamph!...mmnh...MMMHH!" Sungmin mendorong kasar dada bidang itu, dan Kyuhyun yang tak seimbang...membuat pagutan itu terlepas dengan mudahnya.
"Mengapa kau selalu menciumku, dan berbuat sesuka hatimu sendiri! Apa semua ini bagian dari candaanmu?!"
BRAKK
Sungmin bangkit berdiri dan berlari menapaki anak tangga menuju kamar Kyuhyun, lalu membanting pintunya keras. Tak peduli...kamar siapa yang digunakannya saat ini. Dirinya benar-benar kacau... dan Ia tak bisa membedakan mana Kyuhyun yang serius atau tengah bercanda. Semua terlihat sama baginya, hanya sebatas 'milik' dan permainan.
"Mengapa? Karna kau kekasihku...apa kau masih tak menyadarinya?" lirih Kyuhyun seraya menatap hampa...hidangan yang masih tersisa seperempatnya saja.
Kyuhyun beralih bangkit lalu berjalan perlahan menuju kamar pribadinya, Kyuhyun tau...Sungmin tengah marah besar terhadapnya. Dan Ia tau...semua butuh kepastian untuk meyakinkan namja cantik itu.
"Min..?" Ujar Kyuhyun saat membuka knop pintu yang tak terkunci itu. sejenak Ia menghela nafas pelan melihat Sungmin berbaring membelakanginya. Ia tau namja mungil itu belum tidur.
Lama keduanya terjebak dalam hening, memaksa Kyuhyun beringsut ke atas ranjangnya..dan berbaring tepat di sisi Sungmin, tapi masih saja namja cantik itu membelakanginya.
Oh sial! Ia benar-benar benci diabaikan seperti ini. tak ada satupun yang bisa mengabaikan keberadaannya. Tapi Sungmin? Hanya anak itu yang bisa membuatnya frustrasi berat.
"Jangan mengabaikanku" Ujar Kyuhyun seraya melingkarkan lengannya, untuk memeluk tubuh mungil itu dari samping.
"..." tak ada respon, membuat Kyuhyun berdecak dan memaksa menyusupkan sebelah tangannya ke dalam kemeja besar Sungmin.
"Y-YACK! Apa yang kau—
"Aku serius terhadapmu" Sergah Kyuhyun cepat, kedua obsidian itupun mendadak redup. Entahlah...jantungnya tiba-tiba saja berdetak liar begitu menghirup aroma tubuh Sungmin, dan membuatnya mencium tengkuk namja mungil itu begitu lama.
"Nnh~..Lepas!"
"Aku tak pernah bermain dengan perasaanku" Bisik Kyuhyun lagi, kali ini dengan mengusap pelan nipple Sungmin.
"A-ahh!...nghh!...apa maksudmu?!"
"Apa kau ingin aku mengatakannya lagi?"
DEG
Sungmin hanya diam, dan makin terkesiap begitu detakkan jantung Kyuhyun terdengar begitu jelas,bahkan rasa-rasanya hingga menembus hingga ke dalam punggungnya.
"A-apa yang terjadi denganmu...nnhh~ ah...ke-keras sekali"
"Kau mendengarnya? Aku tak pernah berdebar seperti ini selain denganmu" Kyuhyun memejamkan matanya dan makin intens menghirup aroma tubuh Sungmin, bahkan sebelah tangannyapun mulai berani menyusup ke dalam celana Sungmin dan menyentuh sesuatu yang terasa lembut di dalam sana.
"A—Akhh...Ah!" Sungmin reflek mendongak, begitu miliknya diremas-remas dengan lembut. Berulang kali Ia mencoba untuk melepaskan diri, namun tubuhnya tak lagi sejalan dengan logikanya...jika Kyuhyun berulang kali mencumbu titik-titik kejutnya seperti ini.
"Uhmm...AH!...ahhh"
"Aku serius terhadapmu Min" Ungkap Kyuhyun lagi, berharap itu benar-benar sampai kepada Sungmin, Ia beralih memainkan nipple dan genital Sungmin bersamaan, membuat namja mungil itu kian menggelinjang dalam rengkuhannya.
"Se-serius kau bilang?! Ahnn...kau—kau hanya bermain ngh~ dengan tubuhku annh!" Ucap Sungmin terbata, sambil berusaha keras melepaskan kedua lengan yang masih melingkar dan mengunci tubuhnya.
Kyuhyun tersenyum kecut, namun tak menghentikan tangannya untuk memanjakan tubuh mungil itu lagi-dan lagi.
"Ini caraku menyampaikan—"
Kyuhyun menggantungkan kalimatnya dan memandang redup tengkuk Sungmin, merasa ragu...mungkinkah mengatakan semua ini, adalah sesuatu yang diinginkannya. Oh sungguh,tak pernah dalam hidupnya Ia merasa terganggu seperti ini, entahlah...Ia sepenuhnya menyadari Sungmin terlalu dalam menjeratnya. Hingga mustahil baginya...melepas namja cantik itu dari rengkuhannya, terlebih jika sampai Sungmin melihat seseorang yang lain selain dirinya.
"Rasa sukaku padamu" Lanjut Kyuhyun lagi.
DEG
Sungmin terhenyak...baru kali ini Ia mendengar Kyuhyun berbicara sedalam ini. "Nnh~..ah! le-lepash! " Namun itu tak semata membuatnya luluh begitu saja.
"Apa kau masih tak menyadari...apa kita ini?"
"..."
Tak ada jawaban...Sungmin lebih memilih berusaha melepaskan diri dari kungkungan itu, membuat Kyuhyun makin kebas melihatnya. Mungkinkah sebenarnya...Sungmin tak pernah memiliki perasaan untuknya? Tidak! Ia begitu yakin...Sungminpun memiliki rasa yang sama seperti dirinya. Apa yang telah keduanya lakukan selama ini. Setiap sentuhan, ciuman bahkan tubuh yang menyatu, tidakkah itu cukup jelas menunjukkan semuanya? Tapi mengapa anak itu hanya diam?
Ia tak mungkin menjadi yang terbodoh di sini. Tidak! Keyakinannya sudah pasti benar...Sungmin menyukainya. Ya! Ia hanya perlu melugaskannya kembali. Dan membuat Sungmin mengerti hubungan keduanya.
"Nae keo hajja (Please be mine)" Bisik Kyuhyun setelahnya.
"Ah! Le—pashkan aku!" Sungmin makin frustasi...tubuhnya benar-benar menegang, dan sesuatu di bawah sana benar-benar serasa menyeruak. Tapi gerakan tangan Kyuhyun yang tak pasti itu...benar-benar menyiksanya untuk orgasme. Sungguh! Ia ingin melepaskan diri dan melakukannya sendiri.
"Saranghae..." Ungkap Kyuhyun lagi,berharap ada jawaban.
"A-Ahtt! Ahh~"
Demi apapun itu...Ia benar-benar tak ingin terlihat mengemis dan menyedihkan seperti ini, tapi Sungmin membuatnya melakukan semua ini.
"Jawab Min" Namja tampan itu beralih menghentikan gerakan tangannya.
"Ngh~ a-appo... hhh...hh"
"..."
Hening.
Kyuhyun tertawa kecut melihatnya, merasa ini adalah final dari perasaan yang selama ini hanyalah sebuah delusi untuknya.
'Ah...jadi seperti ini? aku yang terlalu memaksamu?' batin Kyuhyun, perlahan namun pasti Ia menyingkirkan tangannya dari tubuh Sungmin. Lalu terkekeh pelan, meski nyatanya itu terdengar begitu sesak.
"Aku terlalu yakin...jika kau menyukaiku" Kyuhyun beranjak dari ranjangnya, dan berdiri dengan tangan terkepal kuat di sisi tubuhnya.
"Tanpa tau, perasaanmu yang sebenarnya" Lirih Kyuhyun, menatap getir namja mungil yang masih meringkuk dan terengah-engah di ranjangnya itu.
Ya...Sungmin selalu berusaha lari. Tapi ia menahannya.
Berteriak bahkan menangis, karna memang anak itu benar-benar muak padanya. Mengapa Ia tak pernah menyadarinya?
Bahkan desahan yang kerap memanggil namanya saat Ia menyentuh tubuh itu...bukan berarti, Ia benar-benar memiliki hati Sungmin seutuhnya.
Terlihat pasrah dan tak berdaya...karna memang, tak ada jalan lagi untuk melepaskan diri. Ia terlalu memaksa Sungmin, membuatnya tertekan di setiap harinya.
Ya...Sungmin tertekan. Bukan mencintainya, seperti yang selama ini diyakininya. Bukankah Ia selalu mencari cara agar Sungmin tetap di dekatya. Tak peduli...semua cara itu memuakkan, bahkan semakin membuat Sungmin membencinya.
"Kau membuatku terlihat bodoh...haha kenyataan memang selalu menyakitkan right?" Kekeh Kyuhyun, sembari memutar tubuh membelakangi Sungmin. Ah sungguh...Ia benar-benar merasa remuk saat ini.
"Maaf...aku selalu memaksamu, tidurlah..."
'GREB'
Namun tiba-tiba saja, sebuah tangan dingin menangkap pergelangan tangannya...dan menahannya saat Kyuhyun ingin melangkah pergi.
"Kau hh..hhh idiot atau apa hah?!"
Kyuhyun terbelalak lebar mendengarnya, dan memutar tubuh demi melihat namja yang begitu terengah engah itu. "Min..."
"Membuat tubuhku menjadi seperti ini...berbicara sesuka hatimu lalu meninggalkannya begitu saja. Apa kau gila?! Ini sakit pabbo!..Ah Shit!" Racau Sungmin kacau, dan begitu desperate mengocok genitalnya sendiri. Apapun itu...ia benar-benar ingin klimaks, dan membebaskan rasa nyeri itu secepatnya.
Sejenak Kyuhyun tampak menatap tak percaya,ini benar-benar membuatnya speechless. Tapi sesaat kemudian Ia tersenyum dan melangkah mendekati Sungmin. "That's right"
"Akh sial! Mengapa ini tak keluar juga...ahnnh...cepat keluarlah bodoh!" Jerit Sungmin frustasi sambil meremas dan mengocok kasar genital yang telah memerah itu. berusaha memeras sesuatu di dalamnya, Tapi Sungmin tak bisa...dan berakhir dengan menangis sejadi-jadinya.
"Apa kau keberatan jika aku yang mengeluarkannya?" Bisik Kyuhyun sembari menangkup pipi Sungmin, dan menyeka linangan air mata di pipi chubby itu, dengan ibu jarinya.
"Bukankah itu memang tugasmu?! Ah...ngh" Teriak Sungmin jengkel, namun tak menghentikan air mata yang makin mengalir deras di wajah sembabnya.
Kyuhyun diam terpana melihatnya. Tidakkah anak ini terlalu menggemaskan, dan lagi Ini memanglah Sungmin...selalu berteriak rusuh kapanpun, tak peduli dalam kondisi apapun.
"Cute.." Bisik Kyuhyun sebelum akhirnya, mengecup bibir Sungmin dan melumatnya lembut.
"Hmm...mmnn~" Sungmin memejamkan mata dan beralih mengalungkan kedua lengannya di leher Kyuhyun, begitu namja tampan itu sedikit mendorong tubuhnya dan menindihnya di ranjang.
Perlahan namun pasti, Ia mencoba memberanikan diri menggerakkan bibirnya membalas ciuman Kyuhyun. Sontak itu membuat Kyuhyun terkesiap, tapi sesaat kemudian menyeringai dan makin memperdalam pagutan keduanya.
"Hnn~...ahh..Nnhh" Rintih Sungmin, begitu Kyuhyun melepas tautan bibir keduanya. Berulang kali Ia berusaha menggapai genitalnya sendiri, Tapi gagal begitu Kyuhyun menggenggam tangannya. ah sungguh ia benar-benar tak bisa menahannya lebih lama lagi.
"Bersabarlah..." Bisik Kyuhyun sambil mengecupi perut Sungmin yang telah tersingkap.
"Nnh...Bersabar apanya! Kau...Akhhh~" Sungmin mendesah keras begitu Kyuhyun semakin membawa lidahnya kebawah dan menjilati selangkagannya. Membuat genital mungil dan rektum itu kian berkedut panas.
Kyuhyun bergerak cepat menanggalkan celana Sungmin yang masih tertahan di pahanya, lalu menekuk kaki namja cantik itu...hingga belahan rektum yang memerah itu terekspose sempurna.
"A—Hahhh!" Jerit Sungmin, kala Kyuhyun menjilat penuh rektumnya..bahkan sesekali menusuknya dengan organ kenyal itu. Oh sungguh...ini terasa seperti Kyuhyun kembali menguak luka penetrasi yang dilakukannya semalam. Terlalu perih bahkan terlalu panas.
"I-ini masih sakit..Ahnn~ ku mohon—chupp
Kyuhyun bangkit dan bergerak cepat ke atas untuk mengecup bibir bawah Sungmin. "Arra...aku hanya akan melakukannya dengan jariku" Bisiknya sebelum akhirnya melesakkan satu jari telunjukknya ke dalam rektum Sungmi.
"AAAHHHH!" Hingga membuat namja mungil itu kembali melengking keras dan menghempas tubuhnya sendiri di ranjang. entah bagaimana caranya, Kyuhyun berhasil menekan sweetspotnya hanya dalam sekali tusukan jari saja.
"Ahh~..NNhh...Nghh! AH! K-Kyuhh" Sungmin mendongak hebat, begitu Kyuhyun menggerakkan jarinya keluar masuk. Dan makin menggelinjang liar kala namja tampan itu turut meremas-remas miliknya dengan pelan namun terlalu kuat.
Kyuhyun mendesis, Rektum Sungmin berkedut panas dan menjepit jarinya terlalu ketat. Itu benar-benar sesuatu yang limit untukya, Sial! Miliknya pun turut mengeras hanya dengan merangsang Sungmin seperti ini.
Sesaat Kyuhyun menggeram pelan, berusaha fokus tetap memanjakan Sungmin. Dan beralih mengulum genital mungil di hadapannya, tak peduli Sungmin makin menjerit dibuatnya. Bagaimanapun...ia harus membuat Sungmin klimks secepatnya.
"K-Kyuh!...Ahnn AH!" Sungmin meremas kuat surai coklat Kyuhyun. ini teralu berlebih membuatnya bernafas payah. Kyuhyun begitu kuat menghisap miliknya, bahkan berulang kali menggerat ujung genital itu dengan giginya.
"A- A...AHNN! AAHHHHH!" Sungmin terbelalak lebar dengan tubuh melengkung ke atas...begitu sesuatu yang kental menyeruak cepat ke dalam mulut Kyuhyun.
"Nghh...hhh..hhh" Engah Sungmin, dengan dada kembang kempis.
'Gulp'
Kyuhyun menyeringai usai menelan cairan dalam mulutnya, lalu beralih mendekat dan mengecup lama kening Sungmin.
"kau bisa tidur sekarang?" Bisik Kyuhyun sembari menyingkirkan rambut basah di pipi dan dahi Sungmin.
Namja mungil itu mengangguk pelan. Dan hanya mengerjap, saat Kyuhyun menaikkan selimut sebatas lehernya. Namun tiba-tiba saja Sungmin bangkit dan memegangi ujung kemeja Kyuhyun, begitu sadar...namja tampan itu ingin beranjak pergi.
"K-kau ingin pergi kemana?" Lirih Sungmin seraya menundukkan kepala.
"Tsk...Kau membuatku horny. Aku akan menyelesaikan urusanku di kamar mandi" kekeh Kyuhyun, dan melepas cengkeraman tangan Sungmin secara perlahan.
Namun Sungmin mengelak, dan kembali menahan Kyuhyun dengan memeluk perutnya dari belakang. "J-jika kau ingin...kau bisa melakukannya"
Kyuhyun mengernyit dan memandang Sungmin tak percaya. Dan Kyuhyun sepenuhnya tau maksud dari gumaman namja mungil itu. Tapi Apa Dia sedang bermimpi, Sungmin mengatakan semua hal itu?
"Jangan bercanda... itu masih sakit. Cepatlah tidur..kau—
"Bukankah kau mencintaiku?! Mengapa kau menolak melakukannya?!" Seru Sungmin dengan wajah merah padam, ah demi apa...Ia bisa mengatakan hal memalukan seperti ini.
Kyuhyun semakin mengerjap. Anak ini rupanya serius dengan perkataanya. Ia beralih memutar tubuh menghadap Sungmin dan menyentuh dagunya, hingga membuat namja mungil itu menatap matanya.
"Apa kau yakin? Meski kau tak bisa berjalan selama 3 hari?"Tanya Kyuhyun, sekedar untuk menggoda.
Sungmin meneguk ludah payah mendengarnya. Untuk saat ini saja rektumnya masih terasa sakit, dan mungkin ucapan Kyuhyun ada benarnya jika Ia tetap melakukannya. Sudah pasti itu akan semakin luar biasa sakit. oh ayolah mereka baru melakukannya kemarin malam...bahkan hingga menjelang pagi.
Sungmin menggeleng kasar, lalu tanpa trduga ia menarik kuat tangan Kyuhyun, hingga membuat namja tampan itu hilang keseimbangan dan terhempas di ranjang.
"M-Min.." Namja tampan itu begitu terkejut, melihat Sungmin merangkak naik ke atas tubuhnya dan membuka pengait celananya dengan gemetar.
"Apa yang kau lakukan?"
"Tentu saja...membantumu menyelesaikan ini!" Ketus Sungmin, masih fokus menurunkan zipper celana Kyuhyun.
Kedua foxy eyes itu sontak membulat lebar, begitu organ keras dan besar itu berhasil dikeluarkannya. Oh sungguh...benda itu benar-benar telah menegang sempurna.
Dengan perlahan ia mencoba meraih organ besar itu dan menggengam pangkalnya dengan tangan bergetar.
Jika rektumnya belum bisa menerima genital besar itu, tapi setidaknya Ia bisa memuaskan Kyuhyun dengan mulutnya bukan? Pikir Sungmin seraya mendekat, dan memberi kecupan kecil di ujung kepala penis itu.
"Nn~ jangan memaksakan dirimu, jika—
Terlambat, namja cantik itu telah lebih dulu melahap penisnya. Terlihat kepayahan...begitu Sungmin berusaha memasukkanya lebih dalam, karna memang bibirnya yang mungil tak cukup mampu menampung semua genital berukuran besar itu.
"Uhmpph~" Erang Sungmin, saat merasakan mulutnya semakin pegal.
Kyuhyun beralih bangkit untuk duduk dan menahan kepala Sungmin, tak ingin namja cantik itu tersedak karna gerakannya sendiri. "Pelan-pelan saja" Ucapnya sembari membimbing Sungmin menaik turunkan kepalanya secara perlahan.
"Ssshh..." Desis Kyuhyun nikmat, begitu Sungmin telah mahir melakukan blow jobnya, berulang kali Sungmin mempercepat kocokan tangannya di pangkal penis itu. dan mulai menghisap intens ujung kepala yang telah mengeluarkan precum itu.
"Nik—math Minhh" Desah Kyuhyun lagi seraya meremas lembut surai pirang Sungmin.
"Nghhh..." Sungmin mengerang, saat menyadari organ dalam kulumannya itu semakin berkedut dan bertambah volume. Membuatnya mempercepat gerakan naik turun kepalanya, dan sesekali mencuri nafas dari sela-sela bibirnya.
Namun apa yang dilakukannya...membuat Kyuhyun menggila dan reflek menahan kepala Sungmin, demi menggerakkan pinggulnya keluar masuk, menusuk kerongkongan namja mungil itu. Tak peduli Sungmin membelalak, karna sesak
"Angh! Hnggah! ANHHH!" Erang Sungmin panik, sambil mencakar –cakar tangan Kyuhyun yang menahan kepalanya. Kyuhyun terlalu dalam menghujamkan penisnya hingga membuatnya tersedak...dan Ia benar-benar kesulitan untuk bernafas.
Satu tusukan kuat dan...
"SSSSHHH" Kyuhyun mendesis keras, kala sperma miliknya menyeruak kuat memenuhi perut Sungmin...bahkan karna tak berhasil tertampung, sebagian meleleh tuun hingga leher dada dada Sungmin.
"Uhmp...uhuk...ukhh!" Sungmin terbatuk-batuk parah, membuat sperma kental itu makin meleleh deras dari bibirnya. Apapun itu...Ia benar-benar sesak saat ini.
Kyuhyun terkekeh pelan melihatnya, Ia bergerak cepat merengkuh Sungmin ke atas...dan mencium lembut bibir yang terbuka karna terengah-engah itu.
"Ahhmpftt~" Namja mungil itu tersentak, saat merasakan udara hangat seperti mengisi paru-parunya. Dan makin mengerjapkan mata cepat, begitu sadar Kyuhyun benar-benar meniuopkan nafas melalui ciuman keduanya.
Oh sungguh...bibirnya masih penuh dengan lumuran sperma, tapi bagaimana mungkin Kyuhyun melakukan semua ini?
"Gwaenchana?" Bisik Kyuhyun, seraya menyeka lelehan sperma di sudut bibir Sungmin.
"Uhm.." Sungmin hanya mengangguk pelan, lalu menundukkan wajahnya yang memerah.
"Mengapa kau melakukannya?"
Sungmin mendelik. "Kau bertanya? Bukankah seperti itu salah satu caramu menunjukkan rasa sukamu?!" Gerutu Sungmin, sambil mengalihkan pandangannya. Dan makin bertingkah kacau begitu Kyuhyun tak pernah berhenti menatapnya lekat.
"Lalu kau melakukan caraku, itu berarti kau—
"Bukankah sudah jelas?!" Seru Sungmin terlihat gusar, tapi lebih pada ia tak bisa menutupi rasa tersipu malunya.
Kyuhyun terkekeh pelan melihatnya, Sungmin yang berusaha terlihat tenang namun gagal itu...benar-benar membuat dadanya serasa penuh. Ia merengkuh cepat tubuh mungil itu, membawanya berbaring lalu kembali melumat bibir ranumnya.
Tak ada perlawanan...Sungmin terlihat menikmati cumbuan bibirnya dengan mengalungkan lengannya, dan sesekali membalas pagutannya.
"Katakan lagi" Ucap Sungmin tiba-tiba, ketika Kyuhyun semakin memeluknya erat.
"Apa?"
"Tck! Bukankah kau mengungkapkannya tadi?"
"Aku lelah...biarkan aku tidur" Gumam Kyuhyun sembari memejamkan mata.
"YACK!"
"Saranghae.. Lagi?" Gumam Kyuhyun lagi, sebelum emosi namja mungil itu kembali meledak.
Blush
Sungmin makin melesakkan kepalanya ke dalam pelukan Kyuhyun, diam-diam Ia mulai mengulas senyum.
Dan Kyuhyun dapat melihatnya dengan jelas. Ya...sangat jelas, dan begitu manis.
"Saranghae..."
.
.
.
.
.
Esoknya
Kedua obsidian itu mengerjap cepat, begitu membuka mata...dan namja mungil itu masih tidur begitu lelapnya di atas dadanya. Sempat Ia menerka bagaimana keduanya bisa telanjang seperti itu. dan Ah! Ia baru saja ingat...semalam mereka hanya melakukan foreplay.
Kyuhyun bergerak perkahan, memposisikan tubuh Sungmin senyaman mungkin di tempat tidurnya. Lalu beringsut menuruni ranjang...entahlah Ia merasa butuh mendinginkan kepalanya, sebelum berakhir menyerang Sungmin detik itu juga.
,
,
,
Skip Time
"Hujan?" Kyuhyun memandang keluar jendela...sembari meneguk segelas air mineral yang baru saja diambilnya. Tak biasanya, hujan turun begitu lebatnya...dan bahkan ini masih terlalu pagi, untuk mendapat hari yang sesuram ini.
Ia beralih meletakkan gelasnya, namun pandangannya seketika menajam...begitu melihat sebuah objek terjatuh di bawah meja makan.
"Dompet orang itu.." Ujar Kyuhyun begitu memungut sebuah dompet yang diyakininya milik Heechul, dan benar saja...itu memang dompet milik Heechul, saat Ia membukanya. Dan tersemat foto milik sosok dokter itu di dalamnya. Namun kedua matanya mendadak membulat lebih lebar...saat melihat foto lain di dalamnya.
Ya sebuah foto, di mana Heechul masih terlihat sangat muda. Namun bukan itu yang membuatnya terkejut, melainkan sosok bayi yang tengah direngkuhnya. Sungguh...bayi itu benar-benar terlihat seperti dirinya sewaktu kecil.
"Ah...Kyunnie, kau sudah bangun" Tiba-tiba saja sebuah suara lembut menginterupsi fokusnya, membuatnya terkejut hingga tanpa sengaja menjatuhkan gelas di sisinya.
PRANKKK
"K-kyuhyun!" Panggil Heechul panik, seraya berlari tergesa merengkuh lengan Kyuhyun. takut kalau-kalau namja itu salah melangkah dan menginjak pecahan gelas itu.
Namun balasan yang di dapat...tak selalu sesuai dengan perkiraannya. Tubuh rampingnya kembali terdorong ke belakang begitu Kyuhyun menghempas tangannya.
"Siapa bayi dalam foto ini?!" Cerca Kyuhyun tiba-tiba sambil menunjukkan sebuah potret di tangannya.
Heechul terperanjat hebat. Bagaimana mungkin Kyuhyun mendapatkan foto itu, dan menutup bibir begitu melihat dompetnya tergeletak di meja. Ya Tuhan...apa Ia menjatuhkannya di ruang makan semalam?
"i-itu—
"Siapa hah?!" Seru Kyuhyun, semakin mengeras...apapun itu, Ia tak berharap bayi dalam foto itu adalah dirinya.
Heechul memejamkan mata getir...ia tak mungkin berbohong, jika semua sudah terlanjur seperti ini. Dan jauh dalam lubuk hatinya...Ia memang menginginkan kebenaran itu segera terungkap. Tapi bukan dalam situasi seperti ini.
"Apa kau bisu?!"
DEG
Sakit...terlalu sakit, hingga satu bulir air mata lolos cepat dari mata Heechul
"Ba-bayi itu...kau Kyu" Lirih Heechul, menatap pias sosok yang terlihat berang di hadapannya. Heechul memegangi dadanya, sesuatu kian berdetak cepat melihat Kyuhyun seperti ini. Dan sungguh Ia benar-benar takut.
Kyuhyun tertawa hambar dan meremas kuat-kuat potret itu hingga tak berbentuk. Membuat Heechul meratap pedih dan berusaha meraih foto itu kembali.
"Tidak! Kembalikan foto itu pada Eomma!" Jerit Heechul reflek, hanya itu kenangan yang tertinggal bersama Kyuhyun kecilnya. Ia tak mungkin membiarkan foto itu rusak atau bahkan lenyap begitu saja.
"SHIT! Eoma kau bilang?!" Kyuhyun meradang, dan melangkah geram mendekati sosok ringkih itu untuk mendorongnya menjauh. Tak peduli pecahan gelas...telah mengenai kakinya.
"Kau pikir kau siapa hah?! Bahkan Appa belum menikah denganmu! Kau hanya pelacur yang dipungutnya!" Kyuhyun terus melangkah geram, membuat pecahan kaca itu semakin menusuk dalam kakinya. Demi apapun itu...rasa bencinya makin menjadi, begitu mengingat kematian Yuri.
Ya...Kyuhyun masih meyakini, Heechul penyebab kematian wanita yang begitu dikasihinya itu.
"Kyuu...hentikan! jangan melukai kakimu seperti ini, jangan bergerak ku mohon" Paniknya seraya bersimpuh, demi meraih kaki putranya itu. Ya Tuhan...bagaimana Kyuhyun bisa melakukan semua ini.
BRAK
Kyuhyun mengumpat dan menghentak kasar kakinya, hingga membuat Heechul terjengkang membentur meja makan.
"Kyunnie..."
"Kau pembunuh Eomma!"
Heechul makin terisak dan menggeleng getir, Putranya masih mengira dirinya seorang pembunuh wanita yang bahkan tidak ada hubungan darah sama sekali dengannya.
"Yuri meninggal karena sakitnya, aku tak—
"Simpan semua tangisanmu BITCH!" Kyuhyun mengangkat tangannya, siap menampar namja yang kini terisak rapuh di hadapannya. Namun tiba-tiba saja seorang namja mungil menhadangnya dan...
'PLAKKK'
Ia menatap nanar tangan kanannya, dan begitu panik ingin merengkuh namja yang tersungkur di bawahnya itu.
"M-ming?"
"DIA IBU KANDUNGMU KYU!"
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Next Chap (Chapter berikutnya)
.
.
.
"L-lepaskan aku Hyung!"
"Hanya sekali ini saja Min...ku mohon"
"Ahnn~...Lepas! AHH!"
.
.
.
.
"Kyuhyun! Awas!" Teriak Yesung kalap.
'JLEB'
"Ughh~"
Tapi terlambat, pisau itu...telah lebih dulu menikam perut Kyuhyun...dan membuatnya tumbang dalam waktu singkat.
"YACK! KYUHYUN!"
.
.
.
"DIA PUTRAKU! BIARKAN AKU MELIHAT PUTRAKU!"
.
.
.
hehe Annyeoooong...apa kabar lama tak jumpa...
Saya kembali dengan membawa BH ch 12...mian no edit, banyak typo. ^^
mian belum mau tamat ^^...itu Kyu harus ngakuin emaknya dulu kan...jadi, agak dipanjangin Chapternya ^^
Lama ga muncul, mianhae...lg skripsi.
tpi tetap berusaha meluangkan waktu untuk ff kok.
Chaa,,,,kay gomawoo sudah bersedia menunggu untuk ff yang udah lumutan ini T_T.
mau ff ini dan ff yg lain di lanjut atau tidak?
Kalau iya...Review Neeeee...
Ayo dipilih mana yang mau di up lebih dulu,
Near Dark atau Please Take Care of My Boyfriend?
dan untuk:
Cho Na Na , pumpkinsparkyumin , bunnyblack FLK 136, novanoba, Mingriew-chan, teras fanfiction, hapsarikyuku , dessykyumin , cintakyumin137 , KYUMINTS, TsubakiMing , Eggyuming , coffeewie137 , Princess Kyumin215 , ChanMoody , gorjazsimba, cho hyo woon , Lilin Sarang Kyumin , Chlie hanariunnse , Shin Neul Ra, melsparkyu, Kyumin joyer, ButtCouple137 , Cho Min Hwa , Miettenekomiaw, danhobak, Voice 13Star, Love Kyumin 137, Zen Liu , epildedo , emi mardi , WineMing, kyuminsaranghae , angelicKYUMIN , Myst-girl , nova137 , teukiangle, MalaJaeWook, Phia89 , ChoLee KyuMinie, mYesungie Wife , Karen Kouzuki , JOYmin137 , OhSooYeol, dirakyu, sitara1083, RithaGaemGyu137, namnam15, AreynaSyndrome , Minge-ni, reaRelf, Park Ryeo My , winecoup137, Kim Yong Neul, Cho Minhyun 137 , seo sae na, vey900128, Gyumina, grace grace 9026, novapuspa sari 777, hatakehanahungry ,TifyTiffanyLee , sha nakanishi , ming0101 , hwangpark106, diynazha gint , Yeoja pabbo, stawberry rae, Y , endah kyumin137 , Mingre , bebek , harudh861015 , mio, Elf hana sujuCouple , UnyKMHH , fitriKyuMin , sin30 , dJOYers , LittleHyukie , new kame , zaAra evilkyu , airi tokieda, myFridayyy , sary nayolla, GaemGyu137 , kyuminlovelys, may moon 581, thiafumings , Fani kyuming , Bunbunchan, Alefiction , Big Twins K M S, Cho Yooae, oushi kyu , Reva Kyuminelf , WineShipper , winecouple, Elf KyuMin, luciferhell , stalkyumin , GuiMinXian137 fonami-kyuminelf, Kang Dong Jae, Kitukie, KyuMinformELF, bella joyers, aidaaars , renakim , sissy, kim kyuna, firaagyu , Sriisparkyu , anita ariestamaru, Cho Receel, stevani , mayasiwonest everlastingfriends, lee sunri hyun, pandarkn , chu, Adekyumin joyer , ShinJiWoo920202, Chella-KMS, KMalways89 , abilhikmah, Kyuminsimple, kukyuruyuk, rizkyamel63 , Hanna, Aprilia137, GuiMinXian137, luthfieannha aryhanhiiey , eikiAkishima28 , keyla hb malik , kyuhyunsbitch, retno, kyumin pu , kyuminshipp , Ecung , clouds1489 , uyunt , aey raa kms, babychoi137, Vikyuu, S ELF137 , shineeetha, BabyMing , Dina LuvKyumin, KangMin, mmillo, hakeriouss, leefairy , fariny , kimpichi adjah, rickasanti cucan, lemonade , dan para Guest
Gomawoooooo sudah mereview ch kemarin.
review lagi neee ^^
Annyeong kamshaaaeeee
saranghaeeeeeee
