"I can't hear anything. "
"Just wait~"
"Baby, mungkin itu hanya perasaanmu sa―"
Duk
"OH! THERE! THERE! I CAN HEAR THAT~"
Cho Kyuhyun meringis sambil menahan nyeri di perutnya, sedangkan Choi Siwon kini semakin menempelkan telinganya ke perut buncit istrinya yang sudah memasuki usia kandungan 9 bulan. Sudah sejak 10 menit yang lalu pasangan suami-istri itu duduk santai di sofa besar putih di ruang tengah rumah mereka. Siwon masih saja menempelkan kepalanya di perut sang istri yang masih duduk bersandar di sofa itu.
Oxfordshire sedikit dingin pagi itu. Membuat sepasang suami-istri muda itu lebih memilih menhabiskan waktu di rumah. Lagipula, dengan usia kehamilan Kyuhyun yang sudah diambang kelahiran, membuat Siwon berpikir dua kali untuk mengajak istri manisnya itu keluar.
Duk
"HEI, DIA MENENDANG LAGI!"
Duk duk
"Kau sudah sabar untuk keluar, anakku?"
Kyuhyun hanya terkikik geli melihat tingkah Siwon yang masih asyik mengelus dan menempelkan telinganya di perutnya. Walau terasa agak sakit dan ngilu saat bayi dalam perutnya menendang, namun rasa bahagia di dalam hatinya seakan menghapus semua rasa sakitnya. Ditambah dengan melihat wajah konyol Siwon.
"Ayo, My Baby! Tendang lagi! Daddy ingin merasakan tendanganmu lagi~"
"Ya! Tendang-tendang terus! Kau pikir perutku ini bola apa?!"
Siwon hanya bisa nyengir lebar saat kata-kata pedas Kyuhyun terdengar di telinganya. Namja tampan itu bangkit dari posisinya dan beranjak menuju wajah Kyuhyun dan mencium kening istrinya sekilas.
"I'm sorry, Baby. Aku hanya terlalu bahagia~" ucap Siwon sambil membawa istrinya yang masih cemberut itu ke dalam dekapannya lalu kembali dikecupnya kening pucat istrinya itu dengan lembut. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa membalas pelukan Siwon di lehernya dan membiarkan suaminya itu mengecupi wajahnya.
"Pasti our Baby tangguh sekali, ya?" ucap Kyuhyun sambil menyandarkan kepalanya ke dada Siwon di sampingnya, "Kau tahu, tendangannya kuat sekali. Bahkan tadi malam aku hampir dibuatnya hampir jatuh dari ranjang karena kerasnya tendangannya itu, Wonnie~ Dan kemarin aku hampir saja…"
Siwon hanya bisa tersenyum memperhatikan Kyuhyun yang bercerita penuh semangat di sampingnya. namja tampan itu sesekali memberi tanggapan kecil sambil menikmati ekspresi wajah Kyuhyun yang berubah-ubah saat bercerita. Sungguh menggemaskan.
"…dan kau tahu penjual bunga keliling yang selalu mengobrol sengan Mrs. Eleanor di depan?" tanya Kyuhyun sambil menatap iris kelam di atasnya.
"Hmm, ya?"
"Setiap hari anak itu memberiku bunga. Ada Mawar, Lily, Crysant, dan banyaaak lagi. Lalu Mrs. Eleanor akan…"
Siwon hanya memperhatikan dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya begitu cerita yang tidak begitu didengarnya itu kembali. Entah bagaimana dulu kejadiannya hingga ia bisa menjadi suami seorang namja manis yang sangat dicintainya ini. terlalu rumit dan tak terduga. Bahkan banyak rintangan yang harus ia singkirkan demi menggapai cintanya, Cho Kyuhyun-nya. Dan sekarang ia telah bahagia bersama namja yang paling dicintainya itu, bahkan sebentar lagi dirinya akan dikarunai seorang anak.
"…aku tidak suka saat anjing itu menginjakkan kaki dan masuk ke halaman rumah kita. Kau tahu, anjing jelek itu terus saja merusak bunga-bunga yang selalu aku tanam."
"Baby~" ucap Siwon di sela-sela Kyuhyun yang masih bercerita dengan semangat.
"…Aku dan Hyukjae Hyung juga sangat tidak menyukai anjing. Jaemma juga kukira sepertiku―"
"Baby, Listen to me!"
Kyuhyun menghentikan ceritanya ketika Siwon menangkup wajahnya dan menatap iris coklat karamelnya dengan tatapan serius. Sedangkan Siwon hanya bisa tersenyum tipis.
"Wonnie~"
"Dengar, aku harus kembali ke Korea besok."
Kyuhyun hanya bisa membelalakkan matanya begitu Siwon selesai mengatakan kalimatnya. Dan Siwon, namja tampan itu hanya menatap mata istrinya dengan tatapan bersalah.
"K-kau―"
"Agency memberiku album baru yang harus selesaikan bulan ini, Baby. Aku berjanji akan kembali sebelum―"
Ucapan Siwon terhenti ketika Kyuhyun mulai beranjak dari dadanya dan istrinya manisnya itu memalingkan wajah darinya.
Kyuhyun marah.
"Baby~ Kyunnie~ Listen to me." Ucap Siwon lembut sambil mengarahkan wajah Kyuhyun untuk menatapnya, namun istrinya itu menolaknya. "Just a few days to fixing the album, then I'll comeback soon to see our Baby's birth."
"Gwaenchana. Aku akan menunggumu sampai kau―"
Sret
Kyuhyun hanya bisa pasrah saat Siwon kembali menariknya dalam dekapannya dan memeluknya semakin erat. Suaminya itu mengusap surai ikalnya lembut sambil membelai punggungnya. Sangat nyaman. Hal ini selalu dilakukan Siwon saat dirinya merasa takut atau sedang marah seperti sekarang. Dan jika sudah begini, semuanya akan luluh.
.
.
LOST IN BETWEEN (WONKYU VERSION)
Chapter 10: WELCOME WORLD, BABY~
The remaked fanfic by The Ace Of Spades
Genre: Romance
Rating: T
Cast/Pair: WONKYU slight YUNJAE
Warning: BOYSLOVE, OOC, TYPO, M-PREG
Summary:
Ayah Kyuhyun dan Ibu Siwon akan segera menikah. Mau tidak mau mereka akan menjadi saudara tiri tidak sedarah. Namun, kedua Ayah-Ibu barunya itu berencana mengirimkan mereka kembali ke Korea dan tinggal satu atap, bahkan satu ranjang. 'Newlywed Parents' itu bahkan menyuruh mereka melakukan tindakan yang mustahil… MENIKAH!
DON'T LIKE DON'T READ
BabyWonKyu proudly presents
.
.
Cho Kyuhyun membuka matanya perlahan saat sinar matahari sore memaksa masuk kedalam matanya. Namja manis itu meregangkan kedua tangannya yang terasa kebas karena sejak tadi ia tidur dalam posisi menyamping. Iris coklat karamelnya melebar saat tidak menemukan lengan kekar yang sejak tadi melingkar di pinggangnya. Setelah ditengokkannya ke belakang, ia hanya sendirian di ranjang besar itu.
"Wonnie~"
Perlahan Kyuhyun bangun dan beranjak dari ranjangnya. Sedikit mengernyit saat menahan beban di perutnya dan sedikit terlonjak saat tendangan-tendangan kecil itu tersa di bagian dalam perutnya. Walau terasa ngilu dan tidak nyaman, namja manis itu tersenyum sambil mengelus perutnya yang membuncit.
"Kau sudah sabar ingin keluar, my Baby? Kekeke. Tunggulah sebentar lagi, nak. Jika kau lahir sekarang, kau akan premature, hihihi." Monolognya sambil tersenyum geli menatap perutnya sendiri.
Dengan langkah perlahan, Kyuhyun menyebrangi kamar luas itu dan beranjak menuju keluar. Mencoba mencari dimana suaminya. Namun sudah beberapa tempat seperti dapur, ruang tengah, dan halaman belakang sudah ia tengok dan Siwon tidak ada disana.
"Kemana dia? Apa dia sedang keluar?" ucap Kyuhyun sambil menuju kearah garasi, dan Audi putih itu masih terparkir dengan rapi disana.
Kyuhyun kembali memasuki rumah dan menuju satu-satunya tempat yang biasanya digunakan Siwon untuk menulis lirik atau sekedar mengaransemen lagu. Ruang musik yang terletak di bagian paling belakang rumahnya, berbatasan dengan taman belakang yang indah.
"…aku tahu, Hyung. Tapi pertimbangkanlah! Ini hanya beberapa bulan~"
Samar-samar Kyuhyun bisa mendengar suara Siwon dari dalam ruangan yang pintunya sedikit terbuka itu. Dari celah sempit itu Kyuhyun bisa melihat Siwon sedang berdiri membelakanginya menghadap grand piano besar di depannya. Namja tampan itusedang berbicara dengan seseorang melalui handphone-nya.
"Bisakah aku mengajukan pertukaran jadwal? Bukankah juga banyak yang akan debut tahun ini?"
Walau Siwon berbicara dengan nada dan intonasi yang bisa dibilang pelan, namun Kyuhyun masih tetap bisa mendengarnya. Dan Kyuhyun tahu jelas siapa dan apa yang sedang dibicarakan suaminya itu.
"Jika begitu, aku akan menanggung resikonya. Aku benar-benar tidak bisa kembali sekarang. Istriku sebentar lagi melahirkan dan aku tidak mau meninggalkannya sendiri disini."
Kyuhyun beringsut menghinhar dari posisinya saat Siwon berbalik menghadap pintu. Namja manis itu menyandarkan tubuhnya di dinding tepat di sebelah pintu.
"Ya. Aku tahu, Hyung. Tapi Kyuhyun lebih penting dari album itu bagiku, mianhae~"
"…"
"Aku akan menanggung semua resikonya." Ucap Siwon dengan nada tegas yang masih bisa terdengar lembut itu. Namja tampan itu mengusap wajahnya frustasi.
"Aku bersedia menerima sanksi apapun, karena istri dan anakku adalah yang terpenting saat ini bagiku. Aku akan―"
Grep
Perkataan Siwon terhenti saat dirinya dikejutkan dengan sepasang lengan pucat yang tiba-tiba memeluk pinggangnya dari belakang. Namja tampan itu semakin terkejut ketika mendengar suara isakan kecil di belakang tubuhnya.
Pip
Setelah mematikan sambungan telepon dengan managernya, Siwon berbalik dan segera merengkuh tubuh yang masih saja bergetar karena menahan tangis itu.
"Babykyu~ Apa yang kau lakukan disini, hmm? Mengapa kau terbangun?" tanya Siwon sambil mengusap beberapa tetes air mata di pipi pucat Kyuhyun yang masih menunduk di depannya. "Hey, Kyunnie~ Are you hungry? Let's eat together, hmm?"
Kyuhyun hanya menggeleng cepat sambil berusaha menghapus air matanya yang masih saja mengalir dari kedua matanya. Ia benci menjadi lemah dan cengeng seperti ini. Tapi ia memang tidak bisa menjadi dirinya yang tegar di depan suaminya itu. Sejak ia mangandung, dirinya memang selalu manja dan cenderung meminta perhatian dari Siwon. entahlah, Kyuhyun juga tak mengerti. Permintaan sang bayi sepertinya.
"Baby, mengapa kau menangis seperti ini? Is there somewhere in your body hurt? Apa perlu kita―"
"I'm sorry."
Ucapan Siwon terpotong oleh kalimat lirih itu. Siwon hanya menatap iris caramel yang masih dipenuhi air mata di depannya dengan pandangan tak mengerti.
"Maaf karena telah menjadi begitu egois, Wonnie. Jeongmal mianhae~" ucap Kyuhyun sesaat sebelum Siwon akan mengatakan sesuatu lagi. "Aku tidak akan pernah mencampur-adukkan masalah pribadi kita dengan pekerjaanmu. Kau jangan khawatirkan aku. Kau bisa ke Korea besok, aku tidak apa-apa. Lagipula kata dokter masa kelahirannya masih beberapa minggu lagi, kan? Jadi kau pergi saja, aku akan menunggu disini dan akan menghubungimu saat aku butuh―"
Kalimat panjang Kyuhyun terputus saat ciuman lembut itu jatuh di bibirnya. Hanya sekedar ciuman ringan dan menempelkan bibir dan tak ada lumatan disana. Kyuhyun tahu, Siwon ingin membuatnya tenang dengan ciumannya ini. Alih-alih tenang, namja manis itu malah merasakan detak jantungnya yang semakin menderu di dalam dadanya.
Siwon melepaskan ciumannya beberapa saat kemudian. Lalu diusapnya bibir merah muda di depannya dan bekas air mata di pipi pucat itu.
"What are you sayin', I won't going anywhere. I promise, right?" ucap Siwon masih berusaha menghapus air mata yang masih mengalir di wajah Kyuhyun.
"Andwae! Kau tidak boleh meninggalkan pekerjaanmu hanya demi aku!" sahut Kyuhyun cepat sambil menatap lurus iris kelam di depannya, "Aku bukan namja cengeng yang tidak bisa mengurus diri sendiri. Pikirkan semua fansmu, pikirkan mereka yang mengagumimu, pikirkan agenscymu, pikirkan mereka, Wonnie~ Aku tidak mau kau kehilangan mereka hanya demi aku. Please~ Pergilah~ Aku baik-baik saja."
"Aku rela kehilangan semuanya asal aku tidak kehilanganmu dan anak kita." Ucap Siwon kalem sambil membelai wajah rupawan di depannya.
"Pokoknya aku tidak mau kau melewatkan album baru itu! Titik!" seru Kyuhyun sambil menampilkan wajah galaknya lagi dan muka cemberut yang membuat Siwon tertawa gemas melihatnya.
"Aku tidak melewatkannya, Baby. Aku hanya hingga kau selesai melahirkan." Jawab Siwon sambil menepuk pipi yang masih meggembung itu.
"Tidak bisa! Agencymu tidak akan suka. Kau harus tetap pergi besok! Kalau tidak, aku akan mogok makan!"
"Hahaha, Babykyu~ Percayalah, kau akan tetap makan. Percuma saja kau mengancamku seperti itu~"
"Kalau begitu aku tidak mau berbicara lagi denganmu!"
"Benarkah~ Mungkin kau hanya bertahan beberapa jam."
"Aku tidak mau berbicara lagi denganmu sebelum kau menyelesaikan album barumu, Wonnie~ Lagipula aku tidak mau dikatakan sebagai istri yang egois."
Tawa Siwon memudar begitu kalimat Kyuhyun terdengar semakin pelan di telinganya. Istrinya itu kembali menundukkan wajahnya.
"Baby―"
"Aku mohon, anggap ini permintaan anak kita, Wonnie~ Jangan batalkan debut album barumu. Aku akan baik-baik saja disini. I promise!"
"Tapi―"
"Aku akan menyuruh Hyukjae Hyung untuk tinggal disini selama kau pergi. Jadi kau tidak perlu khawatir."
Siwon hanya menatap iris caramel di depannya dalam-dalam dan berusaha mencari keraguan disana, namun yang ditemukannya hanya keyakinan yang mendalam dalam mata indah itu.
"Aku khawatir―"
"Aku akan menghubungimu setiap hari. Jadi kau tidak perlu khawatir. Percayalah~"
Dan akhirnya Siwon hanya bisa tersenyum lembut sambil membelai wajah manis di depannya itu. namja tampan itu sungguh tidak mempermasalahkan karirnya sama sekali jika sudah berhubungan dengan namja manis di depannya ini. Namun Kyuhyun sudah menjamin dan berjanji bahwa dia akan baik-baik saja.
"Gomawo, Baby~ For being the only light in my dark world."
"Jangan menyanyikan lirik lagumu di depanku, Pabbo!"
Siwon hanya bisa tertawa sambil memeluk tubuh yang lebih pendek di depannya dengan erat lalu mencium kening pucat itu lembut.
"Saat anak kita lahir nanti, aku ingin dia punya wajah semanis dirimu, secantik dirimu~" ucapan lembut itu bersamaan dengan kecupan hangat di kedua pipi Kyuhyun.
Lalu saat kedua iris itu bertemu dan mencoba meraih bagian terdalam masing-masing, Siwon mendaratkan kecupannya di bibir Kyuhyun. Namja manis itu menerima dengan semangat sambil mengalungkan kedua lengannya ke leher Siwon. Lama mereka menikmati ciuman hangat itu sampai akhirnya Siwon mematahkannya dengan satu ciuman singkat di pipi kiri Kyuhyun.
"Jangan memonopoli, Baby~ Masih ada yang harus aku cium selain dirimu." Ucap Siwon sambil menahan tawa menyaksikan wajah tak mengerti Kyuhyun yang sangat lucu.
"Yang lain? Si-siapa―"
Kyuhyun menghentikan ucapannya ketika Siwon berlutut di hadapannya lalu mendaratkan ciumannya di perutnya yang membuncit.
"My Baby, Daddy akan pergi sebentar besok. Kau harus baik-baik di dalam sini, okay?" ucap Siwon sambil mengusap perut Kyuhyun dengan lembut, "Jaga Mommy baik-baik! Dan jadilah anak yang baik selama Daddy pergi, okay?"
Kyuhyun hanya terkikik geli melihat kelakuan konyol suaminya itu. Sedangkan Siwon masih saja berbicara kepada calon anaknya dengan bersemangat.
"Kami menantikan kelahiranmu, Our Baby."
_Wonkyu_
"Kyunnie! Makanlah atau aku akan menelepon Siwon!"
"No! I will eat!"
Hyukjae hanya memutar bola matanya jengah melihat tingkah konyol sahabatnya itu. Hari ini sudah seminggu sejak kepergian Siwon kembali ke Korea. Dan sudah sejak seminggu yang lalu Hyukjae menginap di rumah Kyuhyun untuk menjaga sahabatnya yang hamil tua itu. Seminggu itu pula kesabaran Hyukjae diuji dengan sikap Kyuhyun yang sangat bandel dan manja. Terkadang Kyuhyun akan melamun dan tidak mau makan. Terkadang juga Kyuhyun akan tiba-tiba marah atau menangis tidak jelas. Terkadang pula sahabatnya itu memintanya bertindak konyol seperti berbicara dengan perutnya dan lain sebagainya.
Semua itu hanya karena satu hal. Rindu kepada Siwon.
"I can't imagine how Siwon handle this all. Oh my holy God~"
Hyukjae hanya bisa mengelus dadanya sambil menghela nafas panjang. Namja berwajah mirip monyet itu melangkah ke arah meja makan dan duduk di depan Kyuhyun yang hanya mengaduk-aduk makanannya dengan tidak berselera.
"Mau aku ganti menunya?"
"Tidak perlu, Hyung. Aku hanya kenyang."
Kyuhyun hanya tersenyum tipis masih sambil mengaduk-aduk makanan di depannya. Sedangkan Hyukjae menatapnya tak mengerti.
"How could you! I mean, you haven't eat this whole day, dan sekarang kau bilang kenyang?!" seru Hyukjae walau masih dalam taraf suara yang pelan. "I'm gonna call Siwon."
"Hyung! Andwae~" sahut Kyuhyun sambil menahan tangan Hyukjae yang sudah akan meraih handphone-nya. "Jangan membuatnya khawatir. Siwonnie akan tampil malam ini. Kumohon jangan~"
"Kalau begitu kau harus makan, Kyu. Kau harus dalam keadaan sehat saat melahirkan nanti. Ingat, ini sudah masuk minggu terakhirmasa kandunganmu."
Kyuhyun hanya bisa mengangguk dan mulai memakan makanan di depannya. Hyukjae akhirnya tersenyum lega melihat sahabatnya kembali memakan makanannya.
"Kau tahu, Hyung? Susah sekali makan dalam keadaan ada yang menendang-nendangmu dari dalam sementara makananmu juga masuk ke dalam." Ucap Kyuhyun di sela-sela makannya.
"Hahaha~ Itu berarti Babymu juga ingin makan juga, Kyu. Sepertinya dia calon anak yang nakal sekali~"
Kyuhyun hanya memberikan death glare-nya kepada namja yang masih tertawa geli di depannya. Hyukjae menghentikan tawanya setelah merasa aura disana menjadi lebih mencekam.
"Just Kidding~"
Kyuhyun hanya memutar bola matanya melihat sikap permintaan damai Hyukjae. Namja manis itu kembali memakan makanannya.
"Rasakan sendiri saat kau mengandung nanti, Hyung. Cepatlah menikah dan segera buatlah anak. Kurasa pria berwajah mirip ikan itu sudah tidak sabar untuk melamarmu."
Hyukjae tersedak minumannya sendiri mendengar perkataan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal melihatnya.
"Hey, stop that! His name's Lee Donghae, dan wajahnya tidak mirip ikan!" seru Hyukjae sambil mengusap wajahnya yang basah karena air minumnya sendiri.
"HAHAHAHA! Kau lucu sekali, Hyung! HAHAHA~"
"Ya! Choi Kyuhyun, hentikan itu."
"Hahaha, I can't stop laughing! Hahaha―Akh!"
Tawa Kyuhyun berhenti tiba-tiba saat sesuatu di dalam perutnya bergerak dan berkontraksi sangat kuat. Membuatnya merasa sangat kesakitan.
"Nah! Rasakan itu! Sudah aku bilang jangan menertawaiku. Itu balasan untuk―"
"H-hyung! Pe-perut-ku s-sakit! Akh!"
"Kyu?"
Hyukjae merubah ekspresi wajahnya begitu rintihan Kyuhyun terasa begitu nyata. Namja itu segera menghampiri sahabatnya yang masih kesakitan memegangi perutnya itu lalu memapahnya ke sofa terdekat. Rasa panik sudah menguasai namja itu saat ini.
"H-HYUNG! SS-SAKIIIT! AAKKH!"
"Bertahanlah, Kyu! Aku akan menghubungi Si―"
Kyuhyun mencengkeram lengan Hyukjae dengan erat saat sahabatnya itu sudah mengeluarkan ponselnya.
"J-jangan! Ma-lam ini di-a debut al-bum barunya! Hah hah hah―Akh! Jangan mem-buatnya kh-khawatir!" ucap Kyuhyun di sela-sela rasa sakit dan kontraksi di perutnya yang semakin menjadi.
Hyukjae mengangguk dan segera melesat mengambil kunci mobil lalu menyabet sebuah mantel disana dan memakaikannya ke tubuh Kyuhyun yang mulai berkeringat dingin dan terlihat sangat pucat.
"Kita ke rumah sakit sekarang!"
_Wonkyu_
20.00 Waktu Seoul
PRANG!
"Siwon! Apa yang kau lakukan?!"
Studio utama Mnet itu terlihat semakin ramai saat ini. Sorakan dan berbagai macam teriakan dan yel-yel memenuhi ruang tapping itu. Malam ini memang istimewa bagi para Siwonnest disana. Malam ini idola tampan mereka itu akan menyanyikan album barunya secara perdana. Vakumnya penyanyi solo tampan selama beberapa bulan itu membuat para fans sudah sangat rindu dengan namja tampan dengan lesung pipi yang menawan itu.
"Rileks, Siwon-ah. Kau pasti bisa. Tidak perlu gugup."
Sang manager―Leeteuk―memberi tepukan ringan di bahu Siwon sesaat setelah namja tampan itu tidak sengaja menjatuhkan segelas air putih yang tadi akan diminumnya. Sedangkan Siwon hanya bisa menatap pecahan gelas yang berserakan di kakinya. Entah perasaan apa yang memenuhi hati dan pikirannya saat ini. Perasaan aneh ini membuat jantungnya berdetak sangat cepat hingga membuat tubuhnya bergetar.
Siwon tahu, perasaan ini bukan perasaan gugup.
"Hyung, mana ponselku?! Aku mau menghubungi Kyuhyun du―"
"Siwon-ssi, 2 menit lagi!"
Teriakan sang PD membuat Leeteuk menggeleng dan mulai mendorong tubuh Siwon menuju pintu yang menghubungkan backstage dengan panggung diluar.
"Tidak ada waktu, Siwon! Kau harus tampil maksimal untuk membuat Kyuhyun bangga disana! So, get ready!"
Tidak ada pilihan lain. Siwon hanya bisa pasrah saat namanya sudah benar-benar dipanggil oleh sang pembawa acara. Leeteuk benar, ia harus tampil sebaik mungkin untuk membuat Kyuhyun bangga menyaksikannya disana. Namun, pikirannya masih sedikit terganggu dengan perasaan aneh yang masih saja membuat dadanya berdetak sedemikian kencang.
'Baby~ Please be fine there.'
_WonKyu_
Tap tap tap
Hyukjae beranjak dari tempat duduknya ketika langkah kaki itu terdengar di telinganya. Penglihatannya menangkap seorang dokter yang kini berjalan kearahnya dengan sedikit tergesa. Sudah sejak 30 menit yang lalu ruang persalinan di sebelah kirinya itu tertutup dengan Kyuhyun di dalamnya.
"Where's his husband?" tanya sang dokter sambil melepas stetoskop dari kedua telinganya.
"Suaminya masih berada di luar negeri, Dok. Apa terjadi sesuatu?" sahut Hyukjae sambil mencoba menetralkan detak jantungnya yang memburu karena khawatir.
"Ya. Kami tidak bisa melanjutkan proses persalinannya karena pasien saat ini pingsan. Kami membutuhkan persetujuan untuk melakukan operasi bedah. Jika terlalu lama, kami tidak bisa menjamin keselamatan sang bayi."
"Apa?!" seru Hyukjae sambil menatap tak percaya kepada Dokter di depannya, rasa takut memenuhi seluruh tubuhnya. "Saya adalah wakil suaminya. Lakukan apapun untuk menyelamatkan ibu dan bayinya, Dokter."
_WonKyu_
Sorak-sorai yang membahana itu masih terdengar begitu keras di backstage. Para penonton masih belum rela penampilan idolanya itu berakhir. Sang pembawa acara sampai harus bersusah payah mengatasi para fans yang semakin menggila setelah menyaksikan penampilan idola yang sangat mereka rindukan.
"Good Job, Siwon!"
Siwon membalas pelukan sang manager begitu dirinya memasuki backstage lagi. Penampilannya baru saja selesai beberapa saat yang lalu. beberapa staff juga memberinya ucapan selamat atas suksesnya penampilannya membawakan lagu terbarunya.
"Terima kasih atas dukungannya." Ucap Siwon sambil membungkuk kepada semua staff dan semua pihak yang telah membantu dalam mensukseskan penampilannya malam ini.
"Hyung, boleh aku meminta ponselku? Aku ingin memberi tahu Kyuhyun." Ucap Siwon sambil melepas microphone dari telinganya.
"Ah! Tadi ponselmu bergetar beberapa kali. Sepertinya ada yang menghubungimu." Sahut Leeteuk sambil menyerahkan iPhone hitam itu ke tangan Siwon.
Siwon segera mengecek ponselnya setelah sebelumnya mendudukkan dirinya di salah satu sofa disana. Dan betapa terkejutnya ia setelah melihat ada banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab. Beberapa dari orang tuanya dan beberapa lagi dari Hyukjae. Dan matanya sukses membelalak setelah membaca salah satu pesan dari Hyukjae.
"YA! SIWON-AH, KAU MAU KEMANA?!" seru Leeteuk saat menyaksikan artisnya itu terlihat tergesa-gesa melepas atribut menyanyinya dan berjalan cepat menuju pintu keluar.
"SIWON, KEMANA KAU―"
"Aku harus kembali ke Inggris secepatnya, Hyung!"
_WonKyu_
Cho Kyuhyun membuka matanya perlahan lalu mengerjap pelan untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk ke matanya. Saat pandangannya mulai jelas, langit-langit putih yang ia yakini adalah langit-langit rumah sakitlah yang pertama kali dilihatnya. Saat ditengokkan kepalanya ke samping, dilihatnya Hyukjae sedang tertidur sambil menumpukan kepalanya di atas ranjangnya. Gerakan tangannya berhasil membuat sahabatnya itu terbangun lalu menatapnya terkejut.
"Kyuhyunnie! Kau sudah sadar? Oh God, Thanks~" seru Hyukjae sambil menghambur memeluk Kyuhyun perlahan sambil terisak pelan. "Aku takut sekali terjadi sesuatu kepadamu."
Kyuhyun hanya bisa mengusap punggung Hyukjae sambil sedikit tersenyum melihat sifat khawatir sahabatnya itu.
"Hei, look." Bisik Hyukjae sambil menunjuk ke arah perut Kyuhyun yang sudah kembali ke ukuran normal. Kyuhyun terbelalak menyaksikannya.
"H-hyung―" ucap Kyuhyun terbata sambil menatap Hyukjae.
"Yes, Kyunnie. Kau sudah melahirkan. Dan bayimu―"
BRAK!
"Choi Kyuhyun!"
Kyuhyun dan Hyukjae memalingkan wajah kearah pintu yang terbuka―atau lebih tepatnya didobrak terbuka secara keras oleh seseorang. Sang pelaku perusakan pintu itu melesat menuju ranjang tempat Kyuhyun berbaring.
"Baby~ Kau baik-baik saja?"
"Wonniee~"
Siwon segera membawa istrinya itu ke dalam dekapannya dan kemudian dikecupnya punncak kepala namja manis yang sangat ia cintai itu.
Setelah membaca pesan dari Hyukjae kalau Kyuhyun mengalami kontraksi dan akan melahirkan, Siwon segera melesat ke bandara dan segera terbang ke Inggris saat itu juga. Beruntung pesawat tidak mengalami keterlambatan dan akhirnya ia dapat mendarat di inggris 5 jam kemudian. Setelah sampai di Inggris, ia segera menuju ke rumah sakit yang telah diberitahu Hyukjae dan akhirnya sampai disini seperti saat ini.
Bahkan Siwon belum mengganti pakaian performnya.
"Apa ada yang sakit?" tanya Siwon sambil melepaskan pelukannya dan membantu Kyuhyun bersandar di ranjangnya.
Kyuhyun hanya menggeleng masih menggenggam erat telapak tangan Siwon.
"Excuse me. Mr and Mrs Choi, your Son is waiting here."
Perkataan sang dokter berhasil mengalihkan semua yang ada di ruangan itu. Siwon segera berdiri dan mengambil alih sang bayi dari gendongan sang dokter. Namja tampan itu tersenyum haru menatap makhluk mungil dalam gendongannya. Siwon kemudian meletakkan bayinya dengan hati-hati disamping Kyuhyun. Kyuhyun mentap tak percaya kepada sosok mungil di sampingnya itu. Malaikat kecil itu masih tertidur dengan tenang dalam selimut Babyblue yang membungkus tubuh mungilnya yang lucu.
"The baby is very fine, Mr. Choi."
Siwon hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada sang dokter. Ia kemudian mengecup kening sang bayi dan kening Kyuhyun yang kini menatap buah hatinya dengan berlinang air mata. Siwon mengusap air mata itu dengan lembut.
"Uljima~ Lihatlah, itu putra kita. Kau berhasil melahirkannya dengan selamat, Baby."
Kyuhyun mengangguk lalu mengecup kening buah hatinya dengan lembut. Siwon menatap dua orang yang membuat hidupnya sempurna itu dengan senyuman lebar. Ia merasa begitu lengkap dengan kehadiran buah hatinya.
"Mianhae karena tidak bisa mendampingi persalinanmu, Baby~" ucap Siwon sambil menggenggam telapak tangan Kyuhyun.
"Gwaenchana, Wonnie. Aku memang menyuruh Hyukjae Hyung untuk tidak memberitahumu dulu. Aku tidak mau mengganggu penampilanmu disana." Ucap Kyuhyun sambil membelai wajah Siwon yang terlihat lelah itu.
"Gomawo, Choi Kyuhyun." Sahut Siwon sambil mengecup bibir Kyuhyun sekilas lalu mengecup kening putranya sekali lagi. "Yang penting kalian berdua selamat. Aku bahagia, terima kasih untuk segalanya."
Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Kini mereka berdua menatap malaikat kecil yang masih damai dalam tidurnyadi antara mereka. Kyuhyun mengelus pipi gemuk bayinya yang sedikit merona.
"Dia mirip denganmu, Wonnie~ Lihatlah alisnya yang tebal." Ucap Kyuhyun sambil mengusap wajah bayinya.
"Dan kulitnya seputih dirimu, Baby~"
Mereka berdua terkikik menyaksikan buah hati mereka yang masih terlelap itu.
"Ya! Kalian ini jangan pilih kasih!"
Siwon dan Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Yunho berdiri disana dengan senyum lebarnya. Sebuah buket mawar putih besar ada di tangan kirinya.
"Appa/Aboeji!" seru Siwon dan Kyuhyun bersamaan hingga membuat sang bayi sedikit terusik dari tidurnya.
Yunho tertawa pelan. "What a newly parents~ Kalian terlalu asyik dengan dunia kalian sendiri hingga melupakan saudaranya."
"Saudaranya?" ulang Siwon tak memgerti. Kyuhyun hanya menatap Yunho tidak mengerti.
"Ya, kalian melupakan saudara kembarnya."
Kali ini Jaejoong memasuki ruangan dengan senyum lebarnya dan sesosok bayi mungil dengan warna selimut yang sama ada di gendongannya. Hyukjae dan Yunho tertawa di tempatnya.
Siwon dan Kyuhyun hanya menatap Jaejoong dan Yunho dengan tatapan bodoh.
"Yunnie, sepertinya mereka masih belum sadar." Ucap Jaejoong sambil memberikan isyarat kepada Yunho yang berdiri disampinya.
"Siwon, Kyuhyun, kalian dikaruniai anak kembar."
Perlu waktu beberapa detik lamanya bagi Siwon dan Kyuhyun untuk mencerna kata-kata Yunho.
"MWO?!"
Teriakan itu diikuti dengan suara tangis dua bayi yang tadinya damai dalam tidurnya itu. Dan kamar rawat itu menjadi ramai sekarang.
.
.
TBC
.
.
What's that? A Baby~ I mean a twin Babies ^^/
HAHAHA…
Welcome world, Babies.
.
Mian karena telah menelantarkan FF ini sekian lamaaa #Bow
Sekarang kebahagiaan mereka sudah lengkap dengan kehadiran buah hati mereka yang kembar―sesuai do'a Siwon. Tapi tenang, kehidupan WonKyu dan anak-anak mereka masih belum dimulai. Bagaimana aksi keluarga kecil ini?
Tunggu chapter depan ^^
.
Jangan lewatkan FF yang lain, my Dear Readers #Kiss
Setiap review readers adalah sumber perbaikan bagi saya. Jadi jangan sungkan bila ada yang tidak berkenan. XOXO for you all ^3^
Fic ini murni BOYSLOVE/YAOI bukan GENDERSWITCH, dan main pair disini adalah WONKYU ^^
FEEL FREE TO REVIEW ^^
Wonkyu is Love,
BabyWonKyu
FEEL FREE TO REVIEW
Wonkyu is Love,
BabyWonKyu
