Author : Melody-Cinta
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Naruto U. x Hinata H.
Singer : Domino
Tittle : Siapa Yang Pantas
--
--
--
(Hinata POV)
Hai semua!! Namaku Hyuuga Hinata, aku adalah seorang siswi SMU Konoha. Aku memiliki rambut indigo panjang dan mata lavender. Aku juga cukup pintar dikelas. Namun aku punya sifat buruk, aku sangat pemalu. Ya, sangat pemalu bahkan sampai aku malu bicara pada keluargaku sendiri.
Sekarang, aku sedang berjalan di koridor sekolah sambil membawa buku-buku tebal. Kurenai-sensei tadi menyuruhku menaruh buku ini kembali di perpustakaan sekolah.
"Hinata-chan, mau kubantu?" Tanya seorang pria berambut merah marun. Namanya Gaara. Dia itu adalah orang yang sangat menyukaiku. Kenapa sangat? Karena dia telah menembakku selama tiga kali, namun aku terus menolaknya. Bukan karena apapun, tapi aku sudah menyukai orang lain.
Aku tersenyum, "Bo-Boleh kok!" Jawabku, dia mengambil setengah tumpuk buku yang ada ditanganku. "A-Arigatou" Kataku berterima kasih,
"Tidak apa-apa kok! Aku senang membantumu." Balas Gaara sambil tersenyum kepadaku.
"Hinata, aku juga membantumu ya?" Tanya seseorang dengan rambut hitam. Nah, ini dia saingan Gaara. Namanya Sasuke Uciha. Dia juga mencintaiku. Dia pernah menembakku dua kali, namun aku menolaknya dengan alasan yang sama dengan Gaara.
"Te-Tentu saja boleh," Aku kembali tersenyum; senyum yang sama saat kukasih pada Gaara tentunya. Dia pun mengambil semua buku yang ada ditanganku. Tanganku kosong sekarang; tanpa satu buku pun kupegang.
'Mereka berdua sama-sama baik padaku, namun aku tidak bisa memilih, aku sudah menyukai orang lain. Bagaimana ini?' Pikirku, menunduk sambil memainkan kedua telunjukku.
:Aku terperangkap, diantara, dua hati,
Yang mencintaiku, mencintaiku:
-
:Kubingung tak menentu,
Siapa yang, benar-benar,
Mencintaiku, mencintaiku:
Aku memegang kepalaku. Ugh! Kepala jadi pusing saat memikirkan siapa diantara mereka yang lebih cocok untukku. Aku sungguh tak bisa memilih, harus bagaimana?
Pusing dikepalaku semakin besar. Tak kusangka hanya memikirkan itu dapat membuatku pusing begini; bahkan disertai erangan kecil seperti "Uggh.."
Seseorang menepuk bahuku pelan, aku menengok, Gaara rupanya. "Kau tidak apa-apa?" Tanya Gaara khawatir, aku menggeleng,
"Ha-Hanya pusing sedikit saja." Jawabku mencoba tersenyum,
Sasuke menatapku cemas, "Kau yakin? Apa ingin kuantarkan ke UKS?" Tanya Sasuke masih khawatir,
"Apa kau mau aku saja?" Tanya Gaara. Stop! Jangan begini lagi! Kau membuatku semakin pusing tahu!
"HInata-chan!!" Teriakan seseorang terdengar seiring dengan tepukan pelan dikedua bahuku. Aku berbalik, mencari sosok itu. Sosok dengan rambut pirang jabrik.
"Na-Naruto-kun?" Tanyaku, kaget, aku merasa mukaku panas.
Dia menatapku heran, "Hinata-chan? Kau sakit? Mau kuantar ke UKS?" Tawar Naruto.
MAU!! Innerku berteriak, namun tentu saja aku tidak mengatakan yang sesungguhnya. Aku tidak akan menyakiti mereka. "Ta-Tapi Naruto.." AKu mencoba mengelak, namun Naruto segera menarikku agar ikut berlari ke UKS.
:Mereka.. Berlomba..
Saling mencuri mendapatkan hatiku..:
-
:Siapa yang pantas yang bisa kuandalkan,
Bukan rayuan, bukan pujian,
Yang aku butuhkan, cinta apa adanya,
Aku.. Pilih dia!:
Dan disinilah aku sekarang, di UKS bersama Naruto.
"Sudah tidak apa-apa lagi kan HInata-chan?" Tanya Naruto yang sekarang sedang duduk diseberang ranjangku.
Aku mengangguk, "I-Iya." Jawabku grogi. Aku melihat keluar jendela untuk menghilangkan rasa grogiku. 'Apa!? Kenapa mereka ada disitu? Apa yang mereka lakukan?' Tanyaku kaget saat melihat Gaara dan Sasuke.
Aku melirik Gaara, Sasuke serta Naruto bergantian. Aku jadi tidak yakin pada perasaanku sebenarnya. AKu kembali merasakan kepalaku pusing. Semua berputar, aku pun pingsan.
:Tuhan tolong aku,
Siapa yang benar-benar aku cintai,
Hidup dan mati:
Aku terbangun dari pingsanku. Aku melihat wajah Naruto langsung. Mukaku seketika memerah.
"Kau tidak apa-apa Hinata-chan?" Tanya Naruto masih khawatir, aku mengangguk.
"Jauh lebih baik dari tadi." Jawabku, aku mengedarkan pandanganku ke sekitar. Terlihat Gaara dan Sasuke juga disana. Aa… Bagaimana ini? Aku tidak bisa bergerak bebas.
"Aku sudah catatkan ini untukmu Hinata." Kata Gaara sambil memberiku satu buku catatan. Aku tersenyum tanda terima kasih.
"A-Aku juga sudah bilang pada guru kalau kau sakit dan bisa pulang cepat." Balas Sasuke tak mau kalah, aku kembali tersenyum padanya. Dia membalas senyumanku. Ugh.. Semua ini membingungkan!! Bisakah kalian berhenti sebentar!?
:Beri petunjukmu,
Biar aku, tak'kan salah,
Pilih yang tepat,
Tepat akurat..(kurat..):
-
:Mereka.. Berlomba..
Saling mencuri.. Mendapatkan hatiku..:
Aku kembali memandang Naruto. Berharap Naruto akan mengatakan sesuatu. Naruto menggaruk belakang kepalanya, rasanya dia tahu aku berharap dia bicara.
"A-Aku sih menungguimu disini Hinata-chan. Ya, aku juga tak masuk kelas tadi." Jawab Naruto sambil nyengir.
'Di.. Dia perhatian!!' Pikirku senang, aku sangat senang dia melakukan itu. Kupikir Gaara atau Sasuke yang menungguku tadi.
:Siapa yang pantas
Yang bisa kuandalkan,
Bukan rayuan, bukan pujian,
Yang aku butuhkan, cinta apa adanya,
Aku.. Pilih dia!:
"Ano.. Hinata-chan.." Naruto tiba-tiba menggenggam tanganku erat. Apa yang ingin dia lakukan sih!?
Dia melirik Sasuke dan Gaara, aku juga melirik mereka. Sepertinya sih mereka kesal dan cemburu.
Dia kembali memfokuskan matanya padaku, begitu pula aku. "Aku sebenarnya sudah lama menyukaimu, jadi.." Dia menggantungkan kalimatnya, membuat aku semakin penasaran.
"Maukah kau jadi pacarku?"
:Siapa yang pantas,
Bisa kuandalkan,
Bukan rayuan,
Bukan pujian,
Yang aku butuhkan, cinta apadanya,
Aku pilih dia~:
Mataku terbelalak. Aku memang menyukai Naruto sih. Tapi mereka bagaimana? Mana mungkin aku melukai mereka. Namun aku harus bagaimana? Aku juga punya hak untuk memilih kan?
Naruto menatapku penuh tanya. AKu juga tidak bisa mengulur waktu hanya untuk masalah ini.
Aku harus bagaimana??
:Siapa yang pantas,
Yang bisa kuandalkan,
Bukan rayuan,
Bukan pujian,
Yang aku butuhkan,
Cinta apa adanya,
Aku..
Pilih..:
Hening.
Itulah yang terjadi diantara kami selama beberapa menit. Naruto menataplku kecewa. Bagaimana ini?? Aku harus terima atau tidak??
Aku menutup mataku. Mencoba mencari ketenangan, konsentrasi dan sekaligus mengikuti hati kecilku.
Aku menemukannya!!
Setelah beberapa lama aku menunggu, akhirnya aku menemukan jawabannya. Aku mengangkat rahang bawahku perlahan.
"Aku.."
:Aku..
Pilih..:
"A.. Apa Hinata-chan??" Tanya Naruto tak sabaran, dia menggenggam tanganku semakin erat. Dia pasti sangat ketakutan sekarang.
Aku tersenyum, mencoba membuat semuanya tenang, tanpa ketegangan dan emosi. Itu yang kumau.
"Aku.. Terima.." Jawabku masih tersenyum, Naruto segera tersenyum dan memelukku sambil bergumam "Terima kasih" Berkali-kali.
Aku melirik kearah Sasuke dan Gaara. "Sekarang sudah saatnya aku mendapatkan hak-ku kan Sasuke? Gaara?" Tanyaku pada mereka. Mereka memasang wajah bingung. Aku tersenyum untuk kembali menjelaskan. "Sekarang, giliran kalian yang mengalah. Aku sudah cukup mengalah kan?" Jelasku.
Mereka tersenyum seakan mengerti maksudku. Mungkin bukan seakan, tapi mengerti dalam arti sesungguhnya.
"Tentu saja, kami akan mengalah." Ujar mereka. Aku tersenyum senang. Aku akan hidup bahagia sekarang.
:Aku..
Pilih..
Dia!:
-
End.
-
Satu cerita selesai lagi deh.. Maaf ya! Melody gak bisa buat cerita yang begitu panjang. Hehe.. Maaf juga kalau terlalu maksa ya!!
Mind to Review???
