A/N: Ahahaha, karena setelah ujian chuunin ketiga ada 1 Bulan Istirahat, iseng-iseng buat side story aja deh. Kurang enak kalo langsung aku Time Skip.. Dan, side stroy ini full romance mungkin? Dan, disini bakal terlihat pairingnya siapa aja. Dan tentunya, pairing Naruto dan Sasuke bukan salah satu dari Konoha 12. Dan, maaf kalo cerita ini jelek. Ini hanya sekedar refreshing kalo kalian bosen sama adegan pertarungan dan adventure. Di Canon juga, Masashi-san juga sering kasih side story di animenya kan? Khukhukhu~ Selamat membaca~
.
.
The Tale of Uzumaki Naruto
.
Chapter 12: (1 Month Preparation, Side Story) Arata and Sakura are... Couple?!
.
Matahari terbit. Pertanda pagi hari telah tiba, burung-burung berkicau dan berterbangan, semilir angin pagi menambahkan sejuknya suasana pagi di Konoha. Naruto, bocah berumur 12 tahun yang sedang menyamar menjadi seorang pemuda berusia 14 tahunan itu meregangkan tubuhnya, ia mengerjapkan matanya melihat sekeliling, di tempat tidur satu lagi terlihat anak laki-laki yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri, Sasuke. Dan, di bawah terlihat laki-laki berusia 20 tahunan sedang tertidur di futon.
"OHAYOUUU!" Teriak Naruto dan sontak membuat Sasuke dan Sasori terbangun.
Sasuke melempar kaus kakinya yang kebetulan ada di kasurnya ke arah Naruto tanpa melihat. Dan tepat mendarat di wajah Naruto. "Diam kau, dobe." Ucapnya dan kemudian kembali ke alam mimpinya.
Naruto mendeathglare Sasuke, ia mengambil kaus kaki tadi dan langsung melemparkannya lagi ke arah Sasuke. "Nii-san!" Serunya dan tidak direspon oleh Sasuke yang telah terbenam di alam mimpi.
Sementara itu, Sasori bangun dari tidurnya dan langsung pergi ke kamar mandi. "Hoam.." Ia menguap sedikit dan kemudian memasuki kamar mandi.
'Inikan masih jam 6 dan airnya sudah pasti dingin. Apa dia gila mandi jam segini?' Batin Naruto yang melihat Sasori melangkah ke kamar mandi disusul oleh suara air mandi. 'Oh iya.. Tubuhnya kan dari boneka...' Batin Naruto sweatdrop.
Beberapa jam kemudian, merekapun sarapan bersama di ruang makan penginapan mereka. Terlihat banyak pengunjung juga yang makan bersama. Setelah selesai, merekapun pergi keluar untuk sekedar berjalan-jalan. Naruto dan Sasuke entah pergi kemana, sedangkan Sasori ingin bertemu lagi dengan Orochimaru dan Baki untuk rencana selanjutnya dan Tobi mengurung diri di kamar.
Naruto dan Sasuke kini berjalan santai di jalan-jalan Konoha. Kadang Naruto memandang penduduk dengan tatapan tajam karena ia sudah mengenal wajah-wajah mereka yang sering melukainya dulu. Begitu juga Sasuke, dia juga agak kesal ketika mendengar pembicaraan penduduk yang bersyukur akan kematian kakaknya, Itachi. Ya, kematian kakaknya itu sudah diberitakan secara luas. Dan, amarah Sasuke memuncak ketika ada seorang penduduk yang mengatakan, "Kau dengar kabar Uchiha Itachi meninggal? Wah, aku senang sekali mendengarnya. Pengkhianat itu memang pantas mati. Akupun bahkan tidak sudi untuk menguburnya!" Sasuke mengepalkan tangannya hendak menghantam orang itu, tetapi tertahan oleh Naruto.
"Sudahlah, Nii-san. Mereka tidak tahu apa-apa." Ucap Naruto. Sasuke hanya menghela nafas dan akhirnya menuruti perkataan Naruto. Mereka kini telah sampai di sebuah danau, danau dimana pertama kali Naruto membunuh seseorang, Naruto dan Sasuke duduk disana.
"Penduduk disini memang sangat menjijikan." Desis Sasuke yang masih tidak terima perlakuan penduduk terhadap kakaknya.
"Yah, memang. Kau bahkan tidak tahu apa yang mereka lakukan padaku... Ahahaha.." Naruto berusaha tertawa melihat bagaimana dirinya diperlakukan seperti apa. "Aku hampir mati dua kali. Oh bukan, bahkan 4 kali kalau digabung dengan percobaan pembunuhan dari ayahku." Lanjut Naruto dengan suara tenang-tenang saja.
"Hokage ke-4 memang benar-benar keterlaluan, ya. Kau masih beruntung ada Arata." Ucap Sasuke yang mengerti penderitaan Naruto. Karena sejak kecil, Sasuke selalu tidak diperdulikan oleh ayahnya dan selalu bersama Itachi. Beruntung Sasuke masih mempunyai ibu yang menyayanginya dan ia juga tidak selalu diperlakukan buruk. Yah, penderitaan Naruto memang lebih pedih darinya. Untung saja dia memutuskan pergi dari Konoha 7 tahun lalu dan bertemu dengan orang baik seperti Yahiko. Sasuke tidak bisa membayangkan apa jadinya Naruto jika masih di Konoha. Mungkin saja dia sudah terbunuh.
"Yah, begitulah..." Ucap Naruto dengan suara sedih. Sasuke berniat menghiburnya, tetapi.. Uchiha memang sangat gengsi.
"Sudahlah, jangan bersedih. Ayo, jalan-jalan lagi." Hibur Sasuke, merekapun kembali berjalan-berjalan mengelilingi kota Konoha, kota yang sangat mereka benci.
Sampai akhirnya mereka berhenti di sebuah tempat. Mereka menemukan orang yang sangat mereka kenal, Arata dan Sakura sedang mengobrol dengan ceria. Tak jarang mereka melihat wajah Sakura memerah tiba-tiba, tetapi mereka tidak tahu apa yang Arata dan Sakura bicarakan. Sontak, senyuman, atau mungkin seringaian muncul di bibir Naruto. Ia menatap Sasuke sebentar, "Oh, jadi Sakura itu pacarnya Arata-nii?" Tanyanya pada Sasuke. Sasuke hanya mengangkat bahunya pertanda tidak tahu. "Ayo kita ikuti mereka, Nii-san!" Seru Naruto semangat, ia kemudian mengumpat. Sasuke hanya mendengus pasrah dan mengikuti Naruto seolah ikut karena dipaksa Naruto. Tetapi, jauh di dalam hatinya ia juga sangat penasaran dengan hubungan Arata dan Sakura. Apa mereka sudah jadian selama ia tidak ada?
Merekapun membuntuti Arata dan Sakura sampai akhirnya mereka berdua sampai di sebuah taman yang penuh dengan bunga. Pikiran mereka kembali yakin bahwa ada sesuatu antara Arata dan Sakura. Mereka berdua, Sasuke dan Naruto kini mengintip dari balik pohon. "Cih. Kok bisa sih ada perempuan cantik yang suka sama Arata-nii?" Desis Naruto kesal.
Sementara Sasuke hanya memandang Naruto dengan tatapan malas. "Kau juga, bagaimana hubunganmu dengannya, dobe?" Tanya Sasuke.
Naruto hanya mengernyitkan dahinya. "Hubunganku? Apa maksudmu Nii-san teme?" Tanya Naruto balik.
Sasuke hanya memandangnya malas. "Jangan berbohong padaku," Ucapnya. "Seminggu yang lalu, atau dua hari setelah Itachi dan Konan meninggal, kau kulihat dekat dengan seorang perempuan berambut pirang pucat sepertimu itu. Pacarmu? Siapa namanya? Kenapa kau tidak memperkenalkannya padaku, dobe?" Lanjutnya.
Naruto agak kaget. "Haah.. Dia bukan pacarku. Hanya teman masa kecilku sejak aku tinggal di Amegakure. Namanya Misaki Shion. Kenapa? Kau suka padanya, Nii-san? Kalau suka nanti akan kubilang." Ucapnya dengan nada malas.
Sementara itu mereka kembali melirik ke bangku taman yang ditempati oleh Arata dan Sakura. Terlihat Arata memberi Sakura setangkai bunga, Sakura menerimanya dengan wajah memerah dan langsung memukul kepala Arata dan berteriak "BAKA!"
Sasuke dan Naruto dibuat semakin bingung oleh tingkah keduanya. Apa benar mereka itu sepasang kekasih? "Jadi, mereka beneran sepasang kekasih, Nii-san?" Tanya Naruto tanpa melepaskan pandangannya dari kakaknya.
Sasuke menggeleng, "Terakhir kali aku disini, mereka bukan kekasih. Hanya sepasang orang bodoh." Ucap Sasuke dan langsung disambut deathglare oleh Naruto karena menjelekan kakak kandungnya.
"Lalu, bagaimana dengan kau sendiri, Nii-san?" Tanya Naruto.
Sasuke menatap Naruto dengan pandangan bingung. "Apa maksudmu dobe?" Tanyanya.
Naruto memandangnya malas. "Hah, waktu itu, entah kapan kau pergi ke lembah kematian, kan? Lalu kau bertemu dengan seorang gadis berambut hitam panjang.. Jangan berbohong padaku, dari sorot matamu padanya, kau tertarik padanya, ya kan?" Goda Naruto. "Nii-sanku jatuh cinta~" Godanya lagi dan membuat Sasuke sedikit memerah wajahnya.
"Cih, aku tidak tertarik padanya. Dan, namanya Shiroi Misaki." Ucap Sasuke malas.
"Ayolah mengaku, Nii-san tertarik padanya kan?" Goda Naruto lagi.
"Tidak. Aku bahkan baru bertemu dengannya sekali saja. Dan, aku tidak pernah menemuinya lagi." Jawab Sasuke malas.
"Hm, Misaki ya? Namanya pernah kudengar. Dia tinggal di Amegakure, tepatnya bersama Shion." Ucap Naruto sambil mengelus dagunya menandakan sedang berpikir.
"Benarkah? Dimana Shion tinggal?" Balas Sasuke yang mulai tertarik. Sepertinya mereka berdua sudah lupa apa tujuan mereka disini...
Naruto menyeringai. "Ha! Kau tertarik padanya Nii-san!" Serunya dan membuat Sasuke memerah sedikit. "Aku akan memberitahunya kalau kau mengaku kalau kau tertarik padanya." Ancamnya dengan seringaian di wajahnya.
Sasuke mendengus kesal. "Ya... Aku tertarik padanya. Se-sedikit sih.." Ucap Sasuke yang wajahnya sudah memerah. Imagenya yang cool ini sudah benar-benar diruntuhkan oleh Naruto.
Naruto tersenyum puas. "Misaki tinggal bersama Shion. Aku pernah dengar darinya kalau Misaki itu kakak angkatnya. Padahal umur mereka hanya terpaut tiga bulan. Dan Shion tinggal di Perumahan Sami. Nii-san tahu kan? Itu lho.. Yang dari rumah kita cuma beda beberapa blok saja..."
Sasuke tersenyum tipis. "Oh.." Ucapnya dan mulai senyum-senyum sendiri. Untung dia bisa menahan senyumnya agar tak terlalu lebar dan hanya tersenyum sangat tipis. Kalau tidak, bisa hancur imagenya. Ia bukan seorang Naruto yang rela dianggap orang gila karena senyum-senyum sendiri.
Sementara itu tiba-tiba kunai menancap di batang pohon tempat mereka bersembunyi. "Siapa disana? Keluar!" Teriak sebuah suara yang dikenal mereka, suara Arata.
Mereka meneguk ludahnya. Sudah ketahuan rupanya. Dan, mereka pun memberanikan diri keluar dari tempat persembunyian mereka. "E-eh, Arata-san.. Ka-kami hanya membuntuti kalian berdua kok. Ahahaha..." Ucap Naruto canggung sambil menggaruk kepala bagian belakangnya itu. Tentunya dia bukan sedang dalam wujud Naruto, tetapi dalam wujud seorang Akano Shirohaki.
"Untuk apa kalian membuntuti kami?" Tanya Arata lagi sambil menajamkan matanya ke Naruto.
"Ahahaha.. Ka-kalian mesra sekali, sih. Ja-jadi kami ikuti kalian. Kami penasaran sih..." Ucap Naruto terbata-bata.
Arata dan Sakura sweatdrop sekaligus merona ketika dibilang mesra. "Me-mesra apanya?!" Bantah Arata masih dengan wajah memerah.
"Mesra sekali. Layaknya seorang kekasih." Ucap Naruto datar. "Nah... jadi, kalian beneran sepasang kekasih?" Tanyanya dengan sangat polos. Sementara Sasuke hanya memutar bola matanya malas karena Naruto yang langsung to-the-point dan inosen.
Sontak, wajah Sakura dan Arata benar-benar seperti rambut Sakura. Sangat memerah. "Ka-kami bukan sepasang kekasih!" Bantah Arata dengan wajah memerah. Dan disambut anggukan setuju dari Sakura.
"Hn, benar? Tingkah kalian seperti sepasang kekasih." Ucap Sasuke yang mulai tertarik pada topik ini.
"Ti-tidak." Arata mengelak. "Sebenarnya begini..." Arata ingin menjelaskan.
Flashback...
Pagi itu, Arata sedang bosan. Ia melahap habis sarapannya dan berjalan keluar rumah karena bosan. Ia berjalan, tak jarang banyak warga yang menyapanya, iapun membalas sapaan itu dengan ramah. Ia berjalan sambil memasukan tangannya ke saku jaketnya dan memejamkan matanya, ia sedang jalan di tempat yang sepi, jadi tidak mungkin ia akan menabrak orang.
Brukh!
Ternyata salah. Ia menabrak orang. Ia meringis kesakitan dan kemudian membuka matanya sedikit, "Sakura-chan?" Tanyanya memastikan apakah orang yang dipanggilnya itu benar atau tidak.
"Ah, Arata-kun? Maaf. Tadi aku sedang berlari." Ucap gadis bernama Sakura itu. Arata mengangguk.
"Iya. Tidak apa-apa kok. Salahku juga karena berjalan sambil meram.." Ucap Arata sambil tersenyum pada Sakura. "Kenapa kau berlari, Sakura-chan?" Tanyanya.
Sakura menggeleng. "Entahlah. Pagi ini cerah, jadi aku ingin berjogging saja." Jawab Sakura.
Arata menyeringai. "Iya. Pagi ini cerah. Secerah wajahmu." Goda Arata. Yah gini. Dibalik sifat kalemnya, kalau bersama Sakura, Arata pasti bisa kaya Naruto..
Dan, sontak wajah Sakura memerah. "A-apaan sih!" Sakura memalingkan wajahnya ke arah lain agar semburat merah di pipinya tidak terlihat oleh Arata.
"Ehehehe.." Arata menggaruk belakang kepalanya sambil terkekeh.
"Ohya, Arata-kun, ingin menemaniku ke taman bunga?" Tawar Sakura.
Arata mengernitkan alisnya. "Taman bunga? Untuk apa?" Tanyanya.
"Aku membantu Ino untuk mencarikannya bunga. Kau mau ikut?" Tawar Sakura lagi.
"Jadi kita bersama Ino? Tidak berdua saja?" Tanyanya lagi. 'Cih. Padahal aku berharap bisa berdua saja dengan Sakura-chan..' Batinnya.
Sakura menggeleng, "Tidak. Kita berdua saja. Ino mencarinya di tempat lain bersama Shikamaru yang ia seret untuk membantunya." Jelas Sakura.
"Jadi kau juga menyeretku untuk membantumu ya..." Ucap Arata malas. Sementara Sakura hanya tersenyum kikuk sambil mengangkat tangannya dan kemudian membentuk jari 'peace' "Hah.. Mendokusai. Baiklah." Ucap Arata.
"Lama-lama kau seperti Shikamaru saja. Selalu menganggap semua merepotkan," Sakura terkekeh. "Tenang saja. Tidak akan lama kok." Lanjutnya.
Arata menghela nafasnya, "Ternyata Shikamaru benar. Perempuan itu merepotkan..." Gumamnya. Dan ia langsung mendapat pukulan dan deathglare dari Sakura. "I-ittai.." Ucapnya sambil mengusap kepalanya. Ia kemudian mengejar Sakura yang jalan lebih dahulu.
Mereka telah sampai di Taman Bunga. Terlihat beragam macam bunga disana, mawar, melati, dan bunga-bunga lainnya. Mereka memutuskan untuk duduk di bsngku taman. Sakura terlihat menikmati pemandangan bunga yang ada di sana sekaligus menikmati semilir angin sepoi-spoi yang mengalun ke arahnya.
Arata yang terpesona pada wajah Sakura yang terkena semilir angin, tanpa sadar terus memerhatikan Sakura, dan tanpa sadar semburat merah muncul di kedua pipinya. Iapun memalingkan wajahnya dan melihat ke arah lain. Ia menemukan sebuah bunga melati, karena indah, ia ambil, ia kemudian mengalihkan wajahnya ke Sakura lagi, "Sakura-chan, kau akan terlihat cantik dengan bunga ini." Ucapnya seraya mengulurkan bunga melati yang ia pungut sambil memasang wajah inosen.
Sementara itu wajah Sakura memerah, ia kemudian menjitak Arata, "BUNGA MELATI ITU PERTANDA KEMATIAN BAKA!" Teriaknya sambil memberi deathglare. "Kau ingin aku mati ha?!" Teriaknya lagi.
Sementara Arata hanya bisa meneguk ludahnya, 'Oh sial. Kenapa bunga itu mesti punya arti sih?!' Batinnya panik. "Ehehehe Sakura-chan... Go-gomen aku tidak tahu..." Ucapnya. Mukanya terlihat panik seperti jika ia salah kata sedikit, monster bernama Sakura akan menyiksanya.
Dan, Aratapun dapat hantaman manis dari Sakura. Dan kemudian Arata yang menyadari keberadaan seseorang, langsung melemparkan kunai ke pohon, dan muncullah dua orang yang ia kenal. Akano dan Hayate.
End Flashback...
"Oh..." Naruto dan Sasuke manggut-manggut ketika mendengar cerita sebenarnya dari Arata.
"I-iya. Jadi kami tidak pacaran kok!" Bantah Arata masih dengan wajah memerah. Sakura mengangguk.
"Yah, padahal aku lebih setuju kalau kalian pacaran." Ucap Sasuke inosen sambil memasang wajah datarnya.
'Kapan-kapan aku ajak Shion-chan ke taman bunga juga ah...' Pikir Naruto. 'Tapi... Memangnya di Amegakure ada taman bunga ya?' Pikirnya lagi. 'Ah sudahlah! Pokoknya aku akan membawanya ke taman bunga setelah misi ini selesai.' Batin Naruto.
"Yasudah. Kami pergi dulu. Ayo dobe." Ucap Sasuke sambil berjalan duluan melewati Naruto.
"Tunggu aku Teme!" Seru Naruto dan langsung mengejar Sasuke. Sementara Arata dan Sakura yang melihat pasangan dobe-teme itu hanya sweatdrop.
Sementara itu, mereka berdua telah sampai di penginapan mereka lagi karena bosan mengelilingi Konoha. Merekapun merebahkan diri di kasur masing-masing. Naruto memasang tampang malas sambil melihat ke arah langit-langit. Begitupun juga Sasuke.
"Hoy, Nii-san." Panggil Naruto mencoba memulai pembicaraan.
"Hn?" Balas Sasuke dengan memberikan gumaman tidak jelas.
"Menurutmu di Amegakure ada taman bunga?" Tanya Naruto inosen.
Sementara Sasuke hanya melihat Naruto dengan tatapan aneh. "Menurutmu? Desa yang selalu hujan akan mempunyai taman bunga seperti Konoha, hm?"
Naruto baru menyadari kebodohannya. Kemudian menunjukan cengirannya. "Ehehehe.. Aku lupa..." Ucapnya sambil menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.
To Be Continued...
A/N: Ahahaha, udah ketahuan kan pairingnya siapa aja disini? NaruShion. Kenapa NaruShion? Soalnya aku suka sama pairing ini walaupun Shion Cuma muncul sekali. Itupun Cuma di movie.. Lalu ArataSakura. Kenapa mereka? Cocok aja gitu kalo merah digabung sama pink (?). Lalu.. SasuMisaki. Misaki itu OC. Sifatnya? Hm.. Kaya Ayuzawa Misaki di KWSM. Kenapa OC? Kenapa? Emangnya ada lagi yang tahan sama sifat dinginnya Sasuke selain Sakura atau OC? #heh Segini dulu ya. Chapter depan kita kembali ke storyline. Jaa ne~
Next Chapter: The Main Test and...?
