Falling For My Husband

Chapter 11

[WARNING]

Typo everywhere

HUNHAN

BOYXBOY, MPREG, AGEGAP

DLDR – Just go away kalau ga suka

.

.

.

Luhan

"Apakah kamu sudah siap menerima undanganku?" Ahn Daniel mencium kedua pipiku, berlama-lama mendekatkan bibirnya ditelingaku. Aku baru saja tiba di sini dan orang pertama yang melihatku tiba adalah Daniel, another playboy.

Dia berteman baik dengan Kris, tetapi nama keluargnya sedang terkenal akhir-akhir ini karena sepupunya, Ahn Jaehyo, baru-baru ini menikah dengan Choi Min Ji, salah satu karyawan magang dikantorku. Para pria di keluarga Ahn dikenal sebagai pria-pria yang seksi dan berdarah panas dengan darah campuran mereka, selain itu mereka adalah seorang jenius di arena bisnis. Jika aku bisa mendapatkan pria seperti itu – yang mana jatuh cinta padaku dan bersedia mempertaruhkan semuanya untukku – maka diriku akan menjadi orang paling beruntung.

Akan tetapi, Ahn Daniel bukanlah pria itu. Jangan salah paham, Daniel sangatlah tampan, tetapi dia bukanlah orang yang menyukai segala sesuatu dalam hal pasangan, termasuk para kekasihnya.

"Jangan khawatir, Daniel. Jika aku menginginkan 3 orang saling berbagi hubungan seksual, aku akan segera menghubungimu."

Matanya yang berwarna biru gelap menatapku, mencoba untuk mengeluarkan pesona iblisnya. "Hei – hei, sekarang kau menyakiti perasaanku. Aku bisa dapat dengan mudah mengelola 1 pasangan sekaligus. Makan malamlah denganku. Aku tidak akan mengecewakanmu."

Playboy sedang memulai permainannya. Dan aku hanya menginginkan laki-laki biasa. "Daniel – "

Daniel mendekat, mengangkat daguku, "Biarkan aku jujur padamu. Aku juga menyukaimu, Luhan. Menurutku kau menabjubkan, dan yang paling penting kau sangat nyaman diajak bicara. Itu yang aku sukai darimu, akan tetapi ada hal yang lain dari dirimu, tulah mengapa aku menjadi seperti ini." Daniel berhenti berbicara, mengumpulkan keberanian, "Orang tuaku ingin melihat diriku memiliki hubungan yang sehat. Dan aku berharap kau bisa memperlihatkanku – membantuku malahan." Daniel mengangkat tangannya. "Aku bersumpah, demi kehormatan saudara sepupuku dan semua sepupu-sepupuku, aku tidak akan melakukan sesuatu yang seksual."

"Apakah orang tuamu meminta agar kau seperti sepupumu? Aku ragu itu mungkin. Kau terlalu liar, Daniel." Aku menyeringai saat dirinya mengerutkan dahinya.

"aku menyayangi saudara sepupuku, tetapi keparat! Aku lelah dibanding-bandingkan dengannya. Sayangnya aku tidak terlalu genius. Aku bahkan tidak bisa berbicara 5 bahasa yang berbeda atau membuat bisnis yang akan bangkrut menjadi sukses, tetapi aku adalah pria baik didalam sana. Aku mungkin terlalu menyukai seks setiap malam, akan tetapi aku memiliki hati baik. Aku tidak egois. Selain itu aku bisa membuat cupcake terenak diseluruh Korea Selatan."

"Cupcakes? Maksudmu jenis kue coklat?"

"Apapun yang kamu suka."

Oh Tuhan, Daniel. Aku menyukai cupcakes, "Kau bercanda, bukan?"

Daniel memiringkan kepalanya, "Sedikit... aku akui diriku membeli 1 kotak akan tetapi kemudian aku menambahkan coklat lagi dan membuatnya sendiri. Hell! Yang penting aku membuatnya."

Aku tertawa akan penuturannya, "Impresif."

Daniel-pun tertawa. "Kau belum melihatku beraksi."

Akupun mengalungkan lenganku disekitarnya, dan membawanya masuk kedalam bar untuk merayakan. "Kau mulai membuatku terkesan, Ahn Daniel. Aku akan memberi tahu jawabanku setelah malam ini selesai.

"Game on, pewaris tunggal." Daniel mengedipkan matanya padaku.

Bukankah ini kurang dari 1 jam lalu dimana aku bersama Sehun, aku merasa dunia benar-benar runtuh dikakiku? Aku berlinang air mata dan sedih ketika aku sadar Sehun sudah melupakanku. Namun, lihatlah diriku sekarang, mungkin aku merasa terluka karena kehilangan kesempatan untuk bersamanya ketika aku menolak tawaran Sehun, tetapi disini aku mendapatkan kesempatan untuk diriku mendapatkan seseorang. Daniel masih dipertanyakan karena reputasinya, tetapi sejujurnya, dia adalah pria yang lucu dan tidak menganggap semua hal serius.

Mungkin aku butuh awal yang segar.

Siapa diriku untuk menilai? aku sudah memohon seorang pria untuk mengambil keperawananku.

Kata menyedihkan tidak cocok untukku.

Hari esoknya, Daniel mengejutkanku dengan menjemput dikantor dan mengantarku pulang ke apartemen. Laki-laki ini serius tentang kemampuan memanggang kuenya. Cupcake buatannya sungguh lezat. Aku bersenang-senang dengannya hingga lupa jika besok aku harus bekerja dan aku meminum banyak Champagne dan wine. Aku begitu lelah dan bersiap untuk pulang.

"Kau bisa menginap disini. Aku jamin aku tidak akan mengganggu sampai kau benar-benar memohon. Dan jika itu terjadi, maka aku akan menyerah, bukan?" Mata biru tuanya menggodaku sementara aku memutar kedua bola mataku.

Sudah saatnya aku menikmati hidupku. Bukan berarti aku akan bercinta dengannya. Tentu saja tidak... akan tetapi aku rindu di peluk seseorang. Sangat. "Aku butuh sikat gigi cadangan dan kaos sehingga aku bisa tidur."

"Kau yakin bisa menahan diri semalaman denganku?" Daniel menggodaku saat dirinya membantuku berdiri.

"Sebentar lagi aku akan koma, jadi kau bisa melupakan semua itu." Aku bergumam sembari menguap.

Daniel menuntunku ke lantai 2 sementara lengannya dengan nyaman bertumpu pada pinggangku.

"Ada pakaian baru yang bisa kau pakai di ruang sebelah. Kau bisa mengambil apa yang kau butuhkan jadi kau bisa langsung berangkat kerja besok." Daniel mengarahkan jarinya pada ruangan di bagian kiri, "Oh, iya. Aku dengar kau suka berangkat awal untuk bekerja. Jadi apakah mau kusiapkan sarapan? Aku pastikan sarapan akan siap sebelum kau bangun."

Ini adalah sisi berbeda dari Daniel – penuh perhatian – dan walaupun aku baru beberapa hari menghabiskan waktu dengannya, kurasa diriku mulai menyukainya.

Hal ini mungkin tidak pada skala yang sama dengan Sehun, akan tetapi ini adalah kemajuan. Dan aku mendapatkan apa yang aku butuhkan. Aku akui Daniel bertindak seperti pria sejati, dan hal itu mengejutkanku. Dan perkataannya benar, dia sama sekali tidak menggangguku dan ketika aku bangun keesokan paginya, aku mendapati sarapan sudah tersaji di ruang makan dengan lengkap dan juga kopi yang baru saja diseduh.

Kegigihannya untuk mendapatkanku benar-benar seperti laki-laki yang aku inginkan dihidupku, membuatku berpikir keras dan lama.

Yeah, aku sangat menyukai Ahn Daniel. Dan sekarang apa yang harus aku lakukan selanjutnya?