Hai guys, maaf sekali aku lama update...

Makasi uda review... i really appreciate that :))

Please enjoy...

Warning : chapter ini semua smut dan forgive meeeee ... dan chapter ini mayan panjang menurutku.. so yeaaahh

Enjooooyyyy

Malam itu di pesta ulang tahun Ken.

Ken memakai gaun hitam dengan pita besar di pinggang belakangnya. Ia memakai gaun yang tanpa lengan dan memamerkan punggungnya yang mulus. Ia juga telah memakai topengnya yang berwarna hitam.

V memakai gaun berwarna biru dan Kookie memakai gaun berwarna hijau. Keduanya memilih gaun dengan desain yang sama. Mereka juga telah memakai topeng yang dibeli kemarin.

Hongbin memakai gaun merah dengan pita hitam di pinggang belakang. Desain gaunnya sama dengan punya Ken. Ia juga memakai topengnya dan bros merah di tengah dadanya. Ia sedang berdiri di depan istana. Ia sibuk mencari lelaki dengan rambut silver. Lalu pandangannya jatuh pada seseorang yang berambut silver yang kelihatannya sedang kebingungan.

Hongbin tersenyum dan menghampiri lelaki itu.

"Hey!" Sapa Hongbin sambil tersenyum.

Lelaki itu terkejut dan langsung menunduk pada Hongbin.

Hongbin menarik tangannya.

"Ayo! Aku harus memperkenalkanmu pada kakakku!"

Lelaki itu hampir tersandung mengikuti Hongbin.

Tiba-tiba Hongbin berhenti di depannya membuat lelaki itu menabrak tubuh Hongbin.

"Aku lupa! Siapa namamu?"

"Uh... aku Lee Hyun Woo, my Princess."

"Okay.. Hyun Woo, aku Princess Hongbin. Dan yang ultah itu Princess Ken, okay? Dan kau juga harus mengangguk jika ia bertanya padamu. Atau ah! Sudahlah! Biar aku saja yang menjawab pertanyaannya nanti"

"Yes, my Princess" dia tersenyum lebar.

Hongbin masuk ke dalam dan menemui Ken yang sedang berdansa dengan seseorang.

'Mungkin dengan Prince Leo' pikirnya.

"Sisterr..." sapanya sambil memberi Ken hadiah dan memeluknya.

"Ohh my Hongbin... oh! Inikah lelaki beruntung itu?" Ken tersenyum ramah pada Hyun Woo.

"Uhh.. yeah.." Hongbin sedikit gelisah.

"Dan siapa namamu?" Tanya Ken.

Hyun Woo menunduk padanya dan menjawab, "aku Lee Hyun Woo, my Princess"

Ken tersenyum dan mengangguk.

"Well, silahkan nikmati pestaku"

Lalu Ken kembali berdansa dengan partnernya.

Hongbin mencoba melihat siapa lelaki yang berdansa dengan Ken. Ia memakai setelan berwarna biru-hitam. Ia mengenakan topeng hitam. Tapi tubuhnya terlihat lebih muskular.

'Mungkin itu bukan Leo. Ah stop it Hongbin!'

"May I have this dance?" Tanya Hyun Woo sambil menunduk.

Hongbin curtsy dan menerima ajakan Hyun Woo.

Mereka berdansa dengan indah.

"Aku tidak tau kau bisa berdansa" kata Hongbin.

Hyun Woo tertawa pelan.

"Yeah, aku berlatih."

"Jadi, apa pekerjaanmu?"

"Umm.. aku hanya pembuat kue di toko kemarin"

"Oh yeah?"

"Yeah. Kue itu, aku ikut membuatnya."

Mulut Hongbin terbuka dan ia menatap Hyun Woo dengan takjub.

"Hebat!"

"Ah.. itu biasa saja Yang Mulia"

Mereka berdua tertawa.

Setelah beberapa dansa, mereka berhenti.

"Aku ingin makan kue, kau mau ikut?"

"Sure"

Mereka pergi ke meja besar. Disana banyak terdapat makanan dan cocktail.

Hongbin mengambil cocktail untuk dirinya dan Hyun Woo. Mereka berbincang-bincang dan tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka.

"Hai? Uhh.. apa kau akan berdansa dengannya?" Tanya wanita itu kepada Hongbin.

"Uh tidak! Aku rasa dia tidak keberatan untuk berdansa denganmu!"

Hongbin menyikut Hyun Woo.

"Huh? Uh... well, may I princess?" Tanyanya pada Hongbin.

Hongbin mengangguk dan Hyun Woo pergi berdansa dengan wanita itu.

Hongbin menghela nafas karena ia sendiri lagi. Ia melihat Ken sedang berdansa dengan Leo atau ntah siapalah itu. Ia melihat V dan Kookie sedang berbicara dengan 2 pangeran dari kerajaan lain.

Hongbin menegak cocktailnya.

"Let's go" bisik seseorang di telinganya yang membuatnya bergidik.

Lelaki itu langsung pergi ke arah belakang.

Hongbin melihat lelaki itu, lalu lelaki itu berbalik dan tersenyum pada Hongbin.

Mata Hongbin terbelalak. Ia tidak asing dengan senyum itu.

Hongbin meletakkan gelasnya di meja dan ia mengikuti lelaki itu.

Lelaki itu membawa mereka ke belakang istana, tepatnya di taman belakang dekat kamar pengawal.

Lalu lelaki itu berbelok ke suatu lorong.

Jantung Hongbin berdebar kencang dan ia tetap mengikuti lelaki itu. Hingga sesuatu menarik tubuh Hongbin ke dinding.

"Ouw!"

Orang itu langsung menyerang mulut Hongbin. Hongbin merintih pelan. Hongbin tersadar dan ia mendorong kuat orang itu. Lelaki itu melepas topengnya.

"Prince Leo?" Hongbin juga melepas topengnya.

Leo menyeringai padanya.

Leo hendak mencium Hongbin tapi Hongbin dengan cepat menahannya.

"Priiinnceeee..." rengeknya.

"Why?"

"Kita... kita gak bisa melakukan ini! Ken... kau akan segera menikah dengan Ken! Kau milik Ke-"

Leo mencium Hongbin dengan kuat. Ia menekan tubuh Hongbin ke dinding. Lalu tangan nakalnya menaikkan gaun Hongbin sampai ke pinggang.

Hongbin mencoba menolak Leo tapi ia menjadi lemas saat Leo mencium dadanya.

"I'm glad that you wore this" Leo mengecup bros yang diberikannya ke Hongbin.

"Hm? Jadi, kau yang memberi ini?"

Leo tersenyum.

"Thank you Prince Leo, kau baik sekali."

Leo mencium bibir Hongbin dengan lembut.

Hongbin menolak tubuh Leo dan menahan dada Leo.

"Kau harus kembali berdansa dengan Ken! Dia pasti sedang mencarimu sekarang!"

Leo menggeleng

"No, Ken tidak akan tau."

"Apa maksudmu! Kau bersamanya tadi dan tiba-tiba kau meninggalkannya dan dia pasti mencarimu sekarang!"

Dahi Leo berkerut.

"Aku baru tiba di pesta tadi, dan aku belum ada menemui Ken"

Hongbin melongo

"Jadi siapa yang berdansa dengan Ken?"

Leo sudah menebak siapa lelaki itu. Tapi Leo mengangkat bahunya dan kembali mencium Hongbin.

"Don't care"

Leo menggigit bibir Hongbin dan Hongbin merintih.

"Lupakan Ken" gumam Leo.

Leo menaikkan gaun Hongbin lagi dan mulutnya sibuk mencium Hongbin. Tangan Leo yang lain sibuk melepas celana dan boxernya, lalu dengan kasar ia menurunkan celana dalam dan stocking Hongbin.

Jari Leo mengelus clit Hongbin dan Hongbin gemetaran. Hongbin berpegangan pada bahu Leo.

"Princee...nnot heree"

Leo mulai memainkan clit Hongbin.

"What if I want it here" tantang Leo sambil bernafas di telinga Hongbin.

Mata Hongbin terpejam dan ia merasa lemas di sentuhan Leo.

"Beauty... look at me" bisik Leo dengan suara serak.

Hongbin membuka matanya perlahan dan menatap Leo dengan mata yang berat. Mata Leo terlihat semakin gelap.

Hongbin merasakan sesuatu yang keras dan besar di miss v nya. Ia baru tersadar apa yang dilakukan Leo saat Leo mengerang pelan sambil memejam matanya dengan bergairah.

"AH! Nnghhhh Princceee... mmmhhhh" Hongbin terkejut dan ia memegang bahu Leo dengan kuat.

"Relax Beauty..."

Hongbin mengatur nafasnya dan mencoba rileks.

"Ooohhhh H-hhongbin... sssso aaahhh tttightttt mmmhhhh aaaaahhh" Leo bergerak dengan lembut dan keduanya merintih pelan sambil memejam mata menikmati sensasi itu.

"Pppprincee... aaahh"

Leo mencium Hongbin dengan nafsu. Mereka terus bercinta dan kemudian Leo mempercepat gerakannya hingga klimaks.

"Aaaaaammmmmmfffff L-leeeoo... ffffasterrrrrrr yyyyyeeeessssssss aaaaaaaahhhhhh"

"Ah ah Hongbinnieee... Aku ... aku... aaaahh shit... i'm close babeee..." Leo semakin brutal hingga mereka sulit bernafas dan dengan sekali dorongan yang kuat, Leo ejakulasi di dalam Hongbin.

Leo tidak menghentikan gerakannya. Ia malah bergerak pelan sambil terus ejakulasi. Leo meletakkan keningnya ke Hongbin.

"Aku tergila-gila padamu Hongbin... I love you... I love you Hongbin.."

Hongbin dan Leo berkeringat hebat. Kepala Hongbin terkulai lemas ke samping.

"Princeee... I love you too..."

Leo tersenyum dan mencium Hongbin kuat.

Leo mengeluarkan membernya dan ia memakai celananya kembali. Perlahan ia membantu Hongbin memakai celananya.

"O-oh" Hongbin hampir terjatuh.

Leo lalu menggendong Hongbin ke kamarnya.

Hongbin baru sadar kalau Leo tidak mengantarnya ke kamarnya.

"Prince! Kau bawa aku kemana?" Bisik Hongbin sambil menatap Leo dengan kesal.

Leo hanya tersenyum geli.

Tiba-tiba Leo menghentikan langkahnya. Senyumnya hilang dari wajahnya.

"What? What happened?"

"Ssh"

Hongbin melihat ke depannya. Dan ia kaget.

Ken sedang digendong oleh seorang lelaki dan mereka sednag berciuman. Sesekali lelaki itu mendorong Ken ke dinding dan menggesekkan membernya ke Ken.

"Mmmhh Ravi! Stop it! Or fuck me right here, right now!"

Lelaki itu, Ravi, tertawa dan mencium Ken lagi.

"Fine Princess.. your wish is my command!"

Ravi mulai melepas celananya dan dengan cepat ia merobek celana dalam Ken.

"Yah! Kenapa kau selalu merobek celanaku?!"

"But you love it my Princess"

Ravi mencium dada Ken dengan penuh nafsu. Ken bersandar di dinding dan tangannya menarik rambut Ravi yang pendek.

"Yyeahh... I love everything you do to me Ravi-yah"

Dengan cepat Ravi menurunkan bajunya. Ravi memainkan puting susu Ken yang memerah dan keras.

"Kau tidak takut jika Prince Leo menemukanmu disini?" Tantang Ravi dengan senyum nakalnya.

"Nnno! Aku yakin dia ssse AH! Ravi!"

Ravi mencium putingnya dan Ken hilang konsentrasi.

"Aku yakin dia se...sedang... nnghhh... bersenang... senang... aahhh... Raviiii-yaaaahhhh"

"Do you love him, my Princess?"

"Nno! I love you Ravi... not Leo!"

"Good, that's all I want to hear"

Dengan gerakan cepat Ravi mendorong membernya masuk ke Ken. Ken berteriak kuat dan Ravi mengerang kuat. Ravi bergerak dengan brutal dan Ken tersenyum nakal padanya.

"Yyyes fuck me hard Ravi-yah... fuck meeee... aaahhh gooooddddddddd... my boy.. yeaaaahh mmmhh"

"Kau suka mencari perhatian ya? Bagaimana kalau Leo kemari? Huh?"

Ken menatapnya jengkel.

"Stop it! Forget him! I don't care! Just fuck me hard!"

"Yes my Princess" jawabnya terengah-engah.

Mereka terus merintih kuat.

Hongbin dan Leo telah bersembubyi di balik dinding. Mereka telah mendengar semuanya. Mereka sepakat untuk tidak melihat 2 orang itu. Hongbin dan Leo saling menutup telinga mereka, tapi suara Ken dan Ravi bergema kuat.

Hongbin dan Leo menahan tawa mereka. Mereka tidak bisa berjalan ke kamar Leo karena Ravi dan Ken bisa melihat mereka dan mereka tidak ingin mengganggu.

"Oh my God" bisik Hongbin.

Leo tersenyum nakal pada Hongbin dan ia menarik tubuh Hongbin dan menciumnya lembut.

"Kau bisa tetap diam kan?" Bisik Leo.

Hongbin mengangguk.

Leo mencium Hongbin dengan nafsu lalu ia mendorong tubuh Hongbin ke dinding.

"I got turn on by hearing their moans, babe" bisik Leo di antara ciumannya.

"Me too"

Dengan pelan Leo menaikkan gaun Hongbin dan menurunkan celananya. Ia juga melepas celananya dengan tanpa suara.

Suara rintihan Ken yang kuat dan suara nafas Ravi yang terengah-engah masih bergema kuat. Suara seks mereka membuat Leo semakin terangsang.

Dengan cepat ia menghujam ke Hongbin.

"Ah!" Hongbin langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Matanya terus menatap Leo.

Mulut Leo terbuka sedikit.

'She is fucking tight. We just had sex and now she is still tight? How can it possible?'

Leo terus bercinta dengan Hongbin. Ia menarik tangan Hongbin tapi Hongbin menggeleng kuat.

Leo bersikeras menarik tangan Hongbin. Dan ia langsung mencium Hongbin. Ia ingin membuat Hongbin diam tapi sepertinya ia malah memperburuk keadaan. Keduanya merintih pelan merasakan sensasi itu. Hongbin benar-benar terangsang, mendengar rintihan Ken dan Ravi, lalu member Leo yang bergerak di dalamnya, mulut dan lidah Leo yang membuat kakinya lemas, tangan Leo yang bermain dengan clit dan nipplenya. Hongbin sangat berusaha untuk tidak berteriak. Keduanya masih berciuman dan terengah-engah.

Tak lama mereka mendengar jeritan panjang Ken dan Ravi.

"Oohh Raviii-yaaahh, let's go to your room.. and fuck me again!"

Ravi tidak menjawab.

Hongbin dan Leo mendengar suara pintu yang dibanting.

Leo melepas ciumannya.

"I guess we're okay now"

"Huh? Uhh hhhh yyyeeehhhh mmmhhhh i'm... oohhh Llleoooo... Leoooo..." Hongbin memanggil namanya dengan suara sexy.

Leo semakin terangsang dan ia semakin mempercepat gerakannya.

"Shit! I wanna cum... i wanna cum baaabbbeeeeee aaaaaargghhhh" Leo mengerang sambil menahan pinggul Hongbin dengan kuat saat ia ejakulasi. Ia kembali ejakulasi di dalam Hongbin.

Tanpa aba-aba, ia menggendong Hongbin tanpa mengeluarkan membernya. Ia melangkah keluar dari boxer dan celananya lalu mengambil celana dan boxernya itu. Ia lalu berjalan ke kamarnya dengan Hongbin yang masih di pelukannya. Hongbin merintih setiap Leo berjalan. Leo menahan rintihannya. Membernya masih sensitif akibat miss v Hongbin yang masih ketat. Ia tidak peduli dengan cairannya yang sedikit merembes keluar dari Hongbin.

Hongbin merintih di baju Leo, ia berpegangan kuat pada Leo.

Hingga sampa di kamar Leo, ia menidurkan Hongbin di tempat tidurnya. Keduanya merintih akibat sensasi geli di kemaluan mereka.

"Ummmhh Princee... let's... uhh"

"Let's what Hongbin?" Tanya Leo sambil menggerakkan membernya pelan.

"Ouhh Princee... I... I want it again..."

"So greedy my Princess"

Hongbin tertawa pelan dan Leo menciumnya dengan nafsu. Dan mereka melakukannya lagi, lagi, lagi, dan lagi.