Kim Kyuna, Present

A fanfic about KyuMin

A Genderswitch Love Kyumin

.

.

Off-air

.

.

Cast: Lee Sungmin as Lee Sungmin

Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Lee Donghae as Lee Donghae

Jungmo as Kim Jungmo

Lee Hyukjae as Lee Hyukjae

.

.

Disclaimer: I do believe them, constantly it keeps sourounding in my heart. Their way love each other. Kyumin is us. Sungmin is Pumpkin's and Kyuhyun is Sparkyu's. Our beloved.

I love Kyumin and love you all

.

.

Happy reading

.

Chapter 12

Sungmin berjalan dengan lemah menyusuri lorong-lorong rumah sakit. Rasanya seluruh tenaga dan kekuatannya hilang begitu saja. Tubuhnya lemas sekali. seperti tidak ada tulang-tulang yang menyokong. Dari kejauhan dia bisa melihat Hyukjae menyambutnya dengan tatapan cemas.

"Minnie-ya, kau darimana saja? Bahkan kau tidak mengangkat ponselmu" tanya Hyukjae cemas. Sungmin mencoba untuk tersenyum walaupun rasanya Hyukjae pun tahu dia sedang tidak baik-baik saja.

"Apa Kyuhyun sudah sadar?"

"Dia sudah sadar sejak satu jam yang lalu dan menanyakanmu. Ini sudah saatnya dia makan tapi kurasa dia tidak akan makan sebelum kau datang"

Sungmin tersenyum lagi lalu dengan perlahan membuka pintu kamar inap Kyuhyun.

Kau harus kuat Lee Sungmin, uljima.. uljima...

Mata itu, seakan tahu siapa yang datang dia menatap dengan pancaran yang berbinar. Kyuhyun yang sedang menyandarkan kepalanya di ranjang tersenyum ke arah Sungmin. Donghae menoleh.

"Kau sudah datang? Kau menghilang begitu saja" semprot Donghae

"Mianhae Donghae-ah, setelah melihat Kyuhyun aku pergi membeli sesuatu"

Donghae bangkit dari duduknya lalu mengelus kepala Sungmin "Dia tidak akan makan jika belum melihatmu. Konyol seperti biasa"

Sungmin terkekeh matanya tetap menatap seseorang yang juga tengah tersenyum sambil menatapnya dalam. Donghae beranjak keluar dari kamar, menyisakan mereka berdua.

Kyuhyun memberi isyarat agar Sungmin mendekat, yeoja manis itu berjalan mendekat lalu duduk di tepian ranjang Kyuhyun.

"Senang bisa melihatmu lagi Cho Sungmin" ucap Kyuhyun lembut sambil mengelus pipi Sungmin

Sungmin memejamkan matanya, jemarinya menggenggam punggung tangan Kyuhyun yang ada di wajahnya

"Aku merindukanmu Ming"

Kali ini Sungmin yang terlebih dahulu menghapus jarak diantara wajah mereka, melumat bibir Kyuhyun yang masih agak pucat dan kering tanpa ingin menambah rasa sakit akibat lebam di pinggir bibir Kyuhyun.

Namja stoic itu menikmatinya, meraih tengkuk Sungmin, mencoba memperdalam ciuman sebisanya.

Tuhan, aku mencintainya. sangat mencintainya. sembuhkanlah segala lukanya. Kuatkan dia apapun yang akan terjadi nanti.

Mereka saling melepas tautan ketika dirasa oksigen sudah menipis, saling menatap dalam mencoba menyelami perasaan masing-masing.

"Apa kau baik-baik saja Kyu?"

"Aku baik karena ada kau di sini"

Sungmin memanyunkan bibirnya "Kau masih saja bercanda"

Kyuhyun terkekeh pelan "Aku serius sayang, aku berharap saat aku terbangun aku akan melihatmu ternyata kau tidak ada" gumam Kyuhyun sebal

"Mianhae, aku menunggumu tapi kau tidak bangun-bangun Kyu. Kau memang hobi sekali tidur"

Kyuhyun menggenggam erat jemari Sungmin lalu mengecup punggung tangannya. Sungmin tidak tahan lagi, dia menangis dengan keras mengeluarkan semua emosi, sedih, dan kecewa yang begitu mendesak hatinya. Kyuhyun dengan sabar menunggu sampai Sungmin selesai menangis. Dia berharap setelah ini Sungmin tidak akan pernah menangis lagi.

"Aku takut terjadi apa-apa denganmu Kyu" isak Sungmin dengan keras "Aku takut Kyu.. takut sekali..."

Kyuhyun menarik tubuh Sungmin dan mendekapnya erat "Hei, apa yang kau takutkan? Aku baik-baik saja sayang" ujarnya sambil mengelus rambut Sungmin dengan lembut. Air mata Sungmin membasahi baju pasien Kyuhyun.

Aku takut Kyu, sangat takut sekali. aku tidak siap dengan keputusanku. Aku tidak sanggup seperti ini.

"Ming? Lee Sungmin?"

Sungmin tetap menangis di dada Kyuhyun, meremas baju Kyuhyun dengan kuat meluapkan semua perasaannya yang sangat kacau saat ini. Akhirnya Kyuhyun mengangkat wajah Sungmin

"Sayang, apa yang terjadi?" tanyanya cemas. Sungmin menggeleng pelan mencoba menghentikan tangisnya

"Tidak ada Kyu.."

"Kalau begitu kau tidak perlu menangis lagi, aku dan kau, kita akan baik-baik saja sayang. percayalah padaku"

"Berjanjilah jangan pernah tinggalkan aku Kyu, berjanjilah padaku"

Kyuhyun tersenyum lembut lalu mengecup bibir Sungmin yang basah sekilas "Tentu saja aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku tidak akan dan tidak mau Ming"

Berjanjilah tidak akan meninggalkanku Kyu, berjanjilah selamanya kau akan tetap begini sekalipun aku yang meninggalkanmu.

0000oooo Off-air oooo0000

Flashback

"Kau serius?" tanya Jungmo sambil tersenyum menyeringai.

"Jangan bermain-main denganku Kim Jungmo. Kau bukan lagi Jungmo yang aku kenal"

"Lalu kau ingin aku tetap seperti Jungmo yang lugu yang bahkan terlalu baik sampai tidak tahu kelakuan hina kekasihku sendiri?"

Sungmin ingin menampar mulut itu hanya saja dia sadar posisinya sekarang. Dia tidak ingin negosiasinya hancur berantakan dan Kyuhyun yang kembali menerima semua akibatnya.

Yeoja kelinci itu menghela nafas panjang mencoba menetralkan emosinya "Lalu apa maumu?"

"Tinggalkan Kyuhyun dan menikah denganku"

Sungmin memejamkan matanya, sudah dia duga kalau permintaan Jungmo tidak jauh dari hasrat aneh yang ingin memilikinya.

"Mudah bukan?" sambung Jungmo lagi "Aku akan memaafkan dia, aku akan mengembalikan dia ke klub, aku juga akan menjamin hidupnya akan baik-baik saja tanpamu"

Benarkah? Bajingan sepertimu.. entah sumpah apa yang pantas untuk memakimu Jungmo-ah

"Kenapa? Kau tidak bisa? Aigoo Lee Sungmin, ku kira kau datang tidak dengan kepengecutanmu ternyata.."

"Baik kalau itu maumu" potong Sungmin

"Kau yakin?" tanya Jungmo lagi

"Mengapa? Kau takut? Tidak menyangka? Pabbo" Sungmin tersenyum licik

Aku yang takut dan tidak menyangka mengambil jalan ini. dan entah bagaimana jadinya nanti

"Baiklah, aku akan mengatur semuanya"

"Tunggu sampai Kyuhyun sembuh, beri aku waktu sampai Kyuhyun sembuh"

"Seminggu"

"Sebulan Jungmo-ah.. kumohon" Sungmin hampir saja menangis

Seminggu? Aku harus meninggalkan Kyuhyun dalam waktu seminggu?

"Take or leave it Lee Sungmin"

Air mata Sungmin jatuh, tidak tahan lagi. "Kau, seandainya kau tahu bagaimana Kyuhyun tidak bisa tidur nyenyak karena mengambil kekasih sahabatnya sekalipun dia yang mencintai gadis itu terlebihd dahulu, seandainya kau tahu bagaimana perasaannya menahan cinta karena tidak ingin melukai sahabatnya, seandainya kau tahu bagaimana dia menahan perasaannya saat bersamaku hanya karena memikirkanmu, seandainya kau tahu Jungmo-ah, selama ini aku selalu merasa sekalipun aku tidak mencintaimu setidaknya aku memilih orang yang benar untuk melindungiku dan ternyata semuanya salah. Kau sebut ini cinta? Bukan! Ini hanya sampah karena sampai kapanpun aku akan membencimu"

Tuhanku, aku harus meninggalkan Kyuhyun seminggu lagi. seminggu aku harus menikah dengan orang lain. seminggu lagi aku akan menghancurkan hati Kyuhyun. Seminggu lagi dan setelah itu Kyuhyun akan membenciku selamanya.

0000oooo Off-air oooo0000

Sungmin sedang menyuapi Kyuhyun makan sewaktu Jessica datang. Matanya tampak sedih melihat kemesraan Kyuhyun dan Sungmin namun dia mencoba dengan keras menerima kenyataan yang ada di depannya. Jessica menatap Kyuhyun dengan sangat terpukul tidak percaya kalau Kyuhyun akan terbaring di kasur rumah sakit dengan kepala diperban dan banyak luka lebam di wajah dan tubuhnya.

"Jess, kau datang" sapa Kyuhyun ramah sambil tersenyum. Sungmin bangkit dari duduknya.

"Kau tidak kuliah Jess?" tanya Sungmin ramah.

"Aku sudah selesai dan kudengar Kyunie.. hiks.. "

Baik Sungmin dan Kyuhyun tersenyum lebar "Kalian bicaralah, aku akan keluar sebentar"

Kyuhyun mengangguk pelan "Jaga dirimu sayang"

Yeoja manis itu mengangguk lalu beranjak keluar meninggalkan Jessica dengan Kyuhyun. Jessica duduk di samping Kyuhyun dengan air mata yang masih mengalir, Kyuhyun menghapus air mata itu seperti biasa

"Mengapa hari ini semua orang menangis melihatku?" katanya sambil terkekeh

"Kau masih saja bisa tertawa Kyunie"

"Jangan menangis karena aku Jess, aku tidak bisa memberikan apapun sebagai balasannya"

"Aku tidak butuh semua itu Kyunie, siapapun akan sedih melihatmu begini"

Kyuhyun mengelus kepala Jessica dengan lembut "Aku baik-baik saja Jess, percayalah"

"Apa Jungmo yang menyuruh teman-temannya Kyu?"

"Aku tidak tahu Jess, aku tidak mengenal semua teman Jungmo. Entahlah, tapi mungkin aku pantas mendapatkan semua ini"

"Mengapa begitu?"

"Jangan salahkan Sungmin lagi mulai sekarang, kau adalah yeoja yang baik Jess, aku menyayangimu jadi kumohon padamu jangan membenci Sungmin lagi" kata Kyuhyun dengan serius.

"Kyunie.."

"Bahkan dia tidak membencimu karena kau memanggilku begitu"

"Lalu apa aku harus mengganti panggilanmu?"

"Kau bisa melakukannya?"

Jessica menggeleng pelan, Kyuhyun menyambut dengan senyumnya lagi "Kau tidak perlu melakukannya Jess kalau kau tidak mau. Sungmin juga tidak keberatan dengan itu"

"Benarkah? Kyunie, kau harus cepat sembuh. Jangan pernah lagi seperti ini"

"Kau tidak perlu khawatir"

"Baiklah, aku harus pergi sekarang. Cepat sembuh Kyunie, aku menyayangimu"

"Aku juga menyayangimu Jess"

Sungmin mendengarkan semua pembicaraan mereka dari balik pintu. Rasanya sangat sakit sekali, berkali-kali wajahnya memanas menahan tangis yang selalu ingin keluar hari ini. Sungmin menutup mulutnya kuat-kuat agar isakannya tidak terdengar. Dia duduk dengan lemas di bangku tunggu yang berada di dekat kamar Kyuhyun. Tidak lama Jessica keluar dan mendekatinya.

"Lee Sungmin, kau harus kuat" kata Jessica pelan, sambil menangis Sungmin mengangguk

"Gomawo Jess"

"Apa Jungmo yang melakukan ini semua?" tanya Jessica agak kesal

"Aku tidak tahu Jess, mungkin bukan Jungmo tapi teman-temannya"

Sungmin menghapus air matanya lalu bangkit "Terima kasih kau mau datang"

"Aku datang untuk Kyunie, bukan untukmu Lee Sungmin"

Jessica kemudian pergi meninggalkan Sungmin yang masih terdiam kaku. Perlahan sungmin kembali ke dalam kamar Kyuhyun berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan semuanya baik-baik saja.

0000oooo Off-air oooo0000

"Jungmo-ah, kau tidak perlu membunuh Kyuhyun untuk memaafkan kesalahannya" Jessica mendorong tubuh Jungmo dengan sekuat tenaganya. Dia marah. Sangat marah.

"Bukan aku Jess yang melakukannya, tapi teman satu klub-ku"

"Itu sama saja bodoh!"

Jessica memukul-mukul Jungmo sambil menangis "Kau sangat tega sekali Jungmo-ah"

"Lalu apa kau akan semudah itu menerimanya? Kau tidak tahu sakitnya aku Jess"

Jungmo berusaha menghentikan pukulan Jessica dengan mendekapnya, membiarkan Jessica menangis "Aku benci mengetahui kenyataan Kyunie tidak mencintaiku, aku benci mengakui kalau Kyunie menjadi kekasihku untuk melindungi Sungmin, aku benci harus mengakui kalau Kyunie memang hanya mencintai Sungmin tapi aku tidak akan membunuhnya Jungmo-ah, aku tidak akan menyiksa Sungmin karena aku mencintai Kyunie, karena Kyunie bisa mati kalau aku membunuh Sungmin, itu sama saja seperti aku membunuh Kyunie"

Jungmo terdiam. sedikitnya memang benar apa yang dikatakan Jessica tapi bagaimana dengan lukanya? Tidak bisakah dia sedikit egois? Selama ini selalu Sungmin dan Kyuhyun yang membodohinya. Luka itu sangat dalam bahkan rasa sakitnya pun sampai membuat mati rasa.

"Jess.."

"Apa yang kau rencanakan sekarang?"

Jungmo tidak menjawab. Sungmin memintanya untuk merahasiakan ini sampai seminggu ke depan dan dia sudah berjanji akan memenuhinya.

"Aku tidak berencana apapun.."

"Aku akan benar-benar membencimu jika kau melakukan hal ini pada Kyunie lagi"

"Aku tidak akan melakukannya Jess, percayalah"

Kali ini Sungmin yang melakukannya Jess, dia yang akan melukai orang yang dia cintai. Aku akan menunggu saat itu.

0000oooo Off-air oooo0000

Tiga hari kemudian Kyuhyun pulang dari rumah sakit namun belum diperbolehkan untuk kuliah lagi, dia sudah melampirkan surat keterangan untuk kampusnya yang menyatakan bahwa dia berada dalam kondisi pemulihan. Sungmin terus menemaninya setiap hari baik di rumah sakit maupun diapartemen. Sekarang Kyuhyun dan Sungmin tinggal bersama di apartemen Kyuhyun sedangkan Donghae tinggal bersama Hyukjae di apartemen Sungmin.

You received a text message

Kim Jungmo : Chagiya, jangan lupakan perjanjian kita.

Sungmin memasukkan ponselnya ke dalam tas sewaktu Kyuhyun datang dan duduk memangkunya.

"Kyu, besok kita berlibur saja ya? aku ingin melihat pantai" rengek Sungmin yang berada dalam pangkuan Kyuhyun. Hari ini mereka baru saja pulang setelah seharian berjalan-jalan di mall dalam acara double-date buatan Hyukjae.

"Pantai? Kau harus kuliah sayang"

"Shireo, aku ingin ke pantai Kyu.. aku ingin berlibur denganmu selagi kau masih belum sibuk kuliah"

"Hari ini kita baru saja seharian bermain bersama Hyukjae dan Donghae, kemarin kau memintaku untuk berkeliling kota Seoul, dan sekarang berlibur. Kau tidak lelah sayang?"

"Kau menolakku? Kau tidak mau pergi bersamaku Kyu?"

Sungmin cemberut lalu beranjak bangkit dari pangkuan Kyuhyun namun Kyuhyun menahannya "Bukan begitu sayang, aku hanya tidak ingin melihatmu sakit"

"..."

Sungmin tetep tidak bergeming, dia diam sambil menatap Kyuhyun dengan kesal kontan Kyuhyun terkekeh "Arraseo, besok kita berangkat Tuan Putri"

Seketika Sungmin tersenyum lalu meraih leher Kyuhyun untuk memeluknya erat, menenggelamkan kepalanya dalam ceruk Kyuhyun.

"Ada apa denganmu akhir-akhir ini? bahkan kau tidak mau ditinggal sama sekali padahal aku yang baru saja keluar dari rumah sakit"

Sungmin menggeleng pelan tetap pada posisinya "Aku hanya ingin bersamamu Kyu"

Aku hanya ingin bersamamu dengan sisa waktuku yang sedikit. Setelah itu Jungmo akan membawaku pergi darimu Kyu. Mungkin tatapanmu padaku pun akan berubah. Mungkinkah Kyu? Jika cintaku yang ini kurasa hanya milikmu seorang apakah benar kita berjodoh? Atau inikah jalannya agar aku menemukan jodohku yang sebenarnya? Kalau boleh memilih aku ingin dirimu karena hanya kau yang ada selama ini. selama aku hidup.

"Ming, apa kau tidur?" tanya kyuhyun lembut

Sungmin mengangkat kepalanya lalu dengan seketika membawa Kyuhyun dalam ciuman panjang. Saling memejamkan mata, merasakan kelembutan dan candu di setiap pagutan mereka. Sungmin memiringkan kepalanya, menekan tengkuk Kyuhyun sedangkan namja stoic itu mengelus punggung Sungmin dengan lembut. Mereka saling melepaskan, saling terengah-engah. Wajah Sungmin memerah karena kehabisan nafas, bibirnya basah dan merah. Kyuhyun menempelkan hidungnya di leher Sungmin menghirup aroma khas Sungmin yang membuatnya melayang setiap saat.

"Aku lelah Kyu, kita tidur sekarang ya"

Dengan sigap Kyuhyun lalu mengangkat tubuh Sungmin, membaringkannya di ranjang lalu memeluknya dengan erat. "Kyu.." panggil Sungmin pelan sambil memejamkan matanya

"Hmm.."

"Saranghae, jeongmal"

"Nado saranghae"

0000oooo Off-air oooo0000

"Kyuhyunie ayo dorong yang kuat, lagi, lagi"

Sungmin memberikan semangat dari arah belakang. Kyuhyun menghapus peluhnya. "Kyunie, ayoo"

Kyuhyun memberhentikan sepedanya sejenak.

"Ming, sepertinya lebih asik jika kita berjalan kaki saja"

"Jalan kaki? Andwae, mau sampai jam berapa kita di hotel nanti?"

"Sudahlah, kajja"

Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan menuntunnya untuk jalan melewati jalan-jalan tepian pantai yang masih ramai di sore hari. Kyuhyun memandang wajah Sungmin yang cantik, seindah warna lembayung sore hari. Matahari mungkin satu jam lagi akan tenggelam Sungmin merengek untuk melihat matahari tenggelam di pantai. Mereka melewati banyak kios-kios yang menjual barang dagangan yang terbuat dari kerang-kerang laut. Banyak macam dan bentuknya. Kyuhyun menarik lengan Sungmin untuk mampir sebentar ke dalam kios.

Setelah melihat-lihat dengan kagum Kyuhyun menemukan sesuatu yang cantik menurutnya, dia mengambil benda mungil itu dan memakaikannya di rambut indah Sungmin.

"Aha, kau cantik sekali" puji Kyuhyun. Sungmin merasakan wajahnya mulai panas

"Ahjumma, berapa kau menjual yang ini?" tanya Kyuhyun

Pemilik kios menyebutkan beberapa won dan Kyuhyun langsung membayarnya. "Apa kalian pasangan yang sedang bulan madu?" tanya pemilik kios

"Tentu, apa kau mempunyai sesuatu yang bisa digunakan untuk pasangan seperti kami?"

Sungmin mencubit lengan Kyuhyun pelan "Nantinya juga kita akan bulan madu sungguhan, iya kan?" bisik Kyuhyun menggoda. Sungmin hanya mampu tersenyum sendu.

"Aku punya yang ini" pemilik kios membawakan sepasang gelang dengan kerang-kerang mungil sebagai penghiasnya.

"Bagaimana menurutmu chagiya? Kau menyukainya?" tanya Kyuhyun.

Sungmin mengangguk antusias "Aku ambil yang ini kalau begitu"

Kyuhyun merangkul Sungmin dengan erat sambil beranjak keluar dari kios. Kyuhyun memakaikan gelang cantik itu di lengan Sungmin "Kau milikku. Jangan pernah mencoba untuk melepaskannya Cho Sungmin"

Sungmin mengangguk pelan dia juga memasangkan gelangnya di tangan Kyuhyun "Kau.. Kau.." ucap Sungmin terbata-bata

"Hmm?"

"Aku mencintaimu Kyu"

Kyuhyun terkekeh pelan lalu membawa Sungmin ke dalam pelukannya "Tentu saja aku juga mencintaimu sayang." di kecupnya kening Sungmin dengan sayang lalu mereka kembali berjalan menyusuri indahnya sore hari di pantai.

0000oooo Off-air oooo0000

Mereka berdua duduk di tepi pantai sambil menikmati pemandangan matahari yang perlahan tenggelam. Kyuhyun merangkul Sungmin, melingkarkan tangannya ke pinggang Sungmin sedangkan Sungmin menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Pandangan mereka lurus ke arah matahari yang perlahan hilang dari peraduannya.

"Kyu..." panggil Sungmin pelan

"Hmm?"

"Apa kau percaya dengan orang yang selalu bilang pada akhirnya kau akan kembali ke takdirmu?"

Kyuhyun menatap Sungmin dengan heran "Aku pernah mendengarnya dan mengapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?"

"Jawab saja Kyu" pinta Sungmin

"Tentu saja aku percaya, bolehkah aku tahu kenapa kau bertanya?"

Sungmin mendadak tersenyum lebar "Tidak ada, hanya saja aku ingin bertanya pendapatmu"

Kyuhyun mencubit hidung Sungmin dengan sayang "Kau membuatku kaget Ming"

"Kyu.." panggil Sungmin lagi

"Apalagi sayang?"

"Cium aku"

Lagi-lagi Kyuhyun menatap Sungmin dengan heran "Kau sangat aneh hari ini"

"Cium aku Kyu"

Kyuhyun tidak menjawab dan langsung menghapus jarak antara wajah mereka berdua. Ciuman yag awalnya lembut, saling melumat kemudian berubah menjadi ciuman yang saling ingin mendominasi. Kyuhyun berhasil memasukkan lidahnya ke mulut Sungmin dan bermain di sana sampai saliva mereka mulai menetes di dagu Sungmin. meski sudah tahu akan kalah dalam ciumannya Sungmin tetap membalas semua pagutan Kyuhyun. Semua diakhiri ketika mereka kehabisan nafas. Kyuhyun menjilat saliva yang jatuh di dagu Sungmin lalu mengecup bibir yang bengkak itu sekilas.

Sungmin mengelus pipi Kyuhyun, wajah mereka masih sangat dekat "Aku ingin bercinta denganmu Kyu"

0000oooo Off-air oooo0000

Aku ingin malam ini waktu berhenti, biarkan aku membeku saja di kamar hotel ini bersama Kyuhyun, bersama orang yang kucintai. Aku sudah melewati banyak malam bersama Kyuhyun dan aku merasa malam ini yang paling menyakitkan. Hanya ini mungkin yang bisa aku berikan pada Kyuhyun, hanya percintaan ini. semoga dia tahu kalau sampai kapanpun hanya dia yang ada di relung jiwaku, yang selalu menyelimutiku dengan cintanya, mengejarku dengan mimpi-mimpi indah, memelukku dengan sejuta cinta, mendekapku dengan ribuan kebahagiaan, menggenggam erat jemariku dan mengajaknya ke tempat terindah di hatinya, menyentuhku seperti aku adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.

Aku mencintaimu Kyu, tidak kah ada kata lain selain cinta jika bisa mewakili perasaan yang membuncah ini? aku mencintainya. dan biarkan Tuhan memberikan jalan yang terbaik. Aku percaya padanya.

Keduanya sudah penuh dengan keringat, keduanya sudah menyatu sejak tadi, bermain dengan semua hal yang mereka tahu, mencoba segala hal yang belum mereka lakukan, saling memberi kepuasan, kenikmatan dan sejenisnya yang membuat malam ini begitu panjang.

Untuk sekian kalinya Kyuhyun dan Sungmin bersamaan mencapai titik klimaks mereka. Kyuhyun menatap wajah Sungmin yang tersengal-sengal setelah melepaskan cairan cintanya.

"Saranghae" ucap Kyuhyun sambil melumat bibir Sungmin. Sungmin membalasnya.

"Saranghae Kyu, jeongmal" ucap Sungmin

Kyuhyun merubah posisinya lalu memeluk Sungmin dengan erat "Apa kau lelah sayang?" tanyanya sambil mengelus punggung Sungmin

"Tidak Kyu, aku bahagia sekali" jawab Sungmin sambil memejamkan matanya

"Kau menangis tadi saat kita bercinta, apa aku melakukannya terlalu kasar?"

Sungmin menggeleng "Tidak Kyu, mungkin aku terlalu menikmatinya bagaimanapun juga sudah lama kita tidak melakukannya kan?"

Kyuhyun terkekeh "Bukan itu maksudku sayang, ada sesuatu yang sedang kau pikirkan? kau tampak lain malam ini"

"Tidak ada, aku hanya ingin menikmati semuanya sampai detail"

Dikecupnya kepala Sungmin "Lalu apa kau sudah mendapatkannya?"

"Kau selalu tahu caranya Kyu"

"Selamat tidur kalau begitu Chagiya, saranghae"

"Saranghae"

Sungmin bisa merasakan detak jantung Kyuhyun yang teratur, hangat, sangat hangat tidur dalam pelukan Kyuhyun. Sungmin menatap wajah tampan yang selama belasan tahun selalu menjadi juaa di hatinya, perlahan meraba semua yang ada di wajah Kyuhyun dan memberikan kecupan di setiap inchinya.

"Kau akan baik-baik saja kan Kyu? Kau akan sembuh, kau akan menjadi orang yang sukses, kau akan melupakan aku, kau akan bahagia. Kau janji padaku, kau harus menepatinya. Arachi?"

Tidak ada jawaban hanya ada dengkuran halus. Sungmin meneteskan air matanya lalu perlahan bangkit setelah memberikan sebuah kecupan di bibir Kyuhyun.

"Jess, ini aku Sungmin. bisakah kita bertemu?"

0000oooo Off-air oooo0000

Jessica melangkahkan kakinya ke sebuah kafe dimana Sungmin berjanji akan menemuinya, di sana Sungmin sudah tengah duduk sambil memutar-mutar sedotan yang ada dalam minumannya. Jessica duduk di depan Sungmin.

"Ada apa Lee Sungmin?" tanya Jessica heran

Sungmin tersenyum tipis "Aku butuh bantuanmu sedikit Jess"

"Bantuan? Kemana Hyukjae sampai kau harus meminta bantuanku?"

"Karena hanya kau yang bisa melakukan ini Jess. Waktuku tidak banyak. Aku ingin kau menitipkan surat ini pada Hyukjae"

"Kau.. kau mau kemana Lee Sungmin?" tanya Jessica panik

"Aku harus pergi Jess, aku tidak bisa membiarkan Kyuhyun terus menerus terluka sendirian. Kumohon bantu aku, aku tidak bisa melihat Kyuhyun mati karena melihatku menikah dengan Jungmo"

"Sungmin.."

Sungmin menghapus air matanya dengan kasar "Berjanjilah kepadaku kau akan menjaga Kyuhyun, berjanjilah kepadaku kau akan menggantikanku untuk Hyukjae, berjanjilah padaku Jess"

Jessica menangis tersedu "Mengapa kau harus memilih jalan ini bodoh!"

"Hanya ini yang bisa aku lakukan Jess, berjanjilah.."

"Aku berjanji"

Mereka berpelukan sambil menangis terisak "Gomawo Jess"

"Kau mau kemana Lee Sungmin?"

Sungmin menggeleng tidak ingin memberitahu. "Aku harus pergi sekarang Jess, kau sudah berjanji padaku dan.. berjanjilah juga untuk menikah dengan orang yang mencintaimu dan kau mencintainya"

0000oooo Off-air oooo0000

Berkali-kali Hyukjae menatap ke arah jendela lalu ke dapur lalu ke jendela lagi lalu ke dapur membuat Donghae pusing dibuatnya.

"Chagiya, kau sakit? Ada apa denganmu?"

Hyukjae mendekat ke arah Donghae "Entahlah, perasaanku sangat tidak enak. Ini tentang Sungmin"

"Sungmin? ada apa dengannya?" tanya Donghae lagi tidak mengerti

"Dia membawa baju banyak sekali dan begitu aku tanya dia bilang karena akan terus bermain di pantai dan butuh banyak baju lalu dia memberiku pesan sebelum berangkat"

"Apa itu?"

"Dia bilang 'Hyukjae-ah, tentu saja kau akan menikah dengan Donghae bukan? Kalau begitu kau harus menjaga hubungan kalian baik-baik, aku yakin kalian pasti akan menjadi keluarga yang harmonis. Donghae sangat mencintaimu"

"Sungmin? aneh sekali"

"Aku curiga dia menyembunyikan sesuatu pada kita bahkan pada Kyuhyun"

Donghae berfikir sejenak "Dia juga sempat menyuruhku untuk menjaga Kyuhyun sayangnya aku tidak berfikir sejauh itu"

"Donghae-ah kita harus menyusul mereka sekarang. Kajja"

Hyukjae mengambil jaketnya, begitu juga Donghae dia mengambil kunci lalu membuka pintu apartemen, hal yang mengejutkan adalah Jessica sudah berdiri di depan mereka.

"Sungmin menitipkan ini padaku untukmu"

Yang kucintai Lee Hyukjae dan Lee Donghae

Persahabatan macam apa yang kalian tawarkan belasan tahun lalu? Sampai membuatku merasa satu hari tanpa kalian bisa membuatku gila.

Aku mencintai kalian, percayalah.

Hyukjae-ah, aku ingin menitipkan Kyuhyun padamu. Berjanjilah padaku untuk menjaganya, mungkin dia akan menyusahkan kalian tapi aku percaya dia akan sembuh. Aku percaya dia akan menemukan seseorang yang akan mencintainya. dia akan menemukan takdirnya karena dia percaya akan hal itu.

Donghae-ah, aku ingin kau menjaga Hyukjae. Dia satu-satunya orang yang setia bersamaku sejak dulu, jangan pernah meninggalkannya. Aku tahu kalian akan bahagia selamanya.

Aku pergi, jaga diri kalian.

Yang mencintai kalian,

Lee Sungmin.

Hyukjae menangis dengan keras "Minnie-yaaa, minnie-yaaa"

"Jess, bagaimana dengan Kyuhyun?"

0000oooo Off-air oooo0000

Kyuhyun, Kyuhyun, Kyuhyun, mengapa nama itu terdengar sangat indah sekalipun aku tidak bisa melihat wajahnya. Kyu, kau ingat saat kau memasukkan cacing ke dalam tasku? Saat kau membuatku menangis, mengambil permenku, menginjak tali sepatuku sampai aku terjatuh, sejak saat itu aku mencintaimu dan berharap aku adalah takdirmu.

Satidaknya sampai kemarin aku percaya akan hal itu. hari ini aku masih mencintaimu Kyu, melewati banyaknya malam bersamamu, namun sayangnya aku harus mengakhiri ini semua.

Aku tidak ingin kau mati karena aku. aku tidak ingin aku terus berkorban demi cinta ini yang semakin lama semakin sulit.

Terima kasih atas segala cinta yang kau berikan padaku, semua hal yang membuat duniaku menjadi indah dan hanya aku yang memilikinya.

kau akan bahagia kan? Kau akan sembuh kan? Kau akan melupakan aku kan? Kau akan membuat keluarga kecilmu, kau akan menjadi pengusaha yang sukses, kau akan menjadi orang hebat, kau akan selalu menjadi yang terhebat untukku.

Temuilah orang yang kau cintai dan mencintaimu. bahagiakan siapapun dia yang akan menjadi jodohmu kelak karena aku juga akan melakukan hal yang sama.

Aku mencintaimu Kyu, mungkin dalam jangka waktu yang aku sendiri tidak tahu sampai kapan.

Jaga dirimu, Lee Sungmin.

Kyuhyun melepaskan surat yang ada di genggaman tangannnya dengan lemas. begitu saja jatuh dan kehilangan semua tenaganya. Dia tersenyum pahit sambil membiarkan air matanya turun satu per satu.

"Kau selalu memintaku berjanji untuk tidak meninggalkanmu Lee Sungmin, namun sayangnya aku lupa memintamu berjanji untuk hal yang sama"

0000oooo Off-air oooo0000

Aku sudah menepati janjiku, aku akan meninggalkan Kyuhyun tapi jangan pernah berharap aku akan menilkah denganmu. Aku akan pergi dari kehidupan kalian, aku tidak akan pernah kembali. Kau harus menepati janjimu padaku. jangan pernah melukai Kyuhyun lagi, kau akan memaafkannya, kau akan menjadi sahabatnya, kau harus menepati janjimu.

Jangan mencariku, karena kau tidak akan pernah bisa menemukanku, hiduplah dengan baik, bukalah hatimu untuk yang lain, terimalah takdir kalau kita tidak akan pernah bersatu.

Lee Sungmin

Jungmo terjatuh dengan lemas. diremasnya surat itu perlahan. Air matanya merembes dengan pasti. "Mianhae Lee Sungmin. jeongmal mianhae"

5 Tahun kemudian..

Musim panas di Seoul

"Hwijangnim, ini beberapa berkas yang harus kau tanda tangani"

Eksekutif muda, tampan, berkaca mata itu mengangguk. Setelah membaca dengan teliti dia mencorat coret sedikit di kertas itu.

"Kamsahamnida Kim-ssi. Lalu apa jadwalku selanjutnya?"

"Anda harus menghadiri meeting bersama.."

"Appaaaa.."

Pintu ruangannya terbuka seiring dengan sosok gadis kecil yang cantik masuk ke dalam dan berlari memeluknya.

"Eun Hae-ah.. kau sudah datang" sambutnya sambil bangkit dari duduknya menyambut gadis kecil itu, membawanya ke sebuah pelukan "Kim-ssi lanjutkan nanti saja ya?"

Sang sekretaris mengangguk lalu beranjak pergi. "Aku merindukan Kyuhyun Appa" celoteh anak kecil itu dengan manja

"Aku juga merindukanmu" Kyuhyun mengecup kening Eun Hae

"Ya! Lee Eun Hae kau selalu berlarian dimanapun dan berhenti memanggil Kyuhyun ahjussi dengan sebutan Appa!"

"Berhenti berteriak di ruanganku Lee Dong Hae!" semprot Kyuhyun

TBC-

#author kabur melarikan diri haahhaa

Haduh, akhirnya sudah sampai di sini perjalanan kita, engga kerasa yaa^^

Makasi buat yang review dan nunggu cerita ini

Terus review dan tungguin yaaa~

Big Thanks to:

Aidasungjin, princess kyumin, imsfs, sparkyumin, dha kyumin, lytee bunnyming, fiffian160, clouds1489, iinxartie1, guest, perisai suju, isolive89, freychulie, hyunming joo, mayasiwonest everlasting friend, won2, edelweiz, bbuingbbuing137, sha, izanami kayo, minimi, lovelymin, hyeri, nannaa, indahpus96, margareth pumpkins, 137137137, liaa kyuminelf, cho kyuri mappanyuki, mei hyun15, liekaneshiro, cho arin, azurasky elf, hyuknie, kyumin baby, mard707, hyunchan, pikapika, 137line, takara-hoshi, adinda sungmin, kyulov, kim hyunie, min190196, danhobakmingi, saysa, rosita kyuhyun, kimshippo, kyuminalways89, okoyunjae, rearelf, kyumin forever, bunyming, hyugi lee, siennaw5, kim young min, mitade13, qhia503, ritha gaemgyu, mauligreychance, aey raa kms, ayu kyumin, hana, deroschan, kimMyongiNara, terrezhen, Lee Sunmi, nurmakyuminelf, angelfishykyumin, urriekyu, heeyeon, ibchoco, kms kyuminshipper, minyu, coffeewie kyumin, fiungasmara, qq kyuminshipper, widi, aniimin, park rae hee, ary minmin, melani kyuminelf, audrey musaena, thiafumings, chabluebilubilu, kim nuri shfly, miyoori29, rinyeol, han young hee, lu'il kyuminelf, stephanie choi, lee vhe min, chikyumin, rio, park eunrin, teukieunhae, joyer quint, vitry kms'137, kyuminyeeunhae 968, kiminka_anggi

Makasi semuanyaa

Aku sayang kalian

See ya next chapter

Sincerenly yours,

Kim kyuna

Twitter : hsnulamalia

Wordpress : crakersbeekyu312 . wordpress . com