Sitri Stronger

Chapter 12

Naruto POV

Aku terdiam, apakah ini sebuah candaan dari adikku itu atau ini hanya efek obat yang membuatnya ngelantur berkata yang tidak-tidak

Memang sih aku pernah memergoki dirinya sering melamunkan sesuatu dan berpikir yang tidak-tidak apakah dia lelah dengan jabatannya sebagai mou, mungkin juga dia stres karena hal itu

Aku lalu menyentuh dahinya untuk mengecek suhu badannya, hm tidak panas, atau opini ku semakin bertambah saja tentang kasus adikku ini

Apakah dia terbentur yang membuatnya ngelantur begini jika ia aku harus membawanya kerumah sakit segera dengan begutu Sera tidak ngelantur lagi

"Sera apa kau tidak apa-apa, ayo kakak antar ke rumah sakit terdekat" Ucapku khawatir, namun semua itu hanya ia balas dengan senyumannya

Senyuman yang berbeda, aku bisa merasakan senyuman itu bagai jelmaan dari rasa pedih dan rasa sengsara yang sangat besar

Jujur aku belum pernah melihat Sera yang sangat sengsara seperti ini, adikku kini benar-benar berbeda, serasa apa yang kulihat bukanlah adikku yang sering kulihat, tidak ada senyuman jahil hanya senyuman memilukan, demi keluarga Sitri apa yang terjadi padamu Sera

Kali ini Aku bingung, sebenarnya apa yang terjadi dengan adik ku ini, sungguh apa yang kulihat serasa berbeda

Dia lalu memegang tanganku yang berada di dahinya lalu menurunkannya, dia sedikit mengelus tanganku dan itu membuatku terkejut

"Hiks... Baka... Aku berkata hiks apa adanya"

Terkejut, aku benar-benar terkejut saat tangis Sera pecah, tapi bukan itu yang membuatku terkejut, melainkan perkataannya tadi saat tangisnya mulai pecah

Apakah dia berkata apa adanya, a-apakah dia benar-benar mencintai ku sebagai seorang kekasih bukan saudara, aku benar-benar dibuat diam olehnya pikiran adik ku ini benar-benar tak bisa kuduga

Sera mencintaiku? aku benar-benar angkat tangan untuk hal ini, aku tidak tau apa yang harus kulakukan sekarang, apakah aku seorang pria brengsek yang menyakiti hati adiknya karena tidak menyadari perasaannya padaku, sial

dalam batinku, hati kecilku serasa memberikanku kesadaran kalau Sera adalah adik ku dan incest tidak diperbolehkan tapi disisi lain, bagian hatiku yang lain berkata untuk menerimanya, aku benar-benar bingung

Naruto POV End

"Hiks baka, apa kau tau hiks aku selalu menangisi mu saat kau menghilang dulu hiks hiks, aku selalu bermimpi tentang mu dulu hiks bahwa kau selalu hiks disisiku"

Naruto terdiam mendengar suara hati milik Serafall, dia hanya menundukkan kepalanya kebawah takut untuk melihat wajah adiknya yang sedang menangis karena ulahnya

"Tapi kenapa hiks Naru hiks kenapa kau melukai hati ini hiks hiks" ucap sera sambil memeluk tubuh kakaknya itu, dalam hidupnya dia benar-benar belum pernah merasakan rasa sesakit ini

Ribuan tahun dia merasa kehilangan dan kini setelah orang yang ia cintai kembali kenapa Kami-sama masih memberi beban padanya

Kakaknya yang ia cintai itu malah menikah dengan seorang Youkai, hati Sera benar-benar hancur karena itu, dia merindukan kakaknya tapi apakah ini balasannya

Sungguh fakta ini membuatnya tak kuat untuk menahan tangisnya, apakah tuhan membencinya hingga menulis takdirnya sedemikian menyakitkan

Ini tidak adil...

Dia menumpahkannya semua, kesedihan yang sangat besar itu ia tumpahkan pada kakaknya yang tercinta seakan kesedihan itu tidak bisa dibendung lebih lama lagi

Sang kakak hanya diam, dia benar-benar tidak tau apa yang harus ia lakukan serasa apa yang ia lakukan hanyalah akan membuat hati adiknya menjadi lebih sakit

'Maaf'

Dalam hatinya sekarang terus bergumam kata itu, saat dia ingin mengeluarkan kata itu dari mulutnya entah kenapa mulutnya terasa berat walaupun hanya mengeluarkan satu kata

Dia menyesal, dia baru menyadari bahwa adiknya mencintainya, harusnya dia menyadari itu sejak lama, tapi ketidak kepekaannya benar-benar membutakannya

"Jawab aku hiks apakah aku sama sekali hiks tak berarti oleh mu"

Apakah dirinya benar-benar hanya dianggap sebagai saudara dan tak lebih dari itu, memang clannya melarang hal ini tapi apakah dirinya bisa mendapat keadilan untuk mencintai kakaknya

Jika ini akan membuatnya tak diakui oleh clannya dia tidak peduli, dia hanya ingin Naruto bersamanya tidak lebih, dia benar-benar buta dengan cintanya

Naruto hanya diam, air matanya mulai keluar dari matanya, dia tak mampu menjawabnya hanya kata maaf saja yang tidak tersampaikan dari mulutnya

Ingin sekali dia mencoba menjelaskan tapi runtutan perkataan Sera benar-benar menahan minatnya untuk bersuara, dia benar-benar tak berdaya sekarang

Tak tau apa yang harus ia bicarakan dan tidak diberi kesempatan untuk menjawab semua runtutan pertanyaan dari adiknya itu

Tangan Sera semakin mengerat pada tubuh kakaknya, tangisannya mulai kencang untung tadi Naruto memasang sihir anti suara di ruangan ini,jadi Sera adiknya bisa menangis tanpa diketahui siapapun selain dirinya

"Kau dulu pernah berjanji padaku bahwa kau tidak akan meninggalkan aku tapi kenapa kau malah mengingkari nya

Matanya sedikit melebar saat mendengar perkataan itu, itu...benar-benar mengingatkannya trntang perkataannya saat dunia masih terjadi Great War

Flashback ON

"Ne Nii-san"

"Hem?"

Naruto hanya menatap adiknya dengan bingung, kali ini dia lagi mengemasi dan mengecek perlengkapan alat tempurnya yang akan ia gunakan selama Great War berlangsung

Memang sih usianya masih sangat muda untuk menjadi prajurit perang tapi mau tak mau dia harus mengikuti perang tersebut bersama kakaknya yaitu Shisui

"Ne ada apa Sera-chan"

Ucap Naruto yang sedikit frustasi dengan Serafall yang hanya diam saja sambil memandanginya seperti ini itu membuatnya gugup tau

Yah siapasiapa juga yang tidak risih saat dilihat oleh orang terus menerus

Grep

Naruto sedikit tersentak saat Sera memeluknya, berusaha dia menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh akibat pelukan tiba-tiba dari adiknya

"Berjanjilah...berjanjilah kau akan selalu bersamaku kakak" ucap Sera lirih yang hanya bisa didengar oleh Naruto sendiri

Naruto hanya terdiam, sejujurnya dia agak ragu untuk mengatakan bahwa dia akan menepati janjinya, perang ini akan berlangsung lama dan ada kemungkinan dia akan mati di medan perang, tapi tunggu dulu kenapa adiknya ingin dia berjanji seperti itu, ini bukan seperti adiknya yang biasanya ia kenal

"Aku tau musuhmu yang didepan sana sangat banyak tapi berjanjilah kau akan pulang dan selalu menemaniku" Naruto kembali dibuat terbungkam

Dia tidak tau harus apa ia sekarang mengatakan 'iya' dia ragu mengatakan 'tidak' dia tidak tega serasa perkataan simpel itu menjadi susah di pikirannya

Bagi dirinya ini adalah janji yang sulit ia tepati, dia tidak tau menjawab apa antara berjanji ataupun mengelak dia benar-benar tersudut oleh janji itu

Semua iblis yang ikut berperang di medan perang saat ini bahkan tidak bisa berjanji seperti itu, karena mereka tau, musuh disana sangatlah banyak dan mengerikan dan bisa membunuh mereka kapan saja

Perang ini bagaikan prinsip dimana yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan menjadi arang yang tidak berguna, kau masuk dalam perang dan kau akan mengetahui bahwa tidak ada jalan keluar dalam peperangan akbar ini

Tapi apa salahnya memberi adiknya semangat, dia tidak ingin melihat adiknya menangis dan bersedih, itu membuatnya merasa bersalah tau

"Emmm baiklah kakak usahakan, tapi janji ya jangan jahil pada kakak" ucap Naruto sambil menyentil dahi Serafall sambil memberikan candaan pada adiknya itu

Ini sudah menjadi sebuah rutinitas baginya untuk menyentil dahi adiknya yang imut ini

"Mou kakak"

Naruto hanya tertawa saja melihat adiknya mengembungkan pipinya, itu membuat Sera benar-benar telihat sangat manis

Wajah adiknya itu benar-bwnar membuat Naruto entah kenapa membuatnya semakin yakin dan berpegang teguh dengan janji yang ia buat

'Semoga aku bisa pulang Sera, semoga, doakan aku' batin Naruto sambil menatap adiknya

Walaupun dia iblis, dia tetap akan berdoa kepada Tuhan untuk memberikan kesempatan untuknya

Naruto hanya menghela nafasnya lalu berdiri dan berjalan kearah kerumunan para iblis yang sudah bersiap menuju medan perang, dia perlahan menoleh kebelakang menatap adiknya Sera ambil memberikan senyumannya pada adiknya yang imut itu

Sera hanya menbalasnya dengan senyuman juga, 'Naru Nii, tepatilah janjimu kepadaku' batin dirinya

Flashback Off

Naruto POV

Mengingat itu entah kenapa rasa bersalah ku semakin menjadi, kakak macam apa aku ini, mengingkari janjinya pada adiknya yang selalu menunggunya pulang dari perang itu, aku benar-benar kakak yang kejam

Aku menyalahkan diriku sendiri karena lupa dengan janjinya tapi disisi lain Burn berusaha untuk membelaku

"Kau tidak salah Naruto, kau ditugaskan oleh Kami-sama di dimensi lain jangan menyalahkan dirimu sendiri Naruto Sitri"

Tapi tetap saja Burn!, aku sudah membuat kepercayaan adikku kepadaku hancur, aku tidak tau harus bagaimana sekarang!, meminta maaf saja itu tidak cukup Burn

Naga api itu terdiam, terbungkam dengan omongan milikku

Aku mengelap air mataku, kucoba untuk tetap tegar sekarang, mencoba menerima semua perkataan adikku yang menangis akibat kesalahan ku

Aku bodoh itu benar, aku pelupa itu benar, dan aku seorang pecundang itu juga benar, kau benar semua Sera, tentang diriku kau benar semua

Tanganku mengelus punggungnya untuk menenangkannya melupakan bahwa aku juga masih menangis mendengar perkataan adikku

Tak mampu menjawab dan hanya menenangkannya itulah yang kubisa saat ini, hati kecilku seakan melarangku untu berbicara sekarang

Segitukah dia mencintaiku hingga hanya aku seorang yang bisa mengisi hatinya, dia merela menunggu dirinya dan melupakan tentang kalo dia masih perawan hingga usianya sekarang?

Seakan dia tidak melihat banyak orang yang menyukaimu dan tetap mencintaiku begitukah yang kau lakukan Seraku

"Shhhh, aku tau rasanya Sera, aku merasakannya hiks maafkan aku hiks maafkan aku" akhirnya kalimat itu keluar dari mulutku yang kaku

Rasanya berat tapi saat aku mengeluarkan kata-kata itu serasa aku lega sekali

Cup

Tubuhku menegang saat Sera mencium tepat di bibirku, ciuman itu nampak berbeda, aku bisa merasakan ketulusan dalam ciuman ini

Suasana mendadak hening bagiku, hanya terdengar lantunan musik melodis yang terdengar sangat indah sekali membuat suasana antara aku dan adikku semakin kental

Ciuman ini...ini sama persis saat aku berciuman dengan Yasaka, tapi kali ini sedikit berbeda karena aku berciuman dengan Sera yang notabennya adalah adik ku sendiri

Aku dan Sera semakin memperdalam ciuman ku, lidahku dan lidahnya saling bertukar saliva, tak ada nafsu dalam ciuman kita hanya rasa sayang saja yang tertoreh pada ciuman ini

Tidak lebih dan hanya itu...

Akhirnya selang beberapa menit kami melepas ciuman ini, aku dan Sera saling menatap satu sama lain, bisa kulihat mata Serafall masih bengkak akibat banyak menangis

"Apa kau menyanyangiku, apa kau mencintaiku kakak, bukan sebagai seorang saudara tapi seorang pasangan kakak?"

Aku bingung ingin mengatakan apa, aku benar-benar tak menduga bahwa Sera punya rasa padaku jadi apa yang ku jawab, setahunya bangsa iblis hanya diperbolehkan menikah dengan clan iblis lainnya

Tapi hati kecilku untuk mengatakan iya dan menghiraukan semua pikirannya tentang peraturan bangsa iblis

"Aku, aku tak tau bagaimana menjawabnya Sera-chan" Ucapku membuatnya nampak kecewa, aku benar-benar di antara perang batin yang melanda diriku saat ini

Tapi wajah yang bersedih itu seakan membuatku mengeluarkan sebuah alasan logis...

"Maksudku, bagaimana ibu dan ayah mengetahui hal ini, apa yang harus kita jelaskan Sera ap-"

Aku tidak sempat untuk menyelesaikan kata-kataku saat jari manis Serafall menyentuh mulutku, dia lalu mendekatkan kepalanya hingga akhirnya berada si samping telingaku, bisa kurasakan nafas hangat dari mulut Sera

"Aku tak peduli Naru, apapun kulakukan untuk bisa bersamamu, walaupun aku harus menghadapi dunia ini yang menentangku aku tak peduli, yang kuinginkan yaitu selalu bersamamu"

Well sepertinya dia benar-benar mencintaiku, sekarang apa yang harus ku kukatakan pada ayah ibu terlebih Yasaka-chan tentang hal ini

entah kenapa aku merasakan hal yang buruk terjadi padaku nantinya, tapi sudahlah mungkin ini adalah kesialan dari ketampanan ku

Haha, Rias saja terbuai dengan pesonaku seprtinya aku akan membuat harem, tidak, bukan harem biasa tapi Big Harem haha

Serafall mengusap matanya menghilangkan sisa air matanya yang masih menghiasi wajahnya, dia lalu tersenyum padaku lalu sambil memeluk tangan kiriku erat

Walaupun pelukan itu mematikan tapi serasa saat dia memeluk ku kali ini ada rasa senang dalam diriku, seakan tubuhku menerima semua pelukan dari Sera

"Aku ingin kita selalu bersama Naru, aku ingin kita saling melengkapi, aku ingin kita menggendong seorang bayi hasil hubungan kita"

Aku hanya mengiyakan perkataannya sampai akhirnya aku tersadar dengan apa yang Sera katakan

A-apa dia baru saja mengajak ku untuk menikah dan berkeluarga, aduh aku jadi malu sendiri, ini mah ke balik, aku harusnya yang bilang itu pada Sera-chan

"Aku ingin kita menikah dan harus kalau tidak aku akan memotong 'milikmu'" oh shit, dia mulai mengancamku, sial aku tidak tau kalau Serafall juga punya sisi sadisnya

"L-Lalu bagaimana aku menjelaskan kepada ayah dan ibu" ucap ku mencari alasan agar aku bisa bebas dari adikku

Itu masalahnya, aku tidak tau reaksi mereka bagaimana mungkin marah dan juga kecewa anak-anaknya saling mebcintai satu sama lain

Dia hanya tersenyum saja, dia kembali mendekatkan kepalanya padaku hingga akhirnya jarak antara wajahku dan Sera tidak ada beberapa centi

Cup

Aku mengerjab saat mendapat ciuman singkat dari Sera sementara adikku hanya tersenyum saja sambil memandangku

"Kita akan bersama-sama berbicara tentang hal ini pada Kaa-sama tapi... " dia tidak melanjutkan perkataannya membuatku ingin tau apa rencana Sera untuk 'berhadapan' dengan ayah dan ibu

"Saat aku hamil"

Entah kenapa badanku gemetar saat mengetahui maksud dari perkataannya, rencananya simpel tapi 90 persen aku percaya bahwa ini akan berhasil, ayah dan ibu pasti tak akan berkutik saat mengetahui bahwa Sera hamil olehku tapi dengan resiko aku pasti akan dimarahi atau dibunuh Lord Sitri oh shit itu tidak lucu bung!

Aku terkejut saat tangan mulus Sera meraba 'punyaku', sial apa lagi yang ia pikirkan, jangan-jangan dia ingin membuat itu disini

"Kau sekarang punyaku Naruto sayang" ucap nya sambil terus mengelus milikku, sial aku harus keluar dari sini, aku tidak ma di rape oleh adikku sendiri

Aku berusaha untuk melepaskan diri tapi sayang semua yang kulakukan sia-sia, cengkeraman Sera benar-benar sangat kuat ditambah dia sudah memasang sihir sehingga aku tidak bisa melepaskan diri

"Nah mari kita nikmati ini sayang"

"Oh sial"

Skip Time (Malas dah buat lemonnya nggak ada inspirasi tehe)

Aku mengerjap, sinar matahari buatan Ajuka itu benar-benar membuat mataku menyipit akibat sinarnya

Aku lalu menatap Sera yang berkemul disebelahku, jujur aku benar-benar di rape habis-habisan tadi malam tapi entah kenapa serasa aku yang merape Sera ya hehe

Tapi aku sekarang berada dimana yah, tunggu sebentar ini bukannya adalah kamar Sera, sepertinya Sera memindahkan ku dan dirinya ke kamarnya saat aku tertidur ya

"[Heh sepertinya kau akan membuat kerajaan mu sendiri, partner] "

Aku menyipit saat mendengar suara Fire, apa maksudnya, apa dia akan membuat sebuah kerajaan harem nantinya

"[Terkutuklah otak dangkal mu itu partner, yang kumaksud kau akan membuat Harem bego]"

Oh itu, tapi sepertinya aku tidak akan melakukannya Fire, kau tau kan semakin banyak perempuan maka semakin merepotkan hidup mu

"[Terserah kau, tapi aku yakin sikapmu yang seperti ini akan mengundang banyak lawan jenis terlebih aura naga yang ada di tubuhmu itu]"

Hmmm aku tidak terlalu memikirkan jika mereka suka maka aku tidak peduli yang terpenting aku tidak akan menambah jumlah pasangan ku

"[aku ragu kau bisa melakukan hal itu, mengingat hatimu lembut, bahkan dari saat aku menjadi partner mu aku bahkan tidak mendengar kau membentak seseorang]"

Ya ya ya aku tau Fire, kau berminat menganggu pagiku atau aku memiliki alasan lain

"[Hmmm sepertinya tidak ada, Jaa partner aku ingin tidur, awas saja kalau kau menganggu tidurku, aku akan mencakarmu nanti]"

Meh, terserah padamu Fire, aku ingin cepat-cepat keluar dari sini sebelum Sera terbangun dan menangkap ku kembali, itu akan membuatku terlibat masalah besar

"[Terserah mu partner]"

"Hoaaam Naru, kau sudah bangun ternyata"

Oh shit, aku harus cepat-cepat keluar dari sini, aku dengan cepat mengeluarkan sihir teleportasi ku tapi entah kenapa sihir itu tidak berhasil, sepertinya kegiatan tadi malam membuat sihir ku melemah

Grep

Sial sekali nasibku ini

"Kau tidak akan ke mana-mana Naru, kita belum selesai fufufufu"

Aku hanya menatapnya horror, dia tidak akan berhenti sampi rasa puas telah ia capai, damn kenapa hasrat Sera benar-benar besar

Dia berusaha naik ke tubuhku, tapi sebelum dia melakukannya lagi suara ibu memecah pikirannya unruk bercinta denganku lagi

"Serafall ayo bangun, kau punya tugaskan di sana"

Sera hanya mendesah kecewa dan aku tersenyum kemenangan, sepertinya dewi fortuna masih berpihak ku walaupun tadi malam dia memihak Sera sih

"Iya kaa-san, aku akan keluar sebentar lagi" ucap adikku yang sepertinya tidak mau meninggalkan ku san masih mau berbaring di kasurnya

Dia lalu berdiri dan memakai bajunya tapi sebelum dia benar-benar pergi dari kamarnya dia membisikkan aku sesuatu yang emmm...panas

"Kita akan bermain kembali nanti malam, jika kau tidak datang maka dengan berat hati aku akan menculikmu Naru-kun" dan itu membuatku sweatdrop, heh, seorang adik menculik kakaknya, kebodohan macam apa itu

Dia nampak mengedipkan matanya beberapa kali kearahku, sepertinya dia masih ingin menggodaku

"See you my lovely brother"

Aku hanya menghela nafas saja melihat kelakuan adikku ini, hah, sudahlah aku harus bersiap untuk mengajar nanti disekolah

Aku lalu mulai bersiap, aku mengambil bajuku yang berserakan dimana-mana akibat tadi malam, well tadi malam benar-benar luar biasa

Naruto POV

Terlihat Keluarga Sitri semuanya berkumpul di meja makan, bahkan Sona yang biasanya jarang di dunia atas menyempatkan waktunya untuk acara makan sekeluarga

Banyak hidangan yang sudah tersaji di atas meja itu, mulai makanan mewah hingga makanan yang biasa ditemui semua sudah tersajikan

"Mana Nii-sama, kaa-sama" tanya Sona seperti biasanya dengan raur wajah datar khas milik miliknya, dia dari tadi menatap semua anggota keluarganya dan hanya kakak tertuanya yang ia lihat

"Mungkin dia masih tidur Sona-chan, kau harus tau kakakmu itu bisa tidur hampir seharian" ujar Lady Sitri dengan tawanya, dia hampir tau semua mengenai anak-anaknya itu

"Yah kau tau, saat dia masih kecil dia sangat susah di bangunin, ibumu saja yang biasanya formal saja sampai mengamuk" ujar sang kepala keluarga d ambil memakan ayam panggang miliknya tapi hanya beberapa kuntah saja dia tidak melanjutkan acara makannya

"Ne, apa yang kau maksud sayang"

Ucap Lady Sitri sambil melihat kearah suaminya dengan glare dan juga aura yang besar keluar dari tubuhnya pertanda dia sedang dalam modenya

"E-Em ak-aku" Duakkh

Dan score! Sebuah bogem mentah mendarat mulus di pipi kepala keluarga itu, siapa lagi kalau tidak Lady Sitri yang berani melakukannya

Sona dan Serafall hanya menatap sweatdrip saja kejadian super kempret do depan mereka dan sekaligus ngeri melihat sikap sang ibu

'Kaa-sama saat mengamuk sangat menyeramkan, aku heran kenapa Nii-sama selalu betah dengan amukan kaa-sama dahulu ya?' batin Sona

'Seperti hari-hari dahulu ya' batin Sera yang menatap KDRT itu sebagai hal biasa, well mari Sera hitung

400 kali kakaknya terkena bogem mentah dari ibunya, 300 kali ayahnya yang kena dan 10 kali ia yang kena hmm, totalnya mungkin 710,atau mungkin masih ada, batin Serafall

Sementara, tanpa diketahui mereka Naruto mendengar dan melihat hal itu, dia memang sengaja bersembunyi untuk mendengar apa yang mereka bicarakan

"Beberapa hal tidak pernah berubah"

TBC

Halo Readers kabar kalian gimana nih hahaha lama nggak bertemu kaya lagu See You Again haha

Btw maaf-maaf nih word cuma sedikit, jika kalian menyadari hanya ada 2 scene saja di chapter ini, maaf-maaf ye, Author juga sibuk

Sibuk nyiapin Ujian, Hell, UN tinggal menghitung hari men... jadi mau gimana lagi gua juga harus bersiap

Jika kalian berkenan pencek kotak Fav dan Follows, kalau kata Youtuber tuh, 1 Fav membuat gua semangat membikin cerita, Eaaaa

Next Update:RSS! (Rise Stringer Shifter)