She is My Wife
.
.
Super Junior & Exo Ffn..
Warning!
GS, full typo, OOC, ajaib, dan sebagainya.
Mereka adalah milik diri mereka sendiri dan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Fic ini punya saya.
Silahkan dibaca dan jangan lupa review, READERS ^o^
…
Ini sudah pukul tujuh malam dan Kyuhyun belum juga pulang dari sekolah. Handphone anak itu juga tidak aktif. Aku jadi khawatir dengannya, jangan-jangan terjadi sesuatu dengan anak itu.
"Kau kenapa sih mondar mandir didepan pintu begitu?"
"Kyuhyun belum pulang Oppa."
"Benarkah? Ini kan sudah malam."
"Aku juga tidak tahu. Handphone anak itu juga tidak aktif."
"Jangan sedih dulu, kita tunggu saja limabelas menit lagi. Kalau memang Kyuhyun belum pulang juga, aku akan menemanimu untuk mencarinya."
"Baiklah, Oppa."
Sekarang perasaanku benar-benar tidak enak. Aku takut sekali terjadi hal buruk dengan anak itu. Aku terus saja mondar mandir didepan pintu rumah sambil meremas kuat handphoneku, berharap agar ada telepon darinya.
"Aku pulang!"
"Kyuhhh.."
Ketika pintu terbuka, aku langsung berhambur kepelukan suamiku itu. Kyuhun terlihat terkejut namun ia tetap membalas pelukanku itu.
"Kau kenapa, hmm?"
"Kau darimana saja? Aku sudah mencoba menghubungimu, tapi handphone mu tidak aktif. Aku sangat khawatir Kyu.."
"Tadi ban sepedaku bocor, jadi aku pergi untuk membenarkannya dibengkel sepeda. Tadinya, aku ingin menghubungimu. Tapi, handphoneku kehabisan batrai."
"Tapi, kau tidak apa-apa kan?"
"Aku baik-baik saja. Kau sendirian dirumah, Min?"
"Anni. Ada Donghae Oppa didapur. Kau sudah makan Kyu?"
"Tadi siang sih, sudah."
"Kalau begitu, kau mandi saja dulu. Biar makanannya aku bawakan ke kamarmu."
"Baiklah. Aku mandi dulu sayang!"
Dia mengelus pangkal kepalaku dengan lembut. Aku hanya sanggup tersenyum salah tingkah tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Lama kelamaan, sikap Kyuhyun semakin romantis saja. Tahu begitu, sudah sejak SMP dulu aku memintanya untuk menjadi suamiku. Hahaha~
"Haish, film drama sedang tayang dirumah secara langsung!"
"Oppa!"
"Kau pasti senangkan Kyuhyun melakukan seperti ini padamu?"
Donghae Oppa mengikuti gaya Kyuhyun yang sedang mengelus pangkal kepalaku. Entah kenapa, rasanya sangat berbeda sekali. Kupu-kupu itu hanya datang saat Kyuhyun yang mengelus pangkal kepalaku itu. Mungkin itu karna Donghae Oppa adalah Oppa kandungku sendiri.
"Rasanya memang berbeda! Lebih bagus Kyuhyun yang mengelus pangkal kepalaku ketimbang Oppa!"
"Ish, dulu saja sebelum ada Kyuhyun kau tidak seperti ini."
"Itu kan dulu. Sekarang, aku kan sudah punya suami. Kekeke~"
"Yayaya. Oh iya malam ini , aku dan Hyukkie akan menonton film bersama, kau jaga rumah yaa dengan Kyuhyun."
"Haish, baiklah."
….
Sekarang, aku sedang menunggu Kyuhyun keluar dari dalam kamar mandi karna aku sudah membawakannya makan malam ke kamarnya. Aku tahu, ia sangat lelah sekali setelah seharian berada diluar sana.
'Cklek..
Sosok namja tinggi, berkulit putih pucat itu baru saja keluar dari dalam kamar mandi sambil mengeringkan rambut kecoklatannya dengan sehelai handuk. Dia hanya tersenyum saat melihatku yang sedang duduk manis diatas tempat tidurnya. Kemudian, dia menghampiriku setelah menaruh kembali handuknya di gantungan handuk.
"Huwaa.. samgyetang!"
Benar. Makan malam kami malam ini adalah samgyetang, sup yang terbuat dari daging ayam utuh yang diisi dengan ginseng, nasi, kacang, dan bahan-bahan lainnya. Tadi, Donghae Oppa sengaja membeli makanan ini karna dimusim panas seperti sekarang ini kami sangat perlu makan makanan yang seperti ini untuk menambah energi kami yang banyak terbuang karna cuaca yang panas.
"Ne, Kyu. Tadi sore, Donghae Oppa yang membelikannya."
"Huwaa.. kelihatannya enak. Ini hanya satu porsi, kau tidak makan?"
"Aku masih kenyang, Kyu."
"Kalau begitu, biar aku yang suapi kau."
"Tapi.."
"Kau sudah sering menyuapiku makanan, sekarang giliranku yang melakukannya padamu."
"Ya sudahlah terserah mu."
Kyuhyun adalah tipe namja yang keras kepala dan sulit untuk dilawan. Apa yang sudah ia katakan, pastilah harus dikabulkan kalau tidak, dia pasti akan merengek sampai hal yang ia inginkan benar-benar terpenuhi.
"Buka mulutmu. Aaaa.."
Aku tersenyum geli saat memerhatikan Kyuhyun yang baru pertama kali ini menyuapiku makanan seperti ini. Setelah memasukan sendoknya kedalam mulutku, dia lantas memasukan satu sendok lagi makanan kedalam mulutnya. Begitu terus, sampai makanan yang ada didalam mangkuk ini habis.
"Huwaa.. kenyang!"
Setelah menaruh mangkuknya diatas meja belajarnya, Kyuhyun segera menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur. Dia mengelus-elus perutnya yang masih saja rata walaupun ia sudah makan sup samgyetang bersamaku.
"Rasanya perutku hangat sekali!"
"Yaa, itu pasti karna ginsengnya."
"Makan malam ini adalah makan malam yang terbaik. Kekeke~"
"Sepertinya kau menyukai sup samgyetangnya.."
"Ya lumayan. Oh iya, Min. Selama ini kan, kita hanya berada dirumah saja bagaimana kalau malam ini kita jalan keluar rumah sampai puas."
"Memangnya kau mau pergi kemana?"
"Kemana saja! Aku bosan kalau hanya berada dirumah terus."
"Memangnya kau tidak lelah? Kau kan baru saja pulang kerumah."
"Tidak. Aku tidak lelah. Ayo jalan!"
"Baiklah. Kalau begitu, aku ganti pakaian dulu."
"Oke! Aku juga mau ganti pakaian."
….
Seoul tidak akan pernah sepi, walaupun malam telah tiba. Kota ini akan selalu terlihat ramai disetiap jamnya, apalagi waktu tengah malam. Di waktu itu, banyak sekali club malam yang mulai buka dan tempat itupun segera menjadi incaran para anak muda maupun yang sudah dewasa sekali pun.
Setengah jam berada didalam mobil bersama Kyuhyun, akhirnya suamiku itu memberhentikan mobilnya di sebuah pasar malam, Dongdaemun. Pasar malam yang sangat ramai sekali. Kelap-kelip cahaya lampu begitu menerangi tempat ini.
Setelah berhasil memarkirkan mobilnya, Kyuhyun segera membukakan pintu mobilnya untukku lalu ia menggenggam tanganku untuk mulai melihat-lihat isi pasar Dongdaemun.
"Kenapa kau jadi membawaku kesini? Kau mau belanja yaa?"
"Hahaha, kalau iya kenapa?"
"Jadi, kau berbelanja disini?"
"Tidak juga, dulu aku bersama pengikutku sering berada disini sepanjang malam dan baru akan pulang saat jam tiga pagi."
"Mwo? Memangnya apa yang kalian lakukan disini?"
"Hanya jalan-jalan dan menertawakan Ilwoo Hyung, Jungmo Hyung, dan Minho yang sedang menggodai wanita. Selebihnya, kami hanya minum bersama di sebuah kedai."
Oh, jadi begitu kelakukan Kyuhyun dulu bersama para pengikutnya. Haha, kurang kerjaan sekali. Tapi, hal seperti itu pasti bisa membuat Kyuhyun sedikit terhibur dari rasa bosannya karna dia sering ditinggal keluar kota oleh kedua orang tuannya.
Mengelilingi Dongdaemun market dimalam hari rasanya sangat menyenangkan sekali dan aku bisa sekalian mencuci mata untuk melihat-lihat aksesoris ataupun barang-barang lainnya yang banyak dijual disini.
Sungguh surga dunia bagi kalangan anak muda yang sangat memerhatikan fashion style mereka. Ditempat ini, banyak sekali terdapat toko-toko atau sekedar bazzar yang dibuka saat tengah malam yang menjual berbagai icon style untuk anak muda korea seperti aku dan Kyuhyun.
Tapi, anak ini malah berhenti di toko game. Hah, kalau begini pasti lama urusannya.
"Ahjusshi! Aku mau beli joy stick yang warna biru itu dan tolong sekalian kaset game terbarunya!"
"Oke! Akan segera aku ambilkan untukmu, Kyu!"
Jadi Si penjual itu bahkan tahu nama anak ini. Berarti Kyuhyun langganan toko ini dong?!
"Tunggu sebentar yaa.."
Dia berkata seperti itu sambil memperlihatkan cengirannya. Aku hanya bisa menganggukan kepalaku maklum. Lebih baik Kyuhyun bermain game ketimbang anak itu memainkan wanita. Iya kan?
"Ini, Kyu."
"Semuanya berapa Ahjusshi?"
"Ini siapa, Kyu?"
"Oh. Dia istriku!"
"Hey, jangan mengada-ada. Kau kan masih sekolah, mana mungkin kau sudah menikah!"
"Apa perlu aku memperlihatkan surat nikahku dengannya? Kami memang suami istri tahu!"
Aku hanya bisa menahan tawaku yang hampir meledak karna ekspresi wajah Kyuhyun sekarang. Anak ini sedang memanyunkan bibirnya beberapa senti sambil memandang sengit pada Si penjual yang umurnya kuperkirakan sama dengan ayahku itu.
"Hey, cantik. Apa benar bocah evil ini suamimu?"
"Eung? Sayangnya benar ahjusshi."
"Kyaa, dasar pelanggan tidak tahu diuntung! Kenapa kau tidak mengundangku kepernikahanmu hah?!"
Semua pengunjung toko ini jadi berubah memerhatikan kami akibat dari suara cempreng Si Ahjusshi berkepala setengah botak dan berkumis tipis itu.
"Yaa, maaf. Habisnya pernikahanku juga mendadak sih."
"Kau sudah menghamili anak ini yaa?"
"Enak saja! Kami bahkan baru melakukan hal seperti itu setelah beberapa hari menikah tahu!"
"Oohh.. aku kira kau sudah menghamilinya. Baiklah. Karna kalian adalah pengantin baru, maka aku memberi ini gratis untukmu!"
"Benarkah? Tahu tadi, aku mengambil lebih banyak dari ini!"
"Dasar tidak tahu diri. Hey cantik! Kenapa kau mau menikah dengan bocah seperti dia? Aku lihat, tidak ada untungnya menikah dengannya!"
"Aku akan segera menelepon pak Kyong untuk menutup kios mu ini, Ahjusshi.."
Kyuhyun berkata datar sambil merogoh saku celananya, berusaha mengambil ponsel miliknya.
"Eehh.. aku kan hanya bercanda. Kau ini serius sekali!"
"Makanya, jangan mengada-ada. Oh iya, aku hampir lupa. Mouse laptopku sudah mulai oleng Ahjusshi, aku minta satu yang berwarna biru gelap!"
"Baiklah."
Aku ingin sekali rasanya menjedotkan kepalaku ke dinding kios ini. Tingkah ajaib Kyuhyun dan Si Ahjusshi penjual alat-alat game itu membuat kepalaku dipenuhi oleh kunang-kunang. Perbedaan umur mereka sangatlah jauh sekali, tapi Kyuhyun bisa dengan santainya menceramahi Si Ahjusshi penjual alat-alat game itu dan Si Ahjusshi itu hanya diam saja dengan kelakuan Kyuhyun yang seperti itu.
"Ini."
"Terimakasih!"
Setelah mendapatkan barang-barang yang dia inginkan, Kyuhyun segera menarik tanganku menuju bibir sungai Cheonggyecheon. Walaupun sungai Cheonggyecheon adalah sungai buatan yang berada di tengah kota, tapi di malam hari sungai ini terlihat begitu indah dan semakin cantik dengan diterangi lampu-lampu yang berada disisi sungai.
"Kau tunggu disini sebentar. Aku mau membeli minuman dulu."
Aku hanya menganggukan kepalaku dan membiarkan Kyuhyun pergi begitu saja. Disini, sangat banyak sekali pasangan muda maupun tua yang menghabiskan waktunya bersama pacar ataupun keluarga mereka. Keindahan sungai ini membuatnya memiliki banyak pengunjung yang akan menghabiskan waktu mereka disini.
"Noona!"
Aku mendengar suara seseorang yang sepertinya mengarah padaku. Aku pun membalikan tubuhku hanya untuk sekedar melihat siapa namja yang berteriak tadi.
"Suho?"
"Hai, Sungmin Noona~ kita bertemu lagi rupanya."
"Hehehe, aku kira kau lupa siapa aku."
Tahu begini, aku tidak akan menolehkan kepalaku kebelakang deh. Ternyata ditempat seperti ini, ada juga gerombolan dari sekolah kejuruan. Sedang apa mereka disini?
"Aku tidak mungkin melupakan Noona yang sangat imut ini. Noona sendirian?"
"Tidak, aku sedang menunggu..
"Hey! Nah, itu gerombolanku. Kalian, kemari!"
Kelima namja yang merupakan teman Suho yang waktu itu juga pernah aku lihat di dalam bus jadi menghentikan langkah mereka sejenak lalu berjalan kearah tempat dimana aku dan Suho berdiri. Gaya mereka sangat kompak sekali, sama-sama memasukan tangan mereka kedalam saku celananya masing-masing.
"Kalian masih ingat Noona ini kan?"
"Oh, ini Noona yang waktu itu menangis didalam bus itu kan?"
"Iya, benar Kai! Ini Noona yang waktu itu."
"Aku D.O. Noona, sedang apa disini?"
"Aku hanya sekedar jalan-jalan saja. Kalian sendiri, sedang apa disini?"
"Rencananya, kami mau minum di kedai langganan kami. Noona mau ikut? Oh iya, aku Baekhyun!"
"Ah? Begitu yaa.. tapi aku sedang menunggu.."
"Sepertinya kau sendirian!"
Aku tahu dia, dia Sehun. Anak yang waktu itu pernah satu bus denganku tanpa ada gerombolannya yang ikut dengannya. Tampangnya dingin sekali. Sepertinya camilan kesukaannya adalah es batu! Hahaha, aku bercanda!
"Tidak, aku sedang.."
"Baru aku tinggal sebentar, sudah ada enam semut yang mengerubungimu."
'Gluk..
Sepertinya, aku kenal suara datar ini. Oh iya, ini kan suara suamiku!
"Kyu, mereka.."
"Hyung ini siapa?"
Suho! Kau kenapa bertanya dengan tampang nyolot begitu? Kau tidak tahu yaa bagaimana rasanya ditendang Kyuhyun?!
"Aku suaminya!"
"Suami? Jadi Noona sudah punya suami?"
Sepertinya, anak yang berammbut coklat sedikit agak ikal ini sedari tadi hanya diam saja. Tapi kenapa, setelah kemunculan Kyuhyun dan dia mengatakan bahwa dia adalah suamiku anak ini jadi begini? Namanya siapa juga?
"Chanyeol! Kecilkan suaramu. Banyak orang yang memerhatikan kita tahu."
Oh, tadi D.O bilang kalau nama laki-laki ini adalah Chanyeol. Tingginya hampir menyamai tiang listrik yang berada didekat rumahku itu. Benar-benar tinggi!
"Kalian ini siapa sih?"
Kyuhyun memerhatikan satu per satu dari keenam namja ini. Adduhh.. aku harus bagaimana coba?!
"Kyu, aku pernah bertemu dengan mereka di bus sewaktu pulang sekolah."
"Oh. Lalu, kalian mau apa dengan istriku sekarang?"
"Kau benar-benar sudah menikah dengan namja ini?"
"Hey! Apa maksudmu berkata seperti itu?"
Kyuhyun jadi main adu pandangan dengan Sehun. Waahh.. kacau!
"Iya. Kyuhyun memang suami sahku."
Untuk meredakan tatapan maut dari Kyuhyun maupun Sehun yang sama-sama tidak mau mengalah, aku pun memilih untuk menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat.
"Kalian sudah dengarkan?"
"Baiklah. Tapi, Hyung jangan seperti ini dong. Kita bisa saja berteman. Kami tidak akan berbuat yang tidak-tidak dengan Sungmin Noona. Waktu itu, kami menemukannya menangis di dalam bus. Kami hanya menghiburnya dan kami juga baru bertemu dengan Sungmin Noona lagi hari ini."
"Aku tidak akan marah kalau kalian segera pergi dari sini."
"Baiklah, Hyung. Kami pergi dulu. Sampai nanti!"
Kelima namja itu melambaikan tangannya dengan ramah kearahku dan Kyuhyun yang hanya membalas lambaian tangan mereka dengan sebuah anggukan kepala. Tapi Sehun sama sekali tidak melakukan seperti apa yang dilakukan oleh kelima temannya itu. Sepertinya, anak itu kesal dengan Kyuhyun.
"Kata anak tadi, kau pernah menangis di dalam bus. Apa benar begitu?"
"I-iya. Waktu itu, kau marah padaku karna aku menyembunyikan masalah Minjae darimu."
"Oh, tentang itu. Ya sudah, ini minumannya."
Kyuhyun memberikanku susu strawberry dan dia sendiri juga ikut meminum cola yang dibelinya. Kemudian, kami pun berjalan bersama sambil bergandengan tangan melewati pinggiran sungai Cheonggyecheon.
….
"Kalian sudah mau pergi ke sekolah?"
"Ne, Hyung!"
Sepertinya Donghae Oppa baru saja selesai mandi dan kemudian menemui kami yang sedang sarapan bersama. Donghae Oppa pun menganggukan kepalanya lalu duduk di dekat Kyuhyun yang sedang sibuk mengolesi rotinya dengan selai coklat.
Satu sendok selai kacang segera berpindah tempat menjadi di atas selembar roti yang baru saja di ambil Donghae Oppa dari atas piring. Dia segera melumuri rata roti itu dengan selai kacang lalu memakannya dengan perlahan.
Aku sudah menyelesaikan sarapan pagiku yaitu roti dengan selai strawberry. Aku segera berdiri dari kursi menuju dapur untuk membuatkan Donghae Oppa segelas susu hangat.
"Gomawo!"
Aku membalas senyumannya. Donghae Oppa segera meminum susunya setelah menyesaikan sarapannya.
"Bagaimana dengan sekolah kalian?"
"Tidak ada yang berubah, Hyung. Semuanya masih baik-baik saja."
"Ya, aku sangat tahu kemampuanmu Kyu. Lalu bagaimana denganmu, Min?"
"Aku masih saja mengantuk saat jam pelajaran sejarah berlangsung!"
"Kalau hal itu aku tidak bisa membantumu, karna aku juga sering mengantuk saat pelajaran itu berlangsung." Kata Kyuhyun sambil mengendikan bahunya.
"Hahaha, sulit dipercaya. Sepasang suami istri yang sangat payah dalam pelajaran sejarah. Kalian kompak sekali!"
"Ish, Oppa ini paling bisa mengatai orang lain!"
"Yayaya, aku hanya bercanda tahu! Oh iya, malam ini aku dan Hyukkie akan pergi ke pesta ulang tahun temanku. Kalian.."
"Ya, jaga rumah. Lagi-lagi seperti itu!"
"Ish, tidak baik tahu memotong pembicaraan orang lain, Min. Kau dan Kyuhyun kan juga bisa pergi berjalan-jalan. Aku tidak bisa kalau tidak datang ke acara itu karna orang itu adalah teman dekatku."
"Ya sudah kalau begitu. Kami pergi ke sekolah dulu."
"Ne, siang nanti makanlah dirumah karna Hyukkie akan membawakan makanan untuk kalian berdua."
"Ne, Hyung. Akan kami usahakan. Kalau begitu, kami pergi dulu."
"Yeah~ Hati-hati!"
Kyuhyun memberikan tas ranselnya padaku lalu ia segera berjalan menuju garasi untuk mengeluarkan sepeda miliknya. Walaupun dirumah ini dipenuhi sepeda miliknya, Kyuhyun tetap saja tidak memperbolehkan ku untuk menaikinya sendiri. Anak itu beralasan takut jika aku tersesat nantinya.
Alasan yang sangat kekanakan sekali. Kyuhyun adalah namja yang tidak akan pernah mengatakan sesuatu hal yang romantis, dia lebih kepada sebuah tindakan. Yeah~ walaupun terkadang aku suka kesal sekali dengan tingkahnya yang seperti itu, tapi aku jadi semakin mengerti bahwa inilah daya tarik Kyuhyun, suami mesumku!
Dia mengeluarkan sepeda berwarna biru yang belakangan ini suka sekali dipakainya untuk pergi ke sekolah bersamaku. Sepertinya ada yang berbeda dari sepeda gunung miliknya ini. Tapi, apa yaa?
"Ayo naik!"
Setelah menutup pintu pagar, Kyuhyun langsung mengambil tas ranselnya dariku kemudian memakainya. Aku pun mulai mendekat kearahnya yang sedang menyamankan posisi duduknya di atas sepeda gunung miliknya itu.
"Kyu, sepertinya kemarin tidak ada kursi belakang ini.."
"Hehe, kemarin aku memasangnya disana agar kau tidak kelelahan berdiri dibelakangku terus."
Aku sangat senang sekali mendengarnya yang berkata seperti itu. Dia selalu saja melakukan hal-hal kecil yang terkadang tidak pernah terpikirkan olehku dan sayangnya semua tindakannya itu selalu saja berbekas di dalam benakku.
"Kau baik sekali.."
"Ayo naiklah~ Nanti kita terlambat tahu!"
Kembali lagi sifat aslinya. Dia memang sangat sulit sekali untuk ditebak.
Aku hanya bergumam lalu duduk menyamping dikursi belakang sepedanya. Kyuhyun segera bersiap-siap mengayuh sepedanya.
"Peluk aku atau kau akan terlempar dari sepeda ini."
"Ish, berkata lebih manis sedikit bisa tidak sih.."
"Sayang, peluk aku atau kau akan terlempar dari sepeda ini."
"Aish, sama saja bodoh!"
"Jadi penumpang saja cerewet sekali. Pegangan yang erat!"
"Iya, cerewet."
"Okeh~ Let's Go!"
Kalau sedang bergoncengan sepeda bersama Kyuhyun seperti sekarang ini, rasanya dunia milik berdua dan yang lainnya hanya menumpang. Semilir angin pagi mulai aku rasakan saat Kyuhyun semakin cepat mengayuh sepedanya.
Tidak lupa anak berlebihan ini meliuk-liukan sepedanya kekanan dan kekiri hanya untuk menggodaku agar semakin erat memeluk pinggangnya.
"Kau tidak lelah apa berbuat konyol seperti itu di tengah jalan?"
"Tapi kau senangkan?"
"Tidak. Aku mual tahu."
"Aish, tahu begitu aku tidak akan memasang kursi di belakang deh. Aku akan membiarkanmu terus-terusan berdiri dibelakangku. Masih untung, aku memintamu memelukku dari belakang."
"Memangnya selama ini kenapa, hah?"
"Kau kan selalu menempelkan dadamu dipunggungku. Aku tersiksa tahu karna hal itu."
"Kenapa? Kau mau bilang kalau aku ini berat?"
"Aku horny bodoh!"
Blush..
Kenapa tiba-tiba saja wajahku rasanya sangat panas sekali?! Kyuhyun kenapa bodoh sekali berkata seperti itu sambil melewati kerumunan orang yang sedang menunggu bus di halte. Anak ini memang pikirannya sangat pendek sekali, dia tidak tahu apa kalau semua orang tadi sedang memerhatikan kami berdua.
Dengan santainya, Kyuhyun memasuki kawasan sekolah sambil memainkan mulutnya, mengeluarkan suara siulan asal yang terdengar merdu ditelingaku. Begini yaa rasanya sedang kasmaran dengan suami sendiri. Hal gila pun akan terpikir sangat biasa saja dan hal yang biasa itu akan terpikir luar biasa.
Aku kembali salah tingkah saat anak ini menyanyi dengan lantang sambil terus mengayuh sepedanya tanpa merasa lelah sedikitpun.
"Aninde naneun aninde jeongmal igeon mari andoeneunde. Babeul meogeodo jami deul ttaedo michyeonneunji geudaeman boyeoyo. Eonjena nareul jongil na maneul mossalgehae miwonneunde."
"Eotteoke, naega eoteoke geudael saranghagedwaenneunji isanghajyo. Nae maeumeun geudareul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji. Chingudeul narel nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo."
Hohoho.. apa Kyuhyun sedang membual sekarang? Entah mengapa, aku merasa sepeda ini berubah menjadi terbang tidak menuju ke sekolah melainkan ke suatu tempat yang indah bernamakan surga.
"Hana, dul, set geudaega utjyo sumi meojeul geotman gajyo. Gedae misoreul damaseo maeil sarangirang yorihajyo yeongwonhi.."
"I Love you.. Love you.. Love you.. Love you.. Love you.. Love you.. Yeah~"
Huwaaa..
Kyuhyun! Ku mohon hentikan nyanyianmu ini sekarang juga, sebelum aku benar-benar meleleh!
"Wae geudaen nareul…"
Kyuhyun menghentikan laju sepeda serta nyanyiannya begitu saja saat melihat seorang yeoja berdiri dihadapan kami sambil menatap sedih kearah kami, terutama Kyuhyun.
"Minggir!"
Kyuhyun membentak Minjae yang sedang menghalangi sepeda kami yang akan memasuki gerbang sekolah. Minjae tidak bergeming dari tempatnya. Tidak lama kemudian, lelehan air mata keluar dari matanya yang indah.
"Aku mohon padamu, sekali saja dengarkan aku.."
"Kau tidak lihat, aku sedang bersama istriku?"
"Kyu, aku mohon. Sekali saja!"
"Cepat katakan sekarang."
"Tapi, aku hanya ingin kita membicarakannya berdua saja."
"Kalau tidak mau ya sudah.."
"Kyu.."
Kyuhyun menolehkan kepalanya kebelakang saat aku memutuskan untuk memanggil namanya. Aku hanya ingin memberikan Minjae satu kesempatan terakhir untuk membicarakan semua yang ingin ia bicarakan dengan Kyuhyun. Setelah itu, aku akan mengikat Kyuhyun dan tidak akan membiarkannya melepaskan ikatanku itu!
"Bicaralah dengannya."
"Tapi, Min. Aku tidak mau melakukan hal seperti itu."
"Tidak apa Kyu. Ini yang terakhir dan kau, jangan pernah berharap aku akan melepaskan Kyuhyun untukmu."
Aku segera pergi menuju kelasku setelah melambaikan tanganku dihadapan wajah ragu Kyuhyun, Si Minjae hanya menangis saja. Aku tidak akan pernah tertipu dengan sikapnya yang seperti itu.
Di perjalanan menuju kelas, aku berpapasan dengan Jungmo yang sedang berjalan seorang diri. Mungkin, aku bisa bertanya sesuatu padanya tentang Minjae.
"Jungmo!"
Sekali lagi maafkan aku karna aku belum bisa memanggilnya lebih sopan lagi daripada memanggil namanya secara langsung. Aku terlalu merasa nyaman untuk memanggilnya hanya dengan sekedar nama anak ini saja. Tapi dia juga tidak pernah protes akan hal itu, Mungkin lain waktu dia akan protes.
Jungmo menghentikan langkahnya lalu menolehkan kepalanya kebelakang. Kedua sudut bibirnya terangkat ke atas, memperlihatkan senyumannya.
"Kau tidak pergi ke sekolah bersama Kyuhyun lagi?"
"Ani. Aku meninggalkan Kyuhyun bersama Minjae.."
"Tapi, itu anaknya.."
Aku menoleh kebelakang dan benar saja, diujung koridor kelas sudah ada Kyuhyun yang sedang berlari kecil menghampiri kami.
"Dimana Minjae?"
"Aku meninggalkan anak itu diparkiran sepeda."
"Kenapa kau meninggalkannya begitu saja?"
Jungmo hanya diam saja. Dia pasti tidak mengerti dengan arah pembicaraan kami barusan.
"Dia hanya menangis tanpa berkata apapun, membuat kepalaku pusing saja. Jadi, aku tinggalkan saja dia disana. Masih untung dia tidak aku ikat di bawah pohon mahoni yang ada diparkiran sepeda."
Kyu..
Kau membuatku stress!
"Oi, Oi, Oi! Kalian bicara apa sih? Ada apa dengan Minjae?"
"Itu, tadi yeoja ribet itu menghalangi aku dan Sungmin yang sedang bersepeda sambil bernyanyi mesra di gerbang sekolah. Dasar pengacau!"
Kyuhyun memanyunkan bibirnya yang langsung disentil kecil dengan Jungmo yang terkekeh sendiri akibat ulahnya.
"Aww.. sakit bodoh!"
"Aish, kau juga sih yang tidak pernah sopan denganku. Itu Minjae!"
Kyuhyun dan aku bersama-sama menolehkan kepala kebelakang. Dengan cepat, Kyuhyun membuang mukanya tidak ingin melihat yeoja itu lama-lama.
"Min, kau langsung saja ke kelas karna aku juga ingin segera meninggalkan tempat ini!"
Kyuhyun pun segera berlalu. Aku hanya memandangi punggung anak itu yang semakin menjauh dan menghilang saat dia memasuki kelasnya. Aku dan Jungmo saling berpandangan, sedangkan Minjae sudah berbelok ke arah kelasnya sendiri.
"Aku ingin bicara denganmu."
"Baiklah, kita ke atap sekolah saja."
"Hmm, baiklah."
Aku segera menghubungi Yesung Eonnie dan Ryeowook untuk menyuruh mereka berdua pergi ke atap sekolah. Aku dan Jungmo sedang ingin membahas tentang proyek besar kami tempo hari itu.
….
Author pov..
Atap sekolah.
Karna hari ini adalah hari bebas setelah pembagian kelas baru, maka Sungmin dan Jungmo mengajak Ryeowook dan Yesung untuk bertemu di atap sekolah. Tidak lama kemudian, sepasang kekasih itu datang bersama dan segera menghampiri Sungmin dan Jungmo yang sedang berdiri di pinggir atap sekolah.
"Ada apa menyuruh kami kemari?" tanya Ryeowook setelah melepaskan genggaman tangannya bersama Yesung. Dia berdiri tepat disamping Jungmo yang sedang menggigiti bibir bawahnya sendiri.
"Kita harus membahas proyek besar kita itu, Wook!" kata Sungmin dengan nada serius.
"Begitu? Sebaiknya kita duduk disana."
Ryeowook pun menunjuk bangku yang memang sengaja di tempatkan di atap sekolah itu. Mereka berempat pun segera duduk di sana dan kembali membicarakan proyek besar mereka.
"Menurutmu, bagaimana perkembangan Minjae sekarang?"
Sungmin menatap lekat Jungmo yang hanya salah tingkah karna ditatap intens dengan Sungmin itu. Tapi setelah itu, Jungmo segera menjelaskan apa yang dia tahu tentang perkembangan hubungannya dengan Minjae belakangan ini.
"Setelah malam itu, aku mengantarkannya pulang dari acara makan bersama dengan para anggota kedisiplinan. Dia berubah menjadi pendiam dan sering menangis seperti itu. Dia seperti kehilangan keceriaannya yang dulu."
"Aku mengerti Hyung. Dia pasti masih tidak ingin melepaskan Kyuhyun walaupun dia sudah dicampakan ratusan kali oleh Kyuhyun. Dia seakan tidak perduli lagi dengan semuanya. Dia hanya mementingkan obsesinya itu. Aku takut, dia akan berubah menjadi gila."
'deg..
Ryeowook benar. Jika tidak cepat mereka menyadarkan Minjae, bisa jadi yeoja itu berubah menjadi gila. Jungmo terdiam sambil menahan kelu dihatinya. Sakit rasanya melihat yeoja yang begitu ia cintai melakukan hal yang seperti itu pada sahabatnya sendiri walaupun sahabatnya itu tidak pernah sekali pun merespon keinginannya itu.
"Lalu aku harus bagaimana? Otakku sudah sangat buntu sekali hanya untuk sekedar menyadarkannya."
"Jungmo-ah~ semua ini pasti ada jalan keluarnya."
"Tidak mungkin ada, Noona! Kau tidak lihat bagaimana sikapnya walaupun aku sudah melakukan hal-hal yang menurutku sudah sangat canggih sekali untuk melunturkan cintanya pada Kyuhyun. Aku menyerah. Semua usaha kita selama ini benar-benar tidak membuahkan hasil."
"Tidak Jungmo. Kita tunggu saja waktu itu sampai benar-benar tiba saatnya. Kita pasti akan mendapatkan jalan keluarnya."
"Semoga saja!"
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang tengah memerhatikan mereka dengan kilatan api kebencian. Selama ini, ia merasa dibodohi oleh mereka semua terutama Jungmo yang beberapa hari ini selalu saja membuatnya merasa kesal karna para Hokbae yang tiba-tiba saja jadi mengerubunginya.
"Jadi ini semua rencana mereka? Mereka kira mereka itu lebih hebat dariku? Tsk, mereka belum tahu siapa aku yang sebenarnya. Lihat saja nanti, siapa yang akan menangis seperti ku selanjutnya!"
….
Lagi-lagi, sekolah ini baru memulangkan muridnya saat jam makan siang berlangsung. Dengan langkah tergesa, Kyuhyun menghampiri kelas Sungmin dan ternyata yeoja itu sedang mengemasi barang-barangnya ke dalam tas.
"Min, itu Kyuhyun!"
Sungmin menolehkan kepalanya kearah pintu kelas setelah Ryeowook menunjuk Kyuhyun dengan dagunya. Sungmin pun menyunggingkan senyumannya dan segera keluar dari kelasnya bersama Ryeowook.
"Min, pulangan ini kau bisa pulang duluan bersama Ryeowook?"
"Eung? Memangnya ada apa Kyu?"
"Hari ini, aku harus menghadiri rapat bersama para guru karna beasiswaku sedang diproses."
"Beasiswa?"
"Ne. Untuk ke perguruan tinggi. Kau bisakan pulang bersama Ryeowook?"
"Tapi, aku mau langsung kerumah nenek ku yang ada di Incheon. Apa kau mau ikut denganku Min?"
"Ah, tidak perlu. Kau jangan khawatir Kyu. Aku akan pulang sendiri saja."
"Benar tidak apa?"
"Iya. Sudah sana. Nanti kau terlambat menghadiri rapatnya lagi."
"Baiklah. Aku pergi dulu. Kalau terjadi sesuatu segera hubungi aku!"
"Ne, Kyu."
Sungmin pun membiarkan Kyuhyun berlalu begitu saja menuju kantor sekolah. Ryeowook juga masih memandangi punggung Kyuhyun yang mulai menjauh.
"Apa tidak apa kau pulang sendirian?"
"Ya. Kau tenang saja. Aku kan sudah dewasa."
"Tapi, tampangmu masih seperti balita kekurangan permen!"
"Kau mau aku hajar yaa, Wook?"
"Ish, kau!"
Ryeowook menjitak ringan kepala Sungmin. Untungnya namja ini lebih tinggi darinya. Kalau tidak, Sungmin pasti sudah membalasnya.
"Aku pulang duluan!"
"Ne, Hati-hati dijalan. Kalau ada yang mengganggumu segera panggil namaku tiga kali."
"Kenapa? Kau akan datang dan menghajar mereka yang ingin menggangguku?"
"Tidak. Aku akan datang menyadarkan mereka bahwa kalau mereka sudah salah mengganggu orang seperti mu!"
"Kyaaa! Kau!"
"Ahahaha.. kalau begitu, aku pergi dulu. Dadah Sungminnie Minnie-ah~"
"Oke. Dadah juga Ryeowookie Wookie-ah~"
Ryeowook dan Sungmin saling melambaikan tangan seperti bocah lima tahun sambil memanggil nama mereka berdua dengan panggilan aneh yang dibuat duluan oleh Ryeowook. Ryeowook memang namja yang kelebihan bakat.
Akhirnya Sungmin pulang sendiri dengan berjalan kaki. Dengan langkah malas, Sungmin pun mulai meninggalkan kawasan sekolah yang sudah lumayan sepi.
"Kau selalu bilang padaku, kalau kau mempunyai teman. Tapi nyatanya, kau selalu pulang sendirian!"
Untuk yang kesekian kalinya, Sungmin menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati sesosok namja yang tengah berjalan kearahnya dengan kedua tangan yang sengaja ia masukan kedalam saku celananya.
"Kau lagi. Mau apa kemari?"
"Menunggumu."
"Kau tahukan kalau aku sudah mempunyai suami?"
"Kenapa kau sekarang berubah menjadi preman seperti ini? Aku hanya ingin berteman denganmu. Apa tidak boleh?"
"Hmm, maafkan aku."
Sungmin dan seorang namja bernama Oh Sehun itu mulai melangkahkan kaki mereka menjauhi kawasan sekolah Sungmin. Sehun hanya tersenyum misterius sambil terus memerhatikan langkahnya bersama Sungmin.
"Kenapa kau tidak pulang dengan suamimu?"
"Dia sedang ada rapat dengan dewan guru. Gerombolanmu juga kemana?"
"Mereka sudah pulang kerumah masing-masing."
"Biasanya kalian pulang bersama-sama."
"Kami baru akan pergi bersama malam ini."
"Oh.."
Kemudian, mereka pun berjalan ditengah keheningan yang tiba-tiba saja melanda. Sehun masih saja sibuk dengan pikirannya sendiri, begitu juga dengan Sungmin. Yeoja itu sedang memikirkan tentang makan siangnya bersama suami tercintanya yang sepertinya akan tertunda lagi.
Sungmin merasakan pandangan matanya yang mulai mengabur, tidak jelas. Kedua kakinya juga terasa sangat lemas sekali sehingga tidak dapat menahan berat tubuhnya sendiri. Untungnya ada Sehun disebelahnya yang dengan segera menahan tubuhnya yang tiba-tiba saja kehilangan keseimbangan.
"Sungmin.. apa kau baik-baik saja?"
"Uhh.. kepalaku!"
'Braakk..
"Ya, Sungmin!"
….
Wewangian obat itu sangat kentara sekali terciumnya saat seseorang sedang menggiringi tubuh Sungmin yang terkulai lemas di atas ranjang beroda bersama beberapa suster. Namja itu dengan perhatiannya membawakan tas milik Sungmin dan segera menelepon siapa saja yang menurutnya bisa membantunya untuk merawat Sungmin.
Karna tidak mau mengambil pusing, akhirnya Sehun menelepon seseorang yang terakhir kali berhubungan dengan Sungmin. Satu nama di sana, Kim Ryeowook..
Lama menunggu, akhirnya orang itu menganggkat telepon dari Sehun. Dengan segera, namja itu mengatakan kalau Sungmin sedang berada dirumah sakit sekarang dan keadaannya sedang di periksa oleh dokter.
Ryeowook yang sedang berada dikawasan Incheon jadi panik sendiri setelah mendengar kabar berita mengenai Sungmin. Tanpa basa basi lagi, Ryeowook pun segera menelepon Kyuhyun agar namja itu bisa menangani istri-nya itu terlebih dahulu.
"Bagaimana keadaannya, Dokter?"
"Dia hanya kelelahan saja dan sepertinya dia sering terlambat makan. Pacar anda itu mengidap anemia."
"Begitu? Terimakasih Dokter."
"Ya, sama-sama."
Sehun segera melangkah masuk kedalam ruang rawat Sungmin yang masih saja tertidur di atas tempat tidur rumah sakit. Wajahnya terlihat sangat pucat sekali. Sehun pun duduk disebelahnya sambil memerhatikan wajah itu. Wajah yang akhir-akhir ini sulit sekali dia lupakan..
Entah setan apa yang sedang menghasut pikirannya, dengan beraninya Sehun memeluk erat tubuh itu. Tubuh yang sudah dimiliki seseorang. Namja itu sangat sedih sekaligus kecewa dengan kenyataan Sungmin yang sudah memiliki seorang suami yang ternyata sama tampannya dengan dirinya.
"Kalau saja aku lebih cepat dari namja itu, pasti sekarang tubuh ini menjadi milikku."
Sehun membenamkan kepalanya diantara perpotongan leher dan bahu Sungmin. Dia menghirup dalam aroma strawberry yang menguar dari dalam tubuh Sungmin yang mulai menggeliat tidak nyaman.
Sungmin berpikir bahwa namja yang sedang memeluknya itu adalah suami-nya sendiri. Dengan pasti, Sungmin membalas pelukan namja tersebut dan mulai merasakan hangatnya tubuh itu dalam dekapannya.
"Apa kau baik-baik sa.. SUNGMIN!"
Namja yang baru saja membuka pintu ruang rawat Sungmin, terlihat begitu terkejut saat melihat istri-nya yang sedang berpelukan mesra dengan seorang namja yang antah berantah datangnya itu.
Sungmin dengan segera melepaskan pelukannya dan melihat siapa namja yang sejak tadi berada di dalam pelukannya. Sungmin terkejut sekali saat tahu bahwa namja yang berada di pelukanya itu ternyata adalah Sehun bukannya Kyuhyun, suami-nya.
Kilatan api cemburu benar-benar terlihat dari wajah Kyuhyun yang mulai dibasahi keringat karna ia datang ke rumah sakit ini dengan mengayuh kencang sepedanya.
"Kyu.. dengarkan aku dulu. Kau salah paham!"
"Apa? Salah paham katamu? Jelas-jelasnya aku melihat kau berpelukan dengan namja sialan ini!"
"Tapi, Kyu.."
"Huh, aku tidak ingin berdebat denganmu lagi. Aku lelah Sungmin."
Kyuhyun dengan segera meninggalkan Sungmin yang sedang terduduk lemah, namun setelah itu dia berlari mengejar Kyuhyun walaupun dengan susah payah.
"Kau mau kemana? Keadaanmu masih belum pulih betul."
"Suamiku sedang marah sekarang. Aku akan mengejarnya."
"Tapi.."
"Aku akan baik-baik saja!"
Sungmin sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya berjalan dengan benar. Yang ada dibenaknya sekarang adalah bagaimana caranya ia dapat mengejar Kyuhyun dengan kepalanya yang masih terasa pening itu. Rasa sakit dikepalanya, Sungmin kesampingkan begitu saja demi Kyuhyun agar namja itu bisa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.
Kyuhyun mengacak-acak rambutnya frustasi sambil kembali menaiki sepedanya. Karna hampir menagis, Kyuhyun pun mulai memasang headsetnya untuk mendengarkan lagu upbeat agar perasaannya bisa jauh lebih baik.
Teriakan suara Sungmin dan suara klakson mobil yang saling bersahutan tidak terdengar oleh Kyuhyun yang memang tidak memfokuskan pikirannya pada kemudi sepedanya.
"KYUHYUN! KYUHYUN AWAAAASSS!"
Brukkk..
Tubuh itu terpental jauh meninggalkan sepedanya yang hancur seketika menghantam trotoar jalanan. Seketika, Kyuhyun kehilangan kesadarannya saat tubuhnya terlempar jauh dan membentur tiang listrik yang berada dipinggir jalan.
Sungmin menangis histeris saat melihat darah segar yang keluar dari tubuh Kyuhyun yang tidak bergerak sama sekali. Sungmin menangis sambil memangku kepala Kyuhyun yang dipenuhi darah dan seketika rok sekolahnya pun ternodai darah segar Kyuhyun.
Semua orang yang melihat kejadian tersebut, segera membawa Kyuhyun menuju rumah sakit. Sungmin masih saja menangis disebelah suami-nya yang sedang terbaring lemah tidak berdaya menuju ruang emergency.
"Dok, saya harus melihat suami sayaa.."
"Tidak bisa Nona. Keadaannya sangat kritis sekali. Banyak darah yang keluar dari tubuhnya."
"Hikkksss… KYUHYUN!"
….
Tbc..
Agak enggak rela sih nulis kalau Kyuhyun itu kecelakaan. Sedih..
Oke, keep review reader!
See you.
