Matsuri Hino yang punya Vampire Knight. Gw cuma pengen have fun ama chara-charanya Beliau. Ijin yak gan!
FanFic ini base-nya adalah sebuah permainan roleplay gw ama neng Dwi Aprilia DamaYanti di grup all genre di FB : Animanga M 18+ Roleplay Indonesia.
Gw edit dalam bentuk FF , semoga kalian suka.
A Vampire Knight FF
ll
O
ll
Will Hunt You... FOREVER!
ll
O
ll
Pair = Kaname Kuran x Zero Kiryuu
Genre = YAOI, romance, adult, mature
Rate = M – 18+
ll
O
ll
Apakah tak apa kalau tuan Kuran melanggar peraturan dari Zero tadi? Apakah kalau ia maju menerjang Zero, maka akan membuat lelaki perak itu bakal marah dan menyudahi semua?
Namun, Kaname ada akal. Ia turut menurunkan resleting, mengeluarkan batang arogan miliknya sendiri yang telah kokoh sempurna, lalu dengan satu tangan bebasnya, ia mulai memijit dan membelai.
"Zero... errnnhh.. lihat... batang arogan tersayangku... meresponmu.. ernnghh.." bahkan Kaname melepas kancing bajunya, merabai dadanya sendiri disertai lenguhan berat dan sesekali kepalanya menengadah sambil lidah menjilat bibirnya sendiri.
Jemari miliknya yang dikulum Zero kini bergerak agresif mengaduk mulut tuan Kiryuu. Terkadang pinggulnya ia gerakkan naik turun sambil ia mengocok pelan batang panasnya.
"Zero... my dear... Ze...ro.. ooorrghhh..." erangnya tanpa malu-malu. Bukan hanya si hunter saja yang bisa menggoda, ya kan?
Zero terdiam sejenak melihat Kaname yang ikut-ikutan menggoda dirinya.
Oh demi dewa, Zero langsung berubah pikiran. Plis! Jangan tertawakan dia. Itu- wajar, kan?!
"Peraturan nomor 2 untukmu, Kuran! Aku akan menyentuhmu—tapi kau tak boleh menyentuhku!" lalu Zero merangkak turun dan mengambil alih pusaka kebanggaan sang pureblood untuk kemudian mengulum juga menggigitinya.
GLEKK!
Kaname bagai menelan paku. Rules apa itu! Siksaan apalagi sekarang?!
"Mmmphh.. bwesaarh.. skaliwh.. mmhh.." desis Zero disela-sela blowjob service untuk sang seme.
Namun Kaname tak sanggup berpikir lebih jauh karena batang arogannya sudah ada di dalam rongga mulut Zero.
Damn! Kenapa keadaan jadi lebih sulit bagi Kaname?
"Ze...rooo.. dear.. errkhh.. kenapa.. kau menyiksaku.. begini.. arrkhh.." keringat dingin meleleh di kening Kaname. Geez! Si perak ini begitu ahli sekarang memberi fellatio ke tuan pureblood. Manik crimson itu kini tertutup kelopak sembari sesekali desah deram menguar dari bilah bibir sang alpha.
Kaname tak berani menggerakkan tangannya yang ingin berkhianat daritadi akan aturan Zero. Itulah mengapa tuan Kuran hanya bisa mencengkeram, menghujamkan kukunya ke lengan kursi. Zero keterlaluan.
Sang pureblood ingin. Ingin sekali menyentuh Zero. Apapun! Demi semua setan demit sex yang ada di muka bumi dan neraka, Kaname INGIN menyentuh kekasihnya!
Zero mengulum lebih dalam dan menghisap lebih kuat. Yeah.. kau tau... seperti anak kecil yang menikmati lolipopnya, atau bayi yang asik menghisap susu ibunya... dan Zero teramat menikmati menghisap batang arogan kekasihnya!
"Mmmphh... ssluurrpp.. kenavaa? Kauwh tak swuka iniwh? ..mmhh..hh.." tanya Zero sembari melirik Kaname di atas. Tangannya sibuk memijit-mijit buah zakar sang kekasih. Sambil terus menghisap kejantanan milik tuan seme bagai memantrainya : ayo.. membesar ~ lebih besaaarr~~
"Haaahh..." Zero tak kuat, lalu menarik nafas, menatap Kaname yang sepertinya sudah kuwalahan dan tak tahan akan godaan darinya.
"Kaname? Kau ingin aku lanjutkan atau berhenti?" tanya Zero disertai tatapan nakal.
Kaname tak tahan lagi. Bisa-bisanya Zero meragukan dirinya. Ia tak peduli aturan atau apapun, dan julurkan tangannya ke sang pujaan sukma.
Rakus, ia cumbui bibir sang silverette. Tanpa ampun. Ya, tanpa ampun juga rakus. Bibir kenyal Zero ia tindas dan hisap, berikut lidahnya menerjang masuk menggelepar di langit-langit mulut sang hunter sambil tgnnya tak mau diam meraih puting tuan Kiryuu, memilinnya juga mencubit gemas tanpa peduli Zero mengerang. Entah erangan suka atau erangan protes. Kaname tak peduli.
"Zero.. mmcchhmm.. my dear.. hurmmchh.. buka mulutmu.. urmmchh.. beri aku.. lidahmu.. mmchmm..hhnnmm.. mmh.." ia terus mendominasi bibir Zero sembari merunduk ke kekasihnya yang berlutut di bawahnya.
"Emmmgghhh... hhh... Kana-mppphh..." Zero kuwalahan melayani perang lidah yang disodorkan oleh sang alpha. Tangannya berkali-kali berusaha mendorong dada Kaname agar sang seme menjauh, namun sepertinya usaha itu sia-sia.
Karena Zero baru saja menggoda seekor singa lapar, dan yeah-sekarang dia kena batunya sendiri.
Mau tak mau, Zero memilih menurut dan membuka mulutya, membiarkan Kaname menghisap dan bermain-main dengan rongga-rongga dalamnya.
"Hhh.. eemmpphh... Kana..mee... na..fas... hh... hh.." oh ayolah , meski vampir, Zero juga butuh nafas.
Demi kelangsungan hidup sang kekasih, Kaname melepaskan dominasinya pada bibir kenyal favoritnya. Jalinan saliva teruntai berpijar berkilau terkena sinar rembulan penuh ketika dua bibir itu saling menjauh.
"Duduklah di pangkuanku, my dear. Aku kan memberimu kesenangan." Kaname menepuk pahanya, mengharapkan kepatuhan dari tuan silver.
Kemelut berahinya sudah memuncak hingga rasanya singa jantan ini mampu merobek betinanya bila sang betina menolak.
Ya, Kaname memang pureblood yang terlihat tenang di luar. Tapi bara di dalamnya bisa melebihi siapapun. Makanya para 'punggawanya' yang paham tuan Kuran, takkan berani macam-macam dan memilih patuh ketimbang menyesal.
Nah Zero, kau singa manis yang patuh, bukan? Pejantan tangguhmu mengaum menginginkanmu.
Mata Zero sayu karena efek alkohol, hanya menatap Kaname cukup lama. Seolah ragu untuk menuruti kemauan sang alpha. Bukankah tadi dia yang membuat aturan? Kenapa sekarang malah Kaname yang mengendalikan permainan?
"NO!" tolak Zero mentah-mentah, namun ada nada manja di penolakan itu. Meski begitu, dia tetap mendekati Kaname dan mengalungkan dua tangannya di leher sang pureblood serta menyerang dua manik crimson itu dengan tatapan super seduktif.
"Aku sudah memberitaumu, Kuran... Kau—tak boleh menyentuhku, tapi kau- " jemari telunjuk Zero menekan bibir kenyal sang pureblood-seolah melarangnya untuk protes.
"Kau- vampire nakal... sudah melanggar peraturan," bisik Zero, menggigit pelan telinga seme-nya untuk memberi hukuman. Oh dewa, seorang Zero Kiryuu yang memiliki pride setinggi langit 7 bidadari tiba-tiba bisa manja dan nakal seperti ini? Salah siapa, coba?!
Oh- bunuh saja author yang nista tapi manis ini! Oke, lupakan!
Hee? The absolute Kaname Kuran mendapat penolakan?! Hahah!
Pastinya tuan pureblood kita ini terkaget-kaget tak menyangka ia mendapat kata 'NO' bukan dari anak buahnya tapi justru dari orang yang ia cinta. Kasian babang. Pfftt.
"Ersshh.." ia mendesis takkala si perak seenaknya menggigit telinganya. Apa Zero tak tau, area situ adalah erogenus sang vampir crimson?!
"Zero, my dear.. apa kau tak menginginkan diriku? Apa kau puas hanya seperti itu tanpa merasakan dekapan tanganku seperti biasa?" ujarn tuan Kuran mencoba menyisipkan agitasi ke Zero, siapa tau berhasil.
"Ayolah my dear, biarkan aku menyentuhmu, memelukmu, aku berjanji akan bermain lembut asalkan kau tak menyiksaku begini, my dear." manik crimsonnya terus mengikuti gerak-gerik Zero.
"Ze..rooo.. " erangnya frustasi.
Penolakan Zero kali ini sedikit berbeda dari penolakan tsun-tsun yang biasa dikatakannya saat Zero dalam keadaan 'normal'. Penolakan kali ini cenderung lebih merepotkan daripada biasanya, karena Zero sedang berada dalam zona 'manja dan banyak maunya'.
Tuan Kiryuu terkekeh pelan mendengar Kaname mengerang frustasi. Oh astaga, jiwa nakal si hunter benar-benar merasa menang karena sanggup membuat alphanya sampai memohon seperti itu. Maka dengan nakal dan tak berniat menyerah, Zero duduk di pangkuan Kaname, menggesek-gesekan bokong kenyalnya pada manhood tuan Kuran yang menegang sempurna.
"Kau janji akan benar-benar bermain lembut, sayang?" bisik Zero sembari membelai pipi sang seme yang ada di depannya.
"Ah- tapi tidak! Aku masih ingin bermain lebih lama lagi .. hics!" komentar Zero yang sudah mulai cegukan.
"Ah begini saja, kita bermain tanya jawab. Kalau jawabanmu benar... kau boleh menyentuhku. Kalau salah... aku akan menggigitmu.
"Humphmm.." sang alpha cuma bisa mendengus berat. Apalagi kali ini? Apa Kaname harus membuat cekung sandaran tangan di kursinya akibat kuku yang terus mencakar di situ? / Poor Kaname.
"Katakan saja, dear... Aku akan coba keberuntunganku. Dan kuharap dewi fortuna masih di sisiku malam ini," sahut sang pureblood dengan nada sekalem mungkin meski batinnya bergemuruh bagai volcano meletus dasyat.
Bahkan ia menggerakkan pinggulnya agar gesekan yang terjadi di situ makin terasa syahdu. Hei, itu bukan menyentuh, kan? Hanya menggesek, malah tidak memakai tangan, pula!
Lagi-lagi tuan hunter terkekeh.
Zero menyeringai tipis sambil menjilati bibir atasnya dengan gerakan sensual, sambil terus menggesekan bokongnya di paha Kaname.
"Ayo my dear, aku menunggumu." lanjutnya mengingatkan sang silverette.
"Kau benar-benar tipe yang suka tantangan, heh ?" puji Zero seraya mendekatkan hidungnya, mengendus leher Kaname. "Pertanyaan pertama, vampire atau manusia?" entah pertanyaan macam apa itu, tapi Kaname hanya diberikan dua pilihan.
Dan ya, apapun jawabannya rasa-rasanya sih hasilnya akan sama saja.
Jadi Kaname, pintar-pintarlah menjawab pertanyaan dari Zero yang 'tidak ada jawabannya' ini. Heheh.
Orrghh Kaname mencium adanya kecurangan yang manis dalam pertanyaan Zero. Ia yakin Zero akan tetap mengatakan 'salah' atas apapun jawaban yang akan ia berikan. Maka itu ia ingin bermain-main sejenak dengan pertanyaan itu.
"Ayo... jawablah... jangan kelamaan mikir -Slurrp!" oh rasa-rasanya Kiryuu sudah tak tahan untuk 'menggigit' semenya.
"Aku memilih... setengah vampir dan setengah manusia, sama sepertimu, my dear. Sungguh menantang, fufuu." Ia malah memilih jawaban sendiri, tak peduli tuan hunter bakal mendelik atau apa karena ia sudah siap memberikan lehernya demi memuaskan kekasihnya. Lihatlah, bukankah Kaname seorang pacar yang baik dan berdedikasi?
"Bagaimana menurutmu, my dear Zero?" Ia menggesekkan pahanya ke selangkangan sang silverette.
"Hmmphh..." Zero menghela nafas dengan sok kesal, masih bergelayut di sekitar leher Kaname, dan memainkan lidahnya di sana.
"Good answer," puji Zero, melirik sinis dan sedikit menyeringai ke Kaname. "Tapi-itu bukan jawaban yang tepat! Awrghh!" lanjut Zero sambil memberikan gigitan lembut di leher sang alpha dan menyesap darahnya sedikit saja.
Hmmm... manis seperti biasanya... namun terasa... sedikit beda. Efek samping alkohol, mungkin?
"Hics! Kenapa darahmu—hics—terasa agak beda—hics!" tanya Zero, tanpa sadar cegukannya semakin parah saja. Oh rasa-rasanya ia semakin merasa terbang ke awan.
"Kaname..." Zero menangkup pipi sang pureblood dan menatapnya intens. "Sentuh aku..."
Ah,akhirnya—tuan hunter menyerah!
ll
O
BERSAMBUNG
O
ll
Yaasss! Kembali lagi ane bawain apdetan KaZe untuk kalian semua yg masih setia ama ini FF.
Ane ucap banyak tengkyu yg udh mau ngemaso baca juga nungguin apdetnya.
Gpp, auth di sini jg demen ngemaso utk kalian , kok :"3
See ya next chaptr yak!
ll
O
ll
=[[ RYUU ]]=
