Choi RinRi kembali hadir membawa chapter 11 ;) semoga ga kecewa yaaaa! Langsung aja deh,
This is it~
~Everlasting Love~
Pairing : Yewook and other cast
Super Junior © Tuhan Yang Maha Esa
Ye milik Wook_Wook milik Ye
YeWook saling memiliki :D
Rated : M
Warning : YAOI, OOC, Typo(s), GaJe, Aneh, dsb.
Summary : Perlakukan aku sesuka mu, kau tak akan sanggup membuat ku membenci mu. Karena aku mencintaimu, selamanya hanya untuk mu.
UNLIKE? Klik 'Back' please :)
Don't bashing~
CHAPTER 11
.
"aroma apa ini?" tanya Ryeowook pada dirinya sendiri saat baru saja ia menyelesaikan acara mandi paginya. Dengan masih berbalut handuk mandi ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan kamarnya, mencari tahu sumber dari bau yang tercium sedikit err- gosong itu.
"Yesung hyung?" ucap Ryeowook saat mendapati 'suami'nya kini sedang sibuk di dapur. Sepertinya ia baru saja selesai menyelesaikan acara masaknya.
Tunggu! Masak? Yesung tidak bisa memasak!
"selamat pagi istriku!" ucap Yesung sembari membuat kedua tangannya membentuk sebuah hati. "saranghae.." ucapnya kembali sembari memperlihatkan bentuk hati raksasa di atas pucuk kepalanya, tak lupa ia pun menampikan senyuman terbaiknya.
Dengan bibir yang dibuat selabar mungkin hingga membuat deretan gigi putihnya terlihat, tak lupa kedua matanya yang ia buat selebar mungkin agar terlihat memancarkan sinar kebahagian –menurutnya-. Namun entah mengapa itu terlihat menyeramkan bagi Ryeowook. Silakan bayangkan sendiri oleh kalian bagaimana expressi Kim Jongwoon saat itu.
"ak-aku harus kembali ke kamar untuk memakai baju, hyung!" Ryeowook pun segera bergegas meninggalkan Yesung menuju kamarnya. Ia sedikit takut melihat expressi Yesung tadi, benar-benar aneh.
"cepat kembali ya, sayang ku! aku tunggu di ruang makan!" ucap Yesung dengan sedikit berteriak. Ia pun tersenyum dalam diam, membayangkan Ryeowook akan menyukai hal-hal yang akan segera ia tunjukan padanya.sepertinya awal dari hal-hal romantis yang sudah ia rancang itu cukup berhasil.
Memberikan senyuman manis, berhasil. Ceklis!
.
.
"bagaimana rasa masakan ku?" tanya Yesung dengan riangnya. Mengingat kemarin Ryeowook menuntutnya untuk menjadi orang yang romantis, sejak pagi buta ia telah mempersiapkan segalanya untuk memasakan makanan terbaik untuk 'istri'nya itu. Dan sepertinya ini lah saatnya Yesung menunjukan sosok 'romantis' dari seorang Kim Jongwoon.
"en-enak.." ucap Ryeowook sembari tersenyum kaku, ia pun dengan susah payah menelan makanan yang terasa sangat pahit di lidahnya itu. Jika ia tak menghargai usaha Yesung mungkin saat itu juga Ryeowook memilih memuntahkannya saja!
Mendengar hal itu tentu saja membuat Yesung tersenyum senang. Namja sipit itu pun kembali memakan masakannya dengan lahap, baginya makanan di depannya itu terasa enak-enak saja. Itu 'kan masakannya, bagaimana pun harus terasa enak!
Memasakan makanan yang special, berhasil. Ceklis!
"kenapa ada bunga-bunga berserakan di atas meja makan, hyung?" tanya Ryeowook dengan polosnya, ia pun mengedarkan pandangannya pada meja makan yang telah di sulap oleh Yesung keadaannya hingga menjadi terlihat ekhm- berantakan!
"bunga-bunga? oh,ini sebagai penghias acara makan bersama kita, chagi. Bagaimana? Indah 'kan?" tanya Yesung yang terdengar sedikit memaksa. Tapi dalam hatinya pun ia sudah sangat percaya diri, memastikan Ryeowook yang akan terpana dengan hasil karyanya ini.
Bunga-bunga yang di tabur secara acak di atas meja makan berbentuk persegi panjang itu, lalu lilin-lilin kecil yang ia taruh mengelilingi makanan yang tersaji di depannya. –bagi Yesung- benar-benar menciptakan kesan romantis!
Berbeda dengan Ryeowook, namja manis itu sedikit kebingungan dengan adanya dua benda yang berada di atas meja makan itu. Untuk apa Yesung menghisanya? Jika ini adalah makan malam mungkin kesan romantis setidaknya akan terpancar walaupun sedikit. Tapi ini pagi! Ku tekan kan sekali lagi, ini pagi hari!
Mereka kini hanya sedang melakukan sarapan biasa. Untuk apa Yesung menyalakan lilin-lilin kecil itu di pagi hari seperti ini? Hanya membuat Ryeowook kesusahan mengambil makanan yang ada, bahkan tanpa Yesung sadari tangan Ryeowook sempat terkena cairan lilin yang menetes.
Kau benar-benar salah situasi, Kim Jongwoon!
Namun lagi-lagi Ryeowook hanya bisa tersenyum kaku menanggapinya. Melihat Ryeowook yang tak mengeluarkan protes apapun, Yesung anggap bahwa usahanya yang ketiga ini berhasil.
Menata meja makan seindah mungkin, berhasil. Ceklis!
'kau memang hebat, Kim Jongwoon..' batinnya sembari tersenyum bangga.
.
.
"nanti sore aku jemput yah!" ucap Yesung saat ia dan Ryeowook telah sampai di dalam Happy Bakery, tak biasanya Yesung mengantarkan Ryeowook hingga ke dalam toko roti ini.
Setelah mengecup sekilas pipi Ryeowook, namja sipit itu pun menghampiri pintu berlapis kaca besar itu. "Sampai berjumpa lagi, Istriku!" teriak Yesung dari arah ambang pintu utama Happy Bakery. Dan ternyata sontak teriakannya itu menarik perhatian para pengunjung.
"aku mencintaimu, Kim Ryeowook!" teriak Yesung kembali, sedangkan Ryeowook hanya bisa tersenyum kaku menanggapi perkataan 'suami'nya tadi. Saat dirasa Yesung sudah berlalu, Ryeowook pun segera meminta maaf atas keributan yang ditimbulkan oleh 'suami'nya tadi.
"astaga..Yesung hyung benar-benar membuat ku malu!"
.
.
"berhenti menertawai ku, Henry!" ucap Ryeowook dengan kesal pada Henry yang sedari tadi menertawainya. Namja berdarah China itu benar-benar terhibur saat mendengarkan cerita Ryeowook mengenai tingkah konyol 'suami'nya itu.
"hahaha, 'suami' mu itu sangat tampan tapi benar-benar payah! Hahaha.." ucap Henry yang awalnya memuji namun akhirnya meledeknya juga, membuat Ryeowook mengembungkan kedua pipinya kesal. "ya! lebih payah 'suami' ku atau namja idamanmu itu, hum?" tanya Ryeowook yang kini berganti meledek Henry, membuat namja berjuluk Mochi itu menghentikan tawanya dalam seketika.
"jangan sebut-sebut ZhouMi, Wookie!" ucap Henry dengan kesal. "ZhouMi? aku tak menyebut namanya!" elak Ryeowook sembari terus memberikan senyuman menggodanya.
"hah, terserah..lebih baik aku kembali bekerja saja!" ucap Henry mengalihkan pembicaraan. Baru saja ia mendapatkan hiburan, kini ia harus kembali kesal karena mengingat orang yang sangat membuatnya kesal akhir-akhir ini, ZhouMi.
.
.
"ya, masuk." Ucap Youngwoon saat seseorang mengetuk pintunya. Pintu pun terbuka dan menampilkan sosok yeoja cantik berpakaian rapi, sepertinya ia adalah sekretaris Youngwoon.
"Youngwoon sajangnim, putra anda sudah datang." Ucap Yeoja itu. "suruh dia memasuki ruangan ku." ucap Youngwoon yang masih terfokus pada layar laptop di depannya. Setelah mendapat perintah, yeoja itu pun segera meninggalkan ruangan ber AC itu dan mempersilahkan Yesung untuk masuk.
'cklek'
"ada apa appa menyuruhku datang ke kantor?" tanya Yesung yang baru saja menutup pintu ruangan Youngwoon. "duduklah dulu." Ucap Youngwoon sebelum menjawab pertanyaan anaknya.
Yesung pun menurut, ia menghampiri kursi dan mendudukan dirinya menghadap Youngwoon yang kini menutup laptopnya.
"jadi?" tanya Yesung kembali. "jadi begini.." ucap Youngwoon kemudian menarik nafas panjang.
"kau tahu kan jika Wookie kini sedang dalam masa pembentukan rahim buatan?" ucap Youngwoon yang justru berbalik bertanya. "ya, appa." Respon Yesung.
"dan kau pun tahu kan apa saja hal yang dilarang dilakukan untuk seorang namja yang sedang menjalani masa penyempurnaan rahim buatan di tubuhnya?" tanya Youngwoon kembali, suaranya yang berat terdengar serius.
"tidak boleh melakukan hubungan intim." Jawab Yesung. "lalu?" Yesung tampak berpikir sebentar mengingat apa saja aturan-aturan yang diberikan oleh dokter. "lebih banyak mengkonsumsi susu tulang." Jawabnya lagi. "yang terakhir?" Yesung mulai kesal dengan arah bicara Youngwoon yang menurutnya sangat bertele-tele itu.
"ayolah, appa! Langsung saja ke inti pembicaraannya!" tuntut Yesung yang mulai tak sabar. "heh, jawab pertanyaan ku dulu, Jongwoonie!" ucap Youngwoon yang tak mau kalah.
"oh, baiklah.." lebih baik ia mengalah dari pada harus kena omel jika kembali membantah perkataan appanya itu."..yang terakhir, Ryeowook tidak boleh melakukan banyak aktifitas untuk kebaikan kondisi tubuhnya." Ucap Yesung kembali.
"itu dia!"
'brak!'
Yesung sedikit dibuat terkejut saat tiba-tiba Youngwoon menggebrak meja. Apa Youngwoon berniat membunuh anak tampannya itu dengan memberikannya serangan jantung mendadak, hum? Seperti itu lah pemikiran dramatis Yesung saat ini.
"lalu apa masalahnya?" Yesung sedikit melirik arloji putih miliknya, ia tak ingin berlama-lama disini karena sebentar lagi ia harus mengikuti jam kuliah.
"aku ingin dia berhenti bekerja di Happy Bakery!" ucap Youngwoon yang membuat Yesung membelalakan matanya. "APA? Kenapa, appa? Itu akan sangat membuatnya kecewa!" jawab Yesung yang tak terima dengan ucapan Youngwoon.
Ia masih ingat betul bagaimana semangat dan perjuangan Ryeowook saat pertama kali melamar di toko roti itu, hingga membuat namja itu terlonjak gembira saat ia dinyatakan lulus dalam test dan kini menjadi pegawai tetap Happy Bakery.
"ini demi kebaikannya, Jongwoon! Aku tak mau dia terlalu mempunyai banyak aktifitas. Cukup aktifitas ringannya saja di kampus, jika itu aku tak akan melarangnya.." Yesung terdiam saat mendengar kata 'demi kebaikan' yang di lontarkan Youngwoon.
"aku dengar dari Jungsu, toko itu sangat ramai pengunjung. Otomatis itu akan membuat Wookie semakin kelelahan dengan aktifitasnya 'kan? Aku tak ingin kondisi tubuhnya terganggu akibat ia yang di haruskan terus-menerus berkutat di dapur toko itu." Sambung Youngwoon kembali. Yesung sebenarnya membenarkan perkataan Youngwoon. Seringkali ia mendapati Ryeowook yang kelelahan akibat aktifitasnya di toko itu.
"kau harus tahu, Jongwoon. Walaupun banyak namja yang berhasil memiliki aegya dari cara memakai rahim buatan, tapi kegagalan yang mereka terima pun tak kalah besar peluangnya. Kau sangat menginginkan segera hadirnya seorang aegya 'kan? Kau ingin membuat aku dan Jungsu senang dengan memberi kami seorang cucu 'kan?" ucap Youngwoon dengan penuh permohonan. Ia ingin Yesung memikirkan perkataannya ini sebaik mungkin. Dan sepertinya cukup berhasil melihat Yesung yang tak bergeming.
"maka dari itu, aku tak ingin Wookie memiliki banyak aktifitas agar proses penyempurnaan rahim itu berjalan baik. Tolong sampaikan padanya dengan baik-baik agar dia mengerti. Sebenarnya aku dan Jungsu sudah memikirkan ini sejak lama, tapi aku atau pun Jungsu tak berani untuk mengatakannya dan lebih mempercayakannya padamu."
"baik, appa. Aku akan coba membicarakan ini padanya." Ucapnya pelan, membuat Youngwoon tersenyum lega.
"baiklah, sepertinya aku harus segera pamit." Ujar Yesung sembari bangkit dari duduknya. "tunggu!" cegah Youngwoon yang membuat Yesung kembali mendudukan tubuhnya. Ia pun memberikan tatapannya yang seolah mengatakan 'ada-apa-lagi' pada appa nya itu.
"apa kau tak malu tak memiliki pekerjaan?" tanya Youngwoon tiba-tiba yang sedikit membuat hatinya mengkerut mendengarnya. "aku sedang sibuk mengurus kuliah ku, appa." Jawab Yesung datar.
"itu bukan pekerjaan, itu hanya lah status. Apa kau ingin memberikan makan 'istri' dan anak mu nanti dengan buku-buku musikmu itu?" Ucap Youngwoon yang membuat Yesung ingin sekali menelan kembali kata-katanya.
"lebih baik hentikkan kuliah mu, aku ingin kau bekerja di kantor ku untuk menggantikan Wakil Direktur yang lama." Ucap Youngwoon yang membuat Yesung kembali membelalakan matanya.
"APA? tapi aku sama sekali tak memiliki pengalaman sedikit pun tentang dunia bisnis!" elak Yesung dengan tegas. "nanti aku akan menyuruh sekretarisku untuk membantu mu." Ujar Youngwoon yang terus gigih pada pendiriannya untuk mempekerjakan Yesung di kantornya.
"oh, ayolah appa.." ujar Yesung yang sedikit merengek, ia benar-benar menyesalkan permintaan appanya itu. "aku tak mau ta-" "ya! Ya! baiklah, aku terima keputusan mu!" ucap Yesung yang akhirnya menyetujui permintaan Youngwoon. Ia berpikir percuma saja jika terus menolak karena Youngwoon pun akan terus memaksanya.
Lagi pula keputusan Youngwoon ada benarnya juga, di usianya yang sudah tak bisa dibilang remaja itu seharusnya ia sudah seharusnya ia memiliki pekerjaan. Apa lagi ia sudah memiliki seorang 'istri' dan sedang menunggu kehadiran seorang aegya.
"tapi aku mempunyai satu permintaan!" "apa?" tanggap Youngwoon sembari merapikan beberapa lembar kertas yang sedikit berantakan di atas mejanya itu.
"aku tak ingin mendapatkan pekerjaan ku semudah itu, aku ingin memulainya dari bawah. Biarkan aku hanya menjadi karwayan biasa di kantor ini. Dan jangan pernah appa membedakan aku dengan karyawan lainnya, perlakukan aku sama dengan mereka." Youngwoon sangat terkejut dengan permintaan Yesung. Semenjak menikah, anaknya yang biasanya manja dan selalu ingin hidup serba mewah kini berubah menjadi seorang pria yang mandiri.
Ia semakin yakin, tak salah ia menikahkan Yesung dengan Ryeowook. Namja manis itu memberikan efek yang sangat besar terhadap Yesung.
"baiklah, aku setuju. Mulai besok kau bisa bekerja di kantor ku."
.
.
"Minnie hyunggggggg!" seluruh mahasiswa yang saat itu berada di dalam kelas sontak saja secara bersamaan menutup kuping mereka saat mendengar teriakan yang memekakan itu.
"hehehe, maaf." Ucap Ryeowook saat mendapat tatapan tajam dari teman-temannya itu. Ia pun langsung mengedarkan pandangannya begitu sampai di dalam kelas. Sungmin, namja itu lah yang kini keberadaannya sedang ia cari.
"Wookie!" seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Sungmin! Ternyata orang yang ia cari lah pelakunya.
"kau dari mana, hyung?" tanya Ryeowook sembari membalikan badannya menghadap Sungmin. "seharusnya aku yang bertanya seperti itu, kau dari mana saja sampai baru datang?" tanya Sungmin, lalu ia pun menyeruput jus strawberry miliknya hingga habis.
"tadi ban mobil Yesung hyung bocor di tengah jalan!" ucap Ryeowook sembari menghembuskan nafasnya panjang. "oh, begitu. Tapi syukurlah kau tak datang terlambat." Ucap Sungmin sembari menghampiri tempat duduknya yang juga diikuti Ryeowook.
"tadi aku dengar kau menyebut namaku. Kau mencari ku? Ada apa?" tanya Sungmin kembali. "nghh..begini, hyung.." ucap Ryeowook yang nampaknya sedikit malu-malu.
"aku butuh bantuan mu, hyung!" ujar namja manis itu. "bantuan? Bantuan apa? aku pasti akan membantu mu." Ucap Sungmin sembari tersenyum manis.
"nghh..kau tahu, hari ini aku adalah hari dimana aku di perbolehkan untuk 'disentuh' oleh Yesung hyung!" bisik Ryeowook yang bahkan nyaris tak terdengar. Ia tak ingin ada satu pun yang mendengarnya kecuali Sungmin tentunya.
"wah, benarkah?" tanggap Sungmin antusias. Itu tandanya tahap awal untuk membentuk generasi 'Kim' selanjutnya akan segera dimulai! Ia semakin tidak sabar untuk menunggu kehadiran seorang anak kecil yang akan memanggilnya dengan sebutan 'bibi'.
"lalu apa titik permasalahan yang mungkin saja bisa aku bantu?" mendengar pertanyaan Sungmin sontak membuat wajah Ryeowook memerah. "ma-masalahnya..aku bingung harus bagaimana hyung.." jawa Ryeowook pelan.
"bingung?" ulang Sungmin. "ya, aku berjanji pada Yesung hyung jika aku sudah boleh 'disentuh' olehnya, aku akan memberikan-" Ryeowook menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang terasa memanas.
"..pelayanan special, hyung!"
Smirk, saat itu juga Sungmin menampilkan evil smirknya –yang mungkin dipinjam dari Kyuhyun-.
"itu masalah gampang, Wookie. Dengarkan baik-baik, aku akan memberikan berbagai tips yang mungkin berguna untuk mu nanti.."
.
.
'tuk..tuk..'
Entah untuk yang ke berapa kalinya Yesung mengetuk-ngetuk meja bangku kuliahnya. Satu tangannya ia gunakan untuk menyangga dagunya yang terasa berat. Di jam kuliahnya yang tak terisi dosen seperti ini membuatnya sangat bosan.
Yesung mengalihkan pandangannya pada sumber keributan yang ada di kelasnya itu, dua orang namja yang sedang tadi sibuk mengurusi hal-hal yang tidak penting. Donghae dan Eunhyuk, mereka lah yang kini menjadi objek perhatian Yesung. Sepasang kekasih yang ia ketahui –dari mulut dua orang itu- sudah berpacaran sejak mereka masih sama-sama duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Yesung terus memperhatikan kedua namja hyperaktif itu di tengah kejenuhannya. Kadang ia merasa iri pada sepasang kekasih itu, disaat bosan seperti ini mereka bisa saling menghibur diri. Andai ia juga seperti itu. Satu jurusan dengan 'istri'nya itu. Hah, sekarang ia jadi memikirkan Ryeowook.
"Wookie.." gumam Yesung secara tak sadar. "aku selalu di hati mu, hyung!" timpal asal seorang namja yang secara tak sengaja mendengar ucapan Yesung, Eunhyuk.
"ya, kau sela- ya! apa-apaan kau, Monkey?" ucap Yesung saat menyadari kebodohannya. "hahaha, siapa suruh di sore hari seperit ini kau melamun, hyung? Pasti kau sedang membayangkan 'istri' mu itu tak berbusana 'kan?" ujar Eunhyuk yang kemudian di hadiahi deathglare dari Yesung.
"jangan samakan aku dengan mu, babbo!" ucap Yesung dengan ketus. "jadi kau pikir aku sering membayangkan Hae tanpa busana?" pertanyaan ambigu kembali keluar dari bibir namja bersurai putih itu.
"hahaha, untuk apa? jika aku menginginkan Hae, saat itu juga aku langsung menelanjanginya saja tanpa harus membayangkannya!" ucap Eunhyuk dengan mantap, sedangkan Donghae yang mendengar itu hanya memperlihatkan cengiran lebarnya.
"hah, terserah kau saja, Monkey!" ucap Yesung yang memilih mengalah dibanding ia harus membiarkan sesuatu di bawah sana meminta keluar jika ia terus melanjutkan pembicaraan yang kini mengarah ke area dewasa.
'drttt..drtt..'
Tiba-tiba handphone yang berada di kantung celana jeansnya bergetar, menandakan satu panggilan masuk. Kedua ujung bibirnya terangkat saat melihat nama sang penelopon.
Honey, hanya dengan satu kata namun selalu membuatnya merasakan berjuta rasa. Oke, itu berlebihan memang.
"…."
"…"
"Wookie?"
"…"
"Wook-"
"hyung.." Yesung sedikit mengkerutkan dahinya saat mendengar suara Ryeowook yang memanggil namanya dengan err- mendesah.
"Yesung hyung.." lagi, suara yang terdengar mendesah itu kembali Yesung dengar. Mengingatkanya akan kelakuan Ryeowook beberapa hari lalu, saat namja manis itu berhasil mengerjainya.
"jangan menggoda ku lagi, Honey!" ucap Yesung tegas. Beruntungnya ia kini mengambil tempat di pojok ruangan sehingga tak ada yang dapat mendengar dengan jelas perbincangannya, begitu juga Donghae dan Eunhyuk yang kembali sibuk sendiri.
"menggodahh untuk appahh?" tanya Ryeowook yang semakin membuat sesuatu di dalam perut namja sipit itu bergerumuh. Mendengar suara desahan tepat di telinga mu, siapa yang tak tergoda, hum?
"Wook-Wookie?" panggil Yesung saat merasakan ada yang tak beres dengan kelakuan 'istri'nya itu. "pulang, hyung.." ujar Ryeowook kembali, "apa?" tanya Yesung untuk memastikan bahwa pendengarannya tak bermasalah.
"kau lupahh? Sekarang kau sudahh boleh menyentuhh kuhh.." ucap Ryeowook yang masih di selingi desahan menggodanya. "be-benarkah?" tanya Yesung terbata.
"ya..ayo kita buat generasi 'Kim' selanjutnya.."
'tut..tut..'
Setelah itu sambungan di putus begitu saja oleh Ryeowook, meninggalkan Yesung yang masih terpaku dengan 'adik'nya yang terasa mulai menegak.
"hyung? Kau mau kemana?" tanya Donghae saat melihat Yesung yang dengan tergesa-gesa berjalan untuk keluar kelas.
"TOILET!"
.
.
"hahaha, kau benar-benar pintar, Wookie! Bisa ku pastikan Yesung hyung pasti kini sedang sibuk mencari sabun!" ucap Sungmin disela tawanya. Kini ia dan Ryeowook berada di apartemen miliknya.
"ya, hyung. tapi.." lagi-lagi Ryeowook menggantungkan kalimatnya. "apa? kau masih ragu, Wookie?" tanya Sungmin yang bisa menebak apa yang kini sedang dipikirkan Ryeowook.
"oh, ayolah. Menjadi lebih agresif dari sebelumnya itu bukan lah masalah. Contohnya aku, aku juga terkadang lebih agresif dari Kyuhyun!" ucap Sungmin dengan tersenyum bangga.
"benarkah?" tanya Ryeowook memastikan. "ya, kau tak perlu malu. Dia 'kan 'suami' mu. Lagi pula kau kan sudah pernah mencobanya dan berhasil." Ucap Sungmin sembari mengerlingkan matanya nakal. "kau benar , hyung!" ucap Ryeowook yakin.
"ya, ku harap setelahnya kau masih dapat berjalan dengan baik, Wookie.."
.
.
-TBC-
.
.
Updateeeeeeeeeee~
Maafin RinRi para Readers =( bukan maksud RinRi buat nelantarin FF, tapi tugas2 RinRi disekolah yang bikin RinRi susah buat dapet waktu buat bias lanjutin FF Y_Y
Udah gitu pulsa modem di rumah abis lagi, semakin melengkapi kesengsaraan RinRi dalam mengupdate Fanfic ;(
Sebagai bentuk permintaan RinRi, 3 Fanfic RinRi update langsung =) semoga rasa kecewa kalian yang nunggu lama dapat terbayar :D
Oh iya, RinRi minta doanya yah semoga tugas bikin Film RinRi sukses dan bikin RinRI bias cepet Fokus lagi ke Fanfic ;)
Setiap hari entah itu lagi belajar, makan, tidur, sampe lagi *pip* pun keinget terus nasib FF RinRi yang udah lumutan X_X
Maka dari itu, modal nekat RinRi datengin Warnet dan akhirnya update FF RinRi yang masih setengah jadi terus diketik disini -_-v
Oh ya, kalau ada yang mau ditanyain tentang FF RinRi atau apapun itu, PM RinRi aja yaa =) soalnya sekarang RinRI lagi gabisa balesin Ripyu kalian satu2 soalnya RinRi ngetik note ini aja di warnet *KetauanBiarNgirit* maklum lah pulsa modem RinRi belum diisi sampe sekarang ._.
Buat yang mau mengenal RinRi lebih dekat *ceuelaahhh bahasanya* silakan untuk mengunjungi:
Facebook : Silviana Prananjaya, bias di add. Masih sering dibuka tapi jarang diutak atik(?) ;) RinRi confirm pasti~
Twitter: PM aja ke RinRi yah, atau minta RinRi untuk PM kalian. Nanti RinRi kasih tau ;) pasti di follback kok, mention aja :D
Oke balik lagi ke FF ah =)
RinRi minta maaf sebesar-sebarnya atas JANJI RinRi yang belum dipenuhi -_- RinRi aslinya malu deh udah telat update terus janji bikin NC belum dipenuhi -_- maaf yah bikin Readers kecewa lagi T_T
Bikin NC itu bagi RinRi susah banget ;( biarpun aku Yadong *malahbangga* tapi kalo buat bikin sendiri rasanya susah banget ;( dan readers tau sendiri kan karya NC RinRi kaya gimana? -_-
Tapi anehnya RinRi malah tetep aja yah bikin FF yang rated M v-_-v
RinRi kayanya butuh pencerahan(?) dari para readers tentang NC ini. Kasih saran RinRi harus bikin berapa ronde dan TKP(?)nya itu dimana aja ._.
Maafkan keBODOHan RinRi yang belum juga bias nampilin NC dan bikin Wookie hamil -_-
Disini RinRi lagi pengen memperjelas dulu status Yeppa, dia kan udah punya istri sama mau punya anak. Tapi masa gapunya pekerjaan -_- nah loh? Dan disini udah di perjelas statusnya :D
Chap depan udah NC, kali ini RinRi gabakal ingkar janji lagi ._. *AngkatKelingking*
RinRi udah berhasil bikin 1 ronde(?) nah untuk Ronde selanjutnya masih dalam tahap proses dan masa2 pencarian wangsit(?)
Dimohon bantuan dan kemaklumannya dari para readers atas apa yang terjadi ini ya :'")
Big Thanks For:
Triple-Y5/17/12 . chapter 11
Turtles 5/16/12 . chapter 11
ELFsilmie 5/15/12 . chapter 6
ELFsilmie 5/15/12 . chapter 5
ELFsilmie 5/15/12 . chapter 4
ELFsilmie 5/15/12 . chapter 3
ELFsilmie 5/15/12 . chapter 2
ELFsilmie 5/15/12 . chapter 1
viiaRyeosom 5/14/12 . chapter 11
RizkyryeniYWS 5/13/12 . chapter 11
Enno Noo Na YWS 5/12/12 . chapter 11
Memey Clouds5/12/12 . chapter 11
Xeiina Kim5/12/12 . chapter 11
CloudsomniaElf5/12/12 . chapter 11
YeHaeyeoja 5/12/12 . chapter 11
Ddhanifa aaolfa 5/12/12 . chapter 11
me 5/11/12 . chapter 11
me 5/11/12 . chapter 1
LeeJiHoon'YeWook5/11/12 . chapter 11
Phylindan5/10/12 . chapter 11
Ddangkoma 5/10/12 . chapter 11
luphie kiekha 5/10/12 . chapter 11
Kang Ji Ae 5/10/12 . chapter 11
rizkyeonhae 5/10/12 . chapter 11
July Vroshcham 5/10/12 . chapter 11
Chorheya 5/10/12 . chapter 11
Kyuminyewook 5/10/12 . chapter 11
LeeHaeNa5/10/12 . chapter 11
The DeVil's eyes5/10/12 . chapter 11
wiendzbica5/10/12 . chapter 11
lee minji elf 5/10/12 . chapter 11
the baby jongie 5/10/12 . chapter 11
tata kim 5/10/12 . chapter 11
EvilKyung5/10/12 . chapter 11
yheryin 5/9/12 . chapter 11
tifafawookie 5/9/12 . chapter 11
Joongie975/9/12 . chapter 3
The 5/9/12 . chapter 11
RizkyryeniYWS 5/9/12 . chapter 11
ChaaChulie2475/9/12 . chapter 11
Nam seulmi 5/9/12 . chapter 11
WookppaWife 5/9/12 . chapter 11
Makasih udah mau Review yaaa :D Review lagi ;))
Kritik dan saran di terima (n_n)
Review SANGAT harapkan *puppyeyes*
Jangan bosen review FF ini, tunggu RinRi! RinRi akan kembali dengan membawa chapter selanjutnya! Dadaaahhhh *lambaiTanganNyemplungEmpang*
Pesan RinRi : "ayo lestarikan Fanfic YEWOOK yang mulai langka! Hwaiting!"
So, Would you mind to review? ~(^-^~)
