Mobil sport putih itu berhenti dengan halus tepat di depan salah satu rumah kecil minimalis itu. Beberapa rumah lain di kanan dan kirinya sudah gelap menandakan sang pemilik sudah mengakhiri aktivitasnya hari ini. Namun rumah ber-cat putih itu masih menyala diantara rumah-rumah lain yang sudah gelap.

"Wali murid Kyuhyun menulis sesuatu yang tidak kumengerti awalnya. Namun kukira maksud kalimat itu adalah untuk mengatasi Kyuhyun jika sesuatu terjadi."

Choi Siwon menatap namja manis yang masih terlelap di sampingnya ketika kalimat Yoochun terngiang di telinganya. Wajahnya terlihat damai dan menggemaskan seperti anak kecil jika seperti ini. Berbanding terbalik dengan wajah dingin yang menatapnya dengan sepasang iris merah gelap beberapa saat lalu di sekolah.

Namja tampan itu mengusap lembut pipi gemuk disampingnya sambil menerawang kejadian beberapa saat yang lalu. Insiden Jonghyun sangat mengejutkannya, namun yang lebih mengejutkan adalah saat Park Yoochun berhasil menghentikan Ordinal-nya ini hanya dengan kata-kata sederhana itu. Hal itulah yang membuat kalimat Yoochun masih teringang di telinganya hingga saat ini.

Setelah menghela nafas sebentar, Siwon turun dari mobilnya lalu bergerak menuju pintu di sisi lain dan membukanya. Ia mengambil ransel Kyuhyun dan menyampirkannya di punggungnya. Namja tampan itu kemudian menyelipkan salah satu tangannya di belakang leher Kyuhyun yang masih terlelap dan meletakkan tangan yang lain di belakang lutut namja manis itu, lalu dengan lembut membawa tubuh lemas itu keluar mobil ke dalam gendongannya.

"Aku tidak tahu mengapa Sungmin-ssi menulis itu di kertas biodata Kyuhyun. Sebaiknya kau tanyakan sendiri, Siwon."

Sambil tetap melangkah menuju pintu rumah mungil itu, Siwon memperhatikan wajah yang terkulai di depan dadanya saat ini. Ia mulai berpikir, hal apa yang menyebabkan sosok manis dalam gendongannya ini bisa berubah menjadi sangat mengerikan saat melihat darah dan kegelapan. Bahkan, Kyuhyun tadi sempat mengatakan dirinya 'kotor'.

Siwon sama sekali tidak bisa menghubungkan semua spekulasi di dalam kepalanya. Namun, satu hal yang ia tahu. Sesuatu pernah terjadi pada Ordinal-nya ini di masa lalu.

Sesuatu yang mengerikan.

Ceklek

"Ah! Kalian dari mana sa―Kyuhyun! Apa terjadi sesuatu padanya, Siwon-ah?!"

Begitu pintu terbuka, Siwon langsung saja disuguhi wajah galak Sungmin. Namun beberapa detik kemudian namja di depannya itu merubah ekspresinya menjadi khawatir saat melihat Kyuhyun yang kini terkulai dalam gendongannya.

"Bawa dia ke kamarnya. Cepat!"

Siwon mengangguk dan mulai berjalan menuju kamar Kyuhyun. Setelah meletakkan tubuh lemas itu di atas ranjang, Sungmin segera melepas jas dan melonggarkan kerah kemeja dongsaengnya sesekali menatap wajah manis itu khawatir.

"Apa dia sakit?" tanya Sungmin kini sambil melepas sepatu dan kaus kaki Kyuhyun.

"Tidak." Sahut Siwon pendek sambil menurunkan ransel Kyuhyun dari punggungnya. "Dia hanya tertidur, Hyung."

Setelah merasa Kyuhyun sudah nyaman di tempatnya, Sungmin kini menatap Siwon dengan tatapan ragu.

"Mengapa kalian pulang malam se―"

"Apa yang terjadi padanya di masa lalu?" kalimat Sungmin sukses terhenti mendengar kata-kata Siwon. Ia menatap namja tampan di depannya itu tidak mengerti, "Apa terjadi hal yang mengerikan pada Poros Ordinal di masa lalu, Sungmin Hyung?"

Sungmin sontak memundurkan langkahnya. Kedua matanya menatap tak percaya akan apa yang baru saja di dengarnya dari mulut Siwon.

"K―kau―"

"Kau tidak perlu khawatir, Sungmin Hyung." ucap Siwon dengan senyuman tipis di bibirnya. "Apapun yang terjadi dan siapapun dia, aku akan terus berada di sisinya."

Sungmin mengeratkan genggaman tangannya yang gemetar sejak tadi. Wajahnya tampak memucat dan tubuhnya seakan mendingin. Semuanya memang selalu seperti ini jika ia mengingat apa yang terjadi di masa lalu.

.

"Asik! Waktunya dongeng~"

Sungmin tersenyum geli melihat wajah lucu dongsaengnya yang terlihat girang di atas tempat tidurnya. Namja itu kemudian menggelar selimut tebal bergambar Starcraft di atas tubuh kecil itu. Ia lalu mengambil bantal dan meletakkannya di belakang punggungnya kemudianmembiarkan namja mungil itu bersandar di lengan kanannya yang bebas.

"Ehm… sampai mana dongeng kita kemarin?"

"Sampai saat aku bertamasya ke Jeju saat masih taman kanak-kanak, Hyung." sahut Kyuhyun semangat sambil mengingat-ingat sebentar dengan wajah lucu. "Apa yang terjadi kemudian?"

"Ah, ya. Saat itu adalah saat yang menyenangkan, Kyu. Kau sangat menikmati suasana disana. Kau suka berlarian di taman-taman, bermain layang-layang, dan bermanin pasir di pantainya. Lalu kau akan menghitung mundur saat matahari terbenam."

Sungmin mengusap tangan kecil di sampingnya itu dengan lembut seraya terus bercerita. Kyuhyun kecil masih memperhatikannya dengan mata berbinar.

"Wah, benarkah? Pasti menyenangkan sekali!" seru Kyuhyun sambil mengangkat tangannya ke udara. "Lalu? Lalu?"

"Beberapa hari kemudian kita kembali ke Seoul karena tahun ajaran baru akan dimulai saat itu. Kau masuk sekolah dasar yang kau pilih sendiri, Kyu. Kau sangat senang mengenakan seragam barumu saat itu. terlebih lagi kau suka sekali mengajak teman-teman barumu belajar dan bermain bersama di rumah."

"Itu menyenangkan, Hyung. Masa kecilku sangat bahagia sepertinya." ucap Kyuhyun sambil menyamankan kepala di bantalnya. Iris coklat karamelnya itu mulai meredup sesaat setelah ia menguap. "Andai aku bisa mengingat semuanya~"

Sungmin menatap sendu sang adik yang sudah terlelap di sampingnya. Namja itu menatap keluar jendela tepat di depannya, sementara tangannya masih mengusap helaian coklat ikal di sampingnya. walau terasa lembut, tangan itu bergetar.

"Kau harus bahagia, Kyu~"

.

Siwon masih berdiri di tempatnya saat Sungmin menyelesaikan ceritanya. Namja berjuluk kelinci itu kini terlihat terisak pelan sambil memandangi wajah damai Kyuhyun yang masih tertidur.

"Saat itu dia masih begitu kecil. Masih begitu polos untuk mengalami semua itu." ucap Sungmin dengan kalimat bergetar menahan tangis. "Maafkan aku, aku tidak bisa mengatakannya saat ini, Siwon-ah."

Siwon menghela nafasnya panjang lalu mengalihkan pandangannya kembali kepada Ordinalnya yang masih terlelap. Sungmin juga melakukan hal yang sama.

"Kejadian lima tahun yang lalu itu mengubah semua yang ada pada dirinya," lanjut Sungmin masih dengan suara lirih yang bergetar. Telapak tangannya menggenggam lembut tangan pucat Kyuhyun. "Maka dari itu kami menghapusnya…"

Siwon masih terdiam, berusaha mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dan mencoba mengerti semuanya.

"…dan mengganti semua ketakutan itu dengan kebahagiaan." Ucap Sungmin lagi kali ini memberanikan diri menatap Siwon. "Karena kami tidak ingin dirinya yang sebenarnya bangkit lagi. Walau kebahagiaan itu palsu dan hanya dongeng."

.

.

THE POWER OF HIGH POLAR

Chapter 11: THE TRAGEDY OF LIGHTLESS

Genre: Romance, Friendship, Fantasy, Supranatural, School-life

Rating: T

Main Pair: WONKYU

Other Pair: YUNJAE, HANCHUL, HAEHYUK, YEWOOK

Warning: YAOI, BOYSLOVE, OOC, TYPOS

Summary:

Kekuatan matahari ada di tangan mereka. Namun persahabatan dan cinta sejatilah yang menjadi kekuatan terbesar yang mereka miliki nantinya.

DON'T LIKE DON'T READ

BabyWonKyu proudly presents

.

.

_Wonkyu_

Bruk!

"Kyuhyun!"

Kyuhyun meringis pelan saat tubuhnya terjerembab di atas tanah. Niat awalnya adalah kabur dari namja jelek dan kasar yang kini mengekang kedua tangannya di belakang tubuhnya itu. Sedangkan Jaejoong kini mulai berontak dari cekalan namja yang lain.

"Lepaskan!"

"Haha! Tenagamu lumayan juga, Nona~" ucap namja yang masih mengekang tubuh Kyuhyun itu sambil menyeringai tidak jelas melihat namja manis yang terlihat tidak berdaya di bawahnya. "Kalau kau tenang, kami akan bersikap lembut kepadamu~"

"LEPASKAN AKU! TOLOOONG! TOLOO―"

Plak!

Jaejoong membelalakkkan matanya saat teriakan Kyuhyun terhenti begitu saja ketika sebuah tamparan mendarat di wajahnya. Beberapa dari namja berandalan itu tertawa melihat kelakuan temannya.

"Kau pantas mendapatkan kesakitan."

"Arrgh!"

Jaejoong melesat dari cekalan namja yang tadi menahannya sesaat setelah namja itu mengerang kesakitan di tempatnya. Doe-eyesnya yang berkilat terang menatap tajam beberapa namja lain yang kini menatapnya terkejut.

"Lepaskan dia!" ucap Jaejoong sambil berusaha menarik tubuh Kyuhyun yang masih bergeming di tempatnya.

Kyuhyun yang mendengar suara Jaejoong kini mulai kembali melawan dan mendorong namja diatasnya. Namun seperti tenaganya sangat kurang untuk melawan preman diatasnya ini.

"Tangkap dia!"

Sebuah bangku melayang dan tepat mengenai dua preman yang sudah akan menangkap tubuh Jaejoong. Namja cantik itu kemudian menatap tajam satu preman lain yang hendak menuju kepadanya dengan matanya yang berkilat terang.

"Jatuh."

Bruk!

Seketika namja yang sudah akan mencapai Jaejoong itu jatuh terjerembab dengan keras ke tanah akibat kalimat pendek dan dingin Jaejoong. Namja cantik itu tidak menyia-nyiakan kesempatannya untuk segera membawa Kyuhyun kabur dari sana sebelum―

Bruk!

Pergerakannya terhenti saat ia merasakan sakit di belakang lehernya. Jaejoong jatuh terduduk di tempatnya dangan bertumpu pada kedua tangannya. Pandangannya memburam.

"Jae Hyung!"

_Wonkyu_

Bruk!

"Ada apa, Yunho-ah?"

Yunho meremas beberapa tangkai bunga Lily putih yang ada di genggamannya erat-erat saat rasa sakit menyerang leher belakangnya. Hankyung yang ada disampingnya hanya menatap tak mengerti kepada temannya yang kini terduduk di tanah berumput itu.

"Leherku sakit."

Hankyung menaikkan satu alisnya lalu mendudukkan diri di samping Yunho yang masih terdiam di tempatnya.

"Istirahatlah, kau terlihat lelah." Ucap Hankyung sambil menyerahkan sebotol air mineral kepada temannya itu.

Yunho menerima air itu dengan perasaan kalang-kabut. Entah mengapa jantungnya berdetak semakin cepat walau sakit di lehernya itu sudah berangsur-angsur mereda. Hanya satu yang ada dipikirannya saat ini. Namja bersorot musang itu memejamkan matanya sesaat.

'Siwon, Aku merasakan perasaan yang buruk. Sepertinya terjadi sesuatu pada Jaejoong dan Kyuhyun di suatu tempat. Bisakah kau temukan posisi mereka?'

Sementara itu…

Siwon membuka matanya tiba-tiba saat suara abstrak di dalam kepalanya itu menganggu kegiatan bersantainya di bawah pohon maple. Donghae dan Hyukjae masih memilih beberapa Crysant di depan mereka.

"Jika kau sudah selesai dengan kegiatan bersantaimu, lebih baik kau membantu kami, Siwon-ah! Bukan kah ini tugas kita ber―" Donghae diam sebentar lalu menyerahkan beberapa tangkai bunga di tangannya ke tangan Hyukjae. Namja bermata ikan itu bergerak cepat menghampiri Siwon yang kini terlihat duduk dengan diam.

'Ada apa?'

'Sesuatu terjadi.'

_Wonkyu_

"Jae Hyung! Apa yang kalian lakukan padanya?! Kalian semua jahat!"

"Itulah akibatnya jika berani melawan kami, sayang~" ucap namja yang masih memerangkap tubuh Kyuhyun. "Kau juga berakhir seperti 'Hyung'mu itu jika terus melawan."

Kyuhyun menatap mata di depannya dengan sorot campur aduk, antara takut, kesal, marah dan sebagainya. Beberapa preman yang lain mulai tertawa lagi. Salah satu dari mereka menyeret tubuh Jaejoong yang masih terduduk dan membawanya ke bawah naungan pohon.

"Ambil barang berharganya!" perintah namja di depan Kyuhyun yang sangat Kyuhyun yakini bahwa ia adalah ketua preman-preman ini. "Lalu kita buktikan apakah mereka benar-benar 'namja tulen' seperti yang mereka bilang~"

"HAHAHAHAHA!"

"Lepaskan! Sialan kalian! Aku tidak punya barang berharga apapun!" seru Kyuhyun saat namja di atasnya itu mulai merogoh seluruh sakunya.

"DIAM!" seru namja itu dengan tatapan tajam di wajah sangarnya saat Kyuhyun makin memberontak dalam cekalannya, membuat Kyuhyun memejamkan matanya takut. Namun tatapan tajam itu hilang seketika dan berganti tatapan berbinar. "Kau memiliki liontin yang bagus. Ini pasti mahal~"

Deg

Jaejoong yang sejak tadi masih meringis diam di tempatnya untuk menahan sakit di belakang lehernya karena pukulan salah satu preman itu, kini menegakkan tubuhnya saat namja yang ada diatas tubuh Kyuhyun itu meraih liontin perak berbandul biru dari leher Kyuhyun dengan sekali tarikan.

"Jangan bergerak, manis. Atau aku akan memukul bagian wajahmu yang cantik ini." ucap salah satu preman di dekat Jaejoong sambil menahan tubuh namja cantik itu agar tidak bergerak.

"Lepaskan!"

"Tidak akan."

Sial, umpat Jaejoong dalam hati saat energinya terasa habis dan tidak bisa memproduksi satu kekuatanpun.

"Aku akan kaya dengan benda ini." ucap preman itu sambil menyeringai menatap Kyuhyun yang masih terdiam di tempatnya. "Sekarang kita buktikan apakah kau benar-benar namja, nona manis~"

"JANGAN SENTUH DIA!"

BUGH!

Jaejoong sukses tersungkur ke tanah saat satu pukulan mendarat di perutnya sesaat sebelum ia bangkit dan hendak berlari ke arah Kyuhyun. Beberapa tawa menggema disana sekali lagi.

"Ja-jangan ambil li-liontin itu―" ucap Jaejoong sekenanya sambil memegangi perutnya yang terasa ngilu karena pukulan.

"Sudah kuduga! Benda indah ini pasti mahal." Ucap namja yang masih mengamati liontin perak berkilau di tangannya dengan kagum. Batu biru di bandulnya itu berpendar indah saat matahari menyorotnya. "Bandul ini pasti batu mulia. Kita akan kaya! HAHAHAHA! Kau lihat ini, Nona Manis? Liontinmu ini―"

Grep

Semua yang ada disana terdiam dan menghentikan tawanya saat perkataan sang ketua dihentikan oleh sebuah tangan pucat yang kini mencengkeram erat leher namja berandal yang masih berada di atas tubuhnya itu.

"Apa yang kau lakukan diatas tubuhku, brengsek?"

Kalimat dingin dan tegas itu sontak membuat namja yang masih memegang liontin itu kini menatap pada namja manis di bawahnya. Ia mengeram saat cekikan di lehernya semakin mengerat.

"KETUA―"

Slap

BRAK!

Tubuh yang sudah akan menghampiri sang 'ketua' itu terlontar seketika hanya karena gerakan tangan pucat itu. Semua yang ada disana kembali membeku.

"K-kau―"

"Hmm. Jangan menatapku dengan matamu yang hina."

Jleb!

"AAAARRRRGGGHHH!"

Teriakan itu menggema seketika di sudut taman yang sepi. Beberapa burung terlihat berterbangan dari pohon maple besar di dekat sana. Mencoba menghindari aura gelap yang mulai menguar di bawah rumah mereka itu.

"Cepat selamatkan ketua, Bodoh!" seru beberapa namja itu kemudian mendekati ketua mereka yang kini masih bertahan di posisinya. Namun berbeda dengan namja manis di bawahnya.

BRUK!

Beberapa namja yang mendekat itu kini terjatuh ke belakang bersamaan dengan tubuh ketua mereka yang dilempar begitu saja. Namja sangar berjuluk 'ketua' itu terlihat menggeliat kesakitan sambil menutupi mata kirinya yang terlihat mengucurkan cairan merah kental.

Tap

Tap

"Ada yang lagi mau menangis darah seperti dia? Hmm?"

Para namja berjuluk preman itu hanya menatap takut, ngeri, sekaligus tidak percaya kepada namja manis yang kini berdiri di depan mereka sambil menyeringai lebar. Tatapannya tajam menusuk dari matanya yang besar.

Berwarna merah gelap seperti darah.

"D-dia bu-bukan manusia!"

Slap

"Huwaaaaa!"

Namja yang baru saja menyelesaikan kalimat gagapnya itu kini jatuh tak sadarkan diri setelah tubuhnya terlempar beberapa dari tempatnya dan jatuh dengan suara berdebum keras hanya karena gerakan ringan tangan Kyuhyun. Beberapa namja lain yang hendak kabur juga mengalami nasib yang sama.

"Barang siapa yang berani melawanku―." Ucap Kyuhyun dengan suara datarnya yang dingin sambil melangkahkan kakinya maju. Telapak tangan kanannya masih berlumuran darah yang berasal dari mata ketua preman yang kini masih mengerang kesakitan di tempatnya. "―hukumannya adalah kematian."

Jaejoong merapatkan punggungnya kearah pohon besar di belakangnya. Tubuhnya gemetar memeluk lututnya sendiri melihat betapa mengerikannya kejadian di depannya.

Sret

"Katakan kalimat terakhirmu sebelum mati."

Tangan pucat itu meraih leher salah satu namja yang ada di depannya dan mencekiknya sambil menyeringai. Sedangkan namja ditangannya itu hanya menatap ketakutan pada mata merah gelapnya.

"Ku-kumohon le-pas-kan―"

"Hihihihi~ Sangat menyenangkan melihat wajah kesakitan dan menderita ini~ HAHAHAHAHA!"

BRUK!

Tubuh itu jatuh ke tanah dan tak bergerak lagi saat Kyuhyun melemparnya dengan seklai sentakan. Namja manis itu tertawa mengerikan sambil menuju namja lain yang ada di depannya. Ia sudah akan menggapai tubuh gemetar di depannya tepat sebelum―

"KUMOHON HENTIKAN, CHO KYUHYUN!"

Kyuhyun menolehkan kepalanya ke belakang dan sedikit terkejut melihat Jaejoong yang masih terduduk di bawah pohon dengan tubuh gemetar. Namja manis itu kemudian melangkah ringan menuju tempat Jaejoong yang kini semakin memundurkan tubuhnya.

Bruk

"Kau―" ucap Kyuhyun dengan suara dinginnya yang lirih setelah menundukkan tubuhnya di depan tubuh Jaejoong. Kedua iris merahnya menatap doe-eyes di depannya lekat-lekat sementara jemari pucatnya yang masih dipenuhi bercak darah kini mengusap wajah Jaejoong. "Aku ingat wajahmu. Kau Ayrie, kan?"

Jaejoong masih bergeming di depannya saat kalimat dingin itu terlantun di depannya. Wajahnya memucat saat jemari berlumuran darah itu mengusap pipinya pelan.

"Hen-tikan s-semua ini. Ku-mohon." Ucap Jaejoong tersendat saat tangan pucat dingin itu berusaha menyingkirkan poni rambut dari wajahnya. Mata merah itu menatapnya penuh minat.

"Ayrie~ Kakak yang paling aku sayangi~ Mengapa wajahmu ketakutan seperti ini?"

Jaejoong masih bergeming di tempatnya saat kalimat lirih itu terdengar olehnya. Walau mata merah itu sudah tidak menatapnya tajam dan dingin seperti tadi, namun tetap saja terlihat menakutkan.

Tring

Dengan sekali lambaian tangan Kyuhyun, sebuah liontin perak dengan bandul biru itu melayang dan jatuh ke atas telapak tangannya sendiri.

"Ini apa? Aku suka warnanya?" tanya Kyuhyun dengan wajah bertanya. Jaejoong masih menatapnya dengan gemetar takut sambil menggingit bibir bawahnya erat-erat menahan sakit di kepalanya yang mulai datang lagi.

"K-kau tidak se-harusnya kem-bali!"

Kyuhyun beralih menatap mata di depannya. Iris merah gelap itu terlihat terkejut kemudian berkaca-kaca.

"Wae? Kau tidak mau menemaniku lagi, Ayrie Hyung? Hiks~"

Jaejoong kembali memundurkan tubuhnya yang sudah terpojok begitu isakan Kyuhyun terdengar.

"Aku kesakitan, Hyung~ Sakiiiit sekali. Kau juga bisa merasakan sakitnya, bukan?"

Jaejoong memaksakan diri untuk mengangguk saat iris merah di depannya itu menatapnya dengan berlinang air mata. Namja cantik itu melirik sebelah tangannya yang bebas.

"Tapi walau seperti ini, kau harus tetap tersenyum, Hyung." ucap Kyuhyun lagi sambil meraih kedua sisi wajah Jaejoong yang masih menatapnya takut. "Tersenyumlah! Ini perintah!"

Sret

Dengan secepat kilat, Jaejoong menyambar liontin perak di tangan pucat itu dengan tangannya yang bebas. Lalu dengan cepat pula segera memakaikannya ke leher Kyuhyun di depannya.

Kyuhyun menatapnya tak percaya masih dengan mata merahnya yang gelap. Namja manis itu meraih wajah Jaejoong sekali lagi lalu tersenyum.

"Jangan berhenti tersenyum, Hyung. Aku―"

Bruk!

Kalimat itu terputus saat tubuh Kyuhyun limbung dan ambruk ke dalam pelukan Jaejoong di depannya. Jaejoong menatap namja manis yang sudah tak sadarkan diri di depan dadanya. Ia yakin sekali tadi, bahwa ia melihat senyum Kyuhyun sesaat sebelum mata merah itu menghilang dan tertutup.

Namja cantik itu kemudian memeluk erat tubuh di depannya. Setetes air mata meluncur dari matanya.

"Jangan mengingat apapun, Cho Kyuhyun. Jangan mengingat apapun termasuk aku."

"NONA CHO!"/"JAE!"

Beberapa langkah yang tergesa terdengar di arah samping. Jaejoong bisa melihat wajah terkejut teman-temannya. Siwon segera mungkin meraih tubuh Kyuhyun dan membawanya dalam gendongannya sendiri. Sementara Yunho segera merengkuh tubuhnya dengan pandangan khawatir.

Tidak ada yang bertanya pada Jaejoong apa yang telah terjadi. Mereka masih terkejut dengan beberapa tubuh yang tergeletak di sekelilingnya.

"Mereka hanya pingsan." Ucap Hankyung setelah menempelkan tangannya di daerah leher para preman yang sudah tak bergerak di tanah. "Ryeowook-ah! Pulihkan mereka."

"Gwaenchana?" tanya Yunho kepada Ordinalnya yang masih terdiam di depannya dengan kedua mata masih terpaku pada Kyuhyun yang masih terkulai di tangan Siwon. Penguasa kekuatan Utara itu melebarkan matanya saat Jaejoong memeluknya erat sekali dengan tubuh bergetar.

"Aku―" ucap Jaejoong lirih sambil mengeratkan cengkeramannya di kemeja Yunho. "Aku―merindukannya."

_Wonkyu_

TRIIING~

Bel istirahat berbunyi nyaring diikuti ledakan langkah kaki yang menghambur keluar ruang-ruang kelas yang berjajar banyak di sepanjang koridor Spamcos yang panjang. Seperti para generasi penerus bangsa itu sudah lelah menerima pelajaran sejak pagi dan kini mereka seperti burung yang dilepas kea lam bebas merasakan kebebasan walau hanya satu jam untuk makan siang. Selanjutnya, jangan ditanya. Mereka tentu saja harus menghadapi buku dan tulisan-tulisan sekali lagi hingga jam sekolah berakhir pada sore harinya.

"Ehm, kita mau kemana?"

"Ke kantin tentu saja, Wookie!"

Ryeowook mengangguk mengerti mendengar ucapan Kyuhyun yang berjalan di depannya sesekali menatap beberapa siswa yang menatap mereka dengan pandangan super aneh.

"Lalu mengapa kita berjalan mengendap-endap begini, Kyu?"

"Ssst! Diamlah!" sahut Kyuhyun sambil memperhatikan kanan-kirinya dengan pandangan waspada. Namja manis itu merapatkan punggungnya ke dinding di belakangnya sambil menghela nafas panjang melihat koridor panjang di depannya. "Karena kita akan melewati koridor kelas 2."

Ryeowook memiringkan kepalanya bingung. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dilakukan teman sekelasnya itu. Kantin kurang beberapa puluh meter lagi di depan mereka, dan mereka hanya perlu berjalan lurus melalui koridor kelas 2 dan sampai.

"Memangnya kenapa dengan koridor kelas 2?"

Kyuhyun membalikkan badannya sambil merengut menatap wajah bingung teman sebangkunya itu. namja manis itu kemudian berbalik lagi sambil merapatkan tubuhnya di tepi dinding lalu mengintip ke koridor yang mulai ramai di depannya.

"Koridor ini daerah berbahaya, kau tahu? Dan aku ingin sekali protes kepada dewan sekolah mengapa kantin di letakkan di ujung koridor ini! Merepotkan!"

"Merepotkan bagaimana maksudmu, Nona Cho?"

Kyuhyun membeku di tempatnya begitu mendengar suara berat yang sangat ia kenal di belakangnya. Beberapa siswa yang melintas di sampingnya menatapnya sambil terkikik.

Grep

"HUWAAA! APA YANG KAU LAKUKAN, CHOI SIWON?!"

Siwon tertawa geli sambil menjaga kedua tangannya tetap melingkar di pinggang ramping di depannya. Sementara Kyuhyun mulai gugup di tempatnya saat tubuhnya dipeluk dari belakang oleh namja yang paling ingin dihindarinya ini.

"Kajja, kita ke kantin."

"Aku akan ke kantin dengan Wookie! Kau pergilah bersama temanmu yang lain, Wonnie Hyung!"

Siwon menatap Ryeowook yang masih berdiri kikuk di tempatnya. Namja mungil yang memiliki kekuatan penyembuhan itu menatapnya sambil menggaruk kepalanya salah tingkah.

"Wookie! Katakan padanya bahwa kita akan ke kantin bersama!" ucap Kyuhyun dengan pandangan memohon sambil berusaha melepaskan sepasang lengan yang masih melingkar di pinggangnya.

"I-itu―"

"Kau sama sekali tidak keberatan jika pergi ke kantin sendiri dan membiarkan Nona Cho makan bersamaku 'kan, Wookie?"

Ryeowook bergidik ngeri melihat senyum mengerikan di wajah Siwon. Sesuatu meremang di belakang lehernya melihat senyum itu, sementara Kyuhyun masih berusaha melepaskan diri dari pelukan Siwon.

"A-aku s-sama sekali―Ah! Itu Hyukjae Hyung! HYUK HYUNG, TUNGGU AKU! KITA KE KANTIN BERSAMA!"

"Hei, Wookie! Jangan tinggalkan aku dengan namja mesum ini! AISH!"

Kyuhyun menatap Ryeowook yang berlari secepat kilat menuju Hyukjae yang baru saja keluar dari kelas 2-C, terlihat Donghae menyusul mereka kemudian setelah tertawa pelan menatapnya dan Siwon.

"Sampai bertemu di kantin~"

Siwon membalas lambaian tangan Donghae dengan santai lalu kembali menatap namja manis di depannya yang masih berusaha melepaskan diri.

"Kalau kau menggeliat seperti ini terus, maka aku tidak akan melepaskanmu, Nona Cho."

Kyuhyun menghentikannya kegiatannya saat dirasanya pelukan lengan besar itu semakin mengerat di pinggangnya. Wajahnya sudah memerah sempurna sejak tadi ditambah lagi setiap siswa yang melintas menatapnya aneh, geli, lucu dan sebagainya.

"Ada apa sih? Aku lapar dan aku mau makan di kantin sekarang!" ucap Kyuhyun ketus saat Siwon membalik tubuhnya tanpa melepaskan lingkaran lengannya. Namja manis itu menatap iris kelam di depannya sambil memicing kesal. Entahlah, kesal karena usahanya untuk menghindari namja pengganggu di depannya ini gagal sepertinya.

"Baiklah! Sekarang kita ke kantin tapi biarkan aku memelukmu seperti ini selama perjalanan, ya?" ucap Siwon santai lalu melangkahkan kakinya sambil menarik pinggang ramping di sampingnya.

"MWO?! Tidak! Tidak! A-akan sangat memalukan, Pabbo! Lihatlah semua orang menatap kita aneh!"

"Jangan pedulikan mereka, Nona Cho. Anggap saja dunia milik kita berdua. Begitulah yang biasanya dipikirkan sepasang kekasih."

"SEJAK KAPAN AKU JADI KEKASIHMU?!"

Siwon hanya tertawa keras mendengar omelan ketus di sampingnya. Kakinya masih melangkah santai menyusuri koridor di depannya. Sedangkan Kyuhyun kini hanya bisa menundukkan wajahnya dalam-dalam saat beberapa pasang mata terlihat menatapnya sambil terkikik. Bagaimana tidak terkikik jika namja mesum di sampingnya ini berjalan sambil memeluk pinggangnya posesif seperti sekarang. Sungguh rasanya ia ingin di telan bumi saat ini.

"Eh, Woonie Hyung! Kau baik-baik saja?"

Siwon menolehkan wajahnya ke samping dan segera mendapati wajah manis Kyuhyun yang menatapnya khawatir. "Aku baik, kenapa―"

"Kau yakin, Hyung?" ucap Kyuhyun lagi sambil meletakkan kedua telapak tangannya di kedua sisi wajah Siwon. "Kau terlihat sedikit pucat~"

Siwon menaikkan sebelah alisnya bingung. Kyuhyun masih menatapnya khawatir.

"Benarkah?"

"Ehmm~ A-apa kau kurang vitamin harian lagi, Wonnie Hyung?"

Siwon melebarkan matanya mendengar ucapan malu-malu bernada pelan itu. Dengan sekali sentakan diperangkapnya tubuh Kyuhyun di depan dinding koridor itu.

"Ah! Kau benar, Nona Cho! Aku lupa kalau hari ini aku belum dapat vitamin~"

Kyuhyun terlihat merona di tempatnya saat Siwon menatapnya sambil menyeringai menang. Namja manis itu kemudian tersenyum manis.

"Bi-biarkan aku y-yang melakukannya kali ini." ucap Kyuhyun sambil meletakkan kedua telapak tangannya di pipi Siwon yang menatapnya tidak percaya. "Tutup matamu, Hyung."

Siwon tersenyum lebar lalu tanpa pikir panjang segera menutup matanya namun masih mempertahankan posisi tubuhnya memerangkap tubuh Kyuhyun di dinding.

"Aku merasa curang karena kau yang selalu melakukannya, Hyung." ucap Kyuhyun pelan sambil mengusap pipi Siwon dengan jemari lentiknya. "Sekarang biarkan aku―"

Siwon sudah bisa merasakan hembusan nafas hangat di depan wajahnya dan bersiap menerima―

DUAGH!

BRUK!

"KAU PIKIR AKU BODOH, HAH?! AHAHAHAHA! CHOI SIWON, PABBO! RASAKAN ITU! DASAR PABBOOOOOOO!"

Siwon hanya meringis saat tubuhnya ditendang begitu saja hingga jatuh dengan tidak elit di lantai. Namja tampan itu mengusap kepalanya yang terantuk dinding di belakangnya sambil menyaksikn Kyuhyun yang berlari kencang menuju kantih masih sambil mengomel dan tertawa.

"Hihihihi~"

"Apa yang kalian lihat, hah?!" seru Siwon jengkel sambil melayangkan tatapan mematikan kepada beberapa siswa yang menatapnya geli. "Kau pintar sekali mengelabuhiku, Nona Cho. Beruntung kau sangat manis dan kau adalah Ordinalku."

Siwon masih saja bergumam sambil mengibaskan lengan blazernya yang sedikit kotor. Sesekali mengusap pelan kepalanya yang sakit karena membentur dinding. Koridor itu sudah hampir kosong.

"Bangun."

Siwon menengadahkan kepalanya saat kalimat datar dan pendek itu terdengar di depannya. Dan disana sudah berdiri Jaejoong sambil mengulurkan tangan kanan kepadanya.

Siwon mendecih ringan sambil menatap telapak tangan pucat itu. Ia masih bertahan di posisi duduknya.

"Tumben sekali kau menawarkan bantuan, Jaejoong-ssi."

Jaejoong masih tidak menunjukkan ekspresi apapun di tempatnya. Namja cantik itu masih setia menyodorkan tangan kanannya.

"Kau menolongku untuk basa-basi bertanya dimana Yunho?" ucap Siwon sambil tersenyum miring. "Akan kuberitahu secara cuma-cuma. Cardinal-mu itu sedang rapat bersama ketua kelas saat ini di ruang OSIS. Aku baik 'kan?"

"Aku tidak menawarkan bantuan dua kali." Ucap Jaejoong datar tanpa menggubris ucapan panjang Siwon sama sekali.

Siwon menatap namja yang masih tidak berekspresi di depannya dengan tidak mengerti. Setelah menatap tangan yang masih terulur di depannya, akhirnya Siwon meraihnya.

Deg

"Appa~ Umma~ Hiks!"

Siwon membeku melihat sekelilingnya yang beberapa saat lalu masih berupa koridor sekolahnya, kini berubah menjadi aula besar temaram yang hanya disinari beberapa lampu obor.

"Dimana kita, Jaejoong-ssi?!" seru Siwon sambil menatap namja didepannya dengan kalut.

Jaejoong menarik tubuh Siwon yang masih terduduk hingga namja itu berdiri di sampingnya. Namja cantik itu kemudian berjalan pelan ke depan.

"Ini ingatanku. Akan aku tunjukkan padamu apa yang terjadi lima tahun yang lalu, Siwon."

Siwon mengikuti pandangan Jaejoong yang kali ini menatap sendu kepada sesosok bocah yang meringkuk di sudut aula besar itu sambil memeluk kakinya sendiri. Wajahnya bersembunyi diantara lipatan lututnya. Piyama bermotif beruang yang dikenakannya, terlihat compang-camping dan bernoda. Noda oleh darah.

"Si-siapa dia?"

Jaejoong masih saja diam. Doe eyes-nya terlihat berkaca-kaca melihat bahu kecil bocah di depannya yang bergetar karena menangis.

"Dia adalah―"

"KYUNNIE!"

Siwon tersentak saat mendapati sesosok tubuh kecil berlari menembus tubuhnya sendiri. Bocah yang tadi menembusnya itu melesat menuju sosok yang masih menangis di sudut aula itu lalu memeluknya erat. Bocah yang masih menagis itu kini menengadahkan wajahnya dan terisak semakin keras di bahu namja kecil yang lain.

Siwon hampir terlonjak di tempatnya saat melihat iris coklat caramel yang basah oleh air mata itu.

"N-nona C-Cho?"

_Wonkyu_

"Hei, bocah evil! Kemana kekasih mesummu itu? Tumben sekali dia ada disampingmu?"

Kyuhyun mendeath-glare Heechul yang duduk di depannya. Namja manis itu kemudian mengangkat bahu tak peduli lalu melanjutkan kegiatan makannya yang sempat terhenti.

"Hei, jangan bicara sembarangan kepada Nona Cho. Atau Tuan Choi akan memakanmu hidup-hidup, Heechul Noona~"

Kyuhyun hampir tersedak makanannya sendiri saat Donghae menirukan gaya bicara Siwon dengan sangat mirip. Semua yang ada di meja panjang itu tertawa.

"Memangnya apa yang dilakukannya padamu tadi? Ryeowook terlihat ketakutan saat bergabung dengan kami." Tanya Hyukjae sambil memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya. Ryeowook terlihat sedikit tersedak mengingat kejadian itu.

"Tenang saja, aku sudah menendang wajah mesumnya itu tadi."

Semua yanga di disana menggeleng melihat wajah Kyuhyun yang tampak puas. Mereka heran bagaimana keras kepalanya pasangan kedua Poros ini.

"Itu tidak benar." Sahut Hankyung yang duduk di ujung meja. Kyuhyun sontak menghentikan kegiatan makannya dan menatap namja berkaca mata itu. "Jangan menilai seseorang dari tingkahnya saja. Kau juga harus menilai hatinya, Kyu. Mungkin saja Siwon bertindak konyol kepadamu karena dia ingin perhatianmu tertuju hanya kepadanya. Itulah namanya Cinta."

Semua yang ada di meja panjang itu hening mendengarkan perkataan lebar Hankyung. Yesung dan Donghae hanya saling menatap lalu mengangkat bahu tidak mengerti, sementara Hyukjae, Ryeowook dan Kyuhyun terlihat kagum kepada Sunbae pintarnya itu.

Heechul? Jangan tanya. Namja berwajah cantik itu sudah terlihat seperti Cupid yang hendak menembakkan panah cintanya kepada namja Cina yang masih duduk tenang di depannya.

Pluk

"YA! APA YANG KAU LAKUKAN, KEPALA BESAR!" seru Heechul kepada Yesung yang duduk tak jauh di depannya saat selembar tissue yang di lipat-lipat mendarat di wajahnya.

"Oh, maaf! Tadi ada lalat yang hampir masuk ke dalam mulutmu. Jadi aku melemparnya dengan tissue. Kau terlalu berlebihan terpesona dengan Hankyung."

Jawaban santai Yesung membuat semua yang ada disana terbahak-bahak melihat wajah merah padam Heechul.

"Hei, bisakah kalian tidak tertawa-tawa seenaknya di sini?! Tingkah kalian sudah seperti penguasa. Cih!"

Tawa mereka terhenti saat mendengar seseorang berbicara dari arah samping. Disana berdiri sesosok namja berambut pirang yang tidak asing. Wajahnya menatap remeh menjengkelkan.

"Maaf jika tawa kami mengganggumu, Jiyoung-ssi." Ucap Hankyung sopan sambil membungkukkan badannya kepada salah satu anggota Big Bang di depannya.

"Kalian memang tidak punya sopan santun. Ingatlah! Kalian hanya murid baru yang kebetulan popular karena prestasi kalian yang tidak seberapa."

"KAU―"

Donghae menarik tangan Yesung yang sudah akan berdiri dari kursinya. Namja pengusa kekuatan api itu terlihat menahan emosi.

"Kita lihat saja," lanjut Jiyoung atau lebih sering dipanggil GD itu sambil meletakkan nampan makan siang di meja yang ada di sampingnya. "Apa kalian bisa menang melawan kami di konser musim gugur nan―"

"Tentu saja kami yang akan menang." Sahut sebuah suara di belakang Jiyoung. "Kami menyiapkan sesuatu yang spektakuler. Kalian wajib khawatir."

"Kau!"

Jung Yunho tersenyum miring menatap namja di depannya. Sedangkan Jiyoung lebih memilih mendecih pelan lalu mengangkat nampannya dan menjauh dari sana.

"Ah, aku lupa mengatakan sesuatu kepadamu, Jiyoung-ssi." Ucap Yunho lagi hingga membuat Jiyoung kembali menatapnya sengit. "Bisakah kau memberikan makan siang di tanganmu itu kepadaku dan kau mengantri lagi untuk makan siangmu sendiri?"

Dan semuanya tertawa tertahan saat Jiyoung dengan patuh memberikan nampan makan siangnya yang belum tersentuh itu kepada Yunho. Kyuhyun hanya ber'wow' ria di tempatnya melihat Jiyoung yang kini mengantri lagi di belakang antrian yang mulai memanjang itu.

"Kau keren, Yunho Hyung!" ucap Ryeowook saat Yunho duduk di depannya. "Aku suka sekali melihat wajah Jiyoung yang pasrah seperti itu."

"Bagaimana kau melakukan itu, Hyung?" tanya Kyuhyun yang duduk persis di samping Yunho yang kini mulai memakan hidangan di depannya.

"Bukankah sudah kubilang―" jawab Yunho sambil mengacak surai ikal Kyuhyun di sampingnya hingga membuat namja manis itu merengut kesal, "―tidak ada yang bisa menolak pesona Jung Yunho."

"Tidak ada, kecuali Kim Jaejoong." sahut Donghae dengan mulut yang masih penuh makanan.

"HAHAHAHAHAHA!"

Yunho mendeath glare teman sekelasnya itu sekilas lalu kembali memakan makanannya. Kegiatan makannya terhenti saat merasa ada yang kurang disana.

"Dimana Siwon dan Jaejoong?"

_Wonkyu_

Tap

Tap

Tap

"Kalian disana rupanya."

Siwon menolehkan kepalanya ke samping saat sebuah suara terdengar menggema di aula besar dengan penerangan minimum itu. Dua bocah kecil yang bisa ia pastikan adalah Kyuhyun dan Jaejoong itu menatap sosok namja tinggi yang berjalan ke arah mereka dengan tatapan takut.

"Siapa dia? Mengapa aku tidak bisa melihat wajahnya?!" seru Siwon kepada Jaejoong yang mulai gemetar di tampatnya.

"Aku tidak mengingatnya dengan jelas." Ucap Jaejoong dengan suara sedikit bergetar. Namja cantik itu terlihat ketakutan entah karena apa.

Siwon kembali menatap dua bocah kecil di depannya. Terlihat Jaejoong kecil berusaha melindungi tubuh Kyuhyun dengan cara memeluknya.

"Apa yang akan dilakukan namja itu pada kalian?" tanya Siwon kepada Jaejoong yang masih diam di belakangnya.

"Lihat dan perhatikan saja, Siwon." sahut Jaejoong sambil menatap Siwon tajam.

Siwon malah menatapnya iba melihat wajah ketakutan Jaejoong. Namja tampan itu menepuk bahu Jaejoong pelan.

"Tenang saja, Kim Jaejoong. Kau tidak perlu takut, semua ini hanya sudah berlalu. Masa lalu hanya―"

"JANGAN BAWA DIA! KUMOHON JANGAN!"

Siwon sontak kembali menolehkan kepalanya ke arah asal suara yang sangat ia yakini suara Jaejoong kecil. Dan matanya sukses membelalak saat melihat Kyuhyun kecil kini terlihat berada di gendongan namja tinggi yang wajahnya buram itu. Jaejoong kecil terlihat berlari sambil menggapai-gapai kaki Kyuhyun, namun beberapa saat kemudian namja tinggi itu menendangnya hingga tersungkur di lantai. Kyuhyun menatap hal itu dengan mata besarnya yang masih basah. Wajah lucunya tetap tenang.

"Ayrie~ Kau kesakitan?" tanya Kyuhyun kecil dengan polos. Namja tinggi itu terlihat mengusap punggung Kyuhyun pelan untuk menenangkan.

"Kyunnie! Jangan pergi! Jangan ikut dengannya! Dia jahat!" seru Jaejoong susah payah dari tempatnya.

"DIAM KAU, BOCAH SIALAN!"

SLAP

Jaejoong kecil terpental dari tempatnya semula saat tangan itu melambai kepadanya. Siwon dapat merasakan keadaan di sekitarnya mulai tidak jelas.

"Aku mulai kehilangan kesadaran, semuanya memburam." Ucap Jaejoong di belakang Siwon seakan tahu apa yang sedang dipikirkannya.

Tap tap tap

Beberapa langkah terdengar menggema di aula itu kemudian, bersamaan dengan masuknya beberapa namja dewasa dengan baju hitam yang seragam.

Namja tinggi yang menggendong Kyuhyun itu kini mendudukkan Kyuhyun di salah satu meja yang ada di tengah aula, bersamaan dengan namja-namja berbaju hitam yang kini mengelilingi meja yang berukuran lumayan besar itu.

"Halo, Cho Kyuhyun. Kau kelihatan berantakan. Paman akan memberimu permen setelah ini. Kau mau?"

Dapat Siwon lihat dari sela-sela tubuh yang mengelilingi meja bahwa Kyuhyun mengangguk polos mendengar kata-kata itu. Namja berpakaian hitan yang lagi-lagi wajahnya buram itu terdengar tertawa pelan lalu berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya tinggi Kyuhyun.

"Kau tahu dimana Kristal merah itu? Paman pernah melihatmu bermain dengan benda ini. Jika kau beritahu, paman akan memberikanmu permen manis yang banyak."

"DIA TIDAK TAHU APAPUN! LEPASKAN KYUHYUN!"

Slap

Bruk!

Jaejoong mencengkeram lengan Siwon erat saat melihat tubuh kecilnya kembali terpental dari tempatnya. Sedangkan Siwon yang sudah akan bergerak maju, tertahan di tempatnya karena cengkeraman tangan Jaejoong.

"Kalau Kyunnie tidak mau memberitahu paman, maka Hyungmu itu akan mati. Begitu juga Appa dan Umma-mu. Bagaimana?"

"Jangan sakiti Appa, Umma dan Hyung-ku. Kyunnie benar-benar tidak tahu dimana―"

Plak!

"NONA CHO!"

"TETAP DISINI, SIWON!"

Siwon menatap Jaejoong yang masih menahan lengannya erat-erat. Namja cantik di belakangnya itu bergetar menahan sakit. "Jika kau tidak menurutiku, maka aku akan mengakhiri memory ini!"

"Hiks, sakit~"

Kyuhyun kecil terlihat merintih saat tamparan keras itu mendarat di gemuknya terlihat memerah dan setetes cairan merah kental mengalir dari sudut bibirnya.

"Katakan dimana Kristal merah itu, maka paman tidak akan menyakitimu, Cho Kyuhyun~"

Kyuhyun menggeleng keras mendengar kalimat bernada riang namun berbahaya itu. Tubuh kecilnya tidak bisa bergerak kemanapun karena ditahan oleh beberapa tangan namja-namja yang mengelilinginya.

"D-dia tidak tahu apa yang kalian bicarakan!"

"BUNGKAM MULUT ANAK ITU!"

Salah satu dari namja berbaju hitam itu melangkah ke tempat Jaejoong yang masih tersungkur. Siwon bisa merasakan cengkeraman tangan Jaejoong di lengannya semakin erat, dan Siwon menggenggam tangan gemetar itu untuk menenangkan.

"Jangan sakiti, Ayrie Hyung! Paman kumohon~"

Namja berwajah tak jelas itu terdengar terkekeh pelan melihat wajah memohon Kyuhyun. Dengan lembut dibawanya dagu Kyuhyun mendekat ke wajahnya.

"Tidak akan. Jika kau memberitahuku dimana letak Kristal itu, Kyunnie~"

Kyuhyun menatap wajah di depannya bingung tapi kemudian mengangguk. Jaejoong kecil terlihat terkejut di tempatnya namun saat tubuhnya sudah akan bergerak, sebuah pukulan mendarat di kepalanya dan―

Semuanya gelap.

Namun sesaat sebelum semua visualisasi itu berakhir, Siwon dapat melihat dengan sangat jelas dan yakin, bahwa sepasang iris coklat caramel itu sempat bertemu dengan matanya. Walau hanya sekilas, Siwon tahu bahwa Kyuhyun kecil sempat menatapnya tadi.

"Lepaskan tanganku."

Suara pendek itu membuyarkan lamunan Siwon. Berkas-berkas sinar matahari kembali menyinari wajahnya, membuatnya hangat. Ia masih berposisi sama seperti tadi. Duduk sambil menggenggam tangan Jaejoong.

"Apa yang terjadi setelahnya?" tanya Siwon sambil bangkit dari posisi duduknya. "Apa yang terjadi selanjutnya, Kim Jaejoong?!"

"Aku tidak tahu. Aku kehilangan kesadaranku." Sahut Jaejoong sambil menarik tangannya yang masih ada di genggaman Siwon.

"Apa hanya itu ingatanmu? Aku butuh lebih banyak lagi!"

"Tidak. Anggap saja to be continue."

"Kau―"

Siwon tidak dapat melanjutkan kata-katanya saat melihat wajah Jaejoong yang masih tampak kesakitan walau namja di depannya itu berusaha menyembunyikannya. Pada akhirnya Siwon hanya menghela nafas.

"Gomawo, Jaejoong. Terima kasih karena telah membagi sesuatu yang kau tahu kepadaku."

Jaejoong menatap iris kelam di sampingnya itu terkejut lalu kembali berpaling menatap keluar jendela dengan wajah sedikit memerah.

"A-aku melakukan ini demi Kyuhyun." Ucap Jaejoong dengan sedikit salah tingkah. Wajahnya kembali mendung beberapa saat kemudian. "Kau salah jika mengatakan tidak perlu takut dengan masa lalu, Choi Siwon. Masa sekarang tidak akan pernah ada tanpa masa lalu. Dan semua yang terjadi masa kini adalah akibat dari masa lalu."

Siwon terdiam mendengarkan kalimat datar itu. Jaejoong masih menatap gumpalan awan kelabu yang menggantung di langit.

"Masa lalu Kyuhyun―" lanjut Jaejoong, kali ini menatap langsung ke iris kelam Siwon. "―dipenuhi kegelapan. Tugasmu adalah menjaga tetap di jalan cahaya mulai dari sekarang. Karena kau adalah Cardinal-nya."

Siwon mengepalkan jemarinya erat-erat. Poros Cardinal itu menatap dalam doe eyes di depannya sekilas lalu secepat kilat melesat menyusuri koridor yang masih sepi itu. Jaejoong menatap datar namja yang baru saja meninggalkannya itu kemudian tersenyum simpul.

_Wonkyu_

"Jangan-jangan Siwon Hyung marah gara-gara perlakuanmu tadi, Kyu."

"Ryeowook benar. Buktinya dia tidak datang kesini. Padahal jam makan siang akan berakhir sebentar lagi."

Kyuhyun menggigit bibirnya mendengar kata-kata Ryeowook dan Hyukjae. Namja manis itu merasa was-was. Mungkin perlakuannya memang sedikit kejam pada Siwon beberapa saat lalu. ia sudah memutuskan untuk minta maaf kepada namja mesum itu setelah ini.

BRAK!

Donghae yang sedang asyik minum tiba-tiba saja tersedak air mineral yang ada di tangannya begitu mendengar pintu yang terbuka dengan suara sangat keras.

Semua pasang mata tertuju kepada pintu kantin yang kini menganga lebar dengan seseorang yang berdiri disana.

"Siwon?" ucap Yunho sambil melongokkan kepalanya.

Kyuhyun sesegera mungin menyembunyikan tubuhnya dibalik tubuh Yunho yang ada disampingnya saat Siwon mulai mengedarkan matanya yang bersorot tajam ke seluruh penjuru kantin.

"CHO KYUHYUN!"

Suara lantang itu menggema di seluruh penjuru kantin luas itu. semua siswa yang ada disana menatap terkejut, aneh dan takut pada namja tampan yang kini mulai melangkahkan kakinya ke dalam.

"Mati aku, mati aku, mati aku, mati aku~" gumam Kyuhyun pelan sambil memeluk tubuhnya sendiri yang mulai gemetar.

"Apa-apa'an dia?" ucap Yunho sambil menatap aneh Siwon yanag kini mulai berjalan ke arah mejanya.

"Dia menyeramkan jika seperti itu." sahut Heechul lirih sambil menggeser duduknya mendekat ke arah Hankyung.

Tap

Tap

Tap

Semuanya hening menatap Siwon yang kali ini berdiri disamping teman-temannya yang menatapnya dengan berbagai ekspresi. Kyuhyun masih gemetar di tempatnya saat iris kelam itu menatapnya tajam.

Sret

"Apa yang kau lakukan, Siwon?"

Yunho berdiri dari kursinya begitu Siwon menarik lengan Kyuhyun hingga naja manis itu berdiri di depannya.

"Diamlah!" sahut Siwon tajam dengan tatapan mematikan ke arah Yunho.

"Wo-wonnie―a-aku min-ta maaf ma-salah t-ta-tadi di―"

Grep

Semua yang ada di kantin itu terkejut saat ekspetasi mereka melenceng jauh. Meraka sudah berpikir bahwa mungkin Siwon akan memaki atau memukul Kyuhyun. Namun kenyataannya, namja tampan itu malah memeluk tubuh yang lebih pendek darinya itu erat-erat.

"Wo-wonnie―"

"Aku berjanji! Aku bersumpah atas nama Tuhan dan siapapun. Demi apapun. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Nona Cho. Aku akan selalu berada di sampingmu apapun yang terjadi dan akan melindungimu dari apapun."

Semuanya mendengar jelas kalimat tegas yang diucapkan Siwon. beberapa dari mereka tampak terkejut dan beberapa lagi tampak terkesima. Yunho tersenyum lalu kembali mendudukkan dirinya, sementara teman-temannya yang lain masih terpaku dengan adegan di depannya.

"Apa yang kau bicarakan? Kau membuatku malu!" ucap Kyuhyun pelan sambil mengedarkan pandangannya dan mencoba melepaskan diri dari pelukan Siwon.

Siwon tidak menghiraukan sekelilingnya yang masih hening. Namja tampan itu semakin mengeratkan pelukannya.

"Wonnie―"

"Dengarkan aku, Nona Cho!" sela Siwon sambil melepaskan pelukannya dan menahan bahu Kyuhyun dengan kedua tangannya.

Kyuhyun membelalakkan matanya melihat wajah Siwon di depannya. Bukan hanya Kyuhyun, semua yang ada disana juga terkejut. Wajah tampan itu basah oleh air mata.

Choi Siwon? Menangis?

"Wonnie?"

"Aku hanya meminta satu hal padamu, Nona Cho." Ucap Siwon sambil menatap sendu iris coklat caramel di depannya. Telapak tangannya meraih wajah manis yang masih terkejut di depannya. "Berjanjilah untuk selalu bahagia dan jangan pernah menangis lagi."

Hyukjae mengusap air mata yang tiba-tiba meluncur dari matanya. Hal itu membuat Donghae menggenggam tangan Ordinal-nya itu erat. Ryeowook dan Yesung hanya tersenyum lembut menatap adegan di depannya.

"Uljima." Ucap Kyuhyun pada akhirnya. Jemarinya mengusap air mata di wajah Siwon. "Aku bahagia memiliki kalian."

Siwon tersenyum mendengar kalimat itu.

"Syukurlah! Kalau begitu aku minta 'vitamin'ku sekarang."

"MWO?!"

Cup

"AAWWWWWW~"

"Oh tidak disini, Choi Siwon." keluh Yunho mewakili semua teman-temannya saat melihat kedua pasangan Poros itu kembali berciuman―walau Siwon-lah yang memaksa ciuman itu. "Ada seluruh kelas dan beberapa staf guru yang makan disini."

_Wonkyu_

"Kudengar dari para guru, ada kejadian heboh tadi di kantin saat makan siang. Apa itu benar?"

Kelas yang hanya berisi 10 anak itu hening pada awalnya. Namun beberapa saat kemudian, kelas itu mendadak meledak dalam tawa.

"Hahahahahahahaha~"

Kyuhyun masih menatap lurus ke depan sambil bersedekap. Namja manis itu tidak menghiraukan keadaan ricuh di sekelilingnya. Ia masih kesal dan malu setengah mati dengan kejadian yang menimpanya tadi siang.

Siwon memeluk dan menciumnya di depan semua orang!

Bagus! Sekarang semua orang jadi tahu hubungannya yang tak jelas dengan namja yang masih tersenyum miring tepat di belakang bangkunya ini.

"Itu tadi sangat romantis, Saem! Harusnya anda melihatnya!" seru Heechul sambil menatap Kyuhyun yang kini masih menundukkan wajahnya yang sudah merah.

"Cho Kyuhyun, aku akan melindungimu dengan seluruh kekuatanku dan tidak akan pernah pergi darimu~"

Semuanya kembali tertawa saat Donghae berdiri dari bangkunya dan mulai menirukan apa yang diucapkan Siwon tadi siang. Namja bermata ikan itu menarik tangan Hyukjae lembut di sebelahnya. Hyukjae terlihat masih menahan tawa.

"Tentu, Wonnie Hyung. Aku akan selalu berada di sisimu juga."

"HEI, AKU TIDAK PERNAH BILANG SEPERTI ITU!" seru Kyuhyun dengan wajah merah sempurna menyaksikan Donghae dan Hyukjae menirukan gerakannya dan Siwon tadi siang.

"AHAHAHAHAHA!"

Siwon menarik tangan Kyuhyun di depannya dan membuat namja manis yang masih geram itu terduduk kembali setelah memaki Donghae dan Hyukjae yang kali ini mulai menirukan gerakan ciuman mereka―walau mereka tidak berciuman sebenarnya.

"Tenanglah, Nona Cho. Mereka menirukannya dengan baik."

"APA KATAMU?!" seru Kyuhyun dengan wajah marah kepada Siwon yang kini terlihat duduk di tempatnya dengan super santai seakan tidak pernah melakukan dosa apapun.

Park Yoochun masih tertawa di tempatnya saat Kyuhyun mulai menyembunyikan wajah merahnya diantara lipatan tangannya di meja.

"Baiklah~ Aku tidak mau ikut campur lebih jauh masalah Siwon dan Kyuhyun." Ucap Yoochun sambil menatap Siwon yang kini tersenyum penuh arti menatap punggung Kyuhyun. "Tapi sekarang aku punya tugas penting untuk kalian."

Semua yang ada di ruangan itu kini menatap guru mereka dengan penasaran, sementara Yoochun hanya tersenyum penuh arti.

"Tugasnya adalah…"

_Wonkyu_

Crash!

Suara air yang keluar dari kran di washtafel itu memecah kecunyian di kamar mandi.

"Manaada tugas seperti itu! Dan mengapa harus berpasangan?! Aish!"

Cho Kyuhyun mengusap wajahnya sendiri dengan kasar sesaat setelah ia membasuh mukanya. Beberapa menit yang lalu ia terpaksa ijin ke kamar mandi saat lagi-lagi kelas musik sorenya itu kembali membicarakan masalah yang terjadi di kantin siang tadi. Semua itu membuat mukanya kembali memerah dan akhirnya ia memutuskan pergi dari sana secepat mungkin.

"Mereka suka sekali menjahiliku!" ucapnya lagi sambil menyambar blazer-nya yang ia sampirkan di sisi cermin yang ada disana.

Namja manis itu sudah akan melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi sesaat sebelum―

"Maaf anak muda."

Sebuah suara berhasil menghentikan langkah Kyuhyun yang sudah hendak mencapai pintu keluar. Namja manis itu menolehkan kepalanya ke belakang dan mendapati seorang petugas kebersihan disana.

"Ada yang bisa saya bantu?" sahut Kyuhyun sambil menatap petugas itu.

Petugas kebersihan itu menengadahkan kepalanya yang tertutup topi dan menatap tepat di manik coklat caramel yang kini mulai melebar di depannya.

"Kau tahu dimana Kristal merah itu? Paman pernah melihatmu bermain dengan benda ini. Jika kau beritahu, paman akan memberikanmu permen manis yang banyak."

Deg

Kyuhyun merapatkan punggungnya ke pintu kamar mandi di depannya. Tubuh namja manis itu bergetar saat mata hitam itu menatapnya. Kepalanya mulai terasa pusing dan entah mengapa lehernya terasa panas.

"K-kau―"

"Hihihi~ Kalau Kyunnie tidak mau memberitahu paman, maka Hyungmu itu akan mati. Begitu juga Appa dan Umma-mu. Bagaimana?"

CRACK!

Kaca besar di kamar mandi itu retak secara tiba-tiba saat Kyuhyun yang masih bergetar di tempatnya kini mulai mencengkeram kepalanya sendiri yang seakan mau meledak, dan sesuatu yang melingkar di lehernya itukini terasa terbakar.

Petugas kebersihan itu kini tertawa kecil melihat keadaan namja manis di depannya.

"Kau sama sekali tidak berubah, Kyunnie~"

"K-kubunuh―kau!"

.

Mereka kembali

Saat ingatan itu kembali ditulis

Mereka datang

Untuk mengambil sesuatu yang pernah hilang tepat 5 tahun yang lalu

Memory itu tidak terpecah-pecah

Hanya sengaja dipisah untuk menjaga kerahasiaanya

Dan saat semua kepingan itu berkumpul

Saat itulah Tragedy Kegelapan tanpa cahaya itu kembali terulang

Tragedi yang merupakan asal mula semua peristiwa ini

Tragedy masa lalu yang mengubah masa kini dan masa yang akan datang

Para Cardinal dan Ordinal, juga untuk kedua Poros

Bersiaplah…

.

TBC

.

.

Annyeong, my dear Readers

Aother Chap is up! Just Enjoy

.

Bayangan kegelapan tidak akan pernah lepas dari Kyuhyun. Siapakah si Petugas Kebersihan itu?

Wait next chapter :)

Sabar, semua misteri akan dijawab satu-satu. Jadi ikuti saja alur ceritanya dan pasti ada jawaban yang tidak terduga disana.

FF ini dimungkinkan akan selesai dalam 20 chapter. Semua alur sudah disiapkan hingga akhir. Bagi yang merasa FF ini terlalu berbelit-belit, saya mohon maaf. Tapi alur ini sudah sangat cepat untuk menyelesaikan semua misteri yang sudah disiapkan.

So, yang sabar, ya #plak

.

Ask me more on ask . fm by username: BabyWonKyu1013

We'll share together there ^^

Saya sudah berusaha update kilat, tapi FF ini jujur lebih membutuhkan pemerasan otak yang lebih. Hehehe

Tunggu FF saya yang lain, my dear readers #kiss

Setiap review readers adalah sumber perbaikan bagi saya. Jadi jangan sungkan bila ada yang tidak berkenan. XOXO for you all ^3^

Fic ini murni BOYSLOVE/YAOI bukan GENDERSWITCH, dan main pair disini adalah WONKYU ^^

FEEL FREE TO REVIEW ^^

Wonkyu is Love,

BabyWonKyu