Chapter 12
Tokoh bukan milik saya. Saya hanya meminjamnya.
Naruto milik Masashi Kishimoto
Avengers milik Marvel Studios
Guardians of The Galaxy milik Marvel Studios
Justice League milik DC Studios
Pairing : ClarkfemNaru
_
Chapter 12 - Alasan Penolakan Naruto
Naruto kini termenung di tempat tidurnya. Ya, sejak Sasuke datang ke tempat yang ia tinggali sekarang, ia merasa bersalah, sedih, marah, dan kecewa pada dirinya sendiri.
Ia jadi merasa bersalah kepada Sasuke dan lainnya."Bagaimana keadaan mereka?Aku benar-benar rindu dengan mereka. Gomen, minna." gumam Naruto lirih.
Mata Naruto pun berembun, dan akhirnya ia menangis. Ia pun meruntuhkan segala sikap ketabahannya. Ia benar-benar rindu dengan semua yang ada di Konoha.
"Gomen...hiks...hiks...gomen, minna." ujar Naruto lirih sambil menangis.
Ia ingin kembali namun ada yang harus ia lakukan di sini. Hal itu berhubungan dengan musuh kekasihnya dan teman-temannya, yaitu Thanos. Yah, Thanos, ia adalah urusannya. Ia tidak ingin kekasih dan teman-temannya merasakan yang ia rasakan, yaitu peperangan, kesakitan, kepedihan, dendam, amarah, dan kehilangan orang yang mereka cintai dan sayangi.
Ia tidak ingin mereka seperti dirinya. Ia kehilangan orang tua angkatnya, Jiraiya karena di bunuh oleh Nagato, kakak seperguruannya. Nagato yang benci kepada Konoha, melampiaskan dendam dan amarahnya kepada Jiraiya. Jiraiya bahkan tidak diberi sedikit waktu untuk menjelaskan sebenarnya apa yang telah terjadi.
Nagato membenci Jiraiya karena pergi di saat mereka membutuhkannya. Mereka, Konan, Yahiko, dan Nagato merelakannya pergi, namun karena peristiwa itu. Nagato membenci Jiraiya. Yah, Peristiwa itu adalah Yahiko yabg terbunuh akibat Hanzo dan pemimpin anbu Root, yaitu Danzo.
Danzo yang notabene dari Konoha beraliansi dengan Hanzo yang berasal dari Amegakure. Padahal mereka saat itu adalah musuh, mengapa mereka sekarang beraliansi?
Ternyata Danzo memanfaatkan Hanzo untuk melenyapkan organisasi Akatsuki yang kini mulai menguasai dunia akibat ideologi mereka yang menginginkan perdamaian dengan cara cinta dan kasih sayang. Menurut Danzo, itu adalah hal ternaif yang ada di dunia ninja.
Perdamaian diraih dengan cinta dan kasih sayang merupakan sebuah omong kosong. Untuk apa semua orang berdamai, padahal di dalam hati mereka menyimpan dendam dan amarah yang amat besar. Untuk apa mereka berdamai, bahwa rakyat kecil mereka hidup dengan susah dan terlunta-lunta. Untuk apa semua orang berdamai, ketika setelah perdamaian akan ada peperangan kembali karena ada yang memprovokasi dengan sedikit percikan api.
Yah, hati manusia tidak bisa ditebak. Mereka bisa baik tetapi kadang-kadang buruk. Manusia seperti fisik serupa dengan malaikat namun hati seburuk iblis. Isi hati manusia tidak ada yang tahu, bahkan manusia yang mempunyai hati itu sendiri. Karena mereka tidak benar-benar meresapi keinginan hati mereka dengan baik.
Sejak kejadian itu, Nagato membenci Konoha dan sesuatu yang berhubungan dengan Konoha. Baginya sesuatu yang berhubungan dengan Konoha harus dimusnahkan.
Tetapi Naruto telah menyadarkan Nagato dari belenggu dendam, benci dan amarah terhadap Konoha. Ia hanya menjanjikan suatu perdamaian dan ia berhasil mendapatkan perdamaian itu dengan bantuan teman-temannya serta keempat desa besar lainnya.
Yah, Naruto masih mengingat masa-masa dimana mereka, teman-temannya bersama. Rasa sayang kebersamaan itulah yang membuat ikatan mereka kuat dan tak pernah terputuskan bahkan tak pernah goyah sedikitpun.
Jika Thanos datang, Naruto akan menghadapinya, sekalipun mengalahkannya adalah hal tersulit. Baginya tidak ada yang tersulit, hal tersulit dilakukan adalah setara dengan Tuhan. Hanya Tuhan yang bisa membentuk dunia begitu juga dengan menghancurkannya. Jika makhluk ciptaannya menghancurkan ciptaannya juga, itu sama saja menghancurkan sesamanya.
Ia akan berjuang mati-matian untuk teman-teman dan kekasihnya. Ia tidak akan meminta bantuan terhadap Konoha. Ia malu, ia juga marah pada dirinya sendiri karena telah menorehkan luka hati pada teman-temannya, keluargannya.
Naruto pun kembali semangat dan menghapus air matanya."Yosh, aku tidak boleh sedih. Aku harus kuat. Aku juga harus banyak berlatih untuk memperkuat jutsuku serta agar kemampuanku tidak menumpul." kata Naruto dengan semangat. Ia pun pergi ke kamar mandi dan melakukan kegiatan bersih-bersih badannya. Setelah itu ia memakai baju casual karena hari ini Clark mengajak jalan-jalan atau kencan.
.
.
.
.
Skip...
Saat ini Clark dan Naruto sedang kencan di taman. Melihat Naruto yang tidak biasanya pendiam, Clark pun merasa khawatir.
"Naru, aku dengar dari Diana tadi kau tidak keluar dari kamar dan juga tidak membuat sarapan seperti biasa. Saat itu aku belum bangun. Ada apa sesuatu yang memganggumu?" ujar Clark khawatir. Ia tidak ingin kekasihnya ini kenapa-napa. Sekali saja ada yang membuat Narunya menangis, ia tidak akan segan-segan menghabisinya.
"Aku tidak apa-apa, Clark. Untuk hari ini memang aku tidak membuat sarapan karena yang aku sedang malas." jawab Naruto sambil menyembunyikan sesuatu hal dari kekasihnya. Kekasihnya itu amatlah posesif terhadapnya, ia jadi lelah sendiri meladeni Clark.
"Kau yakin?Apa kau yang menjadi seperti ini karena hal tadi malam?" tanya Clark tepat sasaran. Naruto yang mendengar hal itu tubuhnya menegang. Clark yang melihat hal aneh dari Naruto pun menghela napas.
"Naru, jika kau ikut bersama temanmu, aku tidak apa-apa. Aku hanya ingin kau bahagia. Kau seharusnya tidak perlu memikirkan kami. Jangan jadikan kami penghambat kebahagiaanmu, kau membuat kami merasa bersalah karena telah menghalangimu pulang ke keluargamu. Pergilah, jika kau ingin. Kami tidak apa-apa kok." sahut Clark. Ia benar-benar merasa bersalah kepada kekasihnya itu. Ia merasa menjadi laki-laki paling jahat karena membuat wanita yang ia cintai di dunia ini bersedih. Ia benar-benar egois membuat kekasihnya sedih.
"Tidak, Clark. Mereka, keluargaku pasti mengerti. Aku yakin. Aku tahu kepribadian mereka, Clark. Aku juga ingin di sini karena dirimu dan yang lain. Aku mana mungkin meninggalkanmu dan yang lain di saat-saat genting seperti ini. Kau dan yang lain akan melawan Thanos, berperang agar dunia ini damai. Aku ingin berada di sisi kalian. Setidaknya izinkan aku bertarung bersama kalian." jawab Naruto.
Clark yang mendengar hal itu tertegun,"Searti itukah kami bagi kau Naru, bahkan kau mengorbankan kebahagiaanmu untuk membuat dunia ini damai. Aku merasa beruntung mendapatkan wanita sepertimu. Aku benar-benar bersyukur kepada Tuhan karena mau mengirimmu kemari." batin Clark haru dan bahagia.
"Baiklah, Naru. Aku mengerti, aku tidak akan memaksakan kehendakmu. Begitu juga yang lainnya, jika itu keinginanmu, aku pun tidak apa-apa. Terimakasih mau membantu. Dan maaf kami telah membuatmu mengorbankan kebahagiaanmu." kata Clark yang mengerti keputusan Naruto.
"Thanks, Clark. Aku beruntung sekali mempunyai kekasih perhatian dan pengertian seperti dirimu." jawab Naruto. Clark yang mendengar hal itu hanya terkekeh geli.
"Sama-sama, Naru. Apapun untuk kekasihku yang manis ini." kata Clark.
Setelah itu, mereka habiskan hari itu dengan bergembira di taman. Selesainya, mereka pulang dengan ditanya-tanyai oleh Diana, Natasha, Wanda, Hope, dan Mantis. Mengingat mereka menganggap Naruto sebagai adik mereka yang polos dan manis. Para anggota laki-laki Avengers dan Justice serta Peter Quill yang menyukai Naruto hanya melotot ke arah Clark. Sedangkan Clark yang ditatap mereka hanya tersenyum mengejek. Para anggota laki-laki yang netral, seperti Scott, Drax, Groot, Rocket Raccoon hanya menetap jengah mereka.
Selesai introgasi, mereka masuk ke dalam kamar mereka. Untuk segera tidur dan memimpikan mimpi mereka masing-masing.
TBC
