Glare, hold, love and song

Chapter 12

Disclaimer: FF ini punya saya loh *terus kenapa?* Sungmin punya orang tuanya, keluarganya dan biasnya, kalo Kyuhyun baru punya akuuu *ditimpuk batu sama SparKyu* hahahha

Happy reading, jangan lupa RnR ya chinggu!

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Victoria, Choi Siwon, Lee Hyuk Jae, Kim Ryewook, Kim Jong Woon, Lee Donghae, Kim Heechul, Hankyung, Lee Teuk, Kangin

Summary: aku merindukanmu sampai duniaku berhenti berputar dan hanya kau yang bergerak tanpa pernah bisa aku tangkap.

Aku mencintainya tapi aku sadar kaulah nafasku

.

.

.

Jatuh cinta. Itukah? Yang selama ini benar-benar menyita waktuku, menyita semangatku dan menyita pikiranku. Lee Sungmin. Diakah? Orang yang membuatku seperti ini?

Aku sadar jatuh cinta itu seperti kau tertawa lalu menangis. Seperti bumi dan gravitasi sangat berbanding terbalik. Seperti bumi menarikmu ke bawah dengan magnetnya dan gravitasi mendadak sangat lebih pelan dari kecepatan biasanya, seakan kau hidup tanpa gravitasi dan melayang di udara. Seakan kau tak butuh oksigen untuk bernafas, seakan kau sanggup hidup di tengah ruang hampa udara.

Bumi menarikmu ke bawah dan gravitasi membiarkanmu melayang. Sama seperti kau tertawa lalu menangis, sama seperti kau tertawa sambil menangis. Hatimu sakit dan sembuh di saat yang sama. Hatimu kuat dan rapuh di saat yang sama. Kau berkata menyerah dan bertahan di saat yang sama. Kau berkata 'aku bisa hidup tanpa dia' dan 'aku bisa mati tanpa dia' di saat yang sama. Jatuh cinta itu seperti kau makan sebuah permen karet yang kau harap akan menjadi gelembung yang besar meskipun pada akhirnya kau tahu gelembung itu akan pecah, meskipun kau tahu kau tak mungkin terus mengisi udara ke dalam gelembung balon itu dan suatu saat kau akan melepaskannya, membiarkannya pecah. Hatimu terluka namun lagi-lagi sembuh di saat yang sama. Kau sakit dan kau tahu kau bahagia akan rasa sakit itu. Kau tidak bisa bernafas hingga sesak tapi kau nyaman dan kau bisa terus hidup karena dia.

Dialah bumi yang menarikmu juga gravitasi yang membuatmu melayang. Karena dialah tawa dan tangismu. Karena dialah oksigen dalam ruang hampa udara yang menyekap hatimu. Karena dialah rasa sakit juga penawar dari segala racun cinta yang masuk ke hatimu. Karena dialah satu-satunya alasan kau tetap bangun meski kau jatuh lagi dan lagi. Karena kau mencintainya dan dia adalah sumber kebahagiaanmu. Aku tahu dia adalah Lee Sungmin. aku tahu itu dia, aku sangat tahu. karena aku merasakannnya. Hanya dengan menyebut namanya aku merasa sakit dan sembuh di saat yang sama. Hanya dengan membayangkan wajah dan senyum tawanya, aku merasa gravitasi seakan hilang dari tubuhku meskipun bumi menarikku hingga aku nyaris terjatuh. Aku jatuh cinta padanya.

.

.

"Sajangnim, apa mau langsung ke bandara setelah ini?" tanya Manajer Lee, hari ini dia khusus mengantar Kyuhyun sebelum berangkat ke Jepang.

"Sepertinya aku harus ke suatu tempat dulu, ada barangku yang tertinggal. Di depan nanti kau belok kiri saja"

Manajer Lee mengangguk "Penerbanganmu dua jam lagi sajangnim"

"Aku mengerti, kau tidak harus mengantarku"

"Tentu saja aku harus mengantar anda, apalagi aku tidak akan bertemu dengan anda beberapa hari ke depan"

Kyuhyun mencoba tersenyum lebar meskipun pikirannya sedari tadi hanya terpusat pada Sungmin. apakah Sungmin membaca suratnya? Apakah Sungmin akan memikirkannya? Apakah Sungmin akan merindukannya dan menanyakan kabarnya?

Kyuhyun memijat keningnya yang mendadak pusing. Kepalanya selalu penuh dengan wajah Sungmin dan itu membuatnya tersiksa. Seakan apapun yang dia lihat di sekitar semuanya selalu berhubungan dengan Sungmin.

Mobil Audi A5 Kyuhyun berhenti di depan sebuah rumah. Kyuhyun tersenyum lebar mengingat kenangan yang ada di dalam rumah ini, semenjak pindah baru hari ini dia berkunjung lagi karena sangat sibuk dengan urusan kantor dan sebagainya.

"Manajer Lee, kau tunggu di sini saja. Aku hanya mengambil beberapa barang di kamarku" kata Kyuhyun sambil membuka pagar rumahnya. Manajer Lee mengangguk paham.

Kyuhyun masuk ke dalam rumah minimalis yang tetap indah dipandang meskipun tidak ada penghuninya. Semua barang-barang yang ada di dalam diselimuti kain putih. Kyuhyun menoleh ke arah dapur dan meja makan lalu tersenyum seakan dia melihat Sungmin yang sedang memasak sarapan dan memarahinya yang selalu makan sereal. Kyuhyun juga menoleh ke arah kulkas besar yang ada di dapur, tempat dimana Sungmin selalu menuliskan memo untuknya, mengingatkannya untuk mandi dan makan setelah pulang kerja. Betapa bodohnya, baru merasa orang yang selalu ada di samping kita berharga setelah dia pergi. Betapa menyakitkannya kita tidak bisa membuatnya kembali dan memutar semua hal yang pernah ada sesuai dengan apa yang seharusnya.

Kyuhyun naik ke atas, menuju kamarnya. Sebelum masuk dia menoleh ke arah kamar yang ada di depannya. Sungmin menaruh hiasan pintu kamar berbentuk sapi berwarna pink bertuliskan 'Sungmin's' di tengah-tengah frame-nya.

Kyuhyun membuka pintu kamarnya lalu mencari beberapa barang yang ingin dia bawa sebelum dia berangkat sebentar lagi termasuk buku-buku yang dulu dipakainya untuk menulis banyak lagu. Juga sebuah harmonika hadiah dari Victoria sewaktu dia lulus kuliah.

Kyuhyun menutup pintu kamarnya, hatinya tergerak untuk masuk ke dalam kamar yang ada di depannya. Perlahan pintu itu berderit sewaktu Kyuhyun mencoba masuk. Seperti dugaan Kyuhyun semua yang ada di kamar ini bewarna pink dan dia tersenyum membayangkan bagaimana Sungmin merawat semua barangnya dengan telaten. Kyuyhun mendekat ke ranjang yang biasa di tiduri Sungmin, ranjang itu berselimutkan kain putih sehingga seprei pink yang ada di bawahnya tidak terlihat. Kyuhyun mencoba duduk di atas ranjang dan mengambil sebuah foto pernikahan mereka yang terpajang di atas meja lampu. Ada perasaan sakit yang kembali menusuknya ketika melihat foto itu dan berharap mereka memang pasangan yang saling mencintai dan berjanji pada Tuhan untuk selalu mencintai selamanya.

Tangan Kyuhyun merasa menyenggol sesuatu dari balik seprei, dia bangkit lalu membuka kain putih yang menyelimuti ranjang dan melihat sebuah kardus kecil yang ada di dekat bantal Sungmin. Kyuhyun mengambilnya dan melihat sebuah nama di atas kardus itu. KYU.

.

.

Untukmu cho kyuhyun,

Hari ini adalah hari pertama aku kuliah di tempat yang baru. Aku bahagia sekali karena tiba tiba ada yang mengajakku berteman, ini kali pertama dalam hidupku aku mempunyai teman. Apakah kau pernah merasakan indahnya berteman?

Hei, bahkan kau tidak mengizinkan aku membuat sarapan dan mengantarmu kerja. Aku sangat sedih, tapi akan kulakukan semua yang kau inginkan. Yang penting buatku kau bahagia

Aku tak pernah menyangka hidup akan membawaku kepadamu, aku kira aku hanya akan mengenalmu dalam jarak yang jauh seperti sebelumnya.

Kau tak ingat aku kan? Berterima kasih sekali aku kau tak mengenalku, setidaknya kau bisa membenciku sepuasnya.

Aku ingin menyambutmu setiap kau pulang dari kantor. Aku ingin menyiapkan air panas untukmu. Namun dari tatapanmu kau sudah menolaknya. Aku terima itu, aku anggap itu sebagai awal dari ssemua yang kau mau.

Dari segala hal yang ada aku hanya ingin menjadi istri yang baik untukmu. Itu saja.

Apa harimu bahagia? Semoga saja ya. Terima kasih kau sudah mau menggantikan posisi aku di perusahaan appa, aku sangat bahagia bisa melanjutkan cita cita ku. Setidaknya aku tenang karena orang itu adalah kau. semoga harimu selalu menyenangkan.

Diluar sangat dingin, jangan lupa untuk selalu membawa sarung tangan dan mantelmu ya.

.

.

.

Ya! Kau namja yang kejam,

Apa salahku padamu? Mengapa kau tega melakukan ini semua padaku? kau ingin membuat appaku cepat mati ya? Kau laki-laki atau bukan? Hadapilah kenyataan yang ada di depanmu.

Aku belum pernah semarah ini dengan seseorang, aku jarang berteriak. Tapi kau telah sukses membuatku melakukannya. Namun seberapapun marahku padamu, aku tetap tidak bisa membencimu, apa kau percaya dengan cinta? Apa kau pernah jatuh cinta? Sampai segala hal yang dilakukan oleh orang itu membuatmu tergila-gila. Aku pernah, entah aku teruskan atau tidak. aku bingung bagaimana harus menghadapimu Cho Kyuhyun. Kau sangat membenciku. Apa yang harus aku lakukan?

Aku baru tahu kau punya mimpi. Apa mimpimu? Passti sangat konyol, mengingat orang tuamu sepertinya melarang. Aku ingin tahu segala hal tentangmu diluar semua hal yang membuatku marah tentangmu. Apa kita akan selamanya seperti ini? Sungguh menyenangkan bila aku bisa bercerita tentang hariku denganmu. Ah andai saja kau tahu..

Semoga kau berubah pikiran ya, dan semoga Tuhan berpihak padaku.

.

.

Untukmu Cho Kyuhyun,

Aku sadar ada banyak hal tentangmu yang belum kuketahui dan entah apa aku bisa mengetahuinya.

Selama ini aku hanya terus berharap agar aku bisa dekat denganmu dan syukurlah Tuhan sepertinya mendengar doaku, tapi ada satu hal yang aku lupakan, cintamu. Apa aku akan mendapatkannya? Mengapa aku lupa berdoa untuk yang satu itu?

Mendadak kau sekarang menjadi orang yang baik, aku bahagia akan hal itu. Tak bisa kupungkiri semakin hari aku semakin mencintaimu. Tapi semakin hari juga aku semakin hancur jika mengingat sepertinya aku tak bisa masuk ke dalam hatimu.

Seperti yang selalu kau tahu, aku akan berjuang untuk mimpiku, apakah boleh kali ini kujadikan kau mimpiku? Apakah bisa aku berharap suatu hari kita bisa bersama?

Diluar semua itu aku hanya ingin kau bahagia, selalu seperti itu.

Aku tak akan memaksamu untuk mencintaiku tapi aku takut tak bisa melepaskanmu.

Jangan biarkan aku menderita terlalu lama Cho Kyuhyun. Lihatlah, bahkan sekarang aku tak bisa belajar hanya karena memikirkanmu. Aku pasti sudah gila. Tidak. Mungkin sejak awal aku sudah gila dan sekarang bertambah gila.

Semoga kau selalu bahagia dimanapun kau berada. Aku mencintaimu.

.

.

Untukmu Cho Kyuhyun,

Kau pasti bahagia sekali bukan? Mendapatkan seseorang seperti Vic.

Vic wanita yang sangat baik, bahkan aku tidak mampu membandingkan cintaku dengan cintanya. Sudah pasti aku akan kalah.

Entah apa yang terjadi, perasaanku tiba-tiba sangat hambar. Seakan aku tak mampu lagi merasakan cinta. Mungkin karena terlalu sakit yang kurasakan. Aku tak ingin seperti ini lagi, sangat sakit dan membakar hatiku. Menghancurkan perasaan yang telah aku bangun selama ini hanya dengan beberapa menit, kau sangat hebat. Tidak. bukan kau yang salah, aku saja yang terlalu naif. Aku saja yang berfikir terlalu lurus sehingga aku tak menyiapkan apapun untuk ini.

Sepertinya aku sudah tak perlu lagi mendoakanmu agar selalu bahagia, karena doa Vic mungkin yang akan lebih dulu di dengar Tuhan, karena Tuhan selalu mengabulkan semua doanya.

Semoga aku cepat sembuh.

.

.

Untukmu Cho Kyuhyun,

Dari sekian banyak hari aku menulis untukmu, hari ini yang aku rasa paling berat dan paling menyedihkan. Aku tak pernah menyesali takdir yang membatasiku atas dirimu, aku juga tahu Tuhan akan selalu mempunyai jalan yang terbaik untukku dan aku akan menunggu itu. Namun yang paling menyakitkan adalah melepasmu disaat aku tahu aku tidak bisa melakukan itu. Disaat aku yakin semuanya tentangmu masih berkeliaran di duniaku dan mereka selalu mengelilingiku.

Hari ini mungkin tanpa sadar kau memanggilku Cho Sungmin. hatiku sakit sekaligus sembuh saat mendengarnya, apa kau tahu berapa tetes air mata yang telah aku keluarkan hanya untuk mendangar kata-kata itu? Hanya untuk sekali saja membuat diriku merasa aku berhak atas dirimu, aku berhak masuk di hidupmu, aku berhak mencintaimu, aku berhak mendapatkan apa yang aku harapkan. Hari ini aku merasakannya dan detik itu juga harus melepaskannya.

Aku melepaskanmu. Kau akan bahagia, kau pasti dan harus bahagia Cho Kyuhyun. Vic adalah gadis yang sangat baik, dia hanya mempunyai dirimu dari segala hal yang harus dia dapatkan di dunia ini. Dia hanya mencintaimu dan kau hanya mencintainya. aku melihatnya menatapmu, aku melihatnya menyebut namamu. Hanya kau yang ada dalam hidupnya Kyu.

Aku sangat iri pada Vic, dia bisa mencintaimu sebanyak yang dia mau tanpa takut harus melepaskannya. Aku tertawa sekarang. Aku seperti anak kecil yang menginginkan mainan yang sama dengan temannya.

Aku bahagia pernah mencintaimu Cho Kyuhyun, aku bahagia bisa menjadi istrimu dan berdiri di depan altar kapel untuk bersumpah kalau aku akan terus mencintaimu meski pada kenyataannya tidak. setidaknya Tuhan pernah memberikan aku kesempatan untuk hidup dengan orang yang aku cintai sebelum melepaskannya.

Aku juga bahagia menjadikanmu sebagai mimpiku, menjadikanmu cita-citaku yang tidak pernah bisa aku gapai dan tidak pernah menjadi nyata. aku bahagia, aku bahagia, aku bahagia.

Aku mencintaimu sampai akhir aku menulis ini, aku masih merasakannya. Semuanya tentangmu kembali memelukku dan memisahkan diri ke suatu tempat di hati yang terdalam. Saranghae. Jongmal.

.

.

Kyuhyun terjatuh dari duduknya dan begitu saja terkulai lemas di bawah ranjang Sungmin. air matanya tak berhenti mengalir sejak membaca surat pertama dan sewaktu membaca yang terakhir dia sudah tak kuat lagi, air matanya berubah menjadi isakan.

'Lee Sungmin, kau memang wanita yang sangat bodoh. bagaimana bisa kau mencintaiku sampai seperti ini? Bagaimana bisa kau menderita seperti ini hanya karena bajingan sepertiku? Bagaimana bisa aku tidak tahu semua tatapanmu dan air matamu? Bagaimana bisa kau menyimpan ini semua dengan alasan agar aku bahagia? Seberapa banyak luka yang telah aku buat? Seberapa sakit yang kau rasakan? Seberapa besar lubang di hatimu yang terus-terusan aku sakiti Lee Sungmin? mengapa tidak pernah mengatakannya? Mengapa selalu bersikap seolah kau tidak merasa apa-apa? Mengapa selalu membuatku menjadi orang bodoh?'

"Kau membuatku merasa seperti orang jahat yang patut di hukum oleh Tuhan. Lee Sungmin, aku mencintaimu.. aku juga mencintaimu.. aku.."

Kyuhyun tidak kuat lagi, dia langsung berlari keluar kamar, turun ke bawah dengan air mata yang masih membasahi wajah stoicnya. Dia harus bertemu Sungmin dan mengatakan semuanya.

Kyuhyun keluar dari rumah itu dengan tergesa-gesa. "Manajer Lee, aku harus ke panti.."

Manajer Lee menatapnya dengan sayu "Sajangnim, Presdir terkena serangan jantung"

Kyuhyun dengan sekejap terdiam kaku lalu jatuh duduk bersimpuh, tubuhnya yang sudah lemas kini seperti dilolosi tulang-tulang. Dia tak sanggup berkata apapun lagi hanya air matanya yang mengalir memberi jawaban.

.

.

.

Sungmin berlari di lorong rumah sakit, Siwon dan empat sahabatnya mengikuti dari belakang. Begitu melihat Eomma-nya sedang duduk sendirian di ruang tunggu gawat darurat Sungmin segera berlari memeluk Teukki, menumpahkan segala tangisnya. Tangis karena Kyuhyun pergi dan tangis karena Appa-nya yang mendadak sakit. Semuanya menjadi satu. Lima orang yang lain membungkuk memberi salam dan Teukki membalasnya dengan anggukan

"Eomma.. Apa yang terjadi?" Sungmin masih terisak dipelukan ibunya

"Appamu terlalu lelah Minnie-ya, dokter sudah sering mengingatkannya tapi dia tetap saja tidak peduli. Appa akan baik-baik saja" jelas Teukki

"Mengapa Appa tidak bilang kepadaku? Aku bisa menggantikan Appa"

"Appamu hanya mencoba untuk menepati janji Minnie-ya, percayalah dia bukan orang yang mudah menyerah, dia akan sembuh" kata Teukki lagi

Sungmin melepaskan pelukannya, mencoba untuk menghapus air matanya. Siwon bergerak duduk di samping Sungmin lalu mengusap wajah Sungmin dengan sapu tangannya.

Teukki memandang dengan heran. Sungmin tersenyum sedikit seolah-olah memperkenalkan Siwon kepada ibunya "Eomma, kenalkan ini Siwon"

"Annyeonghaseo, Choi Siwon-imnida" Siwon membungkuk lagi

"Eomma, Siwon ini.."

"Eomma tahu.." potong Teukki sambil mencoba untuk tersenyum lebar. Dia tahu laki-laki itu sangat mencintai putrinya dilihat dari segala caranya memperlakukan Sungmin bahkan hanya dari tatapannya saja Teukki sudah mengerti.

"Omoni, sudah berapa lama Aboji di dalam?" tanya Donghae

"Sejak satu jam yang lalu, entahlah lama sekali"

Seketika Teukki melihat Heechul dan Hankyung berjalan tergesa-gesa ke arah mereka, setelah sampai Heechul langsung memeluk Teukki bergantian dengan Hankyung

"Teukki-ah, kau harus sabar" Heechul mengusap air matanya yang jatuh

"Aku tahu Chulie-ah" jawab Teukki optimis

"Sudah berapa lama?" tanya Hankyung

"Sudah satu jam yang lalu"

Heechul menoleh ke arah Sungmin yang sedang dirangkul erat oleh Siwon, tatapannya mendadak kaku tapi tak lama kemudian dia tersenyum dan memeluk Sungmin

"Minnie-ah kau harus sabar ne?"

"Omonii.." tangis Sungmin kembali pecah apalagi ketika Hankyung juga memeluk dan mengusap rambutnya lembut

"Appamu akan baik-baik saja chagiya" hibur Hankyung

Heechul kembali menatap namja sempurna yang ada di depannya dengan intens seolah tahu Sungmin sedang berhubungan dekat dengan namja itu.

"Minnie-ah, apa Kyuhyun sudah berangkat?" tanya Heechul dengan sengaja

Sungmin mengangguk pelan "Sudah omoni.."

'Kyu, kau dimana? Aku benar-benar membutuhkanmu, aku ingin kau di sini memelukku seperti yang lain dan berkata semuanya akan baik-baik saja' batin Sungmin sedih.

Siwon kembali memperkenalkan dirinya di hadapan Khankyung dan Heechul, sedangkan empat sahabat yang lain merasa Heechul sedikit tidak suka dengan Siwon seolah namja itu akan mengambil Sungmin darinya.

Mereka tidak tahu kalau Kyuhyun memperhatikan mereka dari jauh. Air mata itu mengalir lagi tanpa suara, hatinya menjerit sakit sewaktu Sungmin dirangkul oleh orang lain, rasanya sangat ingin berlari dan memeluk Sungmin sambil berkata 'aku mencintaimu Lee Sungmin, aku juga mencintaimu, aku tahu rasa sakit itu, aku merasakannya. Aku ada di sini tenanglah, semuanya akan baik-baik saja'

"Lee Sungmin, tampaknya aku memang tak pernah bisa menjadi yang terbaik untukmu. Kau pantas melepaskan aku dan mendapatkan yang lebih baik dari sekedar bajingan konyol seperti aku yang bahkan tidak pernah menyadari arti semua tatapanmu dan tangisanmu"

Kyuhyun menghapus air matanya perlahan lalu menoleh ke arah Manajer Lee yang menatapnya seolah tahu apa yang sedang Kyuhyun rasakan.

"Kau harus membantuku"

Manajer Lee mengangguk pelan.

.

.

"Changmin-ah, mianhae aku tidak bisa datang. Perusahaan sedang dalam keadaan genting dna aku harus ada di sini, mertuaku sakit keras" kata Kyuhyun pelan. Di ujung sana Changmin tertawa lebar

"Arraseo, aku lupa kau sekarang siapa.. semoga kau terus bisa mengejar mimpimu Kyuhyun-ah"

Kyuhyun tersenyum "Kini aku tahu apa mimpiku yang sebenarnya.."

Sambungan telpon terputus. Perlahan Kyuhyun membuka pintu kamar di mana Kangin sedang mendapatkan perawatan intensif, dari sisi kanan dan kiri terdengar banyak suara alat-alat medis yang sangat mengiris hati. Kyuhyun melihat sosok mertuanya sedang terbaring lemah, Kangin tengah koma karena serangan jantung yang hampir menyerang nyawanya. Kyuhyun menarik nafas dengan berat. Rasa bersalah menyelimuti dirinya.

Pandangan Kyuhyun tertuju pada sosok yeoja mungil yang sedang duduk dan tertidur di sofa putih yang terletak di pojok ruangan. Perlah Kyuhyun mendekati yeoja yang amat dicintainya. Sedikit tersenyum sewaktu melihat ekspresi wajah Sungmin yang sangat kelelahan.

Kyuhyun merebahkan Sungmin di atas sofa lalu menyelimuti dengan jaketnya, memejamkan matanya sewaktu mengecup kening Sungmin dengan penuh perasaan lalu mengelus rambutnya.

"Lee Sungmin, anggap saja aku sedang pergi ke Jepang ya? anggap saja kau tak melihatku, anggap saja hanya ada kau dan Siwon, anggap saja takdir kita memang tidak sama, anggap saja aku.. anggap saja aku tidak mencintaimu dan hampir mati membaca suratmu, anggap saja kita memang tidak bisa bersama. Anggap saja memang cinta ini hanya cinta sendiri, kau mengerti kan? Kalau kau diam aku anggap kau setuju" kata Kyuhyun pelan dan kembali menangis,akhir-akhir ini dia merasa sangat cengeng sekali. Hatinya gampang sekali merasa sakit dan teriris-iris jika sudah menyangkut nama Lee Sungmin.

Kyuhyun bangkit sambil menghapus air matanya perlahan "Kyuna.." panggil seseorang

"Eomoni"

.

.

Mereka berdua bicara sambil duduk di ruang tunggu, Kyuhyun mengambilkan segelas kopi hangat untuk Teukki yang duduk di sebelahnya.

"Bukankah seharusnya kau ada di Jepang Kyuna?" tanya Teukki sambil menatap menantu kesayangannya dengan intens

Kyuhyun tidak menjawab, hanya membalas menatap Teukki lalu tersenyum "Omma, jangan khawatir, aku akan mengurus perusahaan Aboji. Aku berjanji akan melakukan yang terbaik yang aku bisa"

"Bukan itu Kyuhyun-ah.."

Kyuhyun tersenyum sendu "Jangan beritahu Sungmin kalau aku ada di sini. Anggap saja aku ada di Jepang, aku akan mengurus semuanya dengan Manajer Lee"

"Mengapa kau lakukan itu? Minnie sangat membutuhkanmu, aku tahu dia menangis karena dia ingin kau ada di sampingnya"

Kyuhyun mati-matian menahan air matanya supaya tidak jatuh. hatinya berdenyut. Kyuhyun tersenyum getir "Dia punya orang-orang yang mencintainya Omma, lebih dari sekedar namja pengecut seperti aku. dia akan bahagia. Iya kan?"

"Apa kau mencintai Minnie?"

"Sekalipun kau sudah tahu,bolehkah aku menjawab 'tidak'?"

Teukki tersenyum lalu memeluk Kyuhyun "Sampai kapanpun kau adalah anakku, sekalipun aku harus melepasmu sebagai menantuku. Kau tetap anakku." Ucap Teukki penuh haru. Kyuhyun

terisak dipelukan Teukki.

"Tolong aku Eomma, aku takut tidak bisa melepaskannya"

.

.

.

Satu hari, dua hari, tiga hari sampai hari ke lima Sungmin tetap tidak bisa menghubungi Kyuhyun. Selain cemas Sungmin juga sangat merindukan Kyuhyun. Merindukannya sampai tidak nafsu makan. Sudah lima hari ini juga Sungmin tidak mengajar apalagi kuliah. Seakan hidupnya hanya sebatas apartemen dan rumah sakit saja.

*Sungmin pov*

Kyu, kau dimana sekarang? Apa benar-benar tidak ingin bertemu denganku? Apa benar-benar tak bisa mendengar jerit hatiku? Aku merindukanmu Kyu, aku sangat merindukanmu. Aku ingin melihatmu, bersandar di bahumu, aku ingin melihat senyummu, apa kau benar-benar tidak bisa melakukannya untukku? Apa aku memang sama sekali tidak penting bagimu Kyu? Pulanglah, kumohon Kyu. Aku tidak bisa menghadapi ini sendirian. Appa membutuhkanmu. Pulanglah Kyu, agar aku bisa sedikit bernafas, setidaknya jika melihatmu ada di sini aku bisa bertahan menghadapi apapun yang akan menyerangku.

*sungmin pov end*

Siwon memperhatikan kekasihnya dari jauh, Sungmin tampak sangat kuyu, sejak Appanya masuk rumah sakit semuanya merubah Sungmin. Sungmin jarang tersenyum, jarang bicara dan jarang makan. Hanya sesekali saja itupun jika dia mengingatkan. Siwon tersenyum miris dan hanya mampu tersenyum menerima kenyataan bahwa Sungmin tidak menicntainya, bahwa semua asumsinya selama ini salah. Sungmin mencintai Kyuhyun, sangat mencintai suaminya yang mencintai wanita lain. Sungmin rela melepaskan Kyuhyun demi sahabatnya yang yatim piatu. Siwon menyadari itu semua ketika melihat Sungmin menangis begitu kerasnya sewaktu membaca surat dari Kyuhyun, bahkan Siwon sadar Sungmin tidak bisa hidup tanpa namja itu, Sungmin sangat merindukan Kyuhyun. Setiap hari ponselnya tak pernah lepas, berjaga-jaga kalau Kyuhyun menghubunginya dan menanyakan kabar Appanya.

Siwon juga sadar hatinya teriris-iris jika mengingat kenyataan yang ada di depannya tapi, dia mencintai Sungmin, dia sudah terlanjur melangkah dan belum ingin mundur, dia ingin berjuang sampai titik terakhir, dia ingin mempertahankan cintanya.

"Minnie-ya, aboji sudah sadar" Yeye berteriak nyaring sambil keluar dari kamar Kangin

Sungmin bangkit dengan tergesa-gesa lalu masuk ke kamar "Appaaa" isaknya begitu melihat Kangin tersenyum kepadanya.

Sungmin berlari memeluk Kangin dengan erat "Appaaa, Appaaa" Tangisnya deras

"Minnie-ya.." panggil Appanya pelan

"Mianhae Appa, jongmal mianhae" kata Sungmin

"Gwenchana Chagiya"

Suasana sangat mengharukan, empat sahabat Sungmin juga Siwon ikut trenyuh dengan pandnagan di depan mata mereka. Sungmin terus menangis tanpa henti dan semua sahabatnya tahu tangisan itu untuk seseorang yang sangat dirindukannya, tangisan itu untuk Kyuhyun, orang yang sangat dicintainya.

.

.

Kyuhyun menggeser pintu kamar pasien dimana Kangin sedang di rawat. Dilihatnya Kangin masih seperti biasa memejamkan matanya dan hanya bagian perutnya yang bergerak teratur. Kyuhyun duduk di samping Kangin. Selama ini itu yang dia lakukan setiap pulang kerja. Dia selalu datang meskipun hanya untuk melihat Kangin tanpa gerakan selama berjam-jam atau hanya untuk sekedar mengatakan penyesalannya karena tidak bisa menjaga perusahaan dengan baik. Hanya dia yang belum tahu kalau Kangin hari ini sudah sadar. Kyuhyun memejamkan matanya yang berat karena bekerja seharian di kantor, meskipun tidak secara langsung mengurus kantor tetap saja dia harus memikirkan semuanya yang berhubungan dengan kemajuan perusahaan. Kangin tidak pernah mengatakannya kalau perusahaan sedang mengalami masa sulit. Maka Kyuhyun mati-matian membuat perusahaan kembali di posisi awal, seharian penuh memikirkan ide untuk mencari klien dan kembali mempertahankan supplier. Semuanya dia lakukan untuk impian barunya, Lee Sungmin. tak perlu ditanyakan seberapa besar rindunya kepada Sungmin, selama ini Kyuhyun tinggal di rumah lamanya dan setiap hari membaca semua surat Sungmin untuknya dan semua itu membuatnya semakin mencintai Sungmin, semakin tidak bisa hidup tanpa yeoja itu. Tatapannya, senyumnya juga marahnya,semuanya. Kyuhyun benar-benar mengutuk dirinya sendiri atas semua yang pernah dia lakukan untuk Sungmin dan bagaimana Sungmin membalasnya.

"Aboji, jongmal mianhae.. aku tidak bisa menjadi menantu yang baik untukmu, seharusnya aku sadar semua kewajibanku. Maafkan aku aboji, selama ini aku belum pernah bisa membalas apa yang telah kau ajarkan dan kau berikan kepadaku. Semoga ketika kau bangun nanti kau mau memaafkan aku" kata Kyuhyun pelan sambil bangkit dari duduknya. Sekejap Kangin menarik lengan Kyuhyun dengan lembut.

Kyuhyun menoleh dengan kaget, Kangin tersenyum kepadanya "Kyuna.." panggilnya pelan

"Aboji kau sudah sadar? Terima kasih Tuhan, aboji apa mau kuambilkan air?"

Kangin tersenyum lagi "Aku sudah sadar sejak tadi siang"

"Syukurlah"

"Kyuna.."

"Ne aboji.."

"Terima kasih kau sudah membantuku, maafkan aku kau tidak bisa meraih impianmu.."

"Annieyeo Aboji, aku yang salah. Itu semua memang sudah seharusnya kulakukan"

Kangin mengangguk pelan "Pulanglah, Minnie sangat merindukanmu. Dia menunggumu datang Kyuna, dia menyebut namamu setiap saat"

DEG! Kyuhyun merasa seperti mendapat tamparan keras, rasa sesak dan sakit itu kembali datang menghujaninya, membayangkan Sungmin sendirian menunggunya. Kyuhyun tersenyum pelan lalu mengangguk.

.

.

Perlahan Kyuhyun membuka pintu apartemennya dan ada sedikit bunyi berderit sewaktu dia menutupnya kembali. Kyuhyun tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, apartemen menjadi sangat berantakan, di sana-sini banyak kertas-kertas berserakan. Kyuhyun memungutnya satu prer satu, semua tulisannya sama 'Kyu' atau 'Kyuhyun pabo!' Kyuhyun tersenyum lebar meskipun hatinya berdenyut lagi. Semua kertas itu bertuliskan namanya. Matanya menangkap sesosok yeoja yang sedang tertidur di meja makan. Di atas meja ada semangkuk sereal dingin, susu botol dan sekotak sisa sereal. Sungmin tidur sambil menangkupkan tangannya. Kyuhyun duduk di sebelahnya.

"Lee Sungmin, bukankah sudah kubilang jangan makan sereal. Bagaimana kau ini? Hanya membuatku kesal setiap saat. Aku benar-benar menyesal menganggapmu seorang yeoja yang pintar"

Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin lalu menggendongnya seperti biasa. Namun kali ini dia fokus menatap yeoja itu. Kening, mata, hidung, pipi, dan bibirnya. Kyuhyun tahu Sungmin pasti menangis sampai tertidur, matanya masih basah dengan air mata dan hidungnya masih kemerahan. Kyuhyun merebahkan Sungmin di kamarnya yang bercat biru. Duduk di sebelah Sungmin dan merangkulnya erat.

"Lee Sungmin, mengapa mencintaimu begitu menyakitkan? Hingga aku tidak bisa bernafas namun aku bahagia akan hal itu. Entah sejak kapan kau buat aku begini jatuh cinta hingga tidak bisa kembali lagi ke diriku yang dulu. Jatuh cinta hingga aku sendiri menjadi gila dan tak ingin mengakhirinya. Mengapa kau menangis? Apa Siwon masih kurang baik untukmu? Appamu sudah sadar sekarang, pasti kau sangat bahagia"

"Jangan menangis lagi Minnie-ya, aku ada di sini, aku tidak pernah meninggalkanmu, dimanapun aku berada kemanapun aku pergi aku hanya bisa melihatmu, semuanya nampak sepertimu. Cho Sungmin, saranghae, jongmal saranghae"

Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan dengan lembut menyentuh bibir merah Sungmin, menempelkan bibirnya dan melumatnya sesaat tanpa bermaksud membangunkan sungmin yang lelap tertidur. Air matanya menetes sewaktu melepaskan tautan bibirnya, Kyuhyun mengecup kening Sungmin dengan lembut "Maafkan aku Minnie-ya, aku hanya bisa menyakitimu tanpa pernah membuatmu bahagia. Maafkan aku karena aku terlambat menyadari perasaanmu. Terima kasih karena kau telah mencintaiku sepenuh hatimu, mengorbankan semuanya demi kebahagiaanku, mianhae, jongmal mianhae"

.

.

Kyuhyun meletakkan kardus surat milik Sungmin dengan keras di depan ke empat sahabat Sungmin. mereka hanya mampu membuka mulut tanpa bersuara. Tidak menyangka apa yang telah terjadi dengan Kyuhyun dan surat Sungmin.

"Ya! Cho Kyuhyun! Kau bukannya di Jepang?" tanya yesung dengan kaget

"Apa yang terjadi denganmu?" Eunhyuk ikut bersuara

"Mengapa tidak pernah memberitahuku soal ini?" tanya Kyuhyun dengan marah "mengapa membiarkan aku seperti orang bodoh di depan Sungmin?"

"Kau tidak berhak tahu perasaannya, kau hanya membuatnya menderita, kau membencinya" jawab Donghae dengan lantang

Kyuhyun terdiam "Kau mencintai Vic, Kau sudah memilih Vic dan Sungmin mencintai kalian berdua" tambah Wookie

"Aku mencintainya.. Aku mencintai Sungmin, dan kalau saja kalian memberitahuku sejak awal, aku tidak perlu mengutuk diriku dua kali"

Empat orang itu lagi-lagi tak bisa berkata-kata "Sejak kapan kau mencintai Sungmin?"

"Sejak aku tahu semua perasaan bersalah dan terima kasihku adalah perasaan cinta, kupikir Sungmin tidak mencintaiku, kupikir dia memang menganggapku teman"

"Dia memang sedang mencoba menganggapmu teman, meskipun dia tahu dia tidak akan bisa melakukannya" kata Eunhyuk lagi

"Aku tidak tahu kalau dia akan menderita seperti ini, kalian tahu betapa jahatnya aku dan kalian semua membiarkannya? Aku benar-benar tidak pernah bisa membahagiakan Sungmin" kata Kyuhyun pelan hampir tanpa suara

"Maafkan kami, kami hanya mengikuti semua keinginan Minnie, kalau bisa aku sudah ingin menamparmu dari dulu melihat Minnie sangat terluka,tapi kau tidak mencintai Minnie, buat apa kami melakukan itu?"

"Kalian tahu aku mencintainya, bukankah begitu?"

Mereka semua menunduk, terlebih lagi Eunhyuk yang memang menyadari semua itu "Maaf Kyu, aku hanya tidak ingin membuat Minnie lagi-lagi menderita dan memang Minnie yang ingin melupakanmu"

Kyuhyun memejamkan matanya "Sudah terlambat, Aku tak mungkin meninggalkan Sungmin dan aku tahu Sungminpun akan melakukan yang sama demi Vic dan Siwon. Ini bukan salah kalian, ini semua salahku. Aku hanyalah seorang pengecut"

Kyuhyun pergi dari ruangan panti, empat orang itu mengejarnya. Seseorang yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka perlahan masuk ke dalam ruangan itu dan membuka kotak bertuliskan KYU. Victoria terjatuh dengan lemasnya di lantai, air matanya mulai bercucuran.

.

.

.

Sungmin bangun dari tidurnya dan betapa kagetnya dia karena dia berada di kamar Kyuhyun. Ranjang berwarna putih dan catnya yang bewarna biru muda. Sungmin bangkit, hatinya bergetar. 'Apakah Kyuhyun sudah pulang?' tanyanya penasaran. Sungmin keluar dari kamarnya lalu memperhatikan sekeliling, apartemennya sudah rapi kembali, semua kertas-kertas yang berserakan sudah tersusun rapi. Sungmin juga pergi ke arah dapur, tidak ada sisa-sia sereal bekas makannya semalam. Mata Sungmin tertuju ke arah sebuah memo yang tertempel di kulkas.

Lee Sungmin, kau ini jorok sekali. Jangan makan sereal pagi ini. Bersihkan kamarmu.

Sungmin berdiri kaku setelah membaca tulisan tangan yang ada di memo itu, dengan cepat dia pergi ke kamar mandi lalu berganti baju dan meninggalkan apartemennya.

'Kyu,kau pasti sudah pulang kan? Kau pasti ada bersama appa dan eomma di rumah sakit kan?' batin Sungmin senang. hatinya melonjak girang.

Sesampainya di rumah sakit Sungmin segera masuk ke kamar Kangin, di sana semua orang hadir menemani Kangin. Ibunya, juga kedua mertuanya. Sungmin mengedarkan pandangannya. Tidak ada Kyuhyun.

"Eomma, Appa.. dimana Kyuhyun? Dia sudah pulang kan? Dimana dia sekarang?" tanya Sungmin penasaran

Kangin dan Teukki saling bertatapan, tak lama kemudian Teukki mengangguk ke arah kedua mertua Sungmin dan Kangin mulai bersuara

"Minnie-ya, selama ini Kyuhyun tidak pergi ke Jepang. Dia ada di sini mengurus perusahaan, selama ini dia selalu datang menjenguk Appa"

Sungmin mendadak lemas "Tidak mungkin, mengapa kalian tidak memberitahuku?"

"Kyuhyun melarang kami memberitahumu, dia tidak ingin kau melarangnya melakukan itu. Selama ini dia tinggal di rumah kalian yang dulu" tambah Teukki

Air mata Sungmin berjatuhan, Heechul memeluknya erat "Minnie-ya, Kyuhyun sangat mencintaimu.. dia melepaskan impiannya untukmu" katanya sambil mengelus rambut Sungmin.

Tangis Sungmin semakin deras, perasaannya campur aduk antara bahagia dan tidak percaya

"Minnie-ya, Kyuhyun akan pergi ke Macau untuk mengurus bisnis hari ini" kata Kangin

Heechul melepaskan pelukannya "Minnie-ya, kejarlah dia. Katakan apa yang ingin kau katakan padanya"

Hankyung berdiri dari duduknya, menyerahkan sebuah tas berisi pakaian Sungmin dan sebiah tiket pesawat

"Dia membutuhkanmu, pergilah" kata Hankyung. Sungmin menghapus air matanya lalu mengangguk

Sungmin memeluk semua orang yang ada di ruangan itu lalu bergegas pergi ke bandara.

"Siwonnie, maaf aku tidak bisa pergi denganmu hari ini, aku harus pergi mengurus sesuatu"

Sungmin memutuskan sambungan telponnya tanpa menunggu Siwon menjawab.

Begitu sampai di bandara Sungmin bergegas lari mencari Kyuhyun, matanya memperhatikan semua orang yang ada di bandara. Sampai dia menemukan sosok yang sangat di kenalnya bahkan hanya dari tampak belakang.

"Cho Kyuhyun, kau akan meninggalkanku lagi?"

Kyuhyun yang sedang duduk sambil menunduk dalam mengangkat kepalanya dan berdiri, wajahnya mendadak kaku

"Lee Sungmin kau.."

"Kau ini selalu membuatku marah, apa hanya itu yang bisa kau lakukan?"

Kyuhyun tak menjawab, dia menarik tangan Sungmin dan memeluknya erat. Sungmin membalas pelukannya lalu tersenyum, senyum yang sangat bahagia. Bahkan tangisannya kali ini adalah tangisan bahagia.

TBC-

Hahhaha akhirnya mereka berduaa~ akhirnyaaa~

Kekeke mianhae banget updatenya lama, kemarin empat hari aku harus pulang ke rumah karena ada urusan jadi baru bisa update

Semoga kalian tetep mau nunggu cerita aku yaa~

Sedih juga kemarin sampe banyak yang nagih ini kelanjutan ff kekeke

Mian sekali lagii~

Yang mau baca, komen makasi banyak, aku balesnya pake update aja yaaaa

Yang udah nebak2 cerita juha makasi

Yang nungguin sampai galau, maaf ya

Yang udah nge-follow, nge-like dan ngasih komen makasi banyakkk

Terus tungguin kelanjutannya ya :3

Happy reading, aku sayaaaang kaliaaan :B

See ya next chapter *lambai-lambai tangan unyu*~