Ya, pintu itu tiba tiba bergeser terbuka

" Kalian semua, bersiaplah " ujar Kuma

" Eh? maksudmu? " tanya Nami

" Bersiap? " Hancock

" Masaka " Robin

" Ya, bersiaplah untuk menyelamatkan putri kalian " ujar Kuma

" Boa " Luffy

" Olivia " Zoro

" Mereka berdua ada didalam sana? " Kaya

" Baiklah " Sanji

" Yosh " Ussop

" Bukan hanya mereka, tapi " Kuma menjeda ucapannya, semuanya tanpak menatap Kuma dengan tatapan serius, dan

" Doflamingo juga komplotannya ada didalam "

Muka Luffy langsung mode serius begitupun Zoro dan Sanji

" Mingo! " geram Luffy dengan aura yang sangat dingin

Zero Escape: The Nonary Games

Disclaimer : Eichiro Oda

Chapter 11 : Connection

Story By : Portgas D

Mereka semuapun masuk dan hal pertama yang mereka semua lihat adalah..

Deg

" B-boa! " teriak Hancock ia melihat jelas Boa yang tergeletak menyender didinding ruangan itu, disebelahnya ada Olivia yang tanpak khawatir padanya. Melihat itu Hancock reflek berlari kearah Boa, melihat itu Robin juga reflek berlari kearah Boa. Tidak, lebih tepatnya kearah Olivia. Di sisi lain Zoro tanpak membatu melihat Boa dan Olivia. Kejadian menghilangnya mereka saat bersamanya masih membekas dengan jelas, dan ia bersyukur ternyata kedua bocah itu baik baik saja.

" Olivia.. " Robin mengikuti Hancock berlari, melihat itu Luffy dan Zoro hendak menyusul, namun..

" Oi.. Mugiwara "

Deg

Suara ini, Luffy tau betul suara siapa ini, suara berat dan dingin, suara seseorang yang ingin sekali ia pukul saat ini juga, Luffy segera berbalik dan.. benar saja

" Mingo! " geram Luffy penuh emosi

" Dia " ujar Zoro, iapun mulai memasang kuda kuda. Dan tak lupa katana yang sejak awal sudah bertengger setia dipinggangnya, namun ia hanya membawa satu katana saja, sebut saja Wado Ichimonji.

" Hoo, akhirnya mereka datang " bukan hanya Doflamingo namun disana juga ada Hody dan Enel. Sedangkan Crocodile? ia takada disana.

" Oi Marimo sesat, kau urus si Hody, aku akan mengurus Enel " ujar Sanji yang datang mendekati Luffy dan Zoro.

" Untuk Doflamingo, kau ingin menghajarnya kan? Luffy? " ujar Sanji lagi

" Tentu saja " ujar Luffy dengan tatapan tajam tepat mengarah pada Doflamingo

" Hmph, kufikir kau kesini untuk menyelamatkan anakmu? soshite " ujar Doflamingo sembari menatap kearah Hancock

" Menyerahkan wanita itu padaku " lanjutnya dengan seringaian jahatnya

" Aku takkan pernah membiarkanmu menyakiti Boa " Luffy tanpa aba aba melancarkan tendangannya tepat kearah Doflamingo, mendapat serangan tak diduga itu Doflamingo langsung menahan tendangan Luffy, namun

" Khh, kuso "

Brugghh

Doflamingo langsung tersungkur jatuh, tendangannya terlalu kuat.

" Dan " Luffy mulai mengeluarkan aura dingin nan mematikan

" Aku takkan pernah membiarkanmu memiliki Hancock " lanjutnya

Deg

Hancock mendengar jelas ucapan Luffy tadi, iapun segera berbalik kearah Luffy

' L-luffy ' batinnya

' Sasuga Tuan muda Luffy ' batin Kuma, ia menatap teman teman Luffy yang terpaku dengan gerakan tiba tiba Luffy pada Doflamingo, dan tentu saja kata kata Luffy barusan sukses mengagetkan mereka semua

" Dia milikku " teriak Luffy

Deg

Hancock merasa dunianya berhenti berputar.. apa yang dikatakan Luffy tadi? miliknya? apa ia tak salah dengar? tentu saja bukan hanya Hancock yang kaget namun semua orang disanapun kaget mendengar pernyataan Luffy barusan, pernyataan tanpa keraguan sedikitpun.

Kemudian Luffy hendak melayangkan tinjunya namun kali ini Doflamingo menghindar dan iapun menendang pinggang Luffy

" Luffy! awas " teriak Zoro

" Khh "

Brugh!

Luffy menahannya, ia tak tumbang namun tendangan tadi memang mengenai telak bagian pinggangnya

" cih, hahaha Milikmu? oi Mugiwara apa apaan maksudmu itu? " ujar Doflamingo

" Aku takkan pernah membiarkan orang sepertimu memilikinya " ujar Luffy, iapun memasang kembali kuda kudanya

" Jangan banyak bicara, lawan saja aku, Mingo " lanjut Luffy

" Lakukan " ujar Doflamingo entah pada siapa, lalu tiba tiba

Dor dor dor

Semua orang disana tentu saja kaget mendengar suara pistol yang ditembakan tiba tiba, terlebih arah tembakannya

" L-luffy! " teriak Ussop

" Luffy-san! awas! " teriak Kaya

" Luffy! lari! " teriak Nami

" Tuan muda Luffy " Kuma juga tak menduga, siapa..? siapa yang menembakan pistol itu?

" Oi Luffy! " teriak Zoro dan Sanji

" Luffy, lari! " Robin juga sama kagetnya

Deg

Pandangan Hancock mendadak kosong

" LUFFY! "

Luffy membalikan badannya, bukannya menghindar ia masih pada posisinya

Semuanya hanya diam, tembakan itu hampir dekat, dan

Set

Luffy menghindari peluru itu dengan mudah, seperti sudah tau dari arah mana peluru itu akan menghantam.

" Osoi " ujarnya dengan nada pelan ( bayangin scene Luffy ditembak Pacifista after timeskip )

" Hoo kau menghindarinya ya " ujar Doflamingo

" Lumayan juga dia " ujar Enel

" Nah sekarang " Hody menatap Zoro dan Sanji yang tanpak siap menyerang

" Y-yokatta " Ussop, Kaya dan Nami bernafas lega, untung saja tidak kena

" Tuan muda Luffy " Kuma hanya menatap lega kearah Luffy, ternyata dia lebih kuat dari dugaannya

" Hah kau mengagetkanku saja, kuso " Sanji

" Mattaku da " Zoro

" Y-yokatta.. L-luffy, Yokatta " Hancock hampir saja menangis, lalu iapun merasakan tangan kecil memegang tangannya

" Eh " Hancock

" Daijobu, dia... d-dia kuat " ujar Boa dengan tatapan sendu

" B-boa " Hancock segera memeluk erat Boa

" Kau akan selamat, kau akan baik baik saja. Kau akan keluar darisini, ya? kau dengar aku? kau akan keluar darisini Boa " ujar Hancock dengan isakan kecil, ia tak menyangka kalau ia masih bisa memeluk erat gadis kecil ini, putrinya.. Putrinya dan Luffy.

Deg

Iapun ingat ucapan Luffy tadi

' Dia milikku '

" M-miliknya " ujarnya dengan muka yang memerah

" Hehe, Aku senang bertemu dengan kalian lagi, terlebih.. yokatta na, dia sudah mengatakan itu, itu artinya d-"

" shhh Boa, kau lebih baik istirahat saja ya? " Hancock berusaha mengalihkan pembicaraan, iapun tersenyum malu pada Boa

" Pffft haha, baiklah " Boa hanya tersenyum cerah, senyuman yang mirip sekali dengan Luffy jika sudah diberi tumpukan daging

Sementara itu

" Olivia.. daijobu? " tanya Robin, ia menatap lembut kearah Olivia

" I-iya, a-aku " Olivia tanpak bingung, kini ia tau siapa Robin dan siapa Zoro. Namun ia masih agak bingung harus memanggilnya apa, walau bagaimanapun ia tetap berada dimasa lalu, bukan dimasa depan dimana kedua orangtuanya sudah jelas bersama dan keberadaannya juga adiknya.

" Tidak apa, melihatmu baik baik saja sudah cukup bagiku " ujar Robin

" Tunggulah.. kami semua pasti akan menyelamatkan kalian, ya? " lanjutnya

Olivia tersenyum dan mengangguk cepat

" A-arigatou " ujarnya gugup

" Doiteshimashite " ujar Robin dengan senyuman manisnya

Kembali ke trio monster yang kini berhadapan dengan tiga orang penyebab mereka dikapal sial ini, terlebih

" Tak bisa kupercaya kalian tega menculik anak kecil, membuat hidup mereka terancam, membuat mereka ketakutan " ujar Sanji dingin

" Huh? ah aku ingat, bocah berambut orange dan kuning itu. Anakmu kan? Vinsmoke? jyahahaha " ujar Hody

" Kalau tidak salah anakmu juga ikut terjebak kan? Roronoa " sahut Enel

" Ya lihat yang satunya ada disana bersama Ibunya, jyahahaha " ujar Hody

" Urusai na " ujar Zoro

" Kuso " Sanji

" Mingo! " disisi lain Luffy masih sibuk dengan pertarungannya, tentu saja pertarungannya dengan Doflamingo

" Mugiwara, kau yakin tak mau menyerahkannya padaku? kau ini hanya manusia sampah, kenapa kau begitu yakin bisa memilikinya " ujar Doflamingo yang sedari tadi melayangkan tinjunya pada Luffy tentu saja Luffy menghindar dan melayangkan juga tinju serta tendangannya pada Doflamingo. Mereka saling melayangkan tinju dan tendangan dengan kecepatan dan gerakan yang diatas rata rata, Ussop dan yang lainnya tak dapat melihat pergerakan Luffy dan Doflamingo samasekali. Mereka terlalu cepat

" Damare! " teriak Luffy ia menghindari tendangan Doflamingo dan melayangkan pukulan cepat kearah wajah menyebalkannya itu

Bruaghh

" Khh " disisi lain Doflamingo juga baru saja mengenai telak kepala Luffy dengan tinjunya

Brakk

Kedua pria itu terjatuh dan berdiri lagi, keringat sudah membanjiri keduanya, nafas pun sudah tanpak tersengal sengal, darah segar mengalir dari mulut Doflamingo, sedangkan Luffy kepalanya yang mengeluarkan darah akibat tendangan telak yang ia terima sebelumnya

" Mugiwara, kau takkan bisa menyelamatkan anakmu " ujar Doflamingo

" Dia sudah " ujarnya menjeda

Luffy mengepalkan tangannya kuat kuat, ia melihat Doflamingo yang menyeringai dengan ekspresi yang menurutnya sangat menyebalkan

" Mati " lanjutnya

Hening.. Ya, sepatah kata dari Doflamingo sukses menghentikan perhatian semua orang disana kecuali Sanji, Ussop, Kaya dan Kuma tentunya. Mengingat mereka sudah tau

" Hahaha benar benar disaat kau sibuk bertarung dengan kami, anakmu itu mati terbakar " celetuk Hody

" Kalian ingat jeritannya? haha menggelikan, Mugiwara kau saja tidak sadar akan kematian anakmu kan? " timpal Enel

Luffy semakin mengepalkan tinjunya

" B-boa.. m-meninggal " Hancock segera berbalik kembali kearah Boa dan

Deg

Hal mengerikan lain harus ia dapat, Boa.. gadis kecil itu

" I-nai " Hancock mulai meneteskan airmatanya

" Hancock kenapa kau, eh " Robin mengerti saat ia menatap dimana keberadaan Boa dan Olivia, seharusnya mereka ada disana. Tapi, tidak ada. Mereka takada disana.

" O-olivia " ujar Robin pelan

" B-boa.. Boa " Hancock mulai lemas ia seperti kehilangan sebagian dari dirinya, sama saat ia mengira Luffy meninggal beberapa waktu yang lalu

" BOA!!!! " jerit Hancock, ucapan Doflamingo lalu sekarang gadis kecil itu menghilang, sukses mengacaukan Hancock

Deg

" H-hancock " Luffy berbalik kearah Hancock iapun kaget, gadis itu tengah menutup kedua telinganya dengan tangisan yang takpernah Luffy lihat sebelumnya, gadis itu.. Hancock yang dikenal tak takut apapun, tengah menangis histeris

" O-olivia.. " sedangkan Robin hanya menatap kosong kearah dimana terakhir kali ia melihat Olivia, disisi lain Zoro juga melihat apa yang terjadi disana, ia takpernah menduga kalau Olivia bakal hilang lagi, terlebih ekspresi tatapan kosong Robin sukses mengagetkannya. Zoro takpernah melihat tatapan seperti itu, tatapan... seolah ia mati

" Hancock! Robin! sadarlah! mereka berdua pasti selamat " teriak Nami ia hendak bergerak kearah Hancock dan Robin namun ditahan cepat oleh Kuma

" K-kuma-san " ujar Nami

" Tetap disini, kalau kalian kesana hanya akan memperburuk suasana, lihat Doflamingo dan komplotannya bisa menyerang kalian tiba tiba, tolong tunggu sebentar lagi saja " ujar Kuma

Kalian? ya, bukan hanya Nami tapi Ussop dan Kaya hendak berlari juga kearah Hancock dan Robin

" D-demo " Kaya

" Siapa? masaka anda menunggu " Ussop

" Ya, Vegapunk " ujar Kuma

Sementara itu, melihat Hancock yang kacau Doflamingo tertawa penuh kemenangan

" Benar, Hancock.. anakmu sudah mati terbakar, diruangan ini " ujarnya dengan senyuman licik

" Diam kau! " teriak Luffy

" Kalian datang terlalu lama, dia sudah hangus menjadi.. abu " Doflamingo

" TIDAK!!! AAAAAA!! " Hancock semakin kacau, ia takbisa berfikir jernih lagi, putrinya.. ah tidak, bahkan sebelum ia tau kalau Boa adalah putri kandungnya pun, ia sudah sangat menyayanginya, ia tak tau kenapa, mungkin inilah yang disebut ikatan batin seorang Ibu dan anak

" H-Hancock-sama, R-robin-chan " Sanji juga kaget melihat Hancock dan Robin yang mendadak seperti bukan mereka

" Oi Onna! jangan main main denganku " tanpa diduga Zoro mendekati Robin, disisi lain juga Luffy berlari mendekati Hancock

" Eh? " Sanji

" Mau apa dia " Hody

" Entahlah " Enel

" Cih " Doflamingo

Luffy mendekati Hancock dan memegang kedua bahunya cepat

" Hancock! " ujar Luffy khawatir, darah segar yang mengalir dikepalanya tak ia hiraukan, memar dibeberapa bagian tubuhnyapun tak ia rasa

" Hancock! " teriak Luffy lagi

" Boa.. hiks t-tidak.. b-boa " tatapan Hancock kosong, ia masih terus terisak, dalam fikirannya hanya terbayang muka Boa yang ketakutan karena api yang hendak membakar habis ruangan dimana ia berada dan ia yang akhirnya terbakar..

Deg

" AAAAAAA TIDAK!!! HENTIKAN! " Hancock memekik penuh tekanan, ia hancur.. membayangkan gadis kecil itu sendirian disini.. terbakar.. tanpa ada seorangpun yang datang menyelamatkannya

" HENTIKAN!!! " teriak Hancock

Luffy menggertakan giginya, lalu tanpa diduga

grep

" Hiks.. hentikan.. kumohon " Hancock tak sadar, ia samasekali tak sadar kalau saat ini Luffy tengah

" Dia memeluknya? " Hody menatap tak percaya adegan didepannya

" Hee, dia memeluknya loh Doffy " celetuk Enel

Urat urat dikening Doflamingo mulai mengeras

" Kuso "

Kembali ke LuHan

" Hancock " entah sudah keberapa kali Luffy memanggil namanya, namun ia masih tak menyahut panggilannya samasekali, ia masih mengucapkan kata kata yang sama

" Hentikan.. B-boa, hiks "

Luffy semakin mengeratkan pelukannya pada Hancock

" Dengarkan aku, Hancock " ujar Luffy tepat ditelinga Hancock

" Aku takkan membiarkan itu terjadi, kita disini untuk menyelamatkannya. Jadi, kau harus percaya padaku " lanjut Luffy

Tanpa diduga, Hancock diam.. ia berhenti menangis, tanpaknya ia barusaja tersadar

" L-luffy "

" Percayalah padaku " ujar Luffy

Hancock hanya diam, ia dapat merasakan hangatnya pelukan Luffy, ia dapat merasakan keyakinan Luffy, dan.. ia bisa merasakan degupan jantung Luffy yang tanpak berdebar debar, Hancock tertegun.. iapun membalas pelukan Luffy dan menangis lagi, ia menangis dibahu Luffy

" Hiks.. Luffy.. " ujar Hancock, ia takmau Boa meninggal, ia takut... ia takut takbisa menyelamatkan gadis kecil itu

" Boa akan baik baik saja, percayalah padaku " ujar Luffy, ia sebisa mungkin menahan dadanya yang sakit, bukan karena pukulan telak Doflamingo, walau harus ia akui memang pukulannya sakit luarbiasa, namun

Jantungnya yang berdebar tak karuan membuatnya bingung, apa segitu dahsyatnya pukulan Doflamingo sampai jantungnya berdebar debar begini? atau karena ia memang memiliki penyakit jantung? entahlah Luffy sendiri tidak mengerti, yang jelas prioritas utamanya sekarang adalah Hancock dan juga Boa.

" L-luffy " ujar Hancock pelan

" hmm? " tanya Luffy

" Berjanjilah kau akan baik baik saja " ujar Hancock, ia tau Luffy kuat dan petarung yang kuatnya diatas rata rata, tapi ia juga tau Doflamingo tak kalah kuat darinya, maka dari itu ia takmau kalau sampai Doflamingo juga melukai Luffy

" Tentu saja, aku sudah bilang kan? aku akan menghajar siapapun yang menganggumu dan Boa " ujar Luffy

" Aku takkan membiarkan tangan kotornya menyentuhmu " ujar Luffy lagi

Deg

Hancock hanya diam

" Sekarang " Luffy melepaskan pelukannya dan menatap Hancock dengan serius

" Aku akan menghajar Mingo, kau tunggulah " ujarnya

Hancock menatap pancaran keyakinan dimata Luffy, iapun menutup matanya dan menghela nafas panjang

" Kumohon.. berhati hatilah Luffy " ujar Hancock sembari menatap lekat mata Luffy

" Tentu saja " ujar Luffy sembari memberikan cengiran khasnya dibalas senyuman manis Hancock.

Disisi lain pada waktu yang sama

" Oi onna, apa apaan kau " Zoro mengguncang pelan bahu Robin. Gadis ini tanpak menatap kosong tempat terakhir ia melihat Olivia, apa apaan itu, Zoro tanpak kesal dan semakin mengguncang bahu Robin

" Oi! kau dengar aku tidak? sadarlah! " teriak Zoro

" ... " Robin hanya diam

" Cih " Zoro menatap sebal kearah Robin, lalu

grep

Hal yang Luffy lakukan pada Hancock, ia lakukan juga pada Robin. Ya, memeluknya

Semua orang disana tanpak tak percaya dengan adegan tak biasa itu, Luffy yang terkenal absurd dan buta akan cinta dan hal hal berbau kasmaran, begitupun dengan Zoro. Tiba tiba memeluk seorang gadis yang tengah menangis, hal yang tidak mungkin sekali bagi seorang Luffy dan Zoro. Namun itu memang terjadi, walau takbisa diduga sekalipun.

" Dengar, aku bahkan mengalami hal yang lebih mengerikan dari ini , saat Boa dan Olivia tiba tiba meninggalkanku seorang diri dipintu nomor 2, aku yang seharusnya menjaga mereka malah membiarkan mereka menghilang begitu saja " ujar Zoro

" Dan Olivia menghilang tepat saat ia memanggilku dengan sebutan itu.. sebutan seorang anak pada ayahnya " ujar Zoro

Deg

Robin tanpak tersadar, iapun baru sadar kalau ia tengah.. dipeluk Zoro? benarkah? bagaimana bisa? begitulah fikirnya

" Kemana sifat tenangmu itu? kenapa kau harus ikut ikutan panik? kau tidak percaya padaku? aku akan menghajar komplotan Doflamingo dan menyelamatkan Olivia, kau dengar? aku akan menyelamatkannya " ujar Zoro lagi

" Z-zoro " ujar Robin pelan

Deg deg deg

Jantung Zoro mulai berdebar tak karuan

" Awas saja kalau kau begini lagi, percayalah padaku, mengerti? " ujar Zoro iapun melepaskan pelukannya dan menatap tajam kearah Robin

" Z-zoro, a-arigat- " ucapan Robin dipotong cepat oleh Zoro

" Katakan itu saat Olivia berhasil kuselamatkan " ujar Zoro

Robin mengangguk sembari tersenyum. Ya, ia harus percaya, kalau Zoro dan teman temannya yang lain pasti berhasil.

" Sekarang " Zoro berdiri menatap tajam kearah Hody, begitupun dengan Luffy, ia menatap tajam kearah Doflamingo

" Omae wa orega butobase " Luffy mengepalkan tinjunya

Zoro memakai penutup kepalanya dengan kain hitam, setiap bertarung ia pasti memakainya

" Yosh " disisi lain Sanji juga sudah bersiap dengan kakinya. Ya, gaya bertarungnya adalah dengan memakai kakinya, ia takpernah memakai tangannya jika bertarung.

Luffy, Zoro dan Sanji segera mendekati Doflamingo dan komplotannya

Sanji vs Enel

Sanji berlari cepat kearah Enel dan menendang telak leher Enel

Bruakk!

" Cepat sekali, kuso " Enel menghunuskan tongkat beratnya tepat keperut Sanji

Brugghh

" K-kuso " Sanji langsung muntah darah, tongkat itu sangat berat dan kuat, lebih kuat dari baja sekalipun

" Sanji-kun!!! " teriak Nami , melihat Sanji yang muntah darah tentu saja ia histeris

" Nami oi tenanglah " Ussop dan Kaya berusaha menahan Nami yang hendak berlari kearah Sanji dan Enel

" Brahh bruahh " Sanji mengelap bibirnya dan menatap tajam Enel

" Sanji-kun! "

" Eh? N-nami-san? " Sanji melihat kearah Nami, gadis itu tanpak hampir menangis ketakutan

" Oi Sanji! omae daijobu ka? " tanya Ussop

" Tenang saja, aku baik baik saja " ujar Sanji

" Nami-san, aku tak apa apa, aku pasti akan mengalahkannya " lanjutnya

" B-baka! " Nami berhenti memberontak dan menatap tajam kearah Sanji, ia hampir saja menangis

" Awas saja kalau kau kalah! aku takkan pernah memaafkanmu! " teriak Nami

" Ha'i Nami-san " ujar Sanji

" Melihat kemana kau " Enel tiba tiba kembali menghunuskan tongkatnya namun Sanji menangkisnya cepat

" Kau memakai itu lagi ya, baiklah " Sanji mulai mengetukan kakinya kelantai

" Aku akan serius kali ini " ujarnya lagi

Zoro vs Hody

" Roronoa, aku tak paham kenapa kau berbuat sampai sejauh ini hanya demi bocah dan wanita tak berguna itu " ujar Hody

Zoro hanya diam, ia memegang erat pedangnya

" Apa karena cinta? jyahaha atau perasaan? simpati? cih manusia memang tak berguna " Hody langsung melancarkan tendangannya dan Zoro langsung menahannya dengan pedangnya

" Berisik kau, keparat " Zoro mendorong Hody cepat dengan pedangnya, Hody langsung menahan diri dengan kakinya sekuat mungkin

" Hoo, kau lumayan juga " ujar Hody

Zoro mulai memasang kuda kudanya

" Manusia rendah sepertimu takkan bisa menghunuskan pedang itu padaku " ujar Hody

" Oni " Zoro

" Jyahahahaha " Hody

" Giri! " Zoro melesat dengan kecepatan tak biasa, namun

Bruggg

Hody menahan pedang Zoro dengan kakinya

" Khh " Zoro

" Jyahaha, mau menebasku? " ujar Hody dengan tawaan mengejek, iapun meninju cepat wajah Zoro

Brughh

" Khhh " Zoro terpental dan hendak jatuh namun ia menahan badannya cepat, pedangnyapun masih ia genggam erat

" Jyahaha, kau cukup kuat untuk ukuran manusia rendahan " ujar Hody

" Kau " ujar Zoro

Hody menatap Zoro

" Kau tau panggilan apa yang cocok untuk orang sepertimu? " ujar Zoro

" Hah " Hody

" Ittoryu " Zoro dengan tatapan membunuhnya tepat kearah Hody Jones.

" Az-"

Set, gerakan Zoro sangat cepat. Terlalu cepat

Luffy vs Doflamingo

Luffy dan Doflamingo masih terus melayangkan tinju, tendangan, pukulan apapun itu namun mereka juga masih terus berhasil menghindar atau kadang berhasil mengenai atau terkena pukulan itu.

Doflamingo melihat celah ia langsung memukul kuat wajah Luffy, namun Luffy dengan cepat menahan pukulannya itu dan menendang kuat perut Doflamingo

Brughh

" Khhh, kuso "

" Rasakan ini, Mingo!!! " teriak Luffy

Brugghhh

" Khhahh "

Pukulan telak tepat mengenai dada Doflamingo, ia langsung muntah darah

" Oi Doffy, apa apaan kau? apa kau menjadi lemah gara gara bocah ini memeluk wanita itu "

Sebuah suara, siapa?

" Kisama " geram Kuma

" Eh? dare? dare? " tanya Nami, Ussop dan Kaya

Hancock dan Robin juga mencari siapa yang berkata tadi, karena itu bukanlah suara Enel maupun Hody, mereka berdua masih disibukan dengan Zoro dan Sanji.

" Shirorororo, hoo Kuma, lama tak berjumpa " ujarnya dengan tawa aneh

" Dareda " teriak Luffy

Doflamingo langsung memukul lagi dada Luffy saat perhatiannya teralihkan

" Luffy awas! " teriak Hancock

" Eh? "

Brughh

" Aagh " Kena telak, namun Luffy masih menahan setiap pukulan yang ia dapat, ia takkan tumbang semudah itu

" Kuma-san! siapa dia? " tanya Nami

" M-masaka " ujar Kaya menduga

" Masaka? siapa dia Kaya? " tanya Ussop

" Dia " ujar Kuma

" Shirorororo " orang itu tertawa lagi , melihat itu Kuma semakin muak

" Caesar clown " lanjut Kuma

Deg

" C-caesar " Nami

" Clown " Kaya

" D-dia " Ussop

" Siapa? " tanya Hancock bingung. Ya, mengingat ia tak tau perihal siapa itu Caesar

" Sepertinya dia komplotan Doflamingo juga " ujar Robin, ia juga tak tau namun dugaannya juga memang tepat

" Shirororororo, kalian sudah berkumpul disini rupanya " ujar Caesar

" Kisama, gara gara kau mereka berempat berhasil lolos kemasa lalu " ujar Doflamingo dengan nada dingin

" Kau mengacaukan semua rencana Doffy, gahh " ujar Enel

" Memang ilmuwan gadungan " cibir Hody

" Kusoo! ini semua salah Vegapunk sialan itu! kalau bukan karena dia, rencana kita semua sudah berhasil! dasar tak tau berterimakasih! kalian fikir berkat siapa semua modifikasi mematikan dikapal ini berhasil bekerja? berkat aku! aku! " teriak Caesar tak terima

" Kau saja yang tak becus mengurus Vegapunk " celetuk Enel

" Ya, kau memang ilmuwan payah " timpal Hody

" Gahh " Doflamingo menatap malas kearah rekan rekannya

" K-kuso, apa maksud ucapan ka- "

Bruggh

" Aaargggh " Caesar terpental cukup jauh dan langsung menghantam dinding keras ruangan itu

Brakkk

" Kocha kocha urusai na " ujar Luffy

" Luffy " Ussop menatap tak percaya pada Luffy

Ya, Luffy menendang cepat perut Caesar , dan kena telak, ia langsung terpental

" Pfft bagus Luffy " ujar Nami

" Lihat kan? dia memang bodoh " ujar Enel, dan sebelum ia berkata lagi sebuah tendangan dengan kecepatan tinggi dan cukup panas menimpa kepalanya

Bruaggghhh

" Akkh " Enel

" Melihat kemana kau, bedebah " Sanji menendang kuat kepala Enel, tentu saja Enel langsung tersungkur dengan kepala yang berdarah

" Aakkh, p-panas " ujar Enel kesakitan

" Azura " Zoro menebas cepat Hody dengan kecepatan yang bahkan Hody sendiri sulit untuk menghindarinya

" Aarggh " Hody tumbang seketika

Brugg

" Kau hanyalah katak didalam kolam yang tak tau apapun, jadi " ujar Zoro dingin, ia meletakan kembali katananya dipinggangnya

" Tutup mulut busukmu itu " lanjutnya

" Waa Zoro Sanji wooo woo " Ussop tiba tiba heboh sendiri

" Yatta! " seru Nami

" Yokatta " Kaya

Robin langsung bernafas lega

" Selesai " Kuma selesai mengikat Caesar kuat, ia takkan membiarkan orang ini bebas begitu saja, iapun juga mengikat cepat Enel serta Hody, namun

" Terima ini, Mingo!!! " teriak Luffy yang melayangkan pukulannya sekuat tenaga kearah Doflamingo

" Cih , jangan memaksakan keberuntunganmu, bocah " Doflamingo langsung memasang pertahanan namun

Bruggghhhh

" Aaaaarrggh! " tenaga Luffy lebih kuat, iapun langsung terpental dan tersungkur kebawah

" Akkkhhh " Doflamingo memang kuat, ia sangat kuat namun Luffy lebih kuat lagi, setelah melihat tangisan Hancock, dan melihat Boa yang kembali menghilang menambah kekuatannya, amarahnya untuk menghajar Doflamingo semakin besar

" Yatta! " teriak Ussop, Kaya dan Nami

" Y-yokatta " Hancock

" Hahh " Robin dan Zoro hanya bernafas lega, mereka memang tak perlu meragukan Luffy

" Hmph " Sanji tersenyum lega

" Khh Aakhh " Doflamingo berusaha mengatur nafasnya, ia tanpaknya akan kehilangan kesadarannya, harus ia akui ia memang lebih lengah saat Luffy dan Hancock berpelukan tadi, ia melakukan semua rencana ini, sejauh ini hanya demi wanita itu..

Ya, Doflamingo terlalu terobsesi dengan Hancock, ia ingin mengambil hatinya namun takpernah berhasil, ia selalu gagal, Hancock takpernah meliriknya, ia selalu merendahkan semua laki laki, semuanya.. kecuali Luffy.

Ya, hanya dialah laki laki yang dipandang berbeda oleh Hancock. Dan itu semua membuat Doflamingo muak. Iapun tanpak lelah bertarung, terlebih umurnya sudah jauh lebih tua, mengingat ia datang dari masa depan juga berkat Caesar, tentu saja untuk menyusul Kuma dan Vegapunk yang seenaknya membawa Boa juga Olivia pergi, namun sepertinya rencananya memang gagal, tapi

" Hah hah, Mugiwara " ujar Doflamingo dengan nafas yang sudah sangat sesak, Luffy menatap kearah Doflamingo, sepertinya ia harus memukulnya lagi begitulah fikirnya

" Hah hah, aku akan memberimu waktu untuk menyelamatkan anakmu hah hah " ujarnya lagi

" Apa maksudmu " teriak Luffy

" Memberi waktu? " ujar Hancock

" Apa kau bisa menyelamatkan Hah gadis kecil itu hah hah atau " Doflamingo menjeda ucapannya

" Membiarkannya " ujarnya pelan

" Mati "

Deg

" Hahahaha , akhh " Doflamingo langsung menekan sesuatu disaku bajunya, dan

" M-masaka " ujar Kuma

" Ya, kau dan semua orang disini yang berasal dari masa depan, akan kembali " setelah mengatakan itu, perlahan Doflamingo menghilang, begitupun dengan Caesar, Hody dan Enel. Lalu

" Kuma-san! " teriak Nami

" Eeh, Kuma-san! " Kaya juga kaget, bagaimna tidak? Kuma juga mulai transparant dan hendak menghilang

" Mingo!!! kuso " Luffy hendak menendang lagi Doflamingo namun ia sudah terlanjur menghilang

" D-dia menghilang " ujar Zoro

" Dengarkan semuanya " ujar Kuma cepat

Sontak semuanya langsung menatap Kuma

" Waktu kalian tak banyak, tempat ini tidak aman, kalian semua harus cepat keluar dari sini, dan " Kuma beralih pada Luffy

" Selamatkan putri anda Tuan muda Luffy, saat ini tepat dimasa depan , Boa-ojousama, berada diruangan ini "

" Eeh? "

" Sendirian " lanjut Kuma, setelah itu ia benar benar menghilang

" Oe oe oe, apa apaan tadi itu " ujar Ussop mulai panik

" Kuma-san.. m-menghilang " ujar Nami

" Apa dia akan baik baik saja? " tanya Kaya

" Si brengsek Enel dan Hody juga menghilang " sahut Sanji

" Caesar juga " timpal Zoro

" Mereka semua, kembali ke masa depan " ujar Robin

Hancock hanya diam, ia mengepalkan tangannya kuat kuat

" Mingo!!!! keluar kau! " teriak Luffy

" Hoi Luffy, hentikan dia takkan kembali lagi, dia sudah kembali ke masa depan " ujar Ussop

" Aku tak peduli! Mingoooo " teriak Luffy murka

" Hah biarkan saja dia " ujar Zoro

" Mattaku " Sanji

" Jadi? sekarang ap-" ucapan Zoro terpotong oleh sebuah suara yang tiba tiba menggema diruangan itu

" Warning. "

" Warning. "

" Emergency incineration command has been acknowledged. "

" Incineration will begin in... 18 minutes "

" Please evacuate the incineration immediately "

Wajah mereka semua kini memucat pasi.

" O-oe oe, s-suara apa itu " ujar Ussop

" U-ussop-san " Kaya tanpak takut, ia memegang ujung baju Ussop sembari gemetaran

" M-masaka " ujar Nami dengan muka tak kalah takutnya dari Kaya

" I-ini peringatan untuk " ujar Hancock tak menyelesaikan ucapannya

" Pembakaran ruangan " ujar Robin

" Cih! apa apaan ini , hoi! Doflamingo! kuso! " Sanji segera menendang pintu dimana mereka masuk tadi dengan kekuatan penuh , namun nihil

" Mingooo!!! keluar kau! " Luffy tak menghiraukan peringatan barusan, ia masih terus meneriaki Doflamingo

" R-ruangan ini, bukankah mulai agak... panas? " ujar Kaya

" Y-ya, lihat dindingnya b-berwarna kemerahan " timpal Nami

" Kita harus segera keluar dari sini, atau kita semua bisa terpanggang hidup hidup! " seru Ussop

" Tenanglah, kita pasti ak-" ucapan Robin terpotong oleh suara itu lagi

" Incineration will begin in... 17 minutes "

" Sial! " Zoro mendekati Sanji dan berusaha mendobrak pintu itu, namun sama saja, nihil

" Buka! cih! "

" Kuso! "

" Grrrrrr, Mingooo!!!! dokodaa! " Luffy

" Incineration artinya... terbakar.. kita semua akan terbakar " ujar Nami mulai pesimis

" K-kita semua akan mati " timpal Kaya sama pesimisnya

" Kuso! " ujar Ussop tanpaknya ia benar benar kesal

" Minna, tenanglah kita pasti bisa keluar dari sini, pasti ada petunjuk, lihat disini bukan hanya ada satu pintu, tapi " Robin menunjuk pintu lain diruangan itu, dan itu merupakan pintu yang mereka cari cari selama ini. Ya, disana tegak pintu nomor 9. Mereka bahkan melupakan pintu itu saking panik dan kagetnya.

" A-ah benar! pintu nomor 9! kenapa aku bisa lupa " ujar Nami

" Benar, k-kalau begitu ayo keluar " ujar Kaya

" B-benar ayo " ujar Ussop

" Apa bisa terbuka ? " tanya Sanji

" Kita coba saja dulu " ujar Zoro

" Kuso!! " Luffy benar benar kesal, pertarungannya belum selesai, ia bahkan belum puas menghajar Doflamingo tapi dia malah menghilang ditengah tengah pertarungan mereka , Luffy benar benar kesal, mana Boa menghilang lagi.

" Biar kita periksa dulu pintunya, lebih tepatnya RED nya " ujar Robin

Nami, Kaya, Ussop, Sanji dan Zoro mengikuti Robin kearah pintu nomor 9 , mereka segera mendekati RED nya, sementara itu Luffy hanya terdiam ditengah ruangan sembari mengepalkan tangannya kuat kuat. Sementara Hancock, dia hanya terdiam, ia tak merasakan panik atau takut. Ia malah merasa.. kosong.

Tiba tiba sebuah suara muncul, suara dari tengah ruangan, dimana Luffy berdiri.

" A-apa " Luffy segera menyingkir dan tepat dilantai ruangan itu sesuatu muncul, sesuatu dari bawah sana tepatnya, yang lainpun mendengar suara berisik itu dan segera menoleh keasal suara. Merekapun terdiam.

" S-sesuatu.. ada sesuatu yang keluar darisana " ujar Ussop mewakili yang lainnya

" A-apa itu " ujar Kaya

Sebuah benda aneh, tanpak seperti mesin, disana terdapat layar dengan keyword, sebuah komputer? ah bukan benda ini memang mirip seperti komputer namun bentuknya sangat berbeda dari komputer pada umumnya

" Apa itu? " ujar Luffy

Kemudian Robin dkk menghampiri Luffy dan melihat lebih dekat, benda apa yang baru saja muncul itu.

" Ada layarnya " ujar Nami

" Keyword juga " sahut Kaya

" Apa itu, komputer? atau mesin aneh lainnya? " celetuk Ussop

" Yang bisa kulihat saat ini hanyalah pantulan wajahku dilayar ini, monitor ini mati " ujar Sanji

" Wajahmu cukup berantakan dan tampak panik " celetuk Zoro

" Diam kau kepala lumut, bagaimana mungkin aku bisa tenang sa-" dan ucapan Sanji terpotong lagi, oleh suara yang semua orang disana sangat tak ingin dengar

" Incineration wil begin in... 15 minutes "

" Gahh, suara itu lagi " ujar Sanji

" Argh kita harus cepat keluar dari sini " ujar Ussop

" Tenanglah, lihat benda ini mungkin kunci untuk keluar dari sini " ujar Zoro mencoba menenangkan keadaan, namun mereka semua terlanjur panik dan ketakutan

" Benar, pasti ada petunjuk untuk jalan keluarnya " ujar Robin, jujur saja saat ini perasaannya benar benar tak karuan, Olivia tiba tiba menghilang lagi, dan sekarang mereka semua malah terjebak dengan ruangan sial ini. Namun Robin berusaha tenang, panik takkan menyelesaikan masalah, maka dari itu ia lebih memilih tenang dan mencari jalan keluar dengan kepala dingin.

" B-benar juga, jika benda ini muncul tiba tiba itu artinya benda ini penting kan? " ujar Nami

" Benar! ayo mungkin bisa dinyalakan? " ujar Kaya

" Luffy? kenapa kau diam saja " Ussop baru sadar kalau sedari tadi Luffy hanya diam, ia tak lagi meneriaki Doflamingo, bukan hanya Luffy namun Hancock juga sama, sedari tadi ia hanya diam saja. Ada apa dengan mereka berdua?

" Luffy? " ulang Ussop

" Hancock, kenapa kau hanya diam disitu? sini " Nami menghampiri Hancock, iapun melihat tatapan kosong Hancock, melihat itu Nami mulai khawatir

" H-hancock? hei? kau baik baik saja kan? " tanya Nami

" Hancock? "

" Menyala " ujar Robin

" nde? dan apa itu " ujar Zoro

Ya, layar dimonitor itu menyala sekarang, dan langsung menampilkan beberapa kotak dengan angka didalamnya dan beberapa kotak lainnya dibagian paling bawah... mirip seperti sebuah..

" Ludo, ini mirip sekali dengan game ludo " ujar Ussop

" Ya benar, ini memang game ludo " timpal Kaya

" Kenapa dia diam saja " gumam Sanji sembari menatap Luffy

" Mereka berhasil menyalakannya " ujar Nami tanpak lega, kemudian ia kembali beralih pada Hancock

" Hancock? "

" Hancock! kau kenapa sih " Nami benar benar merasa kalau Hancock tidak seperti dirinya, kenapa dia?

" Nami, tolong awasi Hancock, sementara kami akan memecahkan game ini " ujar Robin

" Wakatta " ujar Nami

Kembali ke Robin dkk

" Mungkin jika kita memecahkan puzzle ini, peringatan pembakaran itu akan berhenti kan? " ujar Ussop mencoba berharap

" Ya, mungkin saja " ujar Kaya

" Kalau begitu tak ada salahnya jika dicoba " ujar Zoro

" Aku ak-" ucapan Robin terpotong, oleh suara menyebalkan itu lagi

" Incineration will begin in... 13 minutes "

" Sial, 13 menit lagi " ujar Zoro

" Waktu kita hanya 13 menit lagi " ujar Ussop mulai pesimis

" Kuso " gerutu Sanji

" A-apa kita akan berhasil? " tanya Kaya mulai khawatir

" Kita pasti berhasil " ujar Robin optimis

" R-robin " ujar Kaya

" Tolong aku, Papa...Mama... "

Deg!

Luffy dan Hancock segera tersadar saat sebuah suara muncul begitu saja dalam fikiran mereka, fikiran mereka?

" B-boa " ujar Hancock tiba tiba

" H-Hancock? kau tak apa? " ujar Nami yang kaget dengan reaksi Hancock yang tiba tiba

" Boa! dimana kau! " teriak Luffy

" Luffy? kenapa kau memanggil Boa? " tanya Ussop heran

Ada apa dengan mereka berdua?

" Aku mendengar suaranya " ujar Luffy

" Suara siapa? " tanya Ussop

" Suaranya! diamlah dulu, aku " Luffy berusaha menajamkan lagi pendengarannya

" Tunggu dulu Nami, biarkan aku " tak jauh berbeda dengan Luffy. Hancock pun berusaha menajamkan pendengarannya

" Tolong! "

" TOLONG AKU! "

" Papa! Mama! Onnichan! "

Deg!

" Boa! " seru Luffy dan Hancock bersamaan

Semuanya hanya diam, ada apa dengan mereka berdua?

" Boa? " Ussop

" Ada apa dengan Boa? " Kaya

" Kumohon, kalian diamlah dulu " ujar Hancock, kemudian ia mulai berdiri dan berjalan mendekati Robin dkk, hal yang sama dilakukan oleh Luffy, sementara yang lain hanya diam

" Boa! Boa! Apa kau dapat mendengarku? tolong katakan sesuatu! " teriak Hancock

" Boa! kau bisa mendengarku kan? " teriak Luffy

" Sial! apa koneksi kami terputus? " ujar Hancock

" Boa!!! " teriak Luffy

Semua orang hanya diam, mereka saling pandang dan menggeleng, ada apa dengan Hancock dan Luffy?

" Boa! jawab aku! Boa! " teriak Hancock

" Apa mungkin.. mereka saling berkomunikasi lewat fikiran? " gumam Robin

" Eeh, apa maksudnya " ujar Nami

" Diam dulu, kita takboleh menganggu mereka, nanti pasti kujelaskan " ujar Robin

" Baiklah " ujar Nami

Merekapun kembali memperhatikan LuHan yang masih meneriaki nama Boa

" P-papa..M-mama? "

Hancock dan Luffy mendengarnya lagi, tidak salah lagi itu memang suara Boa.

" Boa! " teriak Hancock

" Boa! dimana kau! " teriak Luffy

" Papa! Mama! a-aku.. aku di ruangan pembakaran! "

" Sudah kuduga "

Lalu, suara itu... muncul lagi

" Incineration will begin in... 7 minutes "

" Papa, Mama! kita takpunya banyak waktu.. a-aku takut "

" Boa, tenanglah kami pasti akan menyelamatkanmu, kau dengar? kami akan menyelamatkanmu! " ujar Luffy

" Boa, tenanglah, jangan panik " ujar Hancock

" B-baiklah "

Kemudian Hancock dan Luffy saling pandang dan mengangguk. Merekapun akhirnya mengerti semuanya, mereka mengerti apa maksud dari semua ini. Mereka tau mengapa Nonary Game diadakan hari ini. Mengapa mereka semua diculik dan dibawa ketempat ini. Semua ini untuk menyelamatkan mereka... Ya, menyelamatkan anak anak mereka semua, anak anak mereka dimasa depan..

Ya, ini semua memang gila, sangatlah gila dan tak rasional samasekali, namun hanya ada satu jawaban yang pasti..

Boa adalah...

Zero adalah...

Monkey D. Boa

Dia menciptakan kembali sejarah masa lalu untuk menyelamatkan diri dimasa depan, 9 tahun dimasa depan. Ya, dia berusaha menyelamatkan diri sekarang. Itu artinya hanya ada satu hal yang harus Hancock dan Luffy lakukan.

Walau semua ini cukup gila..

Mereka berdua akan menyelamatkannya..

' Kami akan menyelamatkannya.. Monkey D. Boa ' batin Hancock dan Luffy

' Aku harus menyelamatkannya apapun yang terjadi ' batin Hancock

' Takkan kubiarkan dia mati ' batin Luffy

Kemudian, suara itu muncul lagi..

" Incineration will begin in... 6 minutes "

" Papa! Mama! "

" Ya, aku tau! tenanglah, ok? aku janji aku akan mengeluarkanmu darisana! " teriak Hancock

" Aku takkan membiarkanmu mati! aku berjanji ! " teriak Luffy

" Jangan khawatir! berikan kami beberapa menit, ok? " ujar Hancock lagi

" B-baiklah "

" Luffy, aku akan menyelesaikan puzzle disana, dan tolong sebutkan apa saja yang akan aku pilih dipuzzle itu pada Boa, biar dia mengikuti apa yang akan aku pecahkan (baca:puzzle) " ujar Hancock

" Wakatta " ujar Luffy

Mereka berduapun segera mendekati layar monitor yang sedari tadi diutak atik oleh Robin dkk

" Robin, biar aku " ujar Hancock

" Aku mengerti, Hancock kuserahkan ini padamu " ujarnya

" Arigatou, Robin " ujar Hancock

" Arigatou, Robin " ujar Luffy

" Ya, tak masalah " ujar Robin sembari tersenyum hangat

" Nah, Hancock fokus " Hancock bergumam pada dirinya sendiri, disebelahnya tanpak Luffy yang menatap layar monitor dengan serius

' Disini ada 13 kotak dan bentuknya seperti catur, setiap kotak memiliki satu angka dan ada juga satu huruf ' batin Hancock

' Mungkin panelnya harus diubah '

' Aku hanya harus mengubah isi kotaknya kan? '

' Baiklah '

Ketika Hancock menekan (petunjuk), angka muncul di tempat kosong di barisan kotak itu. Mereka semua satu digit. Hancock merasakan bahwa angka berubah ketika ia mengganti kotak berwarna kuning. Tapi kotak di bagian bawah ... mengapa tetap kosong ketika Hancock menekan (petunjuk)?

Iapun mengganti kotak berisikan huruf ' P ' dengan angka ' 1 ' dideretan kotak paling bawah. Kemudian ia juga mengganti kotak berisikan huruf ' S ' dengan angka ' 3 ' dideretan kotak paling bawah.

Kemudian huruf ' W ' diganti dengan angka ' 5 '

Lalu huruf ' R ' diganti dengan angka ' 7 '

Luffy menyebutkan semua huruf dan angka yang harus diubah, tentu saja ia menyerukannya pada Boa, dan Boa sendiri dapat mendengarnya dengan jelas, iapun mengikuti semua yang Luffy katakan.

5 (9) 3 (9) 7

(9) 1 (9) 8 (9)

3 (9) 6 (9) 3

(9) 8 (9) 1 (9)

7 (9) 3 (9) 5

dan tepat dikotak deretan paling bawah tertera huruf yang merangkai sebuah kata

P A S S W O R D

Lalu, tak lama layar monitor itu menampilkan sebuah tampilan lain..

SUCCSESS

please enter password

Tak lama kemudian, layar menampilkan tampilan berbeda lagi, sebuah kata Password dan dibawahnya kotak persegi panjang kosong dan dibawahnya lagi terdapat deretan huruf juga angka, sudah jelas, kali ini Hancock harus memasukan passwordnya.

Iapun mencoba menekan..

PASSWORD

ERROR!

' S-salah '

Kemudian ia mencoba lagi

11037

ERROR!

Kemudian Hancock ingat, kalau game ini, semua berhubungan dengan..

Hancock menekan angka 9

9

SUCESS

' B-berhasil '

" Passwordnya ' 9 ' , Boa " seru Luffy

Lalu layar menampilkan lagi deretan kotak tadi, dengan angka yang sama namun tidak untuk kotak dideretan paling bawah, jika tadi menunjukan huruf, kali ini kotak dideretan paling bawah itu menunjukan..

2 (ditambah) 4 (ditambah) 5 (ditambah) 7 (ditambah) 8

" Ya! berhasil! " ujar Hancock

" Boa! bagaimana denganmu? " teriak Luffy

" Boa! " teriak Hancock

" Ya! a-aku berhasil! aku memecahkan puzzlenya, ah maksudku Mama.. kau berhasil memecahkan puzzlenya untukku, dan Papa kau juga membantuku menyebutkan apa saja yang harus aku tekan... aku meniru semua yang kalian arahkan padaku! sekarang, aku hanya harus menekan tombol ' enter ' "

" Apa lagi yang kau tunggu? tekan tombolnya! " seru Luffy

" Cepat Boa! " seru Hancock

" B-baiklah akan kutekan sekarang "

Kemudian sebuah suara peringatan muncul lagi, namun kali ini isi peringatannya berbeda..

" Emergency shut down command has been confirmed. "

" Incineration system has been disabled "

Lalu, mesin itu tiba tiba kembali masuk kebawah lantai.

" Papa! Mama! berhasil! pembakarannya sudah berhasil dibatalkan! "

" Yokatta.. Boa.. " ujar Hancock tanpak lega

Tiba tiba suara peringatan itu muncul lagi

" Hancock " ujar Luffy

" A-ah ya benar, umm Boa! keadaan disini tak begitu bagus, aku " seru Hancock

" Wakatta, Mama.. berhati hatilah, soshite.. hontou ni.. Arigatou "

Saat itu Hancock menyadari tatapan aneh dari Nami dan Kaya, tak lupa Ussop pun memberi tatapan yang sama.

Tatapan... aneh

" Luffy " Ussop

" Hancock " Nami

" Apa kalian berdua, baik baik saja? " Kaya

" Itu tak penting, bukankah tadi kalian dengar? peringatannya? " ujar Hancock

" Kami baik baik saja kok " Luffy malah menjawab pertanyaan Kaya dengan santai

" Y-ya kita memang berhasil, demo " ujar Nami tanpak belum puas

" Kalian tadi.. biacara dengan.. siapa? " tanya Ussop

" Tentu saja biacara dengan Boa " jawab Luffy enteng

" L-luffy " gumam Hancock pasrah

Dan suara peringatan itu muncul lagi, dengan kata kata yang cukup menghentikan nafas semua orang disana

" Incineration will begin in... 90 seconds "

" Oe oe oe " Ussop

" Tanpaknya peringatan sebelumnya itu... palsu " Kaya

" Usoo " Nami

" Kuso " Sanji

" Sepertinya pembakarannya takkan bisa dihentikan " Zoro

" Sial! " Luffy

" Kenapa? kenapa tak berhenti? " Hancock

" Apa apaan ini! " ujar Ussop mulai panik lagi

" Incineration will begin in... 60 seconds "

" Aaah bagaimana ini " Ussop

" P-peringatannya tak berhenti " Nami

" Bagaimana ini? " Kaya

" Minna, tenang dulu, Hancock bukankah tadi hasil akhir dari puzzlenya " ujar Robin

" A-ah benar " ujar Hancock baru sadar

" Dan lihat, pintu nomor 9 disana " ujar Robin lagi

" Lalu angka gelang kita semua " ujar Hancock

" Kau paham kan? " ujar Robin

" Ya! itu dia, minna! cepat ke pintu nomor 9 ! " seru Hancock

" Nande Hancock? " tanya Luffy

" Kenapa? pintunya tertutup " ujar Nami

" Kita semua berjumlah 8 orang, bukankah " ujar Kaya tak selesai bicara, keburu dipotong oleh Hancock

" Akan kujelaskan nanti, ok? kita harus cepat! " ujar Hancock

Tanpa bertanya apapun lagi, mereka semua mulai berlarian kearah pintu nomor 9. Saat suara itu muncul lagi

" Incineration will begin in... 30 seconds "

" Gyaaa 30 detik lagi " Ussop

" Usooo " Kaya

" Kuso! " Sanji

" Minna ! cepat! " teriak Hancock

" Cepat! "

" Lari! "

Merekapun sampai didepan pintu nomor 9, dan Hancock segera berujar

" Cepat ! scan gelang kalian ke RED! "

" Eh? siapa? " tanya Kaya

" Memverifikasikan gelang maksudmu? " tanya Ussop

" Dengan kombinasi apa? " tanya Nami

" Apa ini saat yang tepat untuk menjelaskannya? lakukan saja dulu! " ujar Hancock

" Yoshh " Luffy sudah memverifikasi gelangnya lebih dulu

" Baiklah " Zoro tanpa bertanya apapun langsung memverifikasi juga gelangnya, begitupun Sanji dan juga Robin, dan suara itupun muncul lagi

" Incineration will begin in... 10 seconds "

Hancock langsung memverifikasi gelangnya juga

" Argh baiklah " Nami segera memverifikasi juga gelangnya

" 9 "

" 8 "

" 7 "

" Grrr baiklah! " Ussop memverifikasi gelangnya juga

" 6 "

" 5 "

Setelah semua selesai, Hancock segera menurunkan tuasnya, dan pintupun terbuka

" 4 "

" 3 "

" Cepat! lari! " teriak Hancock

Merekapun segera berlari kedalam pintu nomor 9 itu dengan tergesa gesa

" 2 "

" 1 "

" 0 "

Pintupun tertutup kembali, dan

Pip pip pip

Suara hitung mundurnya mulai berbunyi,

Merekapun segera mencari DEAD dan benda itu berada tak jauh dari pintu masuk tadi.

Semuanya langsung memverifikasi lagi gelangnya di DEAD dan..

Beep.

Hitung mundurnya berhenti.

" Hah hah hah " Ussop

" Hhah hhah " Kaya

" Khhah hah hah " Nami

" Hah hah " Robin

" Hhahh " Sanji

" Gahh " Zoro

" Hah melelahkan " Luffy

" Hhah hah hah " Hancock

Mereka semua tanpak kelelahan, tentu saja, mereka baru saja berlarian dengan nafas yang memburu, jantung yang berdebar cepat, serta panik karena waktu mereka yang sangat terbatas.

Disisi lain... di waktu yang berbeda

" Ojiichan! "

" Boa-ojousama! "

Grep

Gadis kecil itu memeluk erat pria yang dia panggil ' Ojiichan ' tadi

" Hueeee aku takut " rengek Boa

" Tenanglah, semuanya sudah berakhir.. kau selamat, kau sudah tak apa sekarang " ujar Kuma

" Hiks.. Mama dan Papa.. hiks mereka menyelamatkanku... hikss apa mereka akan selamat juga? " tanya Boa sembari menangis

" Mereka semua pasti selamat " ujar Kuma

" Yokatta na, Boa " ujar Olivia

" Olivia!! " Boa memeluk Olivia erat

" Hehe "

Kembali ke Luffy dkk

" Tangga ini " ujar Ussop

" Ya, tidak salah lagi, ini jalan keluarnya " ujar Sanji

" Ada berapa anak tangga? " ujar Zoro

" Entahlah, yang jelas " ujar Nami

" Kita semua harus cepat " ujar Kaya

" Ayo cepat " ujar Luffy

" Ya, ayo! " ujar Hancock dan Robin

" Ya! "

Merekapun kembali berlari... jika memang diatas sana adalah jalan keluarnya, mereka tak keberatan jika harus berlari lagi dan lagi.. Mereka berlari dengan nafas yang memburu, mereka semua tak sabar ingin menghirup kembali udara luar..

" Hey, Hancock boleh aku bertanya sesuatu? " tanya Nami disela sela nafasnya yang masih memburu

" Ada apa? " tanya Hancock

" Pintunya, pintu nomor 9. Kenapa pintunya terbuka? " tanya Nami

" Ya benar, kita semua memverifikasikan gelang kita ke RED " sahut Kaya

" Akar digital kita semua memang menghasilkan 9, tapi jumlah kita kan ada 8 orang " ujar Nami

" Ya, bukankah peraturannya yang memasuki pintu bernomor tidak boleh lebih dari 5 orang? " timpal Kaya

" Seperti bukan kau saja Nami, kukira kau sudah memecahkannya " ujar Hancock

" Huh? kenapa? " tanya Nami

" Karena kau terbilang orang yang cukup cerdas dan mungkin suka melanggar aturan, tanpa peduli konsekuensinya " ujar Hancock

" Eh? " Kaya hanya bingung dengan ucapan Hancock

Sementara Robin hanya tersenyum penuh arti sembari terus berlari, para lelakipun hanya fokus berlari tanpa memperdulikan percakapan ketiga temannya.

" Dan pintu itu bukan benar benar angka 9 , melainkan huruf q " ujar Hancock

" Eeeeh " Nami dan Kaya tak mempercayai pendengaran mereka

" Yap, setelahnya akan kujelaskan lagi, kita hampir sampai " ujar Hancock

Ya, mereka hampir sampai di atas dan..

" Hah hah hah " Luffy

" Hah hah hah " Zoro

" hah hah hah " Sanji

" Hhahh hhahh " Ussop

" Hhah hah hah " Hancock

" Hah hah hah " Robin

" Khah hah hah " Nami

" Khhhahh hahh hah " Kaya

Luffy mendekati satu satunya pintu yang ada disana, ia menatap semua temannya

" Akan kubuka pintunya " ujar Luffy

" Ya, tolong buka "

Cklek

" Tak terkunci " gumam semua orang

Luffy membuka lebar pintu itu, dan...

To Be Continued.