Chapter 12
Adinia pov
Kriiikk krikkk kriiikk
Suara alarm itu kembali membangunkanku di pagi yg cerah ini, wktu sudah mnunjukan pukul 7, saat nya aku siap2 utk mngantar kesayangan aku ini ke bandara.
"Heeeey! yu, ayo bangunn ini udh jam 7 kita hrus siap2" gumamku membangunkan ayu
"Aduuuuhh, 10 menit lg aku msh ngantuk" jawab ayu
"Ngga ngga ngga ayoo dong cepet nanti km telat flight loh, kan km flight jam 1 siang, kita blum sama skali siap2, kita blm mandi blm sarapan juga, kan km mandi nya lama" ujar ku.
"Iya iya bawel bgt sih mantannya hamish ini haha" jwab ayu
"Ihhh apaa sih" gerutuku
Aku dan ayu udah selesai mandi, selanjutnya kita sarapan sejak tadi pagi ibunya ayu telah menyiapkan sarapan
"Ayu nanti km brngkatnya sma siapa?" Tanya ibu ayu
"Ada ko bu nanti yg jemput" jawab ayu
"Brang2nya nanti di cek lg ya yu, jangan sampe ada yg ketinggalan , kan susah lg nanti ambilnya" ujar ku
"Okee siap laksanakan sister" jwab ayu
Ayu mulai mengecek lg barang2 bawaannya, dan akupun ikut membantunya, membawakan koper dan perintilan2 lain ke depan pintu rumah.
"Yuuu .. kayanya aku pasti bakal kngen bgt sama km deh yu:((( kangen nanti ga ada yg ngerecokin aku lg" ujarku
"Mee too honeyy" tp kan skrg teknologi udah canggih, kita kan bisa videocall kali ah" ujar ayu
"Iyaa sih cuma kan ttep aja beda..
eh ini udh jam stengah 11 ko yg jmput blm dateng2 sih?" ujarku sambil memainkan ponsel
"Sabar bntar lg yg jmput dteng ko td udh aku WA"
15 menit kemudian yg menjemput kami datang, and you know what? Hamish! Whaaat? Hamish yg jemput? Udah gila kali ya si ayu minta Hamish jemput? Bener bener deh nih anak
"Yuu ko dia yg jmput sih, yang bener aja kamu ya?" aku berbisik kpda ayu
"Udh sih tenang aja haha tp km seneng kan?" goda ayu kepadaku
"Ihh apaan sih" jwabku
"Kan aku pergi ke jkt ninggalin km disini yaa walaupun nanti psti aku yakin kita bakal ktemu di jkt, ya mumpung kmren lusa hamish hubungin aku buat ktemu kamu jd yaudah skalian aja gitu dia yg jmput hahaha"
"Hhmmmmm" aku menghela nafas
"Hai sti, hai yu" sapa hamish
"Hai mish" jawabku
"Helow mish thankyou loh mau anter aku heheh" jawab ayu
"Haha its okee santai aja yu"
Lalu Kami mulai memasukan barang2 ke bagasi mobil tak lama kemudian kami mulai jalan ke airport, ya seperti biasa kami berbincang2 dan becanda2 ya wlaupun aku msh agak sedikit kesel sih sama ayu karena, kenapa hrs hamish yg jmput? Aa karna cm pengen ketemu aku?
sesampainya di bandara kami mengantar ayu ke ruang tunggu.
"Aduuuh ini udh jam segini, aku lsg boarding ya" ujar ayu
"Iya iya yaudah hati2 ya km my sister, i will be missing you so much" ujar ku sambil memeluk ayu
"Uuuuu me too" ucap ayu
"Mish makasih banyak ya udh jmput dan nganterin aku, temenin dan jagain kesayangan aku ya hahahaha" ucap ayu
"Urwell yu, hahaha no its oke, kan aku yg pngn ktemu dia, ya pasti dia aman lah kalo sma aku, btw take care ya yu di jakarta" jawab hamish
Ayu mulai melangkah meninggalkan kami, dan aku terus memandangi sahabatku itu sampai tak tampak lagi di pandangan mataku
"Ehhmmmm ti" tiba2 suara itu menyadarkanku
"Oh sorry, i just miss her already" aku tertunduk sedih
"Hey, don't cry oke...im here" ucap hamish pelan, dan aku hanya mengangguk kan kepala karena tidak tau harus menjawab apa
"Soooo, kamu mau nggak lunch sama aku? Sekalian aku mau ngobrol-ngobrol"
"Oke" jawabku.
Kami langsung meninggalkan bandara dan menuju restoran favorit kami waktu masih pacaran dulu, hamish memang gentle sejak dlu, dia selalu membukakan pintu mobil ketika aku akan turun ataupun naik kedalam mobil. Sweet right?
"I can do that, you know?" Ucapku ke hamish
"I know ti, but i want to" jawabnya sambil tersenyum kepadaku
"You know what hamish, sometime people can't always get what they want" ucapku ketus, hamish hanya tertunduk
"No no no, i'm sorry.. I just-" belum selesai aku bicara hamish langsung memotong
"It's oke ti, i understand that and i'm sorry...kita lupain aja ya, yuk kita masuk kamu pasti udah laper kan?"
Aku hanya mengangguk dan mulai berjalan menuju spot favorit di restoran ini.
Tak lama kemudia waiters menghampiri kami dan kami pun makan dalam diam.
"Dessert ti?" Tanya hamish kepadaku
"No thankyou, i'm full" tolak ku pelan
"Oke, mmm so ti i wanna talk to you"
Ucap hamish kepadaku, dan terdengar dari suaranya kalo dia sedang gugup
"Oke, talk about what" tanyaku
"I wanna talk about you, about us"
Aku hanya diam dan tertunduk, aku belum siap membahas hal ini.
Aku tau hamish butuh kepastian, tetapi aku juga belum bisa memastikan soal perasaan ku, hamish pria yg sangat baik, bahkan terlihat banyak perubahan dari dirinya akhir akhir ini, dia sudah mulai menata hidupnya sendiri tanpa mengandalkan nama orangtuanya ,dia juga tidak seposesif dulu seperti saat kami masih pacaran dulu. Aku bingung sekali, dan seketika lamunanku terpecahkan dengan suaranya.
"Ti, aku tahu kalo kamu masih butuh waktu. Aku juga tahu kalo mungkin kamu udah nggak sayang lagi sama aku seperti dulu , tapi aku udah mencoba melakukan yang terbaik supaya kamu bisa nerima aku lagi. Please ti, give me a second chance"
"A-a-aa akk aku" aku benar benar tidak bisa berkata apa-apa dan tanpa kusadari ternyata air mataku menetes, oh God i need Ayu
"Hey ti, hey..don't cry oke. Aku anterin kamu pulang ya, kita kemobil skrg ya"
Aku hanya mengangguk dan melangkah kemobil, membiarkan hamish menggandeng tanganku, Dimobil kami hanya diam, aku menyendarkan tubuhku kepintu mobil, dan hamish konsentrasi menyetir sambil sesekali mencuri pandang kearah ku.
Perasaanku sangat tidak karuan saat ini, aku masih sedih sekali ditinggal oleh sahabat ku Ayu, aku juga sedih kenapa aku nggak bisa nerima ketulusan hamish, kenapa aku nggak bisa merasakan rasa sayang seperti dulu waktu kami masih bersama. Hamish pria yang sangat baik, tapi bukan dia yang ada dipikiranku saat ini.
Saat ini yang ada dipikiranku hanya Reza my Adonis, i know it's stupid. Aku bahkan merasa marah dan cemburu melihat foto-foto Reza bersama wanita bernama Tara itu. Ya, baru2 ini aku stalking sosial medianya reza, dan lebih menyakitkan lagi ketika aku sadar bahwa aku tak pantas untuknya, he is so out of my lugage. I'm not worth it. Dan aku bodoh sekali kalau masih berharap kalo kami suatu hari nanti bisa bersatu, jangankan bersatu, untuk sekedar bertemu lagi saja itu belum tentu bisa.
Pdhl. hanya karena perhatian dia selama kami di Jogja. Itu pun kalo aku bisa menyebut itu perhatian, aku rasa dia hanya kasihan dengan ku dan bukan perhatian apalagi peduli.
Sedangkan saat ini ada pria yang sangat baik disebelahku, dia bahkan sangat sayang kepadaku yang membuat dia rela berubah menjadi pria yg lebih baik dimataku...
Seketika aku terbangun dari lamunanku ketika mobil kami berhenti dan ternyata kami sudah sampai dirumahku.
"Ti , aku-" belum sempat hamish melanjutkan ucapannya aku langsung memotong perkataannya
"Hamish, aku minta maaf kalo selama ini aku sering bersikap tidak baik sama kamu" hamish hanya diam menungguku melanjutkan ucapanku, aku menghela nafas panjang dan melanjutkan perkataanku
"Aku seneng banget kamu udah berubah, berubah lebih baik. Aku sangat menghargain usaha kamu. Aku juga makasih banget kamu masih sayang sama aku, aku rasa aku nggak pantas buat jadi orang yang kamu sayang, but, i wanna give you a second chance, i wanna give US a second chance" hamish langsung tersenyum sangat lebar from ear to ear, dia menggenggam kedua tanganku dan tidak berkata apa-apa, lalu aku melanjutkan ucapanku
"Maksud aku, aku mau mencoba biar kita bisa seperti dulu lagi, bukan berarti kita balikan jadi pasangan kekasih lagi, tapi ayo pelan-pelan kita coba, dan kita lihat apa nantinya kita masih bisa pacaran lagi, baby step oke"
Hamish menggenggam tanganku dengan erat, sambil mengangguk-ngangguk kan kepalanya dengan cepat. Aku tertawa melihat hamish seperti anak kecil yang bahagia ketika dibelikan mainan oleh orangtua nya.
"It's oke Ti, i'm so happy to hear that. Aku bahagia banget kamu mau ngasih aku kesempatan lagi, aku bakal buktiin kalo aku pantes buat kamu, aku janji" hamish berjanji dengan semangat, akupun tersenyum lembut kepadanya
"I love you ,Ti" hamish mendekatkan wajahnya kearahku dan bibirnya menyentuh keningku, hamish mencium keningku lama sampai aku menarik wajahku kebelakang dan mengakhiri ciumannya dikeningku.
"Mmmm yaudah, aku masuk dulu ya, thankyou for today" ucapku kaku, aku masih kaget atas tindakan hamish yang spontan. Aku juga melihat kekecewaan di wajah hamish ketika aku hendak turun dari mobil.
"Yaa, aku langsung pamit juga ya. I love you" dia mengucapkan nya lagi, aku hanya tersenyum dan turun dari mobil tanpa membalas pernyataan cinta Hamish.
Masuk kerumah aku langsung menuju kekamarku dan membaringkan badan dikasur, haahh.
Sejak tadi aku berpikir, Apa tindakan ku ini sudah benar?
Apa aku masih bisa cinta sama hamish seperti dulu lagi?
Kenapa saat dia memegang tanganku dan mencium keningku, aku tak merasakan perasaan apa-apa?
Ah entahlah, saat ini hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menenangkan hatiku, menenangkan hati dari kesedihan ditinggal Ayu, menenangkan hati karena merasa bersalah sudah memberikan harapan palsu ke Hamish, menenangkan hati dan mencoba melupakan lelaki yang entah dia memikirkan ku atau tidak, Reza... Semoga aku bisa melupakan dia.
what do you think guys?
don't forget to leave your coment on review..
don't forget to follow and favorite our story
