Title: Grandma"s surprise visits

Genre: Romance-slightangst

Rate: there are some kind of that stuff so- M

Cast: TaoHun, KaiSoo, ChanBaek, ChenMin, LayHo

Disclaimer: All peoples i used here not actually like that. EXO loves EXO-L.

"Maafkan aku Sehun…". Luhan meneteskan airmatanya, segera Sehun menghapusnya lalu memeluk Luhan erat. Setelah itu semua pandangan Sehun kabur. This is a modern Fairytale, no happy endings…

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"bagaimana keadaan Sehun?" Lay memegang pundak Suho dari belakang, Suho yang sedang menjaga Sehun menoleh, "kami harus membawanya pergi. Disini terlalu menyakitkan untuknya".Suho beranjak dari tempat duduknya, "bisakah kita bicara sebentar?". Lay mengangguk.

Lay dan Suho memasuki kamar mereka, lalu Suho menutup pintunya. Ia menarik nafas panjang, masih memandang pintu, "Lay-ssi…" ia lalu menatap Lay yang menunggu dibelakangnya.

"aku ingin berterima-kasih untuk selama ini, kau sudah membantuku. Tapi, kita tau, pernikahan kita…" Suho tidak melanjutkan kata-katanya. Lay meremas ujung kaosnya, ia takut untuk topik ini. Untuk waktu yang pendek ini, Lay sudah jatuh pada Suho.

"Sehun tidak bisa tetap disini. Kami tidak bisa disini lagi, kami harus pindah". "kau tau, sekarang kau sudah tidak terikat padaku lagi Lay-ssi…" Suho menunduk.

Lay tidak bisa berkata-kata lagi, ia hanya memandang Suho. "mungkin kita bisa mengucapkan perpisahan kita disini" mata Suho berlinang, "kami akan pergi besok pagi". Suho menghampiri Lay, lalu mengenggam tangannya, "terima-kasih Lay-ssi…".

Suho mendekatkan wajahnya pada wajah Lay, lalu perlahan mengecup bibirnya, ia menutup matanya dan air mata mengalir dipipinya. Lay hanya mematung, Suho lalu berbalik dan akan membuka pintu.

"bisakah aku tetap bersamamu?" akhirnya Lay berbicara. Suho terkejut langsung membalikkan tubuhnya. Lay mengampirinya, "bolehkah aku ikut bersama kalian?". Lay lebih mendekatkan dirnya, "aku tidak ingin pergi darimu Suho-hyung".

"aku tidak peduli dengan kehidupanku, aku hanya ingin disisimu. Bolehkah?" Lay menjatuhkan air matanya. Suho tak menjawab, Lay mengenggam tangannya, "aku mohon hyung, bolehkah?".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Kyungsoo dan Kai mengunjungi makam Tuan Do. Tuan Do meninggal lima bulan yang lalu, setelah mengucapkan terima-kasih dan permohonannya pada Kai. Tuan Do ingin Kai menjagakan Kyungsoo untuknya, selamanya, apapun yang terjadi. Dan Kai berjanji.

Kyungsoo menuangkan soju dimakam Tuan Do, "aku dan saudaraku akan pergi, kita akan pindah" kata Kai tiba-tiba. Kyungsoo menoleh, dan mendapati Kai menangis, "bisakah kau menjaga dirimu untukku hyung?".

Kai menghampiri makam Tuan Do, "Tuan Do, maaf aku tidak bisa menepati janjiku. Aku harus meninggalkan Kyungsoo-hyung. Aku pikir dia bisa menjaga dirinya sendiri".

"terima-kasih Tuan Do, dan juga aku berterima-kasih pada putramu. Selamat tinggal". Kai beranjak lalu pergi meninggalkan Kyungsoo yang masih terdiam. Hujan turun, Kai berlari menjauh, dan Kyungsoo masih terdiam ditempatnya.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"Chanyeol!" Chanyeol menghentikan langkahnya, lalu menoleh kebelakang. "Chanyeol-ah, tunggu!" Baekhyun yang memanggilnya, ia berlari kearahnya. Chanyeol mematung, ia tidak tau apa yang harus dilakukan. Sudah tiga hari ini, dia mengabaikan Baekhyun, dan sekarang Baekhyun mendatanginya. Jika ia lari, dia tidak ingin melukai siapapun. Tapi jika ia berdiam disana, dia tidak tau akan menjelaskan apa pada Baekhyun.

Baekhyun berdiri tepat didepannya, lalu mengatur nafasnya. Baekhyun kembali menegakkan tubuhnya, menangkap tangan kanan Chanyeol dengan kedua tangannya, lalu menatapnya dengan tatapan memelas.

"Chanyeol, kau akan pergi? Kudengar kau akan pindah? Benarkah itu?". Chanyeol tersedak, ia menghindari Baekhyun karena ia tidak ingin mengatakan apapun tentang ini. Ia tidak ingin kehilangan Baekhyun, tapi Chanyeol punya keluarga yang tidak ingin ia tinggalkan juga. Chanyeol bingung, dan tidak tau akan mengatakan apa pada Baekhyun, jadi ia mengabaikannya.

Air mata Baekhyun mulai menetes, "kenapa kau pindah?". Chanyeol menarik tangannya lalu memasukkannya kedalam saku celananya, dan menatap Baekhyun dengan tatapan dingin, "benar, aku akan pindah, aku mencintai keluargaku jadi itu mengapa aku pindah. Cinta butuh pengorbanan kan?" Chanyeol tidak tau cintanya pada siapa yang ia korbankan, jadi ia segera membalikkan badannya untuk menghindari sakit yang lebih dalam.

"lalu apa yang akan kau lakukan dengan istri-mu ini?" Baekhyun bertanya dengan marah. Chanyeol menghentikan langkahnya, lalu membalikkan badannya menghadap Baekhyun lagi.

"kau akan meninggalkan seseorang dengan harapan besar, dan membiarkannya putus asa?" suara Baekhyun terdengar bergoyang. Koridor kampus tidak ada orang yang disana, jadi ia dapat mendengar jelas suara nafas Baekhyun yang tidak teratur, Baekhyun sangat sakit.

Chanyeol menundukkan kepalanya dalam, "maafkan aku…". Baekhyun menghampirinya, ia lalu merasakan Baekhyun memeluknya, dan menenggelamkan wajahnya di dada Chanyeol, "bisakah aku ikut denganmu?".

Chanyeol membulatkan matanya lalu melepaskan pelukan Baekhyun dan memegang bahunya erat, "apa kau serius?" Tanya Chayeol dengan wajah terkejutnya.

Baekhyun menatapnya bingung, "Chanyeol, apa…". "aku bertanya padamu apa kau serius? Kau ingin pergi denganku?" Chanyeol menguncang bahu Baekhyun. "kenapa…" Baekhyun masih mengumpulkan kebingungannya. "jawab saja! Kau serius?" Tanya Chanyeol tidak sabar. Baekhyun mengangguk, "iya, bolehka…" Chanyeol langsung memeluk Baekhyun erat, dan tersenyum lebar, "tentu saja boleh!".

"Chanyeol, apa kau serius?".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Chen berlari kekelasnya, dan menemukan genk-nya berkumpul diujung kelas seperti biasanya. Bedanya, mereka terlihat lesu, dan tidak bersemangat, sama sekali tidak terlihat genk troll. "hay kalian!" Chen berlari kearah mereka.

Mereka langsung menoleh kesumber suara, dan terkejut melihat Chen sudah didepan mereka. "Chen-hyung, kau akan pindah?" J-Hope langsung bertanya pada Chen, "benarkah kau akan pindah?" Tanya N juga. Chen mengangguk lemah, "ya…". "kenapa?" Tanya Namjoon.

Chen menatapnya, dan mendapati dia berlinang, Chen tertawa, "hey, apa kau menangis?". Namjoon, mengucek matanya, "tidak…". "tapi aku melihat…". "tidak…". "apa kau serius? Aku melihat air…". "baiklah! Kau benar! Aku menangis! Kenapa kau pindah?" bentak Namjoon.

Chen mendekati Namjoon, memegang pundaknya, "sudahlah, lalu apa jika aku pergi? Kau kampungan, tidak taukah jika ada internet didunia ini? Apa kau sebenarnya juga miskin seperti…" Namjoon membungkam mulut Chen.

Chen melepaskan tangan Namjoon dari mulutnya, "tanganmu bau! Apa kau bekerja seorang jagal?". "yak! Kau! pergi saja kau!". Chen tersenyum, lalu meninju lengan Namjoon, "kita tetap genk kan?".

Mereka mengangguk, "tentu saja!" teriak Jungkook. Mereka tertawa, "Jungkook kita sudah puber~" goda mereka berbarengan. Jungkook tersipu, lalu melirik Jimin yang disampingnya. Jimin tertawa, "tentu saja dia sudah puber, aku bahkan sudah men…" Jungkook membungkam mulut Jimin.

Mereka menatap Jungkook, "Jungkook kita sudah puber~".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Chen menelusuri kelas-kelas dikampus setelah ia bertanya pada N dimana kelas Xiumin. Kata N, Xiumin mengikuti kelas dance dimalam hari. Malam ini, sebelum ia pindah besok pagi, ia akan mengungkapkan perasaannya pada Xiumin. Bahwa ia memiliki sedikit perasaan pada Xiumin, dan ia tidak mau itu mengganggunya.

Chen memasuki ruang dance dan menemukan Xiumin sendiri disana. Xiumin mengelap keringat didahi dan lehernya lalu meminum air mineralnya, Chen memperhatikannya, sexy, dan Chen tidak menyesal sudah menyukai Xiumin secepat itu.

"Xiumin-hyung!" panggil Chen, Xiumin menoleh. "hey, kenapa kau kemari?" Xiumin melambaikan tangannya. Chen menghampirinya, "aku ingin memberitahumu sesuatu" Chen berdehem "aku akan pindah".

"maksudmu?" Tanya Xiumin. "kau tau keadaan Sehun, bukan?" Chen tersenyum miris. Xiumin mengangguk, "aku minta maaf soal itu". "kami pikir, disini terlalu menyakitkan untuknya, jadi kami akan pindah dan membawa dia pergi dari sini" jelas Chen. "jadi kalian semua akan pindah?". Chen menghela nafasnya, "ya, aku dan saudara-saudaraku".

"kapan?" Tanya Xiumin. "besok pagi" jawab Chen. Xiumin tertawa kecut, "tidakkah kau merasa, kalau kau kejam? Kau akan pindah besok pagi dan baru memberitahuku sekarang".

Chen menggigit bibir bawahnya, "aku pikir, kau tidak ada hubungannya dengan itu, maksudku, kita…" Chen bingung dengan dirinya, bagaimana bisa dia merasa Xiumin tidak berhubungan sementara ia adalah pasangannya. Pada akhirnya ia merasa bersalah. Xiumin menyadari kebingungan Chen lalu tertawa, "kita adalah apa?". "kit…" "apa kau sudah berbohong pada pastur?" potong Xiumin.

"lalu, kenapa memberitahuku sekarang? Bukankah aku tidak ada hubungannya? Kau seharusnya, pergi saja, apa hubungannya denganku?" kata Xiumin sarkatis. Chen menatap Xiumin dimatanya dengan tajam, "aku ingin memberitahumu sesuatu sebelum aku pergi, dan aku tidak ingin ini menggangguku… aku… kurasa aku menyukaimu".

Xiumin menatapnya datar, lalu tersenyum miring, "kurasa kau baru saja menunjukkan kebodohanmu. Bukankah itu seharusnya alasan kau akan memberitahuku sejak kemarin. Karna sebenarnya, aku ada hubungannya denganmu". Chen terdiam sejenak, "benar…".

Xiumin mengemasi barangnya, tanpa memperhatikan Chen, lalu ia berhenti tepat didepan Chen. "aku akan ikut denganmu". Xiumin mengecup bibir Chen kilat dan tersenyum padanya. Chen menjatuhkan rahangnya, Xiumin tertawa, "kau tidak boleh mengatakan tidak, karna aku akan menghabiskan uang kerjaku selama dua tahun ini".

"tapi kenapa kau memutuskan akan ikut?" tanya Chen akhirnya. Xiumin menarik tangan Chen untuk keluar, "aku tidak mau menikah dua kali".

"dan juga, aku belum mengatakannya padamu dimalam ulang-tahunmu itu ya? Kalau aku mencintaimu". Chen berhenti, Xiumin pun juga menghentikan langkahnya. "kau serius?" Chen melebarkan matanya. "kau tidak menyadari kalau kau punya stalker dan secret-admirer?" Xiumin mencolek hidung Chen. Chen semakin melebarkan matanya, "kau sudah mengenalku sejak dulu?". "ya, bahkan sebelum aku berpacaran dengan Luhan".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Bandara lenggang, hanya beberapa orang disana, Kai tidak tau kenapa, mungkin karna hari paskah. Yang jelas, itu membuatnya lebih menyakitkan.

Suho, dan Lay- Suho menyukai bahwa Lay benar-benar ingin bersamanya- masih mengurus keberangkatan mereka, dan prosedur membawa orang sakit kedalam pesawat.

Chanyeol, ia tidak berhenti memainkan tangan Baekhyun, sekali-kali ia menciuminya. Dan Baekhyun terkikik kecil, "tanganku bukan permen, Chanyeol". "bukan permen, tapi bulgogi. Aku menyukai bulgogi".

Chen, duduk dipojokan kursi, mengetikkan sesuatu dihandphonenya, lalu tersenyum. Ia menoleh kebelakang, dan mendapati Xiumin berlari kearahnya. "aku sudah mengurus semuanya, tidak sulit seperti yang kupikir. Sudah diduga, ini Korea Selatan!" Xiumin menjatuhkan dirinya disamping Chen, lalu menyandarkan kepalanya dibahu Chen. Chen tersenyum, "kau sangat lekat, tapi aku menyukainya".

Kai mendesah, handphonenya bergetar, 10 pesan tak terbaca,

Selamat jalan, Kai, semoga kita bertemu lagi.

Ps. Jangan khawatir tentang perusahaan, aku akan menjagakannya untukmu.

Paman Siwon.

Tuan Kai, terimakasih sudah membantu kami

Selamat jalan, kami harap bertemu lagi dimasa depan

Team Kiss

Terima kasih menjadi pelanggan kami

Dimasa depan, kami akan memastikan Park Chanyeol tidak masuk ketoko, jadi anda tidak perlu khawatir tentang ayam hidup

Ps. Kami punya cabang diluar negeri

Kai-Fucking-Cool (KFC)

Kai, selamat jalan

Semoga kita bertemu lain kali, dikeadaan yang lebih baik

Bagaimana pernikahan kita? Aku penasaran.

D.O hyung.

Kai mematikan handphonenya, lalu menangkup wajahnya dengan kedua tangannya, aku tidak tau.

"Tuan Kai!", Kai mengangkat kepalanya dan mendapati seseorang didepannya, "sekretaris Hyunsik?". "Tuan muda Do menyuruhku memberikan ini untukmu, dia tidak bisa kemari ada urusan" sekretaris Hyunsik memberikan kotak bekal pada Kai. Kai membukanya, Kimbap bento, ada surat disana,

Aku membuatnya sendiri, makanlah dengan baik, jangan makan ayam terlalu banyak

Aku berterima kasih padamu, selamat jalan

Ps. Surat ini sudah aman dari kuman, jadi tidak perlu khawatir aku menaruhnya bersama makanan, kau tidak akan memakannya, bukan?

Tuan Kim Kyungsoo

Kai tersenyum, setidaknya, Kyungsoo tidak marah padanya. "sekretaris Hyunsik, sampaikan salamku padanya, ah, dan juga, terima kasih untuk Kimbapnya kurasa ini akan sangat lezat. Katakan padanya, jaga kesehatannya, jangan lupa untuk menelpon tiap hari. Jangan lupa untuk tetap belajar dan tetap bekerja sama dengan Mindie, jangan terlalu lelah, jangan tidur terlalu malam, itu tidak baik untuk kesehatan. Oh ya, jangan lupa untuk menyimpan fotoku, jadi aku tidak akan terlupakan. Jaga dirinya baik-baik, untukku. Dan katakan padanya, aku akan merindukannya sangat banyak" Kai menutup perkataannya dengan senyuman besar diwajahnya, "kurasa itu terlalu panjang".

"Yah, terlalu panjang, tapi itu pesanmu sampai dengan sempurna!" Kai menolehkan kepalanya kekursi belakang, Kyungsoo ada disana. "kurasa aku tidak bisa menjaga diriku dengan baik, jadi aku menitipkannya padamu. Bawa juga tidak apa-apa".

Tao menemani Sehun dari awal, ia tidak meninggalkan Sehun sekejappun. Ia terus menggenggam tangan Sehun, Sehun yang masih tertidur. Kalau Sehun tau, Tao mencintainya, berawal saat Sehun terjatuh.

Pesawat lepas landas, meninggalkan Negara Korea Selatan, meninggalkan Benua Asia, meninggalkan Samudera Pasifik.

"Chanyeol, kenapa beberapa anak diberi nama Samudera, kenapa tidak Negara atau Benua?"

"mungkin lebih baik, diberi nama Kecamatan, bagaimana Baekhyun?"

"kenapa tidak sekalian, Rukun Tetangga?"

Perjalan hidup baru, dimulai.

A/N

I miss you, buddies

I am dying for write this chap, but I am happy, for making this for you, buddies!

Wish you happy December!

senang membuat kalian senang ^_^

mind to review? please~