Mrs Kim siFujoshi
Present
~ ChangKyu Love Story ~
Kontraksi?
Changmin!seme Kyuhyun!uke
Genre : romantis, drama, fluffff, M-Preg
Rated : T
Maaf kalau M-Preg saya aneh. Saya sendiri gak begitu ngerti sebenarnya, jadi ini percobaan pertama saya, heheheee
.
.
.
Enjoy Reading Reader-san *smile
.
.
Bulan kedelapan - bulu mata lentik milik Changmin mengerjap pelan. Beberapa kali hingga kelopaknya terbuka. Hal pertama yang pemuda yang akan menjadi Ayah ini adalah wajah malaikat sang kekasih yang akan menjadikannya Ayah. Changmin, si Ayah, mengusap pipi halus pemuda manis disampingnya, well katakanlah si Ibu, sebelum mandaratkan kecupan-kecupan lembut pada bagian-bagian area kecup favoritnya. Yang itu artinya semua bagian tanpa terkecuali. Hingga mendengar erangan lembut si pemuda manis.
"Eerghhh..." kelopak Kyuhyun, si pemuda manis, membuka perlahan. Hal pertama yang dia lihat adalah cengiran khas pemuda tampan yang telah sukses menghamilinya.
"Selamat pagi Cinta." Bisik Changmin lembut.
"Pagi.." Jawab Kyuhyun lemah tanpa meninggalkan senyuman lembutnya.
Well. Changmin tidak akan pernah melewatkan morning kissnya kan?
.
.
Kyuhyun sedang berdiri didepan pantry didapurnya. Menyiapkan bahan untuk membuat Sup hangat untuk sarapanya bersama Changmin. Perlahan dia bergerak kekanan-kiri mengingat ukuran perutnya.
Ting!
Suara penanak nasi yang menandakan bahwa nasinya sudah matang. Kyuhyun suka aromanya. Aroma nasi baru matang. Untuk itu dia membuka penutup penanak nasi dan menghirup aromanya. Senyum lembutnya selalu muncul. Mengingatkannya pada dapur sang Ibu dikediaman Cho.
Ingat dengan masakannya, Kyuhyun menyudahi acara mari-menghirup-aroma-nasinya. Melanjutkan dengan memasukan beberapa potongan ayam dan wortel serta brokoli kedalam kaldu yang sudah mendidih.
Cklek!
Changmin keluar dari kamar sudah rapi dengan jas kerja yang disiapkan Kyuhyun sebelum Kyuhyun kedapur. Uap yang mengepul dari penanak nasi adalah hal pertama yang dihampiri Changmin. Maksudnya, mengambil mangkuk nasi dan menyiapkan 2 porsi dimeja makan.
Selanjutnya, dia menghampiri Kyuhyun. Menanyakan apa yang bisa dibantu oleh Changmin.
"Tolong siapkan Supnya Min-ah." pinta Kyuhyun dengan suara lembutnya.
"Siap sayang." Changmin sempat mendaratkan kecupan manisnya pada pipi Kyuhyun.
Setelah semua siap dimeja makan, Kyuhyun duduk dengan sangat perlahan dan sesekali mengernyit menahan sakit. Changmin yang melihatnya langsung mengalihkan perhatiannya pada makanan yang disiapkan Kyuhyun. -_-
"Gwenchana Love?" Changmin memeluk bahu Kyuhyun dengan raur khawatirnya.
"He em." Jawab Kyuhyun dengan gumamannya.
Setelah Kyuhyun berhasil duduk dengan nyaman, Changmin mengambil mangkuknya dan menyuapkannya pada Kyuhyun. Tentunya Kyuhyun menerima suapan dari Changmin dengan hati senang. Mengabaikan bahwa mungkin saja suaminya akan terlambat kekantor. Tapi please deh. Changmin Dirut nya kan? Jadi wajarkan Changmin telat? Lhawong pas jaman sekolah saja Changmin sering bolos kok. *lupakan
"Makan yang banyak ne. Agar Mommy dan Baby sehat." Changmin mengatakannya setelah kemarin melihat iklan pelayanan masyarakat dari departemen kesehatan.
"Ne Daddy. Daddy juga makan yang banyak ne." Kata Kyuhyun dengan senyumnya. Dan mengambil mangkuk nasinya. Menyuapkannya pada Changmin.
Changmin menyengir(?) dulu sebelum membuka lebar mulutnya. How romantic?
.
.
_at kantor Changmin_
Changmin tengah sibuk dengan berbagai macam dokumen dimejanya. Jinki berdiri disampingnya untuk membantu Changmin – mengarahkan dimana Changmin harus tandatangan. Dan pagi ini Changmin bisa sedikit lega, karena Key ada bersama Kyuhyun untuk menjaga istri tercintanya itu. jadi dia bisa lebih fokus mengurus pekerjaannya.
"Bagaimana kabar Kyuhyun-noona?" tanya Jinki ditengah kesibukan membalik kertas-kertas dokumen ditangannya.
"Baik. Tapi aku sedikit kasihan dengannya yang akhir-akhir ini terlihat sangat kelelahan." Changmn menghela nafas diakhir kalimatnya.
Dilanjutkan dengan melepas kacamata bacanya lalu menyandarkan punggungnya. Wajahnya tampak lelah. Jemari Changmin memijat pelipisnya. Resah.
"Aku takut, Ki." Kata Changmin. Memulai sesi curhat sebelum jam makan siang. Tepatnya sebelum Kyuhyun dan Key datang. Well, katakanlah Boys time *nyengir
"Kenapa Hyung? Bukankah Kyuhyun-noona baik-baik saja?" Jinki duduk didepan meja Changmin. Kini dia berperan sebagai teman Changmin.
"Aku takut tentang bagaimana dia nanti melahirkan Ki." Wajah Changmin berubah sendu.
"Apa yang kau takutkan Hyung? Kalau kau segini takutnya bagaimana dengan Kyuhyun-noona?" Jinki bersedekap dengan punggung yang dia sandarkan pada sandaran kursi.
Changmin menatapnya. Dan senyum lebar tercetak pada wajah tampannya. "Tapi tetap saja. Aku merasa ngeri membayangkan perutnya dibelah untuk mengeluarkan baby kami."
"Lalu kau tega melihat Kyu-noona melahirkan normal lewat lubang sempitnya yang bahkan juniormu saja kesakitan memasukinya?" Balas Jinki frontal. Reflek Changmin melempar Jinki dengan bolpoinnya.
"Pabo! Tentu saja lebih baik dia operasi cesar." Jawab Changmin.
"Jangan tunjukan wajah muram jelekmu itu dihadapan Kyu-noona Hyung." Pesan Jinki sebelum beranjak meninggalkan ruangan Changmin.
"Ne, gomawo Ki." Ujar Changmin tepat sebelum Jinki melangkah keluar membawa dokumen-dokumen yang sudah ditanda-tangani Changmin.
.
.
_Jam makan siang_
From : Hyunnie – Love
Min-ah, makan siang diapartemen ne. Aku tunggu ^^
Pesan singkat dari Kyuhyun membuat bibir Changmin tertarik membentuk sebuah senyuman tampan. Segera dia akhiri meeting dengan tim nya dan bergegas kembali keruangannya mengambil tas kantor dan kunci mobilnya.
"Aku pulang dulu Ki." Pamit Changmin pada Jinki didepan resepsionis. Jinki yang sedang berbincang bersama Taemin menoleh dan mengangguk paham. Sedangkan Taemin mengangguk hormat.
At Apartemen
Kyuhyun dibantu Key sedang bersenandung pelan menyiapkan makan diatas meja.
"Duduk sajalah Noona, biar aku yang siapkan." Ucap Key yang entah untuk keberapa kalinya. Dan Kyuhyun juga menjawabnya sama.
"Aku menyiapkan makan untuk suamiku sendiri Key-ah." bibir Kyuhyun pouting imut.
"Terserahlah." Key mengambil kotak bekal dilemari atas dan mulai memasukan makan siang untuk Jinki. Tak lupa dia juga menyiapkan minumnya.
"Nah, kau sendiri juga merasa senangkan bisa menyiapkan makan siang untuk Jinki yang malah belum menjadi suamimu?" sindir Kyuhyun.
"Ne Noona, rasanya menyenangkan. Entah bagaimana tapi aku suka melakukannya." Key menjawabnya dengan senyum manis yang tidak kalah dengan senyuman Kyuhyun.
"Nah kan. Senyummu itu sama dengan senyumku ketika melakukan hal-hal sepele untuk Changmin." Balas Kyuhyun dengan senyum lucunya.
"Ne. Terima kasih Noona." Key memeluk Kyuhyun sayang.
Ting tong.
Pelukan dua namja manis itu terpisahkan oleh bunyi bel.
"Biar aku yang buka." Key beranjak menuju pintu depan.
Cklek!
"Ne?" seorang pengantar bunga ternyata.
"Apa benar ini kediaman Tn dan Ny Shim?"
"Ne." Key mengangguk.
"Ada kiriman bunga untuk Ny Shim." Si pengantar menyerahkan sebuket bunga lily putih dengan kartu ucapan diselanya.
Setelah menandatangani bukti pengiriman dan penerimaan, Key membawa buket bunga lily itu pada Kyuhyun.
"Siapa?" tanya Kyuhyun tanpa melihat Key, tapi dia dengar langkah kaki Key yang memang tertuju padanya.
"Bunga untukmu." Jawab Key tidak nyambung.
"Dari siapa?" Kini Kyuhyun menatap bingung Key.
"Ada kartunya. Nih." Key menyerahkan buket bunga pada Kyuhyun.
Kyuhyun membuka kartu ucapanya.
Semoga lily ini membuat tersenyum selama menungguku.
Aku masih terjebak macet, Love
I Love U 3
Pesan itu tanpa nama, tapi kyuhyun tahu siapa yang mengirimnya. Senyum manis pun lagi-lagi Kyuhyun sunggingkan.
"Aku tinggal tidak apa yaa.." Key mengabaikan aura berbunga-bunga yang menguar dari kyuhyun. Dia hapal betul siapa yang bisa membuat Kyuhyun menjadi seperti ini. kyuhyun menjawab Key dengan anggukan ringan.
Key sendiri hanya bisa memutar bola matanya imajinatif dan berlalu meninggalkan Kyuhyun.
.
.
Dibasement, Key berpapasan dengan Changmin. Yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Jinki sudah menunggumu." Kata Changmin singkat dan langsung melesat menuju lift. Mengabaikan wajah cengo Key.
Key sendiri hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Changmin.
.
.
Cklek!
Pintu apartemen ChangKyu terbuka pelan. Sepertinya Changmin berniat membuat kejutan untuk kyuhyun. Ketika kakinya melangkah langsung menuju dapur, hatinya merasakan desiran itu. desiran bahagia ketika melihat senyum manis Kyuhyun yang kini sedang menatap bunga lily – yang sudah dipindahkan dalam vas – dengan kedua tangan menopang dagunya.
Meski Changmin hanya melihatnya dari samping, tapi Kyuhyun benar-benar indah. Maksudnya, senyum itu, bunga lily itu dan sinar mentari dari sela gorden putih disamping Kyuhyun. Like an Angel.
Changmin tersenyum tampan. Melangkah pelan menghampiri Kyuhyun. Setelah sampai disamping Kyuhyun, Changmin memeluknya hangat dari samping.
"Eh? Min-ah. selamat datang."
"Aku pulang."
Changmin masih tersenyum tampan memeluk Kyuhyun. Hingga...
"Aaakhhh.." Kyuhyun memekik sakit dan memegang bagian buncit perutnya.
"Eh? Love, wae?" Changmin melepas pelukannya.
"Sakit Min-ah. aakhhh.." Kyuhyun meremas perutnya.
"Apa? Apa yang harus aku lakukan?" Changmin panik dan itu sama sekali tidak membantu Kyuhyun.
"Pabo. Bawa aku kerumah sakit." Pekik Kyuhyun kesal. 'tidak tahu apa ini begitu sakit.' Batin Kyuhyun kesal.
"Ne ne,," Changmin mengambil kunci mobilnya dan membuka pintu apartemennya.
"Yak! Min-ah!" teriak Kyuhyun karena ditinggal Changmin.
"Eh?" Changmin cengo menatap Kyuhyun yang masih meringis kesakitan dikursi meja makan.
"Kau tidak berniat membantuku?" bentak Kyuhyun.
"Ah Ne." Changmin kembali kedalam dan membantu Kyuhyun berdiri.
"Aku gendong?" sungguh. Kyuhyun ingin sekali menjitak keras kepala Changmin yang katanya jenius itu.
"Iya iya aku gendong." Menyadari tatapan mengerikan dari Kyuhyun, Changmin menggendong Kyuhyun ala bridal.
Sesampainya didepan lift, ada seorang ibu-ibu yang kelihatannya akan pergi belanja.
"Aahh, Ahjuma. Maaf tolong tahan liftnya." Teriak Changmin ketika melihat seorang ahjuma memasuki lift.
Si Ahjuma yang kaget, langsung menekan tombol lift – sembarangan – dan menyebabkan liftnya tertutup.
"Aaishhh.." Changmin frustasi. Selain Kyuhyun yang tambah berat *maaf dia juga bingung bagaimana caranya menekan tombol lift.
"Shim Pabo Min! Dekatkan aku pada tombol lift!" meski Kyuhyun sedang menahan sakit yang amat sangat, tapi dia masih bisa berpikir jernih. Setidaknya dia tidak ingin menambah panik suaminya.
"A aah ne." Changmin mendekat pada lift. Tangan Kyuhyun agak susah menggapai tombol lift tapi akhirnya berhasil juga.
Ting.
Changmin segera memasuki lift dengan memiringkan tubuhnya agar kaki Kyuhyun tidak menabrak dinding lift. Sekali lagi Kyuhyun yang dengan agak kesusahan menekan tombol lift yang mengarahkan mereka ke basement.
.
.
Di mobil
"Aaakhhh... Shim Pabo Min! Cepatlah. Ini sakit."
"Aaishhh,, tenanglah sebentar Kyu, ini juga sakit!"
Kyuhyun bisa dipastikan memekik kesakitan karena sesuatu dalam perutnya, nah Changmin? Dia memekik kesakitan karena tangan Kyuhyun dengan ganasnya menjambak rambutnya untuk memberitahu Changmin seberapa sakit yang dia rasakan.
Baiklah. Saya tidak mau menyiksa Changmin-nii dan Kyuchan lebih lama lagi, jadi kita skip langsung ke Rumah Sakit ne?
.
.
_at hospital_
Changmin begitu panik melihat wajah pucat Kyuhyun yang dibanjiri keringat dingin yang bahkan disekujur tubuhnya. Ditambahlagi jemari Kyuhyun mencengkram kuat lengannya yang sedang menggiring ranjang pasien – tempat Kyuhyun berbaring – menuju ICU.
Sesampainya didepan ruang ICU suster menyuruh Changmin untuk menunggu diluar. Dan ..
Srett!
Kuku jari Kyuhyun berhasil menghasilkan noda merah pada lengan kemeja Changmin.
Blam!
Pintu tertutup meninggal Changmin yang meringis perih dan terduduk pasrah.
Changmin berdiri panik ketika sekali lagi telinganya mendengar pekikan Kyuhyun yang sarat akan rasa sakit. Setelah beberapa lama, keadaan mulai hening. Sepertinya dokter Huang memberikan penenang untuk Kyuhyun.
Cklek!
Dokter Huang keluar dengan wajah tenangnya yang terlihat begitu berwibawa. Gak kayak Changmin saat ini. #plakk
"Dokter?" Changmin menghampiri dokter kandungan kyuhyun.
"Dia hanya kontraksi saja kok. Belum waktunya melahirkan. Ini masih minggu ke 33 kan." Changmin mengangguk saja mendengarnya. Oh! Bernafas lega juga.
"Tapi karena memang sudah mendekati waktu persalinan, sebaiknya Kyuhyun-ah menginap dirumah sakit. Suster akan segera memindahkannya keruang rawat." Lanjut dokter Huang.
"Ne terserah dokter saja. Yang penting itu yang terbaik untuk Hyunnie dan Baby." Jawab Changmin.
"Aku tahu ini pengalaman pertamamu menjadi Appa. Tapi tenanglah. Kyuhyun-ah jauh lebih panik darimu sebenarnya. Jadi kau harus menenangkannya agar dia bisa menjalani operasi tanpa tekanan." Nasehat dokter Huang.
"Ne dokter. Kamsahamnida." Changmin membungkukan badanya dan dokter Huang berlalu meninggalkan Changmin.
_tbc_
Heheheee *nyengir GJ
Kyuchan lahirannya ditunda dulu yaa,
Gimana? Changmin sudah cukup panik belum?
Terima kasih untuk reviewers dan viewers #deepbow
Mind to review again?
