Sebelumnya :

"Kalian tak apa"ucap Sona tiba-tiba.

"Hm kami tak apa kami hanya kelelahan tapi untung saja Naru-kun datang menyelamatkan kami" jawab Rias.

"Hm Arigatou Naruto-san telah membantu kami"ucap Sona.

"Tak apa. Lagi pula aku tak mau istriku kenapa-napa"jawab Naruto sambil tersenyum dan itu membuat Sona merona.

"Ih Naru-kun"ucap Rias dengan mencubit pipi Naruto.

"Nampaknya aku harus segera memperbaiki kerusakan ini"ucap Sona tiba-tiba.

"Biar kami yang memperbaikinya" ucap Rias.

"Tidak Rias. Kau dan Peeragemu sudah kelelahan jadi biar kami yang menangani semua ini"balas Sona. Namun tiba tiba mucul kembali sumbe kekuatan yang cukup besar.

Tap

Pemuda berambut blonde dan mengenakan jaket hitam tiba-tiba muncul di depan mereka.

Naruto membulatkan matanya melihat apa yang ada di depannya. Begitu juga pemuda itu.

"K-Kau"

"Tou-San..."

"Boruto..."


.

.

.


Title : INFINITY

Rated : M

Genre : Adventure,Romance,and Supernatural

Pairing : (Naruto x Rias) Sasuke x OC

Disclaimed : Naruto & High School DxD

bukan punya saya.

.

Sumary : Dia adalah reinkarnasi Ashura bersama dengan reinkarnasi Indra mereka mengemban misi baru di dimensi keduanya mejalani kehidupan barunya. Cerita dimulai apabila mereka kalah melawan momoshiki dan kinshiki.

. SharinganNaruSasu,RinneganNaruSasu,ShaRinneganSasu,StrongNaruSasu,GodLikeNaruSasu,SmartNaru,Overpower NaruSasu

.

Warning : Abal, Gaje,Lime(Maybe),Lemon(Maybe), OC, OOC, Typo (Maybe), and Etc.

.

"Naruto" = bicara

'Naruto' = batin,pikiran

"Naruto"= bijuu/sacret gears talking

'Naruto' = batin Bijuu/Sacret Gears

[Jutsu] = jurus/kekuatan Sacret Gears

.

.

.

Ulasan Review :

Unknown

Lanjut thor,mantap sm Bolt/Boruto,apa

satunya lagi itu Sarada?

Terjawab di Chap Ini

Ren asbhel

Lanjkut bolt-san

apa minato dan buruko bakal jadi musuh nya

naru bolt-san?

Juga terjawab dichap ini

viky no ERO

Keeeeeereeeeen...gan lanjut di tunggu

Ok gan Arigatou sudah menunggu fic gaje ini

Yadi

Menarik. Apa naruto akan bertarung dengan

boruto?

Ada di Chap ini

asd

lanjutkan ea

Ok gan

Guest

Type your review

?


.

.

Chapter 12

.

.

_-_-Pertemuan 3 Fraksi Part 1-_-_

.

.

-Flashback sebelum penyerangan-

"Aku merasakan aura yang tidak mengenakkan"ucap Si pemuda berambut Blonde.

"Hn aku juga Boruto-Kun" jawab si gadis menanggapi ucapan pemuda blonde a.k.a Boruto. "Dan kulihat ada kekkai di sebelah sana"lanjutnya sambil menunjuk ke arah bangunan yang berada tak jauh dari pusat kota Kuoh.

"Kau tunggu disini dulu aku akan memeriksanya" Ucap Boruto.

"Ta-Tapi kalau~"

"Aku pasti akan kembali kok" ucap Boruto memotong pembicaraan sang gadis dan kemudian dia mengusap pelan pucuk kepala si gadis, sementara si gadis hanya memerah menerima perlakuan tersebut.

"Hati hati" ucap si gadis khawatir.

"Hm" boruto menganggukkan kepalanya. "Aku pergi dulu" lanjut boruto dan langsung menghilang meninggalkan kilatan kuning.

.

Boruto POV

Kuamati sebuah kekkai melindungi sebuah bangunan sekolah dan sepertinya ada pertarungan antara manusia bersayap hitam dengan kedua anjing raksasa melawan sekelompok murid sekolah. Kulihat nampaknya kelompok itu kelelahan dan gaya bertarungnya juga asal-asalan perbedaan kekuatan mereka sangat jauh. Tapi tunggu siapa itu yang datang secara tiba-tiba dan menerobos kekkai dengan mudahnya, kenapa dia mirip ayah tapi dia seumuran dengan murid itu dan berseragam sekolah juga. Aku sedikit terkejut melihat pemuda itu yang tiba tiba tubuhnya terselimuti oleh baju besi berwarna hitam. Aku terkejut bukan main karna pemuda itu memiliki kecepatan yang menyamai mendiang ayahku dan dia bisa dengan mudahnya mengalahkan manusia gagak itu. Siapa lagi yang datang itu.

Deg

'Apa yang barusan kudengar Naruto-senpai'

'Naruto... Apa kah itu Uzumaki Naruto ayahku'

'Aku harus segara kesana'

Boruto POV END

-Flashback end-

.

Normal POV

Kuoh Academy sekolah elite yang bisa dibilang cukup mewah. Dari bagunan yang megah dan juga fasilitas yang lengkap tak lupa tatanan yang elok menambah keindahan sekolah ini, namun itu beberapa jam yang lalu sekarang sekolah itu menjadi seperti habis terjadi perang,bangunan yang rusak serta kawah kawah bekas pertarungan.

"B-Boruto apa itu kau" ucap Naruto terkejut seolah tak percaya apa yang dia lihat sekarang. Namun si pemuda yang identik dengannya itu tak menjawab malah mengeluarkan semacam jurus.

[Rasengan]

Akh..

Blaarrrr...

Jurus itu sukses mengenai perut Naruto dan membuatnya terpental jauh kebelakang sampai mengenai bagunan sekolah hingga roboh.

"Naru-kun"Rias berteriak kencang setelah melihat kejadian tersebut. "Apa yang kau lakukan pada Naru-kun" lanjut Rias pada Boruto.

"Kau diam saja" jawab Boruto datar. "Ini urusan seorang anak dan ayah" lanjutnya tanpa melihat ke arah Rias.

Rias langsung mengumpulkan demonic power untuk membuat serangan andalannya.

"Rasakan ini"

[Power of Destruction]

Rias mengeluarkan sihirnya ke arah Boruto dan sayangnya bisa di hindari dengan mudah.

"Kau masih terlalu lemah" ucap Boruto lalu melesat ke arah Naruto yang sudah bangkit dari tadi.

"Boruto Gomen"ucap Naruto pelan.

"Kenapa..kenapa Tou-san kenapa..."Jawab Boruto pelan. "Kenapa kau meninggalkan kami" lanjut nya dengan nada yang tinggi.

"Gomen... Gomen aku terlalu lemah. Aku takbisa melindungi kalian"jawab Naruto yang entah kenapa seperti mayat hidup. "Hinata Gomen".

"Percuma Tou-san. Kaa-chan tak akan mendengarmu"balas Boruto sengit. "Kau baru menyadari setelah kehilangan kami. Kau..." Lanjut Boruto dengan nada pelan. "Kau selalu sibuk dengan jabatanmu...tak sadarkah kau hal itu. Kaa-chan selalu menunggu kepulanganmu, dia rela menunggumu semalaman dan aku sempat mendengarnya menangis setelah kau dengan mudahnya membatalkan acara keluargamu dengan alasan pekerjaanmu dan" Boruto mengeluarkan emosi yang selama ini dia pendam.

Naruto terkejut mendengar hal itu. Dia merasa sangat bersalah dan sangat menyesali perbuatan itu. Kalau masih ada kesempatan kedua, dia pasti takkan membiarkan hal itu terulang namun apa daya hal itu tak semudah membalik tangan bisa dibilang tak mungkin atau mustahil.

Bruk...

"Go-gomen Hinata,Himawari,Boruto" ucap Naruto yg kini berlutut di depan Boruto.

"Naru-kun/Naruto-Senpai" ucap kelompok Rias yang melihat adegan tersebut. Seolah tak seharusnya mereka mendengar hal tersebut.

"Bangunlah"ucap Boruto pelan.

"Tak akan"jawab Naruto.

"Aku ini anakmu dan kau Tou-sanku. Tak sepantasnya kau melakukan ini"balas Boruto yang kemudian mendirikan Naruto yang tengah berlutut.

"Boruto apa hanya kau yang selamat" tanya Naruto.

"Hm masih ada 1" jawab Boruto singkat.

"Si~"ucap Naruto yang terpotong akibat munculnya lambang sihir berukuran besar di bawahnya.

Sring...

"Apa yang terjadi disini"ucap salah seorang berambut crimson.

"Oni-sama kau datang terlambat. Semua sudah selesai Kokabiel telah dikalahkan" balas Rias.

"Oh.. Kau baik-baik saja kan tak ada yang lecetkan bilang sama Oni-samamu kalau ada yang menyakitimu" Ucap Kakak Rias alias Sirzechs.

'Dasar Maou siscon'batin Naruto sweetdrop.

"Aku tak apa kok Oni-sama" balas Rias menanggapi ucapan kakaknya. "Lagipula Naru-kun yang sudah mengalahkannya" lanjutnya sambil tersenyum.

"Hah Arigatou Otouto"ucap Sirzechs.

"Sudah menjadi kewajibankukan"jawab Naruto santai.

"Naruto siapa pemuda yang ada di sampingmu. Kenapa kalian begitu identik"

"Yah... Aku anaknya"ucap Boruto.

"Heee"ucap Sirzechs terkejut beserta pasukannya. "S-Siapa Namamu"tanya Sirzechs.

"Uzumaki Boruto"jawab Boruto.

"Boruto apa kau membenciku karna aku sudah menikah lagi"tanya Naruto pelan.

"Tak. Setidaknya dia bisa membuatmu bahagia" jawab Boruto. "Tou-san jika kau mengulang kejadian itu maka tak segan-segan akulah yang akan membunuhmu. Bisa dibilang ini kesempatan keduamu" lanjut Boruto.

"Boruto"

Tak lama kemudian Boruto berjalan ke Arah Rias dan mengucapkan sesuatu.

"Kuharap kau bisa menjaga Tou-san, Kaa-san"ucap Boruto dan langsung menghilang begitu saja.

'Cepat sekali'batin mereka minus Naruto, Sirzechs.

Sementara Rias yang baru saja mendengar permintaan Boruto, tiba-tiba wajahnya memerah seketika.

'Aku dipanggil Kaa-san'batin Rias.

"Hah aku akan bereskan tempat ini"ucap Sirzechs asal.

"Ano Lucifer-sama biar kami yang mengurus tempat ini. Lagipula ini bagian dari pekerjaan Osis" ucap Sona yang akhirnya membuka mulut.

"Hah baiklah" jawab Sirzechs. "Minna kita kembali" lanjutnya pada pasukannya.

"Ha' Lucifer-sama" balas mereka serentak.

"Rias lebih baik kau dan Peeragemu segera istirahat"ucap Sona.

"aku akan membantumu mengurus ini" jawab Rias.

"Tidak Rias kau dan peeragemu kelelahan. Kumohon serahkan ini pada kami" ucap Sona.

"Baiklah aku percayakan padamu" balas Rias.

.

-INFINITY-

.

Another Place

"Hah..hah..Hah.."

"Kau tak apa"tanya pemuda raven.

"Hm. Bisa kita lanjutkan"ucap si gadis sambil memasang kuda kudanya kembali.

"Bersiaplah" si Raven mengaktifkan mata kebanggaannya kembali.

Trank...

Kedua pedang saling beradu mencari siapa yang paling mendominasi. Si gadis nampak kelelahan karna perbedaan dari segi fisik maupun kekuatan yang sangat jauh yah karna mereka telah bertarung selama 4 jam dan itu pun menjadi rekor terlamanya dalam bertarung, berbeda dengan laki-laki di depannya dia seperti hanya menahan kemampuannya selama ini dan satu hal yang ada di benak si gadis tentang pemuda di depannya yakni Dia sangat kuat.

"S-Sasuke-kun kenapa kau bisa hebat sekali"tanya si gadis.

"Aku tak sehebat yang kau pikirkan"jawab singkat Sasuke. "Hah baiklah kita akiri sampai disini. Kulihat kau sangat kelelahan"lanjut Sasuke.

"Aku masih sanggup bertarung" jawab Si gadis. "Dan aku takkan pernah berhenti sebelum bisa mengalahkanmu"lanjut Si gadis merah.

"Sekuat apapun kau berusaha kau takkan pernah bisa menang melawanku Mio" ucap Sasuke. "Hanya satu orang yang saat ini bisa mengalahkanku" lanjutnya.

"Naruto-kun kah"sewot Mio.

"Hn. Kau tau sendirikan lewat ingatanku" ucap Sasuke.

" -kun itu hebat keren dan juga tampan" ucap Mio sambil senyum senyum sendiri.

'Bangsat. Berapa banyak gadis yang kau pelet Dobe. Setidaknya beri aku satu'batin Sasuke nista.

"Kun Sasuke-kun" ucap Mio di depan wajah Sasuke sambil melambai-lambaikan tangannya.

"Eh. Maaf aku melamun"ucap Sasuke terkejut karna wajah mio yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya.

"Kau kenapa. Dari tadi aku memanggilmu kau hanya melalum" tanya Mio.

"Aku hanya kepikiran sesuatu"jawab Sasuke singkat. 'Aku lelah jadi jones' lanjut sasuke dalam hati. "Ayo kita kembali" ucap Sasuke lalu membuat portal dimensi dan menarik tangan Mio untuk masuk ke dalamnya.

.

-INFINITY-

.

Underworld

"Sirzechs bagaimana tentang penyerangan Kokabiel. Apakah dia sengaja memancing kemarahan Fraksi kita. Apa itu kehendak dari Azazel dan apa tujuannya" pertanyaan beruntun datang dari Ajuka Astaroth yang sekarang menjadi Ajuka Beelzebub.

"Untuk saat ini dia telah dikalahkan oleh Otoutoku. Dia tak ada sangkut pautnya dengan Azazel. Tujuannya adalah menciptakan Great War 2 dengan menyatukan Excalibur, jelas dia mengkhianati Azazel. Dan satu lagi yang takkalah mengejutkan, di medan pertempuran ketiga Naga Surgawi telah bertemu, dengan Sekiryuutei dipihak kita Kokuryuutei saat ini di pihak netral namun lebih condong ke pihak kita namun dia sepertinya sangat mengenal Hakuryuuko dan Hakuryuuko sendiri di pihak DaTenshi" jelas Sirzechs panjang lebar menjawab semua pertanyaan.

"Hm pertarungan 3 naga Surgawi yang selalu didominasi oleh Kokuryuutei"ucap Falbium yang tiba-tiba bangun dari tidurnya setelah mendengar penjelasan Sirzechs.

"Intinya kita harus membuat Kokuryuutei di pihak kita" Balas Ajuka menanggapi Falbium.

"Untuk itu serahkan padaku. Kokuryuutei adalah Uzumaki Naruto Suami Rias dan juga Adik iparku. Dengan posisinya ini akan lebih mudah membuatnya bekerjasama dengan kita" ucap Sirzechs.

"Hem aku ide yang bagus" balas Ajuka.

"Hei bisa kesampingkan hal itu. Kita harus mengurus masalah tujuan Kokabiel menyerang Rias-tan dan Sona Sona-tan" ucap perempuan berambut hitam yang terkenal dengan sihir es nya yakni Serafall Sitri kakak dari Sona Sitri yang Sekarang menjadi Leviathan.

"Dari penyerangan tersebut ku simpulkan bahwa dia berencana memancing kemarahan kita dengan membunuh Rias dan Sona, dan dia juga memancing kemarahan Pihak Tenshi dengan mencuri Excalibur" ucap Falbium.

"Jadi apa kita harus berunding dengan Fraksi Tenshi dan DaTenshi"tanya Serafall.

"Itu lebih baik"balas Falbium.

"Tapi masalahnya siapa yang akan datang dan dimana tempatnya dan kapan"tanya Ajuka.

"Biar aku saja lagi pula ini juga menyangkut Imoutoku dan untuk tempatnya ada di dunia Manusia tepatnya Kuoh Academy di laksanakan 7 hari lagi apa itu cukup"jawab Sirzechs.

"Aku juga akan ikut karna ini juga menyangkut Sona-tan"ucap Serafall.

"Hm tak buruk. Kalau begitu biar aku yang mengirim surat ke Michael sebagai perwakilan Tenshi dan untuk Azazel~"ucap Ajuka namun terpotong.

"Biar aku saja yang mengirim ke si Ero-DaTenshi itu"ucap Sirzechs memotong ucapan Ajuka.

"Apa sudah selesai. Aku ngantuk mau tidur"ucap Falbium malas. Ke 3 temannya Sweetdrop mendengar ucapan Falbium.

"Yah kita akhiri sampai disini"ucap Sirzechs mengakiri rapat YondaiMaou.

.

-INFINITY-

.

-Time Skip 6 hari kemudian-

Kuoh Academy

Seperti biasa para murid sedang asik dengan kegiatan mereka. Mereka tak tau kalau sekolah mereka besok akan menjadi tempat perundingan ke tiga Fraksi yakni Akuma,Tenshi,DaTenshi dan mereka tak perlu tau kecuali orang tertentu saja, bisa dibayangkan apabila mereka tau itu (A/N : bayangin aja, imajinasi kelas tinggi) itu semua diluar akal sehat manusia, mereka hanya tau besok hari peninjauan orang tua di sekolah. Namun berbeda dengan Naruto dan Sasuke mereka sudah mengetahuinya bahkan sebelum mereka sampat ke dunia ini.

"Naru-kun"panggil Rias sambil berlari ke arah Naruto. Dan orang yang dipanggil itu berhenti berjalan dan berbalik ke arahnya.

"Ada apa Rias-chan" jawab Naruto singkat.

"Ano..besok kan ada pertemuan ketiga Fraksi sekaligus peninjauan orang tua~"

"Jangan khawatir aku tak apa" ucap Naruto datar lalu berbalik meniggalkan Rias namun

Grep..

"Hiks... Naru-kun ada apa denganmu hiks.. Kenapa kau bersikap seperti ini padaku...hiks...kemana dirimu yang dulu kukenal...hiks...kau bukan Naru-kun...hiks... Kembalikan Naru padaku...kembalikan..hiks.." Rias memeluk Naruto di depan gerbang sekolah dengan terisak dan untungnya sekolah saat ini sudah sepi karna muridnya sudah pulang semua.

"Rias-chan ini aku ini Naru mu milikmu. Aku hanya kepikiran dengan anakku dan masa laluku"jawab Naruto pelan namun bisa terdengar jelas oleh Rias dan itu membuat Rias bungkam dan berhenti menangis.

"Naru.. Boruto-kun adalah anakmu..dan kau adalah Tou-Sannya itu hal yang wajar tapi kali ini tolong bagi penderitaanmu padaku karna aku sekarang adalah Kaa-sannya" ucap Rias pelan. Tak berbeda dari Rias, Naruto juga bungkam mendengar ucapan Rias dia akhirnya sadar akan pesan Boruto saat itu.

"Ya Boruto itu anakku yang masih hidup. Aku adalah ayahnya dan kamu ibunya kita memang sudah menjadi keluarga saat ini dan aku akan melindungi kalian semampuku walau dunia menentangku aku akan melindungi kalian karna itu aku harus menjadi kuat agar kejadian waktu itu tak terulang kembali"balas Naruto dengan senyuman. Melihat Naruto tersenyum Rias menjadi tenang bahagia kembali.

"Itu baru dirimu anata" ucap Rias sambil berjinjit dan memajukan wajahnya. Mengetahui hal itu Naruto pun juga tak tinggal diam, dia pun juga memajukan wajahnya.

CUP

Awalnya Kedua bibir menyatu tanpa ada nafsu dari keduanya yang ada hanya cinta dan perasaan yang saling terhubung satu sama lain. Namun tak lama kemudian sang nafsu telah mendominasi dan membuat awalnya adalah ciuman semata kini menjadi lumatan dan saling bertukar saliva.

"Tsuma aku merindukanmu apalagi permainanmu"bisik Naruto di telinga Rias dan kemudian menjilatnya. Sontak Rias memerah mendapat perlakuan itu.

"Ba-Baka Naru-kun no hentai ah..." Ucap Rias yang diakhiri dengan desahan.

"Tapi kau selalu suka kan"goda Naruto dengan tangan kirinya meremas bokong sintal Rias dan tangan kanan menservis dada si gadis eh wanitanya.

"Ah...Naru.. Hentikan dulu..ah.. Kita cari tempat du~empt" ucap Rias dengan susah payah karna menahan libidonya yang mulai naik namun segera di bungkam kembali dengan bibir Naruto.

Naruto langsung menggendong Rias ala bridalstyle dengan bibir yang masih menyatu dan jabut dari tempat TKP mencari tempat yang kiranya cocok menjadi saksi percintaan mereka alias hohohihe dan yup dapat juga ia menemukan tempat yang stategis yakni (dikapolsek setempat #plak) yakni di gudang yang terletak di aula sekolah.

"Fuah.."

"Rias-Chan"

"Naru cepat aku sudah tak tahan"ucap Rias sambil meremas dada dan bawahannya.

"Baiklah bersiaplah hime"

.

-INFINITY-

.

-Flashback 2 hari yang lalu-

Another Place

Tap.. Tap..

"Aku senang kau datang Naruto"ucap pemuda yang duduk di atas pohon sambil memegang sebuah tombak.

"Ada perlu apa kau memanggilku Cao Cao ?tanya Naruto.

Tap

Pemuda bernama Cao Cao itu langsung turun lebih tepatnya meloncat dari atas pohon.

"Sudah waktunya kau membuka identitasmu" jawab Cao Cao santai.

"Maksudmu"tanya Naruto sengit.

"Sebentar lagi akan diadakan pertemuan 3 fraksi di Kuoh bukan begitu"jawab Cao Cao. "Dan saat itu dia akan melakukan penyerangan" lanjutnya sambil mengepuk-ngepukkan tombaknya.

"Rizevim" ucap Naruto memastikan.

"Ya tapi bukan dia melainkan si wanita jalang itu" ucap Cao Cao berhenti sejenak. "Katerea Leviathan" lanjutnya kembali.

"Hm jadi kau ingin aku membereskan dia dan menjadi pahlawan lalu berbalik melawan" balas Naruto datar. "Sungguh drama yang menarik" lanjutnya dengan seringaian.

"Tenang saja kau tidak sendiri. Vali juga akan melakukan hal itu" ucap Cao Cao menanggapi Naruto.

"Hm baiklah" Naruto memutuskan untuk pergi. "Aku mau latihan dengan kekuatan baruku. Setelah mendapat mata ini" lanjut Naruto dengan mengaktifkan Rinnegan yang baru dikuasainya kemarin.

"Kau semakin hebat saja. Tapi aku tak boleh kalah darimu" ucap Cao Cao asal.

"Cao Cao kau masih ingat permintaanku" tanya Naruto tiba-tiba.

"Ya aku masih ingat. Aktivitas kita tak akan melibatkan istrimu kok" jawab Cao Cao santai. "Tapi bagaimana kalau istrimu yang mengganggu"tanya Cao Cao dengan serius.

"Biar aku sendiri yang mengurusnya"jawab Naruto tenang.

Sriiingg...

Tiba tiba muncul sihir di samping Cao Cao dan memunculkan seorang pria berkaca mata.

"Georg ada apa" ucap Cao Cao pada pria itu.

"Kita harus kembali, ada misi dari Ophis"jawab Georg. "Eh kau Naruto kan" lanjutnya bertanya pada Naruto.

"Em ya perkenalkan Namaku Uzumaki Naruto" ucap Naruto memperkenalkan diri.

"Salam kenal Naruto-san, perkenalkan aku Georg"ucap Georg singkat.

"Ah Naruto kami pergi dulu dan urusan tadi kau akan di jemput Bikou bersama Vali"ucap Cao Cao lalu menghilang bersama Georg dengan sihir teleportasi.

-Flashback OFF-

.

Normal POV

Disebuah hutan pinggir kota Kuoh yang awalnya hanya terdapat hutan belantara namun sekarang tampak sebuah rumah terbuat dari kayu dan dihuni oleh 2 orang berbeda gender.

"Tou-San" gumam seorang pemuda blonde bernama Boruto itu.

"Boruto-kun kau belum tidur"ucap gadis berkacamata yang tanpa Boruto sadari sudah lama berada di belakangnya. "Apa ini tentang ayahmu" lanjutnya.

"Yah kau benar"jawab Boruto santai. "Aku bingung harus senang atau sedih pada bajingan itu" lanjutnya pelan.

"Kau tak boleh begitu Boruto-kun. Walau bagaimanapun Naruto-Jisama itu ayahmu" balas si gadis. "Jujur aku iri denganmu Boruto-kun" lanjutnya pelan hampir seperti berbisik tapi Boruto masih bisa mendengarnya.

"Maksudmu"tanya Boruto.

"Aku awalnya sangat membenci ayahku. Dia tak ada sewaktu aku lahir di dunia, dia tak menjagaku kala aku sakit. Aku tak tau siapa ayahku dan seperti apa ayahku, yang kutau hanya nama saja dan fotonya pun baru pertama kali kulihat saat aku masih di akademi. Aku pernah berpikir, aku akan membunuhnya saat dia kembali suatu saat nanti" jawab gadis itu. "Aku-Aku iri dengan yang lain. Kenapa...Kenapa aku harus menderita seperti ini. Aku bertemu dengannya pertama kali dan kau mengingatnya jugakan" lanjutnya dengan nada pelan.

"Hm"

"Aku-aku tak tahu harus apa saat itu hiks.. Perasaan bahagia dan kebencian yang menjadi satu.. Hiks... Aku-Aku~"ucap Si gadis dengan terisak.

Grep..

"Menagislah jika itu membuatmu lebih baik" ucap Boruto sambil memeluk si gadis kacamata itu. "Arigatou, kita memang sama tapi aku tak tau kalau kau jauh lebih menderita dariku dan kau bisa dengan mudah memaafkan ayahmu. Arigatou akan kucoba semampuku" lanjut Boruto.

.

-INFINITY-

.

Kuoh Academy

Hari ini adalah hari yang paling mendebarkan bagi siswa Kuoh Academy. Bagi mereka ini adalah hari pemantauan orang tua mereka dalam hal akademis maupun non akademis. Tapi berbeda dengan Rias dan Sona ini adalah hari paling melelahkan bagi mereka dikarnakan bukan hanya pemantauan orang tua mereka meskipun baik Rias maupun Sona dihadiri oleh kakak mereka yang tak lain adalah Maou Lucifer dan Leviathan. Bukan hanya pemantauan tujuan mereka datang melainkan juga mempersiapkan pertemuan ketiga fraksi yang diadakan nanti malam tepatnya di Kuoh Academy.

"Ohayo Rias-chan Naruto-kun"ucap Sirzechs yang baru saja sampai pada Rias dan Naruto yang kebetulan berjalan berdampingan.

"O-Ohayo O-Oni-Sama, kenapa kau bisa berada disini dan bagaimana pekerjaanmu"tanya Rias yang kaget karna yang datang adalah Kakaknya meskipun Ayahnya juga hadir.

"Ah aku menyerahkannya pada Ajuka" jawab Sirzechs santai.

"Dasar" ucap NaruRias.

"Lagipula aku ingin melihat adikku dengan suaminya" ucap Sirzechs menggoda keduanya tanpa melihat situasi yang saat ini sedang ramai.

"KYAAA NARUTO-SENPAI DAN RIAS-SENPAI TERNYATA SUDAH MENIKAH"

"AKU IRI DENGAN RIAS-SENPAI"

"HATIKU HANCUR MENDENGAR INI"

"TERKUTUK KAU MAKHLUK TAMPAN"

Kiranya itulah teriakan dari fans Naruto maupun Rias.

"Sialan kau"ucap Naruto yang menahan malu akibat ucapan Sirzechs.

"Aku tak bisa membayangkan bagaimana kau membuat adikku menjerit-jerit saat itu" ucap Sirzechs asal.

"KYAAA NARUTO-SENPAI BUAT AKU MENJERIT JUGA"

"KUSERAHKAN DIRIKU PADAMU NARUTO-SENPAI"

"TERKUTUK KAU"

Semua jeritan nista kembali terdengar setelah Sang Maou Lucifer mengatakan hal itu dan itu sukses membuat dua pasangan muda itu memerah seperti kepiting rebus.

"Grrr... Oni-Sama" teriak Rias yang masih menahan malu dan marah yang tak terkira. Sedangkan Sirzechs malah tersenyum puas. (A/N : Disini waktu pertemuan dibuat malam hari setelah kunjungan ortu)

.

-Time Skip-

.

Akhirnya pertemuan antara ketiga fraksi akhirnya dimulai.

Pihak Iblis. Sirzechs Lucifer dan Serafall Leviathan. Juga Naruto dan Grayfia . Ia tengah berdiri disamping kereta pengantar teh.

Pihak Malaikat. Malaikat bersayap emas Michael-san dan gadis berambut pirang alias Irina.

Pihak Malaikat Jatuh, Azazel dengan 12 sayap hitamnya yang menekuk dan sang Vanishing Dragon.

"Adik perempuanku dan suaminya, dan juga keluarganya"Sirzechs memperkenalkan adiknya dan peeragenya.

"Dalam serangan Kokabiel beberapa hari yang lalu, mereka terlibat dalam penyerbuan"

"Aku sudah mendengar laporannya. Kuucapkan terima kasih sekali lagi"

Michael mengucapkan terima kasihnya pada Rias. Rias tetap bersikap kalem, dan sekali lagi membungkukkan badannya.

"Maaf, Kokabiel di pihakku sudah bikin masalah" Tanpa malu-malu, Azazel mengucapkan itu.

"Duduklah di kursi sebelah sana" Mengambil arah yang ditunjuk Sirzechs, Grayfia-san meminta kami menempati kursi.

"Karena semuanya sudah hadir, akan kuucapkan beberapa patah kata. Orang-orang yang berada disini telah menyadari subjek paling penting dan perihal terlarang, yakni ketiadaan Tuhan" Sirzechs memulai pembicaraan.

Nampak biasa terlihat seperti semuanya sudah memahami tentang hal itu.

"Lalu, karena sudah mengetahui itu, mari lanjutkan percakapan ini"

Kemudian, dengan kalimat Sirzechs-sama, konferensi diantara ketiga kekuatan besar dimulai Konferensi berjalan dengan lancar.

"Seperti itu, Kami Malaikat—"

Michael mengatakan itu.

"Itu benar. Cara itu lebih baik. Kalau seperti sekarang, sudah pasti 3 kekuatan besar akan mengalami jalan kehancuran—"

Sirzechs juga mengatakan itu.

"Yeah, kita tak punya apa-apa disini untuk diributkan"

Terkadang terjadi situasi di ruangan ini membeku ketika Azazel berbicara seenaknya seperti itu, si Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh ini sengaja membuat atmosfir itu dan tampak menikmatinya.

Rias tiba- tiba mengambil tangan Naruto yang disampingnya, dan menggenggamnya, dia tampak gugup dan gemetaran.

Ikut serta dalam pertemuan ini, dan harus memberi laporan juga, mungkin itu alami. Bahkan Rias akan menjadi gugup. Karena sepertinya konferensi ini akan tercantum dalam sejarah.

Naruto juga menggenggam tangan Buchou tanpa berkata apapun.

"Ara ara. Buchou dan Naruto-kun tengah bermadu cinta di tengah-tengah pertemuan" Akeno mengatakannya dengan bisikan kecil sambil tersenyum. Issei yang melihat hal tersebut hanya menatap iri.

"Baiklah, Rias. Bisakah kamu melaporkan insiden tempo hari itu?"

"Baik, Lucifer-sama"

Setelah diminta oleh Sirzechs, Rias, Sona, dan Akeno berdiri, mereka membicarakan setiap bagian secara berkelanjutan, tentang serangan Kokabiel waktu itu. Dan semua orang yang termasuk dalam ketiga kekuatan besar mendengarkannya.

Rias berbicara tentang ulasan insiden yang ia alami secara jelas dengan kalem. Mungkin karena tingkat kegugupan yang tinggi, kedua tangannya nampak sedikit gemetaran.

Masing-masing VIP golongan yang mendengarkan laporan, mendesah pelan, tersenyum, terdiam—Masing-masing orang memberikan reaksi berbeda.

"-Itu saja. Laporan yang saya, Rias Gremory dan keluarga Iblis saya alami"

Rias yang sudah menyelesaikan ucapannya akhirnya duduk usai ucapan Sirzechs-sama,

"Kerja bagus. Duduklah."

"Kerja bagus, Buchou!"Ucap Issei

"Makasih, Rias-chan" Leviathan juga berkedip kepada Rias.

"Baiklah, Azazel. Setelah mendengarkan laporan ini, aku ingin mendengar pendapatmu sebagai Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh" Usai mendengar pertanyaan Sirzechs-sama, tatapan semua orang tertuju pada Gubernur Jenderal berambut hitam itu.

Azazel mulai berbicara setelah mengeluarkan senyuman malas.

"Tentang insiden beberapa hari yang lalu, Kokabiel, pemimpin organisasi pusat kami, Grigori, tetap diam pada pemimpin yang lain, termasuk aku, sang Gubernur Jenderal, dan bertindak secara independen. Penangkapannya dilakukan oleh Naruto dan Vali. Setelah itu, dalam pengadilan Organisasi hukumannya sudah dijatuhkan. Hukumannya adalah pembekuan abadi dalam Cochytes. Dia tak akan keluar lagi. Penjelasan untuk itu, semuanya sudah tertulis dalam material yang ditujukan padamu kan? Sekian saja"

"Menurut penjelasan, itu adalah kategori terburuk tapi—aku tahu cerita tentangmu yang secara pribadi tak ingin membuat hal besar terjadi pada kami. Apa itu benar?" Michael mendesah akibat jawaban Azazel.

"Aah, aku tak tertarik dengan peperangan. Saat Kokabiel membangkangku, bukankah kalian juga sudah membaca laporannya"

Ya, sesuai ucapan Azazel, Kokabiel mengucapkan cukup banyak hal tentang bosnya.

Dia adalah orang yang pasif tentang perang, dan hanya tertarik dengan Sacred Gear—

"Azazel, aku ingin menanyakan satu hal tapi, kenapa kamu terus mengumpulkan para pemilik Sacred Gear selama beberapa dekade ini? Awalnya kupikir kamu bermaksud mengumpulkan manusia, dan mencoba memperkuat potensial bertarungmu. Aku bahkan mengantisipasimu mengangkat perang melawan Surga atau kami tapi..."

"Ya, tak peduli berapapun waktu berlalu, kamu tak mengangkat perang melawan kami. Saat aku dengar kamu membesarkan sang Vanishing Dragon, aku dihantui rasa kewaspadaan tinggi."

Opini Michael sama dengan Sirzechs.

Mendengarkan opini keduanya, Azazel tersenyum pahit.

"Itu semua demi penelitian Sacred Gear. Kalau begitu, bagaimana kalau kukirimkan bagian material penelitianku pada kalian juga? Biarpun aku melakukan penelitian, aku takkan berperang melawan kalian atau semacamnya. Aku tak tertarik pada perang di jam selarut ini. Aku sudah puas dengan dunia yang sekarang ini. Aku sudah memerintahkan dengan keras pada bawahanku 'Jangan ikut campur dengan urusan dunia manusia', tahu? Aku tak punya niat ikut campur dalam keagamaan juga, atau mempengaruhi bisnis para Iblis—Sial! Apa aku yang paling tidak dipercaya diantara ketiga kekuatan besar ini?"

"Itu benar"

"Sangat benar"

"Itu sangat benar"

Opini Sirzechs, Michael, dan Serafall sangat kompak. Seberapa jauh dia tidak dipercayai, Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh ini...

Usai mendengar itu, Azazel dengan santai mengorek lubang telinganya.

"Cih. Kupikir kalian lebih baik dari Tuhan atau Lucifer generasi sebelumnya, ternyata kalian orang-orang merepotkan juga. Diam-diam meneliti tak membuat kalian nyaman rupanya, ya. Ah, aku paham—Kalau begitu, kita berdamai saja. Sejak awal niat kita seperti itu kan? Malaikat dan Iblis juga?—

...

Kedamaian. Tunggu, bukankah itu berarti mereka mengharapkan perdamaian bersama?

Oleh kalimat Azazel, tiap-tiap golongan terkejut untuk jeda sesaat

Michael-san yang terkejut pada pernyataan Azazel tersenyum.

"Ya, aku juga bermaksud mengajukan perdamaian pada pihak Iblis dan Grigori. Kalau kita terus melanjutkan hubungan ketiga golongan seperti sebelumnya, hal itu akan menimbulkan kekacauan pada dunia ini. Aku, pemimpin para Malaikat mengatakan itu karena—penyebab awal peperangan, Tuhan dan Maou-sama telah lenyap"

Michael berkata kalau ia menginginkan kedamaian pada interval ini.

Azazel tertawa terbahak-bahak karena ucapan Michael.

"Ha! Si keras kepala Michael itu mulai angkat bicara juga. Biarpun dia hanya berkutat soal Tuhan, Tuhan, Tuhan, sebelumnya"

"Aku sudah kehilangan banyak hal. Namun, tak ada artinya mencari hal-hal yang saat ini tidak ada. Tugas kamilah untuk membimbing manusia. Kami anggota Seraph memiliki pendapat yang sama bahwa hal terpenting adalah mengawasi anak-anak Tuhan mulai dari sekarang dan seterusnya, serta membimbing mereka"

"Hei, hei, dengan pidatomu tadi, kamu akan 'jatuh' tahu?—Aku memikirkan itu, tapi kamu yang mengambil alih [Sistem] kan? Ini menjadi dunia yang bagus. Benar-benar berbeda dari waktu ketika kami 'jatuh'"

Sirzechs juga mengucapkan opini yang sama.

"Kami juga sama. Biarpun Maou yang asli tidak ada, demi melanjutkan spesies, Iblis juga harus tetap bergerak maju. Bahkan kami tak menginginkan perang—Kalau kami sampai berperang, maka Iblis akan musnah"

Oleh ucapan Sirzechs, Azazel juga mengangguk,

"Ya. Kalau kita harus berperang lagi, ketiga golongan akan sama-sama musnah. Dan kemudian, hal itu akan mempengaruhi dunia manusia, lalu dunia akan berakhir. Kita tak boleh berperang sekarang"

Beberapa saat lalu Azazel nampak santai, namun berubah secara drastis dan sekarang ekspresinya menjadi sangat serius.

"Apa menurut kalian dunia tanpa Tuhan itu salah? Apa menurut kalian dunia tanpa Tuhan akan runtuh? Maaf sudah mengatakannya namun itulah masalahnya. Aku dan kalian semua tetap hidup dengan sehat seperti ini"

Azazel mengucapkannya sambil membuka tangannya.

"Dunia bergerak bahkan tanpa Tuhan"

Setelah itu, percakapan berpindah pada potensi peperangan dan kekuatan militer. Entah kenapa, kekuatan militer saat ini dan interaksi antar golongan, tengah membicarakan tentang gambaran kekuatan mereka mulai dari sekarang.

"-Dan, sekian sajakah?"

Oleh kalimat Sirzechs, para VIP mendesah dalam-dalam.

Sembari Grayfia-san menyajikan teh sebagai pramusaji, Michael mengarahkan tatapannya pada Issei.

.

Issei POV

"Baiklah, diskusi ini telah berhasil diselesaikan dalam arah yang baik, tak apa-apakah kalau kita mendengar pendapat dari Sekiryutei-dono?"

Tatapan semua orang tertuju pada Issei. Owah! A-Aku sangat gugup! Apalagi, dia benar-benar mengingat persoalan yang kita diskusikan di kuil. Memang betul-betul pemimpin para Malaikat!

Hal yang ingin kutanyakan pada Michael-san adalah—aku menolehkan kepalaku ke arah Asia, dan mempersiapkan diriku. Sebelum datang kesini, aku sudah meminta konfirmasi dari Asia sebelumnya.

"Asia, tak apa-apakah kalau aku bertanya pada Michael-san tentangmu?"

Asia tampak kaget namun ia menyetujui.

"Kalau Ise-san ingin menanyakannya, maka aku tidak keberatan. Karena aku percaya pada Ise-san"

Sambil tersenyum Asia memberikan izin. Karena itulah, harus kutanyakan padanya.

"Kenapa anda mengeluarkan Asia"

Oleh pertanyaanku Michael-san, semua orang memasang wajah sangat kaget "Kenapa dia membicarakan hal itu sekarang?"

Maaf. Namun, apapun yang terjadi aku ingin menanyakannya pada pihak Malaikat sekarang juga.

...Asia yang begitu mempercayai Tuhan, kenapa dia harus dikeluarkan dari Gereja?

Disamping para Malaikat Jatuh yang sudah membunuh Asia, aku merasa ada bagian tak termaafkan pada pihak Malaikat juga.

Michael-san membalas dengan nada meminta maaf.

"Aku hanya bisa meminta maaf untuk itu...setelah Tuhan tiada, hanya sistem yang mengatur perlindungan agama, ampunan, dan keajaiban yang tersisa. Sistem ini adalah, kalau kujelaskan secara sederhana, sistem yang menghasilkan keajaiban, dan sebagainya. Tuhan melakukannya. Tuhan yang membuat Sistem itu, menggunakannya untuk menciptakan keajaiban di muka bumi. Menggunakan efek benda suci seperti Exorcism, salib, dan sebagainya. Ini juga adalah kekuatan Sistem itu..."

Begitu, rasa sakit yang kami Iblis dapatkan setelah menyentuh salib adalah efek Sistem itu. Dan mari memberi bos Malaikat ini lebih banyak pertanyaan.

"Setelah Tuhan mati, didalam...Sistem itu ada masalah terjadi...itukah yang ingin anda katakan?"

Oleh pertanyaanku, Michael-san mengangguk.

"Jujur saja, ia memberi beban berat pada siapapun yang menggunakannya dengan perkecualian Tuhan. Dengan aku sebagai pusatnya, semua anggota Seraph entah bagaimana berhasil memulai Sistem itu kembali tapi...dibandingkan ketika Tuhan masih ada, perlindungan dan ampunan bagi mereka yang mempercayai Tuhan tidak sempurna—Itu hal yang sangat disayangkan sehingga, mereka yang bisa diberi ampunan jumlahnya sangat terbatas"

Kalau diingat ingat, Kokabiel juga pernah mengatakan hal itu.

Sesuatu tentang ketiadaan Tuhan, ada batasan jumlah orang yang bisa diselamatkan.

"Karena itu, ada kebutuhan untuk menjauhkan orang-orang yang berhubungan dengan Gereja dari hal-hal yang mungkin bisa mempengaruhi Sistem. Sebagai contoh mereka yang bisa mempengaruhi Sistem, para pemilik Sacred Gear—Twilight Healing milik Asia Argento juga termasuk diantaranya. Begitupun Boosted Gearmu dan Divine Dividing"

"Asia termasuk kedalamnya karena dia bisa menyembuhkan Iblis dan Malaikat Jatuh juga?"

Oleh pertanyaanku, Michael-san sekali lagi mengangguk.

"Ya, kalau ada orang yang bisa menyembuhkan Iblis dan Malaikat Jatuh diantara para umat, hal itu akan mempengaruhi kepercayaan orang-orang disekitarnya. Sumber kehidupan kami di Surga adalah kepercayaan dari para penganut kami. Karena itulah, Twilight Healing menjadi Sacred Gear terlarang yang bisa mempengaruhi Sistem. Dan juga, sebagai contoh pengaruh pada Sistem—"

Xenovia menginterupsi Michael-san dan berkata,

"Orang-orang yang mengetahui tentang ketiadaan Tuhan kan?"

"Ya. Itu benar, Xenovia. Kehilangan dirimu adalah pukulan berat bagi kami tapi disamping kami, Seraph dan bagian Malaikat peringkat tinggi, beberapa orang yang mengetahui ketiadaan Tuhan mendekati tempat dengan hubungan langsung maka akan memberi efek besar pada Sistem—Aku minta maaf, tak ada cara lain selain mengeluarkan kamu dan Asia Argento"

Michael-san membungkukkan kepalanya pada Asia dan Xenovia.

Issei POV END

.

Normal POV

Ooh, orang tertinggi dalam Malaikat meminta maaf pada Asia dan Xenovia! Kedua orang yang dibahas itu juga menatap dalam keheranan. Memang mereka akan kebingungan bagaimana harus merespon. Namun, Zenovia segera mengguncang lehernya ke samping dan tersenyum.

"Tidak, Michael-sama, tolong jangan meminta maaf. Bahkan seperti ini, sampai saya mencapai usia ini saya sudah dibesarkan di gereja. Saya entah kenapa merasa agak tak rasional namun kalau anda tahu alasannya maka tidak perlu meminta maaf"

"Fakta kalau kamu tereinkarnasi sebagai Iblis, itu adalah kesalahan kami"

"Itu benar...saya sedikit menyesalinya namun hal-hal yang tak bisa saya lakukan ketika saya masih melayani gereja, hal-hal yang disegel pada saya sekarang sudah mewarnai kehidupan sehari-hari saya. Kalau saya mengucapkan kata-kata ini, saya mungkin membuat marah umat yang lain tapi...saya tetap merasa puas dengan kehidupan yang sekarang ini"

Xenovia begitu memikirkan kehidupannya bersama keluarga barunya.

"Michael-sama. Saya juga merasa bahagia. Karena saya sekarang memiliki banyak orang-orang penting. Dan juga saya sudah bertemu dan berbicara dengan Michael-sama yang saya kagumi. Itu adalah suatu kehormatan"

Oleh ucapan Asia dan Xenovia, Michael menunjukkan wajah kelegaan.

"Maaf. Aku berterima kasih pada pemberian maaf kalian. Kuserahkan Durandal padamu, Xenovia. Karena kamu adalah keluarga adik Sirzechs, aku merasa lega karena pedang itu takkan digunakan oleh tangan tangan jahat"

Azazel melihat ke arah Asia. Asia juga menyadarinya, dan tubuhnya gemetaran.

"Sepertinya bawahanku membunuhnya selagi tetap diam. Aku menerima laporannya juga"

Kukatakan pada Azazel dengan jelas.

"Itu benar. Asia pernah mati. Ba-bahkan aku dibunuh oleh Malaikat Jatuh tapi diatas itu Asia! Itu mungkin terjadi di tempat yang tidak anda ketahui namun gadis Malaikat Jatuh yang mengagumi anda membunuh Asia demi anda" Ucap Issei tiba-tiba dengan nada marah.

"Tenanglah, Issei..." Ucap Rias.

"Maaf, Buchou, tapi apapun yang terjadi aku harus..." Balas Issei namun terpotong.

"Memang benar kami Malaikat Jatuh melenyapkan para pengguna Sacred Gear yang mungkin membahayakan kami. Sebagai organisasi itu hal yang jelas kan? Merasakan kalau seseorang bisa jadi ancaman di masa mendatang, maka kalau kami menyadarinya sebelumnya, kamu pasti akan melenyapkannya. Dan karena itulah kamu mati. Alasannya adalah, manusia tanpa bakat sepertimu bisa saja lepas kendali dengan kekuatan Sekiryutei tanpa bisa mengendalikannya, dan memberi dampak buruk bagi kami atau dunia ini"

"Berkat itulah sekarang aku menjadi Iblis"

"Jadi kamu tak menyukainya? Setidaknya, mereka disekitarmu sangat senang karena kamu menjadi Iblis."

"Memang benar kalau Buchou, Sirzechs-sama juga dan teman-temanku senang karena aku menjadi Iblis. Seperti yang Azazel katakan, kalau kekuatan Ddraig masih ada padaku yang seorang manusia, maka aku tak tahu apa yang akan terjadi. Bahkan setelah menjadi Iblis, aku masih belum bisa mengendalikannya tapi, kalau aku masih sebagai manusia, mungkin hasilnya akan lebih buruk lagi" ucap Issei.

"A-aku bukan tak menyukainya! Semua temanku adalah orang baik dan aku tahu kalau aku mendapatkan perlakuan menyenangkan. Namun!"

"Biarpun aku minta maaf sekarang, rasanya sudah terlambat. Karena itu, aku berpikir untuk melakukan sesuatu yang hanya bisa kulakukan untuk membuatmu berdiri di atas kedua kakimu"

Issei tak memahami niat sejati Azazel. Apa maksud ucapannya tadi?

"Baiklah, sekarang waktunya kita mendengarkan opini dari orang selain kita, mereka yang sepertinya bisa mempengaruhi dunia. Dari sang Naga-sama yang luar biasa. Pertama, Vali, apa yang ingin kamu lakukan pada dunia?"

Oleh pertanyaan Azazel, sang Hakuryuukou, Vali tersenyum.

"Asal bisa bertarung dengan orang-orang kuat, dan mengalahkan Naruto-Senpai." Jawab Vali sambil melirik ke arah Naruto. Sedangkan Naruto hanya bersikap datar dengan melipat kedua tangannya.

Tatapan Azazel kali ini mengarah pada Issei.

"Kemudian, Sekiryutei, bagaimana denganmu?"

"Jujur saja, aku tak terlalu memahaminya. Entah kenapa karena semua hal rumit ini membuat otakku jadi kacau. Ditambah lagi, aku agak frustasi mengurus junior Iblisku, jadi kalau aku ditanya apa yang akan kulakukan dengan dunia, bagaimana bilangnya ya, aku tak punya ambisi apapun tentang itu" jawab Issei yang bingung harus berkata apalagi

"Namun, kamu adalah salah satu yang mempunyai kekuatan untuk mengubah dunia. Kalau kamu tak membuat pilihan maka akan sulit bagi mereka yang berdiri di puncak masing-masing kekuatan besar sepertiku untuk bergerak" Azazel mengatakan itu, tetap saja membuat Issei bingung.

"Hyodou Issei, kalau begitu biar kujelaskan dengan cara yang lebih gampang. Kalau kita berperang, maka ada kemungkinan kamu harus berperang di garis terdepan. Kalau itu terjadi, kamu tak akan bisa tidur dengan Rias Gremory."

"-"

A...pa...kata...mu?

"Kalau kita berdamai, maka tak akan perlu peperangan lagi. Kalau itu terjadi, maka hal penting yang tersisa adalah kesejahteraan dan kelanjutan spesies. Kamu mungkin bisa bersenang senang dan membuat anak dengan Rias Gremory setiap hari. Bagaimana? Mudah dipahami kan? Kalau ada peperangan, maka tak ada seks. Kalau ada kedamaian, maka kamu bisa berhubungan seks kapan saja. Mana yang akan kamu pilih?" Ucap Azazel namun sedetik kemudian.

Sriingg...

Pedang berbentuk dna berwarna hitam mengacung kearah leher dari pimpinan DaTenshi itu. Dari pedang itu mengalir aura kegelapan yang mematikan dengan intensitas KI yang tinggi.

Glek.

Azazel bahkan semua yang ada disitu meneguk ludah kecuali Vali yang malah menyeringai.

"Ku harap aku salah dengar" ucap Naruto dengan nada seperti shinigami.

'Gila sekuat apa pedang itu'batin Sirzechs bergidik ngeri.

"Tak mungkin itu Nu-Nunoboko no Ken"ucap Michael terkejut.

"Yap kau benar Michael-Sama"balas Naruto.

"Nunoboko no ken pedang apa itu aku tak pernah mendengarnya. Dan apa itu sekuat Excalibur" tanya Xenovia.

"Sangat kuat bahkan Excalibur sebelum terpecah sekalipun bukan tandingannya. Pedang itulah yang telah membentuk permukaan Bumi" Michael menjawab dengan nada khawatir.

"A-Apa" ucap Semua kaget terkecuali Naruto.

"Pedang itu terbentuk dari suatu unsur Alam itu sendiri, pedang yang Kami-Sama berikan kepada Seorang Manusia di dunia yang lain~"ucapan Michael terpotong.

"Hagoromo Ootsutsuki leluhurku, ayah dari reinkarnasiku" Naruto memotong pembicaraan Michael.

"Yah bisa kita lanjutkan, kuulangi lagi bagaimana pendapatmu Sekiryuutei?" Azazel memecah keterkejutan mereka.

"Aku ingin bagian yang damai saja, tolong! Ya! Kedamaian saja! Kedamaian yang terbaik! Aku ingin melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou!"

Issei mengatakan hawa nafsunya apa adanya. Issei tak memikirkan Rias di kirinya dan Naruto. Wajah Rias sontak memerah malu dan Naruto juga semakin kesal.

"Ise-kun, Sirzechs-sama masih ada di tempat ini, tahu?"

Kiba mengatakannya dengan "Oh Boy" dan senyuman pahit.

"Ah...Benar juga"ucap Issei.

Sirzechs tertawa kecil.

"Issei, akan lebih bagus jika darahmu melumuri pedangku"ucap Naruto datar dengan mengaktifkan Rinnegannya namun berarti panggilan kematian bagi Issei.

"Go-Gomen Naruto-Senpai gomen" ucap Issei sambil bersujud

"Um...aku, karena aku ini bodoh, arti dari 90% isi dari konferensi ini tak jelas bagiku. Namun, yang aku ingin katakan adalah, kekuatan yang tersimpan di dalamku ini sangat kuat maka akan kugunakan demi teman-temanku. Buchou, Akeno-san, Asia, dan anggota lainnya juga, kalau mereka menemui masalah maka aku akan membantu mereka! ...Tunggu, aku masih lemah sih. Namun, hanya itu yang bisa kulakukan. Meskipun harus mengorbankan nyawaku, aku akan hidup bersama teman-temanku" lanjut Issei yang sudah berdiri.

"Kuharap kau menepatinya"balas Naruto.

"Ah jawaban yang bagus" ucap Azazel. "Dan apa pendapatmu tentang rencana ini Naruto atau Kokuryuutei" lanjut Azazel sambil menatap Naruto.

"Yah asal aku bisa menggunakan kekuatan sejatiku, aku setuju saja" jawab Naruto.

"Kurasa kau lebih cocok menyandang Lucifer, Naruto-kun" ucap Sirzechs.

"Naruto-kun bolehkan aku menjadi istri keduamu" ucap Serafall dengan nada Childish.

"Tidak boleh Leviathan-Sama, Naru-kun hanya milikku" balas Rias sambil memeluk lengan Naruto. Tiba tiba

Deg..

"Apa yang terjadi" ucap Rias.

bagian dalam ruang staf pertemuan terasa berubah sedikit. Michael sedang melihat ke arah luar jendela, dan Sirzechs dan Azazel tengah berbicara serius dengan wajah tegang karena alasan tertentu.

"A-apa sesuatu terjadi?" Tanya Issei entah pada Siapa.

orang orang terbagi menjadi mereka yang bisa bergerak dan mereka yang masih terhenti. Semua orang kuat masih bergerak. Sirzechs, Serafall, Grayfia, Michael, Naruto dan Azazel, beserta si Vanishing Dragon, sepertinya bisa bergerak.

Sedangkan anggota klub Rias adalah Isse, Yuuto Kiba, Xenovia dan Rias itu sendiri.

"Sepertinya alasan kamu aman adalah karena Ise adalah pemilik dari Sekiryutei dan karena Yuuto memiliki Pedang Suci Iblis tak beraturan yang mencapai Balance Breaker. Zenovia membangkitkan Durandal tepat sebelum itu terjadi dan Aku yang tadi masih sempat Memeluk lengan Naru-kun"

Seperti yang Rias katakan, Zenovia sedang memegang benda yang sangat berbahaya yang terus mengeluarkan aura suci. Dia sepertinya memakainya di saat yang tepat, dan pedang suci itu kembali pada area waktu yang sebenarnya.

"Rasa penghentian waktu entah kenapa masih diingat oleh tubuhku—Saat waktu hampir terhenti, kupikir aku bisa menggunakan kekuatan Durandal untuk melindungi diriku, ternyata keputusanku itu benar"

Gadis ini mengingat waktu tubuhnya dihentikan dalam sekejap? Seperti biasanya, kemampuan tubuhnya sungguh mengerikan...

"Ngomong-ngomong, Buchou. Apa yang terjadi?"Tanya Issei

"Sepertinya ada—"

"Serangan teroris"

Menginterupsi Rias, Azazel menjab pertanyaan Issei

"Tunggu! Serangan teroriiiiiiiiiiiis!? Sepanjang konferensi penting yang akan sangat mempengaruhi masa depan dan kestabilan dunia ini!?"Tanya Issei bingung

"Sebaiknya kamu melihat ke arah luar"

Azazel menunjuk jendela dengan dagunya. Aku mendekati jendela kaca ruang pertemuan dan—

Kah! Kilatan cahaya mendadak menyerang.

"Kita sedang diserang. Di era manapun ketika sebuah kekuatan ingin membentuk pakta perdamaian dengan kekuatan lain, akan datang juga mereka yang tak setuju dan berusaha mengacaukannya" Azazel menunjuk ke arah luar.

Beruntungnya, semua serangan itu tak terlihat seperti akan merusak bangunan sekolah.

"Orang-orang itu adalah yang disebut Penyihir. Itu adalah jenis sihir yang pada dasarnya dikembangkan dari dari sistem sihir Iblis oleh Penyihir Legendaris "Merlin Ambrosius" dan direkonstruksi sebagai sihir...Dari kekuatan sihir yang mereka pancarkan, kurasa masing-masing dari mereka memiliki kekuatan sihir selevel Iblis kelas-menengah." Jelas Azazel panjang lebar. "Singkat kata, artinya manusia bisa menggunakan kekuatan yang digunakan oleh Iblis. Namun, tentu saja, kekuatan mereka tetap tak bisa mengimbangi Iblis sungguhan. Yang lebih merepotkan adalah kalau pengguna Sacred Gear mempelajari sihir. Ya, serangan mereka takkan bisa merusak bangunan sekolah ini. Karena perisai terkuat yang dipasang oleh aku, Sirzechs, dan Michael, melindungi seluruh tempat ini. Namun, karena itu juga, kita jadi tak bisa meninggalkan tempat ini." Lanjut Azazel.

"Kau pandai juga Azazel. Yah walau kau Ero" ucap Naruto.

"Aku tak seburuk yang kau pikirkan Naruto" balas Azazel.

"Ka-kalau begitu, bagaimana dengan penghentian waktu yang sebelumnya?" Tanya Issei.

"Mungkin saja, mereka memakai Sacred Gear atau sihir yang mentransfer kekuatan pada bocah separuh Vampir itu dan dengan paksa membuatnya masuk kondisi Balance Breaker. Itu hanya mode Balance Breaker sementara, meski begitu, sampai bisa mempengaruhi orang-orang di dalam objek pada bidang pandangnya...ternyata potensi anak separuh Vampir itu sangat tinggi. Ya, sepertinya dia tak punya kekuatan untuk melawan orang-orang yang menggunakannya" jawab Azazel santai.

"Tapi, mereka memindahkan kekuatan? Adakah Sacred Gear dengan kemampuan seperti itu?" Tanya Issei

"Boosted Gear menggabungkan bersama dua kekuatan pengganda nyaris tanpa akhir dan kekuatan transfer. Ada juga Sacred Gear independen dengan kedua kekuatan tersebut. Sacred Gear pengganda dan Sacred Gear pentransfer. Semua Longinus hanyalah kombinasi dari satu kemampuan dengan kemampuan yang lainnya. Pada dasarnya, mereka menggabungkan kemampuan besar yang tak seharusnya digabungkan. Mungkin [Longinus] tercipta karena adanya error, gangguan dalam program [Sacred Gear] yang diciptakan oleh Tuhan. Itulah salah satu opini kami dari 'Grigori'. Kalau aku harus mengatakannya dengan cara-yang-gampang-kamu-pahami, itu adalah fakta kalau ada kekuatan lain yang bisa mentransfer" jelas Azazel

"Terima kasih banyak untuk penjelasan-yang-begitu-mudah-dipahami-itu"balas Issei

"Gasper telah dijadikan senjata teroris di gedung sekolah lama...darimana mereka mendapatkan informasi penting tentang budakku?...Apalagi, mereka sampai menggunakan kekuatan itu dalam pertemuan penting ini...! Aku tak pernah merasa terhina seperti ini!" Ucap Rias tiba-tiba.

Sirzechs membuat gelombang aura merah dari seluruh tubuhnya

"Selain itu, pasukan dari Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh diluar gedung sekolah ini sepertinya juga terhenti. Astaga, keluarga Rias Gremory sungguh mengerikan." Azazel menaruh tangannya di bahu Rias dan menepuk-nepuknya, namun tanpa ampun menyingkirkan tangannya. Tangannya disingkirkan, Azazel menoleh ke arah jendela dengan desahan. Kemudian, tombak cahaya tak terhitung jumlahnya muncul di langit luar gedung—

Baa! Hujan cahaya menghujani semuanya di saat yang sama saat Azazel menurunkan tangannya, dan mereka menghujani para Penyihir.

Para teroris juga membuat perisai pertahanan, namun serangan itu menembus tanpa masalah dan seluruh penyihir lenyap tanpa bekas

Mayat-mayat kaku penyihir tak terhitung jumlahnya berceceran di seluruh halaman sekolah! Tiba-tiba berubah menjadi adegan yang sadis! Atau lebih tepatnya, dia luar biasa kuat, si Gubernur Jenderal ini.

"Sekolah ini dilapisi oleh perisai. Tapi, meski begitu, mereka muncul di dalam perisai. Pasti ada lingkaran sihir tipe transfer atau seseorang menyambungkan gerbang kedalam wilayah ini. Yang manapun, kalau mereka meningkatkan efek dari [Forbidden Balor View] lebih dari ini, dikhawatirkan kalau mereka juga bisa menghentikan orang seperti kami juga. Dengan menghentikan kami disini dengan serangan cepat mereka, mereka berniat melenyapkan masing-masing gedung sekolah ketika waktu kita terhenti. Mereka sepertinya memakai kekuatan militer yang patut diperhitungkan." Melihat tatapan Azazel, lingkaran sihir bermunculan di beberapa tempat di wilayah sekolah, dan mulai bersinar dengan cerah. Dari lingkaran sihir muncul sosok-sosok yang sama dengan kelompok Penyihir yang Azazel habisi sebelumnya. Atau, mereka adalah Penyihir yang sebelumnya? Ada lebih banyak yang muncul! Masih ada banyak dari mereka yang bermunculan!

"Yang terjadi hanya pengulangan. Mereka akan terus muncul bahkan meski kita sudah menghabisi dan membantai mereka. Namun, meski keahlian dan waktu para teroris itu bagus, mungkin saja mereka mendapatkan informasi dari orang dalam. Apa ada pengkhianat tak terduga disini?" Azazel mengucapkan hal mengejutkan.

"Tak bisakah kita lolos dari sini?" Tanya Issei

Azazel menggelengkan kepalanya atas pertanyaan Issei

"Kita tak bisa kabur. Selama perisai yang melindungi seluruh sekolah tidak dilelehkan, kita tak bisa keluar. Tapi, kalau perisai dilelehkan, kerusakan akan dirasakan oleh dunia manusia. Kita harus menunggu sampai bos musuh muncul dulu. Kalau kita mengurung diri kita sementara, mereka akan lelah menunggu dan menampakkan wajahnya. Aku ingin tahu siapa otak di balik ini dengan cepat. Selain itu, kalau kita keluar dan bertarung sesuka hati, bisa saja kita melakukan apa yang musuh harapkan."

S-sungguh terperinci. Jadi kita hanya perlu menunggu sampai musuh menunjukkan batang hidungnya!?

"Selain itu, kami para pemimpin tak bisa bergerak selagi membuat persiapan. Namun, tujuan pertama kita adalah mengambil kembali Gasper dari gedung sekolah lama yang sudah menjadi markas teroris."

Dan itulah ucapan Sirzechs. Begitu, jadi situasi sekarang sudah membuat dia (Gasper) kembali menjadi orang berbahaya nomor satu? Kalau kita mendapat serangan selagi para pimpinan terhenti, hal itu akan sangat serius!

"Onii-sama. Biar aku yang pergi. Gasper adalah budakku. Tanggung jawabkulah untuk membawanya kembali." Ucap Rias.

"Tapi Rias-Chan"ucap Naruto.

"Aku baik-baik saja kok Naru-kun, aku bisa jaga diri" balas Rias.

"Hah baiklah kalau itu keputusanmu imotouku" Sirzechs membalas dengan senyuman.

"Tunggu Buchou" teriak Issei.

"Ada apa Issei"

"Izinkan aku ikut membantum karna Gasper dan Koneko-chan adalah Kohaiku dan aku akan menyelamatkan mereka"

Sirzechs mendengar ucapan Issei hanya menghela nafas.

"Oi, Sekiryutei." Panggil Azazel.

"Sa-saya Hyodou Issei"

"Kalau begitu, Hyodou Issei, ambillah ini" Azazel melempar sesuatu.

Issei menangkapnya dan melihat—mereka seperti gelang yang ditaruh di pergelangan tangan. Beberapa lapis pola-pola aneh tertempa padanya.

"Itu adalah gelang dengan kemampuan mengendalikan Sacred Gear sampai poin tertentu. Kalau kamu menemukan si separo Vampire itu, kenakan padanya. Itu mungkin bisa sedikit membantunya mengendalikan kekuatannya"

"Tapi, kenapa ada dua...?"

Ya. Ada dua gelang. Yang satu untuk Gasper. Dan yang satunya—

"Yang satunya untukmu. Kamu belum menguasai kekuatan si [Welsh Dragon] kan? Kalau begitu, kenakanlah. Kalau hanya untuk sesaat, masih mungkin mencapai kondisi Balance Breaker tanpa membayar harga apapun. Ini akan digunakan sebagai ganti harga itu Sebagai efek sampingnya, kamu juga akan melepas segel yang dipasang padamu. Kekuatan [Pion] mu dibatasi kan?"

"Kenapa kau bisa tau. Ah tapi sudahlah"

"Issei jaga Rias" ucap Naruto datar.

"Grayfia segera transfer mereka"

"Baik Lucifer-Sama"

"Naruto, Vali"

"Ada apa Azazel?"

"Kalian pergilah alihkan perhatian musuh diluar. Kalau si Hakuryuukou dan Kokuryuuko maju ke garis depan, itu akan sedikit merusak strategi mereka. Juga, sesuatu mungkin bergerak"

"Jadi orang itu juga akan sadar kalau kami ada disini?"

"Kalau kalian lakukan itu, mereka takkan menduga Sekiryutei berpindah ke area tengah menggunakan [Castling]. Itu juga akan sedikit menarik perhatian mereka"

"Bukankah lebih cepat dengan meledakkan semua musuh di gedung sekolah lama dan separuh Vampir biang masalah itu?" Sang inang Albion mengatakannya dengan alami.

"Itu hanya menambah masalahku" balas inang dari Flame ini.

"Cukup sudah, mumpung kita masih bersatu dalam kedamaian. Kalau situasinya memburuk, kita akan lakukan itu, tapi kalau kita bisa menolong anggota keluarga Maou, menyelamatkannya akan memberi kita keuntungan di masa depan"

"Oke, oke, kami paham"

Vali setuju pada saran Azazel sambil mendesah panjang.

Kah! Sayap cahaya mulai membentang di punggung Vali. Jadi itukah Sacred Gearnya?

"Ayo Naruto-Senpai kita bersenang-senang"

"Yah semoga ini bisa mengurangi kebosananku"

"—Balance Break"

[Vanishing Dragon Balance Breaker]

[Burning Dragon Balance Breaker]

Setelah suara itu, aura seperti salju menutupi sosok Vali dan aura kegelapan menutupi Naruto. Ketika cahaya berhenti, tubuhnya terlapisi armor serba putih yang memancarkan cahaya putih menyilaukan lain dengan Naruto tubuhnya terlapisi Armor hitam pekat dan sedikit warna merah di armornya.

Naruto dan Vali membuka jendela ruang pertemuan dan menyerbu ke langit.

Dalam sekejap itu—

Dododododododon!

Gelombang kejut tercipta di luar! Saat aku melihatnya, sekelompok penyihir dibantai habis-habisan oleh 2 orang pria dalam armor putih dan hitam itu. Mereka menyerbu ke kerumunan kelompok musuh sambil membentuk jalur cahaya di langit malam, dan sosok prajurit yang tangguh tengah terlihat jelas. Vali menari di udara tanpa khawatir dengan tembakan para penyihir sama sekali, dan sejumlah besar peluru sihir berjatuhan sepanjang halaman sekolah. Tanpa mendapatkan apapun, para penyihir terus dilenyapkan, namun lingkaran sihir muncul tak lama kemudian dan sekelompok penyihir baru bermunculan. "Mereka tak ada habis-habisnya!"Ucap Naruto.

"Kau benar Naruto-Senpai"

"Azazel Apa yang kamu rencanakan dengan mengumpulkan Sacred Gear? Kamu sudah mengumpulkan pemilik [Longinus] juga kan? Apa kamu berniat membunuh Tuhan meskipun Tuhan sudah tak ada lagi?"

Azazel menggeleng kepalanya atas pertanyaan itu.

"Untuk persiapan"

"Persiapan? Itu ucapan yang memicu ketidaknyamanan, meskipun kamu menolak peperangan" Michael mengucapkan ini dengan ekspresi rumit.

"Sudah kukatakan bukan? Aku tak mau berperang melawan kalian. Aku juga takkan membuat perang disini—Namun, cara-cara pertahanan diri juga penting. Jujur saja, haruskah kukatakan kalau kami tidak hanya mempersiapkan serangan darimu?"

"Lantas?"

"Khaos Brigade"

"...Chaos Brigade?"

Itu nama yang belum pernah kudengar sebelumnya, tapi sepertinya Sirzechs tak tahu juga melihat alisnya yang menekuk.

"Aku hanya mengkonfirmasi nama dan latar belakang organisasi itu baru-baru ini, namun wakil Gubernurku Shemhaza juga sudah mewaspadai organisasi mencurigakan dari sebelum itu. Dikatakan kalau mereka mengumpulkan anggota-anggota berbahaya dari ketiga kekuatan besar. Beberapa manusia pemilik Sacred Gear yang sudah mencapai Balance Breaker juga sepertinya termasuk. Aku juga sudah mengkonfirmasi sejumlah pengguna [Longinus] diantara mereka"

"Lalu tujuan mereka?"

Michael-san menanyakan itu.

"Kehancuran dan kekacauan. Sesederhana itu, tahu? Mereka tak menyukai kedamaian dunia ini. Mereka adalah teroris. Lebih lagi mereka memiliki sifat jahat yang ekstrim"

Jadi, mungkinkah serangan teroris kali ini juga...?

"Pemimpin organisasinya adalah Naga langit tangguh yang sebanding dengan Wels Dragon, Vanishing Dragon dan Burning Dragon.

[-!]

Semua orang menjadi diam membisu oleh ucapan Azazel.

"...Begitu. Jadi orang itu sudah bergerak. Sang Ouroboros Dragon Ophis—Naga yang ditakuti oleh Tuhan...seorang yang terus menduduki titel terkuat sejak dunia ini bermula."Sirzechs memasang ekspresi rumit.

Saat aku bingung dengan reaksi semua orang, sebuah suara yang tak kukenali menembus kedalam telingaku.

[Ya, Ophis adalah ketua dari "Khaos Brigade"]

Gah! Lingkaran sihir mendadak muncul di lantai ruang pertemuan di waktu bersamaan dengan suara itu! Apa ini, Iblis?

"Begitu. Jadi kau sudah datang! Otak dari semua kejadian ini—"

Sirzechs-sama menjentikkan lidahnya. Eh? Kenapa dia melakukan hal itu tiba-tiba

"—Lingkaran sihir Leviathan."

Seorang wanita muncul dari dalam lingkaran sihir. Ia mengenakan pakaian hitam yang potongannya sangat pendek dan belahan yang panjang padanya.

"Bagaimana kabarmu, Maou Sirzechs-dono saat ini?" Wanita itu menyapa Sirzechs dengan nada tanpa takut.

"Seorang yang mewarisi darah dari Leviathan sebelumnya. Apa arti semua ini "Katerea Leviathan""

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

Akhirnya selesai juga chapter 12 ini.

Gomen update telat karna Author baru aja pulang dari RS abis kena DBD.

Arigatou atas waktunya Reader-san mau RnR fic gaje abal ini.

Yah itu saja yang bisa saya sampaikan mohon maaf bila ada yang tersinggung soal fic ini. Dan tak lupa saya sampaikan bahwa fic ini hanya sebatas hiburan semata tidak menyinggung soal agama ras maupun kepercayaan.

Sayonara Minna See you next Chap

RnR please !

.

.

.

Uzumaki Bolt Out