"Love Therapy" ( chapter 12 )

Jun 10, '11 1:06 PM
untuk semuanya

Author : Ladea Vesia
Title : Love Therapy
Chapter : 12 ( Twelve )
Rating : 16+
Genre : Romantis, Komedy,.Angst
Fandom : Suju, Shinee,...
OFC : Haneul, Hyun Ah, Jewon
Discalimer : Ini cerita asalnya dari gua jadi jangan pada protes!
Back Song : SNSD-OH!...dan SUJU-its You!

"Setiap orang memiliki pilihan hidupnya masing-masing bukan, dan setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya jatuh cinta, dan dalam percintaan pasti akan selalu ada duka!..Dan jika ada duka maka akan ada luka dan luka itu juga harus disembuhkan,..hanya saja cara penyembuhannyalah yang belum kita ketahui"

Chapter 12

"Aku kemari untuk menolak tawaranmu!" ucap Minho.

Jewon tergelak "Kurasa kau sudah tidak bisa membatalkannya lagi!"

"Apa maksudmu?" tanya Minho terkejut.

"Kau sudah datang kemari dan berarti kau menyetujui untuk menyingkirkan Donghae!"

~0~

"Apa maksudmu?" tanya Minho tidak mengerti.

"Kau sudah melakukan perjanjian dan bila kau datang kemari maka kau sudah menyetujui perjanjian itu!" ucap Jewon tersenyum lembut.

"Tapi aku kemari ingin memberitahu kalau aku tidak ingin menyingkirkan DOnghae!"

"Seharusnya kau tidak datang!"

"Kau?"

Jewon melayang menghampiri Minho "Seharusnya kau mendengarkan kata-kataku dengan baik!"

Minho menatap Jewon tidak percaya "Kau gila, lebih baik aku pergi dari tempat ini!"

"Memang kau mau kemana?" tanya Jewon.

Minho bermaksud menjawab pertanyaan Jewon, tapi tiba-tiba saja sekelilingnya menjadi kabur dan tiba-tiba saja dia berada di sebuah tempat yang aneh, ia seperti berada di sebuah kastil suram dengan dinding bebatuan.

"Selamat datang di rumah malaikat penjemput arwah!" ucap Jewon tersenyum.

"Kau menjemput arwahku?" seru MInho asal.

Jewon menggelengkan kepala "Kau akan terkurung disini sampai aku berhasil melenyapkan Donghae!" ucap Jewon kemudian menghilang.

"Hey Tunggu, kau tidak bisa berbuat seenaknya,..Jewon,..Jewon!" teriak Minho berusaha membuka semua pintu kayu disana tapi tidak ada satupun yang terbuka.

Minho menatap ruang yang berbentuk lingkaran dengan banyak pintu itu,..sebenarnya dia berada dimana? kenapa tempat ini tidak asing baginya,..tapi kenapa dia juga merasa takut berada di tempat itu. Minho menatap keatas dan melihat kabut tipis yang perlahan turun,..

~0~

Donghae berjalan malas menyusuri lorong menuju kelasnya ditemani Sungmin dan Yesung yang sibuk ribut sendiri membicarakan masalah perempuan. Sia-sia saja membuat Sungmin berpaling dari Kyuhyun menurut Donghae,..tapi Yesung memang pantang menyerah untuk membuat Sungmin menjadi Straight.

"Donghae!" tiba-tiba Heechul muncul dari arah toilet.

"Kau kenapa?" tanya Donghae memperhatikan raut wajah Heechul yang kelihatan bingung.

Heechul terlihat ragu kemudian menggelengkan "Tidak, tidak jadi!" jawab Heechul bermaksud pergi tapi DOnghae menarik Jaketnya dan membuat Heechul mundur beberapa langkah.

"Yak, kau ini mau bicara apa?" tuntut Donghae.

"Aku hanya mau bertanya apa kau melihat Minho?" ucap Heechul "Kau sekelas dengannya bukan?"

Donghae mengerutkan dahi.

"Minho sudah dua hari ini tidak masuk!" sahut Sungmin "Tidak ada keterangan sama sekali!"

"Memang ada teman kita yang bernama Minho?" ucap Yesung membuat Donghae, Heechul, dan Sungmin menatap Yesung.

"Yak, kau ini jangan bercanda!" Sungmin meninju lengan Yesung.

Yesung menatap Sungmin sebal "Aku memang tidak pernah tahu kalau ada teman kita yang bernama Minho!"

"Tapi kau pernah bilang Minho itu teman SMAmu?" ucap Donghae.

Yesung mengerucutkan bibir "Yak, kalian ini aneh sekali, aku tidak punya teman bernama Minho!" ucapnya kemudian pergi.

Sungmin mengerjap-ngerjapkan mata sementara DOnghae dan Heechul saling pandang kemudian mengangguk dan berlari pergi membuat Sungmin kebingungan tidak mengerti.

~0~

Haneul berjalan melewati lorong, berulang kali ia menoleh kebelakang seperti ada yang mengikutinya tapi tidak menemukan siapapun. Padahal Haneul yakin ada malaikat yang mengikutinya tapi entah siapa, mungkin Leeteuk yang mau menggodanya.

"Haneul!" seru Heechul membuat Haneul menoleh dan mengerutkan dahi melihat Donghae dan Heechul berlari kearahnya.

"Haneul!" desah Donghae setelah keduanya berhenti didepan Haneul.

"Ada apa kalian berlari-lari seperti itu?" tanya Haneul bingung.

Donghae melirik Heechul yang masih berusaha mengatur nafas.

"Minho,..Minho menghilang!" ucap Heechul "Aku bertanya kebeberapa anak ada yang tidak tahu dan bahkan ada yang tidak mengenalnya,..padahal teman dekatnya!" imbuhnya.

Haneul mengerutkan dahi "Minho menghilang? bagaimana bisa?"

Donghae dan Heechul menggelengkan kepala.

Haneul mengingat tentang hawa malaikat yang mengikutinya tadi, pasti telah terjadi sesuatu tapi apa. Haneul mengambil nafas panjang, dan tiba-tiba saja sebuah sayap abu-abu suram muncul dan Haneul menghilang dari hadapan Donghae dan Heechul, membuat Donghae terperangah.

"Kemana Haneul?" tanya Donghae masih tidak percaya ia melihat Haneul yang mengeluarkan sayapnya.

"Tempat dimana ia ingin berada!" jawab Heechul "Sebaiknya kita cari info!"

Heechul menyeret Donghae berlari untuk mencari tahu keberadaan Minho. Donghae masih setengah sadar sampai akhirnya mereka bertemu dengan Leeteuk yang sibuk memotret Hanggeng yang sedang bergaya didekat pohon kamboja.

"Leeteuk!" panggil Heechul.

"Yoo,..kalian!" seru Leeteuk tersenyum menghentikan kegiatannya.

"Heechul?" seru Hanggeng.

Donghae mengangguk kearah Hanggeng kemudian ia dan Heechul berhenti didekat Leeteuk yang sibuk mengutak-atik kameranya.

"Leeteuk, apa kau lihat Minho?" tanya Heechul.

Leeteuk mengerutkan dahi menatap Heechul "Minho? aku tidak melihatnya sama sekali, memang ada masalah?" tanya Leeteuk.

Heechul melirik Donghae.

"Kurasa dia menghilang, dan Haneul mencarinya!" ucap Donghae.

Leeteuk mengerutkan dahi "Hmm, aku akan menyusul kalian mencari Minho!" ucap Leeteuk.

Heechul dan Donghae mengangguk dan melanjutkan pencarian mereka. Sampai di ruang pentas drama.

"Minho!" panggil Donghae membuat suaranya bergaung di ruang kosong itu.

"Donghae, lihat ini!" seru Heechul membuat Donghae menoleh "Tas Minho!" ucap Heechul memegang tas ransel yang biasanya digunakan Minho.

Donghae menghampiri Heechul dan mengamati tas Minho dan menggeledah isinya tapi tidak menemukan apapun yang bisa di jadikan petunjuk menghilangnya Minho.

"Sedang apa kalian disini?" tiba-tiba saja Siwon muncul membuat Donghae dan Heechul terkejut.

"Siwon?" ucap Donghae "Sedang apa kau disini?" tanyanya pada Siwon.

Siwon terlihat ragu "Aku hanya ada janji bertemu dengan seseorang disini!" Jawabnya santai.

"Bertemu dengan seseorang? dengan siapa?" tanya Heechul mengerutkan dahi "Kami disini dari tadi dan tidak ada siapapun."

"Aku juga tidak tahu!" Siwon mengerutkan dahi "Aku hanya menerima surat yang mengatakan jika aku ingin bertemu dengan Hyun Ah aku harus datang kemari!"

Donghae menelan ludah "Dari mana kau dapat surat itu?"

"Aku tidak tahu, begitu aku selesai membaca surat itu terbakar tiba-tiba!" terang Siwon.

Heechul menepuk pundak Donghae dan menggelengkan kepala.

"Wah kau datang tepat waktu!" tiba-tiba saja Jewon muncul.

"Jewon?" pekik Heechul "Apa yang kau lakukan disini?"

Jewon terkejut dan menoleh kearah Heechul yang ada di belakangnya "Kau? sedang apa kau disini?" tanyanya balik.

Heechul terdiam sejenak "Jangan-jangan kau yang menculik Minho!"

Jewon hanya diam membelalakkan matanya kepada Heechul "Tahu apa kau, kau hanya patner tidak berpengalaman!" ucapnya merehkan.

Heechul dengan segera mengeluarkan sebuah benda kecil seperti kelereng kemudian melemparkannya kedekat kaki dan benda itu berubah menjadi sebuah pedang membuat Donghae dan Siwon mundur saking terkejutnya.

"Cepat katakan dimana Minho?" pinta Heechul siapa membawa pedang peraknya.

"Darimana kau dapat pedang Skyline?"

"Bukan urusanmu dari mana aku mendapatkannya, cepat katakan padaku dimana MInho!"

Jewon tergelak "Kau pikir bisa menggertakku begitu saja?"

-Crat-

Darah berwarna hitam mengucur dari lengan Jewon saat Heechul menyayatkan pedangnya membuat Jewon terbang semakin tinggi dan menjauh.

"Kau?" seru Jewon "benar-benar membuatku marah!"

"Coba saja kau?" tantang Heechul.

Jewon menggerakkan tangannya tiba-tiba saja Donghae melayang "Selamatkan saja temanmu jika kau memang mampu!" ucapnya tiba-tiba menghilang bersamaan dengan Donghae.

"Donghae!" seru Heechul berusaha menarik Donghae tapi tubuhnya terhempas kebelakang dan berhasil di tangkap Siwon.

"Donghae!" seru Siwon yang berhasil berlari dan menarik kaki Donghae, tapi ia juga justru ikut menghilang

"Donghae, Siwon!" seru Heechul meneriaki ruangan kosong.

~0~

Haneul berkeliling dan mencari hawa yang malaikat yang masih terus berpindah-pindah tidak tentu. Siapa malaikat itu, sepertinya ia mengenal hawa tersebut tapi siapa. Haneul terus berpikir sambil melayang di udara menatap akademi Meong dari kejauhan.

"Sedang apa kau melayang disini?" tanya Leeteuk yang kebetulan lewat baru kembali dari Hyun Ah.

Haneul menoleh kearah Leeteuk "Apa kau merasakan hawa malaikat lain juga?" tanya Haneul.

Leeteuk menelengkan kepalanya tidak mengerti kemudian ia menatap Akademi Meong dan merasakannya juga "Entahlah, memang kenapa?"

Haneul menghela nafas "Sepertinya Minho menghilang!" ucap Haneul "Dan jelas bukan perbuatan manusia!"

"Jangan bercan,.."

"HOI...HANEUL...HOI!" dari atap terlihat Heechul melambai-lambai pada Haneul dan Leeteuk yang sedang mengobrol di udara.

Keduanya segera melesat turun mendekat kearah Heechul dan menghilangkan sayap mereka.

"Untunglah, aku sudah tahu siapa yang melakukannya!" ucap Heechul.

Haneul mengerutkan dahi tidak mengerti "Siapa?" tanya Haneul.

Heechul terlihat ragu, tapi kemudian menatap Haneul berusaha meyakinkan dirinya "Jewon!"

"Jewon?" seru Haneul dan Leeteuk bersamaan.

Heechul menganggukkan kepala "Dan kabar buruknya, ia juga membawa Donghae dan Siwon sekarang entah apa maunya!" imbuhnya.

Haneul bergerak mundur dan tiba-tiba melesat terbang.

"Benar-benar aneh!" gumam Leeteuk.

"YAAK,..jadi kau juga malaikat?" sembur Heechul menuding Leeteuk tepat dihidungnya.

Leeteuk membelalakkan matanya kemudian bergerak mundur "Dari mana kau tahu?"

"Bagaimana aku tahu?" seru Heechul "Bukankah kau tadi melayang bersama dengan HAneul?"

Leeteuk menelengkan kepala "Hah?" serunya lupa kalau Heechul tidak tahu dirinya malaikat.

"Yaak,..jadi benar, kau yang jadi malaikat penjemput arwah!" seru Heechul

"Aku memang malaikat penjemput,..bodoh!" seru Leeteuk " dari mana kau bisa mengira itu aku?"

"Dari baumu,..seharusnya kau cuci bajumu sebelum tampil..baumu seperti tidak mandi selama setahun!" Heechul menutup hidungnya kemudian kabur sebelum Leeteuk mengejarnya.

~0~

"JEWON!" seru Haneul masuk kekamar Jewon.

Jewon yang terkejut terjungkal dari kursinya.

"Jewon, bertahu aku dimana kau menyembunyikan Minho!" seru Haneul menarik lengan Jewon yang kebingungan "Dimana kau menyembunyikannya!"

"Haneul, kau ini bicara apa aku tidak tahu apa maksudmu!" seru Jewon.

Haneul menatap marah kearah Jewon "Apa sebenarnya maumu, kenapa kau menculik Minho?"

"Menculik Minho? apa maksudmu?" seru Jewon.

"Jangan berpura-pura tidak tahu, aku ingin kau memberitahuku dimana Minho!"

"AKU TIDAK MENCULIK MINHO!" teriak Jewon "Aku bahkan belum sempat ikut campur masalahmu, malam dimana kau meminta bantuanku pun aku sudah mengirimimu pesan kalau aku tidak bisa datang!"

Haneul bersiap membalas Jewon, tapi kemudian ia terperangah "Kau tidak datang membantuku?" ucap Haneul mengingat kejadian saat Jewon di balkon kamarnya.

Jewon mengangguk "Aku ada masalah dengan patner bodohku, jadi aku tidak bisa membantu!"

"Lalu siapa yang ditemui Heechul, Heechul mengatakan tadi ia bertemu denganmu dan kau membawa Donghae dan Siwon menghilang!" terang Haneul.

"Kau bercanda? seharian aku di rumah!" ucap Jewon "Tanya saja pada dia!" imbuhnya menunjuk seorang pria kurus yang berdiri disudut ruangan masih terkejut akan kedatangan Haneul.

"Siapa dia?"

"Panter baruku, namanya Ryeowook!" ucap Jewon.

Haneul mengangguk "Jadi siapa yang menemui Heechul?"

"Aku tidak tahu!" sahut Jewon.

Haneul tertegun mendengar jawaban Jewon. Apa mungkin Heechul berbohong?

~0~

For All : Haduh-haduh,..ini semakin rumit saja,..==..