LITTLE HAPPY
Chapter 12
Cast Xi Luhan
Oh Sehun
Summary :
Luhan gadis periang nan cantik yang rela berkorban demi orang2 yang menyayangi dan disayangi olehnya sampai akhirnya dia harus merelakan suatu hal yang sangat berharga bagi luhan.
"apakah kebahagiaan akan dating padaku?" sehun saranghae.
Sehun nampak terduduk menatap ke depan hamparan air sungai han yang saat ini terlihat lebih indah karena adanya pantulan matahari yang semakin turun dan tugasnya akan digantikan oleh sang rembulan. Sesekali sehun melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya dan beberapa kali pula dia melihat ponselnya yang nampak tidak menunjukan adanya pesan atau panggilan masuk.
"hmmmm" hembusan nafas kasar lagi-lagi keluar dari mulut sehun, sudah satu jam sehun duduk menunggu rusanya datang, pagi tadi luhan menghubunginya untuk bertemu di sungai han jam 4 sore setelah selesai kuliahnya
"kemana rusa nakal itu, awas saja kalau sampai dia datang nanti"ucap sehun sambil mengotak-atik ponselnya
Tap tap tap
Terdengar langkah seseorang yang nampak terburu-buru yang membuat sehun memalingkan wajahnya dari ponsel kea rah suara tersebut, bibirnya sedikit terangkat kala melihat luhan berlari menghampirinya, namun sebelum luhan sampai sehun kembali merubah ekpresinya menjadi datar kembali.
"hosh hosh hosh, sehunie mian hosh aku terlambat"ucap luhan setelah sampai di depan sehun dan berbicara sedikit tersengal dengan tangan yang menumpu pada kedua lututnya.
"hmmmm, duduklah"sehun menarik tangan luhan dan mendudukan tunanganya di sebelahnya, semarah apapun sehun sungguh tidak tega melihat luhan yang kecapean. Setelah menormalkan jantungnya akibat berlari luhan menghadap sehun yang sedang memandang lurus ke depan.
"ehmm sehun mian aku telat, tadi jae saem mendadak memberikan tes sebelum kelas bubar" tutur luhan menjelaskan kesalahannya kepada sehun.
"hmmm" hanya deheman halus yang dikeluarkan oleh sehun.
"sehun mian oh?" luhan kembali meminta maaf dengan mengeluarkan jurus deer eyesnya. Jika sudah seperti ini luluh sudah batu es yang berada di dalam diri sehun, seketika sehun membalikan tubuhnya dan memandang luhan, tangannya terangkat untuk membenarkan rambut luhan yang nampak berantakan di sekitar pelipisnya.
"hmm, aku tidak marah, aku hanya khawatir karena kau tidak membalas pesan dan mengangkat telponku"
"oh, mian ponsel aku silent, setelah selesai tes aku langsung meluncur kesini ,,hehehe "balas luhan dengan cengirannnya.
"jadi ada apa kau ingin bertemu disini oh?kau ingin berkencan?"Tanya sehun menggoda luhan
Luhan hanya menggelengkan kepala dan menunduk di depan sehun, melihat situasi aneh pada tunangannya entah kenapa sehun merasakan aura negative di sekitarnya.
"sehunie, mian"luhan menggantungkan ucapannya yang membuat sehun mengerutkan keningnya.
"mian, aku aku akan pindah ke cina"ucap luhan semakin menundukan kepalanya
Jdeeer, bagai tersambar petir sehun nampak terkejut mendnegar ucapan sang kekasih, namun sehun berusaha untuk tetap tenang.
"weo?apa maksud mu hmmm?"Tanya sehun kalem
"hiks, mian sehun, aku-aku akan pindah ke cina, aku akan tinggal bersama halmoni dan haraboji untuk pertunangan ini maaf aku tidak bisa melanjutkannya". Sehun hanya terdiam mendengarkan ucapan luhan sebenarnya sehun sangat terkejut dan sangat ingin membantah apa yang dikatakan luhan, namun sehun mengurungkan niatnya dan terus diam untuk mendengarkan apa yang luhan katakan.
Luhan mengangkat kepalanya dan berusaha memberanikan diri menatap sehun yang saat ini tengah menatapnya, dapat luhan lihat pantulan wajahnya di dalam mata hitam kelam milik sehun.
"aku mencintaimu sehun, namun aku tahu minah terlalu mencintaimu, aku tidak akan pernah mungkin membuatnya bersedih aku terlalu banyak diberikan kasih sayang oleh mereka, omma appa haraboji halmoni dan minah, mereka terlalu berharga untukku, tanpa mereka aku bukanlah seorang xi luhan, aku hanya lah anak panti asuhan sehun hiks hiks, mereka memberikan kasih sayang kepadaku sehun, minah menyayangiku walaupun dia tahu aku bukanlah kakak kandungnya, namun minah menyaangiku sehun, hiks maka aku tidak pernah ingin melihatnya menangis terutama karena aku, apapun akan aku lakukan sehun, mungkin ini juga merupakan salah satu rasa terima kasihku kepada mereka sehun hiks" luhan kembali menangis dengan mata yang tetap menatap sehun.
Kali ini tangan luhan naik dan menangkup kedua wajah sehun "sehun kumohon ijinkan aku untuk ke cina". Sehun menghela nafas dalam dan menyentuh tangan luhan yang berada di wajahnya, sehun menggenggam erat kedua tangan luhan dan memandang mata luhan tajam
"kenapa lu kenapa kau harus melepaskannya?sekalipun kau pergi ke cina, aku belum tentu bersama minah lu"ucap sehun dengan nada menekan emosinya.
"entahlah mungkin dengan tidak adanya aku disini kamu akan berubah sehun, kamu akan kembali kepada sehun yang dulu minah temui"
"anio, sehun yang dulu adalah sehun yang sekarang sehun yang mencintai seorang gadis rusa"
"kumohon sehun, sekalipun pertunangan ini diteruskan kita akan menikah saat kita lulus kuliah, itu masih sekitar dua tahun sehun, jika memang hatimu belum berubah kita akan kembali bersama sehun"
Sehun menurunkan tangan luhan di atas wajahnya dan menggenggam tangan mungil tersebut "lalu jika hatimu yang berubah bagaimana lu?"
Luhan tersenyum manis kala sehun melontarkan pertanyaan tersebut "aku akan tetap seperti ini, awal aku mengenalmu saat kau datang kepadaku awal aku mencintaimu saat kau selalu bersamaku maka saat hatiku berubah itu saat dimana kau tidak pernah kembali kepadaku sehun"
Mendengar ungkapan gadis di depannya sehun sedikit tersenyum, entahlah jawaban luhan memberikan sehun sedikit ketenangan. "berjanjilah lu hatimu akan tertutup untukku kala aku sendiiri yang tak pernah masuk kembali ke hatimu, tapi sebelum itu terjadi bukalah selalu hatimu untukku, jaga selalu cintaku lu"
"nde, bersikaplah seolah kita tidak pernah bertunangan sehun, bersikaplah layaknya dirimu sebelum bersamaku"
Sehun hanya menganggukan kepalanya, namun tanpa disadari sehun semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah luhan, sampai akhirnya jarak antara mereka tidak lebih dari 10 cm hembusan nafas keduanya terasa pada kulit wajah masing-masing, kedua hidung mancung tersebut saling menemempel sampai akhirnya sehun menyentuhkan bibirnya di atas permukaan bibir luhan, luhan hanya mempu untuk menutup kedua matanya menikmati apa yang akan terjadi selanjutnya, sedangkan sehun matanya terus menatap gadis yang berada di depannya, tidak ada sediktipun niatan untuk menutup matanya agar terus melihat wajah gadis tercintanya.
Sedikit demi sedikit akhirnya sehun menggerakan bibirnya di atas bibir luhan, lumatan-lumatan dan jilatan sehun lakukan, luhanpun membalas ciuman sehun yang nampak terasa berbeda dimana dia dapat merasakan rasa sedih, kecewa senang dan bahagia bercampur dalam ciuman yang diberikan sehun saat ini. Tangannya meremas erat baju depan sehun menyalurkan rasa nikamatnya, sedangkan tangan kanan sehun sudah berada di tengkuk luhan dan tangan satunya melingkari pinggang ramping luhan. Ciuman init eras lebih indah dengan di terpaan sinar matahari yang terpantul di sungai han.
.
.
.
Minah nampak terburu-buru berjalan dari arah luar xoxo café, saat ini minah tidak membawa mobilnya, beberapa menit lalu minhyuk memberikabar bahwa dia akan menunggu minah di café tersebut.
Kriing pintu café pun tersebut menampakan gadis dengan rambut panjang di geray dengan dress berwarna merah mudah dan tas selempang berwarna senada dengan bajunya. Mendengar suara pintu terbuka minhyuk menoleh kea rah pintu dan bibirnya langsung terangkat saat melihat minah berada disana, minhyuk langsung mengangkat tangannya saat minah menengoke ke arahnya
Bruk minah langsung mendudukan pantatnya di depan minhyuk mengibaskan rambutnya dan langsung menyambar cappuccino yang ada di hadapannya. Minhyuk hanya tersenyum melihat minah.
"kau berlari eoh?" Tanya minhyuk
Minah hanya menganggukan kepalanya dan tetap menyeruput minumannya, minah dan minhyuk semakin dekat dari hari ke hari entah kenapa setelah kejadian minhyuk menyatakan perasaannya bukannya semakin jauh namun mereka nampak semakin dekat.
"kenapa berlari?sudah tidak sabar bertemu dengan ku eoh?" Tanya minhyuk kembali dengan menaik turunkan alisnya.
"haiss kau ini, bukan kah kau yang menyuruhku buru-buru oeh?" ucap minah kesal dan segera mengangkat tangannya memanggil pelayan, minah memesan minumannya dan kembali mengarahkan pandangannya pada minhyuk
"jadi ada apa kau menyuruhku kemari, aku sampai lupa membawa mobil di kampus"
"hahhhhahha" minhyuk yang mendengar ucapan minah hanya tertawa "anio aku hanya merindukanmu"ucap minhyuk dengan tampang polosnya
"yakkk!kau!" mereka terus saling bercanda entah mengapa minah yang sekarang tidak gampang marah jika di jahili oleh minhyuk
.
.
Baekhyun luhan dan kyungsoo ketiganya saat ini tengah berada di kelas mereka dan membereskan barang-barang yang tadi di keluarkannya,
"oh yeorobeun aku ingin mengatakan sesuatu"ucap luhan kepada dua sahabatnya.
"mau bicara apa lu?"Tanya baekhyun
"ehmmm aku,,aku akan pindah ke cina"ucap luhan memandang kedua sahabatnya yang duduk di samping dan depannya. Kedua sahabatnya membulatkan mata mereka seakan ingin melompat keluar saat mendengar apa yang diucapkan oleh luhan
"MWO?" ketiga orang yang berada di dalam kelas sontak terkaget dan mengalihkan pandangan mereka kea rah suara yaitu depan pintu, terlihat dua orang namja tengah berdiri dengan wajah super duper kaget. Teriakan tersebut berasal dari kai yang akan memasuki kelas luhan bersama dengan chanyeol.
"lu apa maksudmu?"Tanya kai seraya mendekati duduk di samping kyungsoo memandang luhan penuh Tanya.
"mian chingu aku akan pindah ke cina"
"lu apakah ini ada hubungannya dengan sehun?tanya chanyeol kalem yang berada di samping meja luhan dan baekhyun.
Luhan hanya terdiam lalu dia memberanikan diri menatap teman-temannya dan sedikit tersenyum." Entahlah aku hanya lelah dan aku ingin bertemu nenek dan kakekku" jawab luhan dengan mengembangkan senyumannya bertujuan untuk membuat temannya tidak khawatir
"nde, jika itu keputusanmu lu, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik lu"ucap kyungsoo memegang tangan luhan.
"semoga kau mendapatkan kebahagiannmu lu"ucap baekhyun langsung memeluk luhan di susul oleh kyungsoo. Kai dan chanyeol hanya menatap mereka bertiga dan saling melempar tatapan yang hanya dapat dimengerti oleh mereka berdua.
.
.
"omma appa gomawo mau mengabulkan keinginan lulu, terima kasih banyak atas semuanya omma appa" saat ini luhan tengah duduk diantara kedua orang tuanya. Nampak nyonya xi tengah memeluk luhan dari samping dan tuan xi mengelus rambut luhan.
"lu apa kau benar akan pergi hmm?" Tanya sang appa, luhan memalingkan wajahnya menatap sang appa yang nampak sedih dalam perkataannya. Luhan melepaskan pelukan sang omma dan beralih memeluk sang appa "appa gomawo, aku sudah yakin appa"
"lu kau sudah bilang dengan sehun?" Tanya appa xi kembali masih tetap memeluk luhan
Luhan menganggukan kepalanya, diusapnya wajah sang appa dan berucap "gomawo appa". Tanpa bisa di bendung akhirnya airmata omma luhan keluar dan dia langsung memeluk luhan.
.
.
Luhan nampak sedang membereskan pakaian dan keperluan yang akan dibawanya, terlihat beberapa baju yang sudah tertata rapi dalam koper luhan, luhan nampak membuka laci disebelah tempat tidurnya bibirnya terangkat kala menemukan sebuah gelang dengan hiasan rusa dan bintang yang sangat kecil, gelang ini adalah gelang yang diberikan sehun saat mereka jalan-jalan bersama saat pertama kali mereka baru selesai melaksanakan pertunangannya.
Seulas senyum yang dipaksakan nampak muncul dalam wajah luhan, terlihat gurat ketidakrelaan dalam dirinya saat melihat gelang dalam genggamannya, namun sesaat setelahnya luhan segera menggelengkan kepalanya dan segera memasukan gelang tersebut ke dalam tasnya.
Tok tok tok
"oenni di dalam?aku masuk ya?" ucap minah di balik pintu kamar luhan.
"nde masuklah minah-ya"
Cklek
"oh oenni, sedang membereskan keperluan oenni?"Tanya minah, minah telah mengetahui perihal kepergian luhan ke tempat sang nenek dan kakek, awalnya minah memang sedikit bingung karena saat ini bukanlah liburan kuliah, namun dengan berbagai alasan luhan berikan kepada minah sehingga membuat sang adik mengerti.
"oh, nde"
"oenni, kenapa oenni pergi mendadak?bukankah kita tidak dalam masa liburan?"
"hmmm, oenni merindukan haraboji dan halmoeni,liburan kemarin kan kau yang kesana"ucap luhan tanpa menghentikan kegiatannya.
"oenni, apakah ini ada hubungannya dengan aku dan sehun oppa?"
Deg
Luhan seketika berhenti dari kegiatan menyusun pakaiannya, namun dekat cepat luhan membalikan badannya menghadap sang adik dan tersenyum
"apapun yang oenni lakukan percayalah semua untuk kebaikan dan kebahagian kita semua minah-ya"ucap luhan penuh dengan tanda tanya mengenai pernyataannya terhadap minah.
Minah hanya diam dan membantu apa saja yang akan dibawa oleh luhan menuju cina "oenni kenapa membawa barang sebanyak ini?"
"oh, a-ania oenni hanya membawa persediaan saja"
"oenni akan tinggal lama dengan halmoeni?bukankah sebentar lagi pertunangan kalian?"
"hmmm,,jja sudah selesai"luhan bangun dari duduknya dan tidak menjawab pertanyaan minah.
.
.
.
Pagi sekali terlihat luhan dan kedua orangtuanya di kursi tunggu di incheon airport, luhan memang tidak ingin ditemani oleh siapapun selain kedua orangtuanya, luhan sengaja mengambil penerbangan pagi bertepatan dengan jadwal kuliah sehun dan minah pagi ini. Luhan nampak duduk dengan menundukan kepalanya entah kenapa dia sedikit berat untuk berangkat menuju cina.
"lu, gwenchana?"tanya sang omma sambil mengelus punggung luhan. Luhan hanya menganggukan kepalanya sebagai balasan atas pertanyaan sang omma.
"kau bisa membatalkan keberangkatannya chagi" ucap sang appa yang nampak sedikit sedih melihat sang anak hanya diam menunduk. Luhan mendongakan kepalanya seraya tersenyum walaupun kedua orang tuanya tahu bahwa senyumnya itu palsu.
"gwenchana appa omma, luhan senang, ini sudah keputusanku"
"hmmm, jadi kau tidak senang disini oh?"tanya omma luhan dengan muka yang pura-pura marah. Luhan dan hangeng hanya tersenyum melihat kelakuan sang omma.
"anio omma luhan sangat senang selalu bisa bersama omma"ucap luhan seraya memeluk sang omma". Dalam acara saling memeluk ini dan tibalah saatnya pesawat yang akan luhan tumpangi akan segera berangkat, maka luhan siap-siap bergegas dan berjalan menuju pintu masuk, luhan melambaikan tangan kea rah appa dan ommanya lalu berjalan tanpa menoleh kebelakang, airmatanya kembali turun saat luhan berada di dalam pesawat, pandangannya lurus menatap keluar jendela di sampingnya "minah-ya semoga kamu bahagia, sehunie saranghae"batin luhan dan kembali larut dalam tangisnya.
.
.
Sementara itu appa dan omma luhan telah berada dalam mobil yang akan membawa mereka kembali kerumahnya, selama dalam perjalanan istri dari xi hangeng ini terus saja menangis semenjak luhan masuk untuk menaiki pesawat sampai saat ini mereka tengah dalam perjalanan menuju rumahnya.
"yeobo sudahlah jangan menangis lagi"ucap hangeng menenangkan sang istri
"hiks,,hiks,,,luhanie,, kenapa begini yeobo"ucap heechul
"aku yakin luhan sudah memikirkannya, saat ini kita hanya menuruti apa yang dia katakana arra?"
"nde" akhirnya heechul berhenti menangis.
.
.
Sehun nampak duduk menyenderkan punggungnya pada belakang kursi yang menjadi penyangganya. Kelasnya sudah nampak sepi bahkan kedua sahabatnya kini tengan menjemput pacar mereka di gedung sebrang. Sehun nampak merogoh ponselnya dalam kantung celananya, saat sehun menyentuh layar ponselnya terlihat satu pesan masuk, sehun segera membukanya ternyata pesan tersebut dari luhan
"from:my little deer
Sehunie maaf aku tidak dapat menelponmu, sekarang aku sdang berada di bandara, aku akan segera pergi, maaf tidak mengatakannya padamu karena aku yakin saat ini kau sedang ada kelas. Sehunie semoga apa yang aku lakukan dapat memberikan kebhagiaan untuk kita semua, hiduplah dengan sewajarnya, anggaplah aku hanyalah teman yang pernah kau kenal. Saranghae
Your little deer
Tes tes tes
Setitik airmata jatuh dari mata tajam sehun membasahi layar ponsel yang tengah di remat oleh sehun. Sakit dadanya nampak sesak saat sehun membaca pesan singkat yang di kirimkan oleh luhan. Dengan segera sehun menghapus air matanya dan langsung menyambar tasnya. Sehun berlari di sekitar lorong menuju dimana mobilnya terparkir cantik. Dalam perjalanan sehun sempat bertabrakan dengan beberapa orang bahkan tidak sedikit orang yang mengumpat akan kelakuan sehun.
Bruk
"awww,ya-"
Tanpa mendengar teriakan seseorang yang kesakitan akibat tubrukannya sehun terus berlari. Sedangkan sang korban dari sehun adalah kai yang saat ini tengah mengelus bokong sexynya yang menghantam lantai.
"kamjong gwenchana?" tanya chanyeol yang berdiri di samping kai dan langsung membantu kai untuk bangun.
"aish bukankan itu sehun, kenapa lagi dengan bocah albino itu?"dengus kai. Chanyeol hanya menganggkat bahunya dan berjalan mendahului kai menuju kantin.
"hello baby" ucap kai dengan mengcup pipi kyungsoo yang ada di sampingnya. Kai mendudukan pantatnya di samping kyungsoo sedangkan chanyeol disamping baekhyun.
"kenapa dengan wajahmu kai?" tanya kyungsoo yang melihat wajah kai nampak acak-acakan.
"ck, si albino itu menabraku di koridor, entahlah dia berlari seperti orang kesetanan"
Kyungsoo dan baekhyun langsung saling melemparkan pandangan mereka saat mendengar penuturan kai. Chanyeol yang melihat gelagat aneh pada keduanya segera bertanya kepada baekhyun
"kenapa dengan kalian?" kyungsoo dan baekhyun langsung menatap chanyeol dengan wajah yang tidak dapat diartikan.
"heiii ada apa dengan kalian sih?" tanya kai yang juga aneh melihat raut wajah kekasihnya
"luhan sudah pergi ke cina"ucap baekhyun dan langsung menundukan kepalanya. Kai dan chanyeol saling melempar pandangan dengan tatapan terkejut dan akhirnya mereka semua terdiam akan berita yang menurut mereka sangatlah buruk.
.
.
"nomor yang anda tu-" pip
Untuk kesekian kalinya sehun mematikan ponselnya dengan kesal, sudah berkali-kali sehun menghubungi luhan namun selalu saja operator yang mengangkatnya. Saat ini sehun tengah mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Pikirannya kalut, saat ini yang dia inginkan hanya cepat sampai ke bandara dan menghentikan luhan.
Tiga puluh menit sehun menempuh perjalanan dan sehun langsung keluar dari mobil dan memasuki bandara dengan keadaan yang sangat kacau. Sehun terus menengokan kepalanya ke segala arah guna mencari rusa nakalnya. Hampir semua sudut telah sehun datangi namun tidak ada tanda-tanda akan adanya si rusa nakal tersebut. Dengan segera sehun berlari ke bagian informasi
"chogio, maaf apakah pesawat menuju cina sudah berangkat?"
"oh, iya tuan peasawat menuju cina sudah berangkat sekitar satu jam yang lalu"
Seakan tidak mendapatkan angin segar sehun nampak menundukan kepalanya dan pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa mengucapkan terima kasih. Sehun berjalan keluar bandara dan segera menaiki mobilnya.
"kenapa kau pergi saat pertunangan kita sebentar lagi lu"batin sehun dengan meremas setir mobilnya.
"AAAAAAHHHHHH Pabbo ya" sehun berteriak dan memukul setir mobilnya dengan penuh kekesalan.
.
.
.
Satu bulan sudah semenjak keberangkatan luhan menuju cina, tidak ada kabar yang didapatkan sehun dari luhan, ponselnya tidak aktif emailnya tidak pernah dib alas, sehun sungguh nampak frustasi, walaupun sehun tahu luhan akan kembali namun sungguh membatalkan pertunangan dan pergi meninggalkannya membuat sehun nampak seperti raga tanpa nyawa.
Minah yang melihat sehun seperti itu hanya dapat menghela nafas karena minah tahu walaupun sehun tidak bersama dengan luhan dia tahu sehun hanya akan mencintai luhan.
"heiii mengamatinya lagi hmm?" ucap minhyuk yang berada di belakang minah. Saat ini minah tengah berada di taman di baliks alah satu pohon yang berjarak beberapa meter di tempat sehun duduk.
"hmmmm, aku kasihan melihat sehun oppa"
"gwenchana, aku tahu dia merindukan luhan sunbae"balas minhyuk
"sudah satu bulan oenni pergi namun tidak ada kabar, omma dan appa selalu bilang oenni baik-baik saja"
Minhyuk mengelus rambut minah dan tersenyum melihat minah yang nampak kesal. "kenapa tidak kau coba telpon halmoenimu hm?"
Minah langsung mengangakat kepalanya dan tersenyum kea rah minhyuk. Tanpa piker panjang minah langsung menarik tangan minhyuk untuk meninggalkan tempat tersebut. Saat ini minah dan minhyuk tengah berada di atap salah satu gedung, minah dengan segera mendial nomor sang nenek yang berada di cina.
Tuuut tuut tuut
"halo"
"halmoeniiiii"
"oh minah ya"
"bogoshipo"
"nde, halmoeni apakah oenni ada?"
"…"
"halmoeni?"
"oh luhan?apakah dia ke cina?"jawab sang nenek nampak bingung
"eh maksud halmoeni?"minah nampak mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan sang nenek. Minhyuk yang melihat kebingungan di wajah minah segera mendekati minah dan berdiri di hadapannya.
"apakah luhan akan ke cina? Dia akan liburna oh?" sang nenek yang tidak tahu apa-apa nampak senang saat ini yang mengira sang cucu akan datang menemuinya.
"jadi luhan oenni tidak ada di cina?"minah bertanya dengan tatapan bingung dan kagetnya
"nde dia belum sampai di cina"ucap sang nenek
Deg
Minah nampak berkali-kali lebih terkejut kala mendengar jawaban sang nenek, minah mematikan sambungan telponnya secara sepihak, matanya sedikit berkaca-kaca dan melihat kea rah mata minhyuk yang saat ini berada di depannya. Di tatap seperti itu dan melihat minah berkaca-kaca minhyuk segera melontarkan pertanyaan kea rah minah
"weo?"
Minah langsung pergi lari ke luar atap, minhyuk yang kaget melihat minah berlari segera menyusulnya dan mereka nampak berlari menuju arah taman dimana sehun terduduk tadi. Minah berlari melewati kai chanyeol kyungsoo dan baekhyun. Melihat minah dan minhyuk nampak saling berlari mereka berempat saling pandang dan reflek ikut mengejarnya, mereka hanya khawatir terjadi sesuatu antara minah dan minhyuk, bagaimanapun minah sudah mereka anggap seperti adik mereka sendiri.
Hosh hosh hosh
Minah nampak meraup oksigen dengan rakus saat sudah sampai di taman, kakinya melangkah cepat kala melihat sehun masih betah duduk ditempatnya.
"oppa"mianh berdiri di depan sehun dengan wajah terlihat kacau airmata yang mengalir dari sudut matanya nampak menyempurnakan kekecauan pada diri minah. Melihat minah seperti itu reflek sehun berdiri
"minah-ya weo?kenapa kau terlihat berantakan?"
Minhyuk kai chanyeol kyungsoo dan baekhyun berdiri di belakang chanyeol memperhatikan apa yang akan terjadi di depannya.
"oppa hiks..hiks"
"weo minah"
"oenni,,,oenni tidak ada di cina hiks..hiks "
DEG
"lu"
TBC
Hehhehe mian chingu ceritanya membosankan hehehhehe
Maaf ya aku tidak menepati janji tadinya mau end d chap ini ternyata, di tengah-tengah penulisan dapet ide lain yang menyimpangkan dari ide awal. maaf ya..
Semoga ga bosen sama ceritanya dan semoga kalian masih betah buat baca sama reviewnya…
Sorry buat typo dan kesalahan lainnya. Di tunggu RnR nya
HunHan Story
