Selesai mengobati tanganku, aku mengajak Baekhyun kesuatu tempat lebih tepatnya sebuah hotel.
Aku memesan kamar untuk kami berdua. Dan ya akan sangat mudah memesan satu kamar jika tidak dengan lawan jenis. Mereka pasti akan menganggap teman ataupun bersaudara.
Ketika di kamar, Baekhyun memperhatikan setiap interior disini.
"Untuk apa kita disini?" Tanyanya.
"Ini sudah menjelang malam. Sebaiknya kita bermalam disini." Jawabku.
"Tapi bukankah kita bisa pulang? bahkan jarak hotel ini lebih jauh dari rumah."
Aku pun mendekati Baekhyun yang terdiam memandangku.
"Apakah lukamu masih sakit? Maaf aku tidak bisa untuk mengobatimu setiap terluka."
"Baek..."
"Ye?"
"Bisakah aku memilikimu malam ini?"
"..." Namja mungil ini hanya terdiam. Mungkin memang dia tidak mengerti maksudku.
"Izinkan aku untuk memilikimu Baek..."
"Kau tidak bisa memilikiku Yeol."
"Wae?"
"Karena kita tidak akan pernah bisa saling memiliki."
Ku raih pipi kanannya lalu mengusapnya lembut.
"Percayalah padaku. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin Baek."
"..." Baekhyun masih terdiam menatapku.
"Maafkan aku, tapi aku tetap ingin memilikimu. Dan menjadikanmu manusia seutuhnya."
"Yeol--mpphh~"
Belum sempat Baekhyun menyanggah, aku sudah mengunci bibirnya.
Aku raup bibir tipis miliknya yang sudah menjadi favoritku. Ku lumat dengan sedikit agresif.
Jaket yang dikenakannya ku buka tanpa penolakan darinya. Baekhyun masih terdiam mematung dengan perlakuanku padanya. Dia pasti sedang mencerna keadaan ini yang tidak dimengertinya.
Ku dorong pelan tubuhnya hingga terjatuh di atas ranjang besar ini. Dengan sedikit menindihnya, aku terus melumatnya tanpa berniat untuk melepaskannya.
"Mmpphh~"
Suara decakan manis mengisi atmosfir kamar ini. Baekhyun pun mulai membalas ciumanku.
Beberapa menit berperang dalam tautan bibir, aku beralih pada leher mulusnya.
"Nghh~"
Tubuh mungil ini mulai menggelinjang dengan mengangkat dagunya semakin membuatku terus menelusuri area lehernya. Ku cium, jilat, gigit kecil, bahkan menyesapnya kuat hingga meninggalkan jejak kemerahan disana.
Ciumanku semakin turun menuju bagian dadanya. Lidahku bermain pada nipple ini lalu mengulumnya.
"Asshh~"
Jemari Baekhyun mencengkram rambutku. Ia membusungkan dadanya dan menenggelamkan kepalaku pada dadanya. Sedangkan tanganku yang satunya memilin nipple yang tidak ku biarkan terabaikan begitu saja.
Tubuhku semakin turun lalu melepaskan celana Baekhyun hingga namja mungil ini benar-benar full naked.
Aku tersenyum mendapati kepemilikannya yang sepertinya lebih kecil dari milikku. Ku lihat wajah Baekhyun memerah ketika aku terus melihat lekukan tubuhnya yang indah.
Tak ingin membuang waktu, aku pun segera membuka semua pakaianku.
Dan...
Sekarang kami sama-sama naked. Wajah Baekhyun semakin memerah ketika memandangku tanpa sehelai benang pun pada tubuhku.
Kedua tanganku mengusap lembut kedua paha mulus milik Baekhyun. Ku ciumi paha dalamnya dan membuat kissmark disana.
Jari telunjukku mulai menusuk hole milik Baekhyun dan membuatnya sedikit mengerang menahan perih.
Saat tiga kali terus menusukkan satu jari, kini dua jari kembali menusuknya.
"sshh~" Desisnya yang ku lihat mengigit bibir bawahnya.
Terlihat sangat menggoda.
Selesai dengan foreplay, aku membuka pahanya lebar-lebar. Ku gesekkan kepemilikanku pada hole itu.
"Tahan Baek. Mungkin ini akan lebih sakit dari sebelumnya."
Perlahan aku memasukan kepala junior ini membuat Baekhyun mengerang kesakitan.
Jleb~
"Arrrghhh~" Baekhyun mengerang sakit.
Junior ini masuk penuh ke dalam sana. Tubuhku menindihnya lalu menatapnya lekat. Aku terdiam sejenak membiarkan rasa sakit Baekhyun sedikit menghilang.
"Apa masih sakit?" Tanyaku yang hanya di balas gelengan kepalanya.
Aku mulai mencoba untuk menggerakan pinggulku perlahan. Pandanganku tak lepas dari Baekhyun yang kembali menggigit bibir bawahnya.
"Jangan di tahan Baek.."
"Sebut namaku..." Bisikku mengecup bibirnya.
Perlahan aku mempercepat gerakan mencari celah untuk memperdalam junior ku yang berada di dalam sana.
"Yeolhh nghh~"
Senyumku terangkat ketika mendengar suara sexy yang keluar dari bibirnya.
"Nghhh~"
Aku terus memandangi wajahnya yang terlihat sexy malam ini. Matanya yang terpejam, bibir yang terbuka dengan terus mendesah, dagunya yang sesekali terangkat seiring tubuh mungilnya yang menggelinjang.
"Ahh..ah.."
Ku hentakan juniorku semakin dalam di bawah sana.
Tak tahan dengan namja mungil ini yang terlihat menggoda, aku kembali meraup bibirnya.
"Mmpphh~"
Baekhyun pun tak tinggal diam. Ia membalas ciumanku yang agresif ini. Hembusan nafas kami beradu tak beratur. Lengan Baekhyun menggantung pada leherku. Dan kedua kakinya yang terlingkar kuat di pinggangku.
Aku sedikit memberi celah untuk Baekhyun yang terus melumat bibirku. Bahkan kali ini aku membiarkannya mencium agresif padaku.
Ku lepaskan tautan kami lalu memandangnya dengan tersenyum hangat.
"Saranghae Baek.." Bisikku melihat peluh pada wajahnya.
"Nado saranghae Yeol.." Balasnya tersenyum manis membuatku gemas kembali menciumnya.
Ini akan menjadi malam yang panjang untuk kami. Aku ingin waktu tidak berjalan dengan cepat. Malam ini adalah malam yang sangat indah ku lewati.
Luhan POV
Rasa khawatirku semakin membuatku gelisah. Bahkan ini sudah pertengahan malam namun Baekhyun belum juga pulang.
"Apakah Sehun membawanya lagi?" Pikirku.
"Kau memanggilku?" Tanya seseorang membuatku menoleh padanya.
Ya, Sehun si vampire yang datang dan pergi semaunya.
"Dimana Baek? Kau membawanya lagi?" Tanyaku.
"Aku bahkan baru saja datang." Jawabnya.
"Jangan bohong!"
"Untuk apa aku berbohong? Aku tidak pernah berbohong padamu bukan?"
Aku sedikit lega jika memang bukan Sehun yang membawa Baekhyun hingga tidak pulang seperti ini. Tapi aku cukup khawatir karena takut jiwa vampire Baekhyun kembali muncul.
"Jangan khawatirkan dia. Sepertinya dia sedang melatih jiwa vampire yang ku ajarkan kemarin."
"Kau! Jangan pernah membawanya pergi kepada kelompok vampire mu. Kau menyiksanya!"
"Aku tidak menyiksanya. Aku hanya ingin dia tau bagaimana menjadi vampire yang hebat."
"Dan dia berhasil mengalahkan musuhku. Kelompokku bangga padanya. Dan tentu saja aku sebagai ayah sangat bangga pada putraku."
"Jangan pernah menganggapnya sebagai anakmu!"
"Bagaimanapun juga dia tetap anakku."
'Apakah dia sedang bersama temannya?' Batinku.
"Temannya? Kau membiarkan dia berteman?" Tanyanya yang lagi-lagi membaca pikiranku.
"Tidak ada salahnya jika dia mempunyai teman."
"Aku melarangnya berteman dengan siapapun." Ucapnya.
"Kau tidak bisa melarangnya."
"Bisa. Atau temannya akan ku musnahkan."
"Yak! Jangan pernah kau mengganggu kehidupan orang lain."
"Aku melakukannya untuk melindungi Baekhyun."
"Mwo? Melindungi?"
"Kau tidak melindunginya! Bahkan temannya baik kepadanya."
"Dimana dia sekarang?" Tanyanya.
"Kenapa kau tanya padaku? Bahkan aku pun dari tadi mencarinya."
"Tapi aku cukup lega karena Baekhyun bersama temannya bukan dirimu."
"Anakku tidak boleh memiliki hubungan dengan manusia."
"Wae? Baekhyun pun masih sosok manusia. Dia harus memiliki kekasih."
"Tidak akan ku biarkan itu terjadi. Dia akan menjadi manusia seutuhnya jika seseorang melakukan hubungan dengannya."
"Jjinja?" Kejutku mendapatkan sebuah jawaban dari semuanya.
"Jika kau berniat membuat Baekhyun berhubungan dengan seseorang, orang itu tidak akan aman hidupnya." Ancamnya yang kemudian pergi begitu saja.
Ada perasaan senang ketika Sehun membuka masalahnya yang selama ini ku cari.
Baekhyun dapat menjadi manusia seutuhnya?
"Tapi siapa yang menyukainya? Bahkan Baekhyun tidak mengerti cinta."
TBC~
