Disclaimer : ©Naruto milik Masashi Kishimoto
Genre : ©Adventure, Romance, Hurt/comfort
Warning : ©Typo bertebaran, Ooc, Sharingan Naru, Mask Naru, dan alur lambat.
Not like! Dont read!
Selamat membaca!
.
.
Di sebuah kamar gelap terdapat seorang pemuda bersurai pirang tengah bersandar ditembok sambil memandangi indahnya langit malam.
Wajah datar tanpa emosi tengah memperhatikan catatan mini yang berada dalam genggaman jari-jemari miliknya.
'Pengorbanan adalah tugas dari seorang shinobi sejati.'
Senyum kecil tercipta diwajah pemuda pirang itu ketika mengingat kembali kalimat yang dia dengar dari seseorang yang sudah ia anggap seperti kakak sendiri.
Tap tap tap
Pemuda bersurai pirang yang tak lain adalah Naruto Uchiha perlahan mulai bangkit dari sandarannya lalu berjalan menuju ke arah sebuah lemari.
Dilihat dari penampilannya, Naruto saat ini mengenakan t-shirt hitam berlambang Uchiha di bagian belakang dan celana panjang serta sepatu bot tempur berwarna hitam legam. Di kedua lengan serta kakinya terbalut perban putih.
Naruto teringat ketika Kurenai memberinya perban ini sebagai hadiah. Sebuah tawa kecil terlepas dari mulutnya ketika teringat kembali bagaimana dia mengeluh pada Kurenai bahwa memakai perban sama sekali tidak membuatnya tampil keren, dan hasilnya dia malah mendapat bogem mentah dibagian kepala.
Tangannya terulur menuju kenop lemari yang berisi peralatan ninja seperti armor pelindung tubuh serta lengan khas Anbu, Kunai, Shuriken, kertas peledak, kawat ninja, kotak p3k serta beberapa scroll penyimpanan dan sebuah Pedang.
Naruto membutuhkan semua benda itu demi menunjang keberhasilan misi. Dia masukan satu persatu benda yang ada dilemari ke dalam kantung ninja miliknya.
Setelah dirasa cukup, dia memasangkan armor pelindung dada serta lengan berwarna abu-abu khas seorang Anbu.
Iris blue saphire itu kini terfokus pada sebuah pedang, pedang yang dulunya milik mendiang Shin. Setiap kali Naruto menggenggam pedang itu, seolah-olah Shin sedang bersamanya. Lalu ia sarungkan pedang itu ke punggungnya.
Lalu ia ambil sebuah pelindung kepala berlambang Konoha dan memakainya.
Benda terakhir yang ia lihat adalah sebuah masker wajah. Masker ini adalah hadiah pertama Naruto dari Kakashi. Bagi Naruto Kakashi sudah ia anggap seperti seorang kakak bahkan lebih dari itu. Sampai mati pun ia tidak akan pernah bisa membayar jasa seorang Kakashi yang sudi mengadopsi anak yatim-piatu seperti dirinya, bahkan memberinya kehidupan yang lebih layak.
Iris blue sapphire itu perlahan mulai terbentuk bulir bulir air mata ketika mengenang kebersamaan mereka.
Naruto tak akan pernah lupa kenangan mereka ketika sedih, susah, senang yang ia lalui bersama. Karena bagi Naruto, Kakashi adalah orang pertama yang paling berharga dalam hidupnya.
Naruto mengusap kasar air mata itu, lalu segera memakai masker tersebut.
Setelah selesai berpakaian lengkap, irisnya menatap sebuah foto yang terpampang di dinding kamar.
Dalam foto itu terlihat Naruto berdiri di tengah dengan rompi chunin, Kurenai bersandar di sisi kanannya sambil tersenyum lebar, Sasuke berdiri di sebelah kirinya dengan pandangan bosan sementara Sakura berada di samping Sasuke juga tersenyum lebar sambil mengacungkan kedua jarinya kedepan. Sedangkan dibelakangnya terdapat Kakashi sedang berdiri bersama dengan Anko yang tengah bersandar pada bahu Kakashi.
"Terimakasih untuk semuanya."
Ini adalah kata-kata terakhirnya sebelum iris blue sapphire itu berubah menjadi sharingan tiga tomoe.
Lalu ia kenakan topeng anbu bermotif elang, kemudian menghilang dari kamar itu dengan shunshin.
Satu-satunya yang Naruto tinggalkan hanyalah sebuah catatan yang bertuliskan
"Selamat tinggal"
Sesosok Anbu bersurai pirang terlihat tengah berdiri diatap disebuah rumah.
Terangnya sinar rembulan malam membuat topeng bermotif elang itu terlihat jelas. Mata merah nya tertuju pada jendela kecil sebuah apartemen. Atau lebih tepatnya memandangi seorang wanita yang sedang terlelap.
Wanita berambut raven halus itu sedang tertidur dengan gaun malamnya, dia tampak seperti seorang dewi. Bibir merah yang indah dapat membuat pria manapun terpesona.
Entah karena instingnya yang kuat atau hanya kebetulan, kedua kelopak mata wanita berambut raven itu perlahan terbuka.
Wanita itu bangun dari tidurnya lalu berjalan mendekati jendela kamarnya yang terbuka.
Walaupun pandangannya sedikit kabur tetapi dia yakin, barusan dia melihat seseorang yang sedang berdiri di atas atap rumah di seberang jendela kamarnya.
Apakah itu Anbu?
Dia lalu mengedipkan matanya beberapa kali dan sekarang penglihatannya sudah lebih jelas. Namun anehnya tidak ada seorang pun di sana.
'Aku yakin tadi ada seseorang berdiri diluar sana .' pikir Kurenai kebingungan
Naruto menunggu dengan sabar di balik bayang-bayang sebuah pohon besar.
Di depannya ada sebuah pintu berukuran kecil, sepertinya itu adalah pintu menuju ke ruang bawah tanah. Keadaan disekitar pintu terlihat sama sekali tidak mencurigakan, tapi Naruto tahu betul apa yang akan terjadi jika sudah memasuki pintu berukuran kecil tersebut.
Iris blue sapphire itu menoleh ke samping ketika melihat seekor ular kecil perlahan merayap mendekatinya. Namun ini bukan ular asli melainkan ular yang terbuat dari tinta.
Tiba tiba ular tersebut melebur ke tanah dan berubah menjadi seorang shinobi berambut hitam berpakain seperti Anbu, dipunggung nya terikat sebuah tanto dan wajahnya terhalangi oleh topeng bermotif kucing.
Naruto memandang datar orang itu. Saat ini dia sedang berada di wilayah musuh, dan untuk pertama kalinya seluruh pasukan Anbu Ne berkumpul dalam satu lokasi. Hal itu memudahkan misinya.
"Laporkan" kata Naruto dengan tegas
"Aku berahsil mengidentifikasi jumlah keseluruhan Anbu Ne." Jawab Sai singkat.
"Berapa banyak?" tanya Naruto sambil menahan napas.
"300" jawaban Sai membuat Naruto terkejut.
"Apa?" Naruto memejamkan matanya rapat rapat. Membunuh 300 anbu bukanlah pekerjaan mudah, seorang anbu setara dengan 5 shinobi tingkat chunin.
'Sialan, perkiraanku salah besar.' pikir Naruto frustasi
Sai dan Naruto adalah seorang Anbu Ne yang tidak bisa membunuh emosi mereka sepenuhnya. Dan sekarang mereka dihadapkan dengan misi yang mengharuskan mereka membantai seluruh pasukan Anbu Ne yang notabene adalah rekan mereka berdua. Sungguh menyakitkan bukan?
"Apa kau ingin mundur?" tanya Sai dalam kesunyian malam
"Tidak, kita akan tetap melanjutkan misi ini. Tidak ada kata mundur sekarang, jika kita mundur bisa dipastikan besok desa akan hancur karena perang saudara. Kita akan menyelesaikan misi ini bersama, apa kau setuju dengan ku, Sai? " tanya Naruto serius
"Aku akan menyelesaikan misi bersamamu, Naruto." Jawab Sai dengan percaya diri
"Sai, aku tahu bagaimana perasaanmu ... tapi ini demi keselamatan desa." Tatapan Naruto berubah sedih.
"Aku tahu Naruto. Kau itu adalah temanku, tenanglah kita pasti biasa menuntaskan misi ini. Aku juga tahu hatimu sedang hancur saat ini ." kata Sai dengan nada prihatin
Naruto menundukan kepalanya, tangan terkepal erat. Sebentar lagi di akan membunuh rekan rekannya, para sensei yang telah mendidiknya hingga menjadi shinobi yang kuat.
Itu semua memang menyakitkan!
Semua ini terjadi karena kegilaan seseorang. 'Danzo ...' pikir Naruto geram
"Semua ini terjadi karena ulah bajingan itu. Kalau bukan karena dia, Shin pasti masih hidup sampai sekarang. Danzo harus membayar kejahatannya terhadap Konoha. Aku akan Membunuhnya malam ini apa pun yang terjadi." Nada bicara Naruto terdengar sangat dingin, kini mata birunya tergantikan oleh mata sharingan yang mematikan.
Sai mencoba untuk meredam emosi berlebihan Naruto.
Sai mengasihani para anbu yang akan menghadapi Naruto nanti.
Naruto adalah kapten Anbu Ne terkuat yang pernah ada. Kekuatannya benar-benar berada di tingkat yang berbeda, dan Sai bahkan tidak ingin memikirkan tentang sharingan Naruto.
Mata itu membuatnya takut setengah mati.
Dia masih teringat kejadian ketika Naruto membantai tiga peleton shinobi Iwagakure sendirian dalam operasi rahasia beberapa tahun lalu. Saat itu Sai sangat ketakutan ketika melihat betapa berbahayanya Naruto ketika sedang bertarung. Seolah-olah dia adalah keturunan dari Uchiha Madara yang melegenda.
"Begini rencananya." Lamunan Sai buyar karena perkataan Naruto. Dia lalu menatap Naruto yang sedang membeber sebuah peta, dia mendengarkan dengan seksama penjelasan strategi yang Naruto berikan.
"Hai, Taichou." Jawab Sai dengan tegas
.
xXx
.
Markas Besar Anbu Ne
Boar yang sedang berjaga di pintu masuk markas Ne merasakan sebuah firasat buruk. Bahkan rekan disamping nya juga merasakan hal yang sama.
Seolah-olah Shinigami sedang mendekati mereka.
Tapi Boar segera menepis pikiran itu. Dia optimis besok rencana Danzo-sama berhasil dan Root Anbu akan menguasai Konoha..
Apalagi Ne memiliki kapten Anbu terkuat dan juga seorang Jinchuriki dari Kyubi dipihak mereka.
Mereka pasti tak bisa terhentikan.
Oh, betapa salahnya pemikiranmu Boar
Disela sela berpikirnya, Boar merasakan sebuah kabut yang mulai terbentuk di sekitar tempatnya berjaga.
'Kirigakure No Jutsu' pikir Boar analitis
Boar yang menyadari ada bahaya ingin melompat kebelakang menghindari kabut, namun entah kenapa kakinya tidak bisa digerakan. Boar melihat kebawah dan terkejut ketika seekor ular hitam tengah melilit kakinya.
'Sai' pikir Boar dengan bingung
Sai adalah satu-satunya Anbu Ne yang menggunakan Jutsu semacam itu. Pertanyaan demi pertanyaan terlintas dikepalanya. Kenapa Sai melilit dirinya? Kenapa Sai melakukan ini? Apa dia telah berkhianat?
Mata Boar mengeras memikirkan itu, dia berusaha mencari rekan rekannya yang lain tapi karena kabut ini penglihatannya terganggu.
Boar lalu menutup kedua matanya dan menajamkan indera pendengaran nya. Shit! Dia hanya mendengar sebuar tebasan serta tetesan darah jatuh ke lantai. Bahkan terdengar jelas suara gedebug seperti suara benda jatuh.
Matanya terbuka lebar, dia tahu apa yang terjadi saat ini.
Rekan rekannya yang lain telah tewas dan mungkin dia satu-satunya yang masih hidup.
Boar tiba-tiba mencoba melompat tetapi ular-ular lagi dan lagi melilitnya lebih dari sebelumnya. Dia kemudian membuat handseal dan mengganti dirinya dengan sebuah balok kayu.
'aku harus melaporkan ini kepada Danzo-sama." pikir Boar
Tapi takdir berkata lain
Boar tiba-tiba merasakan suhu udara di sekitarnya berubah drastis sedingin es, udara disekitarnya dipenuhi begitu banyak KI membuat tanto yang dipegangnya jatuh ke tanah. Seluruh tubuh Boar gemetar hebat.
Dia bisa merasakan kehadiran musuhnya di belakangnya.
Dia tahu ini akhir dari hidunya.
"Jadi kau telah berubah menjadi seorang pengkhianat." kata Boar dengan tenang
Boar tahu hanya ada satu orang yang bisa berada di belakang punggungnya dengan begitu mudah ketika bertarung. Dialah yang telah melatih bocah itu sejak masih kecil, dia adalah murid terbaik di kelasnya dan Boar tahu ajalnya sudah dekat jika lawannya adalah bocah itu.
"Ini sudah berakhir ... Sensei." kata penghkianat itu dengan nada sedih tersirat dalam suara nya.
"Pola berpikir kita memang berbeda ... tapi aku bangga padamu." kata Boar singkat, dia adalah orang yang jujur. Seseorang yang sedang berdiri dibelakangnya adalah murid terbaik yang pernah dia latih.
Boar lalu menghirup nafas dalam dalam dan perlahan menutup matanya. Kematian sudah menunggunya.
Si pengkhianat itu dengan cepat menebas kepala Boar dalam satu sapuan. Matanya menatap datar kejadian itu.
'Maafkan aku ... Sensei.' pikir Naruto sedih
Dia kemudian menghilang menggunakan teknik kamuflase untuk membunuh target berikutnya.
Ini baru permulaan, masih ada 295 nyawa lagi yang harus diambil sebelum misi ini berakhir.
Naruto menggenggam pedangnya lebih erat, dia bergerak dengan kecepatan sangat cepat melintasi koridor yang gelap. Dia bergerak seperti hantu dalam kegelapan.
Sharingannya berputar liar dibalik topeng elangnya.
Dia menyalurkan chakra angin pada pedangnya dan dengan gerakan cepat memblokir serangan yang mengarah ke lehernya.
Naruto bisa merasakan kehadiran 15 Anbu yang tengah mengelilinya.
Mereka tidak mengucapkan sepatah kata pun, mereka tidak menunjukkan emosi apapun, mereka hanya terfokus hanya untuk membunuhnya. Naruto tahu sensei yang dia bunuh beberapa saat lalu telah memberi isyarat kepada Anbu Ne lainnya. Boar adalah seorang Anbu yang hebat dalam melakukan tugasnya bahkan dalam situasi menjelang kematian pun.
Tiga Anbu mencoba menyerangnya secara bersamaan dengan menebaskan tanto mereka dari sudut yang berbeda.
Dan tanto mereka berhasil memotong tubuh Naruto menjadi potongan kecil, tetapi sebelum potongan tubuh Naruto jatuh menyentuh tanah, potongan potongan itu berubah menjadi sekumpulan burung gagak.
Kwak Kwak
'Genjutsu' pikir semua Anbu terkejut
Tapi sudah terlambat bagi mereka.
Crash Crash Crash
Sebuah tebasan dari belakang membuat tubuh ke 5 Anbu Ne lainnya tertajuh ke tanah. Mereka bahkan tidak tahu kalau saat ini mereka berlima telah tewas.
Sebelum ke 10 Anbu lepas dari jeratan genjutsu miliknya, Naruto melompat tinggi ke udara lalu melemparkan 10 shuriken dengan kecepatan tinggi.
Jleb Jleb Jleb
Ke 10 shuriken melesat dengan cepat mengenai tubuh ke 10 Anbu Ne' yang tersisa membuat mereka langsung jatuh terbaring ke tanah. Mereka semua mati karena masing-masing shuriken bersarang dibagian vital tubuh mereka membuatnya terbunuh seketika.
Naruto segera menunduk ketika mengetahui ada sebuah tendangan yang akan mengarah ke lehernya. Dia kemudian menangkap kaki si penyerang dan memberinya tendangan keras di bagian selangkaan si penyerang hingga membuat lawannya langsung tewas.
Belum sempat membalik badan, tiba tiba Naruto mendapat sebuah tendangan keras tepat di wajahnya hingga membuatnya terhempas beberapa meter ke belakang.
Mata sharingan itu melirik ke arah si penyerang, ia sedikit was was ketika mengetahui siapa lawan yang saat ini sedang ia hadapi.
Itu adalah Bear, dia adalah kapten Anbu Ne kedua setelah dirinya dan dia adalah spesialis Taijutsu.
Bear melompat ke arahnya dengan cepat dan memberinya tendangan yang sangat keras dibagian dada hingga membuat beberapa tulang rusuk Naruto patah dalam sekejap.
"Brengsek!" Decih Naruto kesakitan sambil memegangi dada nya.
Dalam sekejap mata Naruto men-shunsine dirinya tepat di depan wajah Bear.
Bear terkejut melihat kecepatan shunsine Naruto, hal terakhir yang Bear lihat adalah perubahan tomoe pada sharingan Naruto serta satu kata yang dia dengar untuk terakhir kalinya.
"Amàterásů"
Muncul api hitam di wajah Bear dan dalam sekejap membakar wajah itu sampai meleleh.
Satu hal yang perlu diketahui, Naruto sengaja membiarkan tubuhnya terkena serangan Bear bertujuan membuatnya lengah, ketika mendapat momen yang pas Naruto langsung melancarkan aksinya. Jika bertarung melawan Bear tanpa sharingan, dapat memakan waktu yang lama. Karena itulah ketika melihat celah, Naruto langsung membunuhnya
Naruto menyentuh dadanya. Berkat chakra Kurama beberapa tulang rusuk yang tadinya patah kini perlahan lahan mulai pulih sedia kala, tapi tetap saja rasanya sangat menyakitkan bahkan membuatnya terbatuk darah.
Naruto bangkit, perlahan mengangkat pedangnya.
Ini akan menjadi malam yang panjang.
...
...
(Dengan Sai)
"Chōjū Giga"
20 ekor singa melompat keluar dari kertas penyegel dan langsung mencabik cabik para pasukan Anbu Ne yang mencoba menghindar.
Teriakan demi teriakan menggema memenuhi seluruh koridor. Sai merasa benar-benar meras hancur ketika melihat rekan-rekannya tewas ditangannya.
Sai melompat ke Anbu Ne yang berada sebelah kanan mencoba untuk menikamnya dengan Tanto. Namun lawan Sai kali ini sangat cepat, dia berpindah tanpa sepengetahuan Sai.
Arghh
Sai berteriak kesakitan ketika pundak kirinya terluka akibat tebasan sebuah pedang. Darah mulai mengalir deras dari pundaknya.
Sebelum Sai bisa bereaksi lebih jauh, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang dingin menembus dadanya.
Dia menunduk dan terkejut saat melihat dua bilah pedang yang telah terlapisi chakra angin menembus dadanya.
Ini sudah berakhir
...
...
"Fuuton: Kazekiri No Jutsu "
Naruto dengan cepat melakukan hand seal. Dari mulut Naruto keluar beberapa bilah tebasan angin yang sangat tajam langsung memotong kecil tubuh ke 3 Anbu Ne didepannya.
Naruto terkejut ketika disisi kirinya muncul 5 Anbu yang sudah melakukan serangkaian hand seal yang sangat familiar.
"Kage Shuriken No Jutsu"
Beberapa shuriken dengan cepat menusuk tubuh Naruto membuat dirinya terjatuh ke tanah. Melihat ada kesempatan ke 5 Anbu itu dengan cepat melompat ke arahnya, namun hal yang terjadi selanjutnya sungguh diluar ekspetasi mereka.
Naruto dengan cepat mebuat hand seal "Ram".
"Katsu" Naruto berkata pelan sebelum tubuhnya meledak bersama dengan 5 Anbu Ne'.
Naruto yang asli melangkah keluar dari balik bayang-bayang dengan ekspresi tenang.
'Kage Bunshin Daibakuha sukses' pikir Naruto dengan tenang
Karena ledakan itu, membuat Anbu Ne' lainnya langsung melesat menuju ke arah Naruto. Kurang lebih sekitar 100 anbu Ne' kini berdiri didepan Naruto dengan posisi bertarung.
Naruto sama sekali tidak bergeming ketika melihat banyak nya musuh tengah bersiaga, menurutnya musuh sedikit terlambat menyadari apa yang terjadi saat ini.
Matanya terfokus kedepan, dia terlihat sedang mengumpulkan chakra dalam jumlah besar untuk memperlihatkan salah satu jutsu miliknya yang paling mematikan.
Jari-jarinya dengan cepat membentuk hand seal "Kuda".
Pasukan sensor musuh yang menyadari tindakan Naruto berteriak memberi peringatan.
"Hal yang besar akan terjadi. Siaga penuh!" teriak anbu Ne' tipe sensor
"Katon: Goka Mekkyaku"
Naruto menarik napas dalam dalam lalu Sebuah api besar keluar dari mulut Naruto melesat menuju ke arah musuh dengan kecepatan tinggi.
Api dengan cepat memenuhi koridor dan membakar apapun yang menghalangi.
Beberapa Anbu Ne melompat kedepan. Mereka dengan cepat membuat hand seal secara bersamaan.
"Suiton: Suijinheki"
Kedua Jutsu berelemen api dan air tersebut saling bertabrakan hingga membentuk sebuah kabut asap yang menyelimu seluruh koridor.
Namun pada akhirnya jutsu api milik Naruto terbukti jauh lebih kuat dan kini api itu mulai membumi-hanguskan para anbu Ne.
Jeritan mereka terdengar jelas di seluruh koridor karena hampir 60-70 Anbu Ne terperangkap dalam api besar itu hingga membuat mereka terpanggang.
Para anbu Ne yang tersisa meningkatkan kewaspadaan ketika asap tebal mulai menghalangi penglihatan mereka.
"Dia datang!" Teriak Anbu Ne' tipe sensor ketika melihat pergerakan Naruto
"Katon: Goukakyu No Jutsu"
Mata mereka melebar karena terkejut ketika melihat langit-langit koridor muncul begitu banyak bola api berukuran lumayan besar melesat menuju ke arah mereka.
'Kita semua akan mati.' pikir semua Anbu Ne shock.
Boom
Guncangan terjadi di markas besar Anbu Ne akibat dari serangan bola api milik Naruto
Dinding koridor yang tadinya bersih kini terlapisi oleh darah dan daging dari tubuh para Anbu Ne yang telah tewas. Bau anyir darah serta daging panggang sungguh memuakkan.
Hanya segelintir Anbu Ne yang selamat dari serangan brutal Naruto, mereka mencoba sebisa mungkin untuk tidak terpengaruh dengan pembantaian yang baru saja mereka lihat.
Tap Tap Tap
Walau penglihatan mereka terhalangi oleh asap tebal namun mereka bisa mendengar derap langkah kaki Naruto yang mendekati posisi mereka.
Keringat dingin terbentuk di kulit para Anbu Ne ketika mendengar langkah Naruto yang semakin lama semakin dekat.
"Kalian lemah!"
Anbu Ne yang tersisa hanya bergetar ketakutan ketika mendengar suara dingin Naruto, seolah-olah mereka mendengar suara dari Kyuubi.
"Kalian Naif!"
Beberapa pasukan Anbu Ne yang tersisa mulai pingsan akibat KI membunuh Naruto meningkat drastis.
"Karena kebencianmu lemah!"
Satu persatu pasukan Anbu Ne' terkulai lemah ditanah.
"Kekuatan kebencian adalah kekuatan untuk Membunuh!"
Kali ini suara Naruto benar benar tersengar seperti Shinigami.
"Kekuatan untuk Membunuh adalah kekuatan Balas Dendam!"
Boom wushhh
KI Naruto meledak hingga menimbulkan hembusan angin cukup kuat. Anbu Ne' yang masih sadar perlahan mulai jatuh berlutut karena tidak bisa bernafas dengan baik. Langkah kaki Naruto kini semakin dekat dan mereka sekarang bisa melihat seseorang keluar dari asap.
Semua mata Anbu Ne tersirat rasa keterkejutan ketika Naruto muncul dari balik asap tebal. Dia tampak seperti seorang Dewa Kematian.
Pakaian Anbu miliknya kini berlumuran darah. Pedang yang dia genggam tampak seperti ada pemandian darah, pedang itu berlumur darah yang lumayan banyak bahkan hingga menetes ke tanah.
Topeng Anbu Naruto tampak cuil di berbagai sisi.
Tapi yang paling menakutkan adalah matanya.
Mata merah nan dingin menyiratkan kebencian yang amat sangat.
Mangekyo Sharingan Naruto telah aktif.
'Matilah kita.' pikir Anbu yang masih tersadar. Tubuh mereka seakan tidak bisa digerakan, tangan mereka gemetar dan mereka tahu dewa kematian telah hadir didepan mereka.
"Karena kebencianmu lebih lemah dariku!" teriak Naruto dengan lantang
"Chidori Nagashi"
Setelah meneriakan nama jutsu miliknya, Naruto lalu menancapkan pedang dalam genggamannya ke tanah. Seketika timbul petir dari pedang itu yang kemudian menyambar tubuh mereka.
"ARRRGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH"
Jeritan Anbu terdengar sangat keras dan menggema di seluruh koridor untuk sekian kalinya.
Bahkan Kurama terkejut melihat seorang remaja yang masih berumur 15-16 tahun telah melakukan pembantaian keji seperti itu.
'Apa ini benar-benar Naruto?' pikir Kurama cemas
Dalam sejarah umat manusia, Kurama hanya teringat seorang pria pernah melakukan pembantaian besar-besaran dan dia sangat membenci pria itu.
Pria itu adalah Madara Uchiha, orang pertama yang mengalahkan dan menjinakkan Kurama. Orang itu telah menggunakan Kurama untuk keuntungannya sendiri. Dan saat ini tingkat kebencian yang Kurama rasakan dalam diri Naruto hampir setara dengan tingkat kebencian milik Madara.
Pikiran Kurama buyar ketika merasakan serangan yang sangat besar sedang melesat menuju wadahnya.
"Doton: Doryūdan"
Sekitar 150 anbu Ne kini mulai berdatangan menuju Naruto bahkan diantaranya sudah melakukan handseal.
Naruto mengangkat sebelah alisnya ketika melihat naga tanah raksasa berukuran 30 kaki melesat menuju dirinya.
"Kombinasi yang cukup mengesankan" kata Naruto dengan tenang ketika melihat naga itu semakin mendekat
Goarrrrr
Goarrrr
Sedetik kemudian naga itu berhasil menghantam Naruto, bahkan saking dahsyat nya membuat seluruh pangkalan anbu Nel terguncang seolah-olah terjadi gempa besar. Banyak retakan di setiap dinding koridor, puing puing bangunan satu persatu mulai berjatuhan.
"Ini sudah berakhir ... laporkan kejadian ini pada Danz-" perkataan dari Snake terhenti ketika merasakan lonjakan chakra besar dari arah tempat Naruto terkena serangan.
Seluruh tanah yang mereka pijak tiba tiba bergetar dan dari tempat Naruto perlahan muncul cahaya merah.
"Apa itu?" tanya Anbu Ne dalam kebingungan. Mereka tidak bisa melihat dengan baik karena terhalangi oleh kepulan asap.
Krak
Tiba tiba tersengar suara retakan tulang yang sangat mengerikan
Perlahan kepulan asap mulai hilang dan kini penglihatan para pasukan Anbu Ne sudah kembali normal sedia kala. Namun kejadian selanjutnya membuat mata mereka melebar ketika melihat sesuatu yang ada di depannya.
Seluruh tubuh Naruto dilindungi oleh kerangka tengkorak manusia yang cukup besar. Kerangka tengkorak itu terlapisi semacam aura berwarna merah. Bahkan 3 naga tanah yang barusan menghantam Naruto ukurannya masih kalah jauh dibandingkan ini.
Struktur kerangka itu sangat kuat, mungkin saja jika tidak ada kerangka itu Naruto bisa dipastikan sekarat.
Naruto berdiri tepat di tengah monster humanoid yang melindunginya. Topeng Anbu-nya hancur berkeping-keping, dan sepertinya dia sudah mulai terengah-engah.
Kepalanya tertunduk membuat surai pirangnya terayun kedepan sementara wajahnya tampak ditutupi oleh masker warna hitam.
Seluruh kerangka berwarna putih namun aura nya berwarna merah, dan kerangka itu sangat mirip dengan kerangka manusia pada umumnya.
Naruto perlahan mengangkat kepalanya, lain halnya dengan Anbu Ne perlahan mengambil langkah mundur karena ketakutan ketika mereka melihat mata Naruto.
Kini mereka dengan jelas melihat mangekyo sharingan bentuk 3 kurva spiral disekitar pupil milik Naruto.
"SUSANOO!"
.
.
.
TBC
.
.
Special thanks → Blackwolf501
Akhirnya chap 11 dan 12 up juga, fyuhh Setelah lama ditunggu tunggu prmbantaian para Anbu Ne pun terjadi, dan ini masih sebagian lho guys. Masih ada lagi scene yang lebih seru di chapter berikutnya.
Bagaimana, apa kalian menyukai chapter ini?
Mungkin dari kalian pasti bertanya tanya Kekuatan apa saja yang dimiliki Susanno Naruto?
Apa Sai tewas ?
Kenapa Danzo belum menunjukan batang hidungnya?
Semua pertanyaan itu akan terjawab di chapter berikutnya( maybe )
Boar, Bear, Snake, Tiger adalah codename para Anbu Ne'
Bentuk Susanoo Naruto seperti skeleton raksasa dan aura nya berwana merah. Ini masih tahap pertama
Dan bagi kalian masih penasaran dengan MS Naruto, silahkan search fb dengan nama 'Dhacil fanfiction'
Terima kasih bagi para reader yang sudah mensuport saya agar terus melanjutkan fic ini
Jangan lupa tinggalkan jejak, semakin banyak yang me-review semakin cepat update( mungkin ).
Sekian Jaa nee
Next chapter : Misteri Naruto Uchiha
