Fic ini author persembahkan untuk semua author yang senior, junior dan para readers sekalian M-_-M

Happy reading ^O^/ XD

Desclaimer : Masashi Kishimito

Rate : T+ (untuk bahasa)

Pair : Sasu X Naru X ?

Genre : Romance, Hurt

Warning :Alur cepat yang aneh , OOC , Typo(s), alur yang membingungkan, EYD abal, temanya basi -_- dll.

Yang tidak berkenan, lebih baik tidak lihat :')

Di terima kritik dan saran yang membangun asal bukan flame, dan saya anjurkan jangan menjadi silence reader, dan tolong hargai karya ini dengan memberikan jejak anda pada fic ini, gomene dan arigatou gozaimasu minna :D


minnaaaaa, gomen mellia lama update dan sempat hiatus, soalnya sedang ada banyak proyek realife yang harus di selesaikan, dan melia harus ngerjain tugas yang bejibun dari sekolah :') dan disini isinya bakalan rada rumit karena konfliknya nambah JADI AYOO BUARUAN LIAT :P Arigatoooooooooooooooooou dan gomen kalau kurang memuaskan serta rada aneh T^T

.

.


sebelumnya :

"Dari pada kau mencekiknya bukankah lebih baik jika kau menyiksanya dan membunuhnya secara perlahan-lahan agar dia bisa menderita lebih lama ! wanita jalang sepertinya harus kita siksa sampai dia sendiri yang meminta kita untuk membunuhnya !"

"Kau benar juga! Awas saja jika aku bertemu denganya!" lalu sang penelepon menutup sambungan telefonya.

''Hahaha kau lihat Rubah ? banyak yang membencimu! Kenapa kau tidak mati saja N-A-R-U-T-O ?! kau telah menghancurkan seluruh kebahagiaanku dengan merayu Sasuke-ku dan memperangkapnya di lubang pernikahan hanya untuk memanfaatkanya ! dari pada kau, aku lebih cocok untuk Sasuke. Malangnya Sasuke yang tergoda oleh rubah brengsek seperti kau ! dasar sialaaaaaaan ! ARRRGGHHHT !" kata Sakura sambil menjambak rambutnya frustasi.

"Hehehe, tapi itu tidak akan lama lagi, karena, setelah aku menemukanmu, aku berjanji jika akulah yang akan menyiksamu hingga mati dengan tanganku sendiri. Camkan ! HEHEheheHUAHAHAhaha" tawa Sakura sambil menangis ?

.

.


.

"Naru, Kaa-chan rasa sudah saatnya dirimu untuk kembali.." kata Kushina.

"Kaa-chan, aku merasa lebih nyaman disini, bersama dirimu dan Tou-chan,aku merindukan kalian berdua. Aku tida ingin kembali." Kata Naruto.

"Dirimu sendiri yang berhak menentukan ingin kembali atau ikut pergi bersama kami" kata Minato.

Tiba-tiba pikiran Naruto melayang dan muncul memori yang menampilkan tentang hidupnya yang penuh masalah dan saat dia hampir membulatkan tekat untuk ikut kedua orang tuanya tiba-tiba muncul sebuah pikiran.

'Bagaimana kabar Tosuke?'

'Apakah dia sudah makan dengan baik?'

'Apakah tanpa dirinya dia akan baik-baik saja?'

'Apakah Sasuke mau mengurusnya?'

'Apakah akan ada yang menyayanginya?'

'Bagaimana jika nanti Dia terlantar?'

Dan bulatlah tekad Naruto. Bahwa dia harus kembali ke dunianya yang sesungguhnya, Tosuke masih sangat membutuhkan dirinya, dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi jika Tosuke hidup sendiri tanpa dirinya. Tepatnya tidak rela.
Naruto merasa sangat kesepian saat kehilangan orang tuanya, lalu bagaimana dengan Tosuke jika kehilangan Dirinya ? apakah dia harus merasakan apa yang Naruto rasakan? Naruto rasa tidak. Jika dia selalu kesepian dalam hidupnya setidaknya Tosuke tidak boleh merasakan hal yang sama seperti yang Ia alami. Dia harus tumbuh dengan bimbingan orang tuanya. Dirinya dan Sasuke...

Sasuke ?

Sasuke ?

Ya, nama itulah yang berkali-kali menyakiti dirinya. Nama itulah yang selalu menjadi mimpi kelam dalam tidurnya. Kenapa saat dirinya dan Tosuke sudah bisa hidup dan berbahagia Dia datang lagi ? seakan-akan tidak rela melihat dirinya bahagia? Apakah Naruto harus memohon dan berlutut agar Sasuke tidak mengganggu kehidupanya lagi ? kehidupan keluarga kecilnya ?

Lupakan Sasuke ! yang terpentinga sekarang adalah Tosuke ! Naruto harus hidup demi Tosuke ! Dia harus hidup demi anaknya !

"Aku rasa Kau sudah mendapatkan jawaban" kata Minato sambil tersenyum.

"Ya, Tou-chan, kau benar, aku sudah memutuskan untuk kembali. Aku harus tetap hidup demi Tosuke. Dia masih sangat membutuhkan diriku di sisinya" kata Naruto dengan mata yang menerawang jauh.

"Pilihan yang tepat.." kata Kushina dengan mata berlinang air mata.

"Ingatlah Naru, bahwa kita tidak pernah meninggalkanmu. Kita disini tetap mencintai dan melindungimu dari jauh kita akan selalu berada di sisimu. Tepatnya di hatimu, maka jangan pernah lupakan kami" kata Minato sambil mengusap lembut kepala pirang Naruto.

"Kaa-chan, Tou-chan. Arigato gozaimasu!" kata Naruto sambil menangis dan memeluk kedua orang tuanya.


"Ngghhhhh"

'Tubuhku rasanya sakit sekali~' kata Naruto yang mencoba bangun dari posisinya yang semula tertidur.

"He? Infus? Dimana ini ? bagaimana bisa aku berada disini?" kata Naruto yang sudah mengganti posisinya menjadi duduk.

'Baunya seperti obat-obatan ? apa mungkin rumah sakit ? lalu bagaimana bisa aku berada di rumah sakit?'

Seperti kaset yang rusak, Naruto mulai teringat akan kejadian yang dialaminya sbelum akhirnya dia tidak sadarkan diri dan berakhir dengan dirinya yang sadar di rumah sakit saat ini.

"Jika seperti itu yang terjadi, lalu dimana pemuda yang telah menolongku?" kata Naruto sambil mengarahkan pandanganya pada sekeliling ruangan.

"Hai, apa kau mencariku? Akhirnya kausadar juga" kata si pria yang sukses mengagetkan Naruto.

"Kau mengagetkanku saja Tuan." Kata Naruto sambil mengelus-elus dadanya.

"Hahaha gomen jika aku mengagetkanmu tadi,lalu apakah kau sudah merasa baikan ? apa perlu aku panggilkan Suster?" kata si Pria.

"Tak apa-apa,tidak perlu repot-repot Tuan, dan Arigato karna Tuan telah menyelamatkan saya." Kata Naruto sangat formal.

"Tidak perlu sungkan, santai saja. Lagi pula kita juga belum berkenalan, haha mungkin kau berfiir jika aku sok kenal kan HAAHAHA?' kata Pria itu sambil tertawa keras yang membuat Naruto menjadi sweet drop karena kelakuan menakjubkan si Pria.

"Biarkan aku memperkenalkan diriku, Namaku adalah Kiba, Kiba Inuzuka" kata si Pria sambil mengulurkan tangan.

"Namaku adalah Naruto Uzumaki, Yoroshiku des Inuzuka-san" Kata Naruto sambil menjabat uluran tangan Kiba.

"Tidak perlu seformal itu, panggil saja Kiba" kata Kiba dengan senyum yang lebar.

"Baiklah, kalau begitu bagaimana dengan Kiba-san ?" kata Naruto.

"Begitu lebih baik" kata Kiba sambil mengacak-acak rambut Naruto yang membuat Naruto tersipu atas perlakuan Kiba yang Tiba-tiba, rasanya seperti mengingat masa lalu saat Dirinya dan Sasuke masih bersama.

FLASHBACK ON

"Teme ayo ke meja makan. Makan malam sudah siap" kata Naruto memanggil Sasuke yang masih sibuk membereskan berkas-berkasnya yang menumpuk sudah kebiasaan bagi Sasuke yang membawa pulang perkerjaanya agar bisa dia kerjakan lagi dirumah supaya dapat pulang tepat waktu dan bisa menemui Dobenya yang paling dia rindukan.

"Hn" kata Sasuke sambil berjalan ke arah ruang makan.

"Ne, Teme bagaimana masakanku? Ini pertamakalinya aku membuat Katsudon yang berisi tomat didalamnya" Kata Naruto sambil menghidangkan makanan buatanya.

"Hn" kata Sauke yang sedang mencoba masakan Naruto.

"Bagaimana rasanya?" kata Naruto sambil menggigit bibirnya dengan cemas akan Hasil masakanya.

"Hn"

"Yang benar saja Teme, jawablah dengan benar" kata Naruto sambil menggembungkan pipinya karena sebal akan jawaban Sasuke yang selalu menggunakan konsonanya.

"Pfft, aku hanya bercanda Dobe, jika kau bertanya padaku tentang bagaimana hasil masakanmu aku pasti akan selalu menjawab enak asalkan ini adalah buatan tanganmu" kata Sasuke sambil mengelus kepala Naruto dengan sayang yang membuat Naruto merona seperti makanan kesukaan Sasuke.

"Lhatlah, sekarang warna wajahmu menyerupai Tomat, rasanya aku lebih ingin memakanmu saja, kalau begitu, itadakimasu~"

"Tidak, Tu-tunggu, apa yang kau lakukan Te-Teme!~~~"

FLASHBACK OFF

"Kau kenapa ?" tanya Kiba karena melihat Naruto yang sedang melamun.

"Hah?! Oh, aku tidak apa-apa, hanya teringat tentang masa lalu?" Jawab Naruto.

"Apakah sebuah kenangan yang buruk?"

"Tidak juga, bisa dibilang iya dan bisa dibilang tidak."kata Naruto dengan cengiran lima jarinya.

"He? Bagaimana bisa seperti itu?" tanya Kiba dengan alis mengerut karena berpikir.

"Tentu saja bisa"

"Arrgh kau hanya membuatku semakin bingung saja" kata Kiba frutasi.

"Hahaha wajahmu konyol sekali Kiba-san" Naruto tertawa karena melihat wajah Kiba yang aneh karena frustasi.

'Ka-kawaiii~' batin kiba yang merona karena melihat Naruto yang tertawa.

"Kau kenapa Kiba-san? Apakah kau demam?" tanya Naruto sambil memegang kening Kiba yang membuat Kiba semakin kelabakan.

"Oh gomen, apakah aku lancang?" Tanya Naruto yang segera menarik tanganya kembali.

"Ti-tidak apa-apa" kata Kiba masih dengan wajah merona.

"BIARKAN AKU MASUK! LEPAS! BIARKAN AKU MASUK!" Teriak seseorang dari luar pintu sambil menggedor-gedor pintu kamar Naruto.

'Sa-Sasuke?...' batin Naruto.

"LEPAS! BIARKAN AKU MASUK! NARUTOOOOOO! KUSO!"

"Hhh pantat ayam itu berulah lagi, kali ini apa yang dia lakukan? Oh iya, apakah kau mengenal suara orang itu? "tanya Kiba ke Naruto.

"A-aku rasa tidak" kata Naruto dengan suara lirih, berusaha menutupi.

"Apakah kau lupa? Dia adalah orang yang bersikeras ingin membawamu saat kau kecelakaan? Apakah kau tidak tahu siapa dia ? atau kau hilang ingatan?" tanya Kiba membabi buta karena rasa penasaran yang sudah dia pendam dari saat pertama kali bertemu Naruto dan menolongnya.

"A-aku Tidak tahu..." kata Naruto dengan suara yang semakin pelan.

"Apa maksudmu dengan 'aku tidak tahu?' jangan bilang kalau kamu mengalami amnesia dikarenakan kecelakaan kemarin? Mungkin akan lebih baik jika aku memanggil dokter agar bisa memeriksa kepala dan seluruh tubuhmu" kata Kiba.

"Atau kau berusaha untuk menutupi sesuatu dari ku ?" kata Kiba lagi menambahkan dengan tatapan yang mengarah lurus ke mata Naruto.

Mendengar perkataan Kiba membuat Naruto termenung dan menyebabkan kecanggungan, seakan momen keakraban yang tercipta tadi hilang tak berbekas, membuat Kiba merasa tidak enak.

"Ano, apakah perkataanku tadi mengganggumu ? kalau iya gomen, aku tidak bermaksud untuk mengorek informasi pribadi maupun kisahmu, a-aku hanya bingung saja, karena dia mengatakan bahwa dia adalah suamimu dan kau malah tidak tahu. Gomen jika aku begitu lancang dan seakan ikut campur masalah pribadimu." Kata Kiba merasa tidak enak.

"Daijoubu Kiba-san, mungkin aku sebegitu misteriusnya dimatamu sehingga kau begitu ingin tahu tentang diriku haha" kata Naruto mencoba menciptakan suasana seperti sebelumnya.

"Gomen, mungkin karena beberapa buku tentang detektif yang kubaca yang membuatku jadi seperti ini" jawab Kiba sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Anosa, aku hampir lupa, karena sekarang kau sudah sadar, lalu apa yang harus aku lakukan mengenai si pantat ayam disana ? aku rasa dia masih menunggumu diluar pintu." Kata Kiba sambil menunjuk pintu dengan ibu jarinya.

"ARGGHH! KUSOO!" teriak Sasuke dari luar. Benar seperti kata Kiba jika Sasuke masih berada diluar pintu dan berteriak-teriak seperti orang kesetanan.

'Aku rasa memang sudah saatnya aku bertemu dengannya dan meluruskan semua ini'

"Kiba-san, kurasa aku memang harus bertemu dengannya dan namanya adalah Sasuke, dia adalah ma-mantan suamiku..." kata Naruto dengan senyum pias yang terlukis di wajahnya.

"Daijoubu ? tidak apa jika kau tidak mau bertemu denganya, aku bisa mengatakan bahwa kau masih belum sadar" tawar Kiba, melihat wajah Naruto yang seperti itu membuat Kiba serasa ingin melindunginya, Kiba sadar jika dia hanyalah orang asing bagi Naruto, tetapi kata hatinya mengatakan hal lain, entah mengapa dia merasa sangat ingin melindunginya. Dan instingnya mengatakan jika ada masalah yang sangat rumit antara Naruto dan si Sasuke itu.

"Arigatou Kiba-san tak apa, memang sudah saatnya aku harus menemuinya, daripada dia mengganggu pasien lain dirumah sakit ini, dasar si Teme itu benar-benar seperti orang kesetanan" kata Naruto, kali ini senyumnya terlihat lebih ikhlas dari yang sebelumnya.

"Baiklah jika itu maumu, tetapi jika ada sesuatu kau bisa memangilku kapanpun, aku akan mengawasimu dari luar" kata Kiba sambil tersenyum.

"Arigatou gozaimasu Kiba-san, kau sangat baik aku tak tahu bagaimana aku harus membalas semua kebaikanmu ini" kata Naruto dengan senyum lima jarinya yang membuat Kiba lagi-lagi merona merah.

"Hai~ hai~ douita, kau bisa membalasnya, dengan memanggilku dengan suffix kun itu sudah cukup" kata Kiba dengan wajah memerah.

"Apakah tidak apa-apa ? baiklah kalau begitu, Ki-Kiba-kun... Kiba-kun~" panggil Naruto yang entah mengapa wajahnya juga ikut memerah seperti Kiba.

"Te-terdengar lebih baik, kalau begitu aku keluar dulu. Ja nee~" kata Kiba.

"Jaa~"


Krieeettt

"NARUUTT- hn akhirnya kau membuka pintu sialan ini. Biarkan aku menemui Naruto" kata Sasuke dengan deathglare andalanya.

"Dia sudah sadar, dan Dia berkata kalau Kau boleh menemuinya, tetapi awas saja jika kau melakukan hal yang macam-macam kepadanya. Aku tidak akan segan-segan untuk menghabisimu" kata Kiba membalas deathglare yang diberikan Sasuke.

"Cih memang siapa kau? Berani-beraninya mengatakan hal itu kepadaku. Aku suaminya" kata Sasuke dengan seringai menghina.

"Hahaha suami? Jangan bercanda kau hanyalah mantan suaminya,jadi kau tidak berhak mengaku-ngaku seperti itu, menggelikan" kata Kiba sambil tertawa mengejek.

"Kuso! 1. Aku adalah suaminya 2. Dia adalah milikku 3. Kami tidak pernah bercerai. Camkan itu! Dan dalam hal ini kau bukanlah siapa-siapa, jadi jangan ikut campur." kata Sasuke dengan penuh penekanan pada setiap katanya tetapi hal itu tidak membuat nyali Kiba menciut, entah mendapat keberanian darimana sehingga Kiba masih berani untuk membalas tatapan Sasuke yang seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.

"Huh jangan terlalu percaya diri. Dari pada aku membuang waktuku untuk berdebat denganmu lebih baik kau segera masuk, Naruto ingin bertemu dengan mu" kata Kiba mengakhiri perang mereka.

"Hn" jawab Sasuke dengan konsonanya dan langsung masuk melewati Kiba yang berada didepan pintu.

Langsung saja Sasuke berjalan ke arah Naruto yang duduk diatas kasur rumah sakit.

"Dob-"

"Teme, maksudku Sasuke. aku ingin berbicara 4 mata denganmu dan ini juga menyangkut tentang Tosuke." Kata Naruto memotong perkataan Sasuke.

"Hn"

"Aku akan mengatakan yang sejujurnya kali ini. Dan aku minta agar kau tidak memotong ataupun bertanya sebelum aku menyelesaikan perkataanku dan aku akan melakukan sebaliknya"

"Hn" Sadar akan situasi, Sasuke mengurunkan niatnya untuk menanyai kabar Naruto, karena dia sadar. jika Naruto sudah memanggil namanya, maka itu artinya dia dalam mode serius.

"Kau ingat hubungan kita dimasa lalu bukan? Dan seperti yang tertulis disurat yang aku tinggalkan, memang benar jika saat aku pergi aku tengah mengandung, dan anak itu adalah Tosuke. Bocah yang kemarin kau lihat. Dan tentang kepergiankupun kau sendiri pastinya yang lebih paham akan hal itu-" perkataan Naruto terpotong karena Sasuke menyela. Benar-benar tidak sepeti seorang Uchiha yang menjunjung tinggi tata krama.

"Kau salah paha-"

"Bukankan tadi aku sudah mengatakanya diawal? Jika jangan menyela ataupun bertanya, dan itu termasuk keterangan apapun yang ingin kau sampaikan. Dan jika sekali lagi kau menyela, maka lebih baik kita hentikan saja pembicaraan ini. Akan aku teruskan. Dan waktu aku memutuskan untuk pergi, aku tidak membawa harta apapun yang ada di rumah kita atau uang apapun yang kau berikan, karena aku berfikir, saat aku pergi meninggalkanmu itu sama artinya jika aku sudah memutuskan untuk hidup sendiri dan mandiri. Termasuk masalah biaya atau apapun yang bersangkutan dengan hidup kami, aku dan Tosuke. Dan sebenarnya, aku sempat hampir keguguran saat pertama kali datang kemari, aku pendarahan dan pingsan dijalan untungnya ada orang yang berbaik hati dan membawaku ke klinik, dokter mengatakan bahwa aku terlalu setress dan kurang nutrisi, setelah itu orang yang tadi menolong juga sempat menampung dan mempekerjakan aku. Namanya adalah Chiyo-Basan yang tinggal disebelah rumah kami sekarang Dan asal kau tahu, sebenarnya yang paling berat bukan karena kehidupanku yang bisa terbilang waktu itu benar-benar dalam masa krisis. Tetapi yang paling menyakitiku adalah gunjingan orang terhadap Tosuke. Bahkan sebelum lahirpun Tosuke sudah hidup sengsara bersamaku, tetapi hal itu yang membuatku kuat karena ada Tosuke disampingku dan singkat cerita, setelah kelahiran Tosuke, kehidupan kami semakin lama semakin membaik dan kami hidup berkecukupan... namum hal berat lainya datang setelah Tosuke lahir dan bisa berbicara. rasa ingin tahunya dan pertanyaan polos yang terlontar dari mulutnyalah yang menyakitiku. Dia bertanya siapa Tou-sannya? Mengapa Tou-sannya pergi? Siapa nama Tou-sannya? bagaimana rupa Tou-sannya? Apakah Tou-sannya akan kembali? Apakah,, apakahh..." Naruto tidak sanggup melanjutkan perkataanya, begitupula Sasuke yang menunduk dalam seraya menahan air mata yang akan mengalir, berbanding terbalik dengan Naruto yang tak kuasa menahan airmatanya. Bisa dibilang Naruto sudah berusaha mengatakan isi hatinya yang sama artinya dengan mnguak luka lama yang dia alami, tetapi mau bagaimana lagi ? tidak ada cara lain, dan hanya ini satu-satunya cara agar Sasuke mengerti Jika Naruto...

~TBC~


apa yang akan terjadi kepada Naruto dan Sasuke ?

apakah Tosuke akan tahu bahwa Sasuke adalah ayahnya ?

apakah yang diinginkan Naruto untuk Sasuke mengerti ?

siapakah sekutu Sakura ?

dan dimanakah Sakura?

nantikan di chapter berikutnya OK :D

tetap ikuti kisah seru yang terjadi antara Naruto, Sasuke, Hinata, Gaara, Ino, Sakura, Sai Dsb,, hanya di Sky Without Clouds :D


mellia : huaaah setelah sekian lama akhirnya bisa update juga :') btw sekarang ffn kok rumit ya ? =_= aku sampe kebingungan mengoprasikanya saat ngupload chap jadi gomen kalo semisal nanti fontnya aneh. soalnya disini kok gabisa disamain font nya :')

sasu : dari mana aja lu? belum kelar juga udah ditinggalin ampe berdebu.

mellia : gomeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen T^T

naru : Authorrrrrrrrrrrrrrrrr, aitakata T^T selama ini kemana aja?

mellia : aku sedang melakukan perjalanan mencari pencerahan diambang banyaknya cobaan dunia naru T^T

sasu : over

mellia : Teme pantat ayam jahat!

sasu : apaan lu? *death glare*

mellia : T.T

Naru : mellia sekarang punya ig ya ? ciee setelah 17 tahun hidup baru sekarang punya XD

mellia : ;;) iyaaa XD

sasu : hn payah

mellia : -_- naru jangan lupa invite ya XD

naru : siappppppppppppp! ^w^


oh iya, masih ingat sama vote yang dulu ngga ? :3

ada beberapa pilihan, yakni :

Naruto-Gaara

Sasuke-Naruto

Gaara-Hinata

Sasuke-Sakura

Sasuke-Gaara

Sai-Ino

Naruto-Sai

Naruto-pemuda penolong

Gaara-Sakura

Arigatouu mina-san karena udah mau ngevote dan pemenang votenya adalah... tunggu aja di last chapter ya :v :D


untuk sekrang, hasil vote yang mengejutkan adalah...

sasu-gaa : 9 vote (ga nyangka wkwkw :3)

sasu-saku : 7 vote (ahhsudahlah -_-)

naru-saku : 2 vote(whatt! =O=)

sempat ga nyangka sebenernya liat hasil votenya XD

lalu mau mellia tegasin lagi. mellia buat vote bukan karena biar review banyak serta buat caper =.=

mellia disini buat vote karena mellia punya banyak ide tentang pairing jadi alur cerita bisa saja berubah tergantung para readers sekalian dengan keinginan readers yang menginginkan chara fav agar memiliki pair yang sesuai serta ini sama saja agar menampung imajinasi readers yang ingin chara memiliki pair seperti keinginan. dan semata-mata BUKAN UNTUK CARI REVIEW ATAU CARI MUKA ! :)

gomen jika mungkin kata-katanya agak kasar atau kurang sopan. hanya saja saya mau menyindir BEBERAPA orang yang nge pm saya dengan kata-kata tidak sopan serta menyakiti hati ! arigatou :')


DAN MAAF. MELLIA MAU MENGGANTI SISTEM PEMBALASAN REVIEW. KARENA DARI PADA LAMA UPDATE KARENA BALAS REVIEW YANG KADANG... ADA YANG TIDAK MENGGUBRIS JADI LEBIH BAIK MELLIA MEMBALAS YANG INTI AJA. BUKAN BERARTI REVIEW LAIN TIDAK PENTING! HANYA SAJA SAYA MAU MEMPERSINGKAT WAKTU UPDATE T^T

MOHON PENGERTIAN MINNA SERTA GOMENE ATAS SEMUA KESALAHAN ATAU KATA-KATA YANG KURANG BERKENAN :')

keterangan : bagi tulisan biasa adalah balasan review dari saya, dan tulisan bold adalah naruto, miring Sasuke dan Garis bawah adalah Tosuke, jadi balasan reviewnya akan random ya, jadi jangan males buat review kalo pengen dibales sama chara swc okayyy ;) :3

Novalia Airis : ha'i nova-san naru bakalan berusaha!XD arigatou atas review nya, review lagi ya :D

Maharani903 : hehehe gomen nee XD mau gimana lagi :v banyak sekali halangan dan rintangan untuk melanjutkanya, gomen :'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D

Fujoshi desu : hn, nande? fujo-chan, gomen Toscke gabica kelual lagi di chap ini TwT cemua telgantung autholchan nya uu gomeneeee uwu Oarigatou atas review nya, review lagi ya :D

Mizuky : mizuky, boleh bantu nyekik si pinky crazy ga? gegara dia juga dobeku jd sakit hati -_- arigatou atas review nya, review lagi ya :D

oka : yoroshiku oka-chan :3 watachiwa tocuke dec :3 arigatou atas review nya, review lagi ya :D

: arigatouuuuuuuuuuuuu :* mellia sendiri juga serem =w= :') dan mellia bakalan buat SWC jadi lbih baik ! :D arigatou atas review nya, review lagi ya :D

guest-san : gomene ga dibalas satu-satu malah mellia berondong, soalnya mellia sendiri bingung karena kalo balas satu-satu namanya sama, gpp kalau ga pake akun, tapi se engganya pake nama, gomen kalau terkesan menyuruh, soalnya mellia juga pengen membalas review kalian supaya lebih kenal T^T arigatou atas votenya juga X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D


MINNA-SAN YANG UDAH MAU REVIEW, ALERT, BAHKAN NGE FAV, ARIGATOUU BANGET T^T

BERKAT KALIANLAH MELLIA MAU NGELANJUTIN SWC, ARIGATOUUU T^T

SERTA MAAFKAN MELLIA YANG SEKARANG BANYAK NUNTUT SERTA BANYAK MAUNYA SERTA JAHAT SERTA KASAR SERTA GA BAIK SERTA YANG LAIN-LAIN T^T TOLONG DIMENGERTI. DAN JANGAN KAPOK BUAT BACA SWC YA :') AIGATOU ! :'D

ARIGATOU MINNA-SAN KARNA KALIAN SEMUA MAU MEMBACANYA, APA LAGI KALAU KALIAN MAU NGE REVIEW !, ARIGATO MINNA-SAN !

DAN UNTUK MINNA YANG UDAH NUNGGU FIC NYA MELLIA YANG LAIN YANG BELUM END, GOMENNASAI, KARNA BUKANYA UPDATE CHAP BARU, MALAH BUAT FIC BARU. DIKARENAKAN, FOLDER NYA YANG HILANG, JADI SEMUA DATANYA JUGA HILANG :'(

DAN KARENA INI ADALAH FIC SASUNARU HURT PERTAMA AUTHOR, JADI GOMEN JIKA JELEK BANGET.

POKOKNYA ARIGATOOOOU + GOMEN BGT DEH :3

M-_-M

DAN UNTUK FIC KALI INI, MAAF, KALAU MELLIA BELUM BISA MEMBERIKAN FIC YANG MEMUASKAN :'(

dan kalau ada yang mau tanya atau gimana bisa pm atau inbox mellia lewat ig *promosi* -plakk- mfpsw jadi jangan sungkan-sungkan yaaa ^_^

DAN 1 YANG MELLIA INGINKAN :

P

L

E

A

S

E

R

E

V

I

E

W

!