Apocalypse : Road to Evolution

Disclaimer: I don't own anything from Naruto manga. But this fic is mine

Rate: M

Pair: Naruto x …

Warning : Don't Like, Don't Read. Not Perfect. R&R.

Summary : Dia yang berjalan bergandengan tangan dengan kegelapan, dia tidak lagi hidup dibawah pelukan dingin kematian. Dia yang kembali dari bayang-bayang kematian akan memulai jalan menuju kemuliaan. Dia akan membenahi garis orang-orang yang disayanginya.

Chapter 12 : Tamer.

Penjinak, salah satu kemampuan yang paling di cari pada masa Kiamat ini. Kemampuan tersebut benar-benar langka dan sangat amat sedikit seorang Evolver yang memiliki kemampuan tersebut. Mereka para penjinak memiliki kemampuan untuk menjinakkan makhluk apapun, dari semua Evolver dalam hal kekuatan mental hanya Summoner yang dapat menyaingi kekuatan mental seorang Penjinak atau biasa di sebut dengan 'Tamer'.

Seorang Tamer dapat memiliki banyak bahkan amat banyak makhluk yang dapat dia jinakan, selama seorang Tamer dapat memenuhi makanan mereka dan juga selama kekuatan mental Tamer tersebut mencukupi seorang Tamer bahkan dapat membuat satu batalion khusus para makhluk yang dia jinakkan.

Kekuatan seorang Tamer tak terbatas hanya pada makhluk yang dia jinakan. Namun seorang Tamer juga ahli dalam sebuah penyamaran dan pengintrogasian. Pada masa kehidupan Naruto dahulu, ada seorang Tamer yang di sebut sebagai 'Penunggang Bermata Hitam'. Mengapa demikian? Karena dahulu Tamer tersebut memiliki satu makhluk yang menjadi pendampingnya yang dapat bersatu dengan tubuhnya.

Para manusia menyebutnya Ghoul, dari berita yang simpang siur Ghoul tersebut adalah salah satu dari 3 pendamping yang Tamer tersebut jinakkan pertama kali. Ghoul tersebut jugalah yang semasa hidupnya mendampingi Tamer tersebut selamanya, bersamanya. Dua sisanya sudah mati terlebih dahulu, akibat dari kesedihan karena kehilangan dua rekan yang sudah bersamanya sangat lama Tamer dan sang Ghoul dapat menyentuh titik dimana mereka dapat membagi kehidupan mereka.

Jika sang Ghoul mati Tamer tersebut mati, dan jika Tamer mati sang Ghoul pun mati. Namun, dia lebih memilih berhenti dari Job sebagai seorang yang bertarung untuk organisasinya dan dia memilih untuk bergerak dalam bidang introgasi bersama dengan sang pendampingnya. Pada titik itulah dia mendapat julukan Penunggang Bermata Hitam, setiap dia mengintrogasi seseorang dan dia bersatu dengan sang pendamping dia selalu dapat memberi ketakutan dan selalu mendapat jawaban yang dia inginkan.

Tekanan, aura, niat membunuh, semuanya memiliki tingkat yang bahkan cukup untuk membuat Naruto merinding.

.-.

Markas Militer Tokyo.

Kini, di salah satu ruang yang pernah di gunakan Sirzechs untuk berbincang dengan Naruto sebelumnya di isi oleh beberapa orang. Dua di antaranya adalah teman Rias yang beberapa saat yang lalu tiba di Markas ini. Mereka berbicang tentang perjalanan mereka menuju ke tempat ini, begitu pula dengan Rias dan Sona, mereka berdua bahagia melihat kedua sahabat masa kecilnya ini selamat pada kiamat ini di tambah lagi jika mereka berdua jugalah seorang Evolver seperti mereka.

Sirzechs dan Serafall pun juga senang melihat keduanya, mereka juga bahagia akan bertambahnya kekuatan pada organisasi yang tengah mereka bangun kali ini. Dua kekuatan yang di berikan oleh Naruto sebelumnya, Anko dan Chouji sudah sangat membantu mereka untuk menghentikan beberapa serangga yang datang menyerang mereka beberapa saat yang lalu.

Kini di tambah dengan keduanya, kekuatan organisasi mereka pastilah bertambah.

Rias pun juga menceritakan tentang bagaimana caranya mereka untuk selamat, keduanya mendengarkan dengan saksama. "Jadi, orang bernama Naruto dan teman-temannya menyelamatkan kalian sebelumnya?"

"Dia juga membawa kalian berdua untuk menemui Sirzechs-sama dan Serafall-sama?"

Keduanya bertanya secara bergiliran dan Rias mengangguk memberikan jawaban pada keduanya. Kini giliran Sona yang memberikan penjelasan, "Ya benar, kelompok mereka benar-benar sempurna untuk melewati kiamat ini, seorang Summoner yang baru saja melewati Evolusi keduanya, seorang manusia Naga, pengendali bayang, pengendali petir, Healer dan pendekar pedang." Sosok pemuda disana sedikit mengerutkan keningnya.

"Pendekar pedang?!" Sona dan Rias secara bersama melebarkan senyumnya.

"Ah benar, aku baru ingat jika kau juga seorang pendekar pedang, Kiba." Namanya Yuuto Kiba, seorang pendekar pedang yang juga seorang Evolver. Dia dahulu adalah seorang pemuda yang menjadi sahabat Rias dan Sona sedari kecil, kini dia tumbuh sebagai seorang pemuda tampan yang dapat menarik hati wanita manapun. Dia pintar dan juga selalu tenang, namun dia juga memiliki darah panas kala mendengar ada seorang pendekar pedang lain.

Kiba menunjukkan senyum tipis di wajahnya, namun semua orang tahu jika darahnya tengah mendidih karena semangat saat mendengar adanya seorang Evolver lain yang juga memiliki kemampun yang hampir sama dengannya. "Kau pasti tengah berfikir untuk melawannya."

Senyum kiba melebar kala mendengar kata-kata barusan, dia menoleh dan mulai berucap, "Apa lagi yang harus aku fikirkan Akeno? Ada seorang pendekar pedang lain yang bahkan sudah ikut bertarung melawan lebih dari 500 serangga, bukankah dia kuat?!" Kiba sangat bersemangat saat ini, senyum di wajah tampannya semakin melebar, ekspresinya bahagia. Dia memang memiliki maniak bertarung sebagai seorang pendekar pedang.

Gadis di sampingnya adalah Akeno, Himejima Akeno. Seorang Evolver yang memiliki kemampuan yang hampir mirip dengan Kakashi, sebagai seorang pengendali petir dia bisa di bilang cukup menakutkan saat bertarung. Hampir sama dengan Kiba, Akeno memiliki wajah ayu yang bahkan bisa di bilang hampir sebelas dua belas dengan Rias, berbeda dengan Rias yang memiliki sifat tenang, Akeno selalu nampak bersemangat dan selalu menebar senyum.

Keduanya adalah sosok sahabat masa kecil Rias dan Sona, mereka kenal betul sifat masing-masing. Sona membenahi kacamata yang tergantung di hidungnya, menatap lurus kearah Kiba yang masih berkhayal akan pertarungan masa depannya dengan Kirito.

"Aku mendukungmu untuk bertarung dengan Kirito-san, namun jangan sampai kau menyinggung kelompok mereka..." Semua tatapan beralih pada Sona yang kini memasang ekspresi serius di wajahnya, mereka tahu Sona adalah seorang gadis dengan kecerdasan di atas rata-rata dan dari kata-kata gadis berkacamata ini mereka menangkap bahwa Sona sama sekali tak ada niatan untuk menakut-nakuti mereka.

Kiba di sisi lain mengerutkan keningnya berusaha meminta Sona untuk memulai penjelasannya. Dan Sona pun mulai angkat bicara.

"Mereka semua bukan sosok yang dapat kalian singgung, kekuatan mereka dan koordinasi mereka benar-benar menakutkan. Bahkan nee-sama saat bertarung bersama dengan Shikamaru-san berkata jika Shikamaru-san benar-benar menakutkan, auranya kelam dan dia benar-benar sangat tenang bahkan di saat paling genting sedikitpun, di tambah lagi kontrolnya akan kekuatannya berbeda dengan kita saat ini..."

"...Namun mereka semua memiliki pusat dari koordinasi mereka, dia Naruto-san. Namun dari mereka semua aku paling takut dengan Naruto-san, mengapa? Karena dia bagaikan tahu semuanya, tahu apa yang harus di lakukan, di tambah lagi dia seorang Summoner yang juga ahli bermain pedang, pedangnya pun juga bukan sebuah pedang yang dapat di anggap remeh, yang lebih menakutkan dari dia adalah kontrolnya juga jangan lupakan jika dia baru saja mengalami evolusi kedua."

Semua orang tetap diam saat Sona menjelaskan, bahkan Kiba yang kembali mendengar adanya soerang Evolver yang ahli dalam memainkan pedang tak memasang ekspresi sebahagia sebelumnya. Kini wajahnya memasang ekspresi keras. Ada darah yang kembali terbakar akan semangat untuk bertarung, namun di sisi lain aura kelam dari rasa takut dan kekhawatirannya berusaha memadamkan api tersebut.

"Sudah cukup untuk penjelasannya, biarkan giliran kami berbicara." Akeno melambaikan tangannya beberapa kali dan mulai mengambil sesuatu dari kantung bajunya. Di sana ada kurang lebih 7 Insect Core dengan warna unggu gelap dia letakkan di atas meja di depannya. Semua orang di sana diam saat melihat apa yang tergeletak di atas meja mereka, di dalam fikiran mereka benda ini bagaikan sebuah kelereng.

"Aku tak tahu apa nama benda ini, tapi bisa kita sebut dengan Inti Serangga. Benda ini kita berdua dapatkan dari dalam otak para serangga yang sempat kita bunuh, dan saat aku pertama kali tahu apa kegunaannya saat Kiba memberitahuku aku benar-benar terkejut, hanya dengan satu Inti Serangga ini kami dapat memperkuat tubuh kami dengan 2 kali lipat..."

"Apa!"

Sirzechs dan Serafall terkejut bukan main saat mendengar apa yang di katakan Akeno barusan, dua kali lipat?!

"...Tunggu penjelasanku dahulu Sirzechs-sama, Serafall-sama." Akeno menarik nafas pelan saat kata-katanya di potong oleh kedua petinggi militer di depannya ini.

"Tapi, setelah kita menggunakannya untuk kedua kalinya keefektifitasnya akan menurun untuk 1 kali, ketiga kalinya 0,5, dan mulai menurun terus sampai titik ku perkirakan 0,1 kali." Kiba di sisinya mengangguk membenarkan apa yang di katakan Akeno barusan, Sirzechs mengambil Insect Core yang ada di atas meja, tangannya sedikit bergetar pelan.

"Bagaimana cara kalian menggunakannya?" Tatapan Sirzechs jatuh pada Kiba dan Akeno yang ada di depan mereka saat ini. Serafall, Rias, dan Sona pun juga ikut menatap kearah mereka berdua secara bersamaan. Kiba mengambil satu Insect Core yang ada di atas meja, menggenggamnya lembut dan setelah tiga detik dia membuka kembali telapak tangannya, Insect Core yang tadinya berada di sana secara ajaib menghilang.

"Seperti itu, anda dapat menyerapnya semudah bernafas, saat anda menggenggam Insect Core ini anda dapat merasakan aliran energi di sana, saat itu focuskan fikiran anda pada aliran energi itu pada saat itu anda dapat merasakan energi masuk kedalam tubuh anda, saat itulah Insect Core anda serap." Kiba dengan sopan menjelaskan bagaimana cara menyerap Insect Core.

Sirzechs dengan cepat mencobanya seperti halnya yang di katakan Kiba, Insect Core tersebut dengan mudah terserap oleh Sirzechs. Sirzechs yang merasakan perubahan pada tubuhnya secara besar-besaran terkejut bukan main. "Ini... Benar-benar efektif!"

.-.

Di bagian luar Shi no Mori kini berdiri berhadapan kelompok Naruto dengan seekor Datura Snake. Datura Snake adalah seekor ular dengan tubuh yang sepenuhnya berwarna hijau muda dengan tiga buah mata berpupil merah dengan garis kuning di tengahnya. Di sepanjang garis lurus di punggung ular tersebut terdapat daun yang merambat pendek dari pangkal kepala sampai ujung ekornya. Ketiga bola matanya kini menatap tajam kearah kelompok Naruto yang berdiri beberapa meter darinya. Datura Snake sendiri memiliki panjang lebih dari 15 meter.

Naruto sedikit mengerutkan keningnya melihat seekor Datura Snake yang masih diam menatap kearah kelompok mereka. Datura Snake sendiri adalah seekor makluk buas yang menyerang dengan serangan kejutan, dia tak pernah jika berhadapan langsung dengan musuhnya bahkan jika musuhnya tersebut lebih lemah darinya. Datura Snake adalah seekor monster yang sangat mengandalkan serangan tiba-tiba dan racun dari kedua taringnya.

Satu hal yang Naruto tangkap adalah dia bertemu seorang Tamer yang kini sudah menjadikan Datura Snake sebagai Pet miliknya. Naruto dan kelompoknya sekarang memasang posisi siaga, Naruto takut jika benar apa yang dia pikirkan benar, pet lain dari sang Tamer akan datang menyerangnya. Namun hal tersebut tak terjadi, malah sebaliknya seorang manusia berjalan dari arah belakang Datura Snake dan menatap lurus pada Naruto.

Wajahnya bisa di bilang sangat cantik dengan rambut hitam lebar yang dia biarkan terurai dan bergerak pelan di terpa oleh angin. Matanya berwarna coklat gelap sedikit menunjukkan ekspresi waspada di sana, di lehernya terdapat sebuah tali berwarna hitam yang melingkar. Naruto yang melihat siapa yang datang terkejut bukan main, dia tahu siapa sosok berambut hitam yang kini berada di samping Datura Snake.

Naruto yang tahu siapa sosok tersebut segera melepas posisi siaganya dan berdiri tegap seraya menatap kearah sosok tersebut. "Mohon maafkan kami, tapi kami tak memiliki niat jahat sedikit pun." Naruto berucap dengan nada yang santai bagaikan dia tak merasa ketakutan ataupun terintimidasi dengan adanya Datura Snake yang masih memasang ekspresi siaga di depannya.

Sosok berambut hitam di depannya pun sedikit santai setelah mendengar apa yang di katakan Naruto barusan tetapi dia masih merasa penasaran siapa mereka, "Siapa kalian? Seharusnya kalian juga orang-orang yang memiliki kemampuan sepertiku karena dapat bertahan sampai hari ini di bencana besar ini." Naruto mengangguk, teman-temannya pun juga sudah kembali ke postur biasa mereka.

"Ya benar seperti yang kau bilang, kami semua adalah seorang Evolver sepertimu selain bocah laki-laki di belakang." Sosok tersebut mengangguk mengerti, menepuk pelan ke tubuh Datura Snake yang memasang posisi siaga, Datura Snake bagaikan mengerti apa maksud sosok tersebut dia mulai berputar dan mengambil posisi di belakang orang tersebut dengan tubuh yang dia biarkan melingkar di depan orang tersebut.

Naruto mengerti jika sosok tersebut sedikit lebih waspada saat mendengar jika mereka juga seorang Evolver walaupun demikian orang tersebut tak mulai menyerang hanya mulai bertahan karena dia kalah dalam hal jumlah. "Namaku Namikaze Naruto, boleh aku tahu siapa namamu?" Naruto berusaha menghilangkan kecurigaan orang tersebut dengan memperkenalkan dirinya.

Sosok tersebut diam untuk beberapa saat namun setelahnya dia mulai membuka mulutnya, "Haku, Yuuki Haku." Namanya Yuuki Haku, seorang Tamer yang di kenal sebagai seorang Dragon Rider. Dia memiliki gelar tersebut setelah dia adalah seorang Tamer pertama yang dapat menjinakkan seekor Naga dan menjadikannya rekan bertarung. Di tambah lagi dia juga Tamer pertama yang telah berbagai hidup dan mati bersama dengan sang Naga dengan sumpah darah.

Naruto yang sudah melihat asal usul Haku dan sudah mengetahui seperti apa menakutkannya sosok di depannya ini sudah memiliki niat untuk merekrutnya kedalam kelompok miliknya. Naruto berjalan kearah Haku dengan perlahan, namun Datura Snake yang ada di belakangnya sudah mulai mengeluarkan desisan pelan tanda jika dia tak suka jika Naruto mendekat kearah tuannya. Namun Naruto tak menghiraukannya, dia hanya berucap beberapa kata.

"Tenang aku tak ingin menyakiti tuanmu, aku tak memiliki niat jahat untuknya sama sekali." Naruto berucap setelah dia menghentikan langkah kakinya, namun bagaikan tak menghiraukan kata Naruto, Datura Snake masih tetap mendesis bahkan kepalanya mulai mendekat kearah Naruto. Naruto tetap diam seraya menatap kearah Datura Snake yang mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Naruto.

Namun Haku berbeda, dia diam dan menepuk kembali tubuh Datura Snake membiarkannya untuk kembali kebelakang Haku. "Apa yang kau inginkan?" Walau Haku memasang ekspresi tenang namun nada yang dia keluarkan sedikit berat dan matanya mulai menyipit. Kakashi dan yang lainnya untuk kesekian kalinya bingung dengan apa yang akan di lakukan Naruto.

"Aku hanya ingin memintamu untuk masuk kedalam kelompokku." Ucapan Naruto cukup untuk membuat semua orang di sana tersentak kaget, tak ada yang menyangka jika Naruto berusaha merekrut seseorang yang baru saja dia kenal beberapa saat yang lalu. Haku yang mendengar kata-kata Naruto pun juga sama terkejutnya dengan orang-orang yang ada di belakang Naruto. Dia pun juga tak menyangka demikian namun dia mulai rileks setelahnya.

Haku menatap lurus pada mata Naruto dan mulai berkata, "Apa untungnya bagiku?" Naruto mulai menyungging senyum tipis di wajahnya, dia tahu jika Haku tertarik untuk bergabung dengan kelompoknya, di tambah lagi di kelompok tersebut terdapat Asia yang memang hanya satu-satunya wanita di kelompok tersebut.

"Akan sangat banyak, pertama kau memiliki tempat untuk berlindung dan tak sendiri lagi, kedua kami akan memberikanmu sebuah rahasia besar untuk menambah kekuatan yang kau miliki, ketiga akan sangat sulit bertahan jika seorang diri di Kiamat ini." Haku mengangguk mengerti maksud Naruto.

"Tapi aku di sini tak sendiri." Ucapan Haku barusan membuat kening Naruto dan yang lainnya mengerut, semua mulai waspada namun Naruto tidak. "Apa maksudmu?" Naruto bertanya dengan sedikit kerutan di keningnya. Sedangkan Haku hanya memasang senyum simpul tipis di wajahnya, tak ada jejak kesombongan ataupun niat jahat darinya yang Naruto rasakan.

"Kalian bisa tenang, aku di sini bersama dengan ayah tiriku dia juga orang yang memiliki kekuatan yang sudah terbangkit atau kalian sebut seorang Evolver." Naruto menarik nafas panjang, kejutan apa ini?! Haku memiliki keluarga yang masih hidup di awal Kiamat ini?! Bahkan dahulu Naruto mengetahui Haku dia adalah seorang yang dingin dan seorang penyendiri, apa karena...?

Tak berapa lama setelah Haku berkata sosok dengan penutup wajah muncul dari belakang sebuah puing-puing rumah yang hancur dan berjalan kearah Haku, dia berdiri tepat di depan Haku tanpa menghalangi Haku. "Namaku Zabuza Momochi, ayah dari Haku." Dalam ingatan Naruto dia tak mengenal siapa Zabuza Momochi, mungkin dahulu dia sudah mati di awal kiamat namun Naruto tak peduli, dia tahu jika sosok ini bukanlah orang yang memiliki niat jahat padanya.

Walaupun penampilannya sedikit mencurigakan, namun sebagai seorang Evolver peringkat kedua Naruto tahu betul mana orang yang memiliki niatan jahat mana yang tidak, dan sosok di depannya ini tidak. Naruto tersenyum tipis dan mulai memberi salam pada Zabuza, "Namaku Namikaze Naruto, kalian berdua bisa memanggilku Naruto, dan apa kalian menerima proposal yang ku berikan?"

Haku menatap Zabuza, "Aku mengerti niat baikmu, tapi ada beberapa hal yang sedikit menghambat kami, kenapa kau meminta kami untuk bergabung sedangkan kau baru saja bertemu dengan kami?" Naruto mengangguk mengerti, dia menatap kearah teman-temannya yang tetap diam beberapa meter di belakangnya.

"Karena aku memiliki sedikit impian dimasa depan pada Kiamat ini." Naruto berucap seraya menatap kearah Zabuza dengan sudut mulutnya yang sedikit terangkat. Zabuza sedikit memiringkan kepalanya namun dia segera tersenyum di balik penutup mulutnya. Dia mengangguk mengerti dan menatap kearah Haku, dia membelai pelan kepala anaknya dan kembali menatap kearah Naruto.

"Kami setuju, kami akan mengikutimu." Haku menatap kearah Zabuza dengan sedikit terkejut, namun hanya di balas eye smile dari Zabuza. Naruto yang mendengar kata-kata Zabuza tak kuasa untuk melebarkan senyumnya. "Oh benar, apa kekuatan yang kau miliki paman?" Zabuza memukul telapak tangannya dan mengeluarkan suara pelan dari mulutnya.

"Benar kau belum tahu, kekuatanku adalah aku dapat berubah menjadi manusia dengan tubuh yang seperti Naga, kau tahu Naga? Tapi warnanya biru, aku sedikit kurang suka dengan hal itu." Semua disana tak kuasa untuk menahan ekspresi mereka, semua orang terkejut saat mengetahui hal tersebut. Issei berlari kesamping Naruto dan mulai berubah menjadi sosok Dragonblood Wariornya.

"Apa sepertiku ini?!"

"Ahhh benar, kau juga memiliki kekuatan sepertiku?! Tapi kau lebih keren, aku berubah menjadi warna biru!" Zabuza sedikit memiliki sifat konyol dalam dirinya, setelah dia melihat Issei yang berubah menjadi DragonBlood Wariornya Zabuza pun juga ikut berubah, hampir seluruhnya persis dengan Issei namun tubuh Issei berwarna merah darah sedangkan Zabuza berubah menjadi Biru gelap yang hampir seperti warna hitam.

"Hey, kau keren paman kau terlihat lebih garang!" Issei nampak cukup bersemangat saat melihat Zabuza yang memiliki kekuatan sama sepertinya. Zabuza dan Issei tertawa bersamaan, dia bagaikan bertemu dengan seorang sahabat lama, mereka tertawa bersama dengan saling merangkul pundak satu sama lain dalam wujud Dragonblood Warior mereka.

Haku di samping Naruto memasang semburat merah di pipinya, dia malu dengan tingkah ayahnya yang konyol ini. Sedangkan Naruto memiliki pemikiran berbeda, Haku dahulu menaklukan seekor Naga Es dengan tubuh biru gelap sama seperti Zabuza, jadi Naruto simpulkan jika dahulu Zabuza mati dan Haku memilih untuk mencari Naga Es tersebut untuk menggantikan sosok Zabuza yang mati.

Naruto mengerti dan mulai berbicara pada Haku, membiarkan Zabuza dan Issei yang masih tertawa bersama. "Jika memang Zabuza setuju dan kau setuju kita akan pergi sekarang, tujuan kita adalah seberang Shi no Mori dengan memutarinya." Haku menatap Naruto dengan ekspresi keras di wajahnya.

"Kemana tujuanmu? Daerah Konoha?" Saat Haku berkata demikian wajah Zabuza yang tadinya penuh kegembiraan kini menatap Naruto dengan ekspresi sedikit terkejut. Semua orang melihat perubahan ekspresi pada Zabuza dan tak mengerti apa maknanya. Mereka terdiam dan memilih untuk mendengarkan dengan saksama perbincangan antara Naruto dan Haku.

"Ya benar, tujuan kami adalah Konoha." Ekspresi Haku dan Zabuza seketika mengeras.

"Aku tak tahu tujuan kalian apa untuk pergi kesana, namun aku menyarankan jangan pergi kesana." Naruto dan yang lainnya bingung apa maksud kata-kata dari Haku barusan, namun kebingungan mereka segera di redakan oleh penjelasan dari Zabuza.

"Konoha bukan tempat yang aman lagi, di sana ada puluhan monster yang menghancurkan hampir seluruh bangunan di sana, hampir semua orang di sana mati terbunuh oleh mereka, kami adalah salah satu dari warga yang selamat dari sana oleh sebab itu kami mengetahui seperti apa keadaan di Konoha saat ini."

Ekspresi Konohamaru berubah saat mendengar kata-kata dari Zabuza, semua orang diam untuk beberapa saat namun Naruto segera memecah keheningan yang terjadi. "Apa yang kalian takutkan? Kalian berdua memang belum mengerti kekuatan kami, tapi kami sudah melawan lebih dari 300 serangga dalam satu hari dan kami selamat."

Ucapan Naruto berhasil membuat Zabuza dan Haku terkejut bukan main. 300 serangga dalam satu hari? Bahkan mereka kesulitan untuk menghajar 5 serangga, tetapi orang-orang di depannya ini sudah berperang dengan 300 serangga hanya dalam satu hari! Bukankah itu terlalu mengejutkan? Bukan, tapi lebih tepatnya menakutkan!

"Siapa sebenarnya kalian?! Apa kekuatan kalian?!" Haku berkata dengan suara bergetar, kakinya melangkah mundur akibat keterkejutannya yang berlebihan, mereka tahu seperti apa menakutkannya para serangga jadi wajar untuk ketakutan setelah mendengar 300 serangga mereka bunuh hanya dalam waktu satu hari.

Naruto hanya tersenyum tipis dan secara tiba-tiba sebuah buku melayang di depannya, Summoner Bibel miliknya terbuka pada lembar pertama dan dari sana muncul gumpalan asap hitam yang beberapa saat kemudian membentuk tubuh seekor monster, dia adalah Shadow seekor Black Tiger dengan empat lengan yang kini dia silangkan dengan ekspresi sombong di wajahnya.

"Aku seorang Summoner, perkenalkan dia adalah Shadow, salah satu mitra bertarungku." Shadow menyeringat saat melihat ekspresi terkejut di wajah kedua orang didepannya, bahkan Datura Snake di belakang Haku nampak bergetar ketakutan saat Shadow muncul secara tiba-tiba, dia melingkarkan tubuhnya.

"Dia Hyoudo Issei seorang Dragonblood Warior, disana ada Nara Shikamaru kemampuannya adalah Umbrakinesis atau mengendalikan bayangan, dia adalah Hatake Kakashi, seorang Mage pengendali Petir, ini Kirigaya Kazuto kami biasanya memanggil dia Kirito dan dia seorang pendekar pedang, lalu ada Asia Argento kalian bisa menyebutnya sebagai seorang Priest atau Healer atau terserah kalian, dan dia adalah Konohamaru dan dia bukan seorang Evolver namun dia adalah bisa di bilang bagaikan adik kecilku."

Naruto memperkenalkan mereka satu persatu bersama dengan kekuatannya, kini Zabuza dan Haku sedikit mulai rileks setelah mendengar penjelasan dari Naruto barusan. "Dan Naruto adalah seorang Evolver tahap kedua." Shikamaru di sisi lain yang selalu diam angkat bicara, hal tersebut sekali lagi membuat Zabuza dan Haku kebingungan.

Naruto sedikit mendengus saat mendengar Shikamaru berkata demikian, dia mengangguk dan menjelaskan pada Haku dan Zabuza, "Ya, aku mungkin adalah satu-satunya Evolver tahap kedua saat ini, walaupun demikian tak banyak perubahan yang terjadi padaku, hanya ada beberapa hal yang berubah dan itupun belum ku tunjukkan pada siapapun."

Bahkan untuk saat ini semua anggota kelompok Naruto tak ada yang mengetahui perubahan seperti apa yang terjadi pada Naruto setelah menyentuh tahap kedua Evolver. Tapi sekarang Naruto membeberkan sedikit akan perubahan yang terjadi setelah dia mencapai tahap kedua Evolver. Dia berkata bahwa ada beberapa hal yang berubah, entah itu bertambah ataupun berkurang.

Setelah berbincang beberapa saat mereka kembali mengikuti Naruto untuk pergi ke Konoha. Walaupun ada sedikit keraguan yang ada di hati Zabuza dan Haku, namun mereka masih berusaha untuk lebih mempercayai Naruto dan kelompoknya. Walau bagaimana pun mereka berdua adalah orang asing di dalam kelompok ini.

.-.

Di sebuah bukit kecil di pinggiran Shi no Mori berdiri dua orang yang baru saja selesai membunuh beberapa serangga yang menyerang mereka. Keduanya berdiri dengan keringat yang membasahi tubuh mereka, ada beberapa jejak darah yang terlihat di beberapa bagian tubuh mereka. Salah satu dari mereka berdua menggunakan setelan jas yang biasa di kenakan oleh para pekerja kantoran, sedangkan yang satunya nampak seperti seorang pegawai sebuah pabrik.

Di punggung mereka berdua terdapat sebuah tas yang kemungkinan besar mereka gunakan untuk membawa makanan untuk diri mereka sendiri. Walau dalam posisi kelelahan mereka nampak masih sempat beradu mulut dengan emosi yang terlihat di antara keduanya, kata-kata kutukan beberapa kali terdengar dengan tangan yang mereka tunjuk-tunjukkan pada sebuah tubuh tak bernyawa dari seorang gadis.

"Sepertinya kita harus mencari beberapa gadis lagi untuk kita mainkan kedepannya, jika saja kau tak bodoh untuk membiarkan seekor serangga membunuhnya kita masih bisa bermain dengannya!"

"Kau bajingan! Siapa yang tadi membiarkan serangga itu lepas! Kau fikir aku punya tiga kepala dan enam lengan untuk bisa melawan sembari melindungi gadis ini?!"

Keduanya mendesah pelan dan berbalik untuk meninggalkan puncak bukit kecil ini, mereka berjalan lurus seraya menatap sekitarnya. Walaupun mereka memasang posisi waspada namun mereka masih dapat berbincang satu sama lain. Mereka nampak seperti seorang pekerja biasa, namun background mereka adalah dua pembunuh bayaran yang cukup terkenal di dalam kegelapan.

Salah satu dari mereka yang memiliki tubuh kurus berkata, "Jika kita ingin mencari beberapa gadis untuk di mainkan kita harus pergi dari tempat ini, Konoha bukan lagi tempat yang baik untuk pergi, puluhan serangga ada di sana." Sosok di sampingnya berbalik dan menatap kearah pria kurus di sampingnya dengan tajam.

"Kau tak perlu memberitahuku bodoh! Aku juga tahu masalah itu!" Sosok pria kurus segera menatap kearah sosok berambut biru gelap di sampingnya dengan ganas.

"Kau mencari mati?!" Dia hanya menyeringai mendengar rekannya ini berteriak marah, dia menarik tangan dari saku celananya. Tangannya berwarna biru dengan cakar di setiap kuku jarinya, dia mengangkat tangannya ke atas dan berucap, "Woo... Wooo, aku hanya bercanda." Sosok kurus tadi mendengus pelan dan berjalan lebih cepat, sedangkan sosok di belakangnya tertawa pelan dan mulai mengikuti mereka.

"Kemana tujuan kita?" Sosok berambut biru gelap bertanya seraya menatap kearah Shi no Mori, setiap dia melihat hutan lebat yang satu ini tubuhnya sedikit bergetar karena ketakutan, bagaimanapun dia adalah seorang Evolver dan dapat merasakan teror yang besar berasal dari dalam Shi no Mori ini.

Pria kurus di depan hanya mendengus dan berucap, "Kemana saja tak masalah, selama di sana ada para gadis muda kita akan berhenti untuk bermain beberapa saat." Pria berambut biru gelap memutar matanya bosan, dia kini berdiri di samping pria kurus dengan kedua tangan yang sudah kembali ke dalam saku celananya.

"Kenapa di otakmu hanya ada para gadis muda? Apa kau tak ingin membunuh beberapa orang?"

"Kau psikopat, gadis muda lebih penting."

Dan perdebatan mereka berlangsung untuk cukup lama.

.-.

Benua, semua yang ada di benua di seluruh dunia sudah berubah. Kini dengan lambat tapi pasti benua mulai bergerak untuk saling bergabung. Namun sampai detik sekarang tak ada seorangpun yang menyadari akan perubahan ini akibat tak bergunanya lagi semua teknologi yang ada. Daratan mulai bergerak, gempa terjadi di manapun mereka berada namun skala yang terjadi tak dapat di rasakan oleh manusia, namun yang pasti semua daratan akan bergabung menjadi dua buah benua besar.

Di salah satu daratan besar disisi lain negara kepulauan di Asia tepatnya Indonesia, berdiri seorang pemuda dengan sebuah tombak berwarna hitam legam di pinggiran pantai. Matanya yang hitam gelap dan rambut hitam panjangnya menatap lurus kearah laut lepas yang ada di depannya, tubuhnya kurus namun sedikit berotot. Pakaian yang di kenakan sudah berubah warna dengan darah dan tanah, namun dia bagaikan tak peduli akan hal-hal tersebut.

Rambutnya menari mengikuti gerakan angin, matanya kini tertutup dengan perlahan untuk beberapa menit. Tak lama kemudian mata yang menunjukkan tekad bagaikan besi itu kembali terbuka, kini bukan hanya sebuah lautan lepas yang nampak pada pelupuk matanya, samar-samar sebuah pulau besar terlihat di kejauhan.

Pupil matanya sedikit melebar namun dia mulai mengerti apa yang terjadi. Dia membuang nafas berat dengan kasar dan mengambil posisi bersila di atas pasir pantai di bawahnya. Tombak hitam sudah tertancap kedalam pasir pantai dan tetap berdiri tegak bagai sebuah tiang kokoh. Dia merobek pakaian yang dia kenakan dan membuangnya secara sembarangan. Di belakangnya nampak puluhan mayat serangga dan beberapa hewan yang sudah mati dengan kepala yang sudah berlubang.

Semua Insect Core yang ada di kepala setiap makhluk yang dia bunuh sudah dia amankan sepenuhnya. Beberapa mayat manusia pun dapat dilihat di setiap sisi pantai, bahkan warna air laut kini samar berubah menjadi merah di beberapa titik. Dan untuk kesekian kalinya pemuda tadi membuang nafas berat, matanya menatap lagi jauh kearah pulau yang semakin terlihat jelas.

"Semua sama, semua terlihat, pengelihatanmu masih seperti sebelumnya pak tua." Seraya berucap, pemuda tadi membelai tombak hitam di sisinya, matanya menunjukkan kerinduan dalam yang tak tersampaikan. Dia menggeledah tas kecil di sampingnya dan mengambil sebuah Insect Core dengan warna hitam gelap dan menyerapnya saat itu juga seraya menutup kedua matanya dengan rapat.

Secara tiba-tiba aura gelap mengitari tubuhnya, rambut pemuda tadi berkibar tak beraturan. Angin yang menerpa tubuh pemuda tersebut bagaikan tak dapat menggapainya, matanya terbuka seketika menunjukkan pupil dengan warna abu-abu yang mengeluarkan kilatan cahaya abu-abu kecil. Senyum di wajahnya muncul sedikit dengan di ikuti hembusan uap dari dalam mulutnya.

Secara tiba-tiba tubuhnya menegang dan di ikuti teriakan intens dari pemuda tersebut. Teriakan yang penuh dengan rasa sedih, keputusasaan, amarah, dan rasa sakit terdengar keras. Pasir melayang, gelombang di laut bagaikan berhenti untuk sementara. Untuk beberapa saat teriakan tadi tak berhenti bahkan bagai menunjukkan puncaknya. Tak lama suara penuh rasa sakit yang keluar dari pemuda tadi berhenti di ikuti dengan gelombang ledakan kecil yang menerpa sekitarnya.

Pemuda tadi jatuh terduduk dengan nafas yang tak beraturan, namun hal tersebut terjadi tak lama. Setelahnya dia berdiri dengan tubuh penuh energi, matanya kembali menatap kearah pulau yang kini semakin mendekat kearahnya. Di lehernya terdapat sebuah kalung dengan bandul serupa cincin berwarna perak dengan ukiran indah yang menghiasinya, dia mengusapnya lembut sama seperti saat dia menyentuh tombak hitam di sisinya.

"Ayah, ibu, pak tua, akan ku balaskan dendam kalian semua, mata untuk mata dan darah untuk darah!" Dengan geraman rendah pemuda tersebut menghentakkan kakinya kepasir pantai di bawahnya, seketika itu juga tombak hitam yang tertancap di sampingnya bagaikan melompat keatas dan segera di genggam oleh pemuda tersebut, dia berjalan kearah Barat menuju tebing yang ada di pantai tadi.

Kepanikan akan bencana dan serangan dari para serangga sama sekali tak mempengaruhinya. Siapa musuh yang paling menakutkan? Bukan musuh yang kuat, bukan musuh yang memiliki ratusan tehnik di dalam lengan bajunya, bukanlah musuh yang memiliki ribuan pasukan berkuda, namun mereka yang tak takut akan kematian. Dari sini, sosok Evolver paling menakutkan yang pernah ada akan muncul untuk mengirim siapapun yang menghalanginya menuju tidur abadi mereka.

.

.

.

To Be Continue.

Hallo semuanya, balik lagi sama saya Hyrkn di Road to Evolution di chapter ke 12 ini, kalo gak salah lagi hehe...

Siapa sih dua sosok yang dulu pernah author bilang? Jawabannya adalah Haku dan Zabuza, yupp dua orang yang bakal menambah kekuatan di kelompok Naruto sekarang dah mulai muncul. Ditambah lagi salah satu dari mereka adalah seorang Dragonblood Warior, dan Haku sendiri adalah seorang Tamer. Haku sendiri di masa kehidupan Naruto dahulu adalah seorang dengan title Dragon Tamer.

Juga muncul lagi dua sosok yang baru, sudah kelihatan peran mereka seperti apa di cerita ini. Dan juga, siapa itu sosok berambut panjang? Siapa itu Evolver Paling Menakutkan? Siapa ya? Wkwkw, bakalan lama banget keluarnya.

Oke sedikit aja, kita mulai bahas review di chapter sebelumnya.

Saya gak akan masukin Harem okey... Dah.

Nyamuk? Bisa sih tapi dah author tetapin Summonnya Naruto setelahnya, juga character makhluknya bakal dorong buat cerita setelahnya. Iron Salmon, bisa hidup di laut kok... Karena apa? Hehehe

Buat Raja Tengu ntar dulu pan kapan... hehehe

Sebenernya gak begitu suka di suruh cepet-cepet up, tapi masalahnya disini mulai chapter ini saya bakal telat up dua minggu... Karena UTS.

Summon Naga tahun depan. Wkwkwkwkw

Gilgamesh apaan, gak ada! Tapi tebakan kamu benar.

Bisa jadi sih, benar, bisa jadi.

Bisa, bebas mau masukin siapa aja di Fiction kan? Gua mau masukin elu jadi monster gulma wkwkwk

Hehe, keluar dari suatu plot Apocalypse Summoner, ya saya memilih untuk mengembangkan pemikiran saya sendiri. Untuk pembawaan dari novel dengan tema yang sama pasti tentu banyak di sini, mengapa? Karena bisa di bilang saya sendiri adalah seorang pembaca yang cukup banyak mencari Novel dengan tema seperti ini. Banyak novel yang saya baca dan kebanyakan berasal dari novel-novel Wuxia dari China, so pasti beberapa kebawa ke fic ini.

Nah ini nih bestnya review di chapter sebelumnya, dari lang0874 banyak banget saran nama-nama monster sekalian kekuatannya dan bentuknya ... Bakalan gua masukin nanti di chapter-chapter depan. Thank's yak cuy

Dah sekian, Cuma ada segitu jadi gak usah banyak-banyak hehe... Dan pemberitahuan, buat dua minggu setelah ini author gak bakalan up di karenakan ada UTS di Kampus author jadi mohon kesabarannya bagi para pembaca okey... Jangan lupa tinggalkan kritik dan saran di kolom review, bye~

~Hyrkn Out~