CHAP 12.
that's one dozen, all.
a LOT.

okeii...
makasih banget buat yang udah nyumbang nama...
jujur, Yvne bingung sama nama yang bakal dipake...
semua lucu-lucu...!
X)

dan Yvne juga gundah gulana.
sebenarnya...,
sudah terbentuk draft yang bagian bayi SasuSaku lahir...
tapiiiiiii-
banyak yang minta bayinya kembar...
dan Yvne langsung bertampang (O.o)

jadiiii-
apakah bayinya kembar...????
mari mari dibaca...
XDD

WARNING
SUPER OOC
OC
& kejelekkan lainnya.

standard disclaimer applied


If our love was a fairytale...

Sakura berjalan pelan. Pandangannya menyapu ke rak rendah di hadapannya. Sesekali, senyuman tulusnya terlihat.

Ia meraih satu benda.

"Bagaimana dengan ini...??", Sakura memperlihatkan bendanya pada Sasuke.

Sebuah jumpsuit mungil berwarna putih, dengan garis-garis halus berwarna biru muda.

I would charge in and rescue you...

"Hn...", hanya itu reaksi Sasuke yang sedang duduk melihat ke arah perut Sakura.

Sakura tersenyum, mengerti kalau itu berarti iya.

On the yacht, baby, we would sail...
To an island where we say 'I do'...

"Kita beruntung mendapat diskon dari Tsuki...", Sakura berkata sambil terus memilih.

Sasuke hanya diam.

Jealousy, perhaps...?

"Ibu bayi Uchiha...!!!!"

And if we have babies they would look like you...

Sakura dan Sasuke menoleh ke asal suara itu.

Naruto.

Dan Hinata.

"Hai, Naruto..., Hinata...!", Sakura tersenyum lebar balik menyapa.

"Hn, dobe."

"Memilih baju...??", Naruto dan Hinata menghampiri mereka.

Sakura mengangguk, "Kalian sedang apa...??"

Naruto menyeringai, "Kami ingin memberimu sesuatu...!"

Sakura melihat ke arah Sasuke dan menaikkan alis, "Memberi apa...?"

"TARARAAAAAAAM!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Naruto mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya.

"Ini usul Hinata-chan. Ya kan, Hinata-chan?????"

"Ah... I-iya...", gadis Hyuuga menjawab pelan dengan senyum manis di wajahnya.

Sakura tertawa, "Terima kasih... Boleh aku buka...??"

Naruto dan Hinata bertatapan.

"Y-ya... Tentu saja...", Hinata menjawab.

Sakura menatap kotak kecil itu. Sebuah kotak jingga menyala, benar-benar mengingatkannya pada Naruto. Tapi sebuah simbol Hyuuga di sudut kanan bawahnya membuat Sakura melihat Hinata dengan senyum penuh arti. Sakura melihat ke arah Sasuke yang memajukan duduknya. Tangannya lalu membuka tutup berpita di kotak itu.

Sakura jelas terpana melihat benda di dalamnya. Ia melihat Naruto dan Hinata bergantian dengan hadiah yang mereka berikan.

It will so beautiful if they came true...

"Ini..., indah sekali..."

Sasuke berjalan mendekati Sakura. Dan Sakura mendekatkan hadiah itu pada sang Uchiha.

Tangan Sasuke meraih benda itu keluar, "Dua kalung...?"

Naruto tersenyum menahan teriakan, "Hinata-chan bilang, dia lihat dua chakra di dalam sana...", telunjuknya mengarah ke perut Sakura.

Mata Sasuke membesar.

Sakura menutup mulutnya yang terbuka, "Oh Tuhan...!"

You don't even know how very special you are...


Sasuke baru kali ini merasa harus mengerahkan seluruh kekuatannya menahan diri.

Ia terbangun pagi sekali, atau boleh dibilang dini hari.

04.52 tepatnya.

Ia terbangun, dan duduk di sofa untuk beberapa menit.

Kembar...

Ia tersenyum.

Lalu kaget sendiri.

Apa-apaan ini...?? Aku tidak boleh terlihat bodoh begini...

Seorang Uchiha harus menjaga image-nya sebagai orang tanpa ekspresi. Maka Sasuke menggigit bagian dalam bibir bawahnya. Menahan luapan ingin tersenyum dan berteriak; kenyataan ia akan menjadi ayah dari dua orang anak sekaligus membuat itu semua menjadi lebih berat. Dengan usaha menahan langkah ringan, ia berjalan ke arah kamarnya. Ke kamar yang kini ditempati Sakura. Kamar yang akan segera menjadi kamarnya dan Sakura.

Lagi-lagi Sasuke harus menahan diri untuk tidak tersenyum lebar.

Ia memasuki kamarnya perlahan, agar tidak membangunkan Sakura. Pandangannya tertuju pada gadis berambut merah muda yang sedang tertidur.

Dan tiba-tiba, ia merasa sesak di dadanya.

You leave me breathless...

Sesak yang tidak mengikat, tapi malah membuatnya tenang.

Ia tersenyum juga.

You're everything good in my life...

Sasuke berjalan mendekati ranjang itu.

Mendengar nafas tenang Sakura.

Tangannya bergerak sendiri, mendekati wajah Sakura yang terlihat damai.

You leave me breathless...

Sasuke mengerutkan dahi.

Benarkah ini terjadi...??

I still can't believe that you're mine...

Tangan besarnya mengusap lembut pipi Sakura.

Masih tidak percaya ia mendapat gadis yang sempurna pada akhirnya.

Senyumnya kembali mengembang.

You just walk out from my dream...

Sakura bergerak. Membuat Sasuke menarik tangannya.

"...Sasuke-kun...?"

Senyumnya cepat-cepat disembunyikan, "Hn."

So beautiful, you leaving me...-

Ah, yes... We ALL love love-moment...

Sasuke menghela nafas, "Aku hanya ingin mengucapkan selamat pagi pada kalian..."

Sakura tersenyum atas penjelasan pria yang ia cintai.

"Selamat pagi juga, ayah Sasuke-Sasuke kecil..."

Sasuke merasa sesak lagi.

-...breathless...

-

-

Sasuke duduk di hadapan Sakura. Melihatnya makan biasa saja sudah membuatnya harus menggigit bibir dalamnya lagi.

"Sasuke-kun...??"

Sasuke tersadar, "Hn..??"

Sakura meletakkan peralatan makannya menjauh, "Aku mau membicarakan sesuatu yang penting..."

Dengan satu kalimat itu, Sasuke merasa sesak itu semakin menjadi. Lebih parah, sekarang semua perasaan tercampur dalam pendeskripsian sesak itu.

And if our love was a story book...
We would meet on the very first page...

"Aku mau merencanakan nama untuk bayinya...", Sakura menatap perutnya.

Sasuke melepas nafas yang ia tahan tanpa sadar.

"Kau sudah punya namanya...??", Sakura bertanya lagi.

Jawabnnya hanya gelengan.

"Kalau begitu kita harus memikirkannya...!", Sakura berdiri dari duduknya, menghampiri lemari untuk mengambil kertas dan alat tulis.

Sasuke menyelesaikan makannya dan minum. Ia melihat Sakura yang menulis garis pemisah di kertas.

"Hm... Kalian laki-laki atau perempuan...?", Sakura bicara pada perutnya sendiri.

"Mungkin keduanya.", Sasuke berkata datar. Membuat Sakura menatapnya dan tersenyum.

"Ya... Mungkin keduanya..."

The last chapter would be about...
How I'm thankful to the love we've made...

"Menurutmu..., bagaimana bayinya akan terlihat nanti...?", Sakura bertanya sambil memutar-mutar pensil di tangannya.

"Hn. Yang jelas tidak ada toleransi untuk anak laki-laki berambut merah muda."

Sakura menghentikan tangannya, "Oh! Itu sangat jahat, Sasuke-kun...!"

Sasuke hanya mengangkat bahu, tersenyum jahil.

"Bagaimana dengan Ichigo...?", Sakura bertanya ceria.

"Hn. Aku benci manis."

"Pft! Ichigo tidak manis, Sasuke-kun...! Mereka asam...", Sakura mengecilkan suaranya, "Baiklah. Aku sudah menulisnya."

"Masukkan Itachi."

And if we have babies they would have your eyes...

Sakura segera mendongak mendengar penyebutan nama itu. Melihat Sasuke yang memandang kertas nama tanpa ekspresi.

Ia menuliskannya juga.

I would fall deeper watching you give life...
You don't even know how very special you are...


"Kakashi??", suara Sakura terdengar kaget.

Ya. Siapapun akan kaget melihat sosok copy-nin itu sekarang.

Semua terlihat sama. Seragamnya, mukanya yang tertutup masker, bahkan buku jingga di genggamannya.

Hanya ada satu yang berbeda.

"Ta!"

You leave me breathless...

Sakura yakin matanya telah melebar. Ia melihat sosok Kakashi.

Dan replika mini mantan gurunya.

"Hai, Sakura."

Sakura berjalan mendekati Kakashi, "Kau...- erm... Sedang jalan-jalan...?"

Kakashi merendahkan bukunya, "Ya... Taira sedang di bagian bayi."

Sakura sedikit meringis atas penyebutan nama itu.

You're everything good in my life...

"Sakura, apa susunya yang i-",

"Kakashi, aku sudah-"

Dua suara itu terhenti ketika bersamaan berbunyi.

Taira. Sasuke. Arah berlawanan.

You leave me breathless...

"Oh. Sasuke-kun.", Taira menyapa, berjalan mendekati Sasuke. "Mengantar Sakura belanja ya...?", Taira menaikkan sebelah alis ketika melihat Sakura.

"Hn."

"Kau tidak begitu perhatian ketika aku yang ada di posisinya.", Taira menambahkan sinis, "Tapi kau tahu..., aku orang yang pemaaf..."

I still can't believe that you're mine...

Taira meraih sekotak susu di tangan Sasuke. Perlahan, membuat tangan mereka bersentuhan lama.

You just walk out from my dream...

And that's make pinky a bit 'lighten'...

"Sasuke-kun, susunya bukan yang itu."

Sasuke menoleh, "Hn?"

"Ayo, aku tunjukkan.", Sakura menarik tangan Sasuke, "Permisi, Kakashi, dan Taira."

Dengan itu, Sasuke ditarik menjauh.

You just walk out from my dream...

Jealousy, jealousy, jealousy... Yes, we like it... :p

So beautiful, you leaving me...-


You must have sent from heaven to earth to change me...

Sakura hanya terbaring tanpa bisa memejamkan mata. Sesak.

Ia masih memikirkan pertemuannya dengan Kakashi dan Taira.

Dan bagaimana Taira masih terlihat sebagai ancaman...

Sakura menghela nafas berat ketika mengingat hal itu.

Selalu saja ada penghalang...

You're like an angel...

Ia terduduk. Melihat jam yang menunjukkan lewat tengah malam.

Ia tidak ingin kehilangan Sasuke..., lagi...

Akhirnya ia menangis.

The thing that I feel is stronger than love, believe me...
You're something special...

Tidak tahu kenapa, sesak itu memaksanya mengeluarkan air mata.

Dan rasa takutnya kalau semua ini hanya mimpi membuat tangisnya mengeras.

I only hope that one day I'll deserve what you've given me...
But all I can do is try...
Everyday of my life...

Sasuke terbangun ketika mendengar tangisan itu.

Tidak berlebihan, tapi memilukan.

Terdengar jelas karena malam yang begitu hening.

Ia bangkit untuk melihat Sakura.

You leave me breathless...
You're everything good in my life...

Sasuke menegang ketika melihat Sakura menutupi wajahnya dengan dua tangan.

Tubuhnya tergetar hebat.

Sasuke merasa sesak.

Seperti yang dialami Sakura.

You leave me breathless...
I still can't believe that you're mine...

"Sakura...??", Sasuke duduk di sebelahnya, "Sakura..., ada apa...??"

Sakura hanya menggeleng. Tidak kuat menjawab. Suaranya terhenti isakan.

You just walk out from my dream...

Sasuke memandanginya khawatir. Memang, ia sudah cukup sering melihat Sakura menangis. Tapi ia tidak pernah tahu bagaimana menghentikannya. Hal itu membuatnya mengepalkan tangan, kesal. Sakura menarik nafas, mencoba mengontrol isak tangisnya. Tapi ketika tatapan mereka bertemu, Sakura menggeleng dan mulai menangis lagi.

Sasuke – yang bingung harus bagaimana – akhirnya refleks bergerak.

So beautiful, you leaving me breathless...

Ia melingkarkan tangannya di badan Sakura, menariknya ke dalam rengkuhan. Kepala Sakura tenggelam di kaus hitam Sasuke.

"Tenang, Sakura...", Sasuke mengusap punggung Sakura, "Aku ada di sini...". Ia bisa merasakan Sakura mengangguk pelan.

Sasuke terus berada dalam posisi seperti itu – Sakura bersandar padanya dan ia menyandarkan diri ke bedrest. Ketika ia melihat Sakura, Sakura telah tertidur. Ia meletakkan dagunya di atas kepala Sakura, lalu bergerak menciumnya.

So beautiful, you leaving me breathless...
You're everything good in my life...

"Maaf, Sakura...", Sasuke menggumam di rambut Sakura. Tangannya yang tidak menopang kepala Sakura bergerak ke arah perutnya.

Dan Sasuke menahan nafas ketika merasakan pergerakkan di permukaannya.

Ia tersenyum.

You leave me breathless...

Ia tidak menahannya.

I still can't believe that you're mine...

Tersenyum untuk kenyataan bahwa ini bukan hanya mimpi.

You just walk out from my dream...

Sasuke memejamkan mata.

So beautiful, you leaving me...-

Kali ini, ia baru akan bermimpi...

-..breathless...

tbc—


HAHAHAH.
ahirnya terungkap...

dan ya, ahirnya Yvne bikin kembar...
I can't resist TWO lil' Uchihas...
XD

okei.
sekarang pengumuman.

SIAPA YANG MAU DIUNDANG KE ACARA BABY SHOWER SASUSAKU????????

yang mau..., copy-paste ini di REVIEW...
ga ada alasan/toleransi/pengecualian!

yang ga copy-paste, yaaaa, ga keundang.
(author kepedean)
EHAHA.

UCHIHA'S BABIES' SHOWERING

I – (nama yang kamu mau),
have been invited to the Uchiha's Gathering.

I'm bringing – (hadiah yang kamu bawa) for the babies.
Hope they'll like it.
:)

And I wish – (harapan kamu buat anak-anaknya SasuSaku ; HARUS YANG BAGUS-BAGUS)
Amen.

Signed,
(nama komplit dong ah . :P)

pake english/indonesian sama aja...
:D

udah deh...

yang nge-copypaste ntar muncul pas acara baby showering-nyaaaa.
sebagai tanda terima kasih udah baca Lagu Sedih selama ini...
dan farewell kalo-kalo aku berhenti jadi author...
:)

review, please...?
dan undangannya jangan lupa...
XD
xo xo ,
Yvne F.S. Devolnueht