"Ayo kita mulai." kata mereka serempak.
Chapter 12: Don't Given Up.
Ditempat Sakura.
"Hyaaa!!!"
Brak.
Bruk.
Bugh.
Sakura dan Konan saling adu pukulan. Sakura melancarkan pukulan kearah Konan, tetapi dengan mudah Konan menghindarinya. Konanpun melancarkan Tendangan bertubi, tetapi Sakura berhasil menangkisnya.
"Aku akan bunuh kau! Karena telah membunuh Pein!" kata Konan.
"Silahkan kalau kau bisa?" ejek Sakura.
Sontak Konan marah. Dia mengeluarkan Pisau belatinya.
"Dengan ini aku nyatakan. Kau akan mati." kata Konan sambil memegang pisau belatinya.
"Masih 'akan' kan? Belum 'sudah'?" kata Sakura.
Dengan cepat Konanpun menghunus pisaunya kearah Sakura.
Brug.
Sakura terjatuh ketanah karena tersandung batu. Kesempatan ini dimanfaatkan Konan. Dia langsung mengarahkan pisaunya kearah Sakura.
Tarrr.
Pisau tersebut hampir mengenai Sakura. Dengan sigap, Sakura memegang tangan Konan dan mengarahkannya kearah Konan yang berarti mengarahkan pisau kearah Konan.
Crash.
Pisau tersebut menancap didada kiri Konan dan hampir mengenai jantung.
"Meleset." batin Sakura.
Darah mengucur dari luka tusuk Konan.
"Akh..." erang Konan. "Aku akan membunuhmu..." Konan mencabut pisau itu walau dihalangi oleh Sakura. Dan...
Crash.
Ditempat Naru&Kaka.
Bugg.
Madara berhasil memukul Naruto, tetapi dengan cepat Kakashi menendang Madara.
Bugk.
Madara jatuh.
"Hm... Jadi hanya itu serangan kalian?" ejek Madara.
"Kau... Dasar orang tak berguna! Akan kubunuh hari ini juga!" kata Kakashi.
"Silahkan. Itupun kalau kau bisa? Hahaha." teriak Madara.
Wush.
Sebuah tendangan dari Naruto melayang kearah Madara. Namun Madara dengan mudahnya menangkisnya.
Brug.
Pukulan Kakashi tepat mengenai wajah Madara. Sontak Madara terlempar sejauh 2 meter. Darah keluar dari mulutnya.
"Ehm. Ternyata pukulanmu lumayan kuat. Hahaha." kata Madara sambil tertawa. Dia kemudian berdiri.
"Sekarang aku sangat serius."
Ditempat Couji&Ino.
"Couji, serang dari belakang." teriak Ino.
"Baik." jawab Couji. Dia berlari kebelakang Kakuzu.
"Baiklah. Rasakan ini." Ino melempar 2 buah pisaunya kearah Kakuzu. Kakuzupun menghindarinya.
"Serangan payah, tak akan bisa membunuhku." kata Kakuzu.
Tanpa dia sadari 2 pisau itu ditangkap Couji dan diarahkan kearah Kakuzu.
Crash.
"Akh..... Serangan bayangan ya?" kata Kakuzu. 2 buah pisau tajam telah menancap dipunggungnya.
"Hm. Shikamaru, shikamaru berhasil." batin Ino.
Kakuzu terduduk. Darah keluar dari mulutnya.
"Kau kira aku akan kalah dengan strategi amatiran seperti itu?"
"Ti...dak mungkin." kata Ino. Tanpa ia sadari Kakuzu telah berada didepannya.
"Cepat sekali!?" batin Couji.
"Seorang Anbu harus tahu kekuatan musuhnya lebih dahulu." kata Kakuzu.
Brugh.
Sebuah pedang menusuk perut Ino.
"Akh..."
Kemudian Kakuzu mendorongnya kearah dinding dengan keras membuat pedang itu menancap dalam didinding.
"Hn. Pertahananmu lemah. Kurasa kau tidak cocok jadi Anbu." kata Kakuzu.
"Kau....... Ahk... Sial." kata Ino. Darah keluar dari sudut bibirnya. Tubuh Ino terpaku didinding dengan sebuah pedang menancap diperutnya
"Ino, kau tidak apa apa?" teriak Couji.
"A...ku ti...dak a...pa apa, Couji." jawab Ino.
"Hn. Kau tunggu disini. Aku akan mengurus temanmu." kata Kakuzu.
"Jangan... Akh." kata Ino sambil memegangi perutnya.
Kemudian Kakuzu berbalik dan menatap Couji.
"Hai, pria gendut. Hadapi aku kalau kau ingin gadis ini hidup." kata Kakuzu.
"Jangan panggil dia gendut, bodoh." guman Ino.
"Eng..?"
"Jangan panggil aku gendut." kata Couji.
"Lalu aku memanggilmu apa? Pria gajah?" ejek Kakuzu.
Wush.
Couji sudah ada didepan Kakuzu.
"Sejak kapan?"
Bugh.
Pukulan superkeras+exstra tendangan mendarat ditubuh Kakuzu.
Braghhh.
Kakuzu terlempar dan menabrak dinding dengan telak. Tubuhnya berlumuran darah.
"Aku dikalahkan anak kecil? Hn. Aku mati dengan kehinaan. Hh... Hhhhh... Dasar sial."
Brug.
Tubuh Kakuzu terbujur lemas. Dia telah tewas.
Couji kemudian menghampiri Ino.
"Aku akan mencabutnya. Mungkin rasanya sakit. Jadi sabarlah." kata Couji.
Ino menganggukkan kepala.
Ditempat Sasuke.
Wush.
"Hah... Hah... Hah..."
"Hn. Kau menyerah Sasuke?" kata Zaku.
"Hn. Aku tak akan semudah itu kalah. Apalagi dengan orang terkutuk sepertimu." kata Sasuke.
"Kurang ajar, Yuura kita kepung dia." kata Zaku.
"Yap."
Mereka berdua menarik sebuah rantai dan kemudian mereka berlari mengitari Sasuke.
"Apa yang akan kalian lakukan?" kata Sasuke.
Traaang.
Rantai tersebut mengikat Sasuke.
"Yuura, tarik rantainya."
"Hm."
Sring. Rantai telah melilit tubuh Sasuke.
"Damn it!!!"
Sasuke terduduk. Tiba tiba ia ingat perkataan Sakura.
"Karena pekerjaanku adalah melindungi Sasuke walau harus mati sekalipun."
"Aku tidak boleh menyerah!!! Sakura, aku tidak akan menyianyiakan usahamu itu." kata Sasuke. Diapun kemudian berdiri.
"Mau apa kau?" tanya Yuura. "Jangan jangan..."
"HYAAAAAAA....!!!!!" teriak Sasuke. Dia kemudian menarik rantai yang membuat Zaku dan Yuura tertarik kearah Sasuke.
"Yuura, tarik rantainya." kata Zaku sambil menahan rantai tersebut.
Setiap benda mempunyai batas Ke-elastisan(PEL. FISIKA).
Tang.
Rantai itu terputus. Membuat Yuura dan Zaku terpental kebelakang.
"Aku tidak menyangka disekuat itu." kata Zaku.
Kemudian Sasuke berjalan kearah Yuura. Sasuke kemudian meraih rantai Yuura. Dan menariknya hingga...
Wush.
Yuura terangkat sesuai arah rantai tersebut. Kemudin Sasuke melepaskannya sehingga Yuura bertabrakan dengan Zaku.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Zaku. Dia berusaha bangkit berdiri tapi kaki kanannya patah. Dilihatnya Yuura. Yuura pingsan.
Sasuke tiba didepan Zaku.
"Aku mengikatmu disini. Jangan pergi." kata Sasuke serasa mengikat Zaku dengan rantai.
"Kuharap kau berhasil." kata Zaku.
"Hn."
Kemudian Sasuke berjalan meninggalkan Zaku dan menuju.....
Sakura.
"Sakura, tunggu aku."
Ditempat Sakura.
Crash.
Pisau tersebut mengenai dibahu kiri Sakura.
"Akh..." darah lagi lagi keluar. Kali ini bahu kiri Sakura terserempet pisau itu.
"Aku tahu, kau punya kekuatan itu. Tetapi kekuatan itu ada batasnya. Dan sepertinya kau telah mencapai batasnya. Yaitu seluruh tubuhmu terluka sangat parah sehingga kekuatanmu tak mampu menyembuhkan seluruh lukamu dan hanya bisa maksimal 60%. Hahaha. Uhuk. Uhuk." kata Konan tertawa sambil terbatuk batuk.
"Sial." kata Sakura.
Konan menarik pisaunya dan mengambil ancang ancang dari atas dan bersiap menghunuskan.
Bersedia.
Sakura menutup mata.
Siap.
"Sepertinya tugasku gagal."
Brug.
"Apa aku sudah mati."
Sakura membuka mata. Dilihatnya Sasuke berdiri didepannya. Lalu Konan?
Dia tewas setelah menerima tendangan telak Sasuke. Sasuke memandang Sakura.
"Kau tak apa apa?" tanya Sasuke.
"Aku tidak apa apa." jawab Sakura.
Kemudian Ino dan Couji datang. Couji membantu Ino berjalan.
"Couji, Ino. Kalian tak apa apa?" tanya Sakura.
"Kami tak apa apa." jawab Ino.
"Ayo kita ke Naruto dan Kakashi." ajak Sakura.
Mereka berdua menganggukkan kepala. Sakura berusaha berdiri tetapi ia hampir terjatuh. Sontak Sasuke menangkapnya.
Terjadilah adegan seperti dansa '70an.
"Sasuke?"
Plok. Plok. Plok.
Tepuk tangan meriah dari Ino dan Couji. Sakura dan Sasukepun memisahkan diri. Warnah merah merona terlihat dipipi Sakura dan Sasuke.
"Ah, ayo kita segera ke Kakashi dan Naruto." kata Sakura.
Couji, Ino dan Sasuke mengganggukkan kepala.
Ditempat Kakashi dan Naruto.
Bug.
Brug.
Bugh.
"Hyaa!!!"
Pukulan demi pukulan dilancarkan. Madara mulai kewalahan.
"Mereka berdua... Aku sudah kwalahan. Maklum aku sudah tua. Tidak seperti dulu. batin Madara.
Kakashi melihat Madara lengah.
"Naruto, sekarang!!!"
"Yosh." Naruto kemudian melepar 3 pisaunya kearah Madara.
"Apa..?" Madara tidak bisa menghindar.
CRASH.
3 pisau itu menancap tepat didadany. Madara terdorong kebelakang dan membentur tembok.
"Sudah selesai riwayatmu, Madara."
Chapter 12 finish.
Setelahlama gak update. Akhirnya saya bias update chap 12 fic ini. Hehe. Gomen ya?
Yuura disini dianimenya Mata mata Akatsuki atau petinggi Sunagakure
Oh ya. Chap depan Terakhir. Untuk para Reader yang telah atau tidak mereview fic ini TERIMA KASIH.
……………………………..
Arigatou for Review:
Nona Biru Tua
''Black Rose'' Cyne_chan
ai_l0ver
Argi Kartika 'KoNan'
Akabara Hikari
Haruchi Nigiyama
Danpara Reader yang rela meluangkan waktu berharganyauyntuk membaca fic ini. hehe
………………………………………………
Please Review?
Arigatou.
