BRIDE OF THE CENTURY REMAKE

Another story about Lee Sungmin and Cho Kyuhyun

Rated : T

Genderswitch

Sorry for typo(s)

a/n : Ada sedikit perubahan disana-sini untuk menyesuaikan tokoh dan tempat^^

Chapter 12

Words that my heart say, I Love You..

Words that my tears say, I'm sorry..

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

"Terakhir, masih ada satu hal penting yang tersisa."

"Ada lagi…?"

Kyuhyun meletakkan tangannya di bahu Hyuna. Hyuna melirik melihat tangan Kyuhyun dan tetap terdiam. Kyuhyun kemudian mendekatkan wajahnya seolah akan menciumnya membuat Hyuna menutup matanya. Kyuhyun yang melihat itu memundurkan kembali tubuhnya dan menatap tajam Hyuna.

"Kau… Siapa kau sebenarnya?"

Hyuna melebarkan matanya karena terkejut saat mendengar ucapan Kyuhyun tadi. Ia lalu menepis tangan Kyuhyun dan berkata dengan gugup.

"Ke..kenapa mendadak kau seperti ini? Jangan bercanda Kyu!" Hyuna berpura-pura tersenyum.

"Kau bukanlah 'Choi Hyuna' yang kukenal. Semuanya salah. Semua yang kau katakan itu berbeda dengan yang aku ingat." Kyuhyun terus menatap tajam Hyuna.

"Jika bukan Choi Hyuna, lalu aku ini siapa?" Hyuna meninggikan suaranya. Kyuhyun yang tadi menatap tajam Hyuna pun memalingkan wajahnya karena ia merasa ucapan Hyuna ada benarnya juga.

"Malah aku berpikir bahwa kaulah yang terasa seperti orang lain. Tidak seperti Cho Kyuhyun yang kukenal." Hyuna berusaha mengalihkan pembicaraan. Ia lalu melanjutkan, "Dengan susah payah kita berhasil melewati semua rintangan, dan berhasil hingga sejauh ini. Sekarang kita bisa menghirup nafas dengan sedikit lega, tapi hatimu malah berubah. Hanya karena masalah sepele ini hatimu berubah. Benar-benar mengecewakan!"

Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam tiba-tiba berdiri dan meninggalkan Hyuna dengan alasan ingin pulang terlebih dahulu,membuat gadis itu kaget karena tak percaya ia di tinggalkan begitu saja.

Begitu tiba di rumah, Hyuna lalu menceritakan semua kejadian tadi kepada ibunya.

"Sekalipun Kyuhyun sudah merasakannya, dia juga tidak akan bisa menemukan Lee Sungmin" ujar Jessica dengan santainya.

"Bagaimana jika dia berhasil menemukannya?" tanya Hyuna khawatir

"Kau tidak usah takut. Menurutmu cinta mereka akan bertahan selamanya? Tidak ada yang lebih berbahaya dan lebih lemah dari hati manusia. Begitu melihat wajah asli Lee Sungmin, apa menurutmu Kyuhyun masih akan terus bertahan?"

Hyuna lalu terdiam berusaha tenang memikirkan kata-katanya ibunya, tapi sepertinya ia tetap merasakan kecemasan yang melanda pikirannya.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Sungmin yang baru saja pulang dari rumah sakit langsung di sambut Ryewook dengan wajah yang khawatir. Ia lalu mengatakan pada Sungmin bahwa ada masalah besar telah terjadi dan menarik gadis kelinci itu mendekat ke ruang santai dan menunjuk seseorang di dalamnya , Sungmin sontak terkejut saat melihat dari balik kaca ada seseorang yang di kenalnya tengah berada di dalam ruangan itu.

Ryewook lalu berbisik, "Sebelum datang ke mari, ternyata ia sudah tahu semuanya." Ryewook pun segera pergi saat melihat sahabatnya itu menghampiri seseorang di dalam ruangan itu.

"Ke depannya, kau tidak bisa lagi mengaku dirimu itu adalah temanku, Choi Hyuna. Kau seharusnya dipanggil Lee Sungmin." Ujar seseorang yang ternyata adalah Yuri itu.

"Bagaimana.. bagaimana bisa kau mengetahui tempat ini?" tanya Sungmin.

"Aku adalah orang pertama yang tahu identitas aslimu. Aku jugalah orang pertama yang memberitahu Ny Cho. Boleh dibilang akulah orang yang menangkap belangmu. Orang yang telah menyelamatkanmu pada saat genting, juga adalah aku. Jika saat itu terlambat selangkah, sudah pasti kau tidak akan duduk di tempat ini lagi sekarang." Yuri menatap sinis Sungmin.

"Kau datang ingin mendengar ucapan terima kasih dari mulutku?"

"Permainan menyamar sebagai seorang anak keluarga terpandang sudah berakhir, dan kembali ke asalmu semula, rasanya seperti apa?" Tanya Yuri sinis.

"Tidak ada buruknya. Bagaimanapun juga, tempat ini adalah tempat yang memberiku rasa nyaman dan dekat di hati." Ujar Sungmin tenang

Yuri yang sedari tadi memang sengaja menyerang Sungmin dengan kata-katanya yang super pedas menjadi heran melihat gadis dihadapannya ini hanya menjawabnya dengan tenang saja. Ia yang berdiri langsung duduk, karena penasaran dengan Sungmin.

"Kenapa kau melepaskan Kyuhyun Oppa? Bahkan nyawamu sendiri juga sudah kau pertaruhkan. Wae? Apa perasaanmu itu tidak tulus? Sekalipun aku tidak boleh membocorkannya, tapi seharusnya kau memberitahu Kyuhyun Oppa. Jika itu aku, sudah pasti aku tidak akan demikian. Barang yang bukan milikku, pasti ingin kurebut. Tapi kau malah menyerahkan semua yang sudah ada di dalam genggamanmu."

"Aku juga ingin sekali mendapatkannya dan tidak ingin ia direbut orang. Bagaimanapun juga dia adalah seseorang yang kulindungi dengan taruhan nyawa. Tapi semakin besar keserakahan seseorang, semakin besar pula ketakutan orang itu. Dan semakin besarnya rasa takut itu, keserakahan itu akan semakin membesar bagaikan bola salju. Karena keserakahanku, aku sama sekali tidak sadar jika orang yang paling dekat denganku terluka dan menanggung rasa sakit." Ujar Sungmin sedih, namun tak lama ia kembali tersenyum dan mengatakan "Keseluruhan dari cinta itu tidak harus memiliki. Terkadang harus merelakan. Demi orang itu dan merelakannya, juga adalah sebuah bentuk dari cinta."

"Apa kau tidak menyesal?"

"Mungkin aku akan menyesalinya seumur hidup. Mungkin aku sedang membayar harga dari keserakahanku."

"Jika Kyuhyun Oppa sampai tahu keberadaanmu-"

"Anggap saja kau tidak tahu. Aku mohon padamu" Sungmin memotong perkataan Yuri.

"Seperti sekarang ini. Hingga kini ia tidak sadar jika aku pernah berada di sisinya. Jika Cho Kyuhyun sampai tahu, dia pasti akan terpuruk dalam kesedihan. Tidak apa-apa jika aku sedikit terluka. Tapi aku tidak ingin hanya karena aku, orang lain menjadi terluka." Ujar Sungmin sedih.

Yuri yang mendengar hal itu pun hanya bisa menatap Sungmin dengan tatapan sedihnya. Ia lalu pergi dari restoran Sungmin dan berpapasan dengan Yesung di depan restoran. Namun karena Yuri terburu-buru membuat ia tidak menyadarinya. Yesung yang melihat Yuri pun terkejut dan ia lebih terkejut lagi saat melihat di balik kaca restoran ada Sungmin yang tentu saja ia kira itu adalah Hyuna.

"Eoh? Kenapa tunangan Presdir bisa berada di sini?" gumamnya.

Sementara itu Sungmin yang juga menyadari kedatangan Yesung pun segera berlari ke dapur dan bersembunyi. Ryewook pun lalu berlari keluar untuk menghampiri Yesung.

"Kapan kau datang?" Ryewook melirik ke dalam restoran lalu kembali menatap Yesung yang sepertinya terlihat sedikit mabuk.

"Apa kau baru saja minum?"

"Ah, ne~ Tadi aku ada acara berkumpul dengan temanku. Ryewook-ssi, apa orang yang barusan lewat itu adalah Kwon sajangnim?"

"Ne, dia mengatakan permohonan maafnya karena tidak dapat hadir pada saat peresmian restoran, jadi ia mampir sebentar. Sepertinya kau mabuk. Kenapa tidak pulang dan malah ke sini?"

"Sepertinya aku memang mabuk berat. Aku sampai melihat di dalam restoran ada seseorang yang wajahnya mirip sekali dengan tunangan Presdir." Ujar Yesung merasa lucu.

Ryewook pun tertawa mendengarnya, ia mengatakan sepertinya Yesung benar-benar mabuk dan sebaiknya meminum obat penghilang mabuk dulu baru setelah itu pulang. Ryewook lalu membawa Yesung segera pergi dari tempat itu menuju apotik di depan sana sebelum laki-laki itu bertanya lebih lanjut mengenai wajah Sungmin yang ia kira hanya khayalannya saja.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Kyuhyun sedang berdiri memandang ke luar jendela, saat Yuri memasuki ruang kerja Kyuhyun. Kyuhyun memang sengaja menunggu Yuri untuk memastikan sesuatu yang sejak kemarin mengganjal pikirannya.

"Apa yang ingin kau katakan Oppa?" tanya Yuri to the point.

"Kau mengetahui sesuatu bukan? Tentang siapa wanita yang mengenakan cincin itu? Jawab aku! Kumohon." Ujar Kyuhyun memelas.

Yuri terkejut mendengar ucapan Kyuhyun, ia tidak menyangka jika Kyuhyun mengetahui hal ini lebih cepat dari yang ia bayangkan. Walaupun ia menyadari jika memang cepat atau lambat Kyuhyun pasti akan menyadarinya. Ia kemudian membuka tasnya dan memberikan cincin milik Sungmin pada Kyuhyun.

"Kau ingin bertanya bagaimana mungkin cincin yang ada di jari Hyuna bisa berada di tanganku? Seperti yang Oppa tebak. Jika Oppa tidak menyematkan cincin ini di jari wanita lain, tidak mungkin cincin itu bisa berada di tanganku, bukan?" Kyuhyun mendesah tak percaya, Yuri lalu melanjutkan " Orang yang kau berikan cincin itu adalah 'barang tiruan' yang wajahnya sama persis dengan Choi Hyuna. Apakah itu lebih mudah dimengerti? Alasan kenapa kejadian ini bisa terjadi, dikarenakan kutukan keluargamu. Hal ini tidak usah kukatakan kau juga sudah mengerti. Lagipula jika aku juga sudah mengetahuinya, sudah pasti orang-orang yang berada di sekitarmu juga sudah mengetahuinya"

"Maksudmu.. ibuku juga sudah mengetahuinya?"

"Tidak ada orang yang mengharapkan kau mengetahui kejadian ini. Karena begitu kau tahu, maka kemungkinan semuanya akan bertambah rumit karena Oppa pasti tidak akan menerima begitu saja dengan apa yang terjadi"

"Wanita itu, di mana dia sekarang?"

"Dia telah kembali ke kehidupannya yang lama. Sesuai dengan skenario, dia telah menyelesaikan pertunjukannya. Semua orang memiliki kebutuhannya sendiri. Menjalani hidup baik dengan santai. Jika Oppa menggali lebih dalam lagi, itu akan menyulitkan banyak orang. Orang yang paling merasakannya, kemungkinan adalah Oppa sendiri. Sekalipun begitu, kau masih ingin menemuinya?"

"Kwon Yuri! Katakan dimana ia sekarang!" ujar Kyuhyun tak sabar.

"Hanya ini yang dapat kulakukan untukmu. Aku juga tidak tahu lebih banyak lagi. Sisanya harus Oppa mencari tahu sendiri. Kau harus mengambil tindakan secara diam-diam. Jika mereka sampai tahu Oppa merencanakan sesuatu, sebelum Oppa berhasil menemukannya, mereka akan terlebih dahulu mengambil tindakan." Kyuhyun yang mendengar itu pun berulangkali mendesah tak percaya karena ia telah di permainkan seperti itu.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Di ruang rawat, Sungmin kini hendak membersihkan tangan Siwon. Namun ia mengalihkan pandangannya saat mendengar suara ponsel Siwon. Ia pun mendekat dan mengambilnya. Saat melihat nama pemanggilnya, ia hanya terdiam sedih. Ia meletakkan kembali ponsel itu di atas meja dan kembali ke tempat duduk. Ia duduk termenung sesaat lalu kembali membersihkan tangan Siwon dan menatap pria itu sedih.

Sementara itu Kyuhyun yang sejak tadi menghubungi ponsel Siwon, mendesah kecewa saat pria berlesung pipi itu tak juga menjawab panggilannya. Ia lalu terdiam memikirkan sesuatusebelum memutuskan untuk pergi. Saat diluar ruangan, Kyuhyun bertemu dengan Yesung yang ingin mengantarkan makanan untuknya. Kyuhyun kemudian mendekat melihat makanan itu, dan sepertinya Ia mengenali makanannya. Itu merupakan makanan yang sering 'Hyuna' buat untuknya.

"Ini semua..." ujar Kyuhyun.

"Dari restoran milik Kim Ryewook-ssi. Rasanya lumayan enak, Presdir"

Mendengar nama Kim Ryewook, Kyuhyun pun teringat sesuatu.

Flashback

Pada saat interview, Yuri meminta Ryewook mengambilkan air untuk 'Hyuna'. Ia kemudian datang membawa air di dalam gelas danmenaiki tangga set panggung, dan dengan sengaja menumpahkan air ke arah piano sehingga baju 'Hyuna' saat itu menjadi basah dan akhirnya tidak bisa bermain piano.

Dan pada saat Kyuhyun dan 'Hyuna' berada di kafe setelah menonton film. 'Hyuna' saat itu terus bertanya mengenai seseorang yang bernama Kim Ryewook yang telah mencuri cincin milik perusahaan, membuat dirinya marah dan tak percaya karena 'Hyuna' masih mengkhawatirkan Kim Ryewook itu.

Flashback end

"Dimana letak restoran itu?" tanya Kyuhyun penasaran.

"Anda juga ingin pergi ke sana? Beberapa waktu yang lalu Kwon sajangnim juga sempat mampir ke sana." Ujar Yesung semangat. Kyuhyun lalu memikirkan perkataan Yesung dan ia semakin yakin tentang dugaannya mengenai kedekatan Kim Ryewook dan Hyuna palsu itu.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Kyuhyun tiba di restoran Sungmin dan ia langsung masuk kedalam melihat ke sekeliling restoran yang terlihat sepi karena memang masih pagi. Ia lalu berjalan ke dapur namun tidak menemukan tanda-tanda adanya 'Hyuna'. Ia kemudian mendengar seseorang bernyanyi.

Kyuhyun lalu mendekat ke arah sumber suara. Ia menuju suatu ruangan dan di dalamnya ia melihat seseorang yang sedang memanggang ubi. Kyuhyun masuk secara perlahan, dan seseorang itu masih belum sadar bahwa ada orang lain di belakangnya. Ia terus memeriksa ubi-ubinya, namun tiba-tiba ia terdiam karena merasa ada orang lain dibelakangnya. Ia pun akhirnya menoleh dan terkejut melihat Kyuhyun yang kini ada dihadapannya. Kyuhyun pun demikian, Ia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya kini.

" 'Choi Hyuna'... Sedang apa kau di sini? Kenapa bisa kau ada di tempat seperti ini?" tanya Kyuhyun tak percaya.

Sungmin yang masih terkejut pun menunduk, ia tidak menyangka Kyuhyun bisa menemukannya seperti ini. Kyuhyun kemudian menarik tangannya dan mengajaknya keluar dari tempat itu.

"Lepaskan aku! Aku bukan Choi Hyuna!" Ujar Sungmin menepis tangan Kyuhyun.

"Aniya, itu tidak mungkin" gumam Kyuhyun sambil terus meneliti wajah Sungmin.

"Lihat diriku baik-baik, aku bukan Choi Hyuna"

"Geurom, neo nuguya? Jika kau bukan Choi Hyuna, lantas kau siapa?"

"Bukankah kau sudah mengetahuinya? Apa lagi yang ingin kau pertegas di sini?" Sungmin sengaja membuat Kyuhyun kesal.

"Choi Hyuna yang selama ini kukenal, benarkah jika itu adalah dirimu?" tanya Kyuhyun ingin tahu yang sebenarnya.

"Aish! Padahal aku masih berharap bisa melewati sehari atau dua hari dengan tenang. Kenapa kau harus datang ke sini dan membuat kesal orang lain?" cibir Sungmin.

"Apakah ini kata-kata yang pantas kau ucapkan! Tahukah kau apa yang telah kau perbuat hah!" Kyuhyun berteriak marah sambil mencengkram lengan Sungmin.

"Apa kau berharap aku berlutut di depanmu dan memohon pengampunan darimu? Memangnya aku salah apa? Orang yang ditipu adalah orang yang bodoh dan orang yang menipu tidak ada salahnya." Sungmin balik berteriak dan menepis tangan Kyuhyun.

"Diam! Kenapa kau melakukan perbuatan seperti ini! Kenapa!" Tanya Kyuhyun geram.

"Setelah melihat ini semua apa kau juga masih tidak mengetahuinya? Aku mendapatkan sebuah restoran yang bagus dan mendapatkan banyak uang. Mereka memberiku sebuah restoran, dan juga memberiku uang." Ujar Sungmin tertawa sinis. Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan mendesah tak percaya, ia merasa dirinya sangat bodoh karena di perdaya seperti itu. Sementara di hadapannya, Sungmin menatap Kyuhyun dengan sedih.

"Mianhae, Kyuhyun-ah, jeongmal mianhae" batin Sungmin menangis.

"Adakah ketulusan di hatimu walaupun sedikit?" Kyuhyun kembali menatap Sungmin dan bertanya dengan serius. Namun melihat Sungmin yang diam saja, ia kemudian mencibir "Benar juga. Barang palsu sepertimu, mana mungkin memiliki sesuatu seperti itu. Santai sekali hidupmu di dunia ini. Ketulusanmu bisa dibeli dengan uang. Dari semenjak aku lahir hingga kini, pertama kalinya kuserahkan hatiku justru pada seseorang sepertimu"

Sungmin menunduk sedih, lalu berkata "Cho Kyuhyun-ssi..."

"Diam! Jangan sembarangan menyebut namaku. Aku muak dengan diriku yang tertipu oleh kebohongan-kebohonganmu." Ujar Kyuhyun dingin. Ia lalu pergi meninggalkan Sungmin yang terpukul mendengar ucapannya.

Saat keluar, Kyuhyun berpapasan dengan Ryewook. Ryewook lalu terperanjat kaget melihat mantan Presdirnya ada disini. Kyuhyun kemudin berhenti dan berbalik melihat Ryewook dengan tatapan tidak sukanya, membuat gadis itu takut dan segera berlari ke dalam menemui Sungmin.

"Sungmin-ah, apa kau baik-baik saja?" tanya Ryewook khawatir. Sungmin tidak menjawab dan hanya duduk sambil menangis dalam diam.

"Sungmin-ah~" panggil Ryewook seraya mengusap pelan bahu sahabatnya itu.

"Sebenarnya aku tidak ingin dia tahu. Dia pasti akan menderita sekali. Tapi aku sama sekali tidak sanggup melakukan apapun untuknya." Sungmin tertunduk sedih, Ryewook yang menatapnya menjadi iba dan segera merangkul menenangkannya membuat tangisan yang sedari tadi Sungmin tahan pun pecah seketika.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Kyuhyun tiba di rumahnya dan segera bergegas menemui sang ibu yang sedang berada di ruang pribadinya.

"Menurutmu, sampai kapan aku dapat dibohongi? Sampai kapan eomma berniat membohongiku? Eomma, eomma tidak bisa berbuat seperti itu padaku. Kenapa eomma tidak memberitahuku sejak awal? Kenapa eomma!"

"Karena eomma khawatir kau akan seperti ini. Jadi aku tidak memberitahumu. Sudah pasti kau akan menderita. Bagaimana mungkin aku bisa memberitahumu!" bentak Heechul.

"Ini bukan demi kebaikanku! Kenapa eomma tidak mengerti juga!" teriak Kyuhyun.

Heechul lalu mendesah, dengan pelan ia berkata "Aku tidak ingin kau menderita. Lupakanlah semua yang pernah terjadi hingga kini. Gadis itu, sejak awal hingga akhir hanya ingin memperalatmu saja. Dia sama sekali tidak layak untukmu Kyuhyun-ah"

Tidak mau mendengar ibunya berbicara kasar tentang Sungmin, Kyuhyun lalu kembali berteriak "Eomma!"

"Sadarkan dirimu Cho Kyuhyun! Kau adalah penerus keluarga Cho! Jika kau tidak hati-hati, keluarga kita bisa hancur dalam sekejap" Heechul kembali terpancing emosi.

"Antara eomma dan Ny Choi, transaksi seperti apa yang telah kalian sepakati berdua? Sebagai syarat menerima Choi Hyuna, transaksi seperti apa yang kalian sepakati?" tanya Kyuhyun dingin.

"Dia adalah seorang wanita yang licik bagaikan ular. Dia adalah wanita yang menakutkan dan kejam bagaikan ular berbisa. Kau tidak boleh gegabah mengambil keputusan sendiri. Kau harus ingat. Kau masih harus memikul tanggung-jawab yang sangat berat. Satu hal yang harus kau mengerti, semua ini adalah demi kau, Kyuhyun-ah, dan juga demi Cho Corp. Masalah ini sama sekali tidak boleh sampai diketahui oleh ayahmu. Seumur hidup ini, hanya kau dan aku yang tahu. Rahasia ini harus dijaga, Kyuhyun-ah, eomma mohon padamu" ujar Heechul pelan.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Keesokan harinya, Kyuhyun kini tengah menerima laporan dari Yesung mengenai latar belakang Sungmin. Kyuhyun memang sengaja meminta Yesung untuk menyelidiki latar belakang Sungmin yang ia anggap telah menipu dirinya secara mentah-mentah (?)

"Lee Sungmin, 25 tahun. Lahir dan besar di Busan. Dia dan Kim Ryewook adalah teman sejak sekolah menengah pertama hingga menengah atas. Kedua orang-tuanya telah meninggal dan memiliki bisnis restoran bersama dengan neneknya. Restoran itu pada awalnya adalah milik keluarga Choi namun beberapa waktu yang lalu telah ganti nama menjadi milik Lee Sungmin" ujar Yesung melaporkan informasi yang berhasil ia temukan.

"Cukup! Jangan diteruskan lagi." Ujar Kyuhyun. Ia lalu menutup data pribadi Sungmin dan pergi meninggalkan Yesung yang heran dengan tingkah presdirnya itu.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Sungmin saat ini sedang membereskan piring kotor di atas meja. Saat ingin membawanya ke dapur, ia tidak sengaja menjatuhkan piring-piringnya karena kini pikirannya tengah tidak fokus karena banyaknya permasalahan yang menghampiri hidupnya akhir-akhir ini. Ia kemudian berlutut mengambil piring-piring dan mangkuk plastik yang berserakan, dan ia tidak menyadari ada seseorang yang kini tengah berdiri angkuh dibelakangnya.

"Inikah wajah aslimu?" Sungmin menoleh saat mendengar suara itu, dan matanya membulat lucu saat melihat Kyuhyun yang ternyata sudah berdiri dibelakangnya.

"Seorang Cho Kyuhyun, bisa sampai terpikat oleh seorang perempuan sepertimu? Aku benar-benar merasa sial. Sekarang akhirnya aku bisa mengerti kenapa kau bisa memiliki hobi rendahan seperti itu." Ujar Kyuhyun pedas.

"Ne, tertawakan saja diriku. Jika dengan begitu bisa menghilangkan amarahmu." Ujar Sungmin sambil membereskan piring-piringnya.

"Walaupun kau adalah seorang penipu yang tidak berguna, tapi aku yang sudah ditipu olehmu jauh merasa lebih tidak berguna. Aku benar-benar merasa ingin gila. Apakah kau mengerti rasanya!"

Sungmin yang tidak mau mendengar ocehan Kyuhyun lagi, bangkit berdiri mengangkat nampan dan hendak pergi.

"Aku belum selesai bicara!"

"Apa kau tidak lihat aku sedang bekerja sekarang?" Sungmin berkata dengan lirih.

"Kalau begitu, tutup saja restoranmu! Kerugianmu hari ini biar aku yang menggantinya!" Kyuhyun lalu mengambil uang dari dompetnya dan melemparnya ke lantai, ia lalu melanjutkan, "Wae? Asalkan ada uang, bukankah hati nuranimu juga sanggup kau perjual-belikan? Kau dari awal sudah tidak percaya akan kutukan keluargaku, bukan? Karena itulah kau bersedia mempertaruhkan nyawamu untuk mendapatkan keuntungan besar. Jika kau percaya pada hal itu, sudah pasti kau tidak akan bersedia melakukan ikrar itu dan kau juga tidak akan mempertaruhkan nyawamu untuk melakukan transaksi yang membahayakan. Kau harus ingat, jika aku tidak akan melepaskanmu begitu saja hingga kau sadar dan mengerti, apa yang telah kau perbuat terhadapku!" Kyuhyun menatap nyalang Sungmin.

"Kyuhyun-ssi..." ujar Sungmin sedih.

"Sudah pernah kuperingatkan kau untuk tidak sembarangan menyebut namaku. Jangan pernah menyebut namaku. Itu hanya akan membuatku semakin muak!" bentak Kyuhyun, ia lalu pergi meninggalkan Sungmin yang kembali terluka atas perkataannya.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Heechul dan Hyuna sedang menikmati teh setelah puas berbelanja. Kyuhyun kemudian datang dan Hyuna langsung menunjukkan tas yang di belikan oleh Heechul kepadanya. Namun Kyuhyun hanya diam menatapnya dingin, lalu datanglah Yuri.

"Yuri-ah.. bagaimana.. bagaimana bisa kau ada di sini?" tanya Heechul terkejut. Bukan hanya Hecchul yang terkejut, Yuri pun demikian dan bahkan ia tidak menyangka bahwa Hyuna pun ada disana.

"Aku tidak tahu jika eommonim dan Hyuna juga ada di sini." Ujar Yuri pada Heechul.

Heechul pun meminta Yuri untuk duduk membuat Hyuna langsung menatap tajam gadis itu. Heechul kemudian memandang Kyuhyun yang ia yakini memang berniat melakukan ini semua.

"Eomonim, hari ini pasti sangat melelahkan bagimu. Bagaimana jika setelah makan kita pergi ke spa?" tanya Hyuna.

"Boleh. Aku hanya memiliki dua orang putra. Aku selalu merasa iri pada ibu yang memiliki anak perempuan. Dan sekarang aku bisa pergi berbelanja dan ke spa bersamamu" Ujar Heechul berusaha mencairkan suasana.

"Bukankah eomma juga sering pergi dengan Yuri? Bukankah eomma juga menyayangi Yuri seperti putri sendiri?" Kyuhyun menyindir sang ibu ia kemudian memandang Hyuna "Choi Hyuna... Jika kau ingin mempertahankan posisimu itu, sudah saatnya kau merasa panik. Bukankah kau tahu jika ibuku sedari Yuri kecil sudah sangat menyayanginya. Orang-orang pasti mengira jika Yuri-lah yang akan menjadi menantu pertama keluarga kami."

"Kyuhyun-ah!" tegur Heechul.

"Aku hanya bercanda eomma. Lagipula hal yang aku katakan tadi bukanlah sebuah omong-kosong" ujar Kyuhyun kalem.

"Jeosonghamnida eommonim, aku harus pergi" ujar Yuri yang tidak mau semakin memperkeruh keadaan, ia lalu pergi meninggalkan tempat itu. Sementara Kyuhyun yang melihat Yuri pergi, langsung menyusulnya tanpa berpamitan pada Heechul dan Hyuna.

"Eommonim, sepertinya sesuatu telah terjadi pada Kyuhyun. Apa itu? Aku juga harus mengetahuinya" Hyuna mengucapkan hal itu sambil menatap nyalang Heechul.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Di taman..

"Apa yang kau lakukan, Oppa? Kenapa kau kekanak-kanakan sekali? Aku bisa mengerti perasaanmu, tapi kau menggunakanku sebagai perisai-"

"Kalau begitu, berhentilah menjadi perisai. Yuri-ah, apa kau ingin menikah denganku?"

"Huh? Kau sudah gila, Oppa!"

"Justru aneh jika aku tidak gila karena ini semua. Masih bisakah aku mempertahankan kewarasanku setelah semua yang terjadi?"

"Selama perempuan yang kau nikahi bukan Lee Sungmin, perempuan mana pun tidak masalah untuk kau nikahi. Itu maksudmu, Oppa?"

"Ne, kau benar. Selama itu bukan Choi Hyuna, siapapun itu, tidak masalah untukku. Karena begitu aku melihat Choi Hyuna, aku selalu teringat padanya. Karena itu, aku tidak bisa melakukannya" Ujar Kyuhyun pelan. Ia kemudian berdiri dan menghadap Yuri, "Bagaimana? Kau ingin menikah denganku? Aku sedang bertanya dengan serius padamu."

"Karena Oppa bertanya dengan serius,maka aku juga akan menjawabnya dengan serius" Yuri menatap tajam Kyuhyun dan berkata "No, thank you!"

Ia lalu melanjutkan "Aku tidak ingin kau direbut oleh siapapun. Oppa, kau juga tahu seberapa aku mencintaimu. Tapi itu semua hanyalah sebuah obsesi. Seseorang pernah mengatakan padaku, cinta itu tidak harus memiliki. Perbuatan Oppa sekarang ini seperti seorang anak kecil yang sudah tahu tidak bisa, tapi tetap merengek sambil memegangi ujung rok ibunya."

"Aku tahu. Aku terlihat sangat tidak berguna. Lucu sekali, bukan? Tapi, ini benar-benar aneh. Kukira... setelah aku melukai perasaannya dengan menghinanya, hatiku akan terasa lebih baik. Tapi sama sekali tidak. Bagaikan bumerang, semua itu berbalik menyakiti diriku sendiri saat aku melihatnya tertunduk sedih karena ucapanku. Setidaknya, adakah sekali saja saat di mana dia benar-benar tulus terhadapku?" Ujar Kyuhyun sedih.

"Dia tahu Oppa pasti akan begini, karena itulah dia memohon padaku. Dia memintaku untuk tidak mengatakan apapun. Dia bahkan berharap, kau jangan sampai mengetahui jika dia pernah berada di sisimu. Karena begitu kau mengetahuinya, kau pasti akan merasa sedih sekali. Dibandingkan dengan dirinya sendiri, ia jauh lebih mengkhawatirkanmu, Oppa" Yuri mencoba memberikan penjelasan pada Kyuhyun.

Kyuhyun tertegun mendengar penjelasan Yuri itu. Ia lalu teringat pandangan sedih Sungmin saat memanggil namanya, perlahan rasa sesal memenuhi hatinya saat ia menyadari ia telah menyakiti wanita yang di cintainya.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Kyuhyun pulang dengan keadaan mabuk berat membuat Butler Jang dan bibi Ahn menjadi kerepotan mengurusnya. Sehun yang kebetulan lewat pun segera menghampiri dan membantu hyungnya untuk berbaring. Sehun kemudian mempersilahkan Butler Jang dan Bibi Ahn untuk kembali beristirahat, sementara Kyuhyun biar ia yang mengurusnya.

"Hyung, kenapa kau minum begitu banyak? Kenapa? Ada masalah apa? Jika ada hal yang menyulitkanmu, ceritakanlah! Walaupun aku tidak mengerti permasalahanmu, tapi setidaknya aku bisa menjadi pendengar yang baik" ujar Sehun sambil membenarkan letak tidur Kyuhyun.

Kyuhyun yang sudah mabuk berat itu pun mulai berbicara dengan mata terpejam, "Aku ingin menghapus semuanya, tapi aku tidak berdaya. Aku tidak sanggup menghapusnya, tidak sanggup"

Kyuhyun kemudian mulai menangis saat mengingat ia dan Sungmin yang menikah di gereja waktu itu hingga saat tadi pagi ia melihat Sungmin yang tertunduk sedih karena hinaannya.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Paginya, Kyuhyun bertemu dengan Hyuna di taman. Hyuna berkata kali ini ia datang bukan sebagai Choi Hyuna palsu yang Kyuhyun berikan cincin dan mengikrar janji, tapi sebagai dirinya yang asli, Choi Hyuna yang asli yang berbicara dengan Kyuhyun.

"Kau benar-benar tidak mengenal rasa takut huh?" Ujar Kyuhyun sinis

"Kenapa aku harus takut? Sebuah barang palsu yang kedoknya sudah terbongkar, bisa mengubah apa? Dengan kata lain, tidak ada yang bisa kau perbuat, Kyuhyun-ssi. Kau ingin mendapatkan Lee Sungmin? Kau berharap Sungminmu itu akan kembali?"

"Apa yang ingin kau katakan?"

"Orang yang mengambil inisiatif datang mencari kami untuk melakukan transaksi, adalah Lee Sungmin. Dia mengajukan syarat pada ibuku. Semakin lama semakin keterlaluan. Pada saat ibuku tidak bersedia memenuhi tuntutannya, dia mengancam akan membocorkan semuanya padamu. Pada saat mencegah semua ini terjadi, Oppa ku menderita luka parah. Oppa ku sangat menyukai dan menyayangi gadis itu. Lebih menyayangi dia daripada aku yang jelas-jelas adiknya. Jadi menurutku, Sungmin tidak akan sanggup meninggalkan Oppaku karena rasa bersalah telah membuatnya terluka parah" Hyuna pikir Kyuhyun akan percaya dengan kata-katanya, ia lalu memberanikan diri menyentuh lengan Kyuhyun.

"Selama ini telah membohongimu, aku minta maaf. Sekalipun jika kau menuduhku mempermainkan perasaan orang, tidak ada yang dapat kukatakan. Aku mohon maafkan aku. Tapi, orang yang lebih dulu menganggap nyawaku sebagai sebuah lelucon tidak lain adalah ibumu. Setelah tahu semua ini, tentu saja aku tidak bisa berdiam diri. Lebih baik kau lupakan saja Sungmin. Jangan memikirkan hal-hal yang tidak mungkin terwujud itu. Lebih baik kita wujudkan apa yang bisa kita wujudkan." Ujar Hyuna lagi.

Kyuhyun tersenyum sinis, "Kata-katamu membuatku terharu. Tapi... Jika kau berpikir aku akan mempercayaimu seperti semula, lebih baik kau segera sadarkan dirimu." Kyuhyun kemudian menatap Hyuna sinis dan pergi begitu saja.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Di Rumah Sakit, Sungmin berusaha berkomunikasi dengan Siwon yang masih belum sadar. Ia menunjukkan foto roti kesukaan Siwon di ponselnya.

"Oppa, kau juga ingin memakannya, bukan? Ini adalah roti nanas yang dijual di toko roti di depan. Saat baru selesai matang, rasanya luar biasa enak. Kelak kita harus pergi makan bersama, ne!" ujar Sungmin semangat

Ia lalu menunjukkan beberapa foto, dan kembali berceloteh dengan semangat. Tanpa ia sadari, Kyuhyun melihat kebersamaannya dengan Siwon dari balik pintu.

Saat pulang, Sungmin terkejut melihat Kyuhyun yang duduk di ruang tunggu Rumah Sakit. Kyuhyun kemudian menatapnya, namun Sungmin membuang muka. Sepertinya ia tidak berniat berbicara dengan Kyuhyun lagi karena takut Kyuhyun akan kembali melukainya dengan kata-kata tajamnya. Ia kemudian berlalu tanpa memandang Kyuhyun.

"Kau benar-benar menjaganya dengan sangat baik" ujar Kyuhyun. Sungmin lalu berhenti melangkah saat mendengar ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun kemudian berdiri di hadapan Sungmin, "Walaupun kau mempertaruhkan nyawamu demi uang... Tapi orang yang benar-benar mempertaruhkan nyawa adalah Choi Siwon. Air mataku hampir mengalir karena terharu"

"Kau boleh menghinaku tapi tidak dengan Oppaku! Aku tidak bisa mentolerir sikapmu yang seperti itu terhadap Oppaku." Ujar Sungmin.

"Oppa, Oppa... Sepertinya kalian tidak bisa terpisahkan. Kau itu benar-benar bermuka dua. Yang menjadi boneka disini bukanlah Choi Hyuna, tapi aku. Dipermainkan sesuka hatimu di telapak tanganmu."

"Kau merasa emosi, merasa diperlakukan tidak adil, merasa ingin gila... Kau ingin balas dendam, bukan? Kalau begitu, jalanilah hidupmu jauh lebih baik dariku. Dengan begitu kau baru bisa membalas dendam. Mengerti?"

"Jangan memberiku perintah!" ujar Kyuhyun marah.

"Aku hanya merasa kau itu sangat tidak berguna. Baru mengalami hal sepele seperti ini saja, tapi tingkahmu itu seolah-olah telah dilukai oleh seluruh dunia. Bersikap seolah-olah kau adalah korban kekejaman dunia."

Dan pertengkaran romantis ala Kyuhyun dan Sungmin pun terus berlanjut...

"Kau sudah selesai bicara?" tanya Kyuhyun sinis.

"Belum, aku belum selesai. Jika kau punya begitu banyak waktu untuk mengikutiku, kau pasti masih bisa melakukan pekerjaanmu dengan benar. Jangan membuang-buang waktumu dengan sia-sia. Segeralah angkat kaki dari sini!" balas Sungmin dengan sengit.

Kyuhyun mencibir tak percaya "Barang palsu sepertimu masih memiliki nyali untuk menasihatiku?"

"Aku tidak memiliki waktu untuk berbicara denganmu, Ahjussi."

"Ahjussi?" Tanya Kyuhyun tak percaya

"Bukankah kau melarangku menyebut namamu? Aku tidak sudi memanggilmu Oppa, jadi terpaksa aku memanggilmu Ahjussi. Panggilan oppa, bukan untuk orang sembarangan. Lebih baik kau segera pergi. Aku sibuk hari ini" Sungmin lalu bergegas pergi.

Kyuhyun kemudian mengalihkan tatapannya ke arah lain dan mendesah kesal. Ia lalu tersadar, jika Sungmin sudah berjalan jauh darinya.

"YA! EODIGA!" teriak Kyuhyun frustasi.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Malamnya harinya, Kyuhyun terlihat mengawasi Sungmin yang sedang bekerja di restorannya dari dalam mobil miliknya. Matanya terlihat membulat saat ia melihat Sungmin yang digoda oleh pelanggan pria yang sudah mabuk. Ia hampir saja keluar dari mobilnya saat melihat pelanggan pria itu semakin bertindak kurang ajar terhadap Sungmin, namun niatnya itu ia urungkan ketika melihat pria itu sudah terkapar di jalanan. Kyuhyun kemudian menatap Sungmin yang sedang menepuk-nepuk kedua tangannya sambil tersenyum puas, dan ia tidak dapat menahan senyumannya saat mendengar hardikan Sungmin yang menyuruh si pria itu agar tidak kembali lagi ke restorannya.

"Uri anae jinja daebak!" gumam Kyuhyun dengan bangga, namun tak berapa lama kemudian kerutan kesal kembali di wajah tampannya dan ia kembali bergumam, "Cho Kyuhyun, apa yang kau katakan tadi? Uri anae huh?"

Setelah membersihkan restorannya, Sungmin lalu mengunci restorannya dan pergi menuju rumah sakit. Kyuhyun yang sedari tadi mengawasinya, menundukkan wajahnya saat Sungmin melewati mobilnya.

"Eoh, dia ingin kemana lagi?" gumam Kyuhyun heran, namun ia tetap mengikuti Sungmin.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Di ruang perawatan, Sungmin membuka jaketnya dan menyimpannya di sofa. Ia lalu mendekati Siwon kemudian merapikan selimutnya. Sementara itu di balik pintu, Kyuhyun terlihat mengawasi tingkah Sungmin kemudian ia duduk di dekat ruangan itu.

"Apa ia tidak memiliki rasa lelah di tubuhnya? Kenapa ia terus mempekerjakan tubuhnya selama 24 jam?" Kyuhyun kembali menggumam.

Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka dan nampaklah Sungmin yang keluar dari sana membuat Kyuhyun menjadi salah tingkah sendiri.

"Eoh, apa yang kau lakukan disini?" tanya Sungmin heran.

"Aku ke sini bukan karena mengikutimu, tapi karena aku ingin menjenguk Siwon hyung" Ujar Kyuhyun berbohong.

Sungmin pun hanya mengedikan bahunya dan berlalu begitu saja. Kyuhyun kemudian mengintip memastikan Sungmin sudah menjauh dari sana. Ia lalu masuk ke ruangan dan menatap Siwon yang terbaring disana. Kyuhyun kembali menoleh saat Sungmin datang sambil membawa air pengganti.

Kyuhyun yang melihat itu pun melayangkan protesnya, "Apa badanmu itu terbuat dari besi? Kenapa kau tidak mencari seseorang untuk merawatnya?"

"Jangan ikut campur" balas Sungmin singkat.

"Untuk apa uang yang kau dapatkan selama ini? Kau terlalu sayang untuk menggunakannya atau apa?"

"Sudah ada perawat yang menjaganya. Aku hanya membantunya saja" Ujar Sungmin cemberut. Ia lalu meletakkan baskom berisi air dan juga handuk kecil. Ia meremas handuk yang basah itu, dan mulai membersihkan tangan Siwon.

Baru saja ia memulai kegiatannya namun Kyuhyun sudah mengganggunya dengan merampas handuk basah itu, membuat Sungmin mengerjap-ngerjapkan mata bulatnya karena heran.

"Biar aku saja yang melakukannya. Kau kerjakan saja yang lain. Aku datang untuk menjenguk, namun lupa membawa sesuatu. Setidaknya aku harus melakukan sesuatu untuknya. Minggir"

"Kalau begitu hati-hati dan lakukan dengan lembut" ujar Sungmin pelan. Ia lalu pergi membuang sampah.

Kyuhyun lalu duduk dan mulai membersihkan tangan Siwon. Ia menatap Siwon dan berkata "Setelah membawa sebuah barang palsu dan membohongiku... apa dengan berbaring seperti ini akan membuat semuanya impas? Kau terbaring seperti ini membuatku tidak sanggup meluapkan emosiku padamu. Bangunlah sesegera mungkin! Dengan begitu kita baru bisa berkelahi secara jantan. Dan juga... Terima kasih kau telah melindunginya sehingga ia tidak terluka."

Kyuhyun kemudian menguap tidak dapat menahan kantuknya, ia lalu menyimpan handuk basahnya dan merebahkan kepalanya di atas lipatan tangannya. Saat Sungmin kembali ke dalam, ia melihat Kyuhyun yang sudah tertidur pulas. Ia berdecak kesal dan mulai membangunkan Kyuhyun dengan ujung jari telunjuknya yang mendorong-dorong tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun yang merasa terganggu pun akhirnya terbangun dan menatap ruangan di sekelilingnya.

"Ya! Ini di ruang rawat rumah sakit bukan kamar hotel, bodoh!" cibir Sungmin. Kyuhyun yang mendengar cibiran Sungmin pun mulai menampakkan raut kesalnya dan ia pun marah, "Memang karena ulah siapa aku menjadi seperti ini? Seharian ini aku selalu mengawasimu-" Kyuhyun menghentikan ocehannya karena ia sadar sudah membuka rahasianya sendiri.

"Jika kau sudah selesai, silahkan keluar. Wonnie oppa ingin beristirahat!"

"Arraseo!" Ujar Kyuhyun lalu pergi namun ia kembali berbalik dan berteriak "Ya! Baboya!" Sungmin menoleh tak percaya mendengar panggilan itu.

"Wae? Kau tidak senang? Atau aku harus memanggilmu kepala batu? Atau kau ada usul lain mungkin?"

"Ahjussi, kau ingin mencari masalah apa lagi?" geram Sungmin.

"Aku ingin pulang tapi kenapa kau tidak mengucapkan selamat tinggal? Atau setidaknya kau itu harus MENGANTARku, bodoh!" protes Kyuhyun sambil menekan kata mengantar.

"Di kamar pasien tidak boleh kosong. Selamat jalan, Ahjussi!" Kyuhyun yang mendengar ucapan Sungmin itu pun mendengus dan langsung pergi dari kamar itu.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Saat pulang ke rumah, Kyuhyun bertemu dengan Hyuna yang sudah menunggunya di depan rumah. Kyuhyun menghentikan langkahnya saat Hyuna mendekat dan mulai mengeluarkan kalimat basa-basi untuknya, ia hanya menatap Hyuna dingin dan hendak pergi dari sana.

"Permainan balas dendam ini sangat menarik" ujar Hyuna menghentikan langkah Kyuhyun.

"Kau tidak perlu ikut campur, Hyuna-ssi" ujar Kyuhyun dingin.

"Aku hanya berusaha kau tidak tahu, tidak peduli apapun yang kau lakukan, semuanya akan dilaporkan pada eommonim?"

"Asalkan aku bisa menikah denganmu, bukankah itu sudah cukup?" tanya Kyuhyun dengan sinis.

"Jika kau begini terus, kau membuatku menjadi serba salah. Sekarang ini kami bisa memahami perasaanmu. Karena itu eommonim membiarkanmu berkeliaran di dekatnya. Tapi jika diteruskan lagi, apa menurutmu eommonim akan berdiam diri saja?"

"Kau sedang menasehatiku?"

"Bukan, aku sedang memperingatkanmu. Aku hanya mengingatkanmu untuk tidak gegabah dan mencari resiko."

Kyuhyun hanya berdecih mendengar ucapan Hyuna, lalu ia kembali meneruskan langkahnya masuk ke dalam rumah. Begitu ia masuk ke dalam, ternyata sudah ada Heechul yang juga menunggunya.

"Kau baru pulang? Besok pernikahan kalian akan diumumkan kepada khalayak ramai. Dengan begitu kita sudah resmi mengakui Hyuna adalah calon menantu keluarga Cho. Agar kau bisa membersihkan pikiranmu yang terganggu itu, semakin cepat diumumkan, semakin baik."

Kyuhyun tidak menjawab perkataan ibunya dan berlalu begitu saja.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Di ruang konferensi pers, semua reporter sudah lama menunggu kedatangan Kyuhyun yang tak kunjung datang. Mereka mulai melayangkan protesnya karena konferensi pers itu belum dimulai juga.

Sementara itu di hadapan mereka, terlihat Jessica, Hyuna dan Heechul yang duduk dengan wajah yang tidak tenang. Heechul selalu melihat ke arah pintu dan menatap kursi kosong di sampingnya yang seharusnya di tempati oleh Kyuhyun. Begitu pun dengan Yuri, ia merasa cemas dan terus melihat ke arah jam tangannya. Yuri kemudian menatap Yesung yang berlari ke arahnya dengan wajah panik.

"Ada apa Yesung-ssi? Mana presdir?" tanya Yuri khawatir.

"Itu.. tadi sebelum rapat usai dia masih berada di sana tapi sekarang ia tiba-tiba tidak ada di tempat. Aku benar-benar tidak tahu dia pergi ke mana, aku sudah menghubunginya tapi tidak kunjung diangkat."

Yuri menghela nafas tak percaya, dan melihat ke arah Heechul. Ia pun mengambil keputusan, lalu maju ke depan dan menyampaikan sesuatu.

"Berikut ini kami sampaikan permintaan maaf. Saat dalam perjalanan ke mari setelah kegiatannya selesai, Presdir Cho Kyuhyun mengalami kecelakaan kecil. Sekarang beliau sedang menerima perawatan di rumah sakit. Karena itu konferensi pers hari ini terpaksa dibatalkan."

Jessica yang mendengar itu segera menoleh dan melirik tajam Heechul. Para reporter pun berbondong-bondong bertanya seberapa berat cenderanya. Di mana konferensi pers yang akan datang dilaksanakan? Dan kabar mengenai hubungan Kyuhyun dan Hyuna yang tidak harmonis.

Jessica bangkit berdiri dan meninggalkan tempat konferensi pers bersama dengan putrinya. Sementara Heechul hanya bisa terdiam sambil memijat pelan keningnya karena pusing akibat ulah Kyuhyun yang kembali membuat keonaran.

Di luar, Jessica menyuruh direktur Jung untuk segera menyebarkan foto saat Kyuhyun dan Sungmin yang menikah diam-diam di gereja kepada media.

"Baik Presdir, saya mengerti." ujar direktur Jung.

"Pada akhirnya Cho Kyuhyun memilih untuk menyatakan perang. Dia telah memilih sebuah pertempuran yang tidak mungkin dimenangkannya." Ujar Jessica sinis.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Berita mengenai pernikahan diam-diam Kyuhyun pun sudah tersebar ke media. Beberapa judul artikel itu di antaranya,

-Pernikahan rahasia generasi kedua chaebol, Cho Kyuhyun-

-Menghilang setelah membatalkan konferensi pers-

-[Ekslusif] Presdir Cho Kyuhyun yang melangsungkan pernikahan secara rahasia-

Ternyata gertakan Jessica bukanlah main-main. Dan tentu saja Hankyung menjadi marah besar saat membaca artikel itu. Ia lalu bertanya keberadaan Kyuhyun pada sang istri.

"Sedang dicari, yeobo" Ujar Heechul gugup.

"Kenapa dia melakukan hal seperti ini? Ada masalah apa antara Kyuhyun dengan Hyuna?" geram Hankyung.

"Tidak ada, tidak ada hal yang seperti itu Hannie. Jadi kau tenang saja." Ujar Heechul berbohong. Namun tentu saja Hankyung tidak percaya pada ucapan itu,ia sangat yakin pasti ada yang di sembunyikan oleh istrinya. Tapi ia tidak tahu apa hal yang tengah disembunyikan istrinya itu..

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Dan disinilah Kyuhyun, ia ternyata membawa paksa Sungmin ke rumahnya. Namun sebelum mereka berdua memasuki gerbang kediaman keluarga Cho, Sungmin menarik paksa dirinya dan menepis tangan Kyuhyun.

"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Sungmin sambil berusaha melepaskan tangannya dari Kyuhyun.

"Jika ingin mengembalikan semuanya seperti semula, hanya ada cara ini. Kita harus berterus terang pada ayahku. Aku tidak tahu tentang pendapat orang lain, tapi yang pasti ayahku akan berada di pihak kita. Selama ini beliau selalu mendukung kita."

"Aku tidak bisa berbuat seperti itu." Ujar Sungmin menggelengkan kepalanya.

"Ini adalah kesempatan terakhir. Asalkan kau masuk ke dalam bersamaku, kita akan bisa melaluinya." Ujar Kyuhyun dengan wajah memelas.

"Tidak Kyuhyun-ssi, aku tidak boleh masuk ke dalam"

"Apa karena Choi Siwon? Aku tahu dia sangat menyayangimu. Dan apa kau juga memiliki perasaan seperti itu padanya? Oleh karena itu kau tidak ingin masuk? Walaupun begitu, aku tetap tidak akan peduli. Siapapun yang kau sukai, aku tetap harus bisa menahanmu di sisiku."

Kyuhyun kemudian menarik Sungmin ke dalam, namun Sungmin langsung menepisnya, "Lepaskan aku! Kau tidak bisa melakukan ini hanya karena keinginanmu saja. Tidak bisakah kau mempertimbangkan orang lain? Kenapa kau hanya peduli pada rasa sakitmu saja?" ujar Sungmin lirih.

Kyuhyun yang mendengar ucapan Sungmin pun terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun, keduanya terus berpandangan sampai suara dering ponsel milik Sungmin mengganggu mereka.

"Yeoboseyo, benar, aku adalah anggota keluarga Choi Siwon. Apa? Baik, aku segera ke sana." Sungmin menutup panggilannya dan segera pergi meninggalkan tempat itu namun Kyuhyun menahannya.

Sungmin berbalik kemudian menatap Kyuhyun, "Lepaskan aku. Aku harus menemui Siwon oppa di rumah sakit, ia sudah sadar dari komanya"

Kyuhyun tidak bergeming dan Sungmin yang memang terburu-buru pun akhirnya menyentak tangan Kyuhyun dengan kasar dan segera berlari meninggalkan Kyuhyun yang terpaku di tempatnya dengan pandangan terluka.

~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~

Sungmin terus berlari di sepanjang lorong Rumah Sakit. Ia terus menangis dan bibirnya tidak berhenti mengucapkan kata syukur karena kini Siwon telah sadar dari komanya. Begitu masuk ke ruang perawatan, ia langsung berlari memeluk Siwon yang sedang terduduk dengan tubuh menyandar pada bantal.

"Oppa! Siwon Oppa!" Sungmin menangis haru di pelukan Siwon. Siwon yang melihat tingkah Sungmin hanya bisa tersenyum lemah sambil mengusap punggung Sungmin untuk menenangkannya. Ia kemudian bertanya, "Kau baik-baik saja? Syukurlah jika kau baik-baik saja."

Sungmin yang mendengar pertanyaan Siwon pun semakin terisak dan memukul pelan bahu Siwon, "Kenapa kau seperti orang bodoh melakukan hal seperti itu? Aku ini siapa? Aku tidak pernah berbuat apa-apa untukmu, kenapa kau masih..."

Lalu ia kembali memeluk Siwon "Gomawo... Jeongmal gomawo, karena kau sudah kembali, Oppa "

Siwon tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Sungmin memberikan semangat. Dan tanpa mereka sadari, dari balik pintu Kyuhyun menatap mereka berdua dengan pandangan yang terluka. Kyuhyun kemudian meninggalkan mereka dan bersandar pada dinding lorong rumah sakit. Perasaan benar-benar terluka saat ia melihat Sungmin benar-benar memilih Siwon dibandingkan dengan dirinya.

TEBESEEEH

Fiuuuh, akhirnya Kyumin ketemu jugaaa #elapkeringet

Yang udah review di chapter kemaren, gomawo~

Oke, cukup sekian penutup dari author silahkan di klik kolo reviewnya hehe

Annyeong~