Me and Him
By Ishikawa Ayica
This Story is mine
Naruto milik Masashi Kishimoto
Genre : Reomance/Drama
Pair : SasuSaku
Warning : Gaje, abal, AU, OOC dll
Warning lagi : Don't like Don't read.
"Sekalipun harus jatuh, kau harus selamat Sakura." Kata Gaara semakin mencondongkan tubuhnya. Akhirnya Gaara kehilangan keseimbangan. Akhirnya Gaara jatuh, namun dengan cepat Sasuke menahan Gaara. Gaara kaget, Sasuke berkeringat, namun menahan Sakura dalam posisi ini saja membuat Sasuke kewalahan apa lagi di tambah Gaara yang memang jelas bobotnya lebih dari Sakura yang seorang gadis.
"Cepat naik!." Perintah Sasuke kasar pada Gaara. Gaara tak mendengar, dia berusaha meraih tangan Sakura dan membuat Sakura naik. Gaara memanjat tangan Sasuke dan memegang pagar pembatas balkon. Sehingga Sasuke melepaskan pegangannya pada Gaara.
"Hen-hentikan Sasuke-kun, Gaara, kalian bisa jatuh. Kumohon." Kata Sakura menangis ketakutan pada Gaara dan Sasuke. Jika Sakura harus mati, ia memilih untuk meninggalkan dunia ini sendiri tanpa di ikuti oleh Sasuke dan Gaara ke alam sana.
"Tidak akan." Teriak Gaara dan Sasuke bersamaan dengan wajah yang penuh keringat. Sasuke semakin mengencangkan pegangannya pada Sakura agar lebih erat.
"Pegang tanganku, coba letakan kakimu di pagar pembatas balkon. Aku akn mencoba menahanmu." Kata Gaara yang mulai ngos-ngosan pada Sakura sambil mencoba meraih tangan Sakura. Sakura menganggukan kepalanya dan mencoba seperti apa yang di instruksikan Gaara padanya. Satu tangannya di pegang oleh Sasuke, tangan lainnya oleh Gaara yang masih bergantung di pagar pembatas balkon. Sakura berusah mengangkat kakinya, namun adakah yang menyadari? Mereka baru saja kembali dari pesta, dalam artian Sakura masih memakai gaun panjang plus high heels yang meliliti kakinya, nah bagaimana mungkin Sakura bisa mengangkat kakinya dengan keadaan seperti ini? Dan Sasuke sudah tak dapat bertahan lagi, sementara Sakura terus mengayun-ayunkan tubuhnya. Tangan Sasuke yang semakin licin karena semakin berkeringat mulai menghentikan Sakura untuk mengayunkan tubuhnya yang jelas jika hal itu berlangsung lama hanya akan membuat Sakura jatuh, Gaara masih mencoba meraih Sakura, dan dewi fortuna hanya menjadi penonton pada acara hidup atau mati ini.
Gaara mencoba menarik Sakura padanya, namun sial tangan Gaara yang bergantung pada pagar pembatas balkon tergelincir dan jatuh dalam keadaan menarik Sakura, Sakura yang masih berpegang pada Sasuke dan Sasuke yang tak ingin melepaskan Sakura akhirnya juga ikut terjatuh bersama Gaara. Mata Sasuke membelalak besar, wajah Sakura pucat pasi, dan setelahnya..
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
Hanya teriakan keputusasaan Sakura yang terdengar memekakan telinga.
Posisinya dalam keadaan terbang bebas, Gaara jatuh menghadap tanah, Sakura menghadap langit, dan Sasuke juga menghadap tanah. Gaara berusaha berbalik dalam posisi jatuhnya untuk melindungi Sakura, agar Sakura jatuh menindihnya, Sasuke berusaha untuk terus meraih tangan Sakura yang terlepas darinya hingga akhirnya mereka jatuh mencapai tanah dengan posisi, Gaara terlentang menghadap langit dengan sebelah tangannya melingkar di pinggang Sakura, Sakura terlentang menghadap langit meski sebenarnya tubuhnya tidak terbentur tanah, tubuh Sakura ada di atas tubuh Gaara namun posisi kepala Sakura jatuh di bawah lengan Gaara, sehingga kepala Sakura membentur tanah. Gaara berhasil melindungi tubuh Sakura namun tidak dengan kepala Sakura yang membentur tanah, dan Sasuke berada di samping Sakura dengan sebelah tangannya menggenggam tangan Sakura.
Dengan sekejap tanah yang menjadi pendaratan maut tersebut menjadi lautan darah. Sakura memuntahkan darah hingga beberapa kali, Sasuke terbatuk darah, dan Gaara dengan mata yang berusaha untuk tidak di tutupnya telah di penuhi darah dari kepalanya yang mengalir deras.
"Te-tap ter-ja-ga Sa-kura." Kata Gaara yang sedang sekarat berusaha untuk bisa melihat walaupun hanya melirik Sakura, namun dalam keadaan seperti ini siapapun tak akan mampu melakukannya.
"Sakura.." desah lirih Sasuke di tengah-tengah kesadarannya yang meipis. Sementara Sakura adalah satu-satunya di antara mereka yang tak sadarkan diri.
Pukul 1 dini Hari, Sabaku, Haruno, Uchiha, tertimpa musibah.
Berbagai media masa di hebohkan dengan berita tersebut. Bukan hanya satu tapi 3 anak para pengusaha terkenal jatuh dari lantai 5 dengan keadaan mengenaskan. Beberapa pertanyaan mulai muncul dan menghujam para keluarga.
Dalam keluarga Haruno, Tsunade yang merupakan ibu kandung dari Haruno Sakura pingsan selama 3 jam setelah mendengar berita tersebut. Sementara Uchiha Mikoto yang shock tak bisa di temui, dan keluarga Sabaku, melarang pihak wartawan untuk bisa meliput atau mencari tau informasi tentang kecelakaan yang menimpa 3 keluarga pengusaha paling tersohor tersebut.
Langkah kaki berlari begitu menggema di koridor rumah Sakit. Bukan hanya 1 korban tapi 3 sekaligus. Para keluarga berlari mendampingi ranjang keluarga mereka masing-masing. Ke tiganya di masukan ke ruangan gawat darurat.
Sasori menanti dengan tidak sabar akan hasil pemeriksaan dan penangan para dokter pada Sakura. Itachi berusaha menenangkan ibunya yang terisak sedari mendengar kabar naas tersebut, sementara Temari menangis dalam pelukan Kankurou. Tsunade memang pingsan setelah mendengar kabar tersebut, dan sampai detik ini belum sadarkan diri, Jiraiya yang khawatir pada putri dan istrinya harus bolak-balik untuk memastikan keadaan keduanya baik-baik saja. Namun jelas ada yang tidak baik-baik saja. Sasori terlihat begitu ketakutan dan khawatir, raut kekhawatiran tergambar jelas di wajahnya, Sasori adalah orang yang paling tidak bisa duduk diam dan selalu berusaha menengok ke dalam ruangan, apa yang sebenarnya terjadi di ruangan tersebut. Secara perlahan air mata menuruni pipinya namun segera di hapusnya. Tak ada yang membuka suara saat ini, kecuali isakan tangis perih dari masing-masing keluarga.
Berjam-jam menunggu, masing-masing dokter yang menangani ke tiga korban keluar dengan tergesa-gesa.
"Dokter, bagaimana dengan adik saya?" tanya Sasori khawatir pada salah seorang dokter yang kebetulan memang sudah mengenal keluarga Haruno dengan baik.
"Sakura dalam keadaan kritis. Ia kehabisan banyak darah, kita harus segera memberikannya donor darah secepatnya." Kata dokter menjelaskan pada Sasori dengan iba.
"Dokter, bagaimana dengan Sasuke?" tanya Mikoto yang begitu khawatir dengan anak bungsunya trsebut.
"Uchiha-san juga dalam keadaan kritis, dia tidak akan bisa dengan mudah melewati malam ini, kami sudah berusaha semampu kami."
"Dan untuk Sabaku-san, dia adalah orang yang paling membutuhkan pertolongan, Sabaku-san harus di operasi secepatnya. Untuk itu pada masing-masing keluarga harap menghubungi masing-masing dokter yang menangani pasien. Untuk keluarga Haruno, silahkan ikuti saya." Kata sang dokter menjelaskan dan meminta Haruno untuk mengikutinya.
"Dokter, ambil darah saya saja." Kata Sasori penuh kecemasan di wajahnya.
"Tentu jika itu bisa membantu." Balas sang dokter pada Sasori.
.
.
Masing-masing pasien di beri penanganan secepatnya, sementara para keluarga masih menunggu dengan kegelisahan yang tak kunjung reda di depan pintu ruangan para pasien. Bagaimana ini bisa terjadi? Pertanyaan yang paling penting saat ini adalah apakah 'dia' akan baik-baik saja? Masing-masing memiliki kecemasan yang sama dalam waktu yang sama pula.
"Sakura akan baik-baik saja. Berkat bantuan keluarga, dia akan baik-baik saja. Saya akan kembali untuk memeriksanya nanti, sementara itu sebisa mungkin, jangan membuat keributan di sekitar pasien." Ucap dokter yang menangani Sakura. Haruno menjadi keluarga pertama yang bisa bernafas lega. Setidaknya saat ini Sakura baik-baik saja.
Segera hal serupa di alami oleh Uchiha dan Sabaku, meski begitu banyak tangis yang pecah, dan juga begitu berlimpah kecemasan yang di rasa pada akhirnya semua kembali ke keadaan baik-baik saja.
Sasuke siuman di besok harinya, kemudian Gaara menyusul di satu minggu setelahnya, namun ada yang tertinggal. Sakura masih belum kembali dari alam mimpinya bahkan setelah 6 bulan berlalu.
.
.
Semua perasaan itu tertahan di hatiku, apa yang ingin ku ucapkan, apa yang ingin ku katakan semuanya terlupa saat menatap matanya. Yang masih tertutup, yang masih begitu damai. Beberapa hari terakhir ini, kondisinya semakin memburuk, padahal awalnya ia baik-baik saja.
"Sakura, aku.." gumam Sasuke di depan Sakura yang sedang tertidur menatap Sakura sendu.
"Takut." Lanjutnya menggenggam tangan Sakura kuat-kuat.
Hanya kesepian yang menjawab gumaman Sasuke di depan kekasih tercinta, hanya tetes cairan infus yang menyaksikan pengakuan sedihnya, dan Sakura masih saja terlelap sama seperti 6 bulan lalu.
Terbayang lagi saat pertama kalinya Sasuke bertemu dengan gadis itu, bagaimana dia cemburu, bagaimana dia tertawa, bagaimana dia terlihat begitu cantik, dan bagaimana saat ia marah dan manja.
"Ini sama seperti kehidupanku sebelum mengenal dirimu. Tidak ada siapapun, tak ada apapun, hanya aku dan dunia ini. Hanya saja ini berbeda. Saat sebelum kau datang dan setelah kau pergi. Rasanya jadi lebih dingin dan sepi." Gumam Sasuke lagi membelai kepala Sakura, merapikan rambutnya dan perban di kepalanya.
Setelah kejadian maut 6 bulan lalu, Sasuke harus menjalani perawatan minimal 3 bulan untuk memulihkan keadaannya, retak tulang yang di alaminya membuat Sasuke kesulitan berjalan, beruntung hal itu tidak parah, sehingga dia bisa kembali sembuh dengan melewati beberapa bulan penyembhan. Sasuke masih duduk menanti Sakura, sementara itu seseorang masuk tanpa mengetuk pintu.
"Bukankah seharusnya kau sudah kembali?" tanya Sasuke tanpa menoleh pada orang tersebut.
"Hanya tak bisa meninggalkannya, meski tak bisa benar-benar di sisinya." Ucap orang tersebut sendu dan menatap Sakura rindu.
"Ini bukan salahmu Gaara." Ucap Sasuke dengan suara pelan.
"Tapi aku yang menariknya. Aku berharap tak kembali, hanya saja aku ingin melihatnya, tapi siapa sangka justru gadis inilah yang masih belum kembali." Kata Gaara mendekati Sakura. Gaara mencondongkan dirinya di dekat Sakura dan membisikan sesuatu yang tak bisa Sasuke dengar.
Tak ada pembicaraan apapun setelahnya, hanya Sasuke bersama kenangannya, dan Gaara bersama kerinduannya. Tertuju untuk satu gadis yang sama.
.
.
.
Hari berikutnya.
Keadaan masih sama, dengan Sasuke yang masih menanti. Para orang tua, sahabat dan keluarga datang menjenguk. Berusaha membuat suasana ceria, namun itu tak bisa membuat Sasuke terpengaruh. Kembali Sasuke hanya bersama gadisnya dengan gumaman yang sering ia ucapkan selama beberapa bulan belakangan ini..
"Kembalilah sebelum musim semi, agar aku dapat memenuhi janjiku padamu."
Dan pegangan tangan keduanya saling bertaut. Secara perlahan meski lemah Sasuke merasakan jemari Sakura membalas genggamannya. Namun itu hanya sesaat saja, meskipun harapan Sasuke mulai melambung mencapai langit.
Sakura..
Kembalilah..
To be continued.
Terima Kasih pada para reviewers dan readers yang masih menanti. Rencanya ini akan tamat di chap 15, dan saya usahakan segera. Semakin lama saya tunda, ternyata semakin tak sempat saya kerjakan. Dan untuk itu, mohon review dan dukungannya untuk kesembuhan Sakura, jika anda mau menyemangatinya lewat review anda, saya berharap Sakura akan segera sadar. ^_^ sekali lagi terima kasih telah menyimak.
Balas Review :
Iqma : sudah terjawab di chap ini ^_^ Terima kasih sudah mereview
Zhao mei-mei : Di usahakan ^_^ tamatnya di chap 15 nanti, saya usahakan untuk mempublishnya 3 chapter terakhir sekaligus. Terima kasih sudah menanti ^_^
Tamii-hayashida : Haduh, maaf.. Terlanjur jatuh :D heheheh Terima kasih sudah mereview ^_^
Kihara : aduh, maaf.. Gaara terlanjur jatuh.. gomen-gomen.. but Thanks dah review ^_^
Ririnrahmani : Maaf yah, baru update sekarang ^_^ nih dah lanjut lagi, thanks dah review ^_^
hanazono yuri : Ha'i ^_^ Thanks dah review
sonedinda2 : Maaf, Nggak maksud, habisnya pas adegan jatohnya saya mentok ide ^_^ thanks dah review
Hotaru Keiko : *Prok prok prok* 100 buat kamu ^_^ Thanks dah review
zey-yenns28 : Terjawab di chap ini ^_^ Thanks dah review ^_^
miko IMVFI : Syukurlah kalau begitu ^_^ terima kasih atas kerelaannya untuk mereview ^_^
zhaErza : Bukan hanya Gaara, tapi tiga-tiiganya hehehehhe ^_^ Thanks dah review
Sasusaku's fans : ini dah lanjut ^_^ thanks dah review
eureka eklesius : Hm, menarik. Apa sakura aja yah? Yang di bikin lumpuh atau lupa ingatan? Hehehe ngga denk bercanda ^_^ thanks dah review
haruka : Pastinya ^_^ thanks dah review
