.

.

.

Accident

.

CHAPTER 12 : Bawa dia kerumah!

.

KTH + JJK

.

T+

.

Romance, Drama, Humor

.

Written by Stepstephiie ©2017

.

.

PRESENT

.

"Ahjussi, Diluar banyak paparazzi?" Tanya Jungkook yang masih setiap berada dalam gendong punggung Taehyung.

"Tentu saja kaukan artis." Jawab Taehyung penuh sindirian yang hanya di tanggapi kekehan oleh Jungkook.

"Kau percaya jugakan kalau aku ini artis terkenal." Taehyung hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti lagi dengan Jungkook.

Bocah ini sedang sakit loh, tidak bisakah dia diam untuk beberapa hari saja selama proses penyembuhannya? Dia itu abis kecelakaan loh bukannya abis makan siomay dikomplek sebelah, itu mah ena.

Baru saja beberapa langkah mereka keluar dari dalam rumah sakit, para paparazzi yang sedari tadi senantiasa menunggu mulai mengerumini mereka seperti laler, eh laler mah mas hosiki ya.

"Jungkook-ssi bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi?"

"Apakah anda tahu pelakunya."

"Bagaimana dengan kondisi anda sekarang?"

Jungkook memejamkan matanya saat para paparazzi langsung menyerbunya dengan banyak pertanyaan, kepalanya mulai terasa panas dan mulutnya sudah siap untuk meluapkan emosinya.

"Maaf bisa tolong beri kami jalan, Jungkook benar-benar tidak bisa untuk diwawancarai saat ini dan anakku juga masih merasa takut akan kecelakaan yang baru saja dia alami. Jadi sekali lagi aku mohon dengan sangat untuk memberi kami jalan." Ucap Taehyung tiba-tiba membuat Jungkook mendengus kesal karena Taehyung menggagalkan rencananya untuk memarahi para paparazzi itu.

"Tapi Taehyung-ssi ka-"

"Bisa tolong beri kami jalan!" Potong Taehyung tegas dengan raut wajah dinginnya. Mason yang tau Daddynya akan segera marah semakin merapatkan tubuhnya ke arah Taehyung dan Jungkook.

Para paparazzi yang tau bahwa sosok yang saat ini sedang berdiri dihadapan mereka-sembari menggendong kekasihnya itu sama sekali tidak bisa untuk diajak kerjasama saat ini. Mereka cukup tau bagaimana watak dari pengusaha muda bernama Kim Taehyung ini.

Maka dari itu tanpa banyak bertanya lagi para paparazzi itu segera menepi- membuka jalan untuk pasangan tanpa konfirmasi yang paling fenomenal itu.

"Terima kasih." Ucap Taehyung singkat sembari melangkahkan kakinya melewati kerumunan paparazzi yang sudah membuka jalan untuknya.

Dan para kumpulan paparazzi itu harus kembalilebih sabar lagi untuk tidak melemparkan camera mereka dengan serentak ke arah manusia yang berada dalam gendongan presdir Kim itu. Manusia yang saat ini tengah menatap mereka dengan pandangan mengejek seolah mengasihan nasib sial mereka.

"lihat saja nanti, belum pernah kena sleding idol itu!" batin para paparazzi berteriak.


"Ahjussi, nanti aku tidur dikamarmu ya?" Jungkook memeluk lengah kanan Taehyung dengan manja dan setengah tubuhnya bersandar sepenuhnya pada Taehyung tanpa dosa.

Saat ini Taehyung sedang duduk dikursi belakang mobilnya yang diapit oleh Mason dan Jungkook, dia sedang membawa supir pribadinya kali ini.

"Kaukan sudah punya kamar dirumahku." Jawab Taehyung singkat.

"Aku tidak ingin dikamar itu. Aku hanya ingin dikamarmu." Oh! Si bocah Jeon ini mulai merengek.

"Tidak." Singkat, Padat dan Jelas, dan Jungkook benar-benar tidak menyukai itu.

"Ayolah Ahjussi, aku ini baru saja kecelakaan kau tidak ingin bersikap lebih baik padaku." Rengek Jungkook kembali yang sama sekali tidak diperdulikan oleh Taehyung.

Jangankan menjawab ucapan Jungkook, menatap Jungkook saja tidak Taehyung lakukan dan kenyataan itu benar-benar membuat Jungkook geram.

Dengan rasa gemas bercampur geram jungkook menangkup kedua pipi Taehyung dan mengarahkan wajah Tampan itu untuk menatapnya.

"Iya atau kucium?" Tanya Jungkook. "Jungkook jangan mai-"

"Aku hanya memberi dua pilihan ahjussi, iya atau kucium. Jangan bertanya lagi." ucap Jungkook dengan segera memotong ucapan Taehyung sebelumnya.

"Baiklah. Baiklah." Ucap Taehyung final membuat Jungkook tersenyum lebar ke arahnya.

"Terima kasih Ahjussi." Iya, ucap Jungkook manis, semanis bibirnya yang dengan seenaknya mencium bibir ahjussi tampan dihadapannya. Tanpa peduli kalau dimobil itu bukan cuma mereka doang isinya.

Masih ada Mason yang sudah mendapatkan serangan jantung berkali-kali dari Jungkook hari ini, dan masih ada supir Taehyung yang hampir menabrak tiang listrik didepannya karena tidak sengaja melihat boss nya dicium. Memang sungguh luar biasa Jeon Jungkook ini,

Luar biasa minta digampar maksudnya.

Dan masih dengan tidak tau malunya, Jungkook kembali keposisi semula, memeluk lengan Taehyung tanpa dosa masih dengan senyuman manisnya tanpa peduli nasib orang tampan yang baru saja diciumnya.

"Oh ya ahjussi, sudah beberapa hari ini aku tidak melihat Taejung, dia dimana?" Tanya Jungkook sedikit mengangkat kepalanya menatap Taehyung dari samping.

Dan yang terlihat dari sudut pandang Jungkook saat ini- Jungkook tau, bahwa Taehyung itu memang luar biasa tampan. Tidak salah pilih memang Jeon Jungkook ini.

"Dia dirumah ibuku." Jawab Taehyung yang ditanggapi anggukan kecil dari Jungkook.

"Aku rindu dengannya Ahjussi~" Taehyung mendesah lelah mencoba sabar menghadapi sifat Jungkook yang dalam mode seperti ini.

"Aku akan meminta ibu untuk membawanya kerumah dan lebih baik sekarang kau tidur Jungkook, kau perlu istirahat. Kau sedang sakit dan masih dalam proses pemulihan, ku ingatkan jika kau lupa." Ucap Taehyung setengah menyindir Jungkook yang masih bertingkah seolah baik-baik saja padahal masih ada perban dikepalanya. Sungguh mempunyai stamina yang luar biasa sih Jeon ini.

Apalagi nanti kalo mereka nikah dan ah sudahlah-

"Bilang saja kau tidak ingin diganggu olehku." Sindir Jungkook kesal. "Aku hanya ingin kau diam. Jadi cepat tidur."Jungkook mencibir ucapan Taehyung tapi tetap mengikuti perintah Taehyung karena sesungguhnya Jungkook juga sadar bahwa tubuhnya benar-benar butuh istirahat saat ini.

Jungkook kembali memeluk lengan Taehyung dengan erat, kepalanya disembunyikan dengan nyaman diantara lekukan tengkuk dan bahu Taehyung.

"Ahjussi," Taehyung tidak menjawab hanya melirik kepala Jungkook yang bersembunyi dibahunya.

"Sejujurnya aku takut sekali tadi, benar-benar takut. Aku takut langkah yang kuambil akan membahayakan nyawaku dan juga nyawa anakmu. Aku takut Ahjussi." Dan ucapan lirih yang keluar dari bibir Jungkook menyadarkan Taehyung bahwa Jungkook benar-benar merasa tertekan karena kecelakaan itu.

Tangan Jungkook yang memeluk lengan Taehyungpun semakin mengerat dan sedikit gemetar.

"Tidak apa-apa. Semua akan baik-baik saja. Ada aku yang akan menjagamu, Jungkook~" dan ucapan lembut dari Taehyung dan usapan penuh kasih sayang dari Taehyung dikepala Jungkook menjadi awal dari perjanjian Taehyung dengan dirinya sendiri untuk menjaga Jungkook selamanya.


"Mason. Mason!" Panggil Taehyung pelan sembari menepuk-nepuk kecil paha anaknya yang sedang tertidur itu. Mason yang merasa tidurnya terusik mulai membuka matanya perlahan dan mengeryit menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya.

"Daddy, Kita sudah sampai?" Tanya Mason dengan suara serak khas bangun tidur.

"Kau masih mengantuk? Mau Pak Lee gendong sampai kamarmu?" Mason menggelengkan kepalanya menolak tawaran Daddynya.

"Tidak daddy, Mason bukan anak kecil." Jawab Mason. "Jika Hyung kesayanganmu tau kau pasti habis olehnya." Mason mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud dari ucapan daddynya.

"Maksud daddy ap-" Dan ucapan Mason terpotong dengan sendirinya saat matanya tidak sengaja melihat kearah manusia yang tengah tertidur dengan nyenyak disamping daddynya.

"Jungkook Hyung tidur?" Tanya Mason retoris. "Ya. Dan Daddy harus menggendongnya sampai dalam." Ucap Taehyung sembari terkekeh kecil.

"Semangat Daddy! Daddy pasti kuat! Mason akan membantu dari sini dengan doa." Aduh! Kenapa tiba-tiba Taehyung jadi ingin gampar anaknya ya :")

"Mason duluan masuk ya daddy~" 'Iya, masuk saja kau anak sialan!' hampir saja Taehyung menyampaikan ucapan dalam batinnya untuk anaknya itu.

Dan sekarang Taehyung hanya mampu mendesah memikirkan cara untuk membawa Jungkook ke dalam. Memang sih tadi dia kuat gendong Jungkook, tapi kalo boleh Jujur pinggang Taehyung mulai sakit sekarang. Jungkook tuh beratnya ga main-main, seriusan Taehyung ga bohong kalo gapercaya coba aja gendong sendiri.

Wajah boleh masih tampan, tapi umur emang gabisa bohong.

"Semoga nanti tuhan membantuku meringankan beratmu ya Jungkook."

Dalam sekali memang ucapan Taehyung, coba kalo Jungkook denger. Yasudah wasallam mungkin,

Dan dengan sekuat dan sisa-sisa tenaga yang Taehyung punya, akhirnya Taehyung mengangkat Jungkook dengan gaya gendong pengantin dan mengeluarkan bocah itu dari dalam mobilnya menuju kamarnya seperti yang Jungkook minta sebelumnya.

Setelah melalui rangkaian rintangan yang melelahkan Taehyung meletakan tubuh Jungkook dengan perlahan diatas ranjangnya. Napasnya sedikit terengah-engah karena habis mengangkat beban yang beratnya tidak main-main.

"Daddy~" Taehyung menolehkan kepalanya ke arah pintu karena panggilan dari anak sulungnya yang saat ini tengah berdiri disana.

"Ponsel Jungkook Hyung terusberbunyi sedari tadi Daddy." Mason melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Daddynya sembari menggenggam ponsel Jungkook yang masih dipegang oleh Mason.

"Kenapa tidak kau angkat?" Tanya Taehyung. "Itu tidak sopan Daddy. Lagipula lebih baik Daddy saja yang mengangkatnya." Jawab Mason sembari menyerahkan ponsel Jungkook kepada Daddynya.

Taehyung mengambil ponsel Jungkook yang berikan oleh Mason, dan keningnya mengkerut saat melihat nama panggilan yang tertera dilayar ponsel tersebut.

"Kakek tua bangka Jeon"

Wah, Sopan sekali. Taehyung sampai terkejut melihat namanya.

"Mason, Tolong jaga Jungkook Hyung dulu ya, Daddy ingin mengangkat telepon ini dulu." Mason menganggukkan kepalanya menuruti perintah Daddynya. Tidak ingin membuat sang penelpon menunggu lebih lama Taehyung mengangkat panggilan tersebut sembari melangkah keluar dari kamarnya.

"Yeobose-"

"Dasar cucu Sialan! Kau kecelakaan tidak mengabariku huh? Apa saat kau mati baru kau mengabariku!" Aduh! Bahasa keluarga Jeon ini sopan sekali ya, Taehyung mendadak pening mendengarnya.

"Ah, Maaf sebelumnya. Jungkook sedang istirahat saat ini." Jawab Taehyung kalem.

"Siapa kau?!" Wah, Taehyung kena semprot juga.

"Saya Kim Taehyung, saya hhm-" omongan Taehyung terhenti dengan sendirinya karena bingung harus menjelaskan bagaimana tentang dirinya.

"Kau kekasih Jeon sialan itu?" Tanya orang yang sudah sangat Taehyung duga adalah kakek Jeon Jungkook itu.

"Ya, bisa dibilang seperti itu." Jawab Taehyung sedikit ragu.

"Cepat segera datang kerumahku bersama sih Jeon sialan itu jika kau masih ingin mendapatkan restu dariku." Dan panggilan terputus.

Taehyung memejamkan matanya sesaat, sudah berapa kali Taehyung katakan bahwa dia sangat tidak menyukai panggilan yang diputus secara sepihak tanpa adanya perkataan sopan sebelumnya.

Dan Kakek Jeon dan cucunya itu memang sungguh luar biasa menarik ulur emosi Taehyung.

"Sebentar lagi hidupku benar-benar akan berubah." Gumam Taehyung pelan. Taehyung meletakan ponsel Jungkook disofa dan berniat untuk kembali lagi kekamarnya sebelum bunyi bel rumahnya membelokkan langkahnya menuju pintu masuk.

"Daddy! Mommy Kookie dimana? Apa Mommy Kookie baik-baik saja? Daddy jawab Taejung!" baru saja Taehyung membuka pintunya untuk mempersilahkan tamunya masuk, tapi tamu yang teryata anaknya sendiri sudah lebih dulu merentetkan pertanyaan seputar Jungkook padanya.

Efek samping dari seorang Jeon Jungkook benar-benar luar biasa untuk kedua anaknya.

"Taejung ucapkan salam terlebih dahulu pada Daddymu." Tegur sosok yang baru saja datang bersama Taejung, sedangkan taejung hanya mencebikkan bibirnya mendengar ucapan itu.

"Tidak apa-apa eomma, Taejung hanya terlalu mengkhawatirkan Jungkook." Ucap Taehyung kepada sosok yang dipanggil eomma olehnya.

"Masuklah Sayang, Jungkook Hyung ada dikamar daddy." Dan wajah Taejung langsung tersenyum cerah saat mendengar ucapan Taehyung.

"Terima kasih Daddy, Taejung sayang Daddy." Ucap Taejung yang segera berlari masuk ke dalam.

"Dia didalam?" Tanya Eomma Taehyung membuat Taehyung menatapnya.

"Jungkook? Iya, dia sedang istirahat didalam dia baru saja kecelakaan tadi, eomma ingin bertemu dengannya?" Tanya Taehyung yang ditanggapi gelengan kepala oleh eomma Kim.

"Tidak usah, Eomma harus segera pulang sekarang." Ucap eomma Kim sembari sekilas melirik jam tangannya yang melingkar dilengannya.

"Baiklah, hati-hati dijalan." Ucap Taehyung.

"Taehyung," Panggil eomma Kim. "Ya?"

"Appamu meminta kau membawanya kerumah," Taehyung terdiam masih menunggu kelanjutaan ucapan sang eomma.

"Jika kau serius dengan anak itu cepat bawa dia kerumah dan kenalkan dia dengan Appamu tapi jika kau hanya main-main dengannya cepat hentikan ini semuanya. Kau tau sendiri bagaimana Appamu yang sangat tidak menyukai berita konyol seperti inikan? Jadi cepat hentikan semuanya sebelum appamu yang bertindak lebih dulu." Sambung eomma Kim panjang lebar.

Sesungguhnya Taehyung sangat membenci sifat kedua orang tuanya yang masih saja mencampuri urusan pribadinya. Please, Taehyung bukanlah bocah belasan tahun yang masih harus diikat oleh kedua orang tuanya. Taehyung sudah dewasa, dia sudah mampu berdiri dengan kedua kakinya sendiri tanpa harus ada campur tangan dari kedua orang tuanya lagi.

"Aku akan segera membawanya kerumah utama, secepatnya. Dan tolong sampaikan pada Appa untuk menyiapkan mentalnya dengan baik untuk menghadapinya." Maka jangan salahkan taehyung jika dia mulai berontak dan mengibarkan bendera perang kepada kedua orangnya tuanya sendiri.

.

.

.

T.B.C

Hallo kesayangan aku, apa kabar kalian semua?

Aku kangen kalian semua loh,

Dan selamat datang yang baru nyasar diakun aku, semoga betah yah main disini heheh.

Btw, boleh minta pendapat kalian sedikit? Menurut kalian FF ini gimana ya? Karakter Jungkooknya terlalu ngeselin kah atau gimana?

Dan tanya satu lagi ya, kalian bahagiakah mampir ke akunku? Dan apa yang kalian harapkan dari aku?

Well, ini seperti observasi aja supaya kedepannya aku lebih baik lagi hehehe

Seperti biasa aku gajanji fast update karna aku sedang uas sekarang hehe, so tunggu aku kembali ya kesayangan-kesayangan aku~

See you~