"Tadi itu siapa unni?" tanya Minzy sambil menikmati makan malamnya.
"Aku tidak begitu kenal." jawab Bom jujur.
"Kenal siapa?" tanya CL yang keluar dari kamarnya dengan handuk kecil dilehernya.
"Oh.. Tadi ada laki-laki yang mencari unni." jawab Minzy.
"Siapa?" tanya CL lagi, karna ia yakin gak akan ada orang aneh yang bisa masuk gedung agency yang juga merupakan tempat tinggal para artis dengan mudah. Mengingat sistem keamanan yang sangat ketat.
"Daripada kamu banyak tanya, setelah makan pergilah ke atap. Dia menunggum disana." ucap Bom lagi.
"Kalau begitu aku makan nanti saja." ucap CL melempar handuknya di sofa dan berlari pergi keluar tidak peduli dengan pajama yang sudah ia kenakan.
"Dia bahkan tidak mengganti pakaiannya." ucap Dara takjub.
"Memangnya siapa laki-laki yang dikatakan Minzy tadi. Kenapa mereka merahasiakannya?" pikir CL saat didalam lift yang membawanya ke atap.
"Oh.. Kamu datang." ucap lelaki itu. Dia tidak beranjak dari duduknya dari sofa yang berada di gazebo.
"Huh?" CL mengenal suara itu tapi ia tidak pasti karna wajah lelak itu tidak terlihat dengan jelas.
"Kamu lupa?" tanya lelaki itu kemudian menghampiri CL.
"Gi Dong?!" belum sempat CL berlari tangannya sudah ditahan.
"Jahat sekali. Aku datang baik-baik tapi kau malah lari." ucap Gi Dong dengan senyum sinisnya.
"Lepaskan aku!" hardik CL kesal.
"Tidak.." ucap Gi Dong kemudian mendorong CL menghantam tembok.
BUGH!
"Apa begitu caranya memperlakukan wanita yang kau suka?"
"Apa urusanmu?!" hardik Gi Dong menatap laki-laki yang berdiri dihadapannya dengan kepalan tangan yang tadi berhasil mengenai wajahnya. "Apa kau tau apa yang kau lakukan?! Aku ini artis terkenal! Aku bisa menuntutmu atas apa yang kau lakukan." ancam Gi Dong.
"Kalau begitu lakukan.. Karna aku bisa kembali menuntutmu.. Kau masuk ke agency orang lain tanpa izin pemilik agency, kau melukai artis YG yang sedang tenar, pencobaan pemerkosaan, memasuki area pribadi boss agency, dan masih banyak lagi." ucap laki-laki itu tersenyum senang.
"Kau!" Gi Dongpun melayangkan tinjuannya membalas laki-laki tadi.
"Lari!" perintah laki-laki itu membuat pertahanannya menurun, sayang CL hanya bisa terdiam karna syok.
"Berusaha jadi hero?!" ucap Gi Dong menghajar laki-laki itu habis-habisan saat ia lengah.
"Aghh.." laki-laki itu merasakan oksigen diparu-parunya semakin menipis dengan semakin kuatnya cekikan Gi Dong dilehernya.
"Hentikan!" pinta CL menarik Tangan Gi Dong.
"Jangan sentuh aku!" hardik Gi Dong melayangkan tinjuannya pada CL.
"Ka.. Kau!" melihat perlakuan Gi Dong pada CL, laki-laki itu mencoba melawan, sayang tenaganya semakin menurun begitu juga pasokan oksigen yang ada di paru-parunya.
"Apa yang kau lakukan?!" ucap seseorang membuat kaget ketiganya.
"TOP oppa.." ucap CL menatap laki-laki itu senang.
"YA!" GD dengan senang hati melayangkan tinjuannya ke wajah Gi Dong.
"Ada ribut-ribut apa ini?!" tanya Hyunsuk yang datang bersama Jinu dan Sean beserta Teddy.
"Appa.." ucap CL lemah.
"Kau mau lari kemana?!" tanya Taeyang menarik kerah kemeja belakang Gi Dong.
"Akan aku urus ini. Kalian berempat bantu CL dan Seungri." ucap Hyunsuk membawa Gi Dong yang dikawal Jinu dan Sean ke kantornya.
"Hey.. Kamu tidak apa-apa?" tanya Seungri menghampiri CL, mengelus kepalanya pelan.
"O.. Oppa.." CL langsung memeluk Seungri, air matanya tidak dapat ia bendung lagi.
"Maaf aku tidak bisa melindungimu." ucap Seungri balas memeluk CL.
"Eng.. Harusnya aku yang minta maaf oppa sampai babak belur begini." ucap CL membenamkan wajahnya di dada bidang Seungri.
"Kalian baik-baik saja?" tanya Daesung menghampiri keduanya.
"Hyung.. Tolong obati CL.." ucap Seungri melepas pelukannya.
"Akan aku bawa dia ke dorm dan akan aku panggilkan dokter." ucap Daesung menggendong CL ala bridal style.
"Kamu bisa berdiri?" tanya GD membantu Seungri berdiri.
"Ya.." baru saja berdiri Seungri sudah oleng untungnya berhasil ditahan oleh TOP.
"He.. Hey.. Kau harusnya minta tolong hyungmu kalau tidak bisa sendiri." ucap GD panik sambil ikut membopong Seungri.
"Kau pendek.. Tidak akan bisa menopangnya.. Biar aku saja." ucap TOP menatap GD yang ikut membopong Seungri.
"Apa hyung bilang?!" ucap GD kesal.
"Aku bukannya memihak.. Tapi TOP benar." ucap Taeyang lagi.
"Oppa.." panggil CL saat mereka berada di dalam lift.
"Ya?" tanya Seungri menatap CL.
"Darimana oppa tau aku ada di atap?" tanya CL bingung plus penasaran.
"Oh.. Tadi aku ke dorm 2NE1 untuk mengembalikan hpmu yang tertinggal di mobilku. Kata Bom unni kamu ada di atap menemui kenalanmu." jawab Seungri lagi kemudian memberikan hp CL yang ia simpan di saku celananya.
"Akh?! Oppa menyimpan hpku disana? Bagaimana jika saat pertarungan tadi hpku rusak?!" keluh CL memeluk hpnya senang.
"Heee? Aku mana tau kalau aku akan berkelahi dengan mantan pacarmu itu. Lagipula yang pentingkan hpmu tidak rusak seperti katamu." ucap Seungri membela diri.
"Oppa berhutang padaku." ucap CL membuat Seungri bingung.
"Tapi akukan ti... Oh. ya... Aku berhutang padamu karna hampir merusak hpmu." ucap Seungri tepat sasaran.
"Oh. Lantai 7?" ucap Daesung kaget karna lift tiba-tiba berhenti dilantai 7.
"Seungri!" ucap Sean mengagetkan semua yang ada di lift.
"He? Hyung? GYAA!" tiba-tiba Seungri ditarik keluar dari dalam lift.
"Hee?" semuanya hanya bisa bingung dan menatap Seungri yang semakin hilang.
"Adaapa Appa?" tanya Seungri saat mereka sudah berada diruang Hyunsuk.
"Aku yakin kau ingin mengucapkan sesuatu." ucap Hyunsuk menatap Gi Dong penuh arti.
"Tch.." bukannya menjawab Gi Dong bangkit dari kursinya dan berlalu pergi saat menatap manager dari entertainment tempat ia bekerja datang.
"Maafkan dia." ucap sang manager hanya membungkuk meminta maaf kemudian pergi setelah menyelipkan sesuatu ketangan Seungri.
"Hey! Aku tidak butuh!" seru Seungri saat tau apa yang ada ditangannya.
"Apa itu?" tanya Hyunsuk menghentikan langkah Seungri.
"Dia ingin menyuapku." ucap Seungri memperlihatkan layar hpnya, sebuah pesan singkat berisi tentang uang yang masuk ke rekeningnya beserta sebuah kertas yang diselipkan manager Gi Dong berisi ancaman untuk tidak menyebarkan masalah tadi.
"Sudah biarkan saja.. Tidak baik menolak rezeki." ucap Sean lagi diikuti anggukan cepat dari Jinu.
"Lumayan untuk properti sekolahmu.. Ingat.. Kamu baru membangun cabang lagi di Pariskan.. Kamu butuh dana." tambah Jinu.
"Tapi yang di Paris sudah akan diresmikan.. Lagipula dana dari penerimaan siswa masih ada." jawab Seungri polos.
"Bagaimana dengan sekolah yang kamu dirikan di U.S.?" tanya Sean lagi.
"Masih dalam pengerjaan sih.. Tapikan dana hasil syutingku beberapa tahun belakangan masih ada." jawab Seungri lagi.
"Sudahlah! JinuSean! Biarkan dia.. Itu hak dia, terserah dia mau memakai uang itu atau mengembalikannya. Lalu.. Seungri.. Ada pekerjaan baru untukmu." ucap Hyunsuk mengakhiri acara debat uang itu.
"Pekerjaan baru?" tanya Seungri bingung.
"Ya.. Tapi pekerjaan ini kamu mulai 3 bulan lagi." ucap Hyunsuk.
"Pekerjaan apa, Appa?" tanya Seungri serius.
"Syuting.." jawab Hyunsuk.
"Lagi?" ucap Seungri menghela nafas.
"Jangan begitu.. Lagipula syutingnyakan di lakukan di negara ini." ucap Hyunsuk.
"Walaupun begitu.." ucap Seungri menghela nafas lagi.
"Lalu juga persiapakan dirimu untuk debut dengan Hanna." ucap Hyunsuk memeriksa jadwal di Tab-nya.
"Hanna?" tanya Seungri.
"Iyaa.. Hanna adikmu itu." ucap Hyunsuk.
"Ngomong-ngomong soal Hanna.. Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Seungri lagi.
"Dia sedang syuting film." ucap Hyunsuk.
"Film apa?" tanya Seungri lagi.
"Cinderella's Stepsister." jawab Jinu.
"Sebagai siapa?" tanya Seungri lagi.
"Kalau gak salah Eun Jo." jawab Sean kali ini.
"Pemeran utama." sambung Jinu.
"Lawan mainnya siapa?" tanya Seungri mengkhawatirkan adiknya itu.
"Yuna SNSD sebagai adik tirinya.. Sungha Jung sebagai Ki Hoon, pacarnya Eun Jo yang berusaha direbut Hyo Seon." terang Hyunsuk.
"Hyo Seon?" tanya Seungri bingung.
"Nama Yuna selama di film itu." terang Jinu.
"Baiklah.. Kalau ada Sungha.. Aku tidak khawatir." ucap Seungri bernafas lega.
"Aku tidak akan seyakin itu." ucap Sean lagi.
"Kenapa?" kali ini Seungri mengerutkan keningnya merasa tidak suka dengan apa yang akan didengarnya.
"Sempat ada keributan kecil antara Yuna dan Hanna selama kamu bekerja diluar negri." terang Jinu.
"Kalau kalian mau menggosip sebaiknya tidak disini.. Aku mau bekerja.. Dan Seungri, masalah agenda akan aku beritahu nanti." ucap Hyunsuk mengusir ketiganya keluar.
"Jadi?" Seungri menunggu lanjutan cerita Jinu saat mereka berada di cafetaria.
"Yaa. Masalahnya ada hubunganya sama Sungha." terang Jinu menikmati tehnya.
"Sungha? Adaapa dengan dia?" tanya Seungri lagi.
"Yaaa.. Salah paham sebenarnya." sambung Jinu.
"HYUNG! Jangan bicara setengah-setengah!" hardi Seungri kesal.
"Hanna salah paham dengan keadaan.. Saat itu entah disengaja atau tidak tapi aku yakin itu disengaja.. Yuna terjatuh dan menimpa Sungha dan yaa.. Kamu pasti tau kelamjutannya." ucap Jinu.
"K... Kiss?" tanya Seungri agak ragu.
"Reflek Sungha bagus.. Jadi cuma dibagian pipi." terang Sean tidak mau bercanda seperti Jinu.
"Sayang Hanna saat itu tengah sensitif karna banyak hal." sambung Jinu.
"Lalu mereka berdua tidak ada masalahkan?" tanya Seungri lagi.
"Mana ada yang akan baik-baik saja." ucap Sean lagi.
"Kami pergi dulu." ucap Jinu menarik Sean pergi.
"Loh? Hyung?" Seungri yang bungung melihat hyungnya bangkit pergi, saat ia akan membalikkan badan...
"Oppa!" seseorang memeluk tubuh kekar Seungri dari belakang membuat kaget Seungri.
"Hanna? Adaapa?" tanya Seungri bingung dengan pelukan tiba-tiba adiknya.
"Aku dengar oppa berkelahi dengan Gi Dong oppa diatap. Oppa baik-baik sajakan?" ucap Hanna sambil mengecek keadaan Seungri memastikan oppanya baik-baik saja.
"Aku baik-baik saja.. Mana Sungha?" tanya Seungri menatap Hanna lembut.
"A.. Aku pergi dulu.. Aku mau membeli bahan makanan untuk nanti." ucap Hanna buru-buru bangkit dari kursinya.
"Hanna.."Seungri menahan tangan Hanna saat gadis itu akan beranjak pergi.
"O.. Oppa.. Aku harus pergi." ucap Hann berusaha melepaskan diri.
"Hanna.." Seungri manatap adiknya penuh arti membuat Hanna mulai terisak."Kemarilah." ucap Seungri membawa adiknya kedalam pelukan hangatnya.
"Oppa.." Hanna memeluk erat tubuh Seungri mencari perlindungan.
"Ayo.. Kita cari tempat untuk cerita." ajak Seungri menarik tangan Hanna lembut.
"Dimana?" tanya Hanna yang yakin gak ada tempat aman didalam gedung YG. Karna semua tempat dipasangi kamera.
"Ikut saja." ucap Seungri lagi. "Mungkin semua tempat ada kamera.. Tapi ada 2 tempat yang tidak dipasangi kamera." terang Seungri.
"Kamar mandi dan?"
"Kamar.." ucap Seungri ternyata membawa Hanna ke dorm Big Bang, lebih tepatnya kamarnya.
"Seung... Adaapa dengan dia membawa adiknya kesini?" tanya Daesung melihat Seungri yang buru-buru masuk kekamarnya saat ia baru saja masuk.
"Entahlah.. Mungkin ada hubungannya dengan masalah Hannal." jawab Taeyang.
"Oh iya, Taeyang hyung.. Aku dengar kau dekat dengan seorang gadis.. Siapa?" tanya Daesung tiba-tiba.
"Gadis?" ucap GD menghampiri keduanya saat mendengar kata gadis.
"Kami hanya berteman.." tolak Taeyang untuk bercerita.
"Cerita.." ucap GD dengan aura membunuh plus penasarannya. Dalam sekejap Taeyang telah dikepung TOP, Daesung, dan GD.
"GYAAA!" toa Taeyang ketakutan.
"Aaa... Hyung.. Bisakah pelankan suara kalian?" pinta Seungri yang kepalanya nongol dari balik pintu kamarnya.
"Bukannya kamarmu kedap suara?" tanya Daesung balik.
"Ya.. Tapi suara dari luar tetap bisa terdengarkan.." ucap Seungri lagi.
"Oh ya.. Benar.. Maafkan kami." ucap TOP menarik pergi Taeyang ke kamarnya dibantu Daesung dan GD.
"Jadi siapa?" tanya TOP penasaran.
"Hanya teman.." ucap Taeyang tetep gak mau cerita.
"Teman atau tidak kau harus tetap cerita." ucap GD lagi.
"Well.. Mungkin lebih tepat disebut bertepuk sebelah tangan." tarang Taeyang.
"Bertepuk sebelah tangan? Memangnya kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?" tanya TOP.
"Belum sih.. Cuma aku yakin akan hal itu." ucap Taeyang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau begitu coba dulu." ucap Daesung menyemangati.
"Kau menyukai Lee Hi?" terka GD membuat kaget Taeyang.
"Ta.. Tau dari mana?!" ucap Taeyang gak percaya.
"Cover Hpmu fotonya." terang GD.
"Kapan kau melihatnya?!" tanya Taeyang bener-bener gak percaya.
"Aku melihatnya saat kau pergi ke toilet. Saat itu Hpmu berbunyi.. Jadi aku angkat saja.. Setelah itu aku tidak sengaja melihat cover hpmu." terang GD.
"Lalu kenapa bertepuk sebelah tangan?" tanya Daesung gak ngerti.
"Aku sering melihatnya jalan dengan cowok lain." jawab Taeyang.
"Kalau yang kau maksud itu Thunder adiknya Dara... Kau pasti salah pengertian." ucap GD lagi.
"Memangnya kenapa? Mereka memang terlihat seperti kekasihkan?" ucap Taeyang cemberut.
"Mereka hanya dekat.. Bukan berarti kekasih.." terang TOP.
"Semangatlah sedikit hyung.. Masa kau kalah sama Thunder." hibur Daesung..
"Dia lebih muda.. Lebih tampan.. Dan yang pasti dia lebih tinggi dariku." ucap Taeyang diselimuti aura hitam.
"Aish! Itu bukan berarti kau kalah!" hardik TOP menjitak kepala Taeyang penuh arti.
TING TONG
"Buka pintunya." ucap GD menatap Taeyang.
"Kenapa harus aku?" tanya Taeyang sewot.
"Karna kamu yang dekat dengan pintu kamar TOP hyung." terang GD asal.
"Hah.. Terserah." ucap Taeyang pasrah dan berjalan keluar kamar.
"Alasan macam apa itu hyung?" tanya Daesung bingung.
"Jujur saja.. Kalian mana ada yang mau membukakan pintu." ucap GD melihat TOP yang berguling-guling di kasurnya dan Daesung yang sedang menikmati game Doraemon barunya.
"Iya sih." ucap keduanya berbarengan.
"Seungri!" panggil Taeyang dari luar membuat ketiganya kaget dan berlari keluar.
"Wae?" tanya TOP kaget.
"Bantu aku mengeluarkan Seungri dari kamarnya.. Ada tamu yang mencari dia." ucap Taeyang kembali menggedor pintu kamar Seungri.
"Seungri keluar dari kamarmu! Ada yang mencarimu!" ucap GD ikut menggedor pintu.
"Siapa?" tanya seseorang dari belakang tubuh keempatnya.
"AIGO!" jerit keempatnya kaget.
"Wae?" tanya Seungri bingung.
"Dari mana kau?" tanya GD manatap Seungri kesal.
"Aku? Aku baru saja mengantar Hanna kembali ke dormnya. Wae?" tanya Seungri lagi.
"Ada yang mencarimu." ucap Taeyang lagi.
"Siapa hyung?" tanya Seungri yang gak ingat ada buat janji dengan orang.
"Lee Hi. Katanya dia sudah bikin janji denganmu." ucap Taeyang kemudian berlalu pergi.
"Seungri.. Kau berpacaran dengan Lee Hi?!" ucap Daesung tiba-tiba.
"Anniyo.. Kata siapa?" tanya Seungri kaget.
"Baguslah.. Setidaknya berikan satu untuk hyungmu." ucap Daesung lagi.
"Siapa? Maksudnya Taeyang hyung?" tanya Seungri lagi.
"Memangnya siapa lagi?" tanya TOP.
"Aresso." ucap Seungri kemudian pergi menemui tamunya di ruang tamu.
"Ah.. Seungri oppa.." melihat Seungri menghampirinya, Lee Hi bangkit dari duduknya dan tersenyum senang melihat Seungri.
"Adaapa kesini, Ha Yi?" tanya Seungri lagi.
"Oppa lupa? Jangan panggil aku Ha Yi.. Aku lebih suka di panggil Lee Hi." ucap Lee Hi cemberut.
"Aresso.. Jadi adaapa?" tanya Seungri kembali ketopik.
"Oppa pura-pura lupa atau aku memang harus memukulmu dulubaru ingat?' tanya Lee Hi sambil tersenyum.
"Aaa... Aku memang lupa dan aku tidak butuh pukulanmu untuk mengingatkanku karna itu hanya akan membuatku kesakitan dan aku tetap tidak akan ingat." terang Seungri kemudian tersenyum kecil.
"Akan aku berikan clue." ucap Lee Hi sambil berkacak pinggang.
"Clue?" ucap Seungri gak ngerti.
"Apa kemampuan oppa yang anggota lain tidak bisa lakukan sebaik oppa?" tanya Lee Hi.
"Aaa.. Kemampuanku berbicara?" ucap Seungri.
Bukan.. Hah.. kemampuan apa yang paling menonjol dari oppa selain kemampuan berbicara?" tanya Lee Hi lagi.
"Aa.. Dance? Oh... Oh yaaa... Aku baru ingat.. Aku berjanji membantumu membuat coreo untuk MV-mu." ucap Seungri ingat.
"Huh.. Akhirnya.. Ayoo! Kita sudah banyak membuang waktu." ucap Lee Hi menarik Seungri ergi.
"Hyung.. Aku pergi dulu." pamit Seungri setengah berteriak.
"Nee.. Oppa.. Ada yang ingin aku tanyakan." ucap Lee Hi saat mereka berada diruang dance, Seungri tengah asik mempelajari lyric lagu Lee Hi sambil memikirkan gerakan yang tepat.
"Apa?" tanya Seungri masih konsen dengan kertasnya.
"Saat ini... Ti.. Tidak jadi." ucap Lee Hi kemudian, membuat bingung Seungri.
"Wae?" tanya Seungri kemudian.
"Gak ada.. Lupakan." ucap Lee Hi.
"Nah.. Siap.. Ayo kita mulai latihan." ucap Seungri bangkit dari duduknya dan memulai latihannya dengan Lee Hi.
"Baik." dengan semangat Lee Hi mengikuti semua aba-aba dari Seungri.
"Bukan begitu.. Tapi begini." ucap Seungri mengarahkan Lee Hi dengan serius.
"Begini?" tanya Lee Hi mencoba lagi.
"Bukan.. Begini Lee Hi.." ucap Seungri berdiri dibelakang Lee Hi dan memegang tangan Lee Hi dengan maksud mengarahkan tangan Lee Hi.
"A.. Aresso." ucap Lee Hi yang mukanya juga sudah mulai memerah.
"Kakimu juga harusnya begini." ucap Seungri menepuk pelan kaki Lee Hi sembari mengarahkan.
"Nee oppa." ucap Lee Hi yang mukanya sudah merah padam.
"Kita mulai dari awal lagi ya." ucap Seungri memutar lagu Lee Hi dari awal.
"Oppa!" panggil Lee Hi ditengah-tengah acara mengulang gerakannya.
"Hn?" tanya Seungri terus memperhatikan gerak Lee Hi.
"Aku lihat sepertinya oppa ingin menyampaikan sesuatu." ucap Lee Hi tetap konsentrasi.
"Hmmm.. Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan." ucap Seungri masih serius memperhatikan gerak Lee Hi.
"Apa?" Lee Hi penasaran dengan pertanyaan oppanya itu.
"Diantara anggota Big Bang.. Siapa yang kamu sukai? Kamu harus jawab jujur, jangan karna aku ada disini kamu malah bilang aku." ucap Seungri lagi.
"Aa.." mendengar pertanyaan Seungri spontan Lee Hi berhenti tepat saat musik habis.
"Wae?" tanya Seungri bingung.
"Anggota yang aku sukai ada disini." ucap Lee Hi membuat Seungri yang kelewat polos bingung.
"Siapa?" tanya Seungri melihat sekeliling.
"Aku suka oppa! Lebih dari sekedar adik kakak. Saranghaeyo!" ucap Lee Hi mencium pipi Seungri kemudian berlari pergi.
"Hee? He? HEEEEE?!" Seungri hanya membantu berusaha mencerna kejadian yang baru saja terjadi padanya.
"Seungri.. Apa yang aku katakan tentang memberi hyungmu kesempatan?!" hardik GD menggetok kepala Seungri keras.
"Aku.. Aku tidak.." Seungri hanya bisa diam melihat Taeyang yang menatapnya kesal dan dendam.
"Bukankah kau sudah aku ingatkan?!" hardik GD lagi.
"Sudah.. Lebih baik jangan ikut campur." ucap TOP menarik pergi GD.
"Wae?" tanya Taeyang menatap lantai.
"Seungri aku..." CL yang berniat masuk kedalam ruangan terhenti saat melihat Taeyang dan Seungri tengah berbicara serius tidak seperti biasanya.
"Hyung.. Aku sungguh tidak mengharapkan ini." ucap Seungri lagi.
"Oppa?!" ucap CL kaget melihat Taeyang tiba-tiba menerjang Seungri
"Hyung.." Seungri diam saja dirinya dihajar hyungnya.
"Wae?!" hardik Taeyang terus melampiaskan kemarahannya dengan tinjuan yang ia hujamkan ke Seungri.
"Oppa.. Hentikan.." CL berusaha menghentikan keduanya dengan tenaga yang ia punya.
"YAA! Kau selalu mengambil semuanya dariku! WAE! Bukannya sudah cukup kau mengambil milikku?!" hardik Taeyang masih belum mau berhenti.
"Oppa.. Hentikan.." ucap CL masih berusaha memisahkan keduanya terlebih melihat Seungri yang mulai babak belur.
"Hey! Adaapa ini?" tanya Jinu kaget mendapati Taeyang menghajar Seungri tanpa ampun sedangkan CL masih berusaha menghentikan keduanya.
"Hyung?!" Daesung yang kebetulan lewat kaget melihat perkelahian keduanya dan berusaha menghentikan keduanya dibantu Jinu.
"Oppa!" ucap CL meminta bantuan.
"Hey kalian berdua! Berhenti!" ucap Jinu menarik Taeyang menjauh dari Seungri.
"Kau!" Taeyang masih belum puas kembali berusaha menghajar Seungri yang tergeletak dengan darah mengalir dari bibir dan hidungnya.
"Oppa?! Kau baik-baik saja?" tanyaCL membantu Seungri berdiri.
"CL bawa Seungri pergi.. Aku dan Daesung akan coba tenangkan Taeyang dulu." ucap Jinu yang melihat Taeyang masih tersulut api emosi.
"Aresso." ucap CL membopong Seungri pergi.
"Mianne... Hyung.." ucap Seungri saat ia melewati Taeyang.
"YA! AISH! Kembali kesini akan kuhajar kau!" hardik Taeyang memberontak membuat Daesung dan Jinu kewalahan.
"Kau ini kenapa Taeyang?! Sadarlah!" ucap Jinu menahan Taeyang yang makin lepas kendali.
"Hyung.. Maafkan aku.." ucap Daesung kemudian membanting tubuh Taeyang untuk menenangkannya.
"Sudah merasa lebih baik?" tanya Jinu melihat Taeyang.
"Hyung.. Aku yakin ini tidak seperti yang kau pikirkan.. Seungri itu tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Dia tidak pernah mengambil apapun darimu." terang Daesung.
"Tau apa kau?!" hardik Taeyang..
"Aku tidak pernah bohong hyung.. Seungri tidak pernah mengambil apapun darimu. Ia justru selalu mengalah pada kita semua." ucap Daesung. "Ingat saat kita memilih wallpaper kamar? Dia ingin sekali wallpaper iron man itu.. Tapi dia mengalah saat tau hyung juga menginginkannya.. Dia memilih wallpaper panda dan kita malah mengejeknya." ingat Daesung.
"Yang lebih mencolok.. Dia tidak pernah sekalipun ingin mengambil posisimu.. Ingat lagu-lagu kalian selama ini.. Dia tidak pernah ribut saat bagiannya selalu sedikit dari kalian.. Kau selalu mendapatkan jatah yang lebih.." ingat Jinu.
"Lalu saat kita semua makan daging panggang.. Dia selalu memotong dagingnya dan kita selalu memakan semua sehingga dia cuma mendapat potongan-potongan kecil saja." Daesung melanjutkan.
"Kalau kau masih tidak percaya.. Bagaimana kalau sekarang kita keruangan Hyunsuk dan lihat video rekaman CCTV ruangan ini." ajak Jinu agar Taeyang puas dan yakin.
"Tapi.." Daesung yang mendengar itu berubah takut.
"Tenang saja.. Hyunsuk tidak ada diruangannya.. Dia sedang makan bersama keluarganya sekarang." ucap Jinu menyeret keduanya.
-Ruang latihan 2NE1-
"Wae?!" tanya Hwang yang kebetulan sedang menyiapkan jatah latihan para 'keluarga YG'.
"Dia berkelahi dengan Taeyang oppa." terang CL membaringkan Seungri di sofa.
"Karna apa?" tanya Hwang sambil memeriksa luka Seungri yang sudah tidak sadar itu.
"Aku tidak tau.. Saat lewat aku melihat mereka sudah bertengkar." terang CL panik.
"Parah.." ucap Hwang yang melihat luka Seungri. "CL, ambilkan kotak P3K." perintah Hwang yang langsung dipatuhi CL.
"Permisi.. Disini ada.. OPPA?!" Hanna yang melihat oppanya tengah berbaring di sofa dan tengah dirawat Hwang langsung berhambur kedalam ruangan.
"Hanna tenang dulu.." ucap CL berusaha menjauhkan Hanna agar tidak mengganggu Hwang.
"Oppa.. Unni.. Apa yang terjadi?" tanya Hanna menangis dalam pelukan CL.
"Hanna tung.." seorang laki-laki yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan tertegun melihat ruangan itu penuh dengan aura khawatir.
"Sungha? Adaapa?" tanya CL melihat laki-laki itu.
"A.. Adaapa dengan Seungri hyung?" tanya Seungha kaget.
"Lukanya harus ditangani lebih lanjut.. Sebaiknya kita bawa dia kerumah sakit." saran Hwang yang hana berhasil mengobati beberapa luka Seungri.
"Akan aku telp ambulance." ucap CL melepas pelukan Hanna dan berlari keluar untuk menelphone.
"Ha.. Hanna.." Sungha melihat Hanna yang sangat sedih memeluk oppanya.
"Oppa.." Hanna memeluk tubuh Seungri penuh rasa khawatir.
"Hanna.. Tenanglah.." Sungha menghampiri Hanna dan berusaha menyemangati gadis lemah itu.
"Oppa!" Hanna benar-benar kalut melihat oppa yang ia sayangi seperti ini.
"Hanna, kamu mau kemana?" tanya Sungha melihat Hanna bangkit dan berlari pergi.
"Appa.. Eomma.." ucap Hanna sambil mencari no HP kedua orang tuanya. "Appa.. Appa dimana?" tanya Hanna dengan suara parau dan isak tangis.
"Appa dirumah.. Wae? Kamu kenapa?" tanya ayah Hanna.
"Eomma?" tanya Hanna balik.
"Ada disebelah appa sekarang.. Kamu kenapa?"ulang sang ayah khawatir pada anak perempuan satu-satunya itu.
"Appa.. Oppa dibawa kerumah sakit." ucap Hanna sambi menangis.
"Wae?! Rumah sakit mana?" tanya sang ayah khawatir dan cemas.
"Rumah sakit XX." ucap CL saat Hanna manatapnya.
"Rumah sakit XX." jawab Hanna menangis.
"Tenanglah.. Kami akan segera kesana.. Ya.. Tenanglah ya.." hibur sang ayah untuk menenangkan anaknya.
"Aresso." ucap Hanna lagi.
"Siapa yang memesan ambulance?" tanya Bom menatap ambulance yang berhenti didepan gedung YG lewat jendela kamarnya.
"Unni! Aku pergi dulu!" teriak CL kemudian membanting pintu.
"Minzy! Wae?!" tanya Dara dan Bom saat Minzy memanggil mereka dikamarnya.
"S.. Seungri oppa.." ucap Minzy menunjuk keluar jendelanya.
"Seungri? Maksudmu yang dibawa itu Seungri?!" ucap Dara kaget.
"Aku rasa anggota Big Bang yang lain belum tau." ucap Bom melihat GD dan TOP yang baru kembali dari acara makan malam mereka 15 menit setelah ambulance pergi.
"Aku akan coba hubungi mereka dan memanggil mereka kesini." ucap Dara buru-buru mencari kontak GD.
"Tidak perlu. Jinu oppa menyuruh kita semua berkumpul di cafetaria." ucap Bom membaca sms yang masuk ke Hpnya.
-Cafetaria-
"Adaapa oppa?" tanya Minzy saat semua telah berkumpul diruangan itu.
"Aku yakin kalian bertanya-tanya masalah ambulance tadi." ucap Jinu lagi.
"Ya.. Memangnya siapa yang masuk rumah sakit dan kenapa?" tanya Gummy penasaran.
"Seungri.. Dia dilarikan kerumah sakit sehabis berkelahi dengan Taeyang." terang Jinu lagi.
"Taeyang?! Wae?!" ucap TOP kaget.
"Salah paham.." lanjut Daesung.
"Yang aku khawatirkan luka lebam didadanya dulu." lanjut Hwang yang sempat melihat ada keanehan dengan dada Seungri.
"Kenapa Seungri oppa berkelahi dengan Taeyang oppa?" tanya Lee Hi menatapbingung Taeyang.
"Aa... Aku rasa.. Untuk masalah itu kami gak bisa cerita.. Kamu harus tanya Taeyang sendiri." ucap Jinu.
"Apa karna 'itu'?" tanya PSY melihat Jinu.
"Hanya masalah 'itu' atau yang berhubungan dengan 'itu' yang bisa bikin masalah ini muncul." ucap Tablo sedangkan yang lain hanya manggut-manggut.
"Seungri dikawal siapa?" tanya TOP lagi.
"Ada CL, Hanna, dan Sungha serta kedua orang tua Seungri yang menyusul kesana." jawab Hwang.
"Rumah sakit mana?" tanya Lee Hi tiba-tiba.
"XX.. Wae?" tanya Jinu lagi.
"Hey! Kau mau kemana?!" tanya Jinu melihat Lee Hi pergi.
"Stop." Sean menghentikan Lee Hi.
"wae? Aku harus melihat oppa." ucap Lee Hi berusaha kabur.
"Tidak bisa.. Ini sudah malam.. Dan lebih baik kamu istirahat untuk rekaman MV besok." ucap Sean mencari alasan.
"Ba.. Baik.. Dan jangan coba-coba kabur saat yang lain tidur." sambung Sean serius.
"Baiklah.. Bubar.. Kalian bisa melihat Seungri besok." perintah Jinu membuat semuanya bubar.
"Untuk jaga-jaga.. Untuk malam ini sebaiknya aktivkan saja." ucap Teddy saat semuanya sudah menghilang.
"Ya.. Ini terpaksa," ucap Sean pergi keruangan Hyunsuk dan mengaktivkan kode pintu dorm semua orang, membuat tidak siapapun bisa membuka pintu kecuali kode itu dilepas dan hana bisa dilepas lewat tombol khusus diruang Hyunsuk setelah memastikan semuanya ada didalam dorm.
TBC
