Previous

"DIAM!"

Suho mencekik leher Lay geram, membuat namja Chinese itu kekurangan pasokan oksigennya

"SIAPA YANG MENGIJINKANMU BERSIKAP MANJA PADA ORANG LAIN HAH?" ucap Suho dengan mata merah marah

"SUDAH KUBILANG JANGAN PERNAH MENDEKATI ORANG LAIN, KAU HANYA MILIKKU APA KAU LUPA?" Suho melepaskan cekikannya membuat Lay meraup banyak oksigen disana

Dengan tangan yang terikat, tak banyak yang dapat ia lakukan

'Kurang ajar kau Kim!' batin Lay dalam hatinya

Suho berjalan mengambil sebuah kotak dari dalam lemarinya dan kembali mendekati kekasihnya yang masih mencari banyak pasokan udara. Dengan kasar ia menjambak ujung surai itu membuat empunya mau tak mau mengarahkan pandangan padanya

"Kau harus dihukum sayang" ucap Suho meraup bibir itu ganas membuat Lay terbelalak dan tak dapat melawan karena pergerakannya dikunci

Junmyeon menyudahi ciumannya dan melepas zipper celana Lay lalu menariknya hingga terlepas entah kemana, menunjukkan kemaluan Yixing yang masih tertidur

Dengan tak sabar Suho memakaikan sebuah cookring di kemaluan itu dengan suatu benda lain berbentuk jarum kecil lalu memasukkannya dalam saluran orgasme Lay hingga namja manis itu memekik tak karuan

"Aaaakkkkkkhhhh sakiiiiittttttt!" dengan air mata menghiasi teriakannya

Lay berusaha memukul tubuh Suho membabi buta namun dengan sekali sentak, Junmyeon berhasil membuat Lay terbaring dan mengangkat kakinya keatas hingga hole kesukaannya terpampang

Tanpa belas kasih dimasukannya sebuah dildovibrator kedalam lubang itu tanpa pemanasan dan tanpa pelumas membuat rasa perih juga panas Lay terima di bagian bawah tubuhnya

"Aaarrggggghhhhh!" Lay kembali berteriak dengan air mata semakin mengucur. Dan Suho tetap tak peduli

Diambilnya lagi sebuah ball gag dan memasukannya dalam mulut Lay hingga tak terdengar lagi suara teriakan tadi, hanya sebuah erangan tertahan yang ada

Sebagai sentuhan terahir dilepasnya kaos yang menempel pada tubuh Yixing lalu sebuah vibrate nipple clip terpasang indah di kedua putingnya membuat Lay merasakan reaksi aneh dalam tiap efek benda - benda ditubuhnya

Lay terlihat sangat menggoda saat ini, mulut yang di sumpal oleh sebuah bola kecil yang pas dimulutnya, dasi yang mengikat kedua tangannya, nipple clip di kedua tonjolan dadanya, cookring dan jarum kecil pada kemaluannya serta sebuah dildovibrator dalam lubang analnya. Sungguh cantik bagi Suho dengan air mata di lelupuk iris indah disana

Tanpa menunggu lama suho menekan tombol di genggamannya dan mulai mengatur tempo yang di inginkan membuat benda dalam lubang Yixing bereaksi dan berputar serta menumbuk kasar bagian bawahnya

Tak lupa nipple clip di ujung dada Lay ikut bergetar akibat respon remot dalam kuasa Suho

Lay mulai menggeliyat dengan erotis, suaranya sangat tertahan disana. Rasa sakit menyerbu kedua benda sensitif bagian bawah tubuhnya. Bukan rasa nikmat yang ia dapat, hanya rasa sakit dan perih teramat ia terima

'KURANG AJAR KAU SUHO KIM! GEGE TOLONG AKU!'

Batin Lay dalam isak tertahannya

.

.

.

Chapter 12

HeartBreaker

By : D' eXcrusius Paripachuka

.

.

.

Title : HeartBreaker

Cast : Kim Junmyeon x Zhang Yixing (SuLay)

Other Cast : HunHan, Kaisoo, ChanBaek, ChenMin, KrisTao

Romance, Crime

Yaoi, BDSM, Typo (s)

Rate : T - M

.

.

.

Summary

Suho seorang tuan muda tampan dengan kekuasaan bak pangeran berdarah dingin tiba - tiba terjerat permainan seorang yang membuatnya jatuh. Tidak tidak, bukan jatuh cinta, tapi jatuh karena kebodohannya

Kebodohan membiarkan logikanya dipermainkan dengan manis yang membuatnya lupa bahwa ini semua hanyalah sebuah game

Menyerahkan seluruh hidupnya, ambisi, arogansi, harga diri. Sekarang apa yang ia punya? Hanya penyesalan dan tekat untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya. Termasuk 'dia' seorang yang berani membuang dan mencampakannya di tengah keterpurukan. Ya hanya 'dia' Zhang Yixing

Keluarga Mafia / kekerasan / pelecehan / Yaoi / BxB / DLDR / BDSM / harap berfikir dewasa / SULAY area

.

.

.

"Eunggghh"

"Eunggghh"

"Eunggghh"

Suara tertahan yang berasal dari bibir cherry itu terus menggema. Mengekspresikan betapa teramat rasa sakit yang ia terima

Perlakukan kekasihnya yang nyeleneh dengan memasangkan toys sex di penjuru tubuhnya secara kasar dan tak berperasaan membuat harga dirinya hancur

Baru pertama kali ia diperlakukan semacam ini oleh orang lain. Ia tak terima, tapi apa daya tak ada yang dapat ia perbuat selain menahan dan berdoa agar penderitaan tersebut cepat berakhir

Dia menyesal, seharusnya sejak awal ia mengikuti kata - kata sang gege untuk langsung menghabisi musuh ini, tapi hobinya yang suka bermain - main melarangnya melakukan hal itu. Dan sekarang apa yang ia dapat?

Air mata terus mengucur dari kedua pelupuk matanya, wajah itu memerah tatapannya begitu sayu dengan tubuh yang remuk

Sedangkan Suho? dia sedari tadi menikmati rintihan orang yang ia cintai dengan sangat. Ada rasa kecewa dan marah dalam pandangannya, namun jauh dilubuk hati kecilnya merasa iba melihat pemandangan itu tapi akal pikirnya berkata lain

Ia masih menikmati tubuh di depannya yang menari erotis di atas ranjang, tubuhnya berlenggak lenggok bak ular nan sexy

Hasratnya semakin menjadi, di buka seluruh kain yang menempel pada tubuhnya kemudian dengan lihai ia mengurut mr. P miliknya seraya menatap objek menarik itu

Gerakan tangannya maju mundur dengan cepat, matanya mulai menutup membayangkan rasa sang kekasih. Nafasnya memburu bersautan dengan deruan namja berlesung pipi disana

"Haahh... Aahhh... Hahhh.."

"Eungghhh"

"Hahhh... Hhaaaa.. Yiixiingghhh...aaahhh"

Ucapannya semakin tak karuan, hingga pandangannya bertemu tatap dengan kelereng cantik kekasihnya. Segera Junmyeon berdiri melangkah mendekati ranjang itu dan mulai menggigit - gigit kecil ceruk leher Yixing

"Eungghhhh..."

"Eunggghhh..."

Lay terus bergumam dan berusaha menolak perlakuan Suho dengan menggelengkan kepalanya. Junmyeon yang sudah menjadi iblis tak suka dengan penolakan segera melepas gag ball dari mulut itu dan tanpa jeda meraup habis benda tersebut

Lidahnya masuk dan menjelajahi isi ruang didalamnya. Mengabsen satu - persatu hingga berjumpa dengan benda kenyal lain dan langsung ia sesap tak memperdulikan erangan sang kekasih

Lay masih menolak, ia tak mau diperlakukan layaknya binatang jalang, dengan berani diggigitnya lidah Suho, membuat namja angelic itu tercekat dan menarik lidahnya

"Aakkkhhh!"

"LEPASKAN AKU BRENGSEK HIKS!" Lay berteriak meluapkan emosinya dengan air mata yang meleleh

Suho geram mendapat penolakan dari namja di bawahnya. Mencoba tak mengidahkan kata - kata itu ia meraup kembali bibir manis tersebut, membuat Yixing semakin terdesak dan menangis. Hingga suara sesenggukan membuat Junmyeon menghentikan aksinya dan menatap namja manis itu

"Hiks... Hiks... Hiks..."

Dengan lembut, di belainya pipi sang kekasih dan dilijatnya bekas lelehan air mata tersebut mencoba menenangkan

"Sssttt, tenanglah sayang"

Lay terbelalak mendengarnya, bagaimana ia bisa tenang saat rasa sakit menderu seluruh bagian vitalnya?

"LEPASKAN AKU HIKS, LEPASKAN BRENGSEK!"

"Ssstt, aku disini sayang. Cobalah untuk menikmati hukumanmu ne" ucap Suho tanpa dosa dan mengecup bergantian kelopak mata itu

"SAKITT, LEPASKAN JUNMYEON HIKS HIKS"

"Kau hanya perlu menikmatinya sayang"

"BUNUH SAJA AKU JANGAN MENYIKSAKU SEPERTI INI HIKS"

Suho membola, bagaimana bisa kekasihnya berkata seperti itu?

"Jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku sayang, jangan pernah!"

"LEPASKAN AKU SUHO KIM!"

PLAK!

"SUDAH KUBILANG PANGGIL AKU JUNMYEON!"

"KENAPA KAU MENYIKSAKU SEPERTI INI?"

"INI HUKUMANMU KARENA BERANI BERMESRAAN DENGAN ORANG LAIN!"

"BIADAB! AKU HANYA MEMINTA BANTUANNYA UNTUK MENJAGA TAO KENAPA KAU HARUS MARAH SEBELUM TAHU MASALAHNYA HAH? HIKS!" bela Lay dengan akting terbaiknya

"LEPASKAN AKU! ATAU AKU AKAN MENGGIGIT LIDAHKU SENDIRI SAMPAI MATI"

Suho terhenyak!

Dengan segera, akal sehat kembali menyeruak dalam pikirannya. Hatinya bergerak untuk tak membiarkan orang paling berharga dalam hidupnya ini pergi

Tanggannya menyambar kasar benda kotak disofa lalu menekan tombolnya hingga gerakan seluruh alat di tubuh Lay terhenti

Yixing bernafas lega sesaat, namun deru rasa sakit tetap menghinggapinya hingga air mata itu tetap mengucur

Tanggan Suho mulai menarik satu persatu pernik di tubuh kekasihnya, melepaskan alat - alat siksaan tadi hingga tangan Lay bebas dan mulai memukul Suho dengan garang

Dia melampiaskan seluruh kekesalannya pada tuan muda Kim itu dengan terus memukul dada bidangnya keras sekuat tenaga yang tersisa dari tubuhnya

"BRENGSEK! AKU MEMBENCIMU KIM! AKU MEMBENCIMU HIKS" teriak Lay masih menangis

Suho hanya diam mendapat perlakuan itu. Ia tahu bahwa yang baru saja terjadi adalah kesalahannya

"HIKS... HIKS... AKU MEMBENCIMU!"

"Maaf.. Maafkan aku Yixing" ucap Suho berhasil mencekal tangan kekasih berdimplenya

Yixing menatap namja di depannya dengan tatapan marah, di hempaskannya cekalan itu lalu menampar tubuh dihadapannya

PLAK!

"KAU BINATANG! JANGAN PERNAH MENYENTUHKU!"

Suho tercekat, kekasihnya benar - benar marah. Dengan instingnya, tubuh itu ia rengkuh namun sebuah tendangan diterima sebagai balasan

BRUGH!

"Argh!"

"JANGAN MENYENTUHKU!" Yixing menendang perut musuhnya tersebut dan berusaha berdiri dengan susah payah mencari pakaiannya yang terlempar ke sembarang arah

"Yixing, aku mohon maafkan aku. Aku tak dapat mengendalikan emosiku maaf" ucap Suho mencoba menghentikan Yixing

Lay diselimuti rasa marah dan sakit masih terus tak memperdulikan kekasihnya. Ia memakai seluruh pakaiannya sembarang dan bergegas dari tempat itu

"Yixing, aku mohon maafkan aku. Aku hanya tidak bisa jika melihatmu bersama orang lain maafkan aku kumohon"

Suho mengejar dengan segala penyesalannya namun sebuah tendangan kembali menerjang sudut ulu hatinya hingga ia terhuyung dan terjatuh

"AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU BRENGSEK!"

BLAM!

Pintu flat itupun tertutup seiring menghilangnya Yixing di baliknya. Meninggalkan Suho dengan segala penyesalan dan rasa bersalah

.

.

.

"Jaehyun! Taeyong!"

Panggil seorang namja dengan mata sembab dan suara serak sesenggukan

"Ne bos"

"Aku punya tugas untuk kalian, dan pastikan ini berhasil"

Kedua orang yang diperintahpun menganggukkan kepalanya

'Aku akan membalasmu Kim'

.

.

.

Deru musik menggema dalam ruangan penuh sesak remaja dengan segala kepenatannya. Berkumpul melenggokkan tubuh mengikuti alunan musik EDM ciptaan Park Chanyeol

Sepulang dari menjenguk Luhan, Chanyeol dan Chen kembali pada bisnis malam mereka menjadi penguasa club

"Liquor" pinta seorang yeoja memesan pada Chen sang bartender

Dengan cekatan tangan namja itu meracik minuman yang dipesan gadis cantik tersebut

Kulitnya putih, wajahnya menggoda dan belahan dada yang pas. Siapapun namja yang melihatnya pasti akan bertekuk lutut, namun tidak untuk Jongdae pemilik hatinya hanya Kim Minseok seorang tak ada yang lain

"Ini pesananmu" ucap Chen dengan senyum ramahnya

"Gomawo" balas gadis bergaya mewah itu

"Kau terlihat lelah oppa" lanjutnya melihat garis wajah Chen yang kusut

"Yah, kau benar. Tapi profesionalitas tidak memandang privasi bukan" balas Chen dengan sebuah kerlingan mata

"Kim Ha Im" gadis itu mengulurkan lengannya pada Chen dibalas sahutan lembut oleh namja kotak tersebut

"Kim Jongdae, tapi panggil aku Chen" ujarnya

Gadis itupun menyesap cairan dalam gelas di depannya dan tersenyum

"Kau pintar memadupadankan rasa tiap minuman ku rasa"

"Hahahahahha, itu tugasku nona"

"Kau benar hahahahha"

Keduanya larut dalam perbincangan tak jelas dan garing sesungguhnya. Namun cukup mengusir kepenatan yang Chen rasakan tatkala menunggu sang kekasih yang belum datang seperti biasa

Bukan hanya mereka berdua sebenarnya dalam deretan meja itu. Ada seorang lagi yang sedari tadi mengawasi dan mendengarkan perbincangan tak bermutu kedua insan disampingnya

Pandangan matanya berotasi mencari targetnya berada. Ah, itu dia!

Park Chanyeol masih asik dengan berbagai peralatan Dj nya di atas lantai dansa. Namja yang sedari tadi duduk dan mengawasi itupun berjalan mendekat pada sosok alien disana

Berdiri disampingnya dan menggerakkan tubuh mengikuti dentum musik yang masuk dalam indra di telinganya

Kemudian mendekatkan kepalanya di sudut telinga panjang Chanyeol yang bebas dari headphone Dj nya

"Kau lumayan juga Park Chanyeol"

Chanyeol tersenyum mendengar pujian tersebut

"Thanks" ucapnya mengacungkan jari membentuk pola ok dengan telunjuk dan ibu jari

"Byun Baekhyun"

Chanyeol mengeryit mendengar nama gebetannya di sebut oleh orang asing yang tak pernah ia temui sebelumnya

"Dia cantik bukan?" lanjut namja itu semakin membuat Chanyeol berfikir

"Apa kau sudah tidur dengannya?"

Mata Chanyeol membola mendengar itu

'sebenarnya siapa orang ini' batin Chanyeol mendengar perkataan tak sopan dari orang di sampingnya

"Aku sudah lama tak menikmati lubang nikmat itu, bagaimana ya rasanya sekarang?" ucap namja misterius tersebut dengan tangan yang diusapkan pada bibirnya

Chanyeol menggeram mendengar perkataan konyol orang tersebut langsung menarik satu kerahnya dan bersiap memberikan bogem sakral karena telah berani berucap seronok pada Baekhyun

"Ups! Santai Park. Kau tidak berfikir bahwa kau yang pertama mendapatkan Baekhyun bukan?" namja itu tersenyum remeh pada Chanyeol membuat orang dihadapannya mendidih

"TUTUP MULUTMU ATAU AKAN KUPASTIKAN KAU BERAKHIR DI PEMAKAMAN!" ucap Chanyeol penuh penekanan

"Hahahahhahaha, mau beradu denganku?" ucap lelaki tersebut dengan mata memicing

Chanyeol ingin sekali menghabisi orang di depannya dengan sekali tembak. Sungguh

"Enyahlah dari sini!"

"Hahahhaha, apa kau takut kalah dariku dan Baekhyun mencapakanmu?"

"Shitt! Tutup mulutmu sialan! Apa yang kau mau?"

"Just playing the music"

"Apa taruhannya?"

"Byun Baekhyun" Chanyeol tercekat

"Jika orang - orang lebih suka dengan musikku dari pada musikmu, maka akan kupastikan Baekhyun akan disisiku selamanya" ucap namja asing disana

"BRENGSEK!" Chanyeol menarik kerah itu lagi

"Kenapa? Kau takut Park?"

"Jangan pernah bermimpi bertemu Baekhyun apalagi bersamanya. Camkan itu!" Chanyeol melepaskan cengkramannya kasar

"Kita lihat akhirnya Park!"

'Let's start the game' batin namja itu semangat

.

Lantai dansa itu sangat riuh merasakan atmosfir duel antara 2 orang namja di atas stage sedang memainkan tanggannya secara terampil di atas Dj box masing - masing bergantian

Chanyeol tengah asyik mengumandangkan aliran Electronic dengan tempo upbeat membuat para pendengarnya meliukkan tubuh mengikuti irama yang ia buat

Senyum sinis ia tujukan pada sosok disampingnya yang sedang mengamati dan memandangnya remeh

Tibalah giliran sound music namja itu -Jaehyun- menggema kepenjuru arah. Dentuman power Dubstep dengan aliran yang memakai efek sangat kuat dan banyak sekali suara Drum juga Bass membuat orang di lantai dansa di sana bersorak dengan lantang

Chanyeol geram saat Jaehyun menatapnya penuh kemenangan. Jari - jarinya masih memainkan berbagai trik diatas Turntabel yang bersuara itu menatap remeh Park yang bodoh

Chen yang menyaksikan duel diatas sana mulai khawatir atas temannya. Dengan segera di tinggalkannya bar set tersebut dan bergegas ke atas

Namun baru saja ia hendak berjalan gadis bernama Kim Ha Im itu lebih dulu menghimpitnya ke dinding dan mencium bibir Chen ganas

Chen menolak perlakuan itu tentu saja, wanita di depannya pasti tengah mabuk sekarang, dengan susah payah di lepaskannya pagutan mereka. Namun bukannya terlepas, yeoja itu malah semakin berani memasukkan lidahnya dalam rongga Jongdae

Oh, Jongdae hanyalah seme biasa seperti laki - laki pada umumnya, yang akan bereaksi apabila disuguhi hal menarik seperti ini. Jujur dia menikmati pergulatan lidah panas mereka dan mulai berani membalas. Bahkan tangannya kini tak lagi diam, dirabanya bongkahan kenyal itu melanjutkan interaksi mereka lebih dalam

Gadis tersebut pun melakukan hal yang sama, tangannya sudah berani melepas kancing Jongdae dan mengelus dada berotot milik Xiumin itu erotis, sebuah senyuman terlukis di bibirnya saat ekor mata lentik itu nenemukan objek lain yang sedang menatap mereka

Mencoba tak perduli Ha Im memperdalam pergulatan mereka, membuat dua orang lain yang melihatnya tercekat. Bahkan satu diantarannya mulai berkaca - kaca

"Che-Chen?" ucap namja yang tengah berkaca - kaca tersebut

Yang di panggilpun tak merespon, birahinya sudah memuncak akibat buaian yeoja cantik itu. Ciuman mereka sangat panas bahkan udara dingin ruang penuh ac tersebut tak dapat menetralkannya

"Yak! KIM JONGDAE!" Baekhyun berteriak membuat Chen dalam cumbuan itu menghentikan aksinya karena mengenali suara yang baru ia dengar

Matanya membulat, melihat kekasih gembulnya berkaca - kaca menatapnya dengan raut kecewa. Hati Xiumin hancur tentu saja, bak di tikam sebuah belati hatinya sudah terkoyak dengan berbagai macam goresan sakit hati

Tak ingin menambah rasa sakit itu, Xiumin berlari menjauh dari tempat saksi bisu perbuatan sang kekasih yang bermesraan dengan seorang yeoja cantik dan sexy disana

Kim Ha Im itu tersenyum puas melihat hasil perbuatannya. Dia masih sibuk mencumbu bagian tubuh Chen membuat namja di hadapannya itu tak dapat berfikir logis

"Chagi" Chen membuka mulutnya yang terasa amat berat dan kelu menemukan kekasih gembulnya berlari meninggalkan tempat tersebut

Dengan segera alam sadar Chen kembali membuatnya menghempaskan gadis jalang tersebut dan berlari mengejar sang kekasih meninggalkan Baekhyun dengan tatapan nyalangnya menatap Ha Im kesal

"KAU WANITA MURAHAN, BERANI SEKALI MEMBUAT TEMANKU MENANGIS" ucap Baekhyun menunjuk muka gadis didepannya sengit

Gadis itu tersenyum dan menampik tangan Baekhyun kasar

"Dari pada sibuk mengurusiku, kenapa tidak kau coba untuk melerai dua orang disana" Kata wanita itu menatap lantai Dj diatas mereka

Baekhyun terbelalak, Chanyeol tengah baku hantam dengan seorang lelaki dengan bengal. Mulutnya terbuka lebar saat melihat namja yang ia sukai mengeluarkan darah dari sudut bibirnya

Dengan tergesa ia mencoba menuju tempat kejadian perkara disana, namun lautan manusia di dance floor tersebut tak memberikannya akses dan sibuk bersorak melihat kedua Dj saling berkelahi. Bahkan bagian keamananpun sulit memecah gelombang manusia itu

"Brengsek! Tarik kata - katamu bajingan" Chanyeol memukul pipi orang dihadapannya dengan keras dan menarik kedua kerahnya

"Apa yang harus ku koreksi hah? Memang benar aku dan Baekhyun tidur di apartemennya saat kau datang bertamu minggu lalu. Itu menjelaskan bukan kenapa dia terlambat menemuimu" balas Jaehyun dengan sebuah tinjuan di pelipis wajah Chanyeol

"BRENGSEK!" Chanyeol menggeram frustasi

Tidak mungkin Baekhyunnya akan melakukan hal itu dibelakangnya. Ia tahu bahwa namja pengkoleksi eyeliner itu menyukainya juga, tidak mungkin semua yang dikatakan namja brengsek ini nyata

Namun tak dapat dipungkiri rasa kecewa dan ragu menyelimuti Chanyeol saat ini. Tak ada ikatan apapun atara dirinya dan Baekhyun, jadi jikapun Baekhyun ingin melakukannya dengan orang lain itu bukan urusannyakan? Tapi kenapa dia marah?

Jaehyun tersenyum melihat pancingannya pada Chanyeol berhasil. Namja alien itu sudah kacau saat ini. Tugasnya sudah selesai

Dengan segera di pukulnya lagi perut Chanyeol dan menendangnya hingga tersungkur kemudian tersenyum dan melangkahkan kakinya pergi

Tatapannya menemukan objek menarik diantara banyak orang di lantai dansa itu. Dengan sengaja ia membalik tubuhnya memastikan Park itu melihat aksinya

Langkah Jaehyun berhenti di depan Baekhyun yang menatap cemas Chanyeol dari kejauhan, dengan segera di miringkannya kepalanya dan melumat cepat bibir pedas Baekhyun membuat namja cantik itu terdiam

Chanyeol gemeretak menyaksikan orang yang ia cintai berciuman dengan lelaki lain. Ini membuktikan bahwa ucapan orang yang baru saja saling hanjar dengannya adalah benar. Chanyeol murka sangat sangat marah

"ARGHH!" teriaknya melampiaskan kekesalan

.

.

.

"Chagi-ya" Chen berusaha mengehentikan langkah kekasihnya dengan sebuah cekalan di lengan

Xiumin berhenti dengan air mata masih membanjiri kedua pelupuk matanya

"Chagi-ya maafkan aku. Gadis itu, dia tadi sedang mabuk maaf kan aku" ucap Chen menjelaskan

"Kau benar, dia sedang mabuk. Tapi kau TIDAK! Lalu kenapa kau malah membalasnya ha? KENAPA?" Xiumin menatap Chen sengit dengan matanya yang sipit

Chen tercekat, entah setan apa yang merasukinya tadi, sungguh tak ada maksud sedikitpun untuk berpaling dari kekasihnya ini sungguh!

"Aa-aaku... Aku-"

"CUKUP! Hentikan semuanya hiks"

"Chagi... Maafkan aku, aku tadi bersalah sungguh tapi aku tak dapat mengendalikan diriku sendiri maafkan aku chagi-"

"CUKUP! AKU BILANG CUKUP KIM JONGDAE! AKU INGIN SEMUA INI BERAKHIR"

"HUBUNGAN INI SAMPAI DISINI SAJA. SILAHKAN KAU LANJUTKAN CUMBUANMU DENGAN YEOJA ITU AKU TAK AKAN MENGGANGGU"

Selesai dengan ucapannya Xiumin melepas genggaman di tanggannya dan berlalu pergi

Chen cengo tak percaya dengan ucapan yang baru ia dengar. Dengan langkah cepat ia berlari menyusul kekasih bakpao itu dan menarik lengannya kuat tak memperdulikan rontaan namja manis di sana

Dia terus membawa lelaki itu hingga masuk kedalam sebuah area parkir dan membuka salah satu pintu mobil disana lalu mendorong tubuh gembul itu masul kedalam dari pintu belakang

"Chen lepaskan aku apa yang kau lakukan? Biarkan aku pergi"

"Kau tadi bilang apa? Berakhir? Tidak akan pernah! Aku tidak akan pernah mau putus denganmu chagi-ya. Aku benar - benar mencintaimu"

Chen menyusul Xiumin masuk di kursi penumpang dan mulai menjelaskan semuanya

"Maafkan aku Xiumin-ah, aku bersalah kumohon jangan akhiri hubungan kita" ucap Chen menggenggam kedua tangan Xiumin

Tak mengidahkan, Xiumin menarik tangannya kasar dari genggaman Chen dan mencoba keluar dari mobil itu dengan berbagai cara

Chen geram, dia tak bisa membujuk kekasih itu dengan cara halus berati tak ada pilihan lain bukan?

"Chagi-ya, jika kau tidak mau mendengarkanku akan kubuat kau mengerti dengan caraku" ucap Chen membalik tubuh Xiumin dan meraup bibirnya kasar

Xiumin membelalak, dengan cepat dia meronta namun pergerakannya telah dikunci. Hanya isakan yang bisa ia lakukan, pasrah dengan perlakuan namja kotak disana

Dan jadilah mobil itu menjadi mobil goyang di antara berbagai mobil lain yang terparkir rapi dalam area tersebut hingga fajar menghampiri

.

.

.

"Chagi-ya, setelah ini kuatar pulang ne" Kai berkata pada Kyungsoo yang berjalan di sampingnya setelah berpamitan pada Luhan dan Sehun

Yeah, kedua insan itu sudah resmi berkencan sekarang, kehidupan harmonis dan bahagia selalu menyelimuti keduanya

"Ne? Apa tidak terlalu jauh? Kau harus berputar untuk mengantarku pulang Jongin-a"

"Aku tidak, selama bersamamu aku akan menikmatinya chagi" Kyungsoo bersemu mendengar perkataan namja tan yang berstatus kekasihnya itu

"Lagi pula, kalau aku lelah aku kan bisa menginap di apartemenmu lagi sayang" sontak namja bermarga Do pun memukul kepala kekasihnya yang selalu berfikiran mesum

"Akh! Appooo!"

"Aish, bilang saja bahwa kau ingin menghabiskan malam denganku"

"Hahhhaha, apa boleh aku melakukannya?" ucap Kai tanpa dosa dengan wajah mesum khasnya

"Yak Kim Jongin!" umpat Kyungsoo menahan malu berlebih yang ia rasakan

Keduanya masih berkutat dalam obrolan kecil yang mengundang gelak tawa itu sampai sebuah motor menghadang perjalanan mereka

"Jjong-Jongin" ucap Kyungsoo takut

"Tetaplah dibelakangku" pinta Kai langsung dituruti namja owl itu

"Siapa kau? Kenapa menghalangi jalanku?" tanya Kai dengan wajah bangsatnya

Seorang diatas motor itupun membuka helmnya dan menunjukkan senyum pada Kai dan Kyungsoo

"Hai, aku hanya ingin menyapa" ucap namja itu ambigu

"Siapa kau?" Kai kembali membuka mulut

"Entahlah, aku sendiri lupa dengan namaku" ujar namja diatas motor dengan menggaruk kepalanya berfikir

Ya dia adalah Lee Taeyong salah satu kaki tangan si id 10

"Menyingkirlah!" desis Kai dengan smirk miliknya

"Uh, kau kasar sekali Kim! Aku kesini sebenarnya bukan untukmu" ucap Taeyong menunjuk Kai lalu pandangannya berpindah fokus pada namja mungil di baliknya

"Do Kyungsoo-ya, aku menyukaimu jadilah kekasihku" lanjut Taeyong polos

Kai bersmirk mengerikan

"Maaf kan aku sobat, tapi dia milikku. Jadi enyahlah sebelum lehermu patah"

"Hohoho, kalau begitu akan kurebut dia darimu" pancing Taeyong mendapat respon

Mendengar ucapan itu Kai berlari menghampiri sosok asing di hadapannya dan menendang motor itu hingga jatuh. Menarik kerah pemiliknya dan menghadiahi sebuah pukulan

Tak tinggal diam Taeyong membalas perbuatan Kai dengan tinjuan mentah di sudut bibir namja tan tersebut

Kyungsoo bingung harus apa. Matanya membulat, takut, cemas, khawatir menjadi satu di pemikirannya

Kedua namja itu saling bergelut, memukul membabi buta hingga Taeyong berhasil menumbangkan Kai setelah memukul bagian belakang kepalanya hingga tersungkur

Dengan cepat ia menghampiri Kyungsoo yang membatu dan melumat bibir love itu singkat. Kai menyaksikan perlakuan namja kurang ajar disana dengan emosi

Merasa cukup Taeyong pun bergegas pergi dari tempat itu. Kai yang di kuasai amarah itupun berlari mengejarnya hingga di persimpangan sebuah motor berkendara dengan ekstrim dan

BRUKH!

"JONGIIINNN!"

Kai tertabrak dengan darah berceceran keluar dari kakinya dengan sangat deras. Motor itupun berlalu tanpa niat baik sedikitpun

Taeyong berhenti dari pelariannya saat mendengar suara dentuman keras dibelakangnya

Seketika ia menengok arah belakang dan terbelalak melihat Kai bersimbah darah dengan Kyungsoo yang menangis keras

"Hah, sepertinya dewi keberuntungan tak memihakmu hari ini Kim Jongin" gumam Taeyong berbalik arah mendekati Kai dan Kyungsoo disana

Tanpa ba - bi - bu Taeyong menggendong tubuh tak berdaya Kai dipunggungnya

"Apa yang kau lakukan hiks, lepaskan Jongin!"

"Turunkan dia, lepaskan Jongin lepaskan dia!"

"Kau ingin menyelamatkannya tidak?" Taeyong bertanya pada Kyungsoo yang membulat dengan air mata berlinang

"Kalau begitu diam dan ikuti aku, kita kerumah sakit sekarang"

"Tunggu! Kenapa kau ingin menyelamatkan Kai hiks?"

"Hah, kau cerewet sekali. Tugasku hanya membuat kalian saling bertengkar bukan mencelakainya"

D.o terbelalak mendengar ucapan itu

"Apa?"

"Diamlah, dan ikuti aku" final Taeyong membuat Kyungsoo menurut dan berjalan di samping Kai dengan tangan yang saling bertautan

.

.

.

TBC

.

.

.

A/n :

Selamat hari minggu, maaf telat update!

Kamarin fokus liat moment nya bias jadi nggak mood ngapa - ngapain hehehehhe

Ok, chap ini enggak ada momen pair nya hehehhehe...

Waktunya belum pas soalnya

Ok buat para reviewer semua terima kasih kritik dan sarannya. Duh aku ngeri sendiri baca komennya yang bilang pada nggak suka sama icing dan junmen😩

Typoku banyak diatas sana mohon maklum

Buat yxingbunny si Lay nyesel banget buat Luhan sakit jadi dia bongkar id nya sendiri deh. angsongsaenim padahal aku nulis bagian bdsm nya ngeri sendiri lho, dan ternyata kamu malah penasaran hehehehe. flying white unicorn junmennya lagi kalap itu jadi kaya psikopat deh. Pearl Luce haduhh makasih suprotnya.

YuKillua-Kira wah sama, aku nulisnya juga ngeri. MinieZhang wah merasa berdosa saya karena nulis chap kemaren kebanyakan naena hhahahhaahaha. Articea yaampun bener - bener ngerasa bersalah karena buat kalian berimaginasi lebih nih hahahahhahah.

elav740 siap, tetep ikutin ff ini dan komen ya. micopark siap, terus komen yak. Dhelsyi edafos tenang, ada saatnya kok icing suka sama junmen hohoho, Baca reviewmu aku jadi merasa bersalah masang tulisan tbc kemarin wkwkwkkwkwk. unknow nanti pas waktunya suho bakal tahu kok siapa icing sebenarnya, jadi tungguin yah. Guest makasih sarannya, bisa buat koreksi nanti kalo ada adegan naena lagi hehehehhe

Terimakasih buat semua yang uda menyempatkan waktu kalian mereview, maaf kalo ada yang kelewatan nggak tercantum, soalnya kadang ff error jadi nggak masuk review kalian di akun aku

Maaf juga, naenanya nggak dilanjutin. Soalnya masih masalah sepele nih masak uda full aja bdsmnya wkwkkwkw.. Tp ntar ada kok saatnya bdsm merajalela tenang aja hehehhe

Buat kapan icing bakal ketahuan? Tenang sebentar lagi kok tinggal tunggu bentar,

Maaf chap kali ini nggak memuaskan kalian. Mohon reviewnya yak

Eh tapi uda pada tahukan icing itu sifatnya kyk gmna? Ntar di chap akhir2 aku mau ngadain kuis nih... Ada gift kecil-kecilan biar seru. Jadi kalo ada yang belum tau karakternya icing kyk gmana silahkan meresapi lagi hehehehhe

So happy reading. Jangan lupa baca Ace by Pearl Luce juga ya! Uh, uda mulai ketahuan nih siapa dibalik rencana besar itu

R&R

happy Sunday

D' Xp

4 Desember 2016