Choronos Time
KYAAAAAAAAAAA! Udah lama bangeeett kagak nulisss
KANGEN MINNA! (DITIMPUK)
Huahahahaha…. Yaudah gak usah banyak curcoll bookkkk
Cusss
Chapter 11
A Kingdom Hearts Fanfiction
Kingdom hearts Own by Square Enix – Disney
Cap cussss
'Namine jika sesungguhnya kau tahu.. jika sekarang kau yang berada di posisi itu, meskipun aku harus mati..aku rela Namine,hanya demi kau..'-
"aku suka padamu"-
'kenapa Roxas? Tidak apa kamu tidak menyukaiku.. tetapi kenapa kamu bilang kamu tidak bisa suka padaku? Lalu semua yang kau lakukan hanya formalitas kah..?'-
'Sudah cukup aku membuat Namine Repot..aku tidak bisa membuatnya makin repot dengan pernyataan sesungguhnya dariku.. karena aku yakin Baginda tidak akan suka, dan ia akan semakin menjepit Namine lagi.. dan aku tak bisa biarkan hal itu terjadi… maafkan aku Namine...'-
Chapter 11 : An Unspoken Word
-Tent-
"Huaaahhhmmm" Sora menggeliatkan tubuhnya untuk menghilangkan rasa pegalnya, ia melihat bahwa disampingnya tidak ada Roxas, dan ia pun keluar dari tenda untuk mencarinya
"Roxas..?" Sora melihat kekanan dan kekiri dan akhirnya menemukan Roxas dibawah pohon besar disitu
"Oi Rox! Bangun" Kata sora sambil mengguncang-guncangkan badan Roxas
"ngh..Na..mine…" ngingau Roxas sambil menunjukkan wajah sedih
"OY!" Sora mendorong Roxas sampai ia hampir jatuh dan akhirnya pun dia bangun
"hah? Apa ma?" lagi-lagi Roxas memanggil Sora emaknya #PLAK
"WOY! Ciusan (?) lu kenapa tidur disini Rox?" kata Sora sambil garuk-garuk kepala yang banyak kutunya *dibakar*
"Semalam aku berjaga sampai pagi, makanya ketiduran disini deh….ngghh!" katanya sambil menggulat
"Kenapa gak ganti shift sama aku?"
"Habisnya ngorok mu gede, jadi males dengerin nya"
*BLETAK* oke replay
"Habisnya lelap banget, jadi gak tega, lagian juga semalem mumpung gak bisa tidur" Kata Roxas sambil bangun dan membersihkan celananya yang penuh rumput
"hoo… ngomong-ngomong hollow bastion masih jauh nggak?" Kata Sora sambil membereskan barang-barangnya
"Deket kok, dikit lagi"
-Namine Side-
"nghh…" Namine bergerak kekanan dan kekiri seakan tidak memiliki mimpi yang nyaman
"Namine?" Kairi yang disampingnya langsung terbangun dan terbingung melihat Namine
"ngg..hh" Namine semakin mengeluarkan ekspresi seperti ingin menangis
"Namine?.. kamu kenapa?" Kairi menggoyang Tubuh Namine, yang malahan membuat Namine mengigau
"Rox….as…" dan akhirnya Namine pun menitikkan air mata ditidurnya
"Na..Namine?!"" Kairi agak teriak sambil mengguncangkan Namine agak kencang
"ungh.. Kai..ri….?" Sontak Namine pun akhirnya terbangun
"hufft… kukira kamu kenapa.. ayo kita siap-siap sepertinya mereka berdua sudah siap" Kata Kairi sambil berdiri dan menyiapkan barang-barangnya
A.N: sebenernya selama ini mereka selalu ditulisin menyiapkan barang-barangnya, emang mereka nyiapin apaan? Perasaan dijalan ga pernah bawa- bawa tas deh, jadi bingung sendiri #PLAK
Bodo ah, yang penting lanjutt
Back to Story
Namine dan Kairi keluar tenda dan mendapati Roxas dan Sora yang sudah siap untuk berangkat lagi
"Yo! Lama banget sih Kai, Nam…!" Seru Sora sambil mengeluarkan tangan nya
"eh.. maaf itu karena aku susah dibangunin" Kata Namine sambil garuk garuk kepala
'mata Namine sembab..? apa dia nangis semalaman…? Duh jadi gak tega' sontak batin Roxas secara tiba-tiba karena melihat muka Namine yang emang agak menghitam dibawah matanya
"yasudah, ayo kita jalan" Kata Roxas sambil jalan duluan
Namine ingin berjalan mengikuti Roxas, tapi sebentar dia menghentikan langkahnya dan menunggu Roxas agak jauh dari dirinya dan ia baru jalan,
Melihat Namine Kairi dan Sora terbingung melihat mereka berdua yang agak aneh itu
"eh..eh mereka berdua kenapa ya..?" Kata Kairi bingung
"gatau… kok bisa gitu ya? Biasa kan Namine Cheer abis dan ngejar-ngejar Roxas jalannya" Kata Sora Galau (?)
"hm… coba nanti kita Tanya sama mereka?" Kairi menggaruk kepalanya
"oke, aku akan coba Tanya sama Roxas deh nanti" Sora langsung jalan dan diikuti Kairi mereka pun mengikuti Roxas dan Namine yang sudah berjalan agak jauh
-on the way-
"Roxas" Panggil Sora ke Roxas
"Temenin sebentar dong, urusan lelaki" Kata Sora sambil malu-malu gitcyuhh *JDEERRR*
"hahh?" Kata Roxas yang Mukanya langsung sontak pengen muntah gara-gara denger omongan Sora, dan seketika Roxas langsung ditarik tarik sama si Sora
"OI OI OI OIII! LEPASINN GUEEE NANTI BAJU KESAYANGAN GW RUSAKKK! ADUHH NANTI GAK GANTENG LAGII CYIINNN! *PLAKKK* *sekumpulanfansroxassatangdanmembakarauthor* #KYAAAAAAA## PIIIIIIPPP
Replay
"OI OI OI OII! Gak perlu narik-narik keles! Cukup pangil aja na~ma~kuh~~ *wink* kata Roxas sambil pake nada gaje nan alaynya.. wait wait wait, kok ada yang datengin gw ya? *KYAAAAAGWMAUDIGEBUKIINN**
Oke oke gw replay nih, tapi toolong jangan gebuin gueee
REPLAY
"OI! Gak usah narik-narik, apaan sih?!" Kata Roxas yang sambil gelagapan karena dia ditarik sama sora
"gini loh, ane mau nanya sama ente—"
"ente bahlul?" wai wait WHAT?! #KENAPA JADI BAHASA ANEH BIN AJAIB GINIIII! OSTOMOYOHH OHHEEMMJIIHH ini akibat author stress gara-gara kerja numpuk, oke replay!
REPLAY REPLAY
"gini loh, aku mau Tanya Roxas.." Kata Sora sambil tersipu malu
"Ta..Tanya apa Sor.." Bales Roxas sambil tersipu2 juga dan senyum-senyum gaje ala ban….ci… btw kok rumah gw ada yg ketok2? KYAAAA *sekumpulanfansroxasdatenginauthordanmembunuhnya* #RIP
Oke author replay sekali lagi, awas deh gak bener
LANJOTT REPLAY
"sebenernya apa yang terjadi dengan kamu dan Namine?" Kata Sora to the point, karena menurut dia authornya udh terlalu mengulur words *amfuni kesalahan-kesalahan author yak #cipika cipiki#*
Back to the story
"ngg… ga ada apa apa sih.. Cuma…" Roxas langsung termenung seketika ketika Ia mengingat kejadian kemarin
"Namine bilang, dia suka padaku" Kata Roxas sedih
"HEEEEEHHH? NAMINEE APAAAA?" Kata Sora kaget sambil narik-narik rambutnya sendiri ,dasar Sora gila *DITIMPUK*
"Jadi… Namine bilang dia suka " Sebelum Roxas melanjutkan pembicaraan Sora udah menyelanya
"WAH! Bagus dong, enmg suka sama Namine kan lu?" Kata Sora meyakinkan
"tapi— , aku tidak bisa menyukainya lebih, karena aku hanya seorang butler—" perlahan raut wajah Roxas menjadi sedih
"Loh? Kenapa? Setau ku cinta itu tidak mengenal batas, ruang dan waktu kan?" Cielah Sora ngomong nya keren WKAKAKAKAK *lanjut
"tidak.. aku pun yakin, ketika Namine tau aku yang sebenarnya, dan sesungguhnya, juga identitas diriku, aku yakin dia malah akan membenciku, aku tidak mau itu" Raut muka Roxas semakin tak terbendung menahan rasa sakitnya
"oh.. identas.. oh iya Roxas, Boleh aku tau namamu yang sesungguhnya?"
"Na..Namaku?" Kata Roxas tiba-tiba membelalakkan matanya
"ng.. tapi, jangan beri tau siapa-siapa ya, termasuk Namine" Kata Roxas sambil berbisik sedikit dengan Sora, Sora mengangguk menandakan oke
"namaku sebenarnya… -" Sesaat Roxas baru membuka mulut nya untuk mengatakan huruf awal dari nama aslinya itu, Tiba-tiba
"SORAAA! ROXASS SUDAH BELUMM?!" Jerit Suara cempreng diluar sana *dilemparsendalsama Kairi*
"ah.. itu Kairi" Kata Sora agak Kaget
"sebaiknya kita bergegas, jangan sampai membuat mereka menunggu lama" Tanpa basa basi, Roxas langsung bangun, dan tidak melanjutkan pembicaraan mereka
Setelah berkumpul lagi, merekapun melanjutkan perjalanan, bukan dengan candaan dan tawa seperti biasa, melainkan dengan diam dan kekakuan, ya semua karena Namine dan Roxas yang terlihat diam satu sama lain, Sedangkan Sora dan Kairi bingung harus bicara apa, jadi mereka hanya berusaha untuk mencairkan Suasana dengan beberapa jenaka bodoh *ditimpuksora*
Sampai akhirnya mereka tetap sampai di Hollow Bastion
-Hollow Bastion-
"Jadi… ini nih yang namanya Hollow Bastion?" Tanya Kairi Ketika mereka ber4 sudah menapakkan kakinya di kota Hollow Bastion
"Yep, welcome to Hollow Bastion!"
Mereka semua sudah masuk ke kerumunan kota Hollow Bastion dimana isinya berupa suku witch, pandangan Sora dan Kairi, melarak lirik ke kanan kiri, dan akhirnya pandangan Kairi stop ke suatu kedai bunga kecil
"bolehkah kita kesana sebentar?" Kata Kairi sambil nunjuk-nunjuk kedai itu sambil bermata miss piggy #JEPLAKK
Sebelum Namine menjawab, tangannya sudah ditarik oleh Kairi ke Florist tersebut
"WUAHHH! Cantiknyaaa! Tidak berbeda dengan yang seperti di rumah!" Kairi sangat bersemangat, memang bunga mengingatkannya pada kampung halamannya yang selalu berlangit oranye itu
"Selamat datang, ada yang bisa kubantu?" Mata Namine langsung bertuju ke arah yang tiba2 terdengar suara itu
"Eh! Kak AERITHH!" Tiba-tiba Namine membelalakkan matanya
"NAMINE?! Sedang apa kamu disini? Namine sudah besar yaaa, kangen dehh" Wanita bernama Aerith tersenyum sambil mengelus kepala Namine lembut
"Namine datang dengan siapa?" Aerith celingak celinguk melihat sekitar
"ah! Aku datang bersama—" Sebelum Namine selesai bicara
"Ah, Kak Aerith, senang bisa berjumpa dengan kakak" Roxas yang baru sampai disitu langsung membungkukkan badannya ala butler untuk memberi salam
"Roxas! Tampan seperti biasa! Haha" Kata Aerih tertawa kecil
A.N : EA ROXAS DIBILANG TAMFAN GUYSS KWWKKWKAKAAKWKKAWKAKWKAW *kenapa author yang ketawa? CUT!
Back to Story
"A..Ah dan ini teman-temanku kak, Kairi dan Sora" Namine gelagapan
"salam kenal kak" bungkuk kairi dan Sora
"Namine sedang apa disini?"
"se…sebenarnya.. Namine mencari seseorang , Namine mencari Master Yen Sid, kakak tahu kan?"
"Master Yen Sid? Oh! Si kakek tua yang gak pernah mati itu ya hahaha!" Kata aerith. Gile ni Aerith kenapa jadi gini dia, sejak kapan lah wkwkwk
"ng.. kayaknya iya, jadi… kakak tau dimana dia?" Kata Namine agak bingung
"Aku tidak tau, mungkin kakek ku tau, oh iya, ayo ku antar kerumah, sekalian hari ini aku mau tutup kedai, sebentar ya" Aerith langsung membereskan kedainya, mengunci pintunya dan berjalan bersama mereka
-Wooden House-
KRIEEKK
"Kakekk.. Aerith Pulang!" Teriak Aerith dan ia pun celingukan
"Kakekkk!" GROMPYAAANGG!
Suara Keras tersebut tertuju pada dapur di tempat aerith
"Kakek!? Apa yang kakek lakukan, tidak seharusnya kakek disini!" teriak Aerith ke arah kakeknya
"Mana si Mecha bodoh itu?!" Seketika Aerith Teriak-teriak
Dan si empat itu plongo abis ngeliat aerith dan kakeknya, tiba-tiba muncul seseorang dari pintu
BRAKK! "KAKEKKK! Aku pulangg~" sesaat orang ini langsung ingin melarikan diri ketika melihat Aerith
"HEII! KAMU MECHA BODOH KEMANA KAMU! PASTI KAMU HABIS JUDI STRUGGLE KAN!" Aerith langsung teriak-teriak, yang membuat ke empat orang itu kupingnya pengang mendadak
"YEAOUCHH! AERITHH! SAKIT!"
"EHH? PAMAN CIIDD?! " Seketika Namine ikut-ikutan Teriak sama mereka *Kesian bener itu yang denger XD*
"HEH? NAMINEEEE! PAMAAN KANGEN NAMINEE!" Cid langsung mengangkat Namine tinggi-tinggi
Sora menyenggol Roxas dan bertanya
"ngg.. Mereka ini siapa?"
"Kak Aerith adalah Kakak sepupu Namine, sedangkan Paman Cid, adalah kakaknya kak Aerith
Keduanya mengangguki tanda mengerti
Yah begitulah, Namine memperkenalkan Sora dan Kairi kepada Paman Cid, dan mereka berkenalan dengan Kakek Aerith dan Cid
"Nama ku Merlin, kamu mencari Yen sid?" Kata Kakek ini sambil memegang janggutnya
Namine mengangguk menandakan benar
"aku sudah tidak tahu keberadaan Kawanku itu… tapi.. kamu bisa menanyakannya kepada Ms. Aqua, beliau adalah pengurus Departement Land Of Departure, dia pasti tahu keberadaan Yen Sid" Jelasnya sambil sering meminum air putih (?)
"Land of.. Departure? Bukan nya itu restirected area untuk pejalan kaki?" Roxas menambahkan
"Tenang, Paman Cid bisa membantumu!" Cid langsung menyela pembicaraan sambil memegang kacamatanya
"a..aman gak tuh?" Kata Namine berbisik dan ketakutan
"O O OH! Liat ini dong!"Mendengar perkataan itu Cid langsung berteriak lantang sambil menunjukkan kartu KTP eh bukan Boarding pass.. Kiddy Land?
"ng… paman? Itu…" Namine agak bingung karena Cid menunjukkan kartu Boarding Pass Kiddy Land
"Oh,, salah ini maksudnya" Kata Cid seraya mengganti kartu yang ditunjukkannya
"Surat Izin Mengemudi Pesawat" Teriak Mereka bersamaan dan mereka pun hanya ber "oh" ria
A.N : Emang ada yak itu? Wkakakak aneh deh
Lanjut!
"Kalian menginap saja dulu, sekarang sudah hampir malam, besok Cid akan mengantarkan kalian" Aerith menunjukkan 2 kamar kosong kemereka, dan untuk malam itu pun, mereka beristirahat disana….
Roxas Dream—
Roxas POV-
"Unghh… apa ini.. kenapa hanya putih?"
Aku tidak bisa berjalan kemana-mana, dan hanya bisa terdiam di tepat, seperti melihat seseorang…
'Rambut semi spike Turun dengan warna coklat, mata seindah batu zamrud dan biru laut…..'
Aku sejenak Membelalakkan mataku
…..
"I…IBU….?!"
…
..
.
.
To be Continued
PUAAHHH! Dah lama gak nulis, gak mikir wkwkakakwkakwkawk
Okee
To a reviewer name :
Synstopezia: Haiii, biasa si Roxas mah malu2 kuciang wkakkaak, tenang aja, udah ada plot nya kok, wkwkwk tadinya sih pengen bikin jadi kamen rider wkkw tapi kayaknya gimana gitu, akhirnya power ranger, adegan Hot.. nggg gak bisa buattt ntar malah jadi alayy wkwkwk, ni lanjut bung XD btw thx for the review
