Differ Girl
Author : Kim Myeonhan
Genre : Romantic, Hurt/Comfort, GS
Rated : T
Cast :
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Park Yoora
And the others.
-
Annyeong haseyo^.^
Perkenalkan nama pena saya Kim Myeonhan^0^
Salam kenal semuanya, terutama untuk BaekYeol Shipper, dan juga EXO-L^.^
Saya masih pemula dalam dunia FanFiction, maka dari itu, saya membutuhkan banyak kritik dan saran dari readers^.^
Selain bisa menambah pengetahuan saya, kritik dan saran dari readers berguna untuk membuat saya semakin semangat bergabung di dunia yang cukup tabu bagi saya^.^V
Dan sebagai informasi, ini adalah FF pertama saya loh –Disini^.^
Kepanjangan kali, ya? Kalo gitu saya permisi…
Selamat membaca, All^.^
.oOo.
Summary :
Park Chanyeol, seorang C.E.O muda yang sukses dari perusahaan musik paling terkenal di Korea Selatan, bahkan keluar ASIA. Tak hanya di anugerahi keterampilan dalam berbisnis, Chanyeol juga di anugerahi fisik yang nyaris sempurna. Namun memiliki fisik yang nyaris sempurna, membuat Chanyeol membenci wanita? Terkecuali ibunya. (BaekYeol Area) GS 2017
Don't Copy
.
.
.
.
.
Happy reading!
.
.
.
.
.
Enjoy~~~
.
.
.
.
.
Seoul, South Korean.
Hari semakin senja, beberapa menit lagi tiba waktunya bagi sang rembulan untuk bertugas. Menawarkan betapa indahnya malam pada semua penghuni dunia. Lewat hembusan angin yang begitu tenang, terasalah kehangatan yang berbaur harmonis dengan hawa dingin.
Baekhyun terdiam dalam tenggelamnya, menikmati pelukan mematikan dari air kolam renang. Samar-samar, Baekhyun bisa melihat Chanyeol tengah berenang dengan panik ke arahnya. Dalam keadaan setengah sadar, batin Baekhyun tiba-tiba merindu pada sosok keluarganya yang kini sudah berpulang pada Yang Maha Kuasa. Mungkinkah tiba baginya untuk pulang juga? Baekhyun menebak-nebak.
Chanyeol semakin dekat dan semakin dekat, hingga pada akhirnya lengan kekarnya mampu meraih pinggang Baekhyun dan lekas menariknya agar lebih dekat dengan tubuhnya. Untuk beberapa detik, pandangan mata Chanyeol berjumpa dengan tatapan sayu Baekhyun. Chanyeol sadar, jika jantungnya kini sudah berdegup begitu kencang, seolah tak tahan untuk segera melompat keluar rongga dadanya.
Mulai saat ini, Chanyeol akan mengakui perasaannya terhadap Baekhyun. Chanyeol tak akan pernah sudi untuk membiarkan gadis cantik itu –Baekhyun menjauh darinya. Satu hal yang pernah Chanyeol dengar dari Tun Besar Park –yang tak lain Ayahnya sendiri, sebuah hubungan antara pria dan wanita tidak akan pernah menemukan titik terang, jika salah satu dari mereka tidak mau mengungkapkan perasaannya. Dan mungkinkah tiba saatnya bagi Chanyeol untuk membiarkan Baekhyun mengisi relung hatinya? Kemudian segera mengetuk hati gadis itu –Baekhyun agar bersedia mengahangatkan perasaannya?
CUP.
Chanyeol memberikan ciuman pertamanya, sekaligus merenggut ciuman pertama Baekhyun di tengah-tengah dinginnya air kolam renang. Chanyeol bertekad, mulai detik ini dirinya tak akan pernah melepaskan Baekhyun lagi. Sudah cukup peperangan antara hatinya dan juga logikanya, Chanyeol akui memang dirinya sudah jatuh cinta dengan Baekhyun.
Setelah memberikan nafas buatannya, Chanyeol menarik kepalanya. Saat itu juga tatapan matanya kembali berjumpa dengan tatapan mata penuh kaget dari Baekhyun, sebelum Chanyeol tersenyum tampan dan bersiap diri untuk berenang menuju tepi kolam renang bersama dengan Baekhyun dipelukannya.
Tak butuh waktu lama bagi seorang Chanyeol untuk berenang menuju tepi kolam renang. Sesampainya di tepi kolam renang, Chanyeol lekas membantu Baekhyun untuk keluar dari kolam renang dan disusul dengan dirinya.
Baekhyun terpaku, kerja otaknya tak lagi normal sebagai akibat dari ciuman tiba-tiba yang diberikan Chanyeol untuknya. Apa yang harus Baekhyun lakukan? Dirinya tak tahu. Mungkinkah Baekhyun harus memberanikan diri mempertanyakan apa maksud Chanyeol tadi, ataukah berpura-pura jika kejadian itu hanya mimpi belaka? Ayolah Baekhyun sangat kebingungan.
Chanyeol mendudukan dirinya tepat di sebelah Baekhyun, sejenak dia mengusak rambutnya agar tidak terlalu basah. Merasa diperhatikan, Chanyeol akhirnya menolehkan pandangannya pada Baekhyun dan kembali tersenyum hangat. Sayangnya, hal itu benar-benar membuat Baekhyun semakin kebingungan.
Untuk beberapa detik, Chanyeol memperhatikan Baekhyun dengan seksama, dan sukses membuat Baekhyun salah tingkah dengan pipi yang merona hebat. Oh satu hal yang lagi-lagi Chanyeol ketahui, jika ternyata gadis yang polos lebih menarik dibanding dengan gadis yang berpengalaman dalam banyak hal.
Belum sempat Baekhyun menetralkan perasaannya, tiba-tiba Chanyeol membaringkan tubuhnya dengan paha Baekhyun yang menjadi bantalan pemuda tinggi itu –Chanyeol. Mendapat perlakuan yang tiba-tiba ini tentu saja membuat Baekhyun gelagapan. Kerja otaknya pun semakin keras, memaksa Baekhyun untuk tidak terlalu terbawa perasaan dengan apa dimaksud dengan Chanyeol, karena bisa saja pemuda itu –Chanyeol hanya mempermainkan kepolosannya.
"Mulai hari ini, mulai detik ini, mulai saat ini… Kau adalah kekasih ku, paham?" Ujar Chanyeol tanpa basa-basi, menimbulkan detakan jantung Baekhyun semakin cepat.
"Ap- apa –yang kau- kau maksud?" Baekhyun balik bertanya, kurang paham dengan apa yang Chanyeol utarakan.
Chanyeol memperhatikan wajah Baekhyun, benar-benar sangat cantik dan manis bak malaikat. Sepertinya Chanyeol belum puas menggoda Baekhyun, karena kali ini jemari Chanyeol sedang mengusap-ngusap bibir tipis Baekhyun. Tak memperdulikan jika wajah Baekhyun sudah memerah padam –tanda malu.
"Tadi… Adalah ciuman pertama ku, khusus untuk mu, Baekhyun-ah. Tak hanya itu, aku harap kau bisa menjadikan ciuman ku tadi sebagai ungkapan perasaan ku untuk mu. Dan aku tak ingin mendengar penolakan dari mu, melainkan sebuah pernyataan jika kau juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku." Terang Chanyeol panjang lebar diselingi senyuman tampannya yang teramat mahal.
Tangan Baekhyun menggenggam tangan Chanyeol yang masih mengusap bibir tipisnya. Tiba-tiba Chanyeol merasa khawatir dengan perlakuan Baekhyun saat ini, mungkinkah dirinya akan disumpah serapahi ataukah ditolak mentah-mentah. Ayolah Baekhyun, jantung Chanyeol mulai berdebar khawatir karena perlakuan mu terhadapnya saat ini. Segera beri penjelasan!
"Cha- Chanyeol-ssi," Panggil Baekhyun lirih, dan semakin membuat Chanyeol cemas menanti jawaban, "Eum, sepertinya kau harus tahu ini," Baekhyun perlahan menurunkan tangan Chanyeol, "Eum…"
Chanyeol melemah. Ya, tentu saja Baekhyun tidak seperti gadis yang lainnya. Gadis yang akan mengejarnya penuh dengan hawa nafsu, Baekhyun benar-benar berbeda. Gadis cantik itu –Baekhyun justru melarikan diri sejauh-jauhnya dari Chanyeol, seolah seorang Chanyeol adalah virus mematikan baginya.
Apapun jawaban Baekhyun, Chanyeol akan terima. Karena pasti ini adalah kesalahannya sendiri, mencium Baekhyun sebelum mengutarakan perasaannya.
"Itu juga ciuman pertama ku, aishhh!" Pekik Baekhyun, membuat jantung Chanyeol nyaris saja meloncat keluar rongga dadanya.
Chanyeol membelalakan matanya penuh tanya, apa maksudnya Baekhyun?, "Maksud mu?"
Baekhyun spontan menjitak kening Chanyeol, akan tetapi lembut, "Kau tahu? Ciuman pertama bagi seorang gadis sangat berharga! Dengan demikian, nyatakan dulu cinta mu sebelum kau mencium ku!"
Chanyeol tertawa penuh rasa tak percaya, "Yak! Kau fikir ciuman pertama hanya berarti bagi seorang gadis saja? Tidak! Bagi seorang pemuda juga ciuman pertama sangat berkesan!"
Baekhyun menggerutu dalam diam, sibuk menyumpahi sikap Chanyeol yang kurang sopan –baginya. Ayolah, bahkan Chanyeol saja tidak mengetahui jika jantung Baekhyun tadi nyaris meledak saking gugupnya menghadapi ciuman hangat dari Chanyeol.
"Baekhyun-ah," Panggil Chanyeol bersahabat, dan kemudian ditanggapi ramah oleh Baekhyun, "Kau tahu? Aku sangat gugup tadi, bahkan jantung ku berdegup tak terkendali. Tak ada alasan bagi mu untuk menyumpahi ku, karena aku sangat jujur pada perasaan ku saat ini." Jelas Chanyeol dengan tangan yang sibuk memainkan tangan mungil Baekhyun.
"Benarkah? Sepertinya sikap mu tidak menjelaskan itu semua." Baekhyun tidak percaya.
"Ehey," Chanyeol berdecak kesal dengan sikap Baekhyun, "Ayolah! Kau bisa merasakannya, kemarilah!"
"Aku juga mempunyai jantung! Tidak perlu aku merasakan jantung mu segala! Dasar telinga lebar!"
"Apa kau bilang Baekhyun-ah!"
"Ahahahahahaha!"
~Differ Girl~
"Bagaimana dengan kaki mu, Baekhyun-ah?" Tanya Chanyeol khawatir ketika melihat Baekhyun berjalan terpincang-pincang.
Baekhyun melihat kakinya sendiri, kemudian tersenyum, "Mungkin lebih baik." Jawab Baekhyun pasti, namun tak berhasil membuat hati Chanyeol tenang.
Tak mau melihat kekasihnya tersiksa dengan rasa sakit, Chanyeol memutuskan untuk merangkul Baekhyun hangat. Mengizinkan Baekhyun untuk menopangkan sebagian tubuhnya pada Chanyeol. Merasa Baekhyun dengan senang hati berpegangan padanya, Chanyeol tersenyum puas.
Sepanjang perjalanan, Baekhyun merasa tak tenang hati. Mengapa? Karena saat ini dirinya berjalan dengan keadaan sangat intim dengan Chanyeol, membuat kemungkinan jika fangirl Chanyeol marah bertambah besar, terlebih Baekhyun sudah menyumpahi Chanyeol tadi.
Mata bulan sabit Baekhyun menoleh kesana-kemari penuh waspada. Sedangkan Chanyeol harus menahan rasa gelinya melihat Baekhyun bertingkah penuh ketakutan ketika bersama dirinya. Sebelum Baekhyun memutuskan untuk berjalan lebih dulu darinya, Chanyeol mempererat rangkulannya pada bahu Baekhyun.
Baekhyun mengalihkan pandangannya pada Chanyeol, meminta penjelasan mengapa Chanyeol mempererat rangkulannya pada bahunya. Namun alih-alih dijawab, Chanyeol justru menggidikan bahu tanda tidak peduli sebelum memutuskan untuk segera berjalan lebih cepat. Meskipun Chanyeol yakin dirinya bisa mengatasi berita-berita yang terbesar kelak di dunia maya, saat ini Chanyeol terlalu lelah dan bosan untuk mengurusi hal-hal itu setiap harinya.
"Masuklah." Titah Chanyeol sedikit memaksa setelah membukakan pintu mobil untuk Baekhyun, "Tak ada bantahan, sayang ku…" Tekan Chanyeol tatkala menyadari jika Baekhyun mendelik tak suka padanya.
Baekhyun benar-benar beruntung! Sebab setelah dirinya masuk ke dalam mobil Chanyeol, saat itu juga wartawan dan fangirl berlarian ke arah Chanyeol. Sejenak Baekhyun kaget dengan perlakuan penggemar serta wartawan tersebut, sebelum beralih khawatir pada keadaan Chanyeol diluar sana yang mungkin saja bisa mendapatkan serangan fisik.
"Yeollie-yah! Cepat masuk!" Pekik Baekhyun heboh di dalam mobil Chanyeol.
Chanyeol mendengarnya, namun tak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Alih-alih segera masuk ke dalam mobil, Chanyeol justru tersenyum senang ke arah Baekhyun. Baiklah, Chanyeol sudah menjadi orang gila.
Menyadari jika wartawan dan fangirl sudah dekat dengan mobil Chanyeol, Baekhyun mempersiapkan dirinya untuk menerima konsekuensi yang akan terjadi esok hari. Terserah dirinya akan dibenci banyak penggemar Chanyeol, ataupun menjadi sorotan dunia yang baru, yang terpenting bagi Baekhyun saat ini adalah berusaha sekeras mungkin menjaga Chanyeol agar terus berada di dekapannya. Ya, Baekhyun jatuh cinta juga pada Chanyeol. Ah benar-benar manis.
"Sebelumnya, aku tidak mengizinkan kalian untuk mendekati ku, mobil ku, ataupun dia," Tunjuk Chanyeol pada Baekhyun yang duduk gugup di atas mobil, "Sebelum kalian mendengar penjelasan ku," Ujar Chanyeol tegas, "Jika kalian melanggarnya, akan aku pastikan kalian semua dipecat dari perusahaan kalian masing-masing. Dan untuk kalian para gadis yang cantik," Baekhyun mendelik ketika sayup-sayup mendengar Chanyeol memuji fangirlnya sendiri.
"Wajar Baekhyunnie, seorang idola sangat wajar memuji penggemarnya! Wajar, Baekhyunnie, tapi kenapa aku tidak suka ya mendengarnya?!" Baekhyun bermonolog dengan kedua matanya yang menatap punggung bidang Chanyeol.
"Aku tidak akan pernah menemui kalian lagi setelah ini, jika kalian berani menggunakan fisik dalam menyelesaikan rasa cemburu kalian." Chanyeol menatap tajam penggemarnya, "Tanyakan yang perlu dipertanyakan saja." Imbuhnya.
"Siapa gadis itu Chanyeol-ssi?" Tanya seorang wartawan.
"Jangan berani-berani kalian menyalakan kamera diam-diam!" Tegas Chanyeol sekali lagi tatkala indera penglihatannya menyadari pergerakan seorang kameramen yang seolah tengah berusaha mengambil gambar Baekhyun sebanyak mungkin.
"Apakah kalian memiliki hubungan yang spesial?"
"Bisa kau jelaskan mengapa kau berpura-pura membenci perempuan?"
"Oppa kami tidak rela!" Rengek para penggemar bersamaan.
"Dengarkan aku, jangan menyela saat aku menjelaskan!" Seru Chanyeol tegas, membuat semua orang bungkam seketika –termasuk Baekhyun, "Gadis yang bersama ku itu adalah gadis ku, kalian paham apa maksud ku? Aku tidak berpura-pura membenci perempuan, tapi pada faktanya aku memang sempat membenci perempuan terkecuali ibu ku, adik ku, serta gadis ku. Aku bukan orang yang suka tebar pesona, maka dari itu buang jauh-jauh pendapat kalian tentang ku jika kalian sama sekali tidak mengetahui apapun tentang ku."
Chanyeol menatap Baekhyun sekilas dan tersenyum, sebelum mengalihkan pandangannya kembali pada sekumpulan wartawan dan penggemarnya itu, "Jika kalian mengaku sebagai penggemar ku, atau orang-orang yang akan selalu mendukung ku, bukankah kalian seharusnya terus mendukung dalam setiap keputusan ku, terlebih jika keputusan ku itu adalah keputusan yang sangat baik bagi ku." Tegas Chanyeol pada semua orang kemudian segera masuk ke dalam mobilnya, dan lekas melajukan mobilnya.
Seketika itulah lampu flash dari kamera milik kameramen menyala, tanda jika para wartawan sudah mengambil beberapa foto untuk diabadikan dan juga sebagai bukti untuk berita mereka esok hari, ataupun nanti malam.
Sedangkan para penggemar Chanyeol hanya bisa merahup nafasnya masing-masing, benar apa yang dikatakan oleh Chanyeol, jika kita adalah seorang penggemar, seharusnya kita selalu mendukung apapun keputusan sang Idola, terlebih jika keputusan itu sangat baik bagi kehidupan sang idola.
~Differ Girl~
Beralih pada Yoora yang kini tengah menatap layar laptopnya dengan serius. Mengapa serius? Karena Yoora saat ini sedang bervideo call-an bersama member SUAN –yang tak lain Suho, Kai, dan Chen. Baik Yoora, Suho, Kai, maupun Chen hanyut dalam fikirannya masing-masing, ditandai dengan raut wajah mereka yang serius.
"Aish! Oppa!" Jerit Yoora nyaris gila karena memikirkan siapa gadis yang di dalam foto dibopong oleh Chanyeol.
"Yak! Kau mengagetkan ku, Yoora-yah!" Kai mengelus dadanya, mencoba sabar dengan perilaku Yoora.
"Mungkinkah itu Baekhyun?" Tebak Suho yang berhasil membuat Yoora, Kai, serta Chen diam dengan mata yang sama-sama terbelalak.
"Mungkinkah gadis mungil itu?" Timpal Chen tidak percaya dengan tebakan Suho.
"Aku hanya menebaknya, jadi jangan balik bertanya padaku." Tegas Suho.
"Aku juga hanya bertanya, Suho Hyung!"
Kai memijat pelipisnya pelan, bukannya saling bekerja sama untuk memecahkan masalah foto Chanyeol, Suho dan Chen justru membuat Kai darah tinggi dengan perdebatan kecil diantara mereka berdua. Sedangkan Yoora, gadis itu –Yoora sedang memikirkan kemungkinan dari tebakan Suho.
"Oppa," Panggil Yoora lembut, membuat Suho, Kai, serta Chen kembali berfokus padanya, "Menurut ku, gadis itu memang Baekhyun." Ujarnya mantap.
"Tiba-tiba?" Kali ini giliran Kai yang tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Yoora, "Kau mempunyai alasan yang kuat untuk pendapat mu itu sehingga terdengar sangat meyakinkan?"
"Sepertinya begitu," Yoora merahup nafasnya dalam-dalam, bersiap untuk mengemukakan kebenaran dalam dugaan Suho itu, "Pertama, saat aku melihat foto tersebut, tempat dalam foto itu rasanya tidak asing bagi ku. Setelah aku fikir kembali, ternyata benar, tempat dalam foto tersebut adalah area parkir di tempat Baekhyun bekerja di liburan musim semi kali ini."
Suho, Kai, dan Chen mendengarkan dengan seksama. Memang, Yoora cerdik dalam berbagai hal, sehingga gadis itu –Yoora dengan mudahnya menemukan sebuah tanda hijau dalam suatu masalah.
"Yang kedua, hari ini Baekhyun tidak menjawab panggilan ku, begitupula dengan Chanyeollie Oppa. Kenapa aku merasa ada hal baik yang terjadi saat ini, ya?" Tanya Yoora pada dirinya sendiri.
"Dan yang ketiga, aku yakin banyak foto Chanyeol tengah membopong gadis itu yang lebih jelas daripada ini. Daripada kita berspekulasi, lebih baik kita segera membuka situs yang terpercaya untuk mencari foto wajah gadis itu, bagaimana?" Usul Suho.
"Seharusnya kau mengusulkan pendapat itu daritadi, Suho Hyung…." Geram Kai sembari membuka ponselnya, bersiap diri untuk menjelajah mesin pencari demi menemukan identitas tentang gadis yang dibopong Chanyeol tadi pagi menjelang siang.
"BAEKHYUNNIEEEEEEE! SELAMAT KAU BERHASILLLLLLLLLLLLL!" Yoora berjingkrak bahagia sesaat setelah dirinya berhasil menemukan sebuah foto yang menampakan wajah gadis yang dibopong Chanyeol –Baekhyun dengan jelas.
Selang beberapa detik kemudian, Kai, Suho, serta Chen mengeskpresikan kebahagiaan mereka saat menyadari jika Chanyeol telah berubah dengan berdecak kagum. Setelah ini, Kai, Suho, serta Chen tinggal menunggu konfirmasi dari pihak yang bersangkutan.
"Eomma! Appaaaaa! Itu adalah Baekhyunnnnieeeeeee!"
~Differ Girl~
Hari telah malam, bersamaan dengan sinar rembulan yang temaram menerangi kegelapan. Akan tetapi, malam hari bukanlah halangan bagi sebagian orang di kota Seoul untuk tetap melanjutkan aktivitasnya.
Mobil Chanyeol berhenti tepat di depan sebuah pintu gerbang. Chanyeol sejenak memperhatikan tempat Baekhyun berehat diri, dan tatapannya terhenti pada sosok Sehun yang ternyata sudah menyandarkan tubuhnya pada pintu gerbang rumah Baekhyun. Sepertinya, pemuda itu –Sehun tengah menunggu kepulangan dari sahabatnya atau mungkin lebih dari sekedar sahabat –Baekhyun.
Tak hanya Chanyeol yang terkejut dengan kehadiran Sehun di depan pintu gerbang kost-an Baekhyun, ternyata sang pemilik pun –Baekhyun nampak tak kalah terkejut. Apa yang salah dengan Sehun hari ini, sehingga pemuda tampan itu –Sehun memutuskan untuk mengunjungi kost-annya tak seperti biasanya.
"Eum, Yeollie- Chanyeol-ah, sebaiknya kau segera pulang, hari semakin larut malam. Dan jangan lupa, kau harus makan yang banyak, karena kau tadi terlalu lama berenang. Aku pulang." Pamit Baekhyun tergesa-gesa, tak menyadari perubahan mimik wajah Chanyeol ketika menatapnya tadi.
Belum sempat Chanyeol menjawab, Baekhyun sudah turun dari mobilnya dengan gesit. Oh sepertinya perilaku Baekhyun semakin membuat raut wajah Chanyeol masam.
Seolah ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi, Chanyeol belum berniat untuk meninggalkan Baekhyun bersama Sehun. Jujur saja, sebagai seorang pria, Chanyeol bisa melihat tatapan Sehun sangat ganas ketika melihat Baekhyun. Jadi jangan salahkan Chanyeol jika dirinya mulai beranggapan bila Sehun memiliki perasaan lebih dari sekedar teman pada Baekhyun.
"Apa yang kau lakukan bersamanya hingga kau sama sekali tidak menjawab panggilan ku?" Tanya Sehun ketus dengan kedua mata yang tertuju tajam pada Chanyeol.
"Ah…" Desah Baekhyun gelisah saat menyadari tatapan Sehun pada Chanyeol, dan perilaku Chanyeol pada Sehun, "Ayolah, aku hanya mencari udara segar dengannya, jangan terlalu memikirkan keadaan ku, eum?"
Sehun mendelik, apa yang Baekhyun katakan? Jangan terlalu memikirkan keadaannya? Sehun berkacak pinggang, Baekhyun sudah berubah. Jika dulu Baekhyun sangat ingin Sehun terus berada disisinya, sekarang justru Baekhyun gelisah dengan kehadiran Sehun.
"Ap- apa kau bilang? Jangan terlalu mengkhawatirkan keadaan mu?" Sehun berdecih, membuat Baekhyun bergetar –sebagai akibat dari perlakuan Sehun yang tak seperti biasanya itu, "Yak! Baekhyun-ssi, sepanjang hari kau tidak menjawab panggilan ku, terlebih saat itu kau baru saja terkena sebuah musibah, bagaimana mungkin aku tidak khawatir, eoh?!"
"Sehunnie." Gumam Baekhyun dengan suara yang bergetar, memancing amarah Chanyeol di dalam mobil.
"Oh… Sepertinya kau sudah tidak perduli dengan apa yang terjadi padaku karena kehadiran seseorang yang lebih kaya raya dibanding aku, begitu? Ck…" Baekhyun tertohok dengan ucapan Sehun yang sangat tajam itu, "Kau memang pandai berakting, sehingga aku tak percaya jika kau ternyata sama seperti jalang lainnya." Sambung Sehun tak percaya sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan Baekhyun begitu saja.
Melihat posisi Baekhyun yang sepertinya tertindas, Chanyeol bermaksud keluar mobil dan segera menghampiri Baekhyun, namun niatnya tertahan tatkala gadis itu –Baekhyun kembali bersuara.
"Aku tak mengerti kau bisa berubah seperti ini, Sehun-ah," Ujar Baekhyun, "Malam ini, kau sama sekali bukan Sehun yang ku kenal. Kau berubah, benar-benar berubah Sehun-ah."
Chanyeol, dan Sehun sama-sama terdiam di tempatnya, mendengarkan apa yang sedang Baekhyun bicarakan.
Baekhyun memutar badannya, menatap punggung Sehun dengan mata yang sudah berkaca-kaca, "Ku kira, kau berbeda dengan laki-laki lainnya. Tapi ternyata, kau tidak berbeda jauh dengan yang lainnya." Baekhyun mengusap air mata yang menetes di pipinya kasar, "Satu hal yang baru ku ketahui di dunia ini adalah, ternyata hal yang paling menyakitkan yaitu perlakuan tak terduga dari seseorang yang sangat dekat dengan ku."
"JIKA KAU MEMPUNYAI PERTANYAAN PADAKU, MAKA TANYAKANLAH! JIKA KAU MEMPUNYAI KEKESALAN TERHADAP KU MAKA JELASKANLAH DENGAN BAIK-BAIK, BUKANNYA SEPERTI INI! KAU BODOH, KAU GILA, KAU ANEH, DAN KAU SANGAT KEKANAK-KANAKAN! BAGAIMANA MUNGKIN AKU MENGETAHUI APA YANG KAU FIKIRKAN JIKA KAU TIDAK MENYATAKANNYA! PERGILAH, ENYAHLAH!" Tutup Baekhyun dengan memekik frustasi, membuat Sehun dan juga Chanyeol tertegun di tempatnya masing-masing.
Sehun berbalik, sepertinya perkataanya tadi pada Baekhyun sudah terlalu kelewatan batas. Namun belum sempat Sehun meminta maaf, Baekhyun sudah lari ke dalam kost-annya dengan air mata yang sudah membasahi wajah gadis cantik itu –Baekhyun.
"Argh!" Geram Sehun mengusak rambutnya frustasi.
Baekhyun berlebihan? Fikirkan, gadis mana yang tidak akan sakit hati apabila dituduh dengan sebutan 'Jalang' oleh pemuda manapun itu. Begitulah kiranya hal yang terjadi pada Baekhyun. Tak hanya merasa sakit hati, secara tidak langsung juga Baekhyun merasa harga dirinya diinjak-injak begitu saja, serta merasa terhina dengan celaan yang tak pantas diucapkan itu. Yang paling menyakitkannya lagi adalah, fakta jika orang yang menghina Baekhyun itu adalah orang yang sudah dianggapnya sebagai kakak kandung.
Belum usai rasa penyesalannya, tiba-tiba Chanyeol berjalan menghampiri Sehun kemudian memukul pipinya dengan keras, sehingga menimbulkan suara yang cukup nyaring.
BUGH!
"Jika kau memang tidak menyukai gadis ku, jangan pernah kau ucapkan kata-kata hina itu sekali lagi dihadapan Baekhyun, paham?!" Ancam Chanyeol dengan rahangnya yang mengeras, lengkap dengan raut wajahnya yang terlihat teramat kesal.
Sehun tersungkur di jalan. Berpadu sudah rasa sakit di ujung bibirnya dengan rasa perih karena ucapannya sendiri. Tak sudi lagi untuk sekedar melihat keadaan Sehun, akhirnya Chanyeol memutuskan untuk segera pergi meninggalkan Sehun sendirian.
Cemburu, begitulah halnya apa yang tengah dirasakan Sehun saat ini. Fakta jika Sehun khawatir dengan keadaan Baekhyun tadi, kemudian Baekhyun tidak menjawab panggilannya, ditambah dengan rasa kesalnya ketika mendapati bahwa Baekhyun sepanjang hari bersama Chanyeol.
Cemburu? Bukankah itu sebuah perasaan yang berkaitan dengan cinta? Betul, tepat sekali. Jadi? Sehun mencintai Baekhyun sejak lama, akan tetapi Sehun tidak pernah berani menyatakan perasaannya pada gadis itu –Baekhyun. Karena satu alasan, yakni Sehun tidak mau kehilangan Baekhyun dari sisinya. Sehingga Sehun memutuskan untuk mencintai Baekhyun dalam diam.
"Baekhyun-ah saranghae…" Bisik Sehun pelan, diiringi dengan air matanya yang terjatuh dari kedua mata elangnya.
~Differ Girl~
BRAK!
Suara bantingan pintu terdengar sangat keras, dan itu adalah ulah seorang Baekhyun. Dengan air mata yang belum kunjung berhenti, Baekhyun masuk ke dalam kost-annya malas. Sesampainya di ruang tengah, Baekhyun lekas membaringkan tubuhnya di atas sofa dengan mata yang mulai menutup. Hari yang benar-benar melelahkan, begitulah keluhan Baekhyun saat ini.
Sepertinya takdir tengah mempermainkan Baekhyun, sebab ketika Chanyeol mulai mendekatkan diri padanya, Sehun justru menjauhinya dengan kentara. Sampai Sehun mencelanya dengan sebutan 'Jalang'. Oh perih rasanya ketika Baekhyun mengingat perkataan Sehun tadi, bersamaan dengan air mata yang kembali mengalir deras.
Baekhyun harus menenangkan dirinya. Dengan demikian, Baekhyun mulai berjalan menuju kulkas. Dalam fikirannya, entah karena terlalu frustasi atau apa, Baekhyun mencari sekaleng soju, namun tak dapat dijumpainya benda penghilang kesadaran itu.
Baekhyun memukul dadanya kencang, rasa sesak dalam rongga hatinya masih terasa sangat menyiksa. Beginilah sikap Baekhyun, jika dia sudah frustasi, sisi liar dalam dirinya akan keluar begitu saja tanpa terkendali. Seseorang tolong hentikan Baekhyun sekarang juga.
"Ah…" Desah Baekhyun tersiksa dengan menjambak rambutnya sendiri, sepertinya Baekhyun sudah tak lagi kuasa menahan rasa frustasinya itu.
Mungkin inilah jalur ceritanya. Mata sayu Baekhyun tertuju pada sebuah botol obat di bawah meja, dan seketika itu Baekhyun teringat jika dirinya mempunyai obat tidur. Dengan langkah yang sempoyongan, Baekhyun berusaha meraih botol obat itu, lengkap dengan wajahnya yang semakin pucat.
Baekhyun terlalu pusing! Seseorang tolonglah Baekhyun! Gadis SHS itu sudah meminum pil terlalu banyak! Itu akan menyebabkan overdosis!
Baekhyun semakin tak terkendali, dengan tanda jika dirinya sudah meminum hingga 10 pil obat tidur. Ayolah Baekhyun jangan seperti ini. Sepertinya obat bereaksi dengan cepat, sehingga Baekhyun tiba-tiba saja kehilangan kesadarannya dan kemudian tersungkur begitu saja di lantai.
BRUK.
"Baek- Baek- BAEKHYUN-AH!"
*SBC*
Hayooohhhh, siapakah yang menemukan Baekhyun? '-'
Chanyeol sudah pergi, sedangkan Sehun? :o
Ohhh, sepertinya itu adalah….
Oke gaes, ini adalah jawaban untuk pertanyaan kalian! ^^
Jika masih kebingungan, maka tanyakan saja yaaaaaa~~~~
At last, bfr u read ma answer, I want say cu next timeeeeeeeeeeee ^0^
Question :
BaekHill chapter 11 . 5h ago
Nah.. Udah cium2an,, nikah! nikah! nikah! /sambil nari2 ala cheer wkwkwk/
Apakah up nya punya jadwal rutin? Kalo iya, kapan tuh kak?
Next kak, tetep semangat nulisnya..
Answer :
Iya, nikahin aja tuh kkkkk~ Enggak sekalian joged bang jali aja? '-'
Punya sih sebenernya, yaitu jam 07.00-07.30 p.m WIB, tapi bisa berubah sesuai keinginan dan juga waktu luang aku juga sih :v
Thanks yaa support-nya, jangan sampe bosen buat baca terusssss
Question :
ChanNhye chapter 11 . 17h ago
sorry baru ripiu lagi huhu ㅜㅜ
jaringan disini sempar error bbrapa hari
nihhh pertanyaankuu
iti baek kan mash sakit kakinya masa udah bisa aja sama ceye
knp tbtb ngrasa bersalah keluhan malah pgen nampar luhan
kyungsoo mana kkamjongmu
dan yooraaaa masa iya butuh waktu lama mengenali baek
n keberatan gakkk
kalo ceye sama baekkk
kelasss brapa sihhh
oiya, jaga kesehatan yah
aku juga flu
pai pai
Answer :
Eum, kayaknya kaki Baekhyun sempet jadi kontroversi juga ya? '-' Atau mungkin adegan ini kurang cocok dengan minat pembaca? TT^TT
Sebelumnya aku bakal ngejelasin terlebih dahulu ya kkkkk :v
Well, disinikan ceritanya Baekhyun itu berbeda dengan gadis kebanyakan, disaat yang lain nangis kesakitan, Baekhyun justru bakal susah payah biar enggak kelihatan sakit –walaupun sebenarnya dia juga ngerasain sakit. Dan juga alasan karena Baekhyun takut sama darah memperkuat tekad Baekhyun untuk tidak terlalu memperdulikan lukanya. Wkwkwkwkwk, paham gak sih? '-' Soalnya, buat aku pribadi, ngejelasin suatu alasan dengan tulisan itu susah. :v
Kan Sehun juga cowok, dia pasti ngerasa bersalah juga kan? Maka dari itu, dia berniat pengen minta maaf sama Luhan, terlebih karena perkataan kasarnya tadi :v Wkwkwk, selebihnya tunggu next chap yesss!
Aduh '-' Kelas berapa ya aku? Eum…. Berapa ya? '-'
At last, tetep tunggu kelanjutan dari kisah cinta antara CY dan BY :b
PS : Aku ChanBaek Ship loh, jadi jangan nyangka aku keberatan jika mereka di jodohkan di FF ini wkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwk:v
Maaf kalo jawaban seandainya kurang nyambung sama pertanyaan #CozISoPusyinggggg
Oh ya readers-nim :v #ApaanSihLu? Sejujurnya, aku kurang suka disebut 'Kakak', 'Eonnie', ataupun 'Sunbae' #CumanDiKehidupanFFya^^ #KaloDinyataAkuSuka^^ Jadi, kalian bisa enggak sebut aku 'Hanna', 'Myeonnie', 'HanHan', atau yang lainnya? '-' Biar terkesan akrab gitu :v
