Semua cast bukan milik saya, tapi cerita fanfic ini milik saya karena asli buatan saya.
No copy paste, no plagiarism.
Saya pinjam nama cast dari beberapa boyband dan girlband, di antaranya Super Junior, SNSD, Sistar, 2AM, Shinee, 2PM, f(x), etc
Warning : Gender swtich (seenak udel author), typhosssss (saking banyaknya meski udah dicek ulang), cerita aneh, membosankan, gaje, kurang romantis, kurang sesuai EYD, slow update, dan lain-lain.
Raut bahagia tampak menghiasi wajah sang manager kafe yang tengah duduk sambil memutar-mutar kursi kerja di dalam kantornya itu. Sunggingan senyum lebar tak pernah lepas dari bibirnya. Menambah aura ketampanan yang menguar dari wajahnya. Namja itu, Lee Dong Hae memang tengah senang luar biasa. Bukan tanpa alasan jika namja itu bertingkah agak berlebihan. Anggukan pelan dan rona merah di wajah Lee Hyuk Jae yang menjawab pernyataannya barusanlah yang menjadi penyebabnya.
Ya, beberapa menit tadi, seorang yeoja secantik Lee Hyuk Jae sudah resmi menerimanya sebagai namjachingu. Jadi, bagaimana mungkin Donghae tidak bahagia.
Segudang rencana sedikit demi sedikit mulai namja itu rancang demi untuk merayakan momen bahagianya. Tangannya secara otomatis meraih ponsel miliknya yang tergeletak malas diatas meja kerja itu. Sedetik kemudian, Donghae mengutak-atik ponselnya. Tersenyum saat ia sudah mendapatkan apa yang ia cari, menempelkan benda canggih itu di daun telinganya dan menunggu jawaban dari seberang.
"Hhhh... hhhh... Yeoboseyo hyung..." suara yang ia tunggu akhirnya terdengar, membuatnya menyiapkan ratusan kata untuk membagi kebahagiaannya kepada salah satu orang yang paling ia percaya di dunia ini selain keluarganya. Namun ada yang sedikit aneh dengan dengan suara namja yang sudah ia anggap seperti dongsaengnya sendiri itu, hingga memunculkan fantasi liarnya tentang apa yang tengah dilakukan oleh lawan bicaranya sekarang.
"Yeoboseyo Kyu ...Kau sedang apa? Ah, aku tahu ... pasti sedang ber'ehem-ehem' dengan istrimu kan..." tebak Donghae, membuat dahi pemuda lawan bicaranya di seberang berkedut kesal.
"Hahhh ... Sembarangan saja kau ini hyung. Dasar yadong. Memangnya siapa yang sedang seperti itu. Aku sedang memindahkan lemari pakaian di kamar apartemen Sungmin. Kau tahu, ini berat sekali. Huh, kau ini mengganggu saja." gerutu Kyuhyun, membuat lawan bicaranya justru terkekeh panjang.
"Habis, suara terengahmu itu begitu mencurigakan," ucap Donghae disela kekehannya yang belum juga berhentii setelah beberapa saat.
"Sudah, katakan saja. Hyung menelponku sekarang bukan tanpa alasan bukan?" tebakan jitu Kyu nampaknya manjur untuk sedikit meredakan kekehan Donghae.
Wajah tampan manager itu berganti menyunggingkan senyuman. " Kau tahu, aku udah resmi menjadi kekasih Hyukkie."
"Ha? Hyuk noona?" ucap Kyu tak percaya.
"Ne...dia menerimaku menjadi namjachingunya Kyu ... Kau tahu, ini benar-benar hal yang sangat luar biasa. Dan aku ingin kita merayakannya bersama. Kita nanti malam minum sepuasnya Kyu. Kutraktir sampai kau mabuk sepperti biasa, bagaimana?" tawar Donghae dengan wajah penuh harap.
Kyuhyun terdiam sejenak. Memikirkan segala kemungkin dan konsekuensi jawaban yang akan ia lontarkan kepada namja yang sudah seperti hyung kandungnya sendiri. "Mian hyung, aku tidak bisa. Malam ini aku harus menemani Sungmin beres-beres apartemennya. Setelah itu kami harus pulang di rumah mertuaku. Jadi aku sekali lagi minta ..."
"Ah, aku yang seharusnya minta maaf kepadamu Kyu. Ini masih hari-hari awal pernikahanmu. Kenapa aku begitu babo hingga mengajakmu pergi di malam hari. Lagi pula kalian kan pasti harus sering melakukannya. Kalau tidak, mana seru...haha."
"Aish, ternyata sekali yadong tetap yadong..." ucapan Kyuhyun yang membuat Donghae kembali tertawa terbahak.
"Ou, ternyata hari ini aku harus pergi mengecek bahan makanan di gudang. Lain kali kita sambung, jangan lupa mengunjungiku beberapa hari ke depan. Anggap saja aku pengganti orang tuamu, jadi kau wajib datang sambil membawa istrimu. Mengerti!"
"Dasar kekanakan. Iya, baik-baik...akan kubicarakan dengan Sungmin. Yasudah hyung, aku harus meneruskan pekerjaanku. Bye..."
"Oke ... see you next time."
Dan keduanya memutuskan sambungan telepon.
'Hah, kenapa aku sampai lupa kalau Kyu sudah menikah.' Donghae tersenyum sambil memutar-mutar ponselnya di atas meja kerja di depannya.
'Satu orang datang, tapi satu orang pergi...heh... betapa hidup ini begitu adil bagi diriku.'
'Tapi, inilah hidup, begitu abstak dan sangat sulit untuk terprediksi.'
"Kyu, istirahat dulu. Sejak tadi kau tidak mau berhenti mengerjakan semuanya sendiri." Sungmin meletakkan dua gelas jus buah dingin di meja ruang tamu yang masih sedikit berantakan.
"Sebentar lagi Ming, nanggung. Tinggal membawa meja kecil ini ke kamarku dan semuanya beres." Kyuhyun terlihat sangat bersemangat mengangkat sebuah meja kecil dan meletakkannya di kamar yang nantinya akan ia tempati. Ya, dari hasil musyawarahnya dengan sang istri, mereka akhirnya sepakat kalau sebulan ini mereka akan tidur di kamar yang berbeda. Sebulan ini adalah waktu bagi mereka untuk saling mengenal dan membuka hati. Keduanya ingin merasakan rasa penasaran layaknya pasangan yang tengah berpacaran. Kalau mereka langsung tinggal sekamar, maka perasaan itu mungkin tak akan pernah muncul. Jadi cara ini dirasa paling ampuh untuk menumbuhkan perasaan cinta di antara keduanya.
"Makanya tadi aku ingin menelpon Kim ahjussi untuk minta dicarikan beberapa orang sehingga suamiku tidak perlu susah payah mengerjakan semuanya sendiri."
"Tidak perlu. Kalau hanya seperti ini, aku sudah terbiasa. Oh iya, seluruh pakaian, buku kuliah dan seluruh barang-barangku masih berada di apartemen Donghae hyung. Kapan kita bisa mengambilnya?" Kyuhyun menghampiri Sungmin, duduk di sofa panjang kemudian mengambil segelas jus lalu meminumnya dengan lahap.
"Mungkin setelah kita pulang bulan madu. Jadi setelah ini, kita belanja baju dan segala keperluan untukmu. Kita ke mall, atau ke butik milik Heechul imo, bagaimana? " tawar Sungmin.
"Bagaimana kalau supermarket di dekat sini saja. Aku tadi sempat melihatnya. Kau pernah belanja di sana Ming?"
Sungmin memutar bola matanya. Ia malas kalau harus berdebat sekali lagi tentang bagaimana kesederhanaan suaminya yang baginya sudah terlalu akut ini. Tidak bisakah Kyuhyun mempunyai selera yang sedikit high class. Dan apa itu baju di supermarket? Demi seluruh boneka bunny koleksinya semenjak di elementary school, ia tidak mau melihat suaminya, pria yang harus selalu bersamanya, ke mana-mana hanya mengenakan baju-baju murahan. Apa kata staff atau bawahannya, atau bahkan mungkin rekan bisnisnya jika melihat kondisi suaminya yang seperti itu?
"Kyu, baju yang dijual di supermarket itu tidak ada yang bagus, percayalah kepadaku. Kita ke mall saja ya, ke outlet langganan Appa, bagaimana?" tanya Sungmin penuh harap.
"Aku tidak punya uang sebanyak itu Ming. Lagipula, bukankah aku yang akan memakai baju-baju itu, kenapa kau yang pusing? Kau tahu, mau pakai baju seperti apapun, aku akan selalu nampak tampan, hmm?" smirk setan itupun tersungging sempurna di bibir Kyuhyun. Meskipun di luar Sungmin mempoutkan bibirnya, namun sebernarnya hatinya mengakui bahwa pernyataan Kyuhyun barusan memang benar adanya. Pakaian apapun selalu pantas dikenakan oleh namja yang telah berstatus sebagai suami sahnya itu tanpa mengurangi kadar ketampanannya. Tapi, bukankah sebagai direktris yanng mempunyai kekayaan milyaran won, menurutnya sangat tidak pantas jika sang suami yang kelewat sederhana itu bersikeras mengenakan pakaian-pakaian murahan, sangat tidak sesuai dengan gaya hidupnya selama ini.
"Hei, Ming. Hentikan mengerucutkan bibir seperti itu." ucap Kyuhyun saat matanya tidak bisa lepas dari bibir shape M warna softpink yang tengah mengerucut sempurna, membuatnya ingin kembali merasakan manis dan lembutnya benda kenyal milik sang istri yang seharusnya sekarang sudah resmi menjadi miliknya juga.
"Kalau aku tidak mau, kau mau apa?" tanya Sungmin masih dengan nada kesal.
"Aku yang akan menghentikannya," ucap Kyuhyun sambil menggeser duduknya. Seperti bisa membaca pergerakan suaminya, Sungmin langsung beranjak dari duduknya.
"Kau tidak akan mendapatkan ciumanku," Sungmin berkacak pinggang sementara sang suami hanya membalasnya dengan sebuah smirk setan khas miliknya. Membuat Sungmin sedikit terpesona sekaligus tambah kesal.
"Kau yakin, tidak menginginkan ciuman dengan suami tampanmu ini, hmm?" goda Kyuhyun yang secepat kilat sudah menempatkan diri tepat di hadapan Sungmin. Yeoja manis itu mundur dua langkah untuk memperlebar jarak antara dirinya dengan suaminya yang sengaja dipersempit oleh sang suami.
"Berhenti kau Cho ..." ucap Sungmin sambil memejamkan mata saat Kyuhyun memposisikan wajahnya lebih dekat dengan wajah sang istri.
Sungmin tidak berani mengintip apa yang terjadi dengan jelas. Namun ia merasakan sentuhan bibir nan lembut di keningnya. Ya, kali ini Kyuhyun Hanya mengecup keningnya, bukan bibirnya. Ada sedikit perasaan kecewa yang aneh di hati yeoja manis itu.
Perlahan Sungmin membuka matanya dan mendapati senyum lembut Kyuhyun tepat di depan matanya.
"Kau ini lucu sekali kalau ketakutan seperti tadi. "
Sungmin hanya terdiam sambil menundukkan wajahnya.
"Ayo ke supermarket!"
"Kyu, kau tidak mendengarkanku?"
"Aku suamimu Ming ..."
"..."
Cairan pekat berwarna merah masih terlihat segar menggumpal di buku-buku jemari pemuda itu. Sorot matanya masih begitu liar dan penuh kemarahan. Satu tinju lagi menghantam batang pohon besar di hadapannya.
"Cho Kyu Hyun, kau akan menerima balasannya!" teriak pemuda itu. Badannya merosot terduduk dengan air mata yang mengalir tak henti.
"Arggghttt," teriaknya tanpa sungkan. Beruntung taman itu begitu lenggang, sehingga tidak ada seorangpun yang menginterupsi pelampiasan kekesalannya.
Beberapa saat kemudian pemuda itu, Jinwoon akhirnya berhenti menangis. Ia usap kasar air matanya menggunakan lengan baju, beranjak berdiri dan mengambil ponsel dari saku celananya. Jemarinya cekatan memencet beberapa nomor di sana. Pemuda itu kemudian menempelkan ponsel ke telinga, menunggu respon dari pihak yang ia hubungi.
"..."
"Aku ingin anda kemari, maksimal besok pagi harus sudah di sini!" pemuda itu berbicara setengah berteriak kepada lawan bicaranya
"..."
"Aku tidak peduli, anda dibayar mahal oleh Appaku untuk menjadi asistenku bukan? Aku membutuhkan anda saat ini, kalau tidak ... aku akan bilang Appa agar segera memecat anda secepatnya!" Jinwoon memutuskan sambungan teleponnya, mengantonginya kembali dengan cepat.
"Cho ...Kyu ...Hyun ... aku akan membuatmu menderita untuk membayar semua ini!"
Sungmin memandangi suaminya yang tengah memilih beberapa t-shirt dan kemeja dengan alis nyaris bertaut. Ia sungguh kesal dengan sikap keras kepala Kyuhyun yang tidak mau mendengarkan nasihatnya tentang pentingnya menggunakan baju berkelas untuk menunjang penampilan. Pemuda itu tetap bersikeras untuk mengenakan pakaian-pakaian 'murahan' alih-alih pakaian yang selaras dengan yang selalu dikenakannya, mahal dan bermerk.
"Kupikir, ini sudah cukup," Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin dan tersenyum melihat ekspresi istrinya yang masih terlihat kurang senang dengan keputusannya.
"Kau tunggu di sini, aku akan membayar..."
"Biar aku saja," sebuah sentakan saat Sungmin mengambil alih troli dan membawanya cepat menuju ke arah kasih. Wanita itu kemudian berdiri untuk mengantri, tidak memperdulikan ekspresi suaminya yang terkejut dengan tindakannya, tapi sedetik kemudian Kyu Hyun tersenyum melihat tingkah istrinya yang menurutnya terlalu menggemaskan untuk wanita seusianya.
Kyuhyun mengambil beberapa kotak pie dan buru-buru menyusul istrinya mengantri di kasir. Pemuda itu lantas menggeser posisi Sungmin dan kembali memegang trolinya.
"Kali ini, biarkan aku yang membayar, Ming. Kau tunggulah di mobil, setelah ini kita akan pulang ke rumah," senyum lembut Kyuhyun. Sungmin masih berdiri di posisinya dengan wajah cemberut.
"Ming ..."
"Hah, baiklah ... baiklah!" Sungmin berlalu dan Kyuhyun hanya dapat menghela nafas panjang.
'Ini seperti aku yang lebih tua daripada dia,' batin Kyuhyun. Pemuda itu kemudian tersenyum sendiri mengingat tingkah Sungmin barusan.
Key tengah bergelung dalam selimut hangatnya. Gadis itu sebenarnya beniat untuk tidur lebih awal, mengingat ia sudah tidak ada kegiatan yang harus ia lakukan malam itu, dan entah mengapa ia juga sedang enggan untuk pergi berpesta bersama teman-tamannya.
Tapi malam itu ia sangat sulit untuk tidur. Pikirannya kali ini tengah dilanda kebingungan. Siapa lagi penyebabnya jika bukan si pemuda bernama Jinki.
Key menghela nafas panjang, memandang langit-langit kamarnya dengan sorot kosong.
"Jinki dan Onew oppa, apakah mereka adalah orang yang sama?" gumam Key sekali lagi.
"Aku benar-benar penasaran dengannya, apa aku sebaiknya bertanya kepada Heechul imo? Tapi, aku tidak berani bertanya tentang Onew oppa kepada beliau, lagi pula aku tidak mau mengingat masa lalu menyakitkan itu, tapi ..." Key terdiam sesaat lalu mendudukkan badannya tegak.
"Kenapa Jinki berbicara seolah dia mengenalku di masa lalu? Dan kenapa dia seperti mempunyai kedudukan tinggi di butik imo? Padahal seharusnya satu-satunya pemilik butik itu hanya Heechul imo. Atau mungkin ... " Key kembali menghela nafas sambil memeluk lututnya sendiri.
"Besok aku harus berbicara kepada Jinki, harus. Kalau tidak aku bisa mati penasaran," putus Key lalu kembali merebahkan tubuhnya ke kasurnya yang nyaman.
tbc
Hai readerdeul ... apakah masih ingat dengan fanfic ga jelas bikinan saya ini? Mianhe ... saya baru bisa update sekarang, udah gitu pendek pula, sekali lagi mianhe ne ...
Tak lupa terima kasih sekali kepada semua reader yang sudah memfavoritkan, memfollow, dan apalagi mereview. Sungguh saya sangat menghargai itu. Dan saya akan coba jawab singkat semua review yang masuk di chap kemarin:
1. PumpkinEvil : ah, makasih semangatnya. Akan saya usahain, jangan kapok baca fanfic saya ya ...
2. mika. marvelysa : saya usahain ya ... semoga chapter ini udah cukup memuaskan ... hehehe
3. lee jungie : iya chingu, sekali-kali gapapa kan ... hehe. Iya, saya usahain tetep lanjut ya, makasih semangatnya
4. abilhikmah : hehehe
5. chomin137: wkwkwk...mianhe ...Makasih ya semangatnya, saya usahain lanjut terus ...
6. TiffyTiffanyLee : makasih semangatnya ...
7. sanmayy88 : hehe, silakan tebak ...tapi dah mulai keliatan di chap ini ... hehe
8. Chominhyun : ok saeng ... eon lanjut ni
9. Guest : dah saya lanjut
10. Michiko Haruna : dah saya lanjut ni
11. FarahYue : ga ada chingu. No NC hahaha. Hmmm semoga nyeseknya ga kebangetan yah ... udah dikit sih, tapi belum banget. Saya usahain chingu ... nado saranghae ...
12. Baby niz 137 : ahaha...mian, ga bisa saya wujudkan smua
13. KMS : dah lanjutttt
14. PaboGirl : yah, gimana lagi ... iya chingu, ni chap 12 nya
15. LS-Snowie : salam kenal ...ahaha...gapapa ne ... saya maklum kok. Duh ... makasih ya, ehm... yang ini rahasia ya. Duh mian, ga bisa kilat...
16. leleekyumin :silakan...silakan dibaca ampe puas ne ... hehehe
17. dzdubunny : hehehe emang modus tu. Cie..cie, jadian kan mreka. Jinkey masih saya simpen ... wkwkwk
18. fariny : haha... iya chingu, emang saya pengennya gitu
19. doble. yin : dah saya lanjut ...
20. choikim1310 : ehm, masih saya pikirkan juga chingu. Haha, pastinya saya bikin kisahnya agak ruwet *ketawa evil*. Ga tau juga mau ampe chap berapa, makasih semangatnya.
21. Cho Vincelin : ini saya lanjut kok chingu ...
22. ssone31: makasih ... iya chingu ... saya ga akan kasih NC ... wkwkwk. Ok saya lanjutt ne
23. Kimeunyeol : mian, saya lagi hilang mood lanjutin ni ff, tapi saya usahain lanjut kok. Makasih semangatnya
24. FitriYani689 : Hahaha .. makasih chingu. Makasih semangatnya juga
25. misslah ; ini update chingu
26. Guest : udah eon update ne ...
Semoga tidak ada nama reviewer yang kelewat. Sekali lagi makasih dan ini menyemangati saya tetap lanjut.
Mohon review untuk chap ini ya ...
Sampai jumpa di chap 13
thanKyu
