SECRET LOVE
CHAPTER 12
Warning :
Alur semakin tidak jelas. Entah Alur ini Cepat apa lambat. Ada Typonya sudah Pasti. Susah dipahami dan dimengerti.
-SELAMAT MEMBACA-
Sudah satu tahun mereka menjalani hidup disini, lengkap dengan kesibukan yang ada. Dua diantara mereka berharap bahwa ini adalah hidup mereka yang baru. Tapi tidak bagi yang satunya. Walaupun dia juga bahagia bersama mereka, tapi sesungguhnya dia juga merindukan hal yang lain. Keluarga sesungguhnya, karena sebuah ikatan darah tidak akan pernah terganti dengan apapun dan siapapun. Tapi dia juga bingung apa yang harus dia lakukan untuk membuat semuanya berakhir dengan indah.
.
.
"hay Marc,, what are you doing here?"
"oh Kris.. nothing. I just miss someone."
"who?"
"my family."
"but your familiy.. aren't they Jeremy and Andrew?"
"yeah, they are my family but... oh nothing. Forget it okay!. Let's go to the class."
Kyuhyun a.k.a Marcus beranjak dari duduknya dan langsung menarik Kris menuju ke kelas Musik. Menyisahkan sebuah rasa penasaran dibenak Kris. Siapa keluarga Mark yang lain. Pasalnya Kris memang tidak mengetahui seluruh cerita kehidupan Marcus, Andrew dan Jeremy.
"Hey,, what are you thinking about. Let's go or we'll be late now." Dan suara Mark langsung membuyarkan pikiran Kris saat ini. Kyuhyun hanya berharap Kris tidak akan bercerita macam-macam tentang apa yang dikatakannya tadi. Bisa menjadi masalah jika Kris bertanya langsung pada Hyung-nya Siwon a.k.a Andrew.
Tanpa terasa jadwal kuliah hari ini sudah selesai. Kyuhyun tidak ingin langsung pulang menuju Apartement-nya yang ditempati bersama hyungdeul-nya. Kris telah berpamitan kepada Kyuhyun akan langsung pulang karena dia ada pekerjaan Part-time di salah satu restoran Korea di NY. Terkadang Kyuhyun akan mampir ke tempat kerja Kris jika ia sedang merindukan makanan khas asal Negaranya itu. Tapi hari ini ia ingin berjalan-jalan dipusat kota New York itu. Sebenarnya dia hanya merindukan suasana Kota Seoul karena dulu dia akan sering jalan-jalan dengan salah satu hyugdeulnya di beberapa pusat perbelanjaan untuk membeli hal-hal yang mereka sukai. Dan Toko Kaset Game adalah hal yang tak pernah telupakan.
'Ah... Hyungdeul neomu bogoshippeo.'
Kyuhyun tersenyum getir mengingat semua kenangan itu. Baru setahun dia pergi tapi kenapa begitu lama dan sulit. Rasa kerinduan yang selalu ia pendam sendiri. Tidak mungkin ia tunjukan kepada Siwon maupun Yesung. Kakinya terus melangkah pelan melewati ramainya orang yang berlalu-lalang berjalan di Pusat Kota NY.
'Kyuhyun ah, karena hari ini aku menerima gaji pertama aku akan membelikanmu Kaset Game terbaru, Kajja kita pergi jalan-jalan' –Donghae hyung. Kyuhyun terus berjalan tanpa arah melewati beberapa pusat pertokoan.
'Kyuhyun ah, karena akhir-akhir ini kau sering sakit. ayo kita makan diluar. Hyung akan mentraktirmu dan khusus untukmu dan kau harus selalu sehat. Arrachi.' –Jungsoo Hyung. 'Andwe.. kenapa hanya Kyuhyun yang diajak makan diluar. Kita juga ikut'Kyuhyun mulai menahan sebuah kristal bening yang bersiap keluar dipelupuk matanya.
'yak.. maknae kenapa kau menangis. Siapa yang membuatmu menangis hyung akan membuat perhitungan dengan orang itu.' 'jangan cengeng magnae. Keluarga Cho harus kuat.' –Heechul hyung. Kyuhyun mengadahkan wajahnya menatap langit. Menahan sebuah kristal yang akan meluncur dari mata indahnya.
'Kyu... Ada apa? Apa kau ada masalah. Hyung akan selalu menjadi pendengar yang baik untukmu Arrachi. Kyu kita menyayangimu dan akan selalu menyanyangimu karena kita adalah keluarga sampai kapanpun' –Kibum Hyung
'Hyung kalian sehat kan. Eomma Appa.. kalian juga kan. Saranghae.. Jeongmal Saranghae..'
Kyuhyun berjalan sampai ke area Taman yang ada disana. Mendudukan dirinya disalah satu kursi taman dalam diam. Ia ingin menghubungi mereka. Kyuhyun bersalah karena tak memberi kabar kepada mereka setelah selembar surat yang dikirimkannya dulu. Tapi semua butuh waktu. Dia harus meyakinkan Siwon Hyung-nya untuk mau bertemu keluarganya. Sebersit harapan dihati Kyuhyun adalan menjadikan Siwon sebagai anggota keluarganya. Tapi apakan itu bisa, mengingat Donghae Hyung yang tidak sengaja menabrak Henry hingga tewas dan kehilangan anggota keluarganya satu-satunya.
Drrrt.. drrrttt...
"Marc.. where are you now.. ini sudah larut malam."
"Aku hanya jalan-jalan sebentar Hyung. I'll go home now. Sorry, I'll to be late"
"it's okay. Cepatlah pulang ke Apartement sekarang. Udara malam tidak baik untukmu."
"okay hyung."
Kyuhyun menutup teleponnya dan memasukkan HP-nya kedalam saku celananya. Siwon sudah menghubunginya menandakan ia harus beranjak dari tempat itu sekarang. Ia mulai berjalan dan menstop sebuah taksi. Tanpa ia sadari ada sepasang mata yang melihat Kyuhyun dengan mata melebar.
Dia yakin itu Kyuhyun. Dia berusaha megejar sambil memanggil namanya. "Kyuhyun ah... KYUHYUN..." tapi jarak dia dengan taksi itu semakin menjauh dan Kyuhyun sama sekali tidak menyadari ada orang yang memanggil namanya. Dia Semakin berteriak frustasi memanggil nama Kyuhyun. Dia yakin tadi Kyuhyun, walaupun suasana malam dan sedikit gelap tapi bukankah yang dia lihat itu Kyuhyun.
Dia segera mengambil HP-nya. Memanggil salah satu kontak yang ada di HP nya. "Hyung.. aku melihatnya."
"Yak Changmin ah ada apa kau menelpon pagi-pagi begini. Aku masih ngantuk."
"Hyung aku melihat Kyuhyun."
"Ne...? yak kau jangan bercanda Changmin ah" mata orang diseberang langsung melebar mendengar perkataan Changmin.
"Aku juga tidak ingin bercanda Hyung. Aku tadi melihatnya. Sungguh itu seperti dia Hyung."
"Apa kau yakin. Lalu kau melihatnya dimana."
"Aku.. Aku yakin Hyung. Walaupun aku hanya melihatnya sekilas. Dia disini Hyung. Hyung sekarang aku sedang berlibur ke New York dan tanpa sengaja aku melihatnya di sini Hyung. Kau tahu Hyung aku dan Kyuhyun sudah lama bersahabat jadi tidak mungkin aku melupakan wajahnya"
"Mwo? New York? Uri dongsaeng disana? Lalu kau tau dia sekarang dimana?"
"itu dia Hyung aku tidak tau sekarang dia kemana. Tadi dia masuk Taxi dan aku kehilangan jejaknya." Raut muka Changmin dan suaranya menjadi kecewa begitupun orang yang di seberang sana.
"baiklah aku akan pesan penerbangan tiket ke sana."
.
.
Donghae langsung bangkit dari tempat tidurnya mengecek jadwal penerbangan menuju Ke New York hari ini dan memesan tiketnya melalui On line. Dia tidak ingin menuggu lebih lama lagi. Apalagi semua yang terjadi pada keluarganya selama ini, dia berpikr bahwa itu salahnya. Dia akan menjemput Kyuhyun. Dia juga langsung menyiapkan koper dan baju yang akan dia pakai ke New York.
Sampai diruang tengah Donghae melihat Hyungdeul juga Appa dan Eommanya sarapan bersama sebelum kerja.
"Hyung kau mau kemana?" tanya Kibum to the point melihat Donghae yang sudah rapi dengan kopernya.
"Aku ingin ke New York." Jawab Donghae langsung.
"Kenapa ingin ke New York tiba-tiba. Sebelumnya kau belum bilang pada kami. Ada Apa?" Suara Appa menginterupsi rasa penasaran di antara mereka.
"Ah itu. Aku... Aku hanya ingin memastikan sesuatu hal yang penting. Ini belum pasti. Mianhae Appa, Eomma, Hyungdeul, Kibum ah aku belum bisa memberi tahu kalian. Aku pergi dulu."
"Yak Donghae,, Aisshh kenapa kau pergi begitu saja."
Donghae langsung keluar dari rumahnya dan menaiki taksi yang sudah dipesannya tadi. Sedangkan keluarga Cho hanya bertatapan bingung dengan tingkah laku Donghae tanpa berniat mengejarnya.
"Apa Donghae punya pekerjaan yang berkaitan dengan New York?" Tanya Eomma Cho pada yang lain.
"Entahlah Eomma, aku juga tidak tahu. Memastikan suatu hal yang peting? Apa maksudnya?" tanya Jungsoo juga pada yang lain.
"Aisssh dasar anak itu pagi-pagi sudah menyuruh orang berpikir." Kesal Heechul
"Hyung, apa ini berkaitan dengan Kyuhyun." Kata Kibim.
"Ne,,?" semua tampak terkejut dengan perkataan Kibum.
"Ani.. hanya saja.. Mungkin Kyuhyun ada di New York. Bukankah Donghae hyung bilang ingin memastikan suatu hal yang penting. Apa maksud Hae hyung itu berkaitan dengan Kyuhyun.?" Kata Kibum lagi.
"Ne, itu bisa saja. tapi darimana Donghae tahu Kyuhyun Di New York. Sebaiknya kita menunggu kabar dari Donghae dulu untuk memastikannya." Jawab Jungsoo.
"Sudahlah kita lanjutkan Sarapan kita dulu dan benar apa yang dikatakan Jungsoo kita menunggu Donghae saja untuk menghubungi kita. Aku yakin dia akan memberi kabar pada kita. Jungsoo ah, Heechul ah bukankah kalian ada rapat pagi ini. Segera lah menyelesaikan sarapan dan pergi ke perusahaan agar tidak terlambat menghaadiri Rapat." Tuan Cho menengahi perbincangan mereka.
"Nde Appa" jawab mereka.
Walaupun mereka langsung melanjutkan aktivitas mereka tapi tanpa dipungkiri pikiran mereka memikirkan perkataan Kibum yang terakhir. Apalagi Kibum adalah keluarga terpintar di keluarga Cho dan selalu tepat membaca persepsi orang. Mereka sudah mencari keberadaan Kyuhyun selama ini dan belum ada hasilnya. Satu harapan pasti yang sama diantara mereka adalah segera menemukan Kyuhyun.
(*_*)
New York City
"Marc you are holiday right. Bagaimana kalua kita jalan-jalan hari ini. Hyung juga mendapatkan libur."
"yeah, i think that's good idea hyung." Jawab Kyuhyun sambil tersenyum senang. Daripada di Apartement tidak ada kerjaan hanya main Game mending jalan-jalan. Begitulah pikir Kyuhyun.
"Okay, bagaimana kalau kita mengelilingi kota New York dengan pergi ke Fifth Avenue, times Square dan Central Park. Kita bisa mengunjungi tempat-tempat tekenal disini." Kata Andrew a.k.a Siwon.
"terserah kau saja hyung yang penting kita bisa bersenang-senang hari ini." Jawab Kyuhyun semangat.
"Okay, Let's prepare before we're going."
"Heey.. kalian tidak mengajakku? Kalian ini benar-benar. Ck." Jawab Yesung a.k.a Jeremy yang muncul dari balik pintu kamar mandi.
"ah bukankah kau kerja hari ini hyung?" Tanya Siwon.
"Actually yes, but.. aku bisa ganti shift hari ini. Aku tidak mau kalian bersenang-senang sendiri tanpa mengajakku." Jawab Yesung dengan muka dibuat cemberut.
"Aissh, Jeremy please.. don't do that, wajahmu sungguh tidak pantas jika seperti itu. Childist! you know." Jawab Kyuhyun Asal.
"Yaaak, what do u say? And call me Hyung. Walaupun kita di sini tapi kita tetap orang korea dan kau harus menghormatiku karena aku lebih tua darimu." Jawab Yesung tidak terima.
"yeah i know you're old man. Oh I mean Je.. re.. my.. Hyung" Jawab Kyuhyun sambil tersenyum Evil.
"oh aku rasa kau harus diberi pelajaran Marc. Berani kau mengatakan aku seorang pria tua. Sini kau..." Jawab Yesung yang siap menerkan Kyuhyun dan berlari kearahnya.
"Tapi itu kenyataan Hyung. Kau sungguh sangat tua. Hahaha.." kyuhyun mengejek sambil menghindar dari Yesung dan pergi ke kamarnya.
"Ya awas kau. Aku masih muda dan wajahku terlihat lebih muda darimu. You know that!" Jawab Yesung kesal karena dikatai childist dan tua. (but isn't that true?)
"sudahlah Hyung, kenapa kau meladeni sifat kekanakannya. Kalau seperti ini kau tidak jauh beda dari Marc." Jawab Siwon.
"Yak Andrew, kau mengataiku kekanakan juga?" Jawab Yesung mengeluarkan aura mistisnya.
"a..a.. tidak hyung, i mean em..em.. sudahlah ayo kita segera siap-siap. Bukankan hyung juga akan ikut kita jalan-jalan." Jawab Siwon mengalihkan pertanyaan Yesung dan merinding melihat raut mukanya dan pergi meninggalkan Yesung menuju kamarnya juga.
1 jam kemudian.
"Ayo kita berangkat." Kata Siwon.
"okay let's go.." jawab Kyuhyun Semangat. Dan akhirnya mereka naik mobil bertiga yang dikemudikan oleh Siwon. Yesung duduk disamping Siwon dan Kyuhyun memilih dibelakang. Kenapa? Karena dia takut Yesung mencekiknya dari belakang karena perkataannya tadi. Itu hanya hayalan Kyuhyun dan tidak mungkin Yesung melakukan itu. Ya tapi namanya juga berjaga-jaga jadi dia memilih Aman duduk dibelakang sendiri sambil menikmati Jalanan Kota New York yang terkenal padat itu.
"Hyung.. kemana tujuan kita yang pertama?" Tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan New York.
"How about fifth Avenue? Kita bisa berbelanja disana?" kata Siwon.
"setuju." Jawab Kyuhyun dan Yesung bersamaan. Mereka tertawa karena hal itu. Setelah itu perbincangan ringan dan candaan pun mereka lontarkan didalam mobil sambil menikmati perjalanan.
.
Disinilah mereka sekarang, kawasan Fifth Avenue yang merupakan sebuah jalan utama yang berada di tengah Manhattan, New York City, Amerika Serikat. Fifth Avenue terkenal sebagai jalan pusat perbelanjaan bergengsi, khususnya sepanjang jalan antara 49th Street dan 60th Street, yang memiliki departement store mewah dan juga butik fashion ternama seperti Louis Vuitton, Gucci, Prada, Armani, Chanel, Nike dan masih banyak lagi. Fifth Avenue juga merupakan salah satu jalan pusat pertokoan termahal di dunia. Jalan ini selalu dipadati oleh pengunjung dan turis yang benar-benar untuk berbelanja maupun hanya sekedar Window Shoping :P.
"Wah hyung daebak.. ini baru namanya surga belanja." Kata Kyuhyun sambil berjalan menyusuri pertokoan bersama Yesung dan Siwon.
"iya kita bisa berbelanja apapun disini." Kata Siwon. Yesung sendiri asyik melihat barang-barang mewah yang terpampang di etalase toko yang tertutup kaca.
"Hyung, barang-barang disini mahal-mahal karena merk dunia dan aku kan juga tidak punya uang." kata Kyuhyun.
"Hmm.. tenang saja kau tinggal pilih dan aku yang akan membayarnya. Bukankah aku yang mengajakmu." Jawab Siwon enteng.
"Benarkah Hyung?" Jawab Kyuhyun dengan mata berbinar. "tapi aku jadi lebih merepotkanmu Hyung." Matanya kembali meredup.
"Aiiih.. kau itu bilang apa sih, kau kan dongsaengku akan kubelikan apapun untukmu. Arraseo?" Jawab Siwon sambil mengacak rambut Kyuhyun. Perubahan mood kyuhyun benar-benar seperti anak kecil yang gampang berubah-ubah. Kyuhyun tersenyum senang, ada rasa kehangatan ketika Siwon mengatakan bahwa ia adalah Dongsaengnya.
"Ah.. Andrew, How about me?. Kau akan membelikan apapun juga untukku kan. Aku kan juga Hyung mu?" Kata Yesung menyahuti perbincangan mereka.
"Ani.. hyung.. kau bisa beli sendiri karena kau sudah kerja tidak seperti Marc yang masih kuliah. Dan mana ada dongsaeng yang mentraktir hyungnya. Harusnya hyung yang mentraktir kita berdua. Ya kan Marc?" Sanggah Siwon.
"Ne,, Andrew Hyung benar. Harusnya Jeremy Hyung juga ikut membelikan aku seperti Siwon Hyung."
"Aiih kau kan yang paling banyak uangnya Andrew. You should buy for me too." Jawab Yesung tidak mau kalah.
"Aih hyung kau tidak mau keluar uang cenderung pelit seperti teukie hyung saja." Jawab Kyuhyun dan sesaat kemudian dia shock dengan perkataanya barusan. Teukie Hyung.
Hening.
Tidak ada yang membalas.
Suasana berubah menjadia canggung.
Kyuhyun merutuki kesalahannya.
Tapi dia juga merindukan sosok yang disebutnya tadi.
Ada debaran yang tak terbantahkan dihati kyuhyun mengingat Hyungdeulnya yang lain.
Seakan waktu berjalan sangat pelan.
Siwon terpaku dengan ucapan Kyuhyun.
Kyuhyun mencoba menyudahi lamunannya dan membangun suasana.
"I am so sorry. Aku tidak bermaksud untuk..." Kata Kyuhyun sambil menunduk.
"Ah sudahlah Marc. Kita anggap aku tidak mendengarnya tadi. Bukankah kita disini untuk bersenang-senang dan berbelanja. Let's go." Sanggah Siwon seolah tidak terjadi apa-apa. Dan melanjutkan jalan-jalan mereka.
Yesung merasa bersalah pada Kyuhyun. Harus sampai kapan Kyuhyun bertahan. Yesung takut Kyuhyun yang selama ini memendam segala perasaanya seorang diri akan terluka lebih dari siapapun. Kyuhyun yang selalu Ceria dan menunjukan topeng muka baik-baik saja. padahal sebenarnya ia tahu Kyuhyun sering menangis merindukan keluarganya yang sesungguhnya ditengah malam. Inikah yang dinamakan keluarga tapi masing-masing masih menutupi perasaannya satu sama lain. Berada di zona nyamannya sendiri-sendiri.
Tapi Yesung juga tidak bisa membantah keinginan Siwon. Ia merasakan Siwon yang dulu. Sejak Kyuhyun bersama mereka, sedikit demi sedikit hati dingin Siwon berubah menjadi hangat lagi. Siwon terlihat lebih hidup dan menjalani hidup dengan baik. Dia ingin membiaran Kyuhyun pergi kembali ke keluarganya. Tapi jika Kyuhyun pergi bagaimana dengannya dan Siwon? Yesung juga sangat menyanyagi Kyuhyun seperti dongsaengnya sendiri. Apalagi dia anak tunggal dengan orangtua yang sibuk. Disini dia merasakan bagaimana rasanya mempunyai saudara dan keluarga.
Siwon dan Yesung sudah terbiasa dengan kehadiran Kyuhyun dengan segala sikap dan tingkah lakunya yang unik dan membuat suasana menjadi lebih hidup. Yesung sendiri tidak yakin bisa melepas Kyuhyun. Karena dia menyayangi mereka berdua. Dongsaengnya yaitu Siwon dan Kyuhyun. Secara tidak langsung mereka berdua adalah bagian dari hidupnya. Bolehkah.. bolehkaan untuk egois.
"Hyung.. hey.. ayo kita masuk." Perkataan Siwon membuyarkan lamunan yesung. Mereka memasuki salah satu toko mewah yang berada di kawasan tersebut.
Mereka bertiga memilih barang yang membuat mereka tertarik dan membelinya. Melupakan satu kalimat dari Kyuhyun dan membangun suasana menyenangan kembali. Mereka sangat menikmati acara berbelnja hari ini. Beberapa jenis-jenis barang mewah dan mahal pun sudah berada digenggaman mereka dari jam merek Gucci, Sepatu, Baju dan masih banyak lagi. Tanpa mereka sadari hanya mengunjungi satu tempat tapi waktu sudah sore.
"Hyung, thank you for today." Kata Kyuhyun yang tersenyum tulus pada Siwon.
"Anythung for you Marc." Jawab Siwon yang tersenyum menampilkan lesung pipinya kepada Kyuhyun.
"Aiish hentikan sikap menjijikan kalian yang seperti seorang kekasih." Kata Yesung yang muncul ditengah-tengah keberadaan mereka dan tentu saja itu mengagetkan mereka.
"hyung bisakah aura mistismu yang selalu muncul tiba-tiba itu menghilang?" Kata Kyuhyun.
"Ne hyung, kau membuatku merinding seketika." Jawab Siwon.
"kalian pikir aku hantu. Kajja kita ke Central Park saja." kata Yesung sambil berlalu meninggalkan Siwon dan Kyuhyun.
"Dia memang ajaib." Celetuk Kyuhyun.
.
Skip Time
Setelah puas berbelanja dan makan bersama disalah satu Restoran yang ada disana mereka memutuskan untuk ke Central Park yaitu taman kota seluas 340 hektar yang berada ditengah pulau Manhattan, New York City, USA. Taman ini merupakan salah satu tempat wisata paling terkenal di New York dan dikunjungi oleh kurang lebih 35 juta orang pertahun. Tidak hanya berfungsi sebagai Jantung hijau kota, Central Park juga menjadi oasis all in one bagi warga New York, Khususnya Manhattan, yang ingin melepaskan hiruk pikuk dan seluk beluk gedung bertingkat.
Kyuhyun, Siwon dan Yesung menikmati pemandangan yang ada ditaman ini. Rasanya penat yang mereka alami seharian ini berangsur memudar melihat pemandangan serba hijau didepannya. Hembusan angin sepoi membuat mereka nyaman duduk di atas rerumputan dibawah pohon yang rindang.
"Hyung aku mengantuk." Ungkap Kyuhyun.
"Hmmm,, kau tidurlah." Jawab Siwon sambil menyandarkan kepala Kyuhyun ke pundaknya. Perlahan tangan Siwon mengelus dengan lembut dan teratur kepala Kyuhyun. Kyuhyun merasa nyaman dengan apa yang dilakukan Siwon kepadanya. Membuat matanya menjadi semakin berat. Perlahan hembusan nafas teratur keluar dari hidung Kyuhyun. Tak lama setelah itu dia sudah tertidur sambil menyandarkan kepalanya kepundak Siwon. Siwon menoleh kearah Kyuhyun dan tersenyum melihat Kyuhyun yang sudah terlelap.
(*.*)
"Changmin ah apa kau yakin melihat Kyuhyun disini?" tanya Donghae kepada Changmin. Mereka berdua sekarang berada disalah satu Hotel mewah yang ada di NY.
"Aku yakin hyung itu Kyuhyun. Walaupun aku hanya melihatnya sekilas tapi aku yakin itu dia Hyung." Jawab Changmin mantap kepada Donghae.
"Lalu bagaimana kita bisa menemukannya di Kota sebesar ini Changmin ah. Jika kita tak punya petunjuk sama sekali?."
"Aku juga tidak tahu Hyung. Tapi setidaknya kita sudah tahu kalau Kyu ada disini. Bagaimana kalau aku menghubungi Kyu line dan membantu kita menemukan Kyuhyun. Semakin banyak yang mencari akan semakin baik kan Hyung?" Usul Changmin.
"Apa mereka tidak sibuk? Terserah kau sajalah Changmin ah. Tapi aku tidak mau mengabari Hyungdeul sebelum aku memastikan memang Kyuhyun berada disini. Aku tidak mau membuat semua orang ikut cemas Changmin-ah. Aku berharap bisa bertemu Kyuhyun disini."
"Apa kau sudah menghubungi keluargamu Hyung kenapa kau tiba-tiba kesini?"
"Sudah, aku memberi Alasan kepada mereka bahwa aku membantu temanku menyelesaikan pekerjaan disini. Walaupun awalnya mereka agak ragu dengan yang kukatakan."
"yang kutahu kau paling tidak bisa berbohong Hyung. Pasti mereka menaruh curiga padamu."
"Kurasa iya, maka dari itu aku harus segera menemukan Kyuhyun dan memberi tahu mereka yang sebenarnya."
Changmin menghubungi Minho, Jeonghyun dan Suho untuk datang ke NY. Yah walaupun dia juga tidak tahu apakah mereka semua bisa datang atau tidak. Akhirnya Donghae dan Changmin memutuskan unuk jalan-jalan keluar untuk lebih megenal kota dan memudahkan mereka mencari Kyuhyun sambil mencari makan.
(*_*)
Siwon menggendong tubuh Kyuhyun dipunggungnya karena Kyuhyun yang sudah terlelap susah dibangunkan. Mereka bertiga berjalan kearah parkiran mobil mereka dan bersiap untuk pulang ke Apartement mereka karena hari sudah semakin gelap.
Ketika akan sampai di mobil Siwon mendengar seseorang menyebut nama 'Kyuhyun?'
"hyung kajja kita segera ke mobil."
"Ne? Wae? Kenapa kau buru-buru sekali?" tanya Yesung karena mereka sebelumnya berjalan santai.
"Ani.. supaya kita cepat sampai Apartement hyung." Siwon berjalan dengan langkah lebar sambil menggendong Kyuhyun dan diikuti Yesung sedikit berlari karena tubuhnya yang lebih pendek dibanding Siwon.
Siwon langsung melajukan mobilnya dengan agak kencang menerobos keramaian kota NY. Entah kenapa suara tadi membuatnya gusar walaupun dia mendengar orang itu memanggil dari kejauhan. Siwon memang sensitif jika berhubungan dengan pendengarannya yang tajam.
"Yak Siwonnie,, pelankan sedikit. What's wrong with you?" tanya Yesung yang sama sekali tidak bisa membaca raut wajah Siwon yang datar.
"Don't Call me Siwon, Hyung. I am Andrew in here. Okay. Nothing happpen. I just feel so tired today." Sanggah Siwon.
"Really?" Tanya Yesung ragu.
Siwon hanya menjawab dengan anggukan kepala singkat kepada Yesung. Sebenarnya ia ingin bertanya kepada Yesung apakah dia juga mendengarkan ada yang memanggil 'Kyuhyun' sama sepertinya. Itu membuat Siwon takut dan takut kehilangan lagi. Kehilangan seseorang seperti dulu. Sungguh dia sama sekali belum siap akan hal itu.
Siwon berharap itu semua khayalannya. Mencoba menenangkan dirinya bahwa itu hanya halusinasinya karena ia lelah hari ini. Berharap Kyuhyun akan selalu bersamanya menemaninya dan Yesung hyung. Akan terus seperti ini. Seperti satu tahun ini memulai hidup baru hanya ada mereka bertiga dan tanpa memikirkan apapun lagi. Katakanlah dia Egois tapi Siwon tidak peduli itu. Dia tidak mau kesepian selama tiga tahun itu terulang lagi dalam hidupnya.
TBC
Hay ada yang nunggu FF ini?
TIDAK...
Ya sudah kalau begitu. Maaf Saya lama ga update udah 2 Bulan yg lalu kayaknya.
Ada beberapa Alasan:
Sok sibuk
Udah ga ada ide buat nulis lanjutannya.
My Skripsweet.
Males mau negtik dilaptop bikin inget SkripSweet kalo buka laptop
Doakan minggu depan saya bisa Ujian Skripsi dan bisa berjalan dengan lancar lancar ya.. hehehe
Nanti kalo ujian bagus aku update deh, doakan ya.. doakan ya.. ^_^
Maaf ceritanya kayaknya makin ga Jelas aja ya? Diterima kritik dan sarannya. Karena aku hanya manusia biasa yang jauh dari kata Sempurna (apa siih). Review ada yang mau? Sungguh ittu diharapkan walaupun tetep ga ada yg Review.
Ga bisa bales Review ya.. bner2 sok sibuk plus sinyal Lemot pokoknya.. ^_^ tapi aku baca selalu reviewnya karena langsung masuk ke email aku dan bisa buka lewat HP.
INI udah 9 lembar dan kalau ada yang bilang pendek. MOHON CERITANYA DIPANJANGIN SENDIRI
BYE... BYE...
