- Sebelumnya di New Line :
"kau.. Irina! ayo Hajar dia"
"baiklah Xenovia!"
Naruto hanya memandang wajah datar melihat kedua gadis utusan gereja itu menyerang mereka yang dia baru tahu namanya adalah Xenovia dan Irina, sementara Vali hanya mengibas ngibaskan tangannya kearah wajahnya
"Merepotkan sekali!, Doton : Doryuuheki!"
Disaat Kedua gadis itu hendak menghunuskan pedangnya kearah Vali dan Naruto, tanpa diduga keduanya, Muncul dinding yang terbuat dari tanah didepan mereka membuat serangan mereka gagal
Naruto dan Vali lalu melompat dan berdiri diatas dinding tanah buatan naruto
"Kalian ini, Setidaknya selesaikan masalah dengan kepala dingin"
"Diam kau!"
"Naruto, sepertinya gadis berambut biru itu perlu kita ajari apa itu sopan santun yah?"
"yah, sepertinya begitu"
Dengan kecapatan yang tidak bisa diikuti oleh mata biasa, Naruto dan vali melesat kearah Kedua gadis utusan gereja itu hendak melakukan sesuatu, sementara para anggota ORC Terkejut bukan main
'Swuuuussshh!'
.
.
.
.
.
New Line
Disclaimer : Aku tidak mengakui kepemilikan atas Naruto, Highschool DxD, Tokyo Ghoul beserta Chara yang ada disana, aku hanya meminjam beberapa bagian untuk kelangsungan Fic bodoh milikku ini
Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa adegan yang tak pantas untuk dicoba ataupun yang lain)
Pair : Naruto x ? (Coming Soon!)
Warning : OOC, Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Friendly!Vali, Dll
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)
A/N : Aku sebagai Author Newbie meminta maaf kepada Author yang lain jika ada kesamaan fic milikku dengan Kalian, Maka dari itu, Gomennasai!
Dan untuk para Reader dan Silent-Reader :v maupun Reviewer yang setia membaca tulisanku yang gaje ini, Selamat Membaca dan semoga memuaskan!
.:: oo0oo ::.
- Chapter 12 : Battle! Naruto & Vali vs ORC
Play Song : Unravel By Ling Tosite Sigure (Recommended)
'Ctraaaanngg!'
'Duaaagg!'
Sore itu, disebuah sekolah yang bernama Kuoh Highschool, dimana sekolah itu didominasi oleh para Kaum Perempuan, yah tidak aneh karena dulunya sekolah itu adalah sekolah yang di khususkan untuk para perempuan namun telah berganti menjadi sekolah umum
Di salah satu Klub yang bernama Occult Research Club yang bisa kita singkat dengan ORC, atau lebih tepatnya dibelakang klub itu, telah terjadi pertarungan antara para utusan gereja dengan Vali dan Tokoh utama kita yaitu Naruto si Ninja penuh kejutan
'Braaakk!'
Di belakang klub itu, terlihat Xenovia terpental akibat tendangan Vali yang kuat tepat mengenai perutnya, sementara Irina Hendak membantu Xenovia telah dihalangi oleh Naruto yang melemparkan kunai yang sudah ditempel kertas peledak kearah Irina
'swussshh!'
Irina dengan cepat menangkis kunai naruto dengan pedangnya, Ia tersenyum pada Naruto namun malah Naruto terlihat menyeringai senang
"senjatamu tidak akan bisa melukaiku!"
"benarkah? Namun kurasa kau salah deh!"
Kunai Naruto yang tadi tertangkis oleh Irina dan tertancap ditanah dekat Irina tiba tiba meledak membuat Irina sedikit bergeser kebelakang akibat ledakan itu, tak melewati kesempatan, Naruto langsung melesat kearah Irina dan melakukan Tendangan kearah Pinggang Irina sehingga Irina terpental kesamping
'duaaagg!'
Beralih ke pertarungan antara vali dan Xenovia, kini terlihat Vali dengan mudahnya menghalau setiap serangan Xenovia yang terlihat membabi buta, Xenovia lalu menebaskan Pedangnya kearah leher Vali secara Horizontal, namun sebelum itu Vali langsung melompat kebelakang menghindari serangan Xenovia
"Pedangmu lumayan juga, kurasa pedang milikku cocok untuk bertarung denganmu" ucap Vali dengan santainya, sedetik kemudian disamping Vali muncul lingkaran sihir, dari lingkaran sihir itu muncul sebuah pedang yang tajam, Vali lalu memegangnya dan mengacungkannya kearah Xenovia
Xenovia lalu kembali melesat kearah Vali dan menebaskan pedangnya kearah Vali secara vertikal, Vali tidak diam saja, ia langsung menahan serangan Xenovia dengan pedangnya
'ctraaangg'
Vali langsung melompat keatas dan hendak menusuk Xenovia dari atas, melihat serangan dari atas, Xenovia melompat kebelakang menghindari serangan Vali sehingga serangan Vali gagal mengenainya
Vali kembali melesat kearah Xenovia dan menyerangnya dengan pedangnya, Xenovia kembali menahan serangan Vali dengan pedangnya, tak diam saja, Vali langsung mendorong pedangnya sehingga pertahan Xenovia sedikit melemah, dan Vali langsung menendang Xenovia
'duaaagg!'
Xenovia terpental dan tersungkur didekat Irina, beralih ke dua Remaja pirang dan Silver itu, terlihat Naruto sudah berada di samping vali yang sudah menngembalikan pedangnya dengan lingkaran sihir
"Vali, tak kusangka kau mempunyai sebuah pedang"
"Heh.. keren bukan? aku bingung mau memberi nama apa, namun kurasa nama 'Little One' cocok untuk nama pedangku itu" ucap Vali sambil terus memandangi keuda gadis utusan gereja itu, Naruto Sweatdrop mendengar nama pedang Vali yang ia rasa cukup aneh
'Nama yang aneh, sesuai dengan pemiliknya yang juga terkadang aneh' Batin Naruto nista
Xenovia dan Irina lalu bangkit berdiri setelah terjatuh akibat dua remaja aneh itu, Xenovia menatap tajam keduanya yang tak membuat Naruto maupun Vali takut sama sekali, Vali lalu maju beberapa langkah
"hentikan saja pertarungan ini! Kau hanya akan menjadi cincangan daging jika melawanku" ucap Vali dengan angkuhnya yang membuat Xenovia dan Irina menggeram kesal, sementara Naruto? Ia malah sweatdrop ditempat
"aku tau permasalahan Kalian, Excalibur telah dicuri bukan?" ucap Vali dengan santai yang lagi lagi kembali membuat Xenovia dan Irina terkejut
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Aku hanya menebaknya, namun ternyata benar, lagipula kalian berdua bertarung dengan menggunakan pedang Excalibur bukan?, yang dipegang oleh gadis coklat itu adalah Excalibur Mimic dan yang kau pegang itu aku lupa namanya"
Terkejut? Ya itulah yang dirasakan oleh kedua gadis utusan gereja itu, mereka tak percaya jika informasi rahasia tentang Excalibur sudah menyebar luas dan melebar kemana mana
"K-kau?!"
"Sudahlah, kami tidak akan menganggu misi kalian yang mencari siapa yang mencuri pedang excalibur itu, lebih baik kalian pergi dari sini dan jalani misi kalian" ucap Vali memerintah, Xenovia sedikit marah saat Vali berani beraninya memerintah dirinya, namun Irina memegang bahunya sambil tersenyum kearahnya membuat emosi gadis berambut biru itu mereda
"Kupegang ucapanmu..."
"Kazuki Akira, itu Namaku"
"Kupegang ucapanmu, Kazuki!" ucap Xenovia lalu pergi bersama Irina meninggalkan naruto, Vali beserta anggota ORC yang dari tadi hanya diam membisu bagaikan Bulu kaki yang dibawa angin, hah?
"Yo! Kalian tidak apa-" ucapan Vali terpotong akibat Issei hendak menyerang kedua Remaja itu, Vali langsung melompat kebelakang bersamaan dengan Naruto yang juga melompat kebelakang
"Oii, Apa yang kau lakuka-"
"Diam kalian! Aku tahu kalian merencanakan sesuatu yang licik" ucap Issei dengan nada agak tinggi, Vali dan Naruto hanya menaikkan sebelah alisnya heran, seenaknya Issei menuduh mereka yang tidak tidak
"Hoi, Santai sa-"
"Diam kau Naruto!, kau sudah berkhianat pada kami, kau yang dulu merupakan bagian kami dan menjadi keluarga dari kami, kau pernah berjanji akan selalu bersama kami, tapi hanya hal sepele kau malah meninggalkan kami, dan kau bersama Hakuryuukou sekarang, kau benar benar-"
"Heh...? Jadi ini balasan kalian selama aku berada di klub bodoh itu heh?" ucap Naruto sambil berpose layaknya orang sedang berpikir
"Ini sangat merepotkan!, Kau tahu itu bukanlah hal sepele yang bisa dibandingkan dengan biji kacang, ini masalah perasaan seseorang yaitu aku sendiri, Kau tidak tahu bagaimana rasanya mencintai tanpa dicintai"
"Kau tak mengerti apa yang kurasakan dulu, Mencintai seseorang namun ia lebih mencintai orang lain, Kau tak akan mengerti bagaimana perasaan seperti itu, kau akan mengerti saat kau merasakannya sendiri"
"Dulu kau berjanji akan membawanya kembali kepadaku bagaimanapun juga, aku sangat senang dengan janjimu sampai kupegang erat janji itu, dan puncaknya, kau kembali bersamanya namun kau melakukan sesuatu bersamanya yang membuatku teramat sakit!"
"Aku hanya ingin pergi untuk melupakan kenangan pahit itu, Harapan kosong yang tidak akan pernah kugapai, rasanya ingin aku kubur sedalam dalamnya sampai aku melupakannya, itu saja"
"Dan sekarang? Kau bilang padaku kalau aku Pengkhianat?"
"Dan Kau Rias! Kau jangan diam saja!"
"Jika kau benar benar memang menyukainya? Setidaknya dulu kau tidak memberikanku perlakuan yang lebih yang membuatku salah dalam menilaimu!"
"Gomen.." Lirih Rias
"Gomen Naru... Aku memang menyayangimu... Namun hatiku lebih memilih Issei daripada dirimu... Gomen..." Lirih Rias yang tak dirasanya setitik liquid muncul diujung ekor matanya
"Yah.. Sudah kuduga jawabanmu akan seperti itu"
Issei hanya menggeram kesal, Berbanding terbalik dengan Rias Gremory sang ketua dari klub ORC, hatinya merasa sedih saat Naruto mengungkapkan perasaan menyakitkannya, ia memang tidak menyukai Naruto, tapi hatinya lebih memilih Issei karena ialah yang telah menyelamatkannya dari pertunangannya beberapa Chapter yang lalu, hah?
Merasa risih dengan curhatan Naruto, Vali mendekati Naruto dan memegang bahu remaja pirang itu, Naruto menolehkan wajahnya kearah Vali, dilihatnya Vali dengan wajah yang datar dan mulut yang terbuka seolah akan mengatakan sesuatu
"Sudahlah, Aku kesal melihat wajahmu yang sedang curhat itu, ayo pulang, kuyakin Rize sudah menunggu dan memasakkan sesuatu untuk kita berdua"
Naruto menundukkan wajahnya menyembunyikan ekspresinya sekarang, kedua bola mata berwarna Biru langit miliknya tertutupi oleh rambut kuning jabrik miliknya yang membuat semua yang ada sedikit penasaran
"Ayo Pulang, Kazuki"
Naruto lalu berbalik dan berjalan pulang bersama Vali, namun saat baru beberapa langkah, mereka berdua dihentikan oleh suara teriakan Issei, "Jangan pergi kau Pengkhianat!"
Naruto hanya mendecih kesal!
"Vali kau bisa tunggu bentar disini, Bocah Mesum Sialan itu tidak bisa diam"
"Yah aku bisa menunggumu, namun jangan lama lama deh, Perutku sudah berteriak minta diisi dengan makanan"
"Tunggu saja, Bersabarlah!"
Setelah berbisik dengan Vali, Naruto langsung melesat kearah Issei dengan kecepatan yang sulit untuk diikuti oleh mata biasa, Isssei yang terkejut hendak menghindar kesamping namun apa daya, Naruto dengan cepat, kepalan tangannya sudah menghantam wajah Issei seketika pemuda jelmaan hawa nafsu itu terpental jauh
'Duaaaagg!'
"Issei! / Issei-senpai! / Issei-kun! / Issei-san!" Teriak anggota ORC dengan rasa khawatir pada salah satu anggotanya
"Naru! Apa yang kau lakukan pada Isse-"
'sriiiinngg!'
"Untuk sementara kurasa kau harus diam!, ini urusan Naruto dan Bocah itu" tiba tiba didepan Rias sudah muncul Vali yang tengah menatapnya denga tajam sambil mengacungkan pedang Little One nya pada Rias, merasa Buchou mereka sedang bahaya, dengan Cepat, Anggota ORC melesat kearah Vali dan menyerangnya
'Ctraaangg!'
'Bzzztt!
"Oii Naruto! Cepat selesaikan urusanmu, sementara aku menghadang mereka" ucap Vali dengan keras yang sedang menghindar dari serangan Kiba yang sedang menebaskan pedangnya, Koneko yang menyerangnya dengan tinjuan mautnya, dan Akeno dengan petirnya
'tidak kusangka Vali bisa selincah itu menghindari serangan dari tiga orang sekaligus' Batin Naruto kagum saat melirik kearah Vali yang tenang menghindari serangan dari anggota ORC yang lain
Merasa tidak ada ancaman yang berarti membuat Rias melesat kearah Issei dan menghadang Naruto yang hendak menyerang Issei dengan kedua tangannya
"Hentikan Naruto!"
'Cih... Gadis bodoh itu hanya menghalangiku saja!'
Naruto yang hendak melesat dan menyerang Issei dihalang oleh Rias, tanpa pikir panjang, Naruto langsung menyerang Rias yang tengah menghadangnya, kepalan tangan yang dilapisi dengan Chakra langsung ia arahkan kearah Rias
'duuuuggghh!'
Rias menahan serangan naruto dengan silangan lengannya yang membuatnya terseret kebelakang akibat serangan Naruto yang lumayan kuat itu, Naruto hanya mendecih kesal serangannya gagal
Tiba tiba Vali datang menghampiri Naruto dan juga rombongan ORC yang mengeroyok Vali tadi kini sudah bersama Rias, Naruto hanya menaikkan sebelah alisnya heran, tumben Vali lebih memilih mundur daripada bertarung dengan mati matian
"Oii Va- Maksudku Kazuki, apa kau sakit?" ucap Naruto sambil menempelkan punggung telapak tangannya ke dahi Vali yang membuat Vali risih dan dengan cepat menjauhkan tangan Naruto dari dahinya
"Apaan Kau ini?! Jelas Aku baik baik saja!"
"Syukurlah kau baik baik saja!, dan kalian..." ucap Naruto sambil menatap anggota ORC denga tatapan tajam, "Sebenarnya aku tidak mau bertarung dengan kalian, namun apa daya Bocah mesum itu telah menghinaku yang membuat darahku memanas dan membuat Hasrat bertarungku keluar!"
"Akupun sama denganmu Naruto!, Bocah mesum itu memfitnah diriku bagaikan seorang penjahat kelas kakap padahal buktinya saja tidak ada, aku hanyalah seorang manusia dengan gelar hakuryuukou terkuat sepanjang masa yang terlalu malas untuk melakukan hal yang merepotkan" ucap Vali dengan santainya
'Entah kenapa kurasa Vali kadang mirip Sasuke, dan juga terkadang mirip dengan Shikamaru' batin Naruto nista
"Oke!, aku akan memisahkan mereka dahulu, Katon : Gokakyou no Jutsu!" ucap Naruto lantang sambil menyebutkan nama jurusnya, perlahan dari tiupan mulutnya muncul bola api yang besar melesat kearah anggota ORC
'Swuussshh!'
"Semuanya, Menghindar!" teriak Rias memerintahkan anggotanya untuk menghindari serangan Naruto yang berupa bola api, mereka akhirnya menghindar kedua arah, di sebelah kiri ada Akeno, Kiba dan Koneko, dan disebelah Kanan ada Rias, Issei, dan Asia
"Yosh! Vali kau ambil yang sebelah kiri, biar aku yang mengurus sebelah kanan" ucap Naruto dan melesat kearah gerombolan Rias, Vali hanya mendecih kesal, "si Pirang itu memang membuatku kesal saja, ini sama saja mereka bertiga yang kulawan tadi" ucapnya dan melesat kearah ketiga anggota ORC tadi
'Swuuuussshh'
.
.
- Vali vs Akeno, Kiba and Koneko
"Tiga lawan Satu heh?, mungkin aku harus menggunakannya" ucap Vali dengan santainya, ia lalu melompat keudara, perlahan tubuhnya dilapisi sebuah armor berwarna putih dan sayap berwarna biru dipunggungnya dan juga suara berat yang mengucapkan "Vanishing Dragon : Balance Breaker"
"Gawat! Ia menggunakan balance breakernya, kita harus hati hati!" ucap Akeno disertai anggukan dari Kiba dan Koneko
Vali melesat Ke arah Akeno yang ia tahu gadis itu adalah Queen dari Peerage Rias, ia sengaja menargetkan Queen dari Rias itu karena hal yang sulit harus diselesaikan terlebih dahulu dari pada yang mudah, menurutnya
'traaanngg!'
Belum sempat untuk mengenai Akeno, serangan Vali digagalkan oleh Kiba yang menahan pukulannya dengan pedangnya, tiba tiba disamping Vali sudah ada Koneko yang siap menendangnya, tak mau terkena tendangan maut dari Koneko, Vali melompat keatas menghindari sserangan Koneko
'swuush!'
"Hahh! Sudah kuduga ini akan menjadi sulit" Umpat Vali dengan kesal
Ia lalu melesat kearah Koneko dengan cepat yang kecepatannya melebihi Kiba, membuat Kiba dan Akeno kaget, Vali langsung menghantamkan tinjunya kearah Koneko yang membuat Koneko terpental kesamping dengan kuat
'Duaaagg!'
"kyaaa!"
Koneko terpental dan menghantam pohon dengan kerasnya sampai ia tak sadarkan diri, Vali hanya menyeringai senang, namun tak ia duga, Kiba dengan cepat menendang Vali sehingga Vali agak terdorong kebelakang
'duuugghh!'
"Main dibelakang itu curang loh-" belum sempat Vali berceloteh ria, tiba tiba Akeno sudah siap dengan petir petirnya dan mengarahkannya kearah Vali
'bbbbzzzzzttt!'
Debu mengepul disekeliling Vali, membuat Kiba dan Akeno tidak bisa melihat apa yang terjadi dengan Vali, perlahan Debu disekitar Vali menghilang menampilkan Vali dengan Armornya yang sedikit lecet dibeberapa bagian
"Kau sebut itu petir? Bagiku itu bagaikan suntikan vaksin" ucap Vali dengan nada Remeh
Vali lalu mengumpulkan Demonic Power berwarna kebiruan lalu ia padatkan menjadi sebuah Bola yang berukuran bola kaki, ia lalu dengan kuat melemparkannya kearah Kiba dan Akeno
'Swuuuussshh!'
Tak ingin mati muda, Akeno melompat keatas menghindari serangan Vali, dan Kiba melompat kesamping menghindari serangan Vali, bola biru itu meledak membuat tanah disekitarnya menjadi kawah berukuran kecil
'blaaarr!'
"Little One! Keluarlah!" ucap Vali dengan lantang, perlahan disebelahnya muncul sebuah lingkaran sihir dan mengeluarkan sebuah pedang yang berkilau, Vali lalu mengambilnya dan melesat kearah Kiba
'ctraaanngg!'
Suara dentingan logam terdengar keras diantara Vali dan Kiba yang tengah beradu pedang, Vali lalu mendorongkan Littel One nya membuat pertahanan Kiba lepas, melihat sebuah celah, Vali lalu menebaskan Little One nya ke arah kaki Kiba
'Jraaassshh!'
Kiba mengerang kesakitan, perlahan luka di kakinya mengeluarkan darah dengan cuku banyak, pertahanannya menjadi lemah yang tidak disia siakan oleh Vali, ia lalu menendang perut Kiba hingga terpental dan menabrak sebuah pohon
'Braakk!'
"Istirahatlah dengan tenang!" ucap Vali, ia lalu mengumpulkan Demonic powernya ditelapak tangannya dan membuatnya menjadi padat, lalu ia lemparkan kearah Kiba yang tengah tersandar sambil memegangi kakinya yang luka
'Blaaaarr!'
"Kiba-kun!" Teriak Akeno melihat Kiba yang terkena serangan Vali
"Tenang saja, Aku tidak membuatnya tewas kok!, aku hanya membuatnya pingsan saja, dan sekarang giliranmu!" ucap Vali sambil mengembalikan pedang Little One nya kedalam lingkaran sihir yang ia buat dan melesat kearah Akeno dengan kecepatan yang menyamai bidak Knight
'Swuuuussshhh!'
.
.
.
- Naruto vs Rias, Issei and Asia
Naruto melesat kearah Rias dan mencoba menyerangnya dengan sebuah pukulan biasa yang membuat Rias sedikit terkejut, namun sebelum itu Issei sudah berada didepan Rias dan menahan serangan Naruto
'Taapp!'
Kepalan tangan Naruto dengan mudah ditangkap oleh Issei yang membuat Issei tersenyum mengejek, namun hal itu malah membuat Naruto tersenyum menyeringai, ia langsung menggunakan tangan sebelahnya untuk menghantam kepala Issei
'Duaaaaggg!'
Pukulan kuat Naruto yang mengenai kepala Issei membuat Issei terpental beberapa meter, Naruto hanya menyeringai, lain lagi dengan Rias Gremory sang ketua klub ORC dan juga Asia, orang.. ralat, Iblis yang dulu ditolong oleh Naruto berteriak histeris memanggil nama Issei
"Issei/Issei-san!"
Issei lalu bangkit setelah mendapat sebuah serangan dari Naruto, terlihat dari wajahnya, darah mengalir dari sudut bibirnya dan juga pipinya memerah akibat pukulan Naruto yang lumayan kuat, Ia lalu mengaktifkan Boosted Gearnya, terlihat dilengan kanannya sudah dilapisi sebuah gauntlet berwarna merah dengan lingkaran berwarna hijau ditengah gauntletnya
"Jadi itu Sacred Gearnya, kata Azazel Sacred Gearnya bisa melipat gandakan sebuah kekuatan, lumayan menarik untuk seorang remaja yang bersifat mesum!" gumam Naruto
Naruto langsung melesat kearah Issei hendak menyerang dengan pukulang yang dilapisi chakra, namun sebelum itu Issei menghindar membuat serangan Naruto gagal, melihat sebuah celah, Rias lalu menyerang Naruto dengan Power of Destruction Miliknya
'swuuuusshh!'
Merasakan sebuah serangan mematikan dari belakangnya, membuat Naruto menoleh kebelakang, dilihatnya serangan Rias hampir mengenai dirinya, tak mau mati muda, Naruto melompat keatas menghindari serangan Rias
"Oii! Kau curang Gremory! Menyerang dari belakang bagaikan seorang pengecut-"
'Duaaaaggg!'
'Braaaakkk!'
Ucapan Naruto terpotong saat tubuhnya terpental akibat pukulan Issei yang mengenai bagian perutnya dan mendarat dengan keras ditanah, kepulan debu mengelilingi Naruto yang membuat Issei maupun Rias tak bisa melihat keadaan Naruto sekarang
"Lumayan juga! Namun sekarang Giliranku! Kagebunshin no Jutsu!" ucap Naruto dengan lantang serta meneriakkan nama jurusnya
Setelah debu menghilang, terlihat Naruto berdiri dengan tegak dengan disertati Bunshin Naruto dibelakangnya yang berjumlah lima, Naruto dan Bunshinnya melesat kearah Issei dan Rias, ketiga bunshinnya menghadapi Rias sedangkan dirinya dan dua bunshinnya yang lain menghadapi Issei
'Taapppp!'
Pukulan Naruto kembali ditahan oleh Issei, merasa ada kesempatan, Issei langsung menghantam Naruto dengan tangan berlapis Gauntlet nya, namun sebelum tepat mengenai Naruto, Bunshinnya yang lain sudah menghantam Issei dengan kuat sehingga Issei terpental
'Duaaagghh!'
"aaaarrgghh!"
Issei terpental dan melayang sehabis terkena pukulan kuat dari Bunshinnya Naruto, Issei lalu terjatuh ketanah, ia sedikit mengerang kesakitan terlihat dari raut wajahnya dan juga darah yang mengalir dari sudut bibirnya
Issei lalu perlahan bangkit, mengabaikan rasa sakit yang menjalar disekitar tubuhnya, namun sebelum benar benar bangkit, lagi lagi Bunshin Naruto sudah berada didepannya dan siap untuk menendang tubuh Issei
'Duaaagg!'
Issei terpental dan melayang diudara, matanya terpejam dan mengerang kesakitan merasakan sakit dibagian perutnya bekas tendangan kuat dari bunshin Naruto, dan dibelakang Issei, sudah ada Naruto yang melompat keudara dan dan mencoba menghantam Issei dengan kuat
'Duaaaaakkkhh!'
"Arrrrgggghh!"
'Braaaakkk!'
Naruto dengan kuatnya menghantam Issei dengan tangannya sehingga Issei terpental kebawah dan menghantam tanah dengan kuat yang menghasilkan debu debu yang mengahalangi penglihatan mata
"Saatnya menutup Mulut besarmu itu! Katon : Bakufuu Ranbu!" Ucap Naruto sambil membuat Handseal, perlahan dari mulutnya ia keluar api secara terus menerus dan membentuk sebuah spiral api dan melesat kearah Issei
'Swuuussshhh!'
"Arrrggg!"
Api yang berbentuk spiral itupun tepat mengenai Issei yang tengah terbaring ditanah, teriakan kesakitan terdengar disana, namun karena debu yang menutupi, maka tak terlihat apa yang terjadi pada Issei
Dan pada akhirnya debu itupun menghilang, menampilkan Issei yang terbaring tak sadarkan diri dengan luka bakar yang bisa dibilang lumayan banyak, darah keluar dari beberapa bagian tubuhnya dan juga keluar dari sudut bibirnya, bahkan Boosted Gearnya sudah menghilang dari lengan kanannya
"Haaah! Bocah yang merepotkan! Untung saja aku sudah bisa mengendalikan jutsu itu, jadi aku bisa membuat daya kerusakannya sesuka hati, daya kerusakannya cukup untuk membuatnya tak sadarkan diri" ucap Naruto yang sudah berpijak ditanah, beberapa Bunshin yang bersamanya pun sudah menghilang meninggalkan kepulan asap berwarna putih
Lain dengan Naruto, Lain lagi dengan Rias dan Asia, mereka berdua telah mengalahkan Bunshin Naruto yang sebenarnya hanya untuk mengalihkan perhatian mereka berdua dan tidak mengganggu pertarungan Naruto, itu saja, mereka berdua terlihat sangat terkejut dengan keadaan Issei sekarang, baju yang sobek dan beberapa darah yang mengalir dari lukanya, Asia hanya berteriak memanggil Nama Issei sedangkan Rias? Terlihat ia berlutut dan menunduk menutupi ekspresinya sekarang, perlahan aura berwarna merah mengelilingi sekitarnya yang menandakan ia benar benar marah
"Asia-chan, Kau bisa mundur sekarang, aku takut kau kenapa kenapa" ucap Rias selembut mungkin, dan hanya dibalas anggukan oleh Asia dan berlari menjauhi Rias yang benar benar marah
"Oii Naruto!, Sepertinya kau sudah membuat cabai merah itu marah, aku tidak tanggung jawab loh kalau kau kenapa kenapa" ucap Vali dalam mode Balance Breaker nya dan yang tengah menggendong tubuh Akeno yang pingsan dan menyandarkannya ke sebuah pohon
"Ya! Aku pun tidak berniat meminta bantuan padamu" ucap Naruto cuek
'Bagaimana ini? Aku malas untuk bertarung dengan Rias!, bisa bisa aku dibunuh oleh kakaknya yang seorang Maou!' Batin Naruto nista
"Berhentilah Rias! Percuma saja kau melawan aku dan Vali, teman temanmu sudah dalam keadan pingsan kecuali dia.." ucap Naruto sambil menunjuk kearah Asia yang tengah ketakutan
"Diam Kau!" Teriak Rias dengan marah dan melesat hendak menghantamkan pukulannya kearah Naruto, sedangkan Naruto yang tak ingin dihajar dengan begitu mudahnya, ia lalu melompat kesamping menghindari serangan Rias dan melesat menghampiri Asia yang tengah ketakutan
"Asia-chan, tolong selamatkan temanmu dengan cincinmu itu ya" ucap Naruto dengan lembut dan juga senyuman hangat sambil menunjuk kearah cincin yang dipakai oleh Asia, dan hanya dibalas anggukan oleh Asia
"Kazuki! Ayo pergi!" ucap Naruto, Vali lalu menghilangkan armor yang melapisi dirinya dan berlari melompati pohon pohon hingga tak terlihat lagi, sama juga dengan Naruto yang pergi hanya meninggalkan asap putih
Dan akhirnya, pertarungan dimenangkan oleh Naruto dan Vali yang meninggalkan Anggota ORC dengan keadaan menggenaskan dan Rias yang menangis disamping tubuh Issei yang terbaring tak sadarkan diri, serta Asia yang tengah mengobati Kiba, Akeno, dan Koneko yang juga tak sadarkan diri
.
.
.
.
To Be Continued
A/N : Yosh! Kembali denganku Author Newbie bego dengan update chapter terbaru dalam Fic yang berjudul New Line!
Lagi lagi aku minta maaf pada Reader maupun Silent-Reader semua, karena Updatenya kelamaan dan juga Chara baru yang ane sebut sebut beberapa chapter kemaren gak muncul juga
Sebenarnya susah loh bikin Chapter dengan adegan Full Fight dan bahkan ada pertarungan yang di skip (Gomen), ini aja aku sampe nyari Referensi di Fic buatan author Senior yang udah jago dalam adegan Fight, dan juga untuk Chara baru aku gak bisa janji munculnya kapan, tapi mudah mudahan beberapa Chapter lagi muncul tuh Chara Kawaii!
Untuk Chapter kali ini, Mungkin Chapter yang udah ditunggu tunggu para Reader yang kepengen Naru jadi Semi-Dark, Kok Semi-Dark? Karena di chapter ini Naruto masih mikir mikir mau lawan si Rias, bukan karena ia tidak bisa melawan si Rias, tapi dia takut dikejer kejer iblis sama Maou satu kampung :v , dan juga kalau ia bener bener Dark mungkin ia gak segan segan untuk ngebunuh si Issei dan juga kawan kawannya
Soal Pedangnya Vali, kurasa ini sedikit menarik, sedikit Spoiler dari aku, Pedang Vali yang bernama Little One (karangan Aku) bukanlah pedang Biasa, pedang ini kekuatannya gak jauh berada dibawah Excalibur, jadi bisa dibayang dong gimana kekuatannya?, dan juga salah satu kehebatannya hampir sama seperti Holy Ereaser milik Kiba, namun pedang ini bukan hanya menghapus Aura suci maupun iblis namun menyerapnya dan menambah kekuatan pedang itu sendiri tergantung seberapa kuatnya aura itu, untuk penampilannya kayak pedangnya Akame di anime Akame Ga Kill (Cari aja di Google), akan terjawab asal usulnya di chapter depan
Dan untuk balasan Review Login ataupun Non-Login :
Souka 30 : Anjiirrr :v emng iya sih banyak yang milih Kurumi si Chara Fav ane! Overprotective? Kayaknya seru tuh, ane usahain deh!
Owari Ahr : Soal Tim Vali dalam Canonnya, Akan terjawab saat pertemuan tiga Fraksi yang mungkin beberapa Chapter kedepan!
Sutejonamikaze : Chapter ini udah lebih dari nyesek :v :v
Tenrai Gremory : Kayaknya enggak deh, lagian kalo bener beberapa Chara dari Naruto muncul di fic ini, Alurnya agak berantakan dari yang aku fikirkan, Gomennasai!
Miki : Belum bisa ngasih tau sekarang, Gomennasai!
Mr. Regi-Sama : Thx atas Supportnya, kayaknya iya deh, soalnya alurnya agak berantakan dari yang aku pikirkan jika Chara dari Naruto muncul
Tenrai Gremory : Aku gak seberapa suka yang namanya Godlike, Sekuat apapun orang pasti ada ada Kelemahannya, ya gak?
Ernita : Maaf aku gak bisa ngasih tau sekarang, Gomennasai!
Apaan sih : Soal Word, ane gak bisa nentuin berapa banyak, tergantung chapternya, kadang satu Chapter lebih dari perkiraanku yang biasanya 3,6k
Ren Asbhel : Kayaknya gak mungkin deh!
m. : Syukurlah kalo ada yang suka sama sifat OOC Vali, iya sama sama, aku joga Mohon maaf lahir dan Batin (Naruto : Lebarannya udah kelar kali :v)
SMGates : emng kalo difikir sih lebih enak Single, dari segi Fic gak susah suah amat dibikinnya, tapi kalau gak ada persaingan itu gak seru juga, jadi aku udah netepin jadi Harem! Gomen -.-
Namikaze Raekyo : Lemon aja :v kayaknya enggak deh, ane gak berani bikin yang begituan, palingan lime yang gak seberapa asem :v
: Maaf kalo chapter kemaren kurang memuaskan, mungkin Chapter ini bisa bikin kamu puas ngeliat kondisi ORC kayak mana :v, soal word udah dijelasin di atas
Dan Maaf kalo ada Review yang dibalas, aku agak sedikit sibuk, wajarlah baru masuk SMK, jadinya ada Review yang gak dibales
So... Sampai jumpa dan See you in Next Chapter
:: Log Out ::
