MY LOVELY SASUKE

CHAPTER 12

Tepi pantai adalah tempat yang paling indah untuk melihat sang matahari terbit. Semburat merahnya takkan menyilaukan tetapi justru menyejukkan. Semburat merah itu juga mengintip melalui celah-celah sebuah kamar hotel yang tampaknya sang penghuni masih terlelap. Namun, tampak salah satu pemuda dari dua orang penghuni kamar itu sudah mulai terusik dari tidur indahnya. Dengan perlahan ia membuka kedua kelopak matanya yang terasa berat. Pemuda bermata lavender itu belum sepenuhnya terbangun ketika ia merasa ada yang aneh dengan tubuh bagian kanannya. Tampak ada sesuatu yang membebaninya di separuh bagian itu.

Neji melihat ke sekeliling kamarnya. Ia heran ketika melihat helai-helai pakaian yang semalam ia pakai bertebaran di lantai. Rasa pening melanda kepalanya. Meraih arlojinya yang tergeletak di meja Neji mengetahui bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi.

Samar-samar pemuda berambut coklat itu mendengar dengkuran lembut di samping kanannya. Tak hanya itu, beban yang sedari tadi diabaikannya justru semakin terasa. Ada sesuatu yang hangat di dada kanannya. Dengan perlahan ia melirik ke sebelah kanannya dan matanya membulat dengan sempurna ketika menemukan si pemuda stoic atau si bungsu Uchiha atau Sasuke berada di pelukkannya. Tangan kurusnya melingkar sempurna di pinggang Neji dan kaki mereka yang saling terkait. Mungkin keadaan akan dianggap normal oleh Neji jika mereka berdua berpakaian. Tapi ketika merasakan kedua kulit mereka saling bersentuhan, Neji sadar bahwa mereka telanjang.

'Tenang Neji, tenang. Ini semua pasti hanya mimpi.' kata Neji menenangkan dirinya sendiri. Tapi kepanikan tetap melandanya.

'this can't be happening. God, we did it.' Isi kepalanya terasa penuh oleh suara-suaranya sendiri.

Pergerakan Neji yang mulai tidak nyaman membuat pemuda yang semula masih terbuai di alam mimpi mulai membuka matanya. Rasa sakit kepala yang luar biasa yang pertama kali dirasakan Sasuke ketika ia bangun. Tak hanya itu, ketika ia menggerakkan tubuhnya sedikit, tiba-tiba tubuh bagian bawahnya langsung merasakan sakit.

"Aww.." Rintih Sasuke kesakitan.

"Ohayou." Sapa Neji sembari mengecup kening kepala Sasuke. Mengetahui Sasuke sudah terbangun membuat Neji sedikit tenang. Sasuke yang belum sadar sepenuhnya hanya menganggapnya lalu dan sembari mengucek mata kirinya ia melihat ke sekeliling kamarnya yang tampak berantakan. Neji segera beranjak dari tempat tidurnya untuk mengambil sesuatu. Sasuke terlihat masih belum begitu sadar dari tidurnya. Kini Sasuke tengah merasakan Hangover. Kepalanya terasa begitu berat dan pening. Pemuda itu melihat ke sekelilingnya lalu pada dirinya sendiri.

'Kenapa aku telanjang?' Tanya Sasuke dalam hati. Namun belum sempat pertanyaannya terjawab, Neji datang dan duduk di sampingnya sembari mengulurkan dua buah obat di tangan kanannya.

"Minum ini. Obat ini akan mengurangi rasa sakit kepalamu itu." Kata Neji lembut, sungguh berbeda dengan Neji yang biasanya. Sasuke hanya memandangi obat itu sebelum akhirnya ia sadar bahwa Neji juga telanjang.

"Kau.."

"Haahhh kau ini susah sekali disuruh minum obat." Tiba-tiba saja Neji memotong kalimat Sasuke dan mengambil obat itu sebelum menyuapkannya ke mulut Sasuke.

"Kenapa kita telanjang, Neji?" Tanya Sasuke polos ketika Neji memberinya segelas air putih. Neji terlihat mengacuhkannya.

'I love You, Neji.' Sekelebat ingatan melintas di pikiran Sasuke mengenai semalam. Ia menggigit bibir bawahnya seperti tidak mempercayai sedikit ingatannya itu. Namun kembali, ingatan melintas di pikirannya. Kali ini dilihatnya Neji yang terlihat terengah-engah di atasnya, menciumi lehernya, dan… Sasuke langsung membelalakkan matanya.

"Neji ! kita melakukan sesuatu kan?" Tanya Sasuke setengah membentak pada Neji yang tengah membereskan pakaian-pakaian yang berserakan di lantai.

"Ayo bersihkan tubuhmu dulu." Neji segera mendekati Sasuke.

"NO ! Jangan sentuh aku !" Sasuke sudah akan menggeser tubuhnya demi mengelak dari neji namun alhasil tubuh bagian bawahnya kembali terasa perih.

"Ssshhh.." Tanpa sadar Sasuke mendesis kesakitan. Hal itu dimanfaatkan Neji untuk mengangkat tubuh Sasuke dan membawanya ke kamar mandi. Neji meletakkan Sasuke di dalam bath up yang sudah terisi air hangat. Sementara dirinya sendiri beralih ke bawah shower untuk membilas tubuhnya.

"Kita melakukannya kan?" Kata Sasuke lirih. Ia menundukkan kepalanya dan memandang air yang merendam tubuhnya. Entah kenapa Sasuke merasa dirinya kotor dan menjijikkan. Tanpa disadarinya titik-titik air mengalir dari kelopak matanya dan berjatuhan ke bath up.

Neji yang semula acuh mendengarkan Sasuke segera membalikkan tubuhnya ketika mendengar isakan kecil di belakangnya.

'Oh God, Neji. Ingat dia masih virgin.' Kata neji pada dirinya sendiri.

"Ssshhh… I'm sorry." Neji segera meraih kepala Sasuke dan memeluknya.

"I love you." Sebuah ingatan melintas di kepala Sasuke. Sasuke terhenyak.

"Kau tidak mengingat apapun mengenai semalam kan?" Tanya Sasuke polos. Ia masih sedikit terisak.

Neji hanya menghela nafas mendengar pertanyaan Sasuke sebelum akhirnya ia melepaskan Sasuke dan berlutut di samping bathup.

"Dengarkan aku.." Neji menyentuh pipi kanan Sasuke lembut.

"Ayo lupakan kejadian ini dan segera menyelesaikan ini. Aku akan mempercepat kepulangan kita ke Jepang." Ujar Neji.

"Lupakan ini?" Sasuke membentak. Ia benar-benar tidak percaya dengan perkataan Neji barusan.

Neji berdiri dari tempatnya semula. Ia memijat keningnya yang terasa berdenyut-denyut.

"Memang apa yang kau harapkan? Aku bertanggung jawab? Demi Tuhan kau ini laki-laki dan kau tidak akan hamil hanya karena ini." Balas Neji yang juga membentak. Ia sudah berusaha sabar namun sepertinya ia sudah tidah tahan lagi dengan Sasuke yang menurutnya kekanak-kanakan.

PLAAAKKK . Pipi kanan Neji terlihat merah dan terasa panas ketika Sasuke menamparnya keras.

"Aku membencimu." Teriak Sasuke sembari bangkit dari bath up.

Namun malang sekali ketika akhirnya Sasuke harus terjatuh karena terpeleset. Neji segera mendekatinya dan berniat menolongnya.

"Jangan sentuh aku !" Sasuke memperingatkan. Tampaknya ia benar-benar kesal.

"Ck. Lihat kakimu. Apa kau bisa jalan sendiri?" Neji memegang kaki Sasuke yang terlihat agak lebam.

"Ah. Kau tidak usah menolongku. Urusi saja dirimu sendiri." Sasuke masih juga keras kepala.

"Kau ini keras kepala sekali." Dengan begitu Neji segera menggotong tubuh Sasuke kembali ke tempat tidur.

"Aku tidak butuh bantuanmu." Kata Sasuke sembari mendorong-ndorong tubuh Neji agar menjauh darinya. Neji yang sedang mencoba mengeringkan tubuh Sasuke akhirnya kehilangan kesabaran. Neji mendorong tubuh Sasuke hingga jatuh terlentang di tempat tidur sebelum menindihnya.

Sasuke membelalakkan matanya ketika secara perlahan Neji mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Sasuke. Namun tiba-tiba… Kriiinnngggg… suara dering telepon merusak momen tersebut.

"Halo." Jawab Neji agak kesal.

"Neji?" sebuah suara yang tidak asing lagi.

"Aniki?" Tanya Neji memastikan.

"Errrr…. Kalian baik-baik saja kan?" Neji mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan itu.

"Tentu saja. Terjadi sesuatu?" Tanya Neji penasaran. Sasuke yang masih dalam posisinya semula hanya diam karena Neji masih berada di atasnya.

"Ah tidak. Aku hanya khawatir saja. Em, kau sudah mengecek internet?"

Neji yakin pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan pertanyaan-pertanyaan Itachi itu. Tidak mendapat jawaban dari Neji akhirnya Itachi memilih untuk mematikan telponnya.

Neji segera mengecek internet melalui ponselnya. Dan jelas beberapa menit kemudian mata Neji membelalak dengan sempurna ketika melihat berita yang tersebar di internet.

"PASANGAN BARU NEJISASU TERLIHAT MESRA DI SEBUAH RESTORAN DI HAWAII."

TO BE CONTINUED

Ehem.. malam menjelang pagi semuanya. Apa kabar? Lama tak jumpa ya. Ah aku khawatir, masih adakah yang mengingat fanfic ini? Sudah hampir 1 tahun yaaa… saia minta maaf. Maaf karena saia mendadak menghiatuskan fanfic ini dengan semena-mena. Entah kenapa hilang sudah mood saia dengan fic ini. Terima kasih kepada semuanya yang telah dengan setia menunggu fanfic ini, mengingatkan saia lewat facebook, dsb. Saia sangat menghargai perhatian kalian itu.

Dan tenang saja, fanfic ini masih akan tetap berlanjut, tapi saia tidak bisa menjamin untuk update teratur. Maaf juga mungkin chapter ini agak mengecewakan.

Tunggu saia ya (^.^)/

With Love,

Mutmut Chan