Kibum dan juga Yesung sontak terbelalak mendengar pekikan nyaring Kyuhyun. Keempat manik itu terbuka lebar dengan raut tegangnya dan...

"Kyaaaaa!" Nyanyi mereka bersamaan. KiSung lansung melepaskan pelukan mereka dari tubuh Kyuhyun, dan sedikit menjauh. Bahkan Kibum sudah jatuh mendarat dilantai, mengingat posisinya yang memang berada bukan didekat dinding.

"Auu.." ringisnya sakit seraya memegang bokong mulusnya. Kyuhyun lansung menarik selimutnya hingga mencapai dagunya dan menggenggam erat ujung selimutnya tersebut. Ditatapnya takut kedua namja yang lansung membuang wajah mereka tersebut, menghindari pertanyaan-pertanyaan yang akan diluncurkan namja chubby itu.

"Jangan tanyakan aku, mungkin aku tidur sambil berjalan.. sama sepertimu" jawab Kibum cuek, ia berdiri dan lansung merapikan pakaiannya dan juga rambutnya yang berantakan. Kyuhyun lansung beralih menatap Yesung, si namja bermanik bulan sabit yang sudah merapatkan kedua lututnya. Ia menggigit bibir bawahnya dalam dengan senyum paksa yang diukirnya.

"Mungkin aku sama sepertinya, tidur sambil berjalan" jawab Yesung kikuk. Kyuhyun lansung menurunkan letak selimutnya, menelisik setiap inci tubuhnya yang mungkin sudah rusak diapa-apakan oleh mereka. Namja chubby itu mendesah lega setelahnya, pakaiannya masih lengkap.. tak ada apapun yang terjadi.

"PAPA...KYUNNIEE..." tampaknya Xiumin masih menunggu dibawah. Ia kerap menggedor-gedorkan pintu utama kediaman Kyuhyun dengan tangan kecilnya itu. Kyuhyun terperanjat dari tempat tidurnya dan lansung berhambur lari kelantai bawah, meninggalkan duo namja Kim itu dikamar mininya tersebut.

.

.

©Sparkyu Amore©

RESET

.

Main Pair : KibumxKyuhyun (KiHyun), Xiumin, Others.
Disclaimer :
Typos, Ooc, BL, Hurt, No Plagiat!
Ini FF murni dari otak abal Amoree, Kalau kagak suka bisa kok lansung klik tanda "X" disisi kanan atas layar.. Dan jika suka, jangan segan-segan untuk meninggalkan jejak_Thx^^

Happy Reading^^

.

CKLEK!

Xiumin sudah cemberut, melipat kedua tangan kecilnya didepan dada. Ia meniup poninya yang terjuntai manis dan kembali mempoutkan bibirnya. Ia beralih memegang tali ransel pororo miliknya, mengencangkan kaitannya dan lansung melesat masuk ke kediaman namja chubby tersebut. Tinggallah Kyuhyun kini yang hanya diam menatap lagkah kecilnya itu, masih memegang kenop pintunya.

Tap..Tap..Tap..

Langkah berburu dari duo namja yang masih berada diatas, lansung berhambur lari ke lantai bawah. Kibum tercekat melihat jagoan kecilnya itu sudah merengut menatapnya. "Min? Kenapa Min sampai kesini?"

Xiumin malah mempoutkan bibirnya cemberut, "Papa jahat! Kenapa papa menginap dirumah kekasih Min? Pantas Min mencari papa dimana-mana papa tak ada!" gerutunya lucu. Kyuhyun mendekati letak berdiri Xiumin lalu berjongkok disampingnya, guna mensejajarkan letak berdirinya.

"Min.." panggil Kyuhyun lembut. Xiumin menoleh dengan raut cemberutnya, "Apa papa tidur bersama Kyunnie? Sama seperti aku tidur bersama Kyunnie kemarin?" tanyanya memburu.

Kyuhyun menggaruk tengkuknya seketika dengan cengiran bodohnya, "Y..ya.. Kyunnie hyung juga tidur bersama hyung itu, kami tidur bertiga.." jawab Kyuhyun terlalu polosnya. Xiumin mengikuti arah tunjukkan Kyuhyun yang tertuju pada sosok Yesung yang tersenyum lembut padanya.

Xiumin mendengus. Ia mendekati sosok Yesung yang masih tersenyum padanya. Xiumin mendongak, mengibaskan kedua tangannya kebawah, meminta namja bermanik bulan sabit itu untuk berjongkok. Yesung menurut, mensejajarkan letak berdirinya sama seperti Xiumin.

Xiumin berkacak pinggang memandangnya dan berkata, "Hyung jangan mendekati Kyunnie! Kyunnie adalah orang yang Min suka dan Kyunnie akan menikah dengan Min"

Yesung semakin tersenyum mendengarnya. Ia mengacak surai coklat itu dengan gemas dan berujar, "Hyung juga suka dengan Kyunnie, dan hyung juga akan menikahi Kyunnie nantinya"

Kyuhyun lansung menganga mendengarnya. Kenapa pula namja itu meladeni ucapan Xiumin?

Xiumin berbalik menatap Kyuhyun dengan rautnya yang berubah sendu, "Benarkah itu Kyunnie?" tanya Xiumin. Kyuhyun gelagapan menjawabnya. Ia mengacak surai coklatnya kesal, dan tak lupa tatapan nyalangnya yang tertuju pada Yesung. Yesung hanya mengendikkan bahunya tak peduli dengan senyum mengejeknya. Sedangkan Kibum yang sedari tadi hanya diam, hanya bisa membatu dengan raut datarnya. Jelas sekali kalau ia kesal mendengar penuturan terang-terangan dari Yesung barusan.

"Ah itu..itu.. sudahlah Min, jangan Min fikirkan apa yang hyung itu katakan ne. Kyunnie hyung pergi mandi dulu ne.." tuturnya bingung dan lansung melesat menuju kamarnya diatas. Xiumin hanya cengo melihat tingkah Kyunnienya tersebut dengan maniknya yang sering mengerjap polos.

"Kyunnie..Apa mau ku mandikan?" panggil Yesung dengan sedikit menggoda.

"Shireo! Kalian berdua bisa menggunakan kamar mandi dibawah. Jangan sekali-sekali kalian naik ke atas apabila tak mau mati ditanganku. Min..tolong awasi mereka ne" jawab Kyuhyun seraya memberi amanat pada bocah temben tersebut.

Xiumin mengangguk mantap dengan raut tegasnya dan lansung melangkah menuju anak tangga tersebut, memblokade agar tak dilewati oleh siapapun. "Aku sudah menghalangi jalannya Kyunnie!" jawab Xiumin nyaring.

Yesung hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, merasa lucu dengan suasana dipagi ini. Ia mendekati letak Kibum yang berjarak beberapa langkah disampingnya. Yesung mendekati letak daun telinga Kibum, sedikit berbisik padanya dan tersenyum menang disana, "Bahkan aku bisa menyamakan langkahmu itu. Kau lihat kan betapa malunya dia? Itu berarti, ia menaruh hati padaku..."

Kibum mengeras mendengarnya. Ditatapnya punggung namja rese tersebut yang melangkah menuju kamar mandi dan melambai dalam langkahnya.

.

.

Xiumin duduk dengan manis dipangkuan Kyuhyun, sambil menyantap ramen yang Kyuhyun buat sebagai menu sarapan mereka. Ia menjumput ramen dihadapannya dengan susah dan sesekali mengaduk kuah ramen yang masih panas itu menggunakan sumpit. Ia menjauhkan sedikit letak kepalanya yang terkena kepulan asap ramen tersebut, panas mungkin?

Kyuhyun terkikik geli melihatnya. Diturunkannya Xiumin dari pangkuannya, mendudukkannya disampingnya dan berlalu menuju dapur. Ia berkeliling dimeja dapurnya mencari sesuatu disana.. dan setelah satu buah garpu yang ditemukannya kotor, Kyuhyun lansung mencucinya dan meletakkanya diatas meja bundar, tempat mereka semua menyantap sarapan paginya.

"Min tak bisa memakai sumpit?" tanya Kyuhyun lembut. Xiumin menggeleng cepat dan beralih mengambil garpu yang Kyuhyun bawa. Ia tersenyum menang, saat ramen hangat tersebut berhasil terjerat dalam garpunya dan segera memutar untuk melilitnya. Gumpalan asap panas masih bergerayang dalam lilitan mienya. Xiumin segera mengusir asap-asap nakal dari mienya tersebut dengan pipi yang mengembung, memompa udara yang berada dirongga mulutnya.

Kyuhyun terkikik melihat keunikkan bocah tersebut. Ia segera beralih mengambil garpu ditangan kecil Xiumin dan berganti ia yang meniup ramen yang masih panas tersebut.

"A.." ucapnya saat dirasanya ramen tersebut sudah layak dimakan oleh bocah tembem tersebut. Xiumun menurut, membuka mulutnya lebar..membiarkan mie itu bersarang dimulutnya dan mengunyahnya hingga kandas.

Yesung yang berada disebrang sembari memakan ramennya pula hanya bisa diam, memandang kehangatan yang Kyuhyun kibarkan untuk bocah tembem itu. Ia hanya bisa mengaduk-aduk ramennya itu, sejenak terhenti dengan drama family yang tersuguh kini. "Tampaknya kau sangat menyayanginya, Kyu?" tanya Yesung akhirnya.

"Itu benar. Aku menyukai anak-anak"

"Semua anak? Atau hanya dia saja?" tanya Yesung penuh selidik. Kyuhyun beralih menatap Yesung yang telah memandangnya datar. Ada rasa cemburu dimanik bak bulan sabit itu, dan namja chubby itu sadar akan perihal itu. "Hampir semuanya. Aku hanya menyukai anak-anak yang mempunyai sikap yang manis seperti dia"

"Terlepas dari siapa orang tuanya?"

Kyuhyun mendesah. Ia meletakkan garpu dalam genggamannya itu didalam mangkok ramen Xiumin. Ditatapnya kesal Yesung yang telah membuat moodnya tak baik, "Sudahlah Yesung ssi, jangan membuat moodku buruk dipagi ini"

Yesung hanya mengendikkan bahunya tak peduli, dan kembali memakan sarapan paginya. Lagi-lagi Kyuhyun mendesah berat menatap perilaku kekanakkannya, tidak bisakah semua kembali seperti awal?

"Sudah 2x Kyunnie mendesah, berarti sudah 2x juga Kyunnie membuang keberuntungan Kyunnie?"

"Eh?" Kyuhyun pelongo mendengar penuturan tersebut. Kau sudah lupa Kyu? Itu yang kau ajarkan padanya.. jika kau mendesah, dengan kata lain kau telah membuang keberuntunganmu. Dan nasihat sok bijakmu itu sudah dikembalikan olehnya, dan jawabanmu sekarang hanya 'Eh?'

"Kyu..Apa kau tak punya pakaian lain? Pakaianmu tak muat dibadanku" sahut Kibum yang menyembulkan kepalanya dibalik pintu kamar mandi. "Kalau tak muat ya sudah tak usah kau pakai." Jawab Kyuhyun ketus, sembari menyuapi Xiumin kembali.

Krett..

Kibum keluar dengan badan setengah toples, yang hanya bagian bawahnya saja tertutup handuk. Kulit putihnyaa bak salju dimusim dingin dengan otot-otot kecil diperutnya, dan jangan lupakan manik kelam bak arang yang menerawang jauh bersama surai kelam pekatnya yang menjuntai basah.. menambah kata indah pada ciptaan Tuhan tersebut.

Kyuhyun lansung menunduk melihat Kibum demikian. Ia takut dikata zinah mata nantinya dan berakhir dengan rajaman oleh orang-orang. Namja chubby itu semakin gila menahan detak jantungnya saat sosok tampan itu mendekatinya, "Min, coba panggilkan ahjussi Hyun untuk membawakan pakaian papa.." tutur Kibum meminta pertolongan anaknya.

"Biar aku saja" jawab Kyuhyun telak dan segera melesat menemui sekretaris Hyun yang tengah menunggu diluar. Ia tak tahan hati melihat kemolekkan tubuh Kibum, bisa-bisa ia akan collapse seperti yang pernah terjadi pada namja tampan itu dulu.

"Kyunnie wajahnya merah seperti lobster goreng buatan ahjumma Lee" celoteh Xiumin dengan raut bingungnya. Kibum tersentak dengan celoteh anaknya tersebut. Ditatapnya daun pintu yang sedikit terbuka itu dengan senyum misteriusnya, menyadari ada tingkah manis pada namja chubby tersebut.

"Dari pakaian saja kalian sudah tak cocok, apalagi kedepannya. Aku saja yang memakai pakaiannya tak ada masalah" sambung Yesung, masih memakan sarapannya. Kibum hanya diam dengan tatapan sinis miliknya yang tertuju pada Yesung.

.

"Shireo papa" tolak Xiumin dengan bibir manyunnya. Ia segera menutup pintu belakang sedan mewah tersebut dengan sedikit kasar. Saat Kibum berujar untuk mengantarkannya kesekolah, bocah tembem itu lansung menolak mentah-mentah ajakkan tersebut. "Kenapa Min tak mau sekolah? Min sakit?" tanya Kibum. Ia berjongkok dihadapan anaknya itu dengan mengusap surainya sayang,

"Min sedang tidak ingin kesekolah. Min sakit hati melihat papa menginap disini bersama Kyunnie. Semangat Min untuk sekolah sudah hilang!" keluh Xiumin, masih dengan bibir manyunnya.

"Min bilang, Min suka dengan sekolahan?"

Xiumin mengangguk, "Min memang suka dengan sekolah. Tetapi untuk hari ini Min tak mau sekolah..Bolehkan papa?"

"Kalau Min tak mau sekolah, Min akan ketinggalan pelajaran?" kali ini giliran Yesung yang bertanya dengan lembut. Xiumin mendongak menatap namja asing dimatanya itu dan menjawab, "Min akan tetap belajar dikantor papa. Jadi, Min boleh ikut papa bekerja ye_" pinta Xiumin melas.

Kibum hanya diam menatap manik anaknya itu, "_Min janji tak akan nakal. Min akan bersikap manis, tak akan berisik yang akan mengganggu papa bekerja. Min hanya tak ingin pergi kesekolah dan juga berada dirumah.. Bolehkan papa?" pinta Xiumin kembali.

Kibum kembali diam, ditatapnya anak itu dalam-dalam dan tersenyum lembut "Papa mengerti. Min boleh ikut papa ke kantor. Kalau Min butuh apa-apa, Min boleh meminta Kyunnie untuk membantu" ucap Kibum dengan senyum jahilnya yang terarah pada Kyuhyun.

Namja chubby itu shock bukan main. Mulut dan maniknya sudah terbuka lebar tak terima dengan permintaan..eh maksudnya perintah yang tertuju padanya itu. "Kyunnie juga ikut ke kantor, Papa?"

Kibum mengangguk dengan senyum lembutnya, "Kyunnie bekerja dikantor papa"

"Jinjja?" senyum Xiumin terkembang manis mendengarnya. Ditatapnya senang Kyunnie tersayangnya itu dan beralih memeluk kaki panjang namja chubby tersebut. Kyuhyun yang menerima sentuhan manis itu hanya bisa tersenyum kikuk menatap manik kebahagiaan Xiumin dan beralih dengan mendelik kesal pada Kibum.

"Ayo kita berangkat Kyunnie.." ajak Xiumin pada Kyuhyun, mendekati pintu penumpang belakang. Kyuhyun menggeleng dengan tersenyum kikuk, "Anniyo..hyung akan duduk didepan saja, disamping Sekretaris Hyun ne"

"Hyung itu apa juga bekerja diperusahaan papa?" Xiumin tak menggubris perkataan Kyuhyun barusan, malah bertanya akan keberadaan Yesung disana. "Ne Min" jawab Kibum.

"Baiklah.. Hyung duduk didepan ne" tutur Xiumin telak. Kibum mengedikkan bahunya dan tersenyum menang menatapnya. Yesung hanya mendesah dengan tatapan jengahnya dan menuruti apa yang dikata oleh bocah 4 tahun tersebut. Dan Kyuhyun tak dapat memilih lagi, hanya ada satu bangku tersisa.. Dan untuk menolaknya pun tak mungkin. Bukan karena Kim Kibum melainkan bocah 4 tahun tersebut yang akan kecewa nantinya.

.

.

Kyuhyun tampak berat hati untuk turun dari sedan mewah milik Kibum. Ditatapnya para lalat-lalat yang haus akan informasi tersebut yang menatap sedan mewah itu dengan gurat kekaguman, menunggu sang pangeran turun dari kereta mewahnya itu.

"Ayo Kyunnie..kita turun" desak Xiumin semangat. Kyuhyun hanya nyengir kuda menanggapi, masih gamang untuk turun.

"Sudahlah Kyu.. kau tak usah takut. Kau tak ingat, aku juga ada disini.. mereka pasti tak akan berkata yang tidak-tidak. Kita berduakan hanya menumpang disini" sahut Yesung dikursi samping kemudi. Kyuhyun mengerti, dan dengan berat hati.. ia membuka kaku pintu sedan tersebut.

Inilah yang Kyuhyun khawatirkan dan takutkan. Saat melihat mereka, dua pegawai magang yang turut serta didalam mobil sedan tersebut.. tatapan mereka yang semula kagum, berbalik menjadi kecewa. Terlebih lagi dengan sosok kecil yang turut turun dan lansung menggenggam jemari Kyuhyun dengan senyum manisnya.

Diedarkannya pandangannya keseluruh penjuru, menatap para karyawan yang menatapnya heran beserta raut tak suka. Namja chubby itu hanya bisa meringis dalam benaknya dan menundukkan pandangannya dari para predator-predator yang tengah mencemburuinya itu.

"Min.. Kyunnie hyung kerja dulu nde..Annyeong." tutur Kyuhyun kaku, melepaskan pegangan Xiumin. Xiumin menolak, ia lansung tanggap dan menjumput ujung kemeja Kyuhyun dengan sigap. Kyuhyun menoleh sosok kecil itu yang menatapnya nanar. Sedih pula hatinya melihat potret tak berdosa itu menatapnya demikian. Ia tersenyum lembut, mengusap sayang surai coklat itu dengan lembut, "Apa Kyunnie akan datang kembali padaku?" tanyanya sendu.

Kyuhyun mengangguk lembut, "Hyung pasti akan menemui Min lagi. Tapi hyung harus bekerja dulu nde.." Xiumin mengerti. Ia melepaskan jumputannya dari kemeja Kyuhyun dengan terpaksa, melambaikan tangannya untuk berpisah sejenak. Kyuhyun membalas lambaian tangan itu dengan senyum kakunya dan melesat masuk kedalam perusahaan bersama Yesung, yang sebelumnya memberi hormat terlebih dahulu pada Kim Kibum.

"Papa.." panggil Xiumin pada sosok Kibum disampingnya. Kibum menunduk, menatap lembut anaknya itu dan menjawab, "Ada apa Min?"

"Kenapa rekan kerja papa menatap kita seperti itu? Min merasa aneh dengan sikap mereka yang tak biasanya.."

Kibum hanya diam dan beralih menatap para karyawannya yang memang menatap mereka dengan serius. Ini bukan pertama kalinya ia membawa Xiumin bersamanya kekantor, Xiumin bahkan kerap bertandang kekantornya dan pastinya sudah menjadi sosok cassanova diperusahaan ini.. terutama menjadi incaran para yeoja.

Mereka tersadar akan tatapan Kibum yang sudah mengetahui sikap dan tingkah mereka. Dan dengan muka duanya, mereka perlahan mengumbar senyum hormat dan juga sapaan dipagi hari untuk Kibum dan juga bocah tembem itu.

"Mungkin hanya perasaan Min saja. Ayo.." ajak Kibum. Xiumin menyahut. Ia memegang jemari ayahnya itu, melangkah kecil kedalam perusahaan dengan diiringi sapaan kecil seperti biasa untuknya.

.

"Jawab jujur pertanyaanku, Cho Kyuhyun.. Bagaimana kau bisa akrab dengan anak sajangnim? Bahkan dia memanggilmu dengan sebutan manis seperti itu?" tanya Jessica penuh selidik. Ia berdiri disamping kursi kerja namja chubby itu dengan tatapan memburu yang diluncurkannya.

Kyuhyun hanya diam, menyibukkan diri dalam dunia pekerjaannya. Tak henti-hentinya jemarinya menari indah diatas keyboard, menulikan pendengarannya serta membutakan penglihatannya dari seruan yeoja rese tersebut.

"Hanya kebetulan saja sunbae...Apa salahnya kalau kami juga bersikap akrab pada anak sajangnim itu, ya..sama seperti kalian semua" sahut Yesung dimeja sebelah. Ya..sedikit banyaknya ia juga tau bagaimana terobsesinya para yeoja kelaparan diperusahaan ini yang berusaha menarik hati bocah tembem tersebut. Bukan hanya Jessica, bahkan semua yeoja muda dan berstatus single disini.

"Tapi yang aku herankan kenapa dia mau memanggilmu dengan sebutan Kyunnie itu? Aku saja tak pernah dipanggilnya semanis itu..Padahal aku selalu baik padanya" keluh Jessica tak terima. Itu berarti, kau harus melakukan usaha yang lebih lagi Nona Jung.

"Lalu, Bagaimana kalian bisa satu mobil dengan sajangnim? Kalian berdua sudah mendapat anugrah dari Tuhan, terlebih lagi untuk divisi kita ini" sambung Ketua Hwang ikut andil. Gerah juga Kyuhyun diburu dengan berbagai pertanyaan yang menjengkelkan itu. Ia mendesah berat, dan menatap rekan sedivisinya yang hampir mengerubunginya seperti lalat-lalat liar yang baru menemui bangkai sebagai makanannya.

"Kenapa kalian sangat penasaran sekali eoh? Aku dan juga Yesung ssi bertemu sajangnim dijalan, dan kami menumpang padanya" kesal Kyuhyun.

"Benarkah? Aku tak percaya.. Sajangnim tak pernah bersikap baik seperti itu. Walaupun hanya berpapasan dijalan, sajangnim tak sampai hati menawarkan tumpangan pada pegawainya, terlebih lagi kepada pegawai magang seperti kalian ini. Pasti ada sesuatu yang terjadi" reka Ketua Hwang dengan raut seriusnya.

Bingo!

Benar dugaan Kyuhyun tempo hari tentang tumpangan tersebut. Kibum tak pernah menawarkan tumpangannya pada karyawan lainnya, dan bodohnya.. namja chubby itu masih jua menginjak jalan yang jelas-jelas sudah ia ketahui jika berlubang. Polos dan bodoh benar-benar tak ada bedanya, Kyu.

"Apa itu benar Ketua Hwang? Berarti yang anda katakan itu benar, jika kami berdua telah mendapat anugrah dari Tuhan.. dengan arti, petanda baik akan datang kan?"

Ketua Hwang manggut-manggut menanggapi, demikian juga yang lainnya. Yesung hanya tersenyum kecil dimeja kerjanya mendengarkan. Kyuhyun bisa mengatasi masalahnya dengan baik..

"Ahh.. baiklah kalau kalian tak mau cerita banyak pada kami.. Kami akan mencari tahunya sendiri, bagaimana kalian berdua bisa akrab dengan sajangnim dan juga anaknya.. Tunggu saja!" ujar Jessica. Ia menatap kesal wujud Kyuhyun yang seolah tak peduli, begitupun dengan Yesung. Ditinggalkannya meja kerja hoobenya itu dengan gurat kesal dan kembali kemejanya. Begitupun yang lain, satu persatu meninggalkan mereka dan kembali bekerja.

Hanya saja, Ketua Hwang masih setia berdiri dimeja mereka dengan berseru untuk segera bekerja. Ditatapnya kedua pegawainya itu dengan senyum ramah, dan kembali mengulangi pertanyaannya tadi "Jadi, bisakah kalian ceritakan padaku kenapa kalian bisa akrab dengan mereka berdua? Aku janji.. aku tak akan menceritakannya pada siapapun" tanya Ketua Hwang setengah berbisik.

Kyuhyun tersenyum ramah juga menanggapinya. Tak akan menceritakannya? Bagaimana bisa yeoja yang mendapat julukan 'Si Mulut besar' bisa merapatkan mulutnya itu. Ia tak akan tertarik dan juga terbujuk dengan rayuan yang akan memabukkannya untuk membuka mulut.

Ketua Hwang mengerjap manja, memohon pada mereka untuk bercerita. Kyuhyun mendekati telinga sekretaris Hwang, sedikit berbisik padanya "Bisakah ini hanya menjadi rahasia kita bertiga?"

Ketua Hwang mengangguk, memastikan jika ia bisa dipercaya. Kyuhyun berseringai disana, sudah dipastikan anggukan yang sangat cepat itu tak akan terjamin keamanannya.

"Sewaktu kami berangkat bekerja_"

"Iya..iya.."jawab Ketua Hwang menggebu-gebu tak sabaran.

"Kami mendapati mereka berdua tengah asyik memperebutkan sesuatu"

Manik Ketua Hwang membesar, begitupun lingkar senyum dimulutnya, "Apa itu?" tanyanya penasaran.

"Ice Cream rasa strawberry.." ucap Kyuhyun final. Ketua Hwang sedikit menjauh, menatap pegawai rajinnya itu dengan tatapan tak percaya. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk mengiyakan, jika apa yang dikatakannya itu benar. Ketua Hwang melipat kedua tangannya didepan dada, masih tidak percaya dengan apa yang dikata namja chubby itu.

"Kau yakin itu?" Kyuhyun mengangguk. Ketua Hwang sedikit tersenyum. Ia meraba mulutnya dan memberi simbol pada mulutnya itu untuk diam, dan tetap menjadi rahasia mereka. "Tetapi, Kau yakin jika sajangnim menyukai ice cream rasa strawberry?" Kyuhyun kembali mengangguk dengan senyum kembangnya.

"Baiklah.. Ini hanya menjadi rahasia kita bertiga ne. Selamat bekerja" ujarnya final dan pergi dari hadapan mereka berdua. Kyuhyun terkikik sepeninggalan Ketua Hwang dengan sesekali menggeleng, lucu dengan perkataannya barusan. Ia yakin, perkataannya tadi pasti akan menyebar secepat virus melalui mulut manis Ketua Hwang.

"Apa yang kau katakan padanya? Tampaknya dia sangat senang sekali" tanya Yesung ingin tahu. Kyuhyun menatap manik bulan sabit namja itu, mendekati sekat pembatas mereka dengan sedikit menyembulkan kepalanya kemeja kerja sebelah, "Aku hanya bilang jika kita berdua melihat Jifan Kim dan juga Xiumin berebut ice cream" jawabnya manis.

"Heh? Kalu lupa jika Ketua Hwang mulutnya sangat panjang?_" Kyuhyun menggeleng, "Aku tidak lupa."

"_Lantas? Bagaimana jika gosip tersebar dan namamu akan dibawa-bawa?"

"Biarkan saja. Lagian, apa yang kukata memang benar kan?" Yesung tersenyum geli. Ia tak habis fikir, apalagi yang akan terjadi disini. Kyuhyun memang tak sepenuhnya benar. Memang dalam perjalanan menuju kantor, mobil mereka sempat terhenti disebuah minimarket dipersimpang jalan untuk membeli beberapa makanan kecil, sebagai teman menunggu untuk si bocah tembem. Dan saat melintasi lemari freezer yang berisikan ice cream berbagai cita rasa, manik Xiumin berbinar merekah.

Ia meminta pada Kibum untuk membelikannya, tapi Kibum menolak.. mengingat hari yang masih pagi untuk memakan ice cream, akan membuat pencernaan buah hatinya itu terganggu. Tapi Xiumin masih berharap, memegang satu bungkus ice cream dengan rasa strawberry seperti yang dikata Kyuhyun tadi dengan manik bak anak kucing tersebut.

Kibum tetap menolak. Ia beralih menuju rak yang berisikan yogurt padat, mengambil dengan cita rasa yang sama dan menukarkannya pada ice cream yang digenggam Xiumin. Xiumin tetap menolak lembut, ia bersikukuh pada ice ditangan kecilnya itu dan bujukkan serta tolakan yang mereka lakukan itu, yang dianggap Kyuhyun saling memperebutkan ice cream dengan rasa strawberry.

.

Xiumin berbaring disofa yang ada diruang kerja Kibum. Mulutnya komat-kamit tak jelas terdengar, entah apa yang sedang diucapkannya itu. Bahkan jemari-jemari kecilnya seolah-olah tengah mengetuk diudara. Kibum hanya tersenyum melihat sekilas apa yang dilakukan Xiumin tersebut. Sama seperti Xiumin yang mengetuk-ngetuk jemarinya diudaranya, namun kali ini jemari namja tampan itu sedang asyik mengetuk diatas keyboard laptopnya.

"Min sedang apa eoh?" tanya Kibum sayang, masih dengan kefokusannya pada pekerjaannya.

"Min hanya sedang menghafal perkalian papa?"

"Perkalian?_" bingung Kibum. Ia sejenak berhenti dari pekerjaannya itu, menatap bingung anak yang tak kalah tampan darinya itu. Xiumin mengangguk dan menjawab, "Iya.. rupanya menghafal perkalian dibantu dengan pasta sangat cepat papa. Daripada dengan para domba"

"Maksud Min, sayang?"

"Iya.. selama ini Min belajar perkalian seperti ini papa.. 1 domba x 2 domba hasilnya 2 domba, tapi Min susah mengingatnya dan malah mengantuk. Lalu Kyunnie membantu Min, Kyunnie bilang domba diganti dengan pasta."

Kibum berpangku tangan, mulai tertarik dengan perkataan anaknya itu. Bukan hanya tertarik dengan nama Kyunnie yang dibilangnya, namun tertarik juga mendengar anaknya itu yang sudah mulai menghafal perkalian.

Xiumin lansung duduk mengahadap ayahnya itu dengan duduk melipat kakinya diatas sofa. "Kata Kyunnie, kenapa Min sangat susah menghafal..itu karena, domba didalam bahasa inggris berarti sheep.. yang terdengar seperti sleep yang artinya tidur. Jadi Kyunnie mengubah kata domba dengan pasta, yang terdengar seperti fast yang artinya cepat papa.."

Senyum manis Kibum lansung berkedut. Filosofi macam apa itu? Bagaimana bisa ia mengajarkan sesuatu yang lucu seperti itu. Kibum sadar, sejak kedekatan anaknya itu bersama Kyuhyun.. Xiumin sedikit lebih bewarna, tidak monoton yang hanya menuruti apa yang dikata ayah tampannya itu dulu. Tapi kurang lebihnya ia suka dengan perubahan anaknya ini, yang bisa lebih terbuka padanya dalam menyalurkan pendapatnya.

"Memangnya, apa saja yang Kyunnie ajarkan lagi?"

"Banyak papa.. Jangan pernah mengutuk orang, nanti Min yang kutuk orang. Kalau bersin, Min harus menutup mulut menggunakan punggung tangan.." Kibum manggut-manggut mendengarnya, ajarannya masih diatas kata yang wajar.

"...Kalau Min tak suka terhadap sesuatu, Min harus bicara. Kalau bertemu orang yang Min suka, Min harus mengatakannya juga. Kalau makan, Min tak boleh memilih-milih makanan" Kibum tersenyum lembut mendengarnya, Kyuhyunnya benar-benar perhatian pada anaknya itu.

Cklek!

Eunjung masuk dengan senyum lembutnya. Sapaan manis ia layangkan untuk dua maklhuk tertampan diruang tersebut. Disapanya Xiumin lembut seraya mencium pipi chubby itu dan duduk disampingnya.

"Aku mendengar kantor sangat berisik pagi ini.. rupanya Xiumin disini. Kenapa dia tak sekolah?" tanya Eunjung pada Kibum. Kibum menyender pada kursi kerjanya, menautkan kedua jemarinya didepan dagu dengan raut sok seriusnya, "Dia bilang tidak ingin, Eunjung ssi, dia memintaku untuk ikut kemari"

Eunjung mengangguk mengerti. Diusapnya surai coklat itu sayang. Xiumin mendongak, menatap teduh sosok cantik disampingnya itu, "Noona mau snack? Min membawa banyak snack" tawarnya.

Maniknya seolah takjub melihat kantong plastik berukuran sedang tergeletak diatas meja dengan berbagai makanan ringan didalamnya. "Wah, apa Min bisa menghabiskan semuanya?" tanyanya dengan ramah. Xiumin mengangguk mantap, dan menjawab "Min bisa.. Min harus tumbuh kuat"

Eunjung terkikik mendengarnya. Dilihatnya Kibum setelahnya, "Oh iya, aku mendapat laporan dari para investor jika mereka meminta peluncuran produk baru dibulan ini. Apa kau punya rancangan yang bagus, Kim?"

Kibum hanya diam seraya berfikir, "Aku sudah memikirkan brand terbaru dari aplikasi kita. Jika kita hanya meluncurkan beberapa stiker baru, kurasa tak akan menaikkan saham perusahan ini. Lagian, perusahaan lain juga melakukan hal yang serupa. Pemasangan sponsor dalam aplikasi juga sudah kita lakukan.. Bagaimana jika penambahan program penghapusan pesan yang ingin dibatalkan?"

"Maksudmu?"

"Apa kau pernah mengalami situasi disaat kau mengirim pesan, namun kau ingin menghapusnya segera sebelum pesan tersebut dibaca penerima, karena suatu alasan tertentu. Tetapi kau tak bisa melakukannya?"

Eunjung mengangguk ragu dengan maniknya yang menatap serius pada Kibum, "Y..ya..kurasa begitu. Lalu?"

"Situasi yang seperti itu yang ingin kukembangkan. Aku akan menambah program pemfilteran terlebih dahulu didalam obrolan. Jadi, para pengguna tak akan resah jika pesan yang salah dan telah terkirim itu takkan bisa dihapus. Bagaimana menurutmu?"

Eunjung mengangguk seolah tertarik, "Idemu bagus juga..Tapi bukankah itu akan mengganggu kenyamanan para pengguna?"

"Kita akan mengolahnya seapik mungkin, agar terlihat simple dan tak mengganggu kenyamanan mereka"

Eunjung setuju dengan anggukannya sebagai jawaban, "Baiklah.. bagaimana kita lanjutkan disaat makan siang nanti? Bersama Xiumin juga tentunya."

"Tidak bisa noona.." bantah Xiumin. Eunjung menunduk, menatap sosok kecil yang berada disampingnya itu. Tatapan sendu penuh permintaan maaf, Xiumin luncurkan tanpa dosa dan tepat terarah pada manik cantik itu. "Kenapa?" tanya Eunjung sedih.

"Papa sudah berjanji, kami akan makan siang bersama Kyunnie.. Iyakan papa?" tanya Xiumin dengan manik harap menatap ayahnya itu. Begitupun Eunjung, memandang namja flat itu dengan raut yang sendu. Kibum tersenyum sendu membalas tatapan memohon Eunjung tersebut.

"Mianhe Eunjung ssi.. Aku sudah berjanji padanya."

Eunjung hanya diam dengan senyum sedihnya itu, "Apa noona boleh ikut?" tanyanya pada Xiumin. Xiumin meraih jemari lentik Eunjung dan kembali meminta maaf. Satu gelengan menyakitkan melesat begitu saja dalam pandangannya. Dirinya benar-benar tak diinginkan diantara mereka.

Eunjung hanya bisa meringis dalam benaknya dan juga menampilkan senyum sendunya itu. Diusapnya kembali surai Xiumin dengan sayang, dan kembali menabur senyum sedihnya itu dibibir pulmnya.

Kibum hanya bisa diam, merasa tak enak hati dengan yeoja cantik dan baik seperti Eunjung. Tapi, langkahnya sudah benar. Jika ia ingin meraih sesuatu, sesuau yang lain harus ia lepaskan. Terlebih lagi untuk meraih kembali hati pujaannya yang sempat terluka olehnya dahulu.

.

.

TBC

Andai saja yang mereview banyak, mungkin proses tuk update kilat bisa dipercepat. Kekekkke..

Ada yang nanya, kenapa para author selalu ngebet minta review pada ffnya? Kan gak ngaruh juga?

Aduh, gini ya.. mungkin ini juga bisa menjadi pencerahan buat semuanya #Plakk. Walau hanya satu kata komentar dikotak review, itu udah bisa menjadi apresiasi kalian pada author... lebih kurangnya sebagai bayaran lah atas cerita yang dibuatnya. Tak munafik memang jika setiap author butuh yang namanya review, buat menunjang cerita selanjutnya ataupun pembuatan cerita yang baru... Ya, begitu deh. Daripada panjang lebar, entar amoree dikira sedang berkhutbah dan merupakan titisan mama dedeh lagi...

Kembali pada cerita... Amore lupa, siapa yang minta kemarin buat hubungan KiHyun menggemparkan isi kantor mereka. Nih dah amoree buat, tapi ini baru permulaan kok. Bakal ada kegemparan-kegemparan yang lain menunggu loh. Ihihihi...

Tetap! Jangan lupa tinggalkan jejak ne...Gomawo^^